PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Cintai Keadilbenaran dengan Segenap Hatimu
    Menara Pengawal—2011 | 15 Februari
    • Cintai Keadilbenaran dengan Segenap Hatimu

      ”Engkau mencintai keadilbenaran.”​—MZ. 45:7.

      1. Apa yang akan membantu kita menempuh ”jalan keadilbenaran”?

      MELALUI Firman dan roh kudus-Nya, Yehuwa menuntun umat-Nya di ”jalan keadilbenaran”. (Mz. 23:3) Namun, karena tidak sempurna, kita cenderung menyimpang dari jalan itu. Untuk kembali melakukan apa yang benar dituntut upaya yang gigih. Apa yang akan membantu kita berhasil? Seperti Yesus, kita harus senang melakukan apa yang benar.​—Baca Mazmur 45:7.

      2. Apa ”jalan keadilbenaran” itu?

      2 Apa ”jalan keadilbenaran” itu? Ini adalah jalan kiasan dan memaksudkan haluan hidup yang ditentukan oleh standar keadilbenaran Yehuwa. Dalam bahasa Ibrani dan bahasa Yunani, ”keadilbenaran” memaksudkan sesuatu yang ”lurus”, yang menyiratkan keberpautan yang erat pada prinsip-prinsip moral. Karena Yehuwa adalah ”tempat tinggal keadilbenaran”, para penyembah-Nya senang berpaling kepada-Nya untuk menentukan jalan yang lurus secara moral yang harus mereka tempuh.—Yer. 50:7.

      3. Bagaimana kita dapat belajar lebih banyak tentang keadilbenaran Allah?

      3 Hanya jika kita dengan segenap hati berupaya keras menyelaraskan diri dengan standar keadilbenaran Allah, kita dapat menyenangkan Dia sepenuhnya. (Ul. 32:4) Itu dimulai dengan belajar sebisa-bisanya tentang Allah Yehuwa dari Firman-Nya, Alkitab. Semakin banyak kita belajar tentang Dia, dengan lebih mendekat kepada-Nya setiap hari, semakin kuat rasa cinta kita akan keadilbenaran-Nya. (Yak. 4:8) Kita juga harus menerima bimbingan Firman Allah yang terilham sewaktu harus membuat keputusan yang penting dalam kehidupan.

      Carilah Keadilbenaran Allah

      4. Apa artinya mencari keadilbenaran Allah?

      4 Baca Matius 6:33. Mencari keadilbenaran Allah berarti lebih dari sekadar menggunakan waktu untuk memberitakan kabar baik Kerajaan. Agar dinas suci kita diperkenan Yehuwa, tingkah laku kita setiap hari harus selaras dengan standar-Nya yang luhur. Apa yang harus dilakukan oleh semua yang mencari keadilbenaran Yehuwa? Mereka harus ”mengenakan kepribadian baru yang diciptakan menurut kehendak Allah, dengan keadilbenaran yang sejati dan loyalitas”.—Ef. 4:24.

      5. Apa yang akan membantu kita mengatasi perasaan kecil hati?

      5 Seraya kita berupaya keras untuk hidup menurut standar Allah yang adil-benar, kadang-kadang kita mungkin merasa kecil hati karena kelemahan kita. Apa yang dapat membantu kita mengatasi perasaan kecil hati yang melemahkan ini dan belajar mencintai serta mempraktekkan keadilbenaran? (Ams. 24:10) Kita harus secara teratur mendekati Yehuwa dalam doa ”dengan hati yang benar, dengan keyakinan penuh berupa iman”. (Ibr. 10:19-22) Entah kita orang Kristen yang terurap atau berpengharapan hidup di bumi, kita memperlihatkan iman akan korban tebusan Yesus Kristus dan pelayanannya sebagai Imam Besar agung kita. (Rm. 5:8; Ibr. 4:14-16) Keefektifan darah Kristus yang tercurah diilustrasikan dalam terbitan pertama majalah ini. (1 Yoh. 1:6, 7) Artikel itu mengatakan, ”Sudah merupakan fakta bahwa [apabila] sebuah benda berwarna merah dilihat dalam cahaya melalui kaca berwarna merah, benda itu akan tampak berwarna putih; maka, meskipun dosa kita bagaikan bahan berwarna merah, jika kita melihatnya dari sudut pandang Allah, yaitu melalui nilai darah korban Kristus, dosa itu akan tampak putih, atau tidak kelihatan lagi.” (Juli 1879, halaman 6) Sungguh menakjubkan persediaan yang dibuat Yehuwa bagi kita melalui korban tebusan Putra-Nya yang dikasihi!—Yes. 1:18.

      Periksalah Perlengkapan Senjata Rohani Saudara

      6. Mengapa sangat penting untuk memeriksa perlengkapan senjata rohani kita?

      6 Setiap saat, kita perlu mengenakan ”pelindung dada keadilbenaran”, karena itu merupakan bagian yang mutlak perlu dari perlengkapan senjata rohani yang Allah berikan. (Ef. 6:11, 14) Entah kita belum lama membaktikan diri kepada Yehuwa atau telah puluhan tahun melakukan dinas suci, sangat penting agar kita memeriksa perlengkapan senjata rohani kita setiap hari. Mengapa? Karena Iblis dan hantu-hantunya telah dicampakkan ke sekitar bumi. (Pny. 12:7-12) Setan marah, dan ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit. Karena itu, ia mempergencar serangannya atas umat Allah. Sadarkah kita akan pentingnya mengenakan ”pelindung dada keadilbenaran”?

      7. Bagaimana hendaknya perilaku kita jika kita menyadari perlunya ”pelindung dada keadilbenaran”?

      7 Pelindung dada melindungi jantung harfiah. Karena kita tidak sempurna, jantung kiasan (atau, hati) kita cenderung licik dan nekat. (Yer. 17:9) Hati kita cenderung melakukan apa yang salah, maka penting sekali untuk melatih dan mendisiplinnya. (Kej. 8:21) Jika kita menyadari perlunya ”pelindung dada keadilbenaran”, kita tidak akan menanggalkannya sejenak pun dengan memilih untuk dihibur oleh apa yang Allah benci; kita juga tidak akan berkhayal melakukan perbuatan salah. Kita tidak akan memboroskan banyak waktu kita yang berharga untuk menonton televisi. Sebaliknya, kita akan terus berjuang untuk melakukan apa yang menyenangkan Yehuwa. Sekalipun kita tersandung karena untuk sementara menyerah kepada cara berpikir yang tidak adil-benar dan bersifat daging, kita akan bangkit kembali dengan bantuan Yehuwa.—Baca Amsal 24:16.

      8. Mengapa kita membutuhkan ”perisai besar iman”?

      8 Salah satu perlengkapan senjata rohani kita adalah ”perisai besar iman”. Perisai itu akan membuat kita sanggup ”memadamkan semua senjata lempar yang berapi dari si fasik”. (Ef. 6:16) Selanjutnya, iman dan kasih yang sepenuh hati kepada Yehuwa akan membantu kita mempraktekkan keadilbenaran dan tetap berada pada jalan menuju kehidupan abadi. Semakin banyak kita belajar mengasihi Yehuwa, semakin besar penghargaan kita akan keadilbenaran-Nya. Tetapi, bagaimana dengan hati nurani kita? Bagaimana itu membantu kita dalam upaya untuk mencintai keadilbenaran?

      Pertahankan Hati Nurani yang Baik

      9. Apa manfaat mempertahankan hati nurani yang baik?

      9 Sewaktu dibaptis, kita memohon ”hati nurani yang baik” kepada Yehuwa. (1 Ptr. 3:21) Karena kita memperlihatkan iman akan tebusan, darah Yesus menutup dosa kita sehingga kita memiliki kedudukan yang baik di hadapan Allah. Tetapi, untuk tetap berada dalam keadaan tersebut, kita perlu mempertahankan hati nurani yang baik. Jika hati nurani kita kadang-kadang menuduh kita dan memberi peringatan, kita harus bersyukur bahwa hati nurani kita berfungsi dengan baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa hati nurani kita belum terselar sehubungan dengan jalan-jalan Yehuwa yang adil-benar. (1 Tim. 4:2) Tetapi, hati nurani dapat mempunyai peranan tambahan bagi orang yang ingin mencintai keadilbenaran.

      10, 11. (a) Ceritakan pengalaman yang menunjukkan mengapa kita harus mengindahkan hati nurani kita yang telah dilatih Alkitab. (b) Mengapa mencintai keadilbenaran dapat menghasilkan kesenangan besar?

      10 Jika kita melakukan apa yang salah, hati nurani kita mungkin menghukum atau menyiksa kita. Seorang remaja menyimpang dari ”jalan keadilbenaran”. Ia kecanduan pornografi dan mulai mengisap ganja. Ia merasa bersalah sewaktu menghadiri perhimpunan dan merasa seperti orang munafik sewaktu ikut berdinas, maka ia berhenti berpartisipasi dalam kegiatan Kristen ini. ”Tetapi,” ujarnya, ”saya tidak menyadari bahwa hati nurani saya akan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan saya.” Ia menambahkan, ”Kebodohan saya itu berlangsung sekitar empat tahun.” Lalu, terpikir olehnya untuk kembali ke kebenaran. Meskipun ia berpikir bahwa Yehuwa tidak akan mendengarkan doanya, ia tetap berdoa dan meminta pengampunan. Kurang dari sepuluh menit kemudian, ibunya datang berkunjung dan menganjurkan dia agar berhimpun lagi. Ia pergi ke Balai Kerajaan dan meminta seorang penatua memberikan pelajaran kepadanya. Akhirnya, ia dibaptis, dan ia bersyukur kepada Yehuwa karena menyelamatkannya.

      11 Tidakkah kita merasakan bahwa kita dapat memperoleh kesenangan besar karena melakukan apa yang benar? Seraya kita belajar untuk mencintai keadilbenaran dan mempraktekkannya dengan lebih sepenuhnya, kita akan menikmati lebih banyak sukacita dalam melakukan apa yang menyenangkan Bapak surgawi kita. Dan, coba bayangkan! Saatnya akan tiba ketika hati nurani semua orang hanya akan memberikan perasaan senang kepada mereka; mereka akan mencerminkan gambar Allah dengan sempurna. Karena itu, marilah kita sekarang menanamkan rasa cinta akan keadilbenaran dalam lubuk hati kita dan membuat Yehuwa bersukacita.—Ams. 23:15, 16.

      12, 13. Bagaimana kita dapat melatih hati nurani kita?

      12 Apa yang dapat kita lakukan untuk melatih hati nurani kita? Sewaktu mempelajari Alkitab dan publikasi yang berdasarkan Alkitab, penting untuk mengingat bahwa ”hati orang adil-benar merenung agar dapat menjawab”. (Ams. 15:28) Pikirkan bagaimana hal ini terbukti bermanfaat jika kita menghadapi masalah sehubungan dengan pekerjaan. Jika suatu jenis pekerjaan jelas bertentangan dengan tuntutan Alkitab, kebanyakan dari kita akan segera menyambut arahan golongan budak yang setia dan bijaksana. Namun, jika jawaban atas masalah pekerjaan itu tidak jelas sekali, kita harus mencari prinsip Alkitab yang cocok dan merenungkannya serta menyebutkan hal itu dalam doa.a Ini berlaku untuk prinsip-prinsip seperti perlunya untuk tidak membuat tersandung hati nurani orang lain. (1 Kor. 10:31-33) Yang terutama harus kita pikirkan adalah prinsip-prinsip yang menyangkut hubungan kita dengan Allah. Jika Yehuwa nyata bagi kita, yang terutama akan kita tanyakan kepada diri sendiri adalah, ’Apakah dengan melakukan pekerjaan ini saya akan menyakiti dan memedihkan hati Yehuwa?’—Mz. 78:40, 41.

      13 Sewaktu mempersiapkan Pelajaran Menara Pengawal atau Pelajaran Alkitab Sidang, kita hendaknya selalu ingat perlunya merenungkan informasi yang diberikan. Apakah kita selalu cepat-cepat menggarisbawahi jawaban untuk pertanyaan pelajaran, lalu beralih ke paragraf berikutnya? Belajar dengan cara seperti ini kemungkinan besar tidak akan menguatkan rasa cinta kita akan keadilbenaran atau mengembangkan dalam diri kita hati nurani yang peka. Jika kita ingin mencintai keadilbenaran, kita perlu belajar dengan rajin dan merenungkan apa yang kita baca dalam Firman Allah yang tertulis. Tidak ada jalan pintas dalam hal belajar untuk mencintai keadilbenaran dengan segenap hati kita!

      Hendaklah Lapar dan Haus akan Keadilbenaran

      14. Perasaan apa terhadap dinas suci yang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus inginkan dalam diri kita?

      14 Allah Yehuwa dan Yesus Kristus ingin agar kita berbahagia sewaktu kita melakukan dinas suci. Apa yang juga akan menghasilkan kebahagiaan? Tentu rasa cinta akan keadilbenaran! Dalam Khotbah di Gunung, Yesus mengatakan, ”Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilbenaran, karena mereka akan dikenyangkan.” (Mat. 5:6) Apa makna kata-kata tersebut bagi orang-orang yang berhasrat mencintai keadilbenaran?

      15, 16. Dengan cara apa saja rasa lapar dan haus rohani akan dipuaskan?

      15 Dunia kita sekarang diperintah oleh si fasik. (1 Yoh. 5:19) Dalam surat kabar di negeri mana pun, kita membaca laporan tentang kekejaman dan kekerasan dalam skala yang tiada duanya. Orang yang adil-benar merasa susah sewaktu memikirkan kekejaman manusia terhadap sesamanya. (Pkh. 8:9) Sebagai orang yang mengasihi Yehuwa, kita tahu bahwa hanya Dia yang dapat memuaskan rasa lapar dan haus rohani dari orang-orang yang ingin mempelajari keadilbenaran. Orang-orang yang tidak saleh akan segera disingkirkan, dan para pencinta keadilbenaran tidak akan mengalami lagi penderitaan yang diakibatkan oleh orang-orang yang menentang hukum dan perbuatan jahat mereka. (2 Ptr. 2:7, 8) Betapa melegakan hal itu kelak!

      16 Sebagai hamba Yehuwa dan pengikut Yesus Kristus, kita tahu bahwa semua yang lapar dan haus akan keadilbenaran ”akan dikenyangkan”. Mereka akan dipuaskan sepenuhnya melalui penyelenggaraan Allah berupa langit baru dan bumi baru di mana ”keadilbenaran akan tinggal”. (2 Ptr. 3:13) Maka, janganlah merasa kecil hati atau heran bahwa penindasan dan kekerasan telah menyingkirkan keadilbenaran dalam dunia yang sangat kejam ini. (Pkh. 5:8) Yehuwa, Yang Mahatinggi, mengetahui apa yang sedang terjadi dan akan segera membebaskan para pencinta keadilbenaran.

      Dapatkan Manfaat dari Mencintai Keadilbenaran

      17. Apa saja manfaatnya karena mencintai keadilbenaran?

      17 Mazmur 146:8 menandaskan manfaat yang luar biasa karena menempuh jalan keadilbenaran. Pemazmur bernyanyi, ”Yehuwa mengasihi orang-orang yang adil-benar.” Coba bayangkan! Pribadi Yang Berdaulat di alam semesta mengasihi kita karena kita mencintai keadilbenaran! Karena kasih Yehuwa, kita yakin bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan kita seraya kita terus mendahulukan kepentingan Kerajaan dalam hidup kita. (Baca Mazmur 37:25; Amsal 10:3.) Akhirnya, seluruh planet ini akan dinikmati oleh para pencinta keadilbenaran. (Ams. 13:22) Bagi mayoritas umat Allah, imbalan karena mempraktekkan keadilbenaran adalah sukacita yang limpah dan kehidupan tanpa akhir dalam firdaus yang indah di bumi. Bahkan sekarang, orang-orang yang mencintai keadilbenaran Allah diupahi dengan kedamaian batin yang turut menghasilkan keharmonisan dalam keluarga dan sidang mereka.—Flp. 4:6, 7.

      18. Hal positif apa saja yang harus terus kita lakukan seraya menantikan hari Yehuwa?

      18 Seraya kita menantikan kedatangan hari besar Yehuwa, kita harus terus mencari keadilbenaran-Nya. (Zef. 2:2, 3) Karena itu, mari kita tunjukkan kasih yang tulus akan jalan-jalan Allah Yehuwa yang lurus. Itu termasuk menjaga agar ”pelindung dada keadilbenaran” tetap terpasang kuat pada tempatnya untuk melindungi jantung kiasan kita. Kita juga perlu mempertahankan hati nurani yang baik—hati nurani yang akan membuat kita senang dan membuat hati Allah kita bersukacita.—Ams. 27:11.

      19. Kita seharusnya bertekad untuk melakukan apa, dan apa yang akan dibahas dalam artikel berikut?

      19 ’Mata Yehuwa menjelajahi seluruh bumi untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya.’ (2 Taw. 16:9) Sungguh menghibur kata-kata tersebut sewaktu kita melakukan apa yang benar meski menghadapi ketidakstabilan, kekerasan, dan kefasikan yang semakin meningkat dalam dunia yang bermasalah ini! Memang, jalan-jalan kita yang adil-benar boleh jadi mengherankan massa umat manusia yang terasing dari Allah. Tetapi, kita mendapat banyak sekali manfaat karena berpaut pada keadilbenaran Yehuwa. (Yes. 48:17; 1 Ptr. 4:4) Karena itu, dengan sepenuh hati, mari kita bertekad untuk terus mendapatkan kesenangan dalam mencintai serta mempraktekkan keadilbenaran dengan segenap hati. Namun, sepenuh hati juga mencakup membenci pelanggaran hukum. Artikel berikut akan memperlihatkan apa yang dimaksudkan dengan hal ini.

  • Apakah Saudara Membenci Pelanggaran Hukum?
    Menara Pengawal—2011 | 15 Februari
    • Apakah Saudara Membenci Pelanggaran Hukum?

      ”Engkau [Yesus] membenci pelanggaran hukum.”​—IBR. 1:9.

      1. Apa yang Yesus ajarkan tentang kasih?

      UNTUK menandaskan pentingnya kasih, Yesus Kristus mengatakan kepada murid-muridnya, ”Aku memberikan kepadamu perintah baru, agar kamu mengasihi satu sama lain; sebagaimana aku telah mengasihi kamu, agar kamu juga mengasihi satu sama lain. Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yoh. 13:34, 35) Yesus memerintahkan para pengikutnya untuk memperlihatkan kasih yang rela berkorban terhadap satu sama lain. Kasih itu akan menjadi tanda pengenal mereka. Yesus juga menasihati mereka, ”Teruslah kasihi musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu.”—Mat. 5:44.

      2. Kebencian terhadap apa yang harus dikembangkan para pengikut Kristus?

      2 Akan tetapi, selain mengajar murid-muridnya tentang kasih, Yesus mengajar mereka apa yang harus dibenci. Mengenai Yesus dikatakan, ”Engkau mencintai keadilbenaran, dan engkau membenci pelanggaran hukum [kefasikan].” (Ibr. 1:9; Mz. 45:7) Hal ini memperlihatkan bahwa kita harus mengembangkan bukan saja cinta akan keadilbenaran melainkan juga kebencian akan dosa, atau pelanggaran hukum. Patut diperhatikan bahwa rasul Yohanes secara spesifik menyatakan, ”Setiap orang yang mempraktekkan dosa juga mempraktekkan pelanggaran hukum, karena itu dosa adalah pelanggaran hukum.”—1 Yoh. 3:4.

      3. Mengenai kebencian terhadap pelanggaran hukum, bidang kehidupan apa saja yang akan dibahas artikel ini?

      3 Maka, sebagai orang Kristen kita sebaiknya bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah saya membenci pelanggaran hukum?’ Mari kita periksa bagaimana kita dapat memperlihatkan kebencian terhadap apa yang jahat dalam empat bidang kehidupan berikut: (1) sikap kita terhadap penyalahgunaan alkohol, (2) pandangan kita terhadap ilmu gaib, (3) reaksi kita terhadap amoralitas, dan (4) pandangan kita terhadap orang yang mencintai pelanggaran hukum.

      Bersahajalah dalam Hal Minuman Beralkohol

      4. Mengapa Yesus mempunyai kebebasan berbicara sewaktu memberi peringatan tentang minum berlebihan?

      4 Yesus kadang-kadang minum anggur, menghargainya sebagai pemberian dari Allah. (Mz. 104:14, 15) Namun, ia tidak pernah menyalahgunakan pemberian ini dengan minum berlebihan. (Ams. 23:29-33) Oleh karena itu, Yesus mempunyai kebebasan berbicara sewaktu memberikan nasihat tentang kebiasaan tersebut. (Baca Lukas 21:34.) Penyalahgunaan alkohol dapat mengarah ke dosa-dosa serius lainnya. Karena itu, rasul Paulus menulis, ”Janganlah mabuk dengan anggur sebab itu mengarah kepada pelampiasan nafsu, tetapi hendaklah kamu terus penuh dengan roh.” (Ef. 5:18) Ia juga menasihati para wanita yang sudah berumur di sidang agar tidak ”diperbudak oleh banyak anggur”.—Tit. 2:3.

      5. Pertanyaan apa saja yang bisa diajukan kepada diri sendiri oleh orang yang ingin minum minuman beralkohol?

      5 Jika Saudara ingin minum minuman beralkohol, sebaiknya Saudara juga bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah saya meniru sikap Yesus terhadap minum berlebihan? Jika saya perlu menasihati orang lain mengenai hal ini, apakah saya mempunyai kebebasan berbicara? Apakah saya minum untuk melarikan diri dari kekhawatiran atau mengurangi stres? Berapa banyak alkohol yang saya minum setiap minggu? Bagaimana reaksi saya jika seseorang menyiratkan bahwa saya mungkin minum terlalu banyak? Apakah saya membela diri atau bahkan kesal?’ Membiarkan diri diperbudak oleh banyak minuman beralkohol dapat memengaruhi kemampuan kita untuk bernalar dengan baik dan membuat keputusan yang bijaksana. Para pengikut Kristus berupaya keras melindungi kesanggupan berpikir mereka.—Ams. 3:21, 22.

      Hindari Praktek Ilmu Gaib

      6, 7. (a) Bagaimana Yesus berurusan dengan Setan dan hantu-hantu? (b) Mengapa praktek ilmu gaib begitu meluas dewasa ini?

      6 Sewaktu berada di bumi, Yesus dengan tegas menentang Setan dan hantu-hantu. Ia menolak serangan langsung dari Setan atas keloyalannya. (Luk. 4:1-13) Ia juga mengenali dan menolak upaya yang halus untuk memengaruhi pikiran dan tindakannya. (Mat. 16:21-23) Yesus membantu orang-orang yang layak terlepas dari cengkeraman hantu-hantu yang kejam.—Mrk. 5:2, 8, 12-15; 9:20, 25-27.

      7 Setelah Yesus ditakhtakan sebagai Raja pada 1914, ia membersihkan surga dari pengaruh yang bersifat mencemari dari Setan dan hantu-hantu. Akibatnya, kini Setan—lebih daripada yang sudah-sudah—bertekad untuk ”menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Pny. 12:9, 10) Maka, kita seharusnya tidak heran bahwa kekaguman akan ilmu gaib meluas dan meningkat. Tindakan apa saja yang dapat kita ambil untuk melindungi diri?

      8. Pemeriksaan diri apa yang hendaknya kita lakukan sehubungan dengan pilihan hiburan?

      8 Alkitab dengan jelas memberi peringatan terhadap bahaya yang terkait dengan spiritisme. (Baca Ulangan 18:10-12.) Dewasa ini, Setan dan hantu-hantu memengaruhi pikiran manusia melalui film, buku, dan game elektronik yang mempromosikan praktek ilmu gaib. Karena itu, sewaktu memilih hiburan, kita masing-masing hendaknya bertanya kepada diri sendiri, ’Selama bulan-bulan terakhir ini, apakah saya memilih untuk dihibur oleh film, acara TV, game elektronik, buku, atau komik yang menonjolkan praktek ilmu gaib? Apakah saya memahami pentingnya menolak pengaruh ilmu gaib, atau apakah saya meremehkan bahaya tersebut? Apakah saya pernah memikirkan bagaimana perasaan Yehuwa tentang pilihan hiburan saya? Jika saya telah membuka pintu untuk pengaruh hantu-hantu, apakah kasih saya kepada Yehuwa dan prinsip-prinsip-Nya yang adil-benar mendorong saya untuk bertindak tegas dan menutup pintu itu rapat-rapat?’—Kis. 19:19, 20.

      Indahkan Peringatan Yesus terhadap Amoralitas

      9. Bagaimana seseorang bisa memupuk cinta akan pelanggaran hukum?

      9 Yesus menjunjung standar Yehuwa tentang moralitas seksual. Ia berkata, ”Tidakkah kamu baca bahwa dia yang menciptakan mereka sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan dan mengatakan, ’Karena alasan ini seorang pria akan meninggalkan bapaknya dan ibunya dan akan berpaut pada istrinya, dan keduanya akan menjadi satu daging’? Sehingga mereka bukan lagi dua, melainkan satu daging. Oleh karena itu, apa yang telah Allah letakkan di bawah satu kuk hendaknya tidak dipisahkan manusia.” (Mat. 19:4-6) Yesus tahu bahwa apa yang kita serap melalui mata dapat memengaruhi hati kita. Karena itu, dalam Khotbahnya di Gunung, ia berkata, ”Kamu mendengar bahwa telah dikatakan, ’Jangan berzina.’ Tetapi aku mengatakan kepadamu bahwa setiap orang yang terus memandang seorang wanita sehingga mempunyai nafsu terhadap dia sudah berbuat zina dengan dia dalam hatinya.” (Mat. 5:27, 28) Orang-orang yang mengabaikan peringatan Yesus ini sebenarnya memupuk cinta akan pelanggaran hukum.

      10. Ceritakan pengalaman yang memperlihatkan bahwa seseorang dapat terbebas dari pornografi.

      10 Setan mempromosikan amoralitas seksual melalui pornografi. Sistem sekarang ini dibanjiri dengan itu. Orang-orang yang melihat pornografi merasa sulit menghapus adegan amoral itu dari pikiran mereka. Mereka bahkan bisa kecanduan pornografi. Perhatikan apa yang terjadi dengan seorang Kristen. Ia berkata, ”Saya diam-diam melihat pornografi. Saya menciptakan dunia fantasi yang saya kira tidak terkait dengan dunia di mana saya melayani Yehuwa. Saya tahu bahwa kebiasaan itu salah, tetapi saya berkata kepada diri sendiri bahwa dinas saya kepada Allah masih diperkenan.” Apa yang mengubah cara berpikir saudara ini? Ia menyatakan, ”Meskipun itu hal yang paling sulit yang pernah saya lakukan, saya memutuskan untuk memberi tahu para penatua tentang problem saya.” Akhirnya, saudara itu terbebas dari kebiasaan yang bejat tersebut. Ia mengakui, ”Setelah membersihkan kehidupan saya dari dosa ini, akhirnya saya merasa bahwa saya memiliki hati nurani yang benar-benar bersih.” Orang yang membenci pelanggaran hukum harus belajar membenci pornografi.

      11, 12. Bagaimana kita dapat menunjukkan kebencian akan pelanggaran hukum dalam hal musik yang kita pilih?

      11 Musik beserta liriknya bisa sangat memengaruhi emosi kita dan, karena itu, juga hati kita. Musik itu sendiri adalah pemberian Allah dan telah lama digunakan dalam ibadat sejati. (Kel. 15:20, 21; Ef. 5:19) Tetapi, dunia fasik Setan mempromosikan musik yang memuja amoralitas. (1 Yoh. 5:19) Bagaimana Saudara bisa tahu apakah musik yang Saudara dengarkan itu mencemari Saudara atau tidak?

      12 Saudara dapat mulai dengan bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah lagu yang saya dengarkan memuja pembunuhan, perzinaan, percabulan, dan hujah? Andaikan saya harus membacakan lirik lagu tertentu kepada seseorang, apakah orang itu akan mendapat kesan bahwa saya membenci pelanggaran hukum, atau apakah kata-kata tersebut memperlihatkan bahwa hati saya sudah tercemar?’ Kita tidak mungkin mengaku membenci pelanggaran hukum padahal kita juga memilih musik yang menyanjungnya. ”Hal-hal yang keluar dari mulut keluar dari hati,” kata Yesus, ”dan hal-hal itu mencemarkan orang. Sebagai contoh, dari hati keluar pikiran yang fasik, pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu, hujah.”—Mat. 15:18, 19; bandingkan Yakobus 3:10, 11.

      Miliki Pandangan Yesus terhadap Orang yang Mencintai Pelanggaran Hukum

      13. Bagaimana Yesus memandang orang-orang yang berkukuh dalam dosa?

      13 Yesus berkata bahwa ia datang untuk memanggil para pedosa, atau pelanggar hukum, agar bertobat. (Luk. 5:30-32) Namun, bagaimana ia memandang orang-orang yang berkukuh dalam haluan dosa? Yesus memberikan peringatan keras agar tidak dipengaruhi oleh orang-orang seperti itu. (Mat. 23:15, 23-26) Ia juga dengan jelas menyatakan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga. Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu [sewaktu Allah melaksanakan penghakiman], ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’” Tetapi, ia akan menolak orang-orang yang terus melakukan pelanggaran hukum dan tidak bertobat, dengan berkata, ”Enyahlah dari hadapanku.” (Mat. 7:21-23) Mengapa orang-orang itu mendapat penghakiman demikian? Karena mereka tidak menghormati Allah dan merugikan orang lain melalui praktek pelanggaran hukum mereka.

      14. Mengapa para pedosa yang tidak bertobat disingkirkan dari sidang?

      14 Firman Allah memerintahkan agar para pedosa yang tidak bertobat disingkirkan dari sidang. (Baca 1 Korintus 5:9-13.) Tindakan ini perlu, sedikitnya karena tiga alasan: (1) menjaga nama Yehuwa bersih dari celaan, (2) melindungi sidang dari pencemaran, dan (3) membantu si pedosa bertobat jika mungkin.

      15. Jika kita ingin tetap loyal kepada Yehuwa, pertanyaan serius apa saja yang hendaknya kita ajukan kepada diri sendiri?

      15 Apakah kita memiliki pandangan Yesus terhadap orang yang berkeras dalam pelanggaran hukum? Kita perlu memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini: ’Apakah saya memilih untuk sering-sering bergaul dengan seseorang yang dipecat atau mengucilkan dirinya dari sidang Kristen? Bagaimana jika orang itu adalah kerabat dekat yang sudah tidak tinggal serumah?’ Situasi seperti itu dapat benar-benar menguji kasih kita akan keadilbenaran dan keloyalan kita kepada Allah.a

      16, 17. Kesulitan apa yang dihadapi seorang ibu Kristen, dan apa yang membantunya mendukung pengaturan pemecatan bagi pelaku kesalahan yang tidak bertobat?

      16 Pertimbangkan pengalaman seorang saudari yang memiliki putra yang sudah dewasa; putra ini pernah mengasihi Yehuwa. Namun, belakangan ia memilih untuk terus melakukan pelanggaran hukum dan tidak bertobat. Maka, ia dipecat dari sidang. Saudari kita mengasihi Yehuwa, tetapi ia juga mengasihi putranya dan merasa luar biasa sulit untuk menerapkan perintah Alkitab agar tidak bergaul dengan putranya.

      17 Nasihat apa yang akan Saudara berikan kepada saudari itu? Seorang penatua membantunya menyadari bahwa Yehuwa memahami kepedihan hati yang ia rasakan. Saudara itu mengajaknya untuk memikirkan kepedihan hati yang pasti Yehuwa rasakan ketika beberapa putra-Nya, yaitu para malaikat, memberontak. Penatua itu memberikan penalaran bahwa meskipun Yehuwa tahu bahwa situasi seperti itu bisa sangat memedihkan, Dia menuntut agar para pedosa yang tidak bertobat dipecat. Saudari itu mencamkan pengingat tersebut dan dengan loyal mendukung pengaturan pemecatan.b Keloyalan demikian membuat hati Yehuwa bersukacita.—Ams. 27:11.

      18, 19. (a) Dengan tidak mengadakan kontak lagi dengan orang yang mempraktekkan pelanggaran hukum, kita membuktikan bahwa kita membenci apa? (b) Apa yang mungkin dihasilkan jika kita loyal kepada Allah dan pengaturan-Nya?

      18 Jika Saudara menghadapi situasi serupa, ingatlah bahwa Yehuwa bersimpati kepada Saudara. Dengan tidak mengadakan kontak lagi dengan orang yang dipecat atau mengucilkan diri, Saudara memperlihatkan bahwa Saudara membenci sikap dan tindakan yang menyebabkan hal itu terjadi. Tetapi, Saudara juga memperlihatkan bahwa Saudara mengasihi si pelaku kesalahan dan karena itu, Saudara menginginkan yang terbaik baginya. Keloyalan Saudara kepada Yehuwa boleh jadi akan memperbesar kemungkinan bahwa orang yang didisiplin itu akan bertobat dan kembali kepada Yehuwa.

      19 Seseorang yang dipecat dan belakangan diterima kembali menulis, ”Saya merasa senang bahwa karena Yehuwa mengasihi umat-Nya, Ia memastikan agar organisasi-Nya tetap bersih. Apa yang mungkin tampaknya keras bagi orang luar sesungguhnya perlu dan juga benar-benar hal yang pengasih untuk dilakukan.” Menurut Saudara, apakah orang ini akan terbantu untuk mencapai kesimpulan tersebut andaikan anggota-anggota sidang, termasuk keluarganya, tetap mengadakan kontak dengannya sewaktu dia masih dipecat? Jika kita mendukung pengaturan Alkitab mengenai pemecatan, hal itu membuktikan bahwa kita mencintai keadilbenaran dan mengakui hak Yehuwa untuk menentukan standar tingkah laku.

      ”Bencilah Apa yang Jahat”

      20, 21. Mengapa penting untuk belajar membenci pelanggaran hukum?

      20 Rasul Petrus memperingatkan, ”Pertahankanlah kesadaranmu, waspadalah.” Mengapa? Karena ”musuhmu, si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum, berupaya melahap orang”. (1 Ptr. 5:8) Apakah orang itu mungkin Saudara? Hal itu banyak bergantung pada seberapa baik Saudara belajar untuk membenci pelanggaran hukum.

      21 Mengembangkan kebencian akan apa yang jahat tidak mudah. Kita lahir dalam dosa, dan kita hidup dalam dunia yang mendorong pemuasan keinginan daging. (1 Yoh. 2:15-17) Tetapi, dengan meniru Yesus Kristus dan mengembangkan kasih yang kuat kepada Allah Yehuwa, kita dapat berhasil memupuk kebencian akan pelanggaran hukum. Mari kita bertekad untuk ’membenci apa yang jahat’, yakin sepenuhnya bahwa Yehuwa ”menjaga . . . orang-orangnya yang loyal; dari tangan orang-orang fasik dibebaskannya mereka”.—Mz. 97:10.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan