-
Yesus KristusPemahaman Alkitab, Jilid 2
-
-
Catatan yang terilham mengatakan, ”Tetapi kelahiran Yesus Kristus adalah dengan cara ini. Pada masa Maria, ibunya, telah bertunangan dengan Yusuf, dia ternyata hamil melalui roh kudus sebelum mereka dipersatukan.” (Mat 1:18) Sebelum itu, malaikat utusan Yehuwa telah memberi tahu perawan Maria bahwa ia akan ’mengandung dalam rahimnya’ sebagai hasil roh kudus Allah yang datang ke atasnya dan kuasa-Nya yang menaungi dia. (Luk 1:30, 31, 34, 35) Anak yang akhirnya dilahirkan itu tetap memiliki identitas yang sama dengan pribadi yang pernah tinggal di surga sebagai sang Firman tapi juga merupakan putra kandung dari Maria dan dengan demikian menjadi keturunan sejati dari bapak-bapak leluhur Maria, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, serta Raja Daud, dan menjadi ahli waris yang sah dari janji-janji ilahi yang diucapkan kepada mereka. (Kej 22:15-18; 26:24; 28:10-14; 49:10; 2Sam 7:8, 11-16; Luk 3:23-34; lihat SILSILAH YESUS KRISTUS.) Oleh karena itu, kemungkinan besar anak yang dilahirkan itu menyerupai ibu Yahudi-nya dengan ciri-ciri jasmani tertentu.
-
-
Yesus KristusPemahaman Alkitab, Jilid 2
-
-
Catatan yang terilham mengatakan, ”Tetapi kelahiran Yesus Kristus adalah dengan cara ini. Pada masa Maria, ibunya, telah bertunangan dengan Yusuf, dia ternyata hamil melalui roh kudus sebelum mereka dipersatukan.” (Mat 1:18) Sebelum itu, malaikat utusan Yehuwa telah memberi tahu perawan Maria bahwa ia akan ’mengandung dalam rahimnya’ sebagai hasil roh kudus Allah yang datang ke atasnya dan kuasa-Nya yang menaungi dia. (Luk 1:30, 31, 34, 35) Anak yang akhirnya dilahirkan itu tetap memiliki identitas yang sama dengan pribadi yang pernah tinggal di surga sebagai sang Firman tapi juga merupakan putra kandung dari Maria dan dengan demikian menjadi keturunan sejati dari bapak-bapak leluhur Maria, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, serta Raja Daud, dan menjadi ahli waris yang sah dari janji-janji ilahi yang diucapkan kepada mereka. (Kej 22:15-18; 26:24; 28:10-14; 49:10; 2Sam 7:8, 11-16; Luk 3:23-34; lihat SILSILAH YESUS KRISTUS.) Oleh karena itu, kemungkinan besar anak yang dilahirkan itu menyerupai ibu Yahudi-nya dengan ciri-ciri jasmani tertentu.
Maria adalah keturunan si pedosa Adam, karena itu, dia sendiri tidak sempurna dan berdosa. Maka timbul pertanyaan tentang bagaimana Yesus, ”anak [Maria] yang sulung” (Luk 2:7), bisa sempurna dan tubuh jasmaninya bebas dari dosa. Kendati para ahli genetika pada zaman modern ini telah banyak mempelajari hukum hereditas dan karakteristik-karakteristik yang dominan dan yang resesif, mereka tidak memiliki pengalaman sehubungan dengan hasil persatuan kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, sebagaimana dalam hal Yesus sewaktu dikandung. Apa pun keadaannya, bekerjanya roh kudus Allah pada waktu itu menjamin suksesnya maksud-tujuan Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh malaikat Gabriel kepada Maria, ”kuasa Yang Mahatinggi” menaungi dia sehingga yang dilahirkan itu kudus, yakni Putra Allah. Roh kudus Allah seolah-olah membentuk tembok pelindung sehingga ketidaksempurnaan atau kekuatan yang berbahaya tidak dapat merusak, atau mencemari, embrio yang sedang berkembang, sejak masa pembuahan.—Luk 1:35.
-