PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g98 22/10 hlm. 8-11
  • Saat Semua Orang Akan Saling Mengasihi

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Saat Semua Orang Akan Saling Mengasihi
  • Sedarlah!—1998
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • Kehidupan dalam Dunia Baru yang Adil-Benar
  • Memenuhi Syarat untuk Hidup Selama-lamanya
  • Kehidupan Dalam Dunia Baru yang Penuh Damai
    Kehidupan dalam Dunia Baru yang Penuh Damai
  • Setelah Armagedon, Bumi Firdaus
    Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
  • Hidup Kekal Bukan Impian Belaka
    Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
  • ”Seperti di Surga, Demikian Pula di Atas Bumi”
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2006
Lihat Lebih Banyak
Sedarlah!—1998
g98 22/10 hlm. 8-11

Saat Semua Orang Akan Saling Mengasihi

DALAM khotbahnya di atas Gunung, Yesus Kristus menunjukkan saatnya semua orang akan saling mengasihi. Sewaktu menyampaikan pengantar untuk kata-katanya, Yesus mengutip Mazmur yang ke-37, dengan mengatakan, ”Berbahagialah orang-orang yang berwatak lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi.” Mazmur Alkitab juga menjelaskan bagaimana situasi yang luar biasa ini akan terwujud, dengan berkata, ”Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”​—Matius 5:5; Mazmur 37:9.

Perubahan yang luar biasa akan terjadi​—semua orang yang berbuat jahat akan disingkirkan dari muka bumi dan hanya orang-orang yang saling mengasihi yang akan tetap tinggal! Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Yesus melanjutkan khotbahnya yang terkenal untuk menunjukkan caranya sewaktu ia mengajar kita untuk berdoa, ”Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10, TB) Perhatikan tempat terjadinya kehendak Allah. Bukan hanya di surga. ”Kami berdoa, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga,” demikian penegasan sebuah artikel dalam The Christian Century.

Kalau begitu, apa sebenarnya Kerajaan Allah yang diajarkan oleh Yesus agar kita doakan? Jelaslah, kerajaan ini pemerintahan yang nyata, yang memerintah dari surga. Oleh karena itu, kerajaan itu disebut ”Kerajaan surga”. (Matius 10:7) Penguasa terlantik Kerajaan ini, atau pemerintahan ini, ialah putra Allah, Yesus Kristus.

Lama berselang sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria, Yesaya, nabi Yehuwa, telah memberi tahu tentang peristiwa yang menakjubkan tersebut dan apa yang akan menyusul segera setelahnya, ”Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan.” (Yesaya 9:5, 6) Setelah kematian dan kebangkitannya, Yesus duduk bersama Bapaknya di surga, menunggu perintah untuk mulai memerintah sebagai Raja.​—Mazmur 110:1, 2; Ibrani 10:12, 13; Penyingkapan (Wahyu) 11:15.

Apa yang kemudian akan terjadi dengan dunia yang penuh dengan kebencian ini? Perhatikan bagaimana Alkitab menjawab pertanyaan ini. Nabi Allah, Daniel, memberi tahu di muka, ”Pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.”—Daniel 2:44.

Jelaslah, nubuat Alkitab ini menunjuk ke masa depan, pada suatu perubahan besar-besaran dalam urusan-urusan manusia. Seluruh sistem perkara ini, termasuk orang-orang dari dunia umat manusia yang dengan keras kepala tidak mau menundukkan diri kepada pemerintahan Allah, akan disingkirkan dari muka bumi! Perhatikanlah apa yang akan menggantikannya.

Kehidupan dalam Dunia Baru yang Adil-Benar

Pada waktu dunia tua ini berakhir kelak, akan ada orang-orang yang selamat. Alkitab menjelaskan, ”Dunia ini sedang berlalu dan demikian pula keinginannya, tetapi dia yang melakukan kehendak Allah tetap selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17) Ya, orang-orang yang melakukan kehendak Allah akan selamat memasuki dunia baru, seperti halnya Nuh beserta keluarganya hidup melewati akhir dunia pada zaman mereka. Rasul Petrus menulis, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janjinya, dan di dalamnya keadilbenaran akan tinggal.”​—2 Petrus 3:5-7, 11-13.

Berkenaan dengan masa manakala satu-satunya pemerintah yang ada adalah Kerajaan Allah, Alkitab menjanjikan, ”Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.” (Mazmur 37:29) Orang-orang yang adil-benar akan menikmati kehidupan di bumi yang telah dibersihkan. Benar-benar masa yang gemilang! Periksalah berkat-berkat yang Alkitab katakan sebagaimana diilustrasikan pada halaman-halaman berikut ini, bila Anda belum memeriksanya.

Tidakkah hati Anda tersentuh karena tahu bahwa Pencipta kita menjanjikan perkara-perkara yang luar biasa ini demi orang-orang yang menyembah Dia? Sesungguhnya, inilah maksud-tujuan Allah ketika Ia menciptakan pasangan manusia yang pertama dan menempatkan mereka dalam firdaus di bumi! Perhatikan bahwa Allah memberi tahu mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”​—Kejadian 1:27, 28.

Adam dan Hawa diharapkan mempunyai anak-anak, dan seraya anak-anak ini bertambah dewasa, mereka diharapkan turut dalam pekerjaan yang menyenangkan untuk memelihara Firdaus di bumi. Pikirkanlah sukacita yang akan dialami sewaktu meluaskan batas-batas taman Eden seraya keluarga manusia bertambah besar! Jelaslah, menjadikan seluruh bumi suatu firdaus, memang merupakan maksud-tujuan Allah. Apakah maksud-tujuan ini akan terwujud? Kita dapat yakin akan hal itu, karena firman Allah sendiri menjadi jaminannya! Ia menjanjikan, ”Aku telah mengatakannya,. . . maka Aku hendak melaksanakannya.”​—Yesaya 46:11; 55:11.

Apakah Anda akan menikmati hidup selama-lamanya dalam Firdaus di bumi seperti yang dilukiskan dalam ayat-ayat di halaman-halaman berikut ini? Memang, tidak semua orang akan diizinkan hidup di sana selama-lamanya. Ada persyaratannya. Apa persyaratannya?

Memenuhi Syarat untuk Hidup Selama-lamanya

Pertama-tama, semua orang yang ingin hidup dalam dunia baru Allah harus belajar untuk saling mengasihi, sebagaimana yang Allah ajarkan untuk kita lakukan. Alkitab mengatakan, ”Kamu sendiri diajar Allah untuk saling mengasihi.” (1 Tesalonika 4:9) Bagaimana kita bisa diajar oleh Allah?

Terutama melalui Firman tertulis-Nya, Alkitab. Artinya, untuk hidup selama-lamanya, kita harus menerima ajaran-ajaran Allah yang terdapat dalam Alkitab. Seorang siswa Alkitab dari sebuah negeri Timur, berkata, ”Saya menanti-nantikan, masa seperti yang Alkitab janjikan, masa manakala semua orang sudah belajar saling mengasihi.”

Dalam doa kepada Bapaknya, Yesus menyebutkan sebuah persyaratan penting. Ia mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Brosur 32 halaman Apa yang Allah Tuntut dari Kita? akan membantu Anda untuk mendapatkan pengetahuan ini. Anda dapat memperoleh satu eksemplar dengan mengisi kupon yang terdapat di halaman 32 dan mengirimkan kupon tersebut ke Watchtower, 25 Columbia Heights, Brooklyn, NY 11201-2483, atau ke salah satu alamat yang cocok yang terdapat di halaman 5.

[Kotak/Gambar di hlm. 8-10]

Janji-Janji Allah

Persaudaraan yang Penuh Kasih di Seluas Dunia

”Allah tidak berat sebelah, tetapi dalam setiap bangsa orang yang takut kepadanya dan mengerjakan keadilbenaran dapat diterima olehnya.”—Kisah 10:34, 35.

Tidak Ada Lagi Kejahatan atau Peperangan

”Tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu.”—Amsal 2:22.

”[Allah] menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi.”—Mazmur 46:10.

Makanan yang Sehat Tersedia dengan Limpah

”Tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan.”—Mazmur 72:16.

Perdamaian Antara Manusia dan Binatang

”Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. . . . dan seorang anak kecil akan menggiringnya.”—Yesaya 11:6.

Penyakit, Usia Lanjut, dan Kematian Disingkirkan

”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”—Penyingkapan 21:4.

Kebangkitan di Bumi bagi Orang-Orang yang Dikasihi yang Telah Meninggal

”Jamnya akan tiba ketika semua orang yang di dalam makam peringatan akan mendengar suara [Yesus] dan keluar.”—Yohanes 5:28, 29.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan