PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Ia Lebih Mentaati Allah Sebagai Penguasa Dari Pada Manusia
    Menara Pengawal—1986 (Seri 28) | Menara Pengawal—1986 (Seri 28)
    • John Hus ternyata tertarik pada tulisan-tulisan Wycliffe, terutama karya On Truth of Holy Scripture (Mengenai Kebenaran Alkitab), yang ia peroleh pada tahun 1407.

      Tetapi, ia ditentang oleh Uskup Agung Zbynek dari Praha, yang merasa tersinggung dengan penginjilan Hus dan pada tahun 1410 di depan umum membakar banyak dari tulisan-tulisan Wycliffe. Setelah itu Zbynek melarang semua kegiatan penginjilan kecuali dalam gereja-gereja yang diakui, yang tidak termasuk Kapel Betlehem yang diketuai oleh Hus sendiri. Hus tidak mau mentaati larangan uskup agung, dan mengatakan bahwa ia harus ”lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia dalam hal-hal yang perlu untuk keselamatan.” Ia naik banding kepada paus, dan sesudah itu uskup agung mengucilkan dia. Tetapi Hus tidak goyah, karena ia mendapati bahwa pengertiannya yang lebih dalam telah mempertajam hati nuraninya dan membuatnya lebih peka kepada ajaran-ajaran Alkitab. Ia mengatakan dengan jelas, ”Manusia bisa berdusta, tetapi Allah tidak,” meniru kata-kata rasul Paulus kepada orang Roma. (Roma 3:4) Raja Wenceslas membela gerakan reformasi Hus. Akhirnya Zbynek lari dari negeri itu, dan tidak lama kemudian meninggal.

      Perlawanan terhadap Hus timbul lagi ketika ia mengutuk suatu usaha melawan raja dari Napoli dan menyingkapkan penjualan surat-surat indulgensi untuk hal itu, dengan demikian mengganggu penghasilan para imam. Surat indulgensi memungkinkan seseorang untuk mendapat pengampunan dari hukuman sementara dengan membayar uang. Untuk tidak menimbulkan problem atas kota Praha, Hus pergi dan diasingkan sementara waktu di negeri itu. Di sana, pada tahun 1413, ia menulis buku On Simony (Mengenai Penyuapan Imam-Imam), ia menyingkapkan cinta uang dari para pendeta dan dukungan yang diberikan kepada mereka oleh para pejabat duniawi. Sekali lagi, Hus mendapatkan wewenang untuk bertindak dari Firman Allah, dengan mengatakan, ”Setiap orang Kristen yang setia harus memperhatikan benar agar tidak melakukan apapun yang bertentangan dengan Alkitab.”

      Hus juga menulis sebuah risalat berjudul De Ecclesia (Mengenai Gereja). Di dalamnya ia menyatakan sejumlah masalah, dan salah satu di antaranya berbunyi, ”Bahwa Petrus tidak pernah, dan bukan kepala dari Gereja.” Ia mendapati bahwa ayat-ayat kunci di Matius 16:15-18 dengan jelas meneguhkan Yesus Kristus sebagai dasar dan kepala dari gereja, yaitu seluruh badan dari orang-orang percaya yang dipanggil. Jadi hukum Kristus yang terdapat dalam Firman Allah itulah yang unggul dan bukan peraturan dari paus. Sebaliknya, kepausan berasal dari kekuasaan imperium Roma.

      Kesaksian Di Hadapan Konsili di Konstansa

      Gereja Katolik tidak dapat bersabar lagi terhadap penyingkapan-penyingkapan yang dilakukan oleh Hus dan memanggilnya untuk mempertanggungjawabkan pandangan-pandangannya di hadapan Konsili di Konstansa, yang diadakan dari tahun 1414 sampai 1418 dekat Danau Konstansa.b Ia dijebak untuk hadir oleh saudara raja, Kaisar Sigismund, dengan janji akan mendapat jaminan keselamatan, yang ternyata palsu. Tidak lama setelah ia tiba ia ditangkap, namun ia tetap menolak wewenang dari paus dan juga konsili itu.

      Ketika konsili menuntut agar Hus menarik kembali gagasan dan ajaran-ajarannya, ia menjawab bahwa ia akan melakukannya dengan senang hati jika ia terbukti salah berdasarkan Alkitab, sesuai dengan 2 Timotius 3:14-16. Hus merasa bahwa hati nuraninya akan selalu mencelanya jika ia membuat pernyataan penarikan kembali yang ditulis dengan kata-kata yang mempunyai dua mengatakan, ”Keinginan saya selalu ialah agar suatu doktrin yang lebih baik dibuktikan kepada saya berdasarkan Alkitab, dan baru setelah itu saya akan rela mengakui kesalahan saya.” Meskipun ia menantang agar anggota yang paling rendah dari konsili memperlihatkan kesalahannya langsung dari Firman Allah, ia dihukum sebagai orang murtad yang keras kepala dan dikirim kembali ke penjara tanpa sesuatu pun dibahas dari Alkitab.

      Pada tanggal 6 Juli 1415, Hus secara resmi dihukum di katedral Konstansa. Ia tidak diijinkan untuk menjawab ketika tuduhan-tuduhan atasnya dibacakan. Kemudian jabatannya sebagai imam dicabut di hadapan umum, sedangkan tulisan-tulisannya dibakar di halaman gereja. Ia digiring ke suatu ladang di pinggir kota dan di sana dibakar hidup-hidup pada sebuah tiang.

  • Ia Lebih Mentaati Allah Sebagai Penguasa Dari Pada Manusia
    Menara Pengawal—1986 (Seri 28) | Menara Pengawal—1986 (Seri 28)
    • [Gambar di hlm. 30]

      John Hus

      [Gambar di hlm. 32]

      Alkitab-Alkitab dalam bahasa Cekoslowakia, seperti edisi tahun 1579 yang diperlihatkan di atas, ditentukan harganya oleh para kolektor dewasa ini. John Hus dibakar di tiang siksaan karena ia menghargai apa yang dikatakan Alkitab lebih dari pada perkataan manusia

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan