PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w00 1/11 hlm. 32
  • Perdamaian Dunia—Bagaimana?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Perdamaian Dunia—Bagaimana?
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2000
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2000
w00 1/11 hlm. 32

Perdamaian Dunia—Bagaimana?

APAKAH perdamaian dunia sudah di ambang pintu? Banyak orang yang pernah berpikir demikian sekarang merasa skeptis. Menurut sebuah laporan perihal tantangan masa depan kita, yang diterbitkan oleh Daily Mail & Guardian di Afrika Selatan, ”prediksi tentang suatu tatanan internasional baru yang telah dicetuskan 10 tahun yang lalu sekarang tampak sangat tidak optimis”.

Para penulisnya membahas tentang semangat penuh harapan yang populer satu dekade yang lalu. Perang Dingin baru saja berakhir, dan pertikaian antarnegara adikuasa tidak ada lagi. Pada masa yang tampak sebagai era baru, banyak orang menyangka bahwa manusia akan mulai membuat kemajuan yang berarti dalam mengentaskan orang-orang dari kemelaratan, penyakit, dan masalah lingkungan hidup. ”Prakiraan-prakiraan ini sekarang dianggap tak lebih dari sekadar utopia,” kata laporan itu. ”Konflik-konflik baru berkecamuk di wilayah-wilayah yang tak pernah kita duga; kemelaratan dunia terus meningkat. Muncul dua negara baru penghasil nuklir. Reputasi PBB semakin rusak karena tidak berhasil mengatasi krisis-krisis kemanusiaan. Trend-nya berubah, dari utopia menjadi distopia.”

Para pelajar Alkitab sadar bahwa upaya manusia, tidak soal seberapa mulianya, tidak akan pernah dapat berhasil sepenuhnya. Mengapa? Karena, seperti yang Alkitab katakan, ”seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik”. (1 Yohanes 5:​19) Karena berada di bawah kendali Setan, dunia ini tidak dapat diubah menjadi Firdaus, padahal sebenarnya untuk itulah Allah menciptakan bumi ini.

Meskipun demikian, ada alasan untuk optimis. Allah Yehuwa berjanji untuk menghadirkan perdamaian dunia, tidak dengan menambal sulam sistem yang sekarang ini, tetapi dengan mendatangkan ”bumi baru”, tempat ”keadilbenaran akan tinggal di dalamnya”. (2 Petrus 3:​13) Ya, melalui Kerajaan Allah, bumi kita akan ditransformasikan menjadi tempat tinggal yang damai dan penuh kebahagiaan, tempat manusia yang taat akan dapat terus menikmati kehidupan dan pekerjaan. Selain itu, Allah berjanji untuk ”menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit”. Janji-janji ini tidak didasarkan atas prediksi lemah manusia. Sebaliknya, ini didasarkan atas Firman yang tak mungkin salah dari Sang Pencipta, yang tidak dapat berdusta.​—⁠Penyingkapan 21:4; Titus 1:⁠2.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan