PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kasih dan Keadilan Yehuwa di Sidang Kristen
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2019 | Mei
    • HUKUM YANG DIDASARKAN ATAS KASIH

      8. Hukum Kristus didasarkan atas apa?

      8 Kalau sebuah rumah dibangun dengan baik dan di atas fondasi yang kuat, orang yang tinggal di dalamnya akan merasa aman. Sama seperti itu, kalau sebuah hukum dibuat dengan baik dan memiliki dasar yang kuat, orang yang menjalankannya akan merasa aman. Hukum Kristus didasarkan atas fondasi yang terbaik, yaitu kasih. Bagaimana kita bisa yakin bahwa hukum itu didasarkan atas kasih?

      Yesus dan rasul-rasulnya bertemu orang-orang yang sedang dalam perjalanan untuk menguburkan anak seorang janda

      Kalau kita memperlakukan orang lain dengan pengasih, itu berarti kita menaati ”hukum Kristus” (Lihat paragraf 9-14)e

      9-10. (a) Contoh apa saja yang menunjukkan bahwa Yesus melakukan segala sesuatu karena kasih? (b) Bagaimana kita bisa meniru Yesus?

      9 Pertama, Yesus melakukan segala sesuatu karena kasih. Karena mengasihi orang lain, Yesus sering merasa kasihan, atau iba hati, kepada mereka. Rasa kasihan itu menggerakkan dia untuk mengajar banyak orang, menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang yang lapar, dan membangkitkan orang mati. (Mat. 14:14; 15:32-38; Mrk. 6:34; Luk. 7:11-15) Meski semua itu menguras banyak waktu dan tenaganya, dia rela mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Yesus terutama menunjukkan kasih dengan memberikan nyawanya demi orang lain.​—Yoh. 15:13.

      10 Pelajaran: Kita bisa meniru Yesus dengan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri. Kita juga bisa meniru dia dengan berupaya lebih beriba hati kepada orang-orang di daerah pengabaran kita. Kalau kita memberitakan dan mengajarkan kabar baik karena tergerak oleh keibaan hati, itu berarti kita menaati hukum Kristus.

      11-12. (a) Apa yang menunjukkan bahwa Yehuwa sangat peduli kepada kita? (b) Bagaimana kita bisa meniru kasih Yehuwa?

      11 Kedua, Yesus menunjukkan bahwa Bapaknya sangat pengasih. Selama pelayanannya, Yesus menunjukkan bahwa Yehuwa sangat peduli kepada umat-Nya. Salah satunya, Yesus mengajarkan hal ini: Kita masing-masing sangat berharga bagi Bapak kita di surga. (Mat. 10:31) Kalau domba yang hilang bertobat dan kembali ke sidang, Yehuwa senang sekali menyambut mereka. (Luk. 15:7, 10) Yehuwa juga membuktikan bahwa Dia mengasihi kita dengan memberikan Putra-Nya sebagai tebusan bagi kita.​—Yoh. 3:16.

      12 Pelajaran: Bagaimana kita bisa meniru kasih Yehuwa? (Ef. 5:1, 2) Kita menganggap setiap saudara dan saudari kita berharga, dan kita senang menyambut ”domba yang hilang” yang kembali kepada Yehuwa. (Mz. 119:176) Kita membuktikan bahwa kita mengasihi saudara-saudari dengan menggunakan waktu dan tenaga kita untuk membantu mereka, khususnya saat mereka membutuhkannya. (1 Yoh. 3:17) Kalau kita menunjukkan kasih kepada orang lain, itu berarti kita menaati hukum Kristus.

      13-14. (a) Menurut Yohanes 13:34, 35, apa yang Yesus perintahkan kepada para pengikutnya, dan mengapa ini adalah perintah baru? (b) Bagaimana kita bisa menaati perintah baru itu?

      13 Ketiga, Yesus memerintahkan para pengikutnya untuk menunjukkan kasih yang rela berkorban. (Baca Yohanes 13:34, 35.) Ini perintah yang baru bagi para pengikut Yesus, karena jenis kasih seperti ini tidak diperintahkan dalam hukum-hukum yang Allah berikan kepada bangsa Israel. Menurut perintah baru itu, kita harus mengasihi saudara-saudari kita seperti Yesus mengasihi kita. Itu berarti kita harus punya kasih yang rela berkorban.c Kita harus mengasihi saudara-saudari kita lebih daripada kita mengasihi diri sendiri. Kita harus sangat mengasihi mereka sampai-sampai kita rela menyerahkan nyawa kita demi mereka, sama seperti yang Yesus lakukan demi kita.

      14 Pelajaran: Bagaimana kita bisa menaati perintah baru itu? Kita bisa melakukannya dengan berkorban demi saudara-saudari kita. Kita tidak hanya bersedia membuat pengorbanan terbesar, yaitu menyerahkan nyawa kita, tapi kita juga bersedia membuat berbagai pengorbanan kecil. Misalnya, kita mungkin berupaya untuk menjemput saudara atau saudari lansia ke perhimpunan. Atau, kita mengorbankan sesuatu yang kita sukai demi menyenangkan rekan seiman kita. Atau mungkin juga, kita cuti dari pekerjaan untuk mendukung bantuan kemanusiaan. Dengan melakukan hal-hal seperti itu, kita menaati hukum Kristus. Kita juga ikut membuat sidang kita menjadi tempat yang aman bagi setiap orang di dalamnya.

  • Kasih dan Keadilan Yehuwa di Sidang Kristen
    Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2019 | Mei
    • 20-21. (a) Bagaimana orang yang punya wewenang seharusnya memperlakukan orang lain? (b) Bagaimana suami bisa menunjukkan kasih yang rela berkorban, dan bagaimana seharusnya seorang ayah memperlakukan anak-anaknya?

      20 Sesuai dengan hukum Kristus, bagaimana orang yang punya wewenang seharusnya memperlakukan orang yang menjadi tanggung jawab mereka? Karena hukum itu didasarkan atas kasih, mereka yang punya wewenang harus memperlakukan orang-orang itu dengan pengasih dan penuh respek. Mereka harus ingat bahwa Kristus ingin agar kita selalu menunjukkan kasih.

      21 Dalam keluarga. Seorang suami harus mengasihi istrinya ’seperti Kristus mengasihi sidang jemaat’. (Ef. 5:25, 28, 29) Suami harus meniru kasih yang rela berkorban yang Yesus tunjukkan. Caranya adalah dengan mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan istrinya di atas dirinya sendiri. Beberapa pria mungkin merasa sulit menunjukkan kasih semacam ini. Mungkin sejak mereka kecil, orang-orang di sekitar mereka tidak memperlakukan orang lain dengan pengasih dan adil. Mereka mungkin merasa sulit mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk tertentu. Tapi, kalau mereka mau menaati hukum Kristus, mereka harus berubah. Jika seorang suami menunjukkan kasih yang rela berkorban, istrinya akan merespek dia. Seorang ayah yang benar-benar mengasihi anak-anaknya tidak akan pernah menyakiti mereka melalui kata-kata atau tindakannya. (Ef. 4:31) Sebaliknya, dia menunjukkan bahwa dia mengasihi dan menghargai mereka sehingga mereka merasa aman. Anak-anak akan mengasihi dan memercayai ayah yang seperti itu.

      22. Seperti dijelaskan di 1 Petrus 5:1-3, milik siapakah ”domba-domba” di sidang, dan bagaimana mereka seharusnya diperlakukan?

      22 Dalam sidang. Para penatua harus ingat bahwa ”domba-domba” di sidang bukanlah milik mereka. (Yoh. 10:16; baca 1 Petrus 5:1-3 dan catatan kaki di ayat 3.) Kata-kata seperti ”kawanan domba Allah”, ”di hadapan Allah”, dan ”milik pusaka Allah” mengingatkan para penatua bahwa domba-domba di sidang adalah milik Yehuwa. Dia ingin domba-domba milik-Nya diperlakukan dengan pengasih dan lembut. (1 Tes. 2:7, 8) Yehuwa berkenan kepada para penatua yang menunjukkan kasih saat menjalankan tugas mereka sebagai gembala. Penatua seperti itu juga dikasihi dan direspek oleh saudara-saudari mereka.

      23-24. (a) Apa peran para penatua jika seseorang di dalam sidang melakukan perbuatan salah yang serius? (b) Saat menangani kasus seperti itu, apa saja yang perlu dipikirkan para penatua?

      23 Apa peran penatua saat menangani kasus perbuatan salah yang serius? Peran mereka berbeda dengan peran para hakim dan pemimpin kota di Israel dulu. Menurut Hukum Musa, para pria yang dilantik itu bukan hanya menangani hal-hal rohani, tapi juga kasus hukum yang tidak berkaitan dengan hal rohani. Tapi menurut hukum Kristus, jika ada perbuatan salah yang harus ditangani, para penatua hanya mengurus sisi rohani dari kasus itu. Mereka tahu bahwa Allah mengizinkan pihak berwajib untuk menangani kasus pidana dan perdata.d Ini mencakup wewenang untuk memberikan hukuman seperti denda atau pemenjaraan.​—Rm. 13:1-4.

      24 Apa maksudnya para penatua mengurus sisi rohani dari perbuatan salah yang serius? Mereka menggunakan Alkitab untuk memeriksa kasusnya dan untuk membuat keputusan. Mereka selalu mengingat bahwa kasih adalah dasar dari hukum Kristus. Kasih menggerakkan para penatua untuk memikirkan hal ini: Kalau seseorang di dalam sidang menjadi korban dari perbuatan salah tersebut, apa yang perlu dilakukan untuk membantu mereka? Kasih juga menggerakkan para penatua untuk mempertimbangkan hal-hal ini tentang orang yang berbuat salah: Apakah dia sudah bertobat? Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu dia memperbaiki hubungannya dengan Yehuwa?

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan