-
Markus Tidak MenyerahMenara Pengawal—2008 | 1 Februari
-
-
Pada tahun 47 M, Barnabas dan Saul dipilih untuk melakukan pekerjaan utusan injil. Mereka membawa serta Markus, tetapi untuk suatu alasan yang tidak disebutkan, Markus belakangan meninggalkan mereka dan pulang ke Yerusalem. Saul, yang kemudian dikenal dengan nama Romawinya, Paulus, marah. Dan, ia tidak bisa melupakan apa yang ia anggap kesalahan serius di pihak Markus.—Kisah 13:1-3, 9, 13.
Setelah pulang dari perjalanan utusan injil, Paulus dan Barnabas melaporkan hasil-hasil yang bagus. (Kisah 14:24-28) Beberapa bulan kemudian, mereka berdua berencana mengunjungi kembali murid-murid baru di daerah-daerah yang pernah mereka datangi. Barnabas ingin membawa Markus bersamanya, tetapi bagaimana pendapat Paulus?— Ia ”menganggap [hal itu] tidak patut” karena Markus pernah pulang meninggalkan mereka.
-
-
Markus Tidak MenyerahMenara Pengawal—2008 | 1 Februari
-
-
Di kemudian hari, sewaktu Paulus dipenjarakan di Roma, ia memuji Markus atas dukungannya yang loyal. (Kolose 4:10, 11) Dan, sewaktu Paulus dipenjarakan lagi di sana, ia menulis surat kepada Timotius dan memintanya untuk menjemput Markus, disertai penjelasan, ”Dia berguna untuk melayani aku.” (2 Timotius 4:11) Ya, sungguh besar hak istimewa pelayanan yang Markus nikmati karena ia tidak menyerah!
Berkat apa saja yang diterima Markus karena tidak menyerah?
-