-
Sang Pencipta Menyingkapkan Diri-Nya—Demi Manfaat Kita!Apakah Ada Pencipta yang Mempedulikan Anda?
-
-
Hal ini terjadi karena Firaun segera berubah pikiran. Ia memimpin bala tentaranya dengan menggebu-gebu, mengejar budak-budak yang pergi, menyusul mereka di dekat Laut Merah. Orang-orang Israel terjebak di antara laut dan bala tentara Mesir. Kemudian, Yehuwa turun tangan dengan cara membuka jalan melewati Laut Merah. Firaun seharusnya sadar bahwa hal ini merupakan suatu pertunjukan kuasa Allah yang tidak terkalahkan. Sebaliknya, ia memimpin pasukannya mengejar orang-orang Israel—dan akhirnya tenggelam dengan bala tentaranya sewaktu Allah mengembalikan laut ke posisi normalnya. Catatan di buku Keluaran tidak mengatakan secara terperinci cara Allah melakukan hal ini. Dengan tepat kita dapat menyebutnya sebagai mukjizat, karena perbuatan dan pemilihan waktunya di luar kendali manusia. Tentu saja, perbuatan demikian bukan di luar kesanggupan Pribadi yang menciptakan jagat raya serta segenap hukumnya.—Keluaran 14:1-31.
-
-
Sang Pencipta Menyingkapkan Diri-Nya—Demi Manfaat Kita!Apakah Ada Pencipta yang Mempedulikan Anda?
-
-
Sebagai ilustrasi, New Scientist melaporkan bahwa dua ahli fisika di Universitas Tokyo menaruh sebuah medan magnet yang sangat kuat ke dalam sebuah tabung horisontal yang sebagian diisi dengan air. Airnya segera mengumpul di ujung-ujung tabung, sehingga bagian tengah tabung, kering. Fenomena ini, yang ditemukan pada tahun 1994, dapat terjadi karena air adalah bahan diamagnetik yang lemah, menyingkir dari medan magnet. Fenomena yang telah diteguhkan bahwa air selalu berpindah dari medan magnet sangat tinggi ke medan magnet lebih rendah telah dijuluki Efek Musa. New Scientist menulis, ”Mendorong air adalah perkara mudah—jika Anda memiliki magnet yang cukup besar. Dan jika Anda memilikinya, maka hampir segala sesuatu mungkin terjadi.”
Tentu saja, orang tidak dapat mengatakan dengan pasti proses mana yang Allah gunakan sewaktu membelah Laut Merah bagi orang-orang Israel. Namun, Sang Pencipta mengetahui segala hukum alam sampai ke segala perinciannya. Ia dapat dengan mudah mengendalikan aspek tertentu dari satu hukum dengan menggunakan hukum-hukum lain yang diciptakan-Nya. Bagi manusia, hasilnya dapat tampak seperti mukjizat, khususnya jika mereka tidak sepenuhnya mengerti hukum-hukum yang tersangkut.
-