PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bagaimana Saudara Dapat Menikmati Perdamaian Ilahi dengan Sepenuhnya
    Menara Pengawal—1987 (Seri 34) | Menara Pengawal—1987 (Seri 34)
    • 11. (a) Sikap apa dapat membahayakan hubungan kita dengan Yehuwa? (b) Bilamana kita harus benar-benar memohonkan bantuan Allah menghadapi godaan? (Matius 6:13)

      11 Jika kita sudah mencapai perdamaian dengan Allah melalui sarana yang Ia sediakan, kita perlu hati-hati untuk tidak merusak hubungan itu dengan berpaling kembali kepada praktek dosa. Tentu, karena kita semua tidak sempurna, kita semua berdosa. Tetapi ada bahaya jika seseorang dalam dirinya membenarkan sikap-sikap dan tindakan yang dikutuk Allah. Kita tidak dapat hanya mengangkat bahu dan mengatakan, ”Saya memang begitu.” (Roma 6:16, 17) Kita perlu bertobat dari perbuatan salah dan tidak membenarkannya, kemudian kita harus memohon kepada Allah agar kita diampuni atas dasar iman kita kepada korban Yesus. Kita juga perlu belajar untuk berpaling kepada Allah memohonkan bantuan sebelum kita berbuat salah, sebaliknya dari mencoba berjuang sendiri, akhirnya menyerah, dan kemudian memohon pengampunan. Dengan bantuan Allah, kita dapat berhasil mengenakan ”manusia [”kepribadian”, NW] baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”.—Efesus 4:20, 24.

  • Bagaimana Saudara Dapat Menikmati Perdamaian Ilahi dengan Sepenuhnya
    Menara Pengawal—1987 (Seri 34) | Menara Pengawal—1987 (Seri 34)
    • Tetapi usaha kita untuk memajukan perdamaian bukan berarti mengkompromikan tuntutan-tuntutan Yehuwa yang benar. Kita dapat menyesuaikan waktu untuk melakukan hal-hal tertentu, tetapi kita tahu bahwa tidak bijaksana untuk tidak menghadiri perhimpunan-perhimpunan lagi atau menahan diri untuk ambil bagian dalam dinas pengabaran demi memelihara perdamaian dengan teman hidup atau sanak keluarga. Dan kita tahu bahwa Yehuwa tidak akan berkenan jika kita ikut melakukan praktek-praktek yang fasik bersama rekan-rekan sekerja atau teman-teman sekolah agar disenangi mereka. Kita tahu bahwa perdamaian yang sejati hanya menjadi milik dari orang-orang yang terutama sekali menikmati perdamaian dengan Allah, dari orang-orang yang mengasihi hukum Yehuwa dan berjalan dalam jalan-jalanNya. Perdamaian macam itulah yang kita hargai melebihi hal-hal lain. (Mazmur 119:165) Memang, di sekitar kita mungkin ada kekacauan. Orang-orang yang tidak beriman mungkin saling berdebat dan berkelahi; mereka mungkin bahkan mencaci-maki kita karena iman kita. Tetapi kita tahu bagaimana Firman Allah telah mengajar kita cara bertingkah laku. Dengan terus mengejar haluan yang selaras dengan jalan-jalan Yehuwa yang benar, perdamaian yang sangat berharga itu tidak akan hilang dari kita.—Bandingkan Mazmur 46:2, 3.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan