PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Gangguan Mental​—Bila Hal Itu Menimpa Seorang Kristen
    Menara Pengawal—1989 | 1 Februari
    • Mereka yang ”Memerlukan Tabib”

      Tetapi apabila gangguan emosi yang hebat berlangsung terus, sebaiknya ingat kata-kata Yesus, ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” (Matius 9:12) Banyak orang yang mengalami gangguan mental enggan pergi ke dokter. Jadi para penatua dan anggota keluarga mungkin perlu menganjurkan saudara itu untuk mencari perawatan medis, seperti pemeriksaan yang teliti oleh seorang dokter yang dapat dipercaya. Profesor Maurice J. Martin mengatakan, ”Banyak ragam penyakit fisik menyamar sebagai gangguan kejiwaan.” Dan bahkan bila ini benar-benar penyakit mental, ada pengobatan yang efektif untuk itu.

      Istri seorang penatua menceritakan bagaimana suaminya yang terganggu ”menjadi takut berada di antara saudara-saudara dan tidak mau pergi ke perhimpunan. . . . Ia ingin sekali mati!” Tetapi setelah mendapatkan perawatan dokter ahli, istrinya dapat melaporkan, ”Ia tidak lagi murung, juga tidak lagi ingin menghindari perhimpunan. Pagi ini ia menyampaikan khotbah umum!”

      Memang, tidak semua keadaan dapat diatasi dengan begitu mudah. Ilmu pengetahuan baru mulai membuka tabir misteri gangguan mental. Mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat dapat merupakan proses yang rumit dan lama—tetapi hal itu sering kali memberikan hasil.

  • Gangguan Mental​—Bila Hal Itu Menimpa Seorang Kristen
    Menara Pengawal—1989 | 1 Februari
    • c Jika seseorang yang sakit mendapat kesulitan dalam menjelaskan pandangan Alkitabnya kepada seorang dokter atau spesialis, mungkin seorang Kristen yang matang dapat membantunya.

  • Gangguan Mental​—Bila Hal Itu Menimpa Seorang Kristen
    Menara Pengawal—1989 | 1 Februari
    • Pengobatan oleh Psikiater

      Sekarang bermacam-macam obat digunakan para dokter untuk menangani gangguan mental. Beberapa dari obat-obatan yang diawasi secara medis telah memulihkan orang-orang Kristen yang sakit parah sehingga dapat berfungsi normal. Tetapi, beberapa saudara yang bermaksud baik tidak mendukung penderita untuk memakan obat yang diberikan, karena takut obat itu akan merugikan atau menyebabkan kecanduan. Tentu saja ada resiko dalam perawatan medis apapun, dan ”orang yang bijak memperhatikan langkahnya,” mempertimbangkan akibat jangka panjangnya.—Amsal 14:15.

      Namun, menarik sekali, banyak obat untuk penyakit gangguan jiwa tidak menyebabkan halusinasi, tidak memberikan efek menenangkan, atau menimbulkan kecanduan; obat-obat ini hanya memperbaiki ketidak-seimbangan kimiawi dalam otak. Sebagai contoh, obat-obatan antipsychotics, dapat membantu menjinakkan gejala-gejala yang sering aneh dari schizophrenia. Lithium dapat membantu meringankan depresi dan menstabilkan manic-depression (depresi akibat kelainan jiwa).

      Memang, obat-obat yang keras kadang-kadang digunakan untuk menenangkan seorang pasien atau menekan kecenderungan untuk bunuh diri. Namun, jika seorang saudara memakai obat-obatan yang ditentukan dokter bukan untuk kesenangan melainkan agar ia dapat berfungsi normal, ini dapat dipandang sama dengan pemakaian insulin oleh seseorang yang mengidap penyakit diabetes.

      Harus diingat bahwa pengobatan kejiwaan sering kali berjalan lambat dan mungkin menimbulkan efek sampingan yang tidak menyenangkan. Kadang-kadang juga, dokter akan melakukan berbagai uji coba untuk menemukan obat dan/atau dosis yang tepat dengan sedikit sekali efek sampingan. Para pasien sering kali menjadi kecil hati. Maka, para anggota keluarga dan orang lain dapat memberikan dukungan kepada orang yang sedang menjalani pengobatan, menganjurkannya agar sabar dan bekerja sama dengan para dokter yang ahli. Bagaimana jika ia ragu-ragu mengenai pengobatan tertentu? Atau bagaimana jika problem-problem berkembang atau suatu pengobatan tampaknya tidak efektif? Problem-problem sedemikian harus dibicarakan dengan dokternya.b Jika perlu, pendapat lain dapat dicari.

      Terapi Percakapan

      Dalam beberapa kasus, pertimbangan dapat juga diberikan agar pasien membicarakan masalahnya dengan seorang ahli yang terlatih. Mungkin seorang dokter keluarga yang dipercaya yang mengenal pasien itu secara pribadi dapat membantu dengan cara ini. Tetapi bagaimana dengan pengobatan oleh seorang dokter penyakit jiwa (psikiater) atau psikologi? Ini adalah keputusan pribadi yang harus dibuat dengan hati-hati. Para dokter spesialis tidak sama dalam melakukan perawatan. Beberapa, misalnya, masih menggunakan bentuk-bentuk psikoanalisis Freud yang kebenarannya diragukan oleh banyak orang dalam bidang kesehatan mental.

      Yang bahkan lebih memprihatinkan adalah fakta bahwa beberapa dokter yang bermaksud baik memberikan nasihat yang jelas bertentangan dengan Alkitab. Karena tidak mengerti prinsip-prinsip Kristen—bahkan memandangnya sebagai ”kebodohan”—beberapa dokter spesialis bahkan menyimpulkan bahwa mengikuti kaidah moral Alkitab yang tegas adalah sumber dari masalah-masalah seseorang!—1 Korintus 2:14.

      Tetapi, beberapa dokter, termasuk ahli ilmu jiwa dan psikiater, memberikan bentuk-bentuk terapi percakapan yang bukan psikoanalisis murni tetapi sarana untuk membantu seorang pasien mengerti penyakitnya, meyakinkan kebutuhannya akan pengobatan, dan menghilangkan problem-problem dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Kristen mungkin mendapati terapi sedemikian berguna, tetapi ia harus memastikan fakta-faktanya dulu sebelum menyetujui terapi tersebut: Apa saja yang terlibat dalam terapi itu? Nasihat macam apa yang akan diberikan? Apakah dokter itu mengerti dan menghargai kepercayaan Saksi-Saksi Yehuwa?c Jika terapi percakapan dilakukan, ’uji perkataan’ dokter itu, jangan menerima saja segala sesuatu tanpa mempertimbangkannya.—Ayub 12:11, 12.

      Maka, sebagian besar gangguan mental dapat dipandang sebagai masalah kedokteran—bukan masalah rohani.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan