-
Myanmar (Birma)Buku Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2013
-
-
Orang Kayin pertama yang menjadi murid, Chu May ”Daisy” (kiri) dan Hnin May ”Lily” (kanan)
Tepat pada rumah berikutnya, ia bertemu dengan Hmwe Kyaing, seorang Kayin dari gereja Baptis, yang langsung mendengarkan kabar Kerajaan. Tidak lama kemudian, Hmwe Kyaing dan putri-putrinya, Chu May (Daisy) serta Hnin May (Lily), mulai mempelajari Alkitab dan membuat kemajuan yang pesat. Walau Hmwe Kyaing meninggal tidak lama setelah itu, Lily, putrinya yang lebih kecil, belakangan menjadi orang Kayin pertama yang menjadi Saksi Yehuwa terbaptis. Daisy juga dibaptis.
Lily dan Daisy menjadi perintis yang bersemangat dan meninggalkan warisan yang langgeng. Sekarang, anak cucu dan pelajar Alkitab mereka, yang jumlahnya mencapai ratusan, melayani Yehuwa di Myanmar dan luar negeri.
-
-
Myanmar (Birma)Buku Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2013
-
-
Akhirnya, pada Mei 1941, pemerintahan kolonial di India mengirim telegram ke Yangon, memerintahkan kalangan berwenang setempat untuk menyita lektur kita. Dua saudara yang bekerja di kantor telegram melihat pesan itu dan segera memberi tahu Mick Engel. Mick memanggil Lily dan Daisy, lalu mereka segera bergegas ke depot. Di depot, mereka mengambil 40 kardus lektur yang tersisa dan menyembunyikannya di rumah-rumah yang aman di sekitar Yangon. Ketika kalangan berwenang tiba, lekturnya sudah lenyap.
Pada 11 Desember 1941, empat hari setelah Jepang menyerang Pearl Harbor, Jepang menghujani Birma dengan bom. Pada pekan itu, sekelompok kecil Saksi berkumpul di sebuah ruangan kecil di atas Stasiun Kereta Api Pusat di Yangon. Di sanalah Lily, setelah pembahasan Alkitab yang serius, dengan khidmat dibaptis di sebuah bak mandi.
-
-
Myanmar (Birma)Buku Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2013
-
-
Hanya sejumlah kecil Saksi yang tetap tinggal di Birma. Lily dan Daisy pindah ke Pyin Oo Lwin (Maymyo), kota kecil yang tenang di lereng bukit dekat Mandalay, tempat mereka menaburkan benih kebenaran yang belakangan berbuah.
-