PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Penghargaan untuk Saudara-Saudara Kita
    Menara Pengawal—1988 (Seri 53) | Menara Pengawal—1988 (Seri 53)
    • 3. Sebagai tambahan atas kehidupan yang bersih, apa yang rasul Petrus katakan adalah penting bagi orang Kristen?

      3 Dalam surat umum yang ditujukan kepada sidang-sidang Kristen di Asia Kecil, rasul Petrus menulis: ”Karena kamu telah menyucikan dirimu [atau, kehidupanmu] oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan [phi·la·del·phiʹa] yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi [bentuk dari a·ga·paʹo] dengan segenap hatimu.” (1 Petrus 1:22) Petrus menunjukkan bahwa tidak cukup untuk menyucikan kehidupan kita. Ketaatan kita kepada kebenaran, termasuk perintah baru, harus menghasilkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas dan bersungguh-sungguh saling mengasihi satu sama lain.

      4. Pertanyaan-pertanyaan apa hendaknya kita ajukan, dan apa yang Yesus katakan sehubungan dengan ini?

      4 Apakah kasih dan penghargaan kita kepada saudara-saudara kita cenderung ditunjukkan hanya kepada mereka yang kita sukai? Apakah kita cenderung baik hati kepada mereka, menutup mata kita kepada kelemahan-kelemahan mereka, di pihak lain cepat untuk melihat kesalahan dan kelemahan-kelemahan orang lain yang tidak begitu kita sukai? Yesus mengatakan: ”Apabila kamu mengasihi [bentuk dari a·ga·paʹo] orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?”—Matius 5:46.

      5. Perbedaan apa dibuat seorang sarjana Alkitab mengenai kata Yunani yang berarti ’kasih’ dan yang berarti ’kasih persaudaraan’?

      5 Dalam bukunya New Testament Words (Kata-Kata Terjemahan Baru), Profesor William Barclay membuat komentar berikut atas kata Yunani yang diterjemahkan ’kasih persaudaraan’ dan kata yang diterjemahkan ’kasih’: ”Ada suatu kehangatan yang indah mengenai kata-kata ini [phi·liʹa, berarti ”kasih persaudaraan,” dan kata kerja yang ada hubungannya, phi·leʹo]. Arti kata-kata ini ialah melihat seseorang dengan perasaan kasih yang hangat. . . . Kata yang jauh lebih umum untuk kasih dalam T[erjemahan] B[aru] adalah kata benda agapē dan kata kerja agapan. . . . Philia adalah kata yang indah, tetapi pastilah kata itu menunjukkan kehangatan dan keakraban dan kasih sayang. . . .

  • Penghargaan untuk Saudara-Saudara Kita
    Menara Pengawal—1988 (Seri 53) | Menara Pengawal—1988 (Seri 53)
    • 6. (a) Pertanyaan-pertanyaan menyelidik apa hendaknya kita ajukan kepada diri sendiri? (b) Menurut Petrus, mengapa kita tidak boleh membatasi kasih persaudaraan kita hanya kepada mereka yang secara alami menarik buat kita?

      6 Dengan dalih bahwa Alkitab tidak melarang kita memiliki perasaan yang lebih hangat untuk saudara-saudara tertentu daripada yang lain, apakah kita cenderung membenarkan perasaan hati kita? (Yohanes 19:26; 20:2) Apakah kita merasa bahwa kita dapat menunjukkan ”kasih” yang dingin, yang dipaksakan oleh akal, kepada beberapa saudara sedangkan kita menyimpan kasih persaudaraan yang hangat bagi mereka yang kita sukai? Jika demikian, kita belum memahami inti nasihat Petrus. Kita belum cukup memurnikan kepribadian kita melalui ketundukan kepada kebenaran, karena Petrus mengatakan: ”Sekarang melalui ketaatan kepada kebenaran kamu telah menyucikan kepribadianmu sehingga kamu merasakan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas kepada rekan Kristenmu, hendaklah kamu dengan sepenuh hati saling mengasihi dengan segenap tenaga.”—1 Petrus 1:22, The New English Bible.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan