-
Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 1
Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
1, 2. Pertanyaan apa yang diajukan orang tentang Allah, dan mengapa?
SEKALI waktu dalam hidup saudara, mungkin saudara pernah bertanya, ’Kalau memang ada Allah yang benar-benar mempedulikan kita, mengapa Dia membiarkan begitu banyak penderitaan?’ Kita semua telah mengalami penderitaan atau telah mengenal seseorang yang mengalaminya.
2 Memang, sepanjang sejarah, manusia telah merasakan kepedihan dan kesedihan akibat perang, kekejaman, kejahatan, ketidakadilan, kemiskinan, penyakit, dan kematian orang-orang yang dikasihi. Dalam abad ke-20 ini saja, perang-perang telah menewaskan lebih dari 100 juta orang. Ratusan juta orang lain telah terluka atau kehilangan rumah dan harta benda. Begitu banyak hal mengerikan yang terjadi di zaman kita yang mengakibatkan kesedihan, banyak air mata, dan perasaan tak berdaya bagi tak terhitung banyaknya orang.
3, 4. Bagaimana perasaan banyak orang tentang dibiarkannya penderitaan oleh Allah?
3 Beberapa orang menjadi kecewa dan merasa jika memang ada Allah, Dia tidak sungguh-sungguh mempedulikan kita. Atau mereka bahkan mungkin merasa bahwa Allah tidak ada. Misalnya, seorang pria yang menderita karena penindasan etnik yang menyebabkan kematian sahabat-sahabat dan sanak-saudara dalam Perang Dunia I bertanya, ”Di manakah Allah pada waktu kami membutuhkan Dia?” Seorang lain, yang lolos dari pembunuhan jutaan orang oleh kaum Nazi dalam Perang Dunia II, merasa begitu pedih karena penderitaan yang ia saksikan sehingga ia berkata, ”Kalau Anda dapat menjilat hati saya, Anda akan terkena racun.”
4 Jadi, banyak orang tidak dapat memahami mengapa Allah yang baik membiarkan hal-hal yang buruk terjadi. Mereka mempertanyakan apakah Dia benar-benar mempedulikan atau apakah Dia memang ada. Dan banyak dari antara mereka merasa bahwa penderitaan akan selalu merupakan bagian dari keberadaan manusia.
-
-
Suatu Bumi Tanpa PenderitaanApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 2
Suatu Bumi Tanpa Penderitaan
1, 2. Pandangan yang berbeda apa dimiliki banyak orang?
AKAN tetapi, jutaan orang seluas dunia telah menganut pandangan yang sama sekali berbeda. Mereka memandang ke muka ke suatu masa depan yang menakjubkan bagi umat manusia. Mereka menyatakan bahwa justru di bumi ini tidak lama lagi akan ada suatu dunia tanpa kejahatan dan penderitaan. Mereka yakin bahwa apa yang buruk akan segera disingkirkan dan suatu dunia yang sama sekali baru akan ditegakkan. Mereka mengatakan bahkan fondasi dunia baru ini sedang diletakkan sekarang juga!
2 Orang-orang ini percaya bahwa dunia baru itu akan bebas dari peperangan, kekejaman, kejahatan, ketidakadilan dan kemiskinan. Itu merupakan suatu dunia tanpa penyakit, dukacita, air mata, dan bahkan kematian. Pada masa itu manusia akan bertumbuh ke arah kesempurnaan dan hidup bahagia selama-lamanya dalam suatu firdaus di bumi. Ya, mereka yang telah mati bahkan akan dibangkitkan dan mendapat kesempatan untuk hidup selama-lamanya!
3, 4. Mengapa orang-orang tersebut merasa yakin akan pandangan mereka?
3 Apakah pandangan mengenai masa depan ini hanya impian belaka, sekadar khayalan? Tidak, sama sekali tidak. Itu didasarkan pada iman yang mempunyai dasar yang teguh sehingga firdaus yang akan datang ini tidak dapat dielakkan. (Ibrani 11:1) Mengapa mereka begitu yakin? Karena Pencipta yang mahakuasa dari alam semesta telah menjanjikannya.
4 Mengenai janji-janji Allah, Alkitab berkata, ”Satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN [Yehuwa], Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” ”Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta . . . Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” ”TUHAN [Yehuwa] semesta alam telah bersumpah, firmanNya: ’Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana.’”—Yosua 23:14; Bilangan 23:19; Yesaya 14:24.
5. Pertanyaan-pertanyaan apa yang perlu dijawab?
5 Akan tetapi, kalau maksud-tujuan Allah adalah untuk mendirikan suatu firdaus di bumi tanpa penderitaan, mengapa Dia membiarkan hal buruk terjadi pada mulanya? Mengapa Dia menunggu enam ribu tahun lamanya untuk mengoreksi apa yang salah? Mungkinkah penderitaan yang telah berlangsung berabad-abad merupakan petunjuk bahwa Allah tidak benar-benar mempedulikan kita, atau bahkan bahwa Ia tidak ada?
-
-
Dari Mana Kita Tahu Allah AdaApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 3
Dari Mana Kita Tahu Allah Ada
1, 2. Prinsip apa yang membantu kita untuk menentukan apakah ada Allah?
SATU cara untuk menentukan apakah ada Allah adalah dengan menerapkan prinsip yang telah diteguhkan dengan baik ini: Apa yang dibuat membutuhkan seorang pembuat. Semakin rumit suatu benda dibuat, semakin cakap seharusnya si pembuat.
2 Misalnya, lihatlah sekeliling rumah saudara. Meja, kursi, meja tulis, tempat tidur, periuk, panci, piring, dan peralatan makan lain, semuanya membutuhkan seorang pembuat, demikian pula dinding, lantai, dan langit-langit. Namun pembuatan benda-benda ini relatif lebih sederhana. Karena benda-benda yang sederhana membutuhkan seorang pembuat, bukankah logis bahwa benda-benda yang rumit membutuhkan seorang pembuat yang bahkan lebih cerdas?
Jagat Raya yang Dahsyat
3, 4. Bagaimana jagat raya membantu kita untuk mengetahui bahwa Allah ada?
3 Sebuah arloji membutuhkan seorang pembuat arloji. Bagaimana dengan tata surya kita yang jauh lebih rumit, dengan Matahari dan planet-planetnya yang berputar mengitarinya dengan ketepatan yang luar biasa abad demi abad? Bagaimana dengan gugusan bintang dahsyat yang kita tempati, yang disebut gugusan bintang Bima Sakti, yang terdiri atas lebih dari 100 miliar bintang? Pernahkah saudara berhenti sejenak di suatu malam untuk memandang ke arah Bima Sakti itu? Apakah saudara terkesan? Kemudian pikirkan tentang jagat raya begitu luas yang berisi bermiliar-miliar gugusan bintang seperti gugusan bintang Bima Sakti kita! Juga, benda-benda langit itu demikian teratur dalam peredarannya abad demi abad sehingga benda-benda langit telah disamakan dengan alat-alat pengukur waktu yang sangat tepat.
4 Bila sebuah arloji, yang secara relatif sederhana, memperlihatkan adanya seorang pembuat arloji, pastilah jagat raya yang jauh lebih rumit dan dahsyat memperlihatkan adanya seorang perancang dan pembuat. Itulah sebabnya Alkitab mengundang kita untuk ’mengarahkan mata kita ke langit dan melihat,’ dan kemudian diajukan pertanyaan, ”Siapa yang menciptakan semua bintang itu?” Jawabannya, ’Dia [Allah] menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya. Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.’ (Yesaya 40:26) Jadi jagat raya ada karena adanya kuasa yang tidak kelihatan, yang mengendalikan, dan cerdas—Allah.
Bumi Dirancang secara Unik
5-7. Fakta-fakta apa tentang bumi menunjukkan bahwa memang ada Perancangnya?
5 Semakin banyak para ilmuwan mempelajari bumi, semakin banyak mereka menyadari bahwa bumi ini dirancang secara unik untuk tempat tinggal manusia. Jaraknya tepat dari matahari sehingga memungkinkannya untuk memperoleh jumlah cahaya dan panas yang cukup. Sekali setahun bumi mengitari matahari, dengan sudut kemiringan yang tepat, sehingga memungkinkan adanya musim-musim di banyak bagian bumi. Bumi juga berotasi pada porosnya setiap 24 jam, yang menyediakan periode terang dan gelap secara teratur. Bumi memiliki suatu atmosfer dengan campuran gas-gas yang tepat sehingga kita dapat menghirupnya dan terlindung terhadap radiasi yang merusak dari angkasa. Bumi ini juga memiliki air yang sangat penting dan tanah yang dibutuhkan untuk menumbuhkan makanan.
6 Tanpa adanya semua faktor tersebut, dan faktor-faktor lain, yang bekerja bersama-sama, kehidupan tidak mungkin ada. Apakah semuanya ini hanya suatu kejadian yang tidak disengaja? Science News mengatakan, ”Kelihatannya keadaan-keadaan yang terinci dan tepat itu tidak mungkin muncul secara kebetulan.” Tidak, tidak mungkin demikian. Itu melibatkan rancangan yang jelas maksud-tujuannya oleh seorang Perancang yang hebat.
7 Jika saudara memasuki sebuah rumah yang bagus dan ternyata dengan murah hati diperlengkapi dengan makanan, ada sistem pemanasan dan pengaturan udara yang sangat bagus, dan ada sistem pipa yang baik untuk menyalurkan air, apa yang akan saudara simpulkan? Bahwa semua itu ada dengan sendirinya? Tidak, pasti saudara akan menyimpulkan bahwa seorang yang cerdas telah merancang dan membuatnya dengan sangat hati-hati. Bumi juga dirancang dan dibuat dengan hati-hati sekali agar dapat menyediakan apa yang dibutuhkan oleh penduduknya, dan ini jauh lebih rumit dan lebih lengkap daripada rumah mana pun.
8. Hal lain apa lagi tentang bumi yang menunjukkan kepedulian Allah yang pengasih terhadap kita?
8 Juga, pertimbangkan banyak hal yang menambah kenikmatan hidup. Pandanglah beraneka ragam bunga yang berwarna-warni indah dengan aromanya yang menyenangkan untuk dapat dinikmati manusia. Kemudian ada berbagai variasi makanan yang begitu lezat untuk kita cicipi. Ada hutan, gunung, danau, dan karya ciptaan lain yang menyenangkan untuk dipandang. Juga, bagaimana dengan keindahan matahari terbenam yang menambah kenikmatan dalam hidup kita? Dan dalam dunia hewan, bukankah kita sangat senang melihat kelucuan dan sifat manis anak-anak anjing, anak-anak kucing, dan anak-anak binatang lainnya? Jadi bumi menyediakan banyak kejutan-kejutan menyenangkan yang tidak mutlak diperlukan untuk menunjang kehidupan. Hal-hal ini menunjukkan bahwa bumi dirancang dengan kepedulian yang pengasih, dengan memikirkan umat manusia, sehingga kita bukan hanya dimaksudkan supaya ada tetapi untuk menikmati kehidupan.
9. Siapa yang menjadikan bumi, dan mengapa Dia menjadikannya?
9 Oleh karena itu, kesimpulan yang masuk akal adalah untuk mengakui Pemberi segala hal ini, sama seperti dilakukan penulis Alkitab yang mengatakan mengenai Allah Yehuwa, ”Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.” Dengan maksud-tujuan apa? Penulis itu memberi jawaban dengan melukiskan Allah sebagai ”yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, —dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami.”—Yesaya 37:16; 45:18.
Sel Hidup yang Menakjubkan
10, 11. Mengapa sebuah sel yang hidup begitu menakjubkan?
10 Bagaimana dengan makhluk-makhluk hidup? Apakah mereka tidak membutuhkan pencipta? Misalnya, pertimbangkan beberapa dari corak-corak yang menakjubkan pada sebuah sel hidup. Dalam bukunya Evolution: A Theory in Crisis, ahli biologi molekul Michael Denton menyatakan, ”Bahkan yang paling sederhana dari semua sistem hidup yang ada di bumi dewasa ini, sel-sel bakteri, merupakan benda-benda yang sangat rumit. Meskipun sel-sel bakteri yang paling kecil luar biasa kecilnya, . . . pada hakikatnya tiap sel ini merupakan sebuah pabrik sungguhan dalam ukuran yang sangat kecil yang terdiri dari ribuan mesin molekuler rumit yang dirancang dengan sangat sempurna . . . jauh lebih rumit daripada mesin mana pun yang dibuat manusia dan mutlak tanpa tandingan dalam dunia benda-benda mati.”
11 Mengenai kode genetika dalam setiap sel ia menyatakan, ”Kapasitas DNA untuk menyimpan informasi jauh melampaui sistem lain mana pun yang telah dikenal; DNA demikian efisien sehingga informasi yang diperlukan untuk memberikan rincian mengenai organisme serumit manusia beratnya hanya kurang dari beberapa per seribu juta gram. . . . Dibandingkan dengan tingkat keterampilan dan kerumitan yang diperlihatkan oleh mesin molekuler kehidupan, bahkan [produk-produk] kita yang paling modern kelihatan masih kasar. Kita menjadi tahu diri.”
12. Apa yang dikatakan seorang ilmuwan tentang asal-usul sel?
12 Denton menambahkan, ”Kerumitan jenis sel paling sederhana yang diketahui demikian besarnya sehingga mustahil untuk menerima bahwa benda tersebut telah terlempar bersama-sama secara tiba-tiba oleh suatu jenis kejadian di luar rencana, yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.” Harus ada perancang dan pembuatnya.
Otak Kita yang Menakjubkan
13, 14. Mengapa otak bahkan lebih menakjubkan daripada sebuah sel hidup?
13 Ilmuwan ini kemudian menyatakan, ”Dalam hal kerumitan, sebuah sel tunggal bukan apa-apa dibandingkan dengan suatu sistem seperti otak makhluk-makhluk menyusui. Otak manusia terdiri dari sekitar sepuluh ribu juta sel saraf. Setiap sel saraf mengeluarkan antara sepuluh ribu sampai seratus ribu serat penghubung untuk mengadakan kontak dengan sel-sel saraf lainnya di dalam otak. Keseluruhan jumlah hubungan dalam otak manusia mendekati . . . seribu juta juta.”
14 Denton melanjutkan, ”Sekalipun hanya seperseratus dari hubungan-hubungan di dalam otak diorganisasi untuk maksud tertentu, ini masih merupakan suatu sistem yang terdiri dari hubungan-hubungan khusus yang jumlahnya jauh lebih besar daripada seluruh jaringan komunikasi di Bumi.” Kemudian ia bertanya, ”Mungkinkah jenis mana pun dari proses yang hanya bersifat sembarangan menyusun sistem sedemikian?” Jelaslah, jawabannya haruslah tidak. Otak pasti memiliki seorang Perancang dan Pembuat yang penuh perhatian.
15. Komentar-komentar apa dibuat orang-orang lain tentang otak?
15 Otak manusia membuat bahkan komputer-komputer yang sangat modern kelihatan primitif. Penulis ilmiah Morton Hunt mengatakan, ”Ingatan aktif kita menyimpan beberapa miliar lebih banyak informasi daripada sebuah komputer riset besar masa kini.” Maka, ahli bedah otak Dr. Robert J. White menyimpulkan, ”Bagiku tidak ada pilihan lain kecuali mengakui adanya Pribadi Cerdas yang Lebih Tinggi, yang bertanggung jawab atas rancangan dan pengembangan hubungan otak dan pikiran yang sangat menakjubkan—sesuatu yang jauh melampaui kemampuan manusia untuk dipahami. . . . Saya harus mempercayai bahwa semua ini mempunyai permulaan yang cerdas, bahwa Seseorang telah membuatnya terjadi.” Juga harus ada Seseorang yang peduli.
Sistem Darah yang Unik
16-18. (a) Dalam segi-segi apa sistem darah itu unik? (b) Kita seharusnya sampai kepada kesimpulan apa?
16 Pertimbangkan juga, sistem darah yang unik yang mengangkut zat-zat makanan dan oksigen dan melindungi terhadap infeksi. Mengenai sel-sel darah merah, suatu unsur utama dalam sistem ini, buku ABC’s of the Human Body menyatakan, ”Setetes darah berisi lebih dari 250 juta sel-sel darah . . . Tubuh berisi barangkali 25 triliun sel-sel tersebut, yang bila disebarkan, cukup untuk menutupi empat lapangan tenis. . . . Penggantian dibuat dengan kecepatan 3 juta sel baru setiap detik.”
17 Mengenai sel-sel darah putih, suatu bagian lain dari sistem darah yang unik ini, sumber yang sama ini memberi tahu kita, ”Walaupun hanya ada satu jenis sel darah merah, sel-sel darah putih muncul dalam banyak variasi, setiap jenis mampu melaksanakan pertempuran dalam tubuh dengan berbagai cara yang berbeda. Misalnya, satu jenis membinasakan sel-sel mati. Jenis-jenis lain menghasilkan antibodi-antibodi terhadap virus, menawar racun dari benda-benda asing, atau secara harfiah memakan atau mencerna bakteri-bakteri.”
18 Sungguh suatu sistem yang menakjubkan dan sangat terorganisasi! Pastilah apa pun yang disusun dengan demikian baik dan dilindungi dengan begitu saksama harus memiliki seorang pengorganisasi yang sangat cerdas dan sangat peduli—Allah.
Keajaiban-Keajaiban Lain
19. Bagaimana mata jika dibandingkan dengan peralatan-peralatan bikinan manusia?
19 Ada banyak keajaiban lain dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah mata, yang dirancang dengan demikian hebat sehingga tidak ada kamera yang dapat menirunya. Ahli astronomi Robert Jastrow mengatakan, ”Mata ternyata telah dirancang; tidak ada perancang teleskop yang dapat membuatnya dengan lebih baik.” Dan publikasi Popular Photography menceritakan, ”Mata manusia melihat rincian yang jauh lebih luas daripada film. Mata melihat dalam tiga dimensi, pada suatu sudut yang sangat luas tanpa penyimpangan, dengan gerakan yang terus-menerus . . . Membandingkan kamera dengan mata manusia bukan suatu analogi yang adil. Mata manusia lebih menyerupai suatu super komputer yang luar biasa modern dengan kecerdasan buatan, kemampuan memproses informasi, kecepatan, dan cara-cara kerja yang jauh melampaui peralatan apa pun bikinan manusia, komputer atau kamera.”
20. Apa beberapa aspek menakjubkan lain pada tubuh manusia?
20 Pikirkan juga bagaimana semua organ tubuh yang rumit bekerja sama tanpa upaya keras di pihak kita. Misalnya kita memasukkan berbagai jenis makanan dan minuman ke dalam perut kita, namun tubuh memprosesnya dan menghasilkan energi. Cobalah masukkan berbagai jenis benda demikian ke dalam tanki bahan bakar sebuah mobil dan lihatlah berapa jauh mobil itu dapat berjalan! Ada lagi keajaiban kelahiran, dihasilkannya seorang bayi yang patut disayangi—suatu duplikat dari orang-tuanya—hanya dalam waktu sembilan bulan. Dan bagaimana dengan kemampuan seorang anak yang baru berusia beberapa tahun untuk mengucapkan bahasa yang rumit?
21. Menimbang keajaiban tubuh, apa yang dikatakan orang-orang berakal sehat?
21 Ya, begitu banyak hasil ciptaan yang menakjubkan dan rumit dalam tubuh manusia mendatangkan rasa kagum dan hormat dalam diri kita. Tidak seorang insinyur pun yang dapat meniru persis hal-hal tersebut. Mungkinkah semua itu hanya merupakan proses kebetulan yang bersifat buta? Pasti tidak. Sebaliknya, bila dipertimbangkan semua aspek yang menakjubkan dari tubuh manusia, orang-orang yang berakal sehat mengatakan, seperti halnya pemazmur, ”Aku bersyukur kepadaMu [Allah] oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”—Mazmur 139:14.
Ahli Bangunan yang Agung
22, 23. (a) Mengapa kita seharusnya mengakui keberadaan sang Pencipta? (b) Apa yang dengan tepat Alkitab katakan tentang Allah?
22 Alkitab menyatakan, ”Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.” (Ibrani 3:4) Karena setiap rumah, betapa pun sederhana, pasti ada yang membangunnya, maka jagat raya yang jauh lebih rumit, dengan begitu banyak variasi kehidupan di bumi juga pasti ada yang membangunnya. Dan karena kita mengakui keberadaan manusia yang menciptakan peralatan-peralatan seperti kapal terbang, televisi, dan komputer, bukankah kita harus mengakui keberadaan dari Pribadi yang telah memberikan otak kepada manusia untuk membuat benda-benda tersebut?
23 Alkitab mengakuinya, dengan menyebutnya ”TUHAN [Yehuwa], yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya.” (Yesaya 42:5) Dengan tepat Alkitab menyatakan, ”Ya Tuhan [”Yehuwa”, NW] dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.”—Wahyu 4:11.
24. Dari mana kita tahu bahwa Allah ada?
24 Ya, kita dapat mengetahui bahwa Allah ada dari benda-benda yang telah diciptakan-Nya. ”Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya [Allah], yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya [Allah] sejak dunia diciptakan.”—Roma 1:20.
25, 26. Mengapa penyalahgunaan sesuatu bukan alasan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang membuatnya?
25 Fakta bahwa sesuatu yang dibuat telah disalahgunakan tidak berarti tidak ada yang membuatnya. Sebuah kapal terbang dapat digunakan untuk maksud-maksud damai, sebagai kapal terbang penumpang. Namun itu juga dapat digunakan untuk merusak, sebagai pesawat pembom. Bahwa itu digunakan dengan cara yang mendatangkan maut tidak berarti tidak ada yang membuatnya.
26 Demikian pula, kenyataan bahwa manusia begitu sering telah menjadi jahat tidak berarti tidak ada Yang Menjadikan mereka, bahwa tidak ada Allah. Oleh karena itu, dengan tepat Alkitab mengomentari, ”Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: ’Bukan dia yang membuat aku’; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: ’Ia tidak tahu apa-apa’?”—Yesaya 29:16.
27. Mengapa kita dapat mengharap Allah menjawab pertanyaan-pertanyaan kita tentang penderitaan?
27 Sang Pencipta telah memperlihatkan hikmat-Nya melalui kerumitan yang menakjubkan dari apa yang diciptakan-Nya. Dia telah memperlihatkan bahwa Ia benar-benar mempedulikan kita dengan membuat bumi cocok sekali untuk didiami, dengan membuat tubuh dan pikiran kita demikian menakjubkan, dan dengan menjadikan begitu banyak hal yang baik untuk kita nikmati. Pastilah Dia akan menunjukkan hikmat dan kepedulian yang serupa dengan memberitahukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Mengapa Allah telah membiarkan penderitaan? Apa yang akan Ia lakukan untuk menanggulanginya?
[Gambar di hlm. 5]
Bumi, dengan atmosfer pelindungnya, merupakan sebuah rumah unik yang dirancang bagi kita oleh suatu Allah yang peduli
[Gambar di hlm. 6]
Bumi dijadikan dengan kepedulian yang penuh kasih sehingga kita dapat menikmati kehidupan sepenuhnya
[Gambar di hlm. 7]
’Otak kita berisi lebih banyak hubungan daripada seluruh jaringan komunikasi di Bumi.’—Ahli Biologi Molekul
[Gambar di hlm. 8]
”Mata ternyata telah dirancang; tidak ada perancang teleskop yang dapat membuatnya dengan lebih baik.”—Ahli astronomi
-
-
Allah Memberi Tahu Kita Maksud-tujuan-NyaApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 4
Allah Memberi Tahu Kita Maksud-tujuan-Nya
1, 2. Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah menyediakan jawaban bagi orang yang dengan tulus bertanya?
ALLAH yang pengasih memang menyingkapkan maksud-tujuan-Nya kepada orang-orang yang tulus yang mencari Dia. Dia memang menyediakan bagi orang-orang yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa Ia telah membiarkan penderitaan.
2 Alkitab menyatakan, ”Jika engkau mencari [Allah], maka Ia berkenan ditemui olehmu.” ”Di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia.” ”Sungguh, Tuhan ALLAH [”Yehuwa”, NW] tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi.”—1 Tawarikh 28:9; Daniel 2:28; Amos 3:7.
Di Mana Jawabannya?
3. Di mana kita dapat mencari tahu mengapa Allah membiarkan penderitaan?
3 Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa Allah membiarkan penderitaan dan apa yang akan Ia lakukan demi menanggulanginya terdapat dalam catatan yang Ia ilhamkan demi manfaat kita. Catatan itu adalah Firman-Nya, Alkitab Suci. ”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”—2 Timotius 3:16, 17.
4, 5. Apa yang membuat Alkitab sebuah buku yang unik?
4 Alkitab sungguh suatu buku yang unik. Ia berisi catatan yang paling saksama tentang sejarah manusia dan bahkan menjangkau ke belakang ke masa sebelum penciptaan manusia. Ia juga sesuai dengan perkembangan keadaan terakhir, karena nubuat-nubuatnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa di zaman kita dan di masa depan yang dekat juga.
5 Tidak ada buku lain yang memiliki kesaksian demikian mengenai kesaksamaan sejarah. Misalnya, hanya beberapa naskah penulis-penulis klasik purba yang ada. Namun banyak manuskrip Alkitab, ada yang sebagian dan ada yang lengkap, masih terdapat sekarang: kira-kira 6.000 naskah Kitab-Kitab Ibrani (ke-39 buku dari ”Perjanjian Lama”) dan kira-kira 13.000 naskah Kitab-Kitab Yunani Kristen (ke-27 buku ”Perjanjian Baru”).
6. Mengapa kita dapat yakin bahwa Alkitab dewasa ini pada hakikatnya sama seperti sewaktu Allah mengilhamkannya?
6 Allah Yang Mahakuasa, yang mengilhamkan Alkitab, telah mengatur agar kesaksamaan naskahnya terpelihara dalam salinan-salinan naskah tersebut. Maka Alkitab kita dewasa ini pada hakikatnya sama dengan tulisan-tulisan yang diilhamkan mula-mula. Suatu faktor lain yang membantu kita menghargai hal ini adalah bahwa beberapa salinan naskah Kitab-Kitab Yunani Kristen berasal dari jangka waktu sekitar seratus tahun sesudah masa penulisannya yang asli. Salinan naskah penulis-penulis sekular purba yang jumlahnya sedikit yang masih ada sekarang, jarang berasal dari jangka waktu bahkan beberapa abad setelah pengarang-pengarang asli menulisnya.
Karunia Allah
7. Seberapa luas peredaran Alkitab?
7 Alkitab merupakan buku yang paling luas penyebarannya dalam sejarah. Sekitar tiga miliar eksemplar telah dicetak. Tidak ada buku lain yang mendekati angka tersebut. Dan Alkitab atau bagian-bagiannya telah diterjemahkan ke dalam kira-kira 2.000 bahasa. Jadi, diperkirakan bahwa 98 persen penduduk planet kita memiliki kesempatan untuk membaca Alkitab.
8-10. Apa beberapa alasan mengapa Alkitab patut kita selidiki?
8 Tentu sebuah buku yang mengaku berasal dari Allah dan memiliki semua bukti autentisitas baik di luar maupun di dalamnya patut kita selidiki.a Kitab itu menjelaskan maksud-tujuan hidup, makna dari keadaan-keadaan dunia, dan apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada buku lain yang dapat memberikan penjelasan demikian.
9 Ya, Alkitab merupakan komunikasi dari Allah bagi keluarga manusia. Dia mengarahkan penulisannya melalui tenaga aktif-Nya, atau roh-Nya, dan kira-kira 40 orang telah melaksanakan pencatatannya. Jadi Allah berbicara kepada kita melalui firman-Nya, Alkitab Suci. Rasul Paulus menulis, ”Kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi—dan memang sungguh-sungguh demikian—sebagai firman Allah.”—1 Tesalonika 2:13.
10 Abraham Lincoln, presiden ke-16 dari Amerika Serikat, menyebut Alkitab ”karunia terbaik yang pernah Allah berikan kepada manusia . . . Kalau bukan karena itu kita tidak dapat membedakan yang benar dari yang salah.” Nah, bila demikian, apa yang dikatakan oleh karunia yang agung ini kepada kita tentang bagaimana penderitaan mulai, mengapa Allah membiarkannya, dan apa yang akan Ia lakukan untuk menanggulanginya?
[Catatan Kaki]
a Untuk informasi yang lebih terinci tentang autentisitas Alkitab, lihat buku Alkitab—Firman dari Allah atau dari Manusia?, diterbitkan pada tahun 1989 oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
[Gambar di hlm. 10]
Alkitab, yang Allah ilhamkan, adalah komunikasi-Nya kepada keluarga manusia
-
-
Karunia Kehendak Bebas yang MenakjubkanApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 5
Karunia Kehendak Bebas yang Menakjubkan
1, 2. Karunia menakjubkan apa merupakan bagian dari kodrat kita?
UNTUK memahami mengapa Allah telah membiarkan penderitaan dan apa yang akan dilakukan-Nya untuk menanggulanginya, kita perlu menghargai bagaimana Dia telah menjadikan kita. Lebih banyak yang dilakukan-Nya daripada hanya menciptakan kita dengan tubuh dan otak. Dia juga menciptakan kita dengan kemampuan-kemampuan mental dan emosional khusus.
2 Suatu bagian penting dari kemampuan mental dan emosional kita adalah kehendak bebas. Ya, Allah menanamkan dalam diri kita kemampuan untuk bebas memilih. Ini benar-benar merupakan karunia yang menakjubkan dari Dia.
Bagaimana Kita Dijadikan
3-5. Mengapa kita menghargai kehendak bebas?
3 Marilah kita mempertimbangkan bagaimana kehendak bebas tersangkut dalam hal dibiarkannya penderitaan oleh Allah. Pertama-tama pikirkan tentang hal ini: Apakah saudara menghargai memiliki kebebasan untuk memilih apa yang akan saudara lakukan dan katakan, apa yang akan saudara makan dan kenakan, jenis pekerjaan apa yang akan saudara lakukan, dan di mana serta bagaimana saudara akan hidup? Atau apakah saudara menghendaki seseorang mendikte setiap kata dan tindakan saudara pada setiap saat dari kehidupan saudara?
4 Tidak seorang pun yang normal menghendaki kehidupannya dilepaskan sepenuhnya dari pengendaliannya. Mengapa tidak? Karena cara Allah menjadikan kita. Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah menciptakan manusia dalam ’gambar dan rupa’-Nya, dan salah satu dari kemampuan-kemampuan yang dimiliki Allah adalah kebebasan memilih. (Kejadian 1:26; Ulangan 7:6) Sewaktu Dia menciptakan manusia, Dia memberikan kepada mereka kemampuan menakjubkan yang sama tersebut—karunia kehendak bebas. Itulah satu alasan mengapa kita merasa frustrasi bila diperbudak oleh penguasa-penguasa yang menindas.
5 Jadi hasrat untuk kemerdekaan atau kebebasan bukanlah suatu kebetulan, karena Allah adalah Allah kemerdekaan. Alkitab berkata, ”Di mana ada Roh Allah [”Yehuwa”, NW], di situ ada kemerdekaan.” (2 Korintus 3:17) Oleh karena itu, Allah memberikan kita kehendak bebas sebagai bagian dari kodrat kita. Karena Dia mengetahui cara bekerjanya pikiran dan emosi kita, Dia mengetahui bahwa kita akan merasa paling bahagia dengan memiliki kehendak bebas.
6. Bagaimana Allah menciptakan otak kita untuk berfungsi selaras dengan kehendak bebas?
6 Bersamaan dengan karunia kehendak bebas, Allah memberikan kepada kita kemampuan untuk berpikir, menimbang perkara-perkara, membuat keputusan-keputusan, dan membedakan yang benar dari yang salah. (Ibrani 5:14) Jadi, kehendak bebas harus didasarkan pada pilihan yang dituntun oleh kecerdasan. Kita tidak dijadikan seperti robot tanpa pikiran yang tidak memiliki kehendak sendiri. Kita juga tidak diciptakan untuk bertindak berdasarkan naluri seperti halnya hewan. Sebaliknya, otak kita yang menakjubkan dirancang untuk bekerja selaras dengan kebebasan memilih kita.
Awal yang Terbaik
7, 8. Awal yang bagus apa diberikan Allah kepada orang-tua pertama kita?
7 Untuk menunjukkan betapa Allah peduli, bersamaan dengan karunia kehendak bebas, orang-tua kita pertama, Adam dan Hawa, diberi segala sesuatu yang secara wajar mungkin diinginkan oleh siapa pun. Mereka ditaruh dalam satu firdaus seperti taman yang luas. Mereka berkelimpahan secara materi. Mereka memiliki pikiran dan tubuh sempurna, sehingga mereka tidak harus menjadi tua atau sakit atau mati—mereka dapat hidup selama-lamanya. Sebenarnya mereka dapat memiliki anak-anak sempurna yang juga dapat memiliki masa depan yang bahagia dan kekal. Dan penduduk yang kian bertambah sebenarnya dapat memiliki pekerjaan yang memuaskan untuk pada akhirnya mengubah seluruh bumi menjadi firdaus.—Kejadian 1:26-30; 2:15.
8 Mengenai apa yang disediakan, Alkitab memberi tahu, ”Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.” (Kejadian 1:31) Alkitab juga berkata mengenai Allah, ”PekerjaanNya sempurna.” (Ulangan 32:4) Ya, Sang Pencipta telah memberikan kepada keluarga manusia suatu awal yang sempurna. Tidak ada lagi yang bisa lebih baik dari itu. Betapa Allah telah membuktikan diri-Nya sangat peduli!
Kebebasan dalam Batas-Batas
9, 10. Mengapa kehendak bebas harus diatur dengan sepatutnya?
9 Akan tetapi, apakah Allah memaksudkan agar kehendak bebas menjadi tanpa batas? Bayangkan sebuah kota yang ramai tanpa peraturan lalu lintas sama sekali, yang semua orang dapat mengemudikan kendaraan ke segala arah pada kecepatan berapa pun. Inginkah saudara mengemudikan kendaraan dalam keadaan demikian? Tidak, itu akan merupakan kekacauan lalu lintas dan pasti akan mengakibatkan banyak kecelakaan.
10 Demikian pula dengan karunia Allah berupa kehendak bebas. Kebebasan tanpa batas akan mengartikan kekacauan dalam masyarakat. Harus ada hukum-hukum untuk mengatur kegiatan-kegiatan manusia. Firman Allah berkata, ”Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka.” (1 Petrus 2:16) Allah menghendaki agar kehendak bebas diatur demi kebaikan bersama. Dia bermaksud agar kita memiliki, bukan kebebasan mutlak, tetapi kebebasan relatif, yang tunduk kepada peraturan hukum.
Hukum-Hukum Siapa?
11. Kita dirancang untuk mematuhi hukum-hukum siapa?
11 Hukum-hukum siapa yang dirancang untuk ditaati? Suatu bagian lain dari ayat di 1 Petrus 2:16 menyatakan, ”Hiduplah sebagai hamba Allah.” Ini tidak berarti perhambaan yang menindas, namun sebaliknya, itu berarti kita dirancang untuk merasakan kebahagiaan yang paling besar bila tunduk kepada hukum-hukum Allah. (Matius 22:35-40) Hukum-hukum-Nya, lebih dari hukum manapun yang dirancang oleh manusia, menyediakan pembimbing yang terbaik. ”Akulah TUHAN [Yehuwa], Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.”—Yesaya 48:17.
12. Kebebasan memilih apa yang kita miliki dalam batas hukum-hukum Allah?
12 Di saat yang sama, hukum-hukum Allah memberikan kebebasan memilih yang luas dalam batas-batasnya. Ini menghasilkan variasi dan membuat keluarga manusia menarik. Pikirkan tentang jenis-jenis makanan, pakaian, musik, seni, dan rumah-rumah yang berbeda di seluruh dunia. Pasti kita lebih ingin memiliki kebebasan dalam hal-hal demikian sebaliknya daripada orang-orang lain memutuskannya untuk kita.
13. Hukum-hukum fisik apa harus kita patuhi demi kebaikan kita sendiri?
13 Jadi kita diciptakan untuk menjadi paling bahagia bila kita tunduk kepada hukum-hukum Allah sehubungan dengan perilaku manusia. Serupa halnya dengan tunduk kepada hukum-hukum fisik Allah. Misalnya, bila kita mengabaikan hukum gaya berat dan meloncat dari tempat yang tinggi, kita akan terluka atau mati. Bila kita mengabaikan hukum-hukum yang terdapat dalam tubuh kita sendiri, dan tidak lagi memakan makanan, meminum air, atau menghirup udara, kita akan mati.
14. Bagaimana kita tahu bahwa manusia tidak diciptakan untuk berdiri sendiri terlepas dari Allah?
14 Sama pastinya seperti kita diciptakan dengan kebutuhan untuk tunduk kepada hukum-hukum fisik Allah, kita diciptakan juga dengan kebutuhan untuk tunduk kepada hukum-hukum Allah mengenai moral dan sosial. (Matius 4:4) Manusia tidak diciptakan untuk bebas dari Pencipta mereka dan berhasil. Nabi Yeremia berkata, ”Manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. Hajarlah [”koreksilah”, NW] aku, ya TUHAN [Yehuwa].” (Yeremia 10:23, 24) Jadi dalam segala segi manusia telah diciptakan untuk hidup di bawah pemerintahan Allah, bukan pemerintahan mereka sendiri.
15. Apakah hukum-hukum Allah sebenarnya akan menjadi beban bagi Adam dan Hawa?
15 Ketaatan kepada hukum-hukum Allah seharusnya bukan merupakan beban bagi orang-tua pertama kita. Sebaliknya, itu akan menghasilkan kesejahteraan bagi mereka dan seluruh keluarga manusia. Seandainya pasangan manusia pertama tetap tinggal dalam batas-batas dari hukum-hukum Allah, segala sesuatu akan berjalan lancar. Sebenarnya, kita sekarang seharusnya hidup dalam suatu firdaus kesenangan yang menakjubkan sebagai suatu keluarga manusia yang penuh kasih dan bersatu padu! Tidak akan ada kejahatan, penderitaan dan kematian.
[Gambar di hlm. 11]
Pencipta memberikan manusia awal yang sempurna
[Gambar di hlm. 12]
Inginkah saudara mengemudikan kendaraan dalam lalu lintas yang padat bila tidak ada undang-undang lalu lintas?
-
-
Mengapa Allah Telah Membiarkan PenderitaanApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 6
Mengapa Allah Telah Membiarkan Penderitaan
1, 2. Bagaimana orang-tua pertama kita merusak awal bagus yang Allah berikan kepada mereka?
APA yang salah? Apa yang terjadi sehingga merusak awal bagus yang Allah berikan kepada orang-tua kita pertama di Firdaus Eden? Mengapa, sebaliknya daripada perdamaian dan keharmonisan Firdaus, kejahatan dan penderitaan merajalela selama ribuan tahun?
2 Alasannya adalah karena Adam dan Hawa menyalahgunakan kehendak bebas mereka. Mereka kehilangan pandangan akan fakta bahwa mereka tidak diciptakan untuk berhasil terpisah dari Allah dan hukum-hukum-Nya. Mereka memutuskan untuk berdiri sendiri terlepas dari Allah, menyangka bahwa ini akan memperbaiki kehidupan mereka. Maka mereka melangkah ke luar dari batas-batas kehendak bebas yang ditentukan Allah.—Kejadian, pasal 3.
Masalah Kedaulatan Universal
3-5. Mengapa Allah tidak membinasakan saja Adam dan Hawa dan memulai lagi?
3 Mengapa Allah tidak membinasakan saja Adam dan Hawa dan memulai lagi dengan pasangan manusia yang lain? Karena kedaulatan universal-Nya, yaitu, hak mutlak-Nya untuk memerintah telah ditantang.
4 Pertanyaannya adalah: Siapa yang berhak untuk memerintah, dan pemerintahan siapa yang benar? Karena Allah adalah mahakuasa dan Pencipta semua makhluk maka Dia mempunyai hak untuk memerintah atas mereka sekalian. Karena Ia maha-bijaksana, pemerintahan-Nya merupakan yang terbaik bagi semua makhluk. Namun pemerintahan Allah kini telah ditantang. Juga, apakah ada sesuatu yang salah dengan karya ciptaan-Nya—manusia? Kita nanti akan memeriksa bagaimana pertanyaan mengenai integritas manusia terlibat.
5 Karena manusia ingin bebas dari Allah, pertanyaan lain muncul: Apakah manusia bisa lebih baik bila tidak diperintah oleh Allah? Sang Pencipta pasti mengetahui jawabannya, namun satu cara yang pasti agar manusia mengetahuinya adalah dengan membiarkan mereka memperoleh kebebasan penuh yang mereka inginkan. Mereka memilih haluan tersebut dengan kehendak bebas mereka sendiri, maka Allah membiarkannya.
6, 7. Mengapa Allah memberikan kepada manusia kebebasan total untuk begitu lama?
6 Allah memberikan cukup waktu kepada manusia untuk mengadakan eksperimen dengan kebebasan total. Dengan demikian, Allah akan meneguhkan untuk selamanya apakah manusia lebih baik keadaannya di bawah pemerintahan Allah atau pemerintahan mereka sendiri. Dan waktu yang diberikan harus cukup panjang untuk membiarkan manusia sampai kepada apa yang mereka anggap puncak prestasi mereka dalam bidang politik, industri, ilmu pengetahuan, dan medis.
7 Oleh karena itu, Allah telah memberi manusia keleluasaan penuh sampai zaman kita untuk memperlihatkan tanpa ragu-ragu apakah pemerintahan manusia terlepas dari Dia dapat berhasil. Dengan demikian manusia dapat memilih antara kebaikan dan kekejaman, antara kasih dan kebencian, antara keadilan dan kejahatan. Tetapi ia juga telah dihadapkan dengan konsekuensi-konsekuensi pilihannya: kebaikan dan perdamaian atau kejahatan dan penderitaan.
Pemberontakan Makhluk-Makhluk Roh
8, 9. (a) Bagaimana pemberontakan timbul di alam roh? (b) Siapa selain Adam dan Hawa yang dipengaruhi Setan untuk memberontak?
8 Ada lagi faktor lain yang patut dipertimbangkan. Orang-tua kita yang mula-mula tidak sendirian dalam memberontak terhadap pemerintahan Allah. Tetapi, siapa lagi yang telah ada pada waktu itu? Makhluk-makhluk roh. Sebelum Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan suatu bentuk kehidupan yang lebih tinggi, sejumlah besar malaikat, untuk hidup di alam surgawi. Mereka pun diciptakan dengan kehendak bebas dan juga perlu tunduk kepada pemerintahan Allah.—Ayub 38:7; Mazmur 104:4, NW; Wahyu 5:11.
9 Alkitab memperlihatkan bahwa mula-mula pemberontakan timbul di alam roh. Suatu makhluk roh menginginkan kebebasan total. Dia bahkan ingin agar manusia menyembah dirinya. (Matius 4:8, 9) Roh yang memberontak ini merupakan suatu faktor yang mempengaruhi Adam dan Hawa untuk memberontak, dengan membuat pernyataan palsu bahwa Allah telah menahani sesuatu yang baik dari mereka. (Kejadian 3:1-5) Maka ia disebut Iblis (Pemfitnah) dan Setan (Penentang). Belakangan, dia membujuk makhluk-makhluk roh lainnya untuk memberontak. Maka, mereka dikenal sebagai hantu-hantu.—Ulangan 32:17; Wahyu 12:9; 16:14.
10. Apa akibat pemberontakan manusia dan makhluk-makhluk roh?
10 Manusia, dengan memberontak terhadap Allah, telah menyerahkan diri kepada pengaruh Setan dan hantu-hantunya. Itulah sebabnya Alkitab menyebut Setan ”ilah zaman ini”, yang ’membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya.’ Karena itu, Firman Allah berkata bahwa ”seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Yesus sendiri menyebut Setan ”penguasa dunia ini”.—2 Korintus 4:4; 1 Yohanes 5:19; Yohanes 12:31.
Dua Sengketa
11. Setan menantang Allah mengenai sengketa lain apa?
11 Setan membangkitkan sengketa lain yang menantang Allah. Sebenarnya, Setan menuduh bahwa Allah telah keliru dalam cara-Nya menciptakan manusia dan bahwa tidak seorang pun yang akan mau melakukan apa yang benar apabila dihadapkan dengan tekanan. Sesungguhnya, dia menyatakan bahwa bila diuji mereka bahkan akan mengutuki Allah. (Ayub 2:1-5) Dengan cara begini Setan mempertanyakan integritas makhluk manusia.
12-14. Bagaimana waktu akan menyingkapkan kebenaran tentang dua sengketa yang diajukan Setan?
12 Oleh karena itu, Allah memberikan cukup waktu bagi semua makhluk yang cerdas untuk melihat bagaimana sengketa ini maupun sengketa tentang kedaulatan Allah akan diselesaikan. (Bandingkan Keluaran 9:16.) Pengalaman dalam sejarah manusia pada akhirnya akan menyingkapkan kebenaran tentang dua sengketa ini.
13 Pertama-tama, apa yang akan disingkapkan oleh waktu mengenai sengketa kedaulatan universal, benarnya pemerintahan Allah? Dapatkah manusia memerintah diri sendiri lebih baik daripada Allah? Apakah ada sistem pemerintahan manusia terpisah dari Allah yang akan mendatangkan suatu dunia yang bahagia bebas dari perang, kejahatan, dan ketidakadilan? Apakah ada yang akan menyingkirkan kemiskinan dan menyediakan kemakmuran bagi semua? Apakah ada yang akan menaklukkan penyakit, usia tua, dan kematian? Pemerintahan Allah dirancang untuk melakukan semua hal tersebut.—Kejadian 1:26-31.
14 Mengenai sengketa kedua, apa yang akan disingkapkan oleh waktu sehubungan dengan nilai manusia sebagai hasil ciptaan? Apakah merupakan suatu kekeliruan bagi Allah dengan menciptakan manusia menurut cara yang telah dilakukan-Nya? Apakah akan ada di antara mereka yang melakukan perkara yang benar di bawah ujian? Apakah akan ada manusia yang memperlihatkan bahwa mereka menginginkan pemerintahan Allah sebaliknya daripada pemerintahan manusia yang bebas?
[Gambar di hlm. 13]
Allah telah memberikan waktu bagi manusia untuk sampai pada puncak prestasi-prestasi mereka
[Keterangan]
Shuttle: Based on NASA photo
-
-
Pemberontakan Telah Membawa Akibat Apa?Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 7
Pemberontakan Telah Membawa Akibat Apa?
1-3. Bagaimana waktu telah membuktikan Yehuwa benar?
MENGENAI sengketa atas hak Allah untuk memerintah, apa hasil pemerintahan manusia yang berdiri sendiri terlepas dari Allah selama berabad-abad ini? Apakah manusia telah membuktikan diri sebagai penguasa-penguasa yang lebih baik daripada Allah? Bila kita menimbang catatan perbuatan tidak berkemanusiaan yang dilakukan manusia terhadap sesamanya, pastilah tidak.
2 Sewaktu orang-tua kita yang pertama menolak pemerintahan Allah, timbul bencana. Mereka mendatangkan penderitaan atas diri mereka sendiri dan seluruh keluarga manusia yang berasal dari mereka. Dan tidak seorang pun yang dapat mereka persalahkan kecuali diri mereka sendiri. Firman Allah berkata, ”Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anakNya, yang merupakan noda [”cacat itu mereka buat sendiri”, NW].”—Ulangan 32:5.
3 Sejarah telah memperlihatkan tepatnya peringatan Allah kepada Adam dan Hawa bahwa bila mereka melangkah ke luar dari persediaan-persediaan Allah, keadaan mereka akan merosot dan pada akhirnya mereka mati. (Kejadian 2:17; 3:19) Mereka memang telah melangkah ke luar dari pemerintahan Allah, dan pada waktunya keadaan mereka memang merosot dan mereka mati.
4. Mengapa kita semua lahir tidak sempurna, cenderung mengalami penyakit dan kematian?
4 Apa yang terjadi sesudah itu atas seluruh keturunan mereka adalah seperti yang dijelaskan dalam Roma 5:12, ”Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam, kepala keluarga umat manusia], dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang.” Jadi sewaktu orang-tua kita yang pertama memberontak terhadap pengawasan Allah, mereka menjadi pedosa yang tidak sempurna. Selaras dengan hukum genetika, ketidaksempurnaan yang diakibatkannya itulah yang dapat mereka teruskan kepada keturunan mereka. Itulah sebabnya kita semua telah dilahirkan tidak sempurna, cenderung mengalami penyakit dan kematian.
5, 6. Apa yang telah diperlihatkan sejarah tentang upaya-upaya manusia untuk mendatangkan perdamaian sejati dan kemakmuran?
5 Berabad-abad telah berlalu. Imperium demi imperium muncul dan lenyap. Setiap jenis pemerintahan yang dapat dirancang telah dicoba. Namun, berkali-kali, hal-hal yang mengerikan telah terjadi atas keluarga manusia. Setelah enam ribu tahun, kita patut berpikir bahwa manusia diharapkan telah maju ke tahap tertentu sehingga mereka dapat menegakkan perdamaian, keadilan, dan kemakmuran di seluas bumi dan bahwa kini mereka diharapkan telah menguasai nilai-nilai positif dalam hal kebaikan, belas kasihan, dan kerja sama.
6 Akan tetapi, kenyataannya justru sebaliknya. Tidak ada jenis pemerintahan manusia mana pun yang pernah dirancang telah mendatangkan perdamaian yang sejati dan kemakmuran bagi semua. Di abad ke-20 ini saja, kita telah menyaksikan pembunuhan sistematis atas jutaan orang selama Holocaust [pemusnahan orang-orang Yahudi] dan pembantaian lebih dari 100 juta orang dalam peperangan-peperangan. Pada zaman kita tak terhitung banyaknya orang yang telah disiksa, dibunuh, dan dipenjarakan akibat sikap tidak toleran dan perbedaan-perbedaan politik.
Situasinya Dewasa Ini
7. Bagaimana keadaan keluarga manusia dewasa ini dapat dilukiskan?
7 Selain itu, pertimbangkan keadaan umum keluarga manusia dewasa ini. Kejahatan dan kekerasan merajalela. Penyalahgunaan narkotik merupakan epidemi. Penyakit-penyakit yang disebarkan secara seksual merupakan pandemi. Penyakit AIDS yang mengerikan menjangkiti jutaan orang. Puluhan juta orang meninggal karena kelaparan atau penyakit setiap tahun, seraya sejumlah kecil orang memiliki kekayaan luar biasa. Manusia telah mencemari dan merusak bumi. Kehidupan keluarga dan nilai-nilai moral telah runtuh di mana-mana. Sungguh, hidup dewasa ini mencerminkan pemerintahan yang buruk dari Setan, ”ilah zaman ini”. Dunia yang dikuasainya bersifat acuh tak acuh, kejam, dan sungguh bejat.—2 Korintus 4:4.
8. Mengapa kita tidak dapat menyebut prestasi-prestasi keluarga manusia sebagai kemajuan sejati?
8 Allah telah memberikan cukup waktu bagi manusia untuk sampai kepada puncak kemajuan ilmiah dan materiel mereka. Namun apakah merupakan kemajuan yang murni bila busur dan panah telah diganti dengan senapan mesin, tank, pesawat-pesawat jet pembom dan peluru-peluru kendali nuklir? Apakah merupakan kemajuan bila orang-orang pergi ke angkasa tetapi tidak dapat hidup bersama dalam damai di bumi? Apakah merupakan kemajuan bila orang-orang takut untuk berjalan di jalan pada malam hari, atau bahkan pada siang hari di tempat-tempat tertentu?
Apa yang Telah Diperlihatkan oleh Waktu
9, 10. (a) Apa yang dengan jelas diperlihatkan oleh abad-abad yang telah berlalu? (b) Mengapa Allah tidak akan mengambil kehendak bebas?
9 Apa yang telah diperlihatkan oleh ujian dengan berlalunya waktu selama berabad-abad adalah bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk mengarahkan langkah-langkah mereka secara sukses terpisah dari pemerintahan Allah. Lebih tidak mungkin lagi bagi mereka untuk melakukan hal itu daripada hidup tanpa makan, minum, dan bernapas. Buktinya jelas: Kita dirancang untuk bergantung kepada bimbingan Pencipta kita sama pastinya seperti kita telah diciptakan untuk bergantung kepada makanan, air, dan udara.
10 Dengan membiarkan kejahatan, Allah sekali untuk selamanya telah memperlihatkan akibat-akibat yang menyedihkan dari penyalahgunaan kehendak bebas. Dan kehendak bebas merupakan suatu karunia yang berharga sehingga sebaliknya daripada mengambilnya dari manusia, Allah telah membiarkan mereka untuk melihat apa akibat penyalahgunaannya. Firman Allah berbicara kebenaran sewaktu ia mengatakan, ”Manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya.” Kitab itu juga benar sewaktu berkata, ”Orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.”—Yeremia 10:23; Pengkhotbah 8:9.
11. Adakah bentuk pemerintahan manusia yang telah menyingkirkan penderitaan?
11 Izin Allah bagi pemerintahan manusia selama enam ribu tahun dengan tegas memperlihatkan bahwa manusia tidak mampu menghentikan penderitaan. Sesaat pun belum pernah manusia berhasil melakukannya. Misalnya, pada zamannya, Raja Salomo dari Israel dengan segala hikmat, kekayaan, dan kuasanya, tidak dapat membereskan kesengsaraan yang ditimbulkan oleh pemerintahan manusia. (Pengkhotbah 4:1-3) Demikian pula, pada zaman kita pemimpin-pemimpin dunia, bahkan dengan kemajuan-kemajuan teknik yang paling mutakhir, tidak mampu menyingkirkan penderitaan-penderitaan. Lebih buruk lagi, sejarah telah memperlihatkan bahwa manusia yang berdiri sendiri terlepas dari Allah telah menambah penderitaan sebaliknya daripada menyingkirkannya.
Pandangan Jangka-Panjang Allah
12-14. Manfaat-manfaat jangka-panjang apa yang datang sebagai akibat diizinkannya penderitaan oleh Allah?
12 Diizinkannya penderitaan oleh Allah telah merupakan hal yang menyakitkan bagi kita. Namun Dia telah memiliki pandangan jangka-panjang, karena mengetahui hasil-hasil baik yang akan datang dalam jangka-panjang. Pandangan Allah akan mendatangkan manfaat bagi makhluk ciptaan, bukan hanya selama beberapa tahun atau beberapa ribu tahun, tetapi selama jutaan tahun, ya, untuk selama-lamanya.
13 Bila timbul situasi suatu waktu di masa depan sehingga seseorang menyalahgunakan kehendak bebas untuk mempertanyakan cara Allah melakukan segala sesuatu, tidak perlu lagi diberikan waktu kepadanya untuk mencoba membuktikan pandangan-pandangannya. Dengan membiarkan para pemberontak selama ribuan tahun, Allah telah meneguhkan suatu preseden sah yang dapat diterapkan selama-lamanya di mana pun di jagat raya ini.
14 Karena Yehuwa telah membiarkan kejahatan dan penderitaan pada waktu ini, telah cukup bukti bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak selaras dengan Dia dapat berhasil. Telah diperlihatkan tanpa keraguan bahwa tidak ada rancangan bebas oleh manusia atau makhluk-makhluk rohani yang dapat mendatangkan manfaat-manfaat kekal. Karena itu, Allah kemudian akan sepenuhnya dibenarkan untuk dengan cepat menghancurkan pemberontak mana pun. ”Semua orang fasik akan dibinasakanNya.”—Mazmur 145:20; Roma 3:4.
[Gambar di hlm. 15]
Setelah orang-tua pertama kita memilih untuk berdiri sendiri terlepas dari Allah, mereka akhirnya menjadi tua dan mati
[Gambar di hlm. 16]
Pemerintahan manusia yang terpisah dari Allah terbukti mendatangkan bencana
[Keterangan]
U.S. Coast Guard photo
-
-
Maksud-tujuan Allah Hampir TerlaksanaApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 8
Maksud-tujuan Allah Hampir Terlaksana
1, 2. Bagaimana Allah telah membuat persediaan untuk meniadakan penderitaan?
PEMERINTAHAN bersifat memberontak oleh manusia dan hantu-hantu telah menyeret keluarga manusia ke arah kemerosotan selama berabad-abad. Namun Allah tidaklah mengabaikan penderitaan kita. Melainkan, sepanjang abad-abad tersebut, Ia telah membuat persediaan-persediaan untuk melepaskan manusia dari cengkeraman kejahatan dan penderitaan.
2 Pada saat pemberontakan di Eden, Allah mulai menyingkapkan maksud-tujuan-Nya untuk membentuk suatu pemerintahan yang akan membuat bumi ini menjadi perumahan firdaus bagi manusia. (Kejadian 3:15) Kemudian, sebagai juru bicara Allah yang utama, Yesus menjadikan pemerintahan Allah yang akan datang ini sebagai tema pengajarannya. Ia mengatakan bahwa pemerintahan itu merupakan satu-satunya harapan umat manusia.—Daniel 2:44; Matius 6:9, 10; 12:21.
3. Pemerintahan yang akan datang atas bumi disebut apa oleh Yesus, dan mengapa?
3 Yesus menyebut pemerintahan Allah yang akan datang itu ”Kerajaan Sorga”, karena kerajaan itu akan memerintah dari surga. (Matius 4:17) Ia juga menyebutnya ”Kerajaan Allah”, karena Allah adalah Perancangnya. (Lukas 17:20) Selama berabad-abad Allah telah mengilhami juru-juru tulis-Nya untuk menuliskan nubuat-nubuat mengenai mereka yang akan membentuk pemerintahan itu dan apa yang akan dilaksanakannya.
Raja Baru Bumi
4, 5. Bagaimana Allah memperlihatkan bahwa Yesus adalah Raja yang diperkenan-Nya?
4 Hampir dua ribu tahun yang lalu, Yesus-lah yang menggenapi banyak nubuat tentang pribadi yang akan menjadi Raja dari Kerajaan Allah. Ia terbukti pilihan Allah sebagai Penguasa pemerintahan surgawi tersebut atas umat manusia. Dan sesudah kematian Yesus, Allah membangkitkan dia kepada kehidupan di surga sebagai makhluk rohani yang berkuasa, tak berkematian. Ada banyak saksi atas kebangkitannya.—Kisah 4:10; 9:1-9; Roma 1:1-4; 1 Korintus 15:3-8.
5 Yesus kemudian ”duduk . . . di sebelah kanan Allah.” (Ibrani 10:12) Di sana dia menantikan saatnya manakala Allah akan memberikan kuasa kepadanya untuk bertindak sebagai Raja dari Kerajaan surgawi Allah. Ini menggenapi nubuat di Mazmur 110:1, sewaktu Allah memberi tahu dia, ”Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
6. Bagaimana Yesus memperlihatkan bahwa dia memenuhi syarat untuk menjadi Raja dari Kerajaan Allah?
6 Sewaktu di bumi, Yesus memperlihatkan bahwa dia memenuhi syarat untuk kedudukan tersebut. Meskipun mengalami penganiayaan, dia memilih untuk mempertahankan integritasnya kepada Allah. Dengan demikian, Yesus memperlihatkan bahwa Setan telah berdusta sewaktu ia menyatakan bahwa tidak seorang manusia pun akan tetap setia kepada Allah di bawah ujian. Yesus, seorang manusia sempurna, ’Adam yang kedua’, memperlihatkan bahwa Allah tidaklah keliru dalam menciptakan manusia-manusia sempurna.—1 Korintus 15:22, 45; Matius 4:1-11.
7, 8. Perkara-perkara baik apa yang Yesus lakukan sewaktu di bumi, dan apa yang dia pertunjukkan?
7 Penguasa manakah yang pernah menghasilkan kebaikan sama banyaknya seperti yang dihasilkan Yesus dalam beberapa tahun pelayanannya? Dengan didukung oleh roh kudus Allah, Yesus menyembuhkan orang sakit, orang timpang, orang buta, orang tuli, orang bisu. Ia bahkan membangkitkan orang mati! Ia mempertunjukkan dalam skala kecil apa yang akan ia lakukan bagi umat manusia dalam skala global sewaktu ia datang dalam kuasa Kerajaan.—Matius 15:30, 31; Lukas 7:11-16.
8 Yesus melakukan begitu banyak kebaikan sewaktu di bumi sehingga muridnya Yohanes mengatakan, ”Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”—Yohanes 21:25.a
9. Mengapa orang-orang yang berhati jujur berdatangan kepada Yesus?
9 Yesus baik hati dan berbelas kasihan, memiliki kasih yang sangat besar terhadap manusia. Ia menolong orang miskin dan orang yang tertekan, tetapi ia tidak mengadakan diskriminasi terhadap mereka yang kaya atau berkedudukan. Orang-orang yang berhati jujur menyambut undangan Yesus yang pengasih sewaktu ia menyatakan, ”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.” (Matius 11:28-30) Orang-orang yang takut akan Allah berdatangan kepadanya dan menanti-nantikan pemerintahannya.—Yohanes 12:19.
Rekan-Rekan Penguasa
10, 11. Siapa yang akan mendampingi Yesus dalam memerintah bumi?
10 Sebagaimana pemerintahan manusia memiliki rekan-rekan administrator, demikian pula Kerajaan surgawi Allah. Selain Yesus ada orang-orang lain yang ambil bagian dalam pemerintahannya atas bumi, karena Yesus berjanji kepada sahabat-sahabatnya bahwa mereka akan memerintah bersamanya sebagai raja-raja atas umat manusia.—Yohanes 14:2, 3; Wahyu 5:10; 20:6.
11 Karena itu, bersama dengan Yesus, sejumlah orang juga dibangkitkan kepada kehidupan surgawi. Mereka membentuk Kerajaan Allah yang akan mendatangkan berkat-berkat kekal atas umat manusia. (2 Korintus 4:14; Wahyu 14:1-3) Jadi selama berabad-abad, Yehuwa telah meletakkan dasar untuk suatu pemerintahan yang akan mendatangkan berkat-berkat kekal atas keluarga manusia.
Pemerintahan Independen Akan Berakhir
12, 13. Kerajaan Allah kini siap untuk melakukan apa?
12 Dalam abad ini Allah telah campur tangan langsung dalam urusan-urusan bumi. Seperti akan dibahas pada Bagian 9 dari brosur ini, nubuat Alkitab memperlihatkan bahwa Kerajaan Allah di bawah Kristus telah didirikan pada tahun 1914 dan kini siap untuk membinasakan seluruh sistem Setan. Kerajaan itu siap untuk ’memerintah di antara musuh-musuhnya [Kristus].’—Mazmur 110:2.
13 Dalam hubungan ini nubuat di Daniel 2:44 mengatakan, ”Pada zaman raja-raja [yang sekarang ada], Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan [di surga] yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain [pemerintahan manusia tidak akan pernah diizinkan lagi]: kerajaan itu [Kerajaan Allah] akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.”
14. Beberapa manfaat apa yang akan datang sebagai akibat berakhirnya pemerintahan manusia?
14 Dengan disingkirkannya seluruh pemerintahan yang berdiri sendiri terlepas dari Allah, pemerintahan Kerajaan Allah atas bumi akan menjadi lengkap. Dan karena Kerajaan itu memerintah dari surga, ia tidak akan pernah dapat dirusak oleh manusia. Kuasa pemerintah akan berada di tempatnya seperti sediakala, yaitu di surga, bersama Allah. Dan karena pemerintahan Allah akan mengendalikan seluruh bumi, tidak seorang pun akan pernah disesatkan oleh agama palsu atau filsafat-filsafat manusia dan teori-teori politik yang tidak memuaskan. Tak satu pun dari hal-hal ini akan diizinkan.—Matius 7:15-23; Wahyu, pasal 17 sampai dengan 19.
[Catatan Kaki]
a Untuk liputan penuh mengenai kehidupan Yesus, lihatlah buku Tokoh Terbesar Sepanjang Masa, diterbitkan tahun 1991 oleh Watchtower Society.
[Gambar di hlm. 18]
Sewaktu di bumi Yesus menyembuhkan orang-orang sakit dan membangkitkan orang-orang mati untuk memperlihatkan apa yang akan ia lakukan dalam dunia baru
[Gambar di hlm. 19]
Kerajaan surgawi Allah akan meremukkan sampai lenyap segala bentuk pemerintahan yang berdiri sendiri terlepas dari Dia
-
-
Dari Mana Kita Tahu Kita Berada di ”Hari-Hari Terakhir”Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 9
Dari Mana Kita Tahu Kita Berada di ”Hari-Hari Terakhir”
1, 2. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita hidup di hari-hari terakhir?
BAGAIMANA kita dapat yakin bahwa kita sedang hidup pada waktu manakala Kerajaan Allah akan bertindak terhadap sistem perkara-perkara pemerintahan manusia ini? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah sangat dekat dengan saat manakala Allah akan mengakhiri semua kejahatan dan penderitaan?
2 Murid-murid Kristus Yesus ingin mengetahui hal-hal tersebut. Mereka bertanya kepadanya apa ”tanda” kehadirannya dalam kuasa Kerajaan dan ”tanda kesudahan dunia”. (Matius 24:3) Yesus menjawab dengan memberi rincian tentang peristiwa-peristiwa yang mengguncang dunia dan keadaan-keadaan yang bila digabungkan akan menunjukkan bahwa umat manusia telah memasuki ”akhir zaman”, ”hari-hari terakhir” dari sistem perkara-perkara ini. (Daniel 11:40; 2 Timotius 3:1) Apakah di abad ini kita telah melihat tanda majemuk tersebut? Ya, kita telah melihatnya dengan sangat jelas!
Perang-Perang Dunia
3, 4. Bagaimana perang-perang di abad ini cocok dengan nubuat Yesus?
3 Yesus menubuatkan bahwa ’bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.’ (Matius 24:7) Pada tahun 1914 dunia terlibat dalam suatu peperangan yang memobilisasi bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan dalam suatu segi yang berbeda dengan peperangan mana pun sebelumnya. Mengakui fakta tersebut, para ahli sejarah menyebutnya Perang Besar. Peperangan jenis itu merupakan yang pertama dalam sejarah, perang dunia pertama. Sekitar 20.000.000 tentara dan orang-orang sipil kehilangan nyawa, jauh lebih banyak dibanding peperangan mana pun sebelumnya.
4 Perang Dunia I menandai awal hari-hari terakhir. Yesus mengatakan bahwa peristiwa ini dan peristiwa-peristiwa lain merupakan ”permulaan penderitaan”. (Matius 24:8) Hal itu terbukti benar, karena Perang Dunia II ternyata bahkan lebih memautkan, sekitar 50.000.000 tentara dan orang-orang sipil kehilangan nyawa. Di abad ke-20, ini lebih dari 100.000.000 orang telah tewas dalam peperangan, lebih dari empat kali jumlah yang tewas dalam peperangan-peperangan sebelumnya yang terjadi selama 400 tahun digabungkan bersama! Betapa besarnya kutukan atas pemerintahan manusia!
Bukti-Bukti Lain
5-7. Apa beberapa bukti lain bahwa kita berada pada hari-hari terakhir?
5 Yesus memasukkan corak-corak lain yang akan menandai hari-hari terakhir, ”Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar [penyakit-penyakit menular] dan kelaparan.” (Lukas 21:11) Hal ini sesuai dengan kejadian-kejadian sejak 1914, karena terdapat suatu lonjakan dari penderitaan akibat malapetaka-malapetaka demikian.
6 Gempa-gempa bumi besar sering terjadi, yang menelan banyak korban. Influenza Spanyol saja telah menewaskan sekitar 20.000.000 orang setelah Perang Dunia I—ada yang memperkirakan korbannya sebanyak 30.000.000 atau lebih. AIDS telah menelan ratusan ribu jiwa dan dapat menelan jutaan orang lain lagi dalam waktu dekat. Setiap tahun jutaan orang meninggal karena gangguan jantung, kanker, dan penyakit-penyakit lain. Jutaan orang lagi mati secara perlahan karena kelaparan. Tidak diragukan lagi ’para penunggang kuda dari buku Wahyu’ dengan peperangan, bela kelaparan, dan epidemi penyakit-penyakit samparnya telah mengurangi jumlah yang besar dari keluarga manusia sejak 1914.—Wahyu 6:3-8.
7 Yesus juga menubuatkan meningkatnya kejahatan yang dialami di semua negeri. Ia mengatakan, ”Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.”—Matius 24:12.
8. Bagaimana nubuat di 2 Timotius pasal 3 cocok dengan zaman kita?
8 Lebih jauh, nubuat Alkitab memberi tahu di muka akan adanya keruntuhan moral yang demikian nyata di seluruh dunia dewasa ini, ”Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya . . . sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat.” (2 Timotius 3:1-13) Semua hal tersebut telah terjadi di depan mata kita.
Faktor Lain
9. Apa yang terjadi di surga bersamaan waktu dengan awal dari hari-hari terakhir di bumi?
9 Masih ada faktor lain yang menyebabkan pertambahan hebat dalam penderitaan di abad ini. Bersamaan waktu dengan awal hari-hari terakhir di tahun 1914, suatu peristiwa terjadi yang menaruh umat manusia bahkan dalam bahaya yang lebih besar. Pada waktu itu, seperti dikatakan dalam nubuat di buku terakhir Alkitab, ”Timbullah peperangan di sorga. Mikhael [Kristus dalam kuasa Kerajaan] dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu [Setan], dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya [hantu-hantu], tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.”—Wahyu 12:7-9.
10, 11. Bagaimana umat manusia mengalami akibatnya sewaktu Setan dan hantu-hantunya dicampakkan ke bumi?
10 Apa akibat-akibatnya atas keluarga manusia? Nubuat itu melanjutkan, ”Celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat.” Ya, Setan mengetahui bahwa sistemnya telah mendekati akhirnya, maka dia melakukan apa saja untuk memalingkan umat manusia melawan Allah sebelum dia beserta dunianya disingkirkan. (Wahyu 12:12; 20:1-3) Betapa hinanya pribadi-pribadi roh tersebut karena mereka menyalahgunakan kehendak bebas mereka! Betapa mengerikan keadaan-keadaan di bumi di bawah pengaruh mereka, khususnya sejak tahun 1914!
11 Tidak heran bahwa Yesus menubuatkan mengenai zaman kita, ”Akan ada pemandangan yang menakutkan dan tanda-tanda yang hebat dari langit.”—Lukas 21:11.
Akhir Pemerintahan Manusia dan Hantu Telah Dekat
12. Apa salah satu dari nubuat-nubuat terakhir yang masih akan digenapi sebelum sistem ini berakhir?
12 Berapa banyak nubuat Alkitab yang masih akan tergenap sebelum Allah membinasakan sistem perkara-perkara sekarang ini? Sedikit sekali! Salah satunya terdapat di 1 Tesalonika 5:3 yang menyatakan, ”Apabila [”sementara”, The New English Bible] mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman—maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan.” Hal ini menunjukkan bahwa akhir sistem ini akan mulai ”sementara mereka mengatakan”. Tanpa diduga oleh dunia, kebinasaan akan menimpa pada saat yang sama sekali tidak disangka, sewaktu perhatian umat manusia dicurahkan pada perdamaian dan keamanan yang mereka dambakan.
13, 14. Masa kesukaran apa dinubuatkan Yesus, dan bagaimana itu akan berakhir?
13 Waktu hampir habis bagi dunia ini di bawah pengaruh Setan. Itu akan segera berakhir dalam masa kesusahan seperti yang Yesus katakan, ”Pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.”—Matius 24:21.
14 Klimaks ”siksaan yang dahsyat” adalah perang Allah yakni Armagedon. Itulah saat yang disebutkan oleh nabi Daniel manakala Allah akan ”meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya.” Ini akan mengartikan akhir seluruh pemerintahan manusia yang ada sekarang yang berdiri sendiri terlepas dari Allah. Pemerintahan Kerajaan-Nya dari surga kemudian akan mengambil alih pengendalian penuh atas semua urusan manusia. Daniel menubuatkan bahwa wewenang pemerintahan tidak akan pernah beralih lagi ”kepada bangsa lain.”—Daniel 2:44; Wahyu 16:14-16.
15. Apa yang akan terjadi dengan pengaruh Setan dan hantu-hantunya?
15 Pada waktu itu semua pengaruh Setan dan para hantunya juga akan berakhir. Makhluk-makhluk roh yang memberontak tersebut akan disingkirkan sehingga mereka ”jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa.” (Wahyu 12:9; 20:1-3) Mereka telah dijatuhi hukuman mati dan menunggu pembinasaan. Betapa leganya bagi umat manusia bila bebas dari pengaruh mereka yang bejat!
Siapa yang Akan Luput? Siapa yang Tidak?
16-18. Siapa yang akan luput dari akhir sistem ini, dan siapa yang tidak?
16 Sewaktu penghukuman Allah dilaksanakan atas dunia ini, siapa yang akan luput? Siapa yang tidak? Alkitab menunjukkan bahwa mereka yang menginginkan pemerintahan Allah akan dilindungi dan selamat. Mereka yang tidak menginginkan pemerintahan Allah tidak akan dilindungi, tetapi akan dibinasakan bersama dengan dunia Setan.
17 Amsal 2:21, 22 berkata, ”Orang jujurlah [mereka yang tunduk kepada pemerintahan Allah] akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, tetapi orang fasik [mereka yang tidak tunduk kepada pemerintahan Allah] akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.”
18 Mazmur 37:10, 11 juga berkata, ”Sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik . . . Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.” Ayat 29 menambahkan, ”Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.”
19. Nasihat apa yang hendaknya kita camkan dalam hati?
19 Kita hendaknya mencamkan dalam hati nasihat Mazmur 37:34, yang berbunyi, ”Nantikanlah TUHAN [Yehuwa] dan tetap ikutilah jalanNya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.” Ayat 37 dan 38 berkata, ”Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.”
20. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa sekarang merupakan masa yang mendebarkan untuk hidup?
20 Betapa menghibur, ya, betapa menganjurkan untuk mengetahui bahwa Allah sungguh-sungguh peduli dan bahwa tidak lama lagi Dia akan mengakhiri semua kejahatan dan penderitaan! Betapa mendebarkan untuk menyadari bahwa penggenapan nubuat-nubuat yang gilang-gemilang tersebut sudah sangat dekat!
[Gambar di hlm. 20]
Alkitab menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan membentuk ”tanda” hari-hari terakhir
[Gambar di hlm. 22]
Tidak lama lagi, di Armagedon, orang-orang yang tidak tunduk kepada pemerintahan Allah akan disingkirkan. Orang-orang yang benar-benar tunduk akan selamat memasuki suatu dunia yang adil-benar
-
-
Dunia Baru Menakjubkan yang Allah BuatApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 10
Dunia Baru Menakjubkan yang Allah Buat
1, 2. Apa yang akan terjadi setelah perang Armagedon yang membersihkan itu?
SETELAH perang Allah yang bersifat membersihkan di Armagedon, apa yang selanjutnya akan terjadi? Pada waktu itu suatu era baru yang gemilang akan dimulai. Orang-orang yang selamat melewati Armagedon, yang telah membuktikan loyalitas mereka kepada pemerintahan Allah, akan dibawa masuk ke dalam dunia baru itu. Sungguh suatu periode baru yang mendebarkan dalam sejarah seraya manfaat-manfaat yang menakjubkan mengalir dari Allah kepada keluarga manusia!
2 Di bawah pengarahan Kerajaan Allah, orang-orang yang selamat akan mulai membangun suatu firdaus. Tenaga mereka akan dibaktikan untuk tujuan-tujuan yang tidak mementingkan diri yang akan mendatangkan manfaat kepada semua orang yang hidup pada waktu itu. Bumi akan mulai diubah menjadi tempat tinggal yang indah, tenteram, dan memuaskan bagi umat manusia.
Kebenaran Menggantikan Kejahatan
3. Kelegaan apa yang akan segera dirasakan setelah Armagedon?
3 Semua hal ini akan dimungkinkan dengan kebinasaan dunia Setan. Tidak akan ada lagi agama palsu, sistem-sistem sosial atau pemerintahan-pemerintahan yang memecah-belah. Tidak ada lagi propaganda-propaganda dari Setan untuk menipu manusia; semua agennya yang melakukan hal itu akan jatuh bersama sistem Setan. Coba pikir: segenap atmosfer yang meracuni dari dunia Setan akan disingkirkan! Betapa leganya nanti!
4. Lukiskan perubahan pengajaran yang akan terjadi?
4 Ketika itu gagasan-gagasan yang merusak dari pemerintahan manusia akan digantikan dengan pengajaran-pengajaran yang membangun yang datang dari Allah. ”Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN [Yehuwa].” (Yesaya 54:13) Dengan pengajaran yang sehat ini, tahun demi tahun ”seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN [Yehuwa], seperti air laut yang menutupi dasarnya.” (Yesaya 11:9) Orang-orang tidak lagi belajar apa yang jahat, tetapi ”penduduk dunia akan belajar apa yang benar.” (Yesaya 26:9) Gagasan-gagasan dan perbuatan yang membina akan menjadi hal yang umum pada waktu itu.—Kisah 17:31; Filipi 4:8.
5. Apa yang akan terjadi atas semua kejahatan dan orang-orang jahat?
5 Jadi, tidak akan ada lagi pembunuhan, kekerasan, perkosaan, perampokan, atau kejahatan lain apa pun. Tidak seorang pun harus menderita karena perbuatan jahat orang-orang lain. Amsal 10:30 mengatakan, ”Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya, tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.”
Kesehatan Sempurna Dipulihkan
6, 7.(a) Kenyataan pahit apa yang akan diakhiri oleh pemerintahan Kerajaan? (b) Bagaimana Yesus mempertunjukkan hal ini sewaktu di bumi?
6 Dalam dunia baru, akan terjadi kebalikan dari semua akibat-akibat buruk pemberontakan yang mula-mula. Misalnya, pemerintahan Kerajaan akan menyingkirkan penyakit dan usia tua. Dewasa ini, sekalipun saudara menikmati kesehatan yang cukup baik, kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah bahwa seraya saudara makin tua, mata saudara rabun, gigi saudara rusak, pendengaran saudara tumpul, kulit saudara berkeriput, organ-organ dalam tubuh saudara terganggu, sampai akhirnya saudara meninggal.
7 Akan tetapi, akibat-akibat menyedihkan ini yang kita warisi dari orang-tua pertama kita akan segera berlalu. Ingatkah saudara apa yang Yesus perlihatkan mengenai kesehatan sewaktu dia berada di bumi? Alkitab menceritakan, ”Orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat.”—Matius 15:30, 31.
8, 9. Lukiskan kebahagiaan yang akan datang dalam dunia baru sewaktu kesehatan sempurna dipulihkan.
8 Betapa besar kebahagiaan akan datang dalam dunia baru seraya semua penyakit kita disingkirkan! Penderitaan karena kesehatan yang buruk tidak akan lagi menyiksa kita. ”Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: ’Aku sakit.’” ”Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.”—Yesaya 33:24; 35:5, 6.
9 Bukankah menggetarkan untuk bangun setiap pagi dan menyadari bahwa saudara menikmati kesehatan yang penuh gairah? Bukankah menyenangkan bagi orang-orang lanjut usia untuk mengetahui bahwa mereka dipulihkan kepada tenaga muda dan akan mencapai kesempurnaan seperti yang dinikmati oleh Adam dan Hawa pada mulanya? Janji Alkitab adalah, ”Tubuhnya mengalami kesegaran seorang pemuda, ia seperti pada masa mudanya.” (Ayub 33:25) Betapa menyenangkan untuk membuang kacamata, alat bantu pendengaran, kayu penyangga lengan untuk berjalan, kursi roda, dan obat-obatan! Rumah sakit, dokter, dan dokter gigi tidak akan pernah diperlukan lagi.
10. Apa yang akan terjadi dengan kematian?
10 Orang-orang yang menikmati kesehatan yang luar biasa tersebut tidak ingin mati. Dan mereka tidak perlu mati, karena umat manusia tidak lagi berada dalam cengkeraman ketidaksempurnaan dan kematian yang diwarisi. Kristus ”harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kakiNya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut”. ”Karunia Allah ialah hidup yang kekal.”—1 Korintus 15:25, 26; Roma 6:23; lihat juga Yesaya 25:8.
11. Bagaimana Wahyu meringkaskan manfaat-manfaat dari dunia baru?
11 Ketika meringkaskan manfaat-manfaat yang mengalir dari Allah yang peduli kepada keluarga manusia di Firdaus, buku Alkitab terakhir berkata, ”Dan Ia [Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”—Wahyu 21:3, 4.
Orang Mati Kembali
12. Bagaimana Yesus mempertunjukkan kuasa kebangkitan yang diberikan Allah?
12 Yesus berbuat lebih banyak daripada hanya menyembuhkan orang sakit dan orang timpang. Dia juga mengembalikan orang-orang dari kuburan. Dengan demikian, ia memperlihatkan kuasa kebangkitan yang menakjubkan yang Allah berikan kepadanya. Ingatkah saudara kejadiannya sewaktu Yesus datang ke rumah seorang pria yang anak gadisnya telah meninggal? Yesus berkata kepada anak gadis yang meninggal itu, ”Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Apa hasilnya? ”Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan.” Melihat hal itu orang-orang yang berada di sana ”sangat takjub”. Mereka tidak dapat menahan luapan kebahagiaan mereka!—Markus 5:41, 42; lihat juga Lukas 7:11-16; Yohanes 11:1-45.
13. Jenis orang yang bagaimana akan dibangkitkan?
13 Dalam dunia baru, ”akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.” (Kisah 24:15) Pada waktu itu Yesus akan menggunakan kuasanya yang diberikan Allah untuk membangkitkan orang-orang mati, seperti yang ia katakan, ”Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25) Dia juga mengatakan, ”Semua orang yang di dalam kuburan peringatan [dalam ingatan Allah] akan mendengar suaranya [suara Yesus] dan keluar.”—Yohanes 5:28, 29, NW.
14. Karena kematian tidak akan ada lagi, hal-hal apa akan disingkirkan?
14 Besarlah sukacita yang akan dirasakan di seluruh bumi sewaktu kelompok demi kelompok orang mati kembali hidup untuk bergabung dengan orang-orang yang mereka kasihi! Tidak akan ada lagi kolom-kolom dukacita yang mendatangkan kesedihan atas orang-orang yang ditinggalkan. Sebagai gantinya, yang terjadi bahkan kebalikannya: pengumuman mengenai orang-orang yang baru dibangkitkan yang mendatangkan sukacita bagi orang-orang yang mengasihi mereka. Maka tidak akan ada lagi pemakaman, kayu-kayu pembakaran mayat, krematorium, atau pekuburan!
Suatu Dunia yang Betul-Betul Damai
15. Bagaimana nubuat Mikha akan digenapi secara lengkap?
15 Perdamaian sejati dalam setiap segi kehidupan akan terwujud. Peperangan, promotor peperangan, dan pembuatan senjata-senjata akan berlalu. Mengapa? Karena kepentingan-kepentingan nasional, suku, dan ras yang memecah-belah akan lenyap. Pada waktu itu, dalam arti sepenuhnya, ”bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.”—Mikha 4:3.
16. Bagaimana Allah akan mengatur agar peperangan tidak mungkin terjadi lagi?
16 Hal ini kelihatannya sangat mencengangkan mengingat sejarah peperangan umat manusia yang tak henti-hentinya yang ditandai sifat haus darah. Namun, hal itu terjadi karena umat manusia berada di bawah pemerintahan manusia dan hantu-hantu. Dalam dunia baru, di bawah pemerintahan Kerajaan, inilah yang akan terjadi, ”Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan [Yehuwa] . . . yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!”—Mazmur 46:9, 10.
17, 18. Di dalam dunia baru hubungan apa akan terdapat antara manusia dan binatang?
17 Manusia dan binatang juga berdamai, seperti halnya di Eden. (Kejadian 1:28; 2:19) Allah mengatakan, ”Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; . . . dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.”—Hosea 2:17.
18 Betapa luaskah perdamaian itu? ”Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.” Tidak pernah lagi binatang merupakan ancaman bagi manusia atau bagi sesama binatang. Bahkan ”singa akan makan jerami seperti lembu”!—Yesaya 11:6-9; 65:25.
Bumi Diubah Menjadi Suatu Firdaus
19. Bumi akan diubah menjadi apa?
19 Seluruh bumi akan diubah menjadi suatu rumah firdaus bagi umat manusia. Itulah sebabnya mengapa Yesus dapat berjanji kepada seorang pria yang percaya kepadanya, ”Engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Alkitab berkata, ”Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; . . . sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara.”—Lukas 23:43; Yesaya 35:1, 6.
20. Mengapa kelaparan tidak akan pernah lagi membuat umat manusia menderita?
20 Di bawah Kerajaan Allah, kelaparan tidak pernah lagi akan membuat jutaan orang menderita. ”Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan.” ”Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya.”—Mazmur 72:16; Yehezkiel 34:27.
21. Apa yang akan terjadi pada keadaan tanpa rumah, kawasan kumuh, dan lingkungan yang buruk?
21 Tidak akan ada lagi kemiskinan, orang-orang yang tidak mempunyai rumah, daerah-daerah kumuh, atau lingkungan yang penuh dengan kejahatan. ”Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya.” ”Mereka masing-masing akan duduk di bawah pokok anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan.”—Yesaya 65:21, 22; Mikha 4:4.
22. Bagaimana Alkitab melukiskan berkat-berkat pemerintahan Allah?
22 Manusia akan diberkati dengan semua hal ini, dan lebih banyak lagi, dalam Firdaus. Mazmur 145:16 berkata, ”Engkau [Allah] yang membuka tanganMu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” Tidak heran nubuat Alkitab menyatakan, ”Orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.”—Mazmur 37:11, 29.
Meniadakan Masa Lalu
23. Bagaimana Kerajaan Allah akan meniadakan semua penderitaan yang telah kita alami?
23 Pemerintahan Kerajaan Allah akan meniadakan semua kerusakan yang didatangkan atas keluarga manusia selama enam ribu tahun terakhir. Sukacita yang dirasakan pada waktu itu akan jauh melampaui penderitaan apa pun yang pernah dialami manusia. Kehidupan tidak akan diganggu oleh kenangan buruk apa pun mengenai penderitaan di masa lampau. Gagasan-gagasan dan kegiatan yang membina yang akan menjadi kehidupan sehari-hari bagi manusia secara bertahap akan menghapus kenangan yang penuh kepedihan.
24, 25. (a) Apa yang dinubuatkan Yesaya akan terjadi? (b) Mengapa kita dapat yakin bahwa kenangan akan penderitaan yang lalu akan pudar?
24 Allah yang peduli itu menyatakan, ”Aku menciptakan langit yang baru [suatu pemerintahan baru di surga yang memerintah umat manusia] dan bumi yang baru [masyarakat manusia yang benar]; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan.” ”Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai.”—Yesaya 14:7; 65:17, 18.
25 Jadi melalui Kerajaan-Nya, Allah akan sepenuhnya membalik situasi yang telah berjalan begitu lama. Sepanjang masa yang kekal Dia akan memperlihatkan sikap-Nya yang sangat peduli terhadap kita dengan mencurahkan berkat-berkat yang jauh lebih banyak daripada sekadar memperbaiki penderitaan yang kita alami di masa lalu. Kesulitan-kesulitan yang telah kita alami dahulu akan pudar menjadi kenangan yang redup pada waktu itu, kalau pun kita ingin mengingatnya.
26. Mengapa Allah akan mengimbangi penderitaan kita di masa lalu?
26 Demikianlah cara Allah akan mengimbangi penderitaan yang mungkin kita alami dalam dunia ini. Dia tahu bahwa bukanlah kesalahan kita sehingga kita dilahirkan tidak sempurna, karena kita mewarisi ketidaksempurnaan dari orang-tua kita yang pertama. Bukanlah kesalahan kita bahwa kita dilahirkan ke dalam dunia setan, karena seandainya Adam dan Hawa berlaku setia, kita tentu telah dilahirkan dalam suatu firdaus. Maka dengan belas kasihan yang besar Allah akan berbuat lebih banyak daripada hanya mengganti masa lalu yang buruk yang telah membuat kita menderita.
27. Nubuat-nubuat apa akan mengalami penggenapan yang menakjubkan dalam dunia baru?
27 Dalam dunia baru, umat manusia akan merasakan kemerdekaan yang dinubuatkan di Roma 8:21, 22, ”Makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.” Manusia pada waktu itu akan melihat penggenapan lengkap dari doa, ”Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10) Keadaan-keadaan menakjubkan di bumi firdaus akan mencerminkan keadaan-keadaan di surga.
[Gambar di hlm. 23]
Dalam dunia baru, orang yang lanjut usia akan memiliki tenaga muda kembali
[Gambar di hlm. 24]
Semua penyakit dan cacat akan ditiadakan dalam dunia baru
[Gambar di hlm. 25]
Dalam dunia baru, orang mati akan dibangkitkan kepada kehidupan
[Gambar di hlm. 26]
’Mereka tidak lagi belajar perang’
[Gambar di hlm. 27]
Manusia dan binatang akan berdamai sepenuhnya dalam Firdaus
[Gambar di hlm. 27]
’Allah akan membuka tangan-Nya dan memuaskan hasrat setiap makhluk hidup’
[Gambar di hlm. 28]
Kerajaan Allah akan berbuat lebih banyak daripada hanya mengganti segala penderitaan yang telah kita tanggung
-
-
Fondasi Dunia Baru Kini sedang DibentukApakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?
-
-
Bagian 11
Fondasi Dunia Baru Kini sedang Dibentuk
1, 2. Sebagai penggenapan nubuat Alkitab, apa yang sedang terjadi di depan mata kita sendiri?
HAL lain yang menakjubkan adalah fakta bahwa fondasi dunia baru Allah sedang dibentuk sekarang juga, bahkan seraya dunia tua Setan makin merosot. Di depan mata kita sendiri, Allah sedang mengumpulkan orang-orang dari segala bangsa dan membentuk mereka menjadi fondasi suatu masyarakat bumi baru yang akan segera menggantikan dunia yang terpecah-belah dewasa ini. Dalam Alkitab, di 2 Petrus 3:13, masyarakat baru ini disebut ”bumi yang baru”.
2 Nubuat Alkitab juga berkata, ”Akan terjadi pada hari-hari terakhir [waktu manakala kita hidup sekarang] . . . banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ’Mari, kita naik ke gunung TUHAN [Yehuwa; yakni ibadat sejati-Nya], . . . supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya, dan supaya kita berjalan menempuhnya.’”—Yesaya 2:2-3.
3. (a) Di antara siapa nubuat Yesaya sedang digenapi? (b) Bagaimana buku terakhir dalam Alkitab mengomentari hal ini?
3 Nubuat itu kini sedang digenapi di antara mereka yang tunduk kepada ’jalan-jalan Allah dan berjalan menempuhnya.’ Buku terakhir dalam Alkitab berbicara tentang masyarakat internasional dari orang-orang yang cinta damai itu sebagai ”suatu kumpulan besar . . . dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa”, suatu persaudaraan sejati seluas dunia yang melayani Allah dengan bersatu padu. Dan Alkitab juga berkata, ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan [”sengsara”, Bode] yang besar.” Artinya, mereka akan terpelihara hidup melewati kesudahan sistem perkara-perkara jahat ini.—Wahyu 7:9, 14; Matius 24:3.
Persaudaraan Internasional Sejati
4, 5. Mengapa persaudaraan seluas dunia dari Saksi-Saksi Yehuwa dapat terwujud?
4 Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa dengan tulus berusaha hidup selaras dengan pengajaran-pengajaran dan jalan-jalan Allah. Harapan hidup kekal mereka terpaut pada dunia baru Allah. Dengan menempuh kehidupan sehari-hari dalam ketaatan kepada hukum-hukum Allah, mereka memperlihatkan kepada-Nya kerelaan untuk tunduk kepada cara pemerintahan-Nya baik sekarang maupun dalam dunia baru. Di mana-mana, tanpa membedakan kebangsaan atau ras mereka, mereka mematuhi standar-standar yang sama—standar-standar yang digariskan Allah dalam Firman-Nya. Itulah sebabnya mereka adalah suatu persaudaraan internasional sejati, suatu masyarakat dunia baru ciptaan Allah.—Yesaya 54:13; Matius 22:37, 38; Yohanes 15:9, 14.
5 Saksi-Saksi Yehuwa tidaklah memuji diri karena telah menjadi suatu persaudaraan seluas bumi yang unik. Mereka tahu bahwa ini adalah hasil roh Allah yang berkuasa yang bekerja atas orang-orang yang tunduk kepada hukum-hukum-Nya. (Kisah 5:29, 32; Galatia 5:22, 23) Itu adalah perbuatan Allah. Seperti Yesus katakan, ”apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Lukas 18:27) Jadi Allah yang memungkinkan kelangsungan jagat raya ini adalah pribadi yang juga memungkinkan kelangsungan masyarakat dunia baru.
6. Mengapa persaudaraan dari Saksi-Saksi Yehuwa dapat disebut suatu mukjizat modern?
6 Jadi, cara Yehuwa memerintah dalam dunia baru telah dapat dilihat dari apa yang dihasilkan-Nya dalam fondasi dunia baru yang kini sedang dibentuk. Dan apa yang telah dilakukan-Nya atas Saksi-Saksi-Nya, dalam arti tertentu, adalah suatu mukjizat modern. Mengapa? Karena Ia telah membangun Saksi-Saksi Yehuwa menjadi suatu persaudaraan seluas dunia yang sejati, persaudaraan yang tidak pernah dapat dipatahkan oleh kepentingan-kepentingan nasional, rasial, atau agama yang memecah-belah. Walaupun Saksi-Saksi berjumlah jutaan dan hidup dalam lebih dari 200 negeri, mereka diikat bersama menjadi satu dalam suatu ikatan yang tak terpatahkan. Persaudaraan seluas dunia ini unik di sepanjang sejarah, sungguh suatu mukjizat modern—perbuatan Allah.—Yesaya 43:10, 11, 21; Kisah 10:34, 35; Galatia 3:28.
Mengenali Umat Allah
7. Menurut Yesus bagaimana para pengikutnya yang sejati akan dikenali?
7 Bagaimana dapat ditetapkan lebih jauh umat yang mana sedang digunakan Allah sebagai fondasi dunia baru-Nya? Nah, siapakah yang menggenapi kata-kata Yesus di Yohanes 13:34, 35? Dia menyatakan, ”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Saksi-Saksi Yehuwa percaya akan kata-kata Yesus dan bertindak selaras dengan itu. Seperti yang diajarkan Firman Allah, mereka ’mengasihi sungguh-sungguh seorang akan yang lain.’ (1 Petrus 4:8) Mereka ’mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.’ (Kolose 3:14) Jadi kasih persaudaraan adalah ”perekat” yang mempersatukan mereka bersama di seluruh dunia.
8. Bagaimana 1 Yohanes 3:10-12 lebih lanjut memperlihatkan jati diri umat Allah?
8 Juga, 1 Yohanes 3:10-12 berkata, ”Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya.” Jadi, umat Allah adalah suatu persaudaraan seluas dunia tanpa kekerasan.
Suatu Corak Pengenal Lain
9, 10. (a) Dengan pekerjaan apa hamba-hamba Allah akan dikenali pada hari-hari terakhir? (b) Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa telah menggenapi Matius 24:14?
9 Ada lagi suatu cara lain untuk mengenali hamba-hamba Allah. Dalam nubuat Yesus tentang akhir dunia ini, ia menyebutkan banyak hal yang akan menandai masa sekarang sebagai hari-hari terakhir. (Lihat Bagian 9.) Suatu corak dasar pada nubuat ini disebutkan dalam kata-katanya di Matius 24:14, ”Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
10 Apakah saudara melihat nubuat itu sedang digenapi? Ya. Sejak hari-hari terakhir mulai pada tahun 1914, Saksi-Saksi Yehuwa telah memberitakan kabar baik Kerajaan Allah di seluruh dunia dengan cara seperti yang diperintahkan Yesus, yaitu, di rumah orang-orang. (Matius 10:7, 12; Kisah 20:20) Jutaan Saksi-Saksi mengunjungi orang-orang dari segala bangsa, berbicara kepada mereka tentang dunia baru. Inilah yang menyebabkan saudara dapat menerima brosur ini, karena pekerjaan Saksi-Saksi Yehuwa mencakup pencetakan dan penyebaran bermiliar-miliar lektur tentang Kerajaan Allah. Adakah orang selain mereka yang saudara ketahui, yang memberitakan tentang Kerajaan Allah dari rumah ke rumah di seluruh dunia? Dan Markus 13:10 memperlihatkan bahwa pekerjaan pengabaran dan pengajaran harus dilakukan ”dahulu” sebelum akhir itu tiba.
Menjawab Sengketa Besar yang Kedua
11. Apa lagi yang dicapai oleh Saksi-Saksi Yehuwa dengan menundukkan diri kepada pemerintahan Allah?
11 Dengan menundukkan diri kepada hukum-hukum dan prinsip-prinsip Allah, Saksi-Saksi Yehuwa mencapai suatu hal lain. Mereka memperlihatkan bahwa Setan adalah pendusta sewaktu ia mengatakan bahwa manusia tidak dapat setia kepada Allah di bawah ujian, dengan demikian menjawab sengketa besar yang kedua, yang menyangkut integritas manusia. (Ayub 2:1-5) Sebagai suatu masyarakat yang terdiri atas jutaan orang dari segala bangsa, Saksi-Saksi mempertunjukkan, sebagai satu kelompok, loyalitas kepada pemerintahan Allah. Meskipun mereka manusia-manusia yang tidak sempurna, mereka mendukung pihak Allah dalam sengketa kedaulatan universal, sekalipun adanya tekanan bersifat setan.
12. Dengan iman mereka, siapa yang ditiru para Saksi?
12 Dewasa ini, jutaan Saksi-Saksi Yehuwa menambahkan kesaksian mereka kepada kesaksian dari sederetan panjang saksi-saksi lain di masa lampau yang memperlihatkan loyalitas kepada Allah. Beberapa di antaranya adalah Habel, Nuh, Ayub, Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Debora, Rut, Daud, dan Daniel, sebagai beberapa contoh. (Ibrani, pasal 11) Seperti Alkitab katakan, mereka adalah ”banyak saksi, bagaikan awan”. (Ibrani 12:1) Mereka ini dan yang lain-lainnya termasuk murid-murid Yesus yang memelihara integritas kepada Allah. Dan Yesus sendiri menyediakan teladan terbesar dengan memelihara integritas yang sempurna.
13. Kata-kata Yesus yang mana tentang Setan telah terbukti benar?
13 Ini membuktikan bahwa apa yang Yesus katakan tentang Setan kepada para pemimpin agama memang benar, ”Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; . . . Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”—Yohanes 8:40, 44.
Apa Pilihan Saudara?
14. Apa yang sedang terjadi atas fondasi dunia baru sekarang?
14 Fondasi dunia baru yang sedang dibentuk oleh Allah dalam masyarakat internasional Saksi-Saksi Yehuwa kini semakin bertambah kuat. Setiap tahun ratusan ribu orang menggunakan kehendak bebas mereka, yang didasarkan atas pengetahuan saksama, untuk menerima pemerintahan Allah. Mereka menjadi bagian dari masyarakat dunia baru, mendukung pihak Allah dalam sengketa kedaulatan universal, dan membuktikan Setan pendusta.
15. Pekerjaan pemisahan apa yang akan dilaksanakan di zaman kita?
15 Dengan memilih pemerintahan Allah, mereka akan memenuhi syarat untuk ditaruh ”di sebelah kanan” Kristus seraya dia memisahkan ”domba-domba” dari ”kambing-kambing”. Dalam nubuatnya tentang hari-hari terakhir, Yesus menubuatkan, ”Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya.” Domba-domba adalah orang-orang yang rendah hati yang bergabung dengan dan mendukung saudara-saudara Kristus, tunduk kepada pemerintahan Allah. Kambing-kambing adalah orang-orang keras kepala yang menolak saudara-saudara Kristus dan tidak berbuat apa-apa untuk mendukung pemerintahan Allah. Apa hasilnya? Yesus berkata, ”Mereka ini [kambing-kambing] akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar [domba-domba] ke dalam hidup yang kekal.”—Matius 25:31-46.
16. Apa yang harus saudara lakukan bila saudara ingin hidup dalam Firdaus yang akan datang?
16 Sungguh, Allah mempedulikan kita! Segera Dia akan menyediakan suatu firdaus yang menyenangkan di bumi. Apakah saudara ingin hidup dalam Firdaus itu? Bila demikian, tunjukkan penghargaan saudara akan persediaan-persediaan Yehuwa dengan belajar tentang Dia dan bertindak selaras dengan apa yang saudara pelajari. ”Carilah TUHAN [Yehuwa] selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN [Yehuwa], maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.”—Yesaya 55:6, 7.
17. Mengapa tidak patut membuang-buang waktu dalam memilih siapa yang akan dilayani?
17 Jangan membuang-buang waktu. Akhir sistem yang tua ini sangat dekat. Firman Allah menasihatkan, ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu . . . Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”—1 Yohanes 2:15-17.
18. Haluan apa akan memungkinkan saudara menanti-nanti dengan penuh keyakinan untuk hidup dalam dunia baru Allah yang menakjubkan?
18 Umat Allah kini sedang dilatih untuk hidup kekal dalam dunia baru. Mereka sedang mempelajari keterampilan-keterampilan rohani dan keterampilan-keterampilan yang lain untuk mengembangkan suatu firdaus. Kami mendesak saudara untuk memilih Allah sebagai Penguasa dan mendukung pekerjaan penyelamatan yang sedang dilaksanakan-Nya di seluruh bumi dewasa ini. Belajarlah Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa, dan datanglah untuk mengenal Allah yang sungguh-sungguh mempedulikan saudara dan yang akan mengakhiri penderitaan. Dengan cara demikian saudara juga dapat menjadi bagian dari fondasi dunia baru. Maka dengan penuh keyakinan saudara dapat menanti-nanti untuk memperoleh perkenan Allah dan hidup selama-lamanya dalam dunia baru yang menakjubkan.
-