-
PolandiaBuku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1994
-
-
Surat kabar Kraków Ilustrowany Kurier Codzienny (Kurir Harian Bergambar) turut menyerang Saksi-Saksi, dengan palsu menuduh mereka sebagai antek-antek komunis yang menyanyikan lagu-lagu Bolshevik, dilatih di Uni Soviet, dan menerima bayaran dari sana. Atas hal ini, saudara-saudara mengajukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dari surat kabar tersebut ke pengadilan, dan redaksinya dihukum.
Mieczysław Skrudlik, seorang Yesuit, secara pribadi menerbitkan buku kecil yang memfitnah Saksi-Saksi. Namun, sewaktu ia diajukan ke pengadilan, ia menyatakan bahwa ia sedang sakit. Tiga kali ia meminta agar kasusnya ditunda. Sementara itu, ia pindah beberapa kali dan tidak dapat ditemukan lagi.
Akan tetapi, serangan-serangan oleh para pemimpin agama tidak selamanya secara verbal. Mereka dan kaki tangan mereka juga menggunakan kekerasan. Sewaktu Saksi-Saksi melakukan pelayanan dari rumah ke rumah, para penentang menyerang mereka. Para penentang menggunakan tinju, kaki, tongkat, dan batu, merusak lektur Alkitab dan meninggalkan Saksi-Saksi berlumuran darah atau tak sadar diri di tanah. Saksi-Saksi yang menempuh perjalanan ke tempat-tempat yang jauh untuk mengabar dicegat, dipukuli, dan dibenamkan ke dalam air; sepeda dan sepeda motor mereka dihancurkan; lektur mereka disita dan dirusak.
Seorang perintis kawakan, Bolesław Zawadzki, menulis dalam riwayat hidupnya bahwa sewaktu sebuah perhimpunan diselenggarakan di rumah orang-tuanya di Kielce, satu gerombolan terdiri dari 2.000 orang yang sedang marah, berteriak kepada orang-orang untuk mengepung rumah dan melemparinya dengan batu. Gerobak dorong digunakan untuk membawa persediaan batu. Baru setelah jauh lewat tengah malam ”permainan” itu selesai. Batu-batu yang menembus atap, banyaknya enam gerobak bila dikumpulkan! Dalam upaya menghentikan gelombang penganiayaan ini, saudara-saudara kadang-kadang berhasil membuat para pelaku penganiayaan dihukum. Agak jarang mereka dapat menyeret ke pengadilan penghasut yang sesungguhnya, yakni para pemimpin agama.
-
-
PolandiaBuku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1994
-
-
Perjuangan Menghebat
Para pemimpin agama Katolik terus berupaya mendesak pihak yang berwenang untuk menghentikan Saksi-Saksi. Tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan terhadap Saksi-Saksi tidak berbeda: menyebarkan propaganda Komunis, mencari sumbangan tanpa izin, melanggar sabat Minggu, serta menghujah gereja dan ajarannya. Pada tahun 1933, dilaporkan sekitar 100 kasus polisi menghentikan penyiar-penyiar. Terdapat juga 41 insiden berupa pemukulan yang parah di tangan gerombolan-gerombolan yang fanatik. Dua tahun kemudian, terdapat 3.000 kasus yang di dalamnya para pemimpin agama melaporkan Saksi-Saksi ke polisi. Apabila tuduhan yang didasarkan atas sebuah ordonansi (peraturan) tidak berhasil, para pemimpin agama mencari-cari dasar tuduhan lain. Namun, bahkan sebelum kasus-kasus dibawa ke persidangan, kebanyakan dari kasus tersebut dibatalkan karena tidak mempunyai dasar yang kuat; yang lain-lain dibebaskan.
Saudara-saudara tidak mampu membayar pengacara setiap kali mereka ditahan. Namun, kantor Lembaga memberi mereka advis-advis hukum. Lembaga mengirimkan kepada mereka ratusan dokumen berisi informasi tentang pengadilan banding, keputusan yang menguntungkan, dan kasus-kasus yang memberikan preseden yang menguntungkan. Selaras dengan instruksi-instruksi yang disediakan, sewaktu saudara-saudara berada di pengadilan, mereka menandaskan pemberitaan kabar baik Kerajaan Allah sebaliknya daripada menekankan teknik-teknik hukum. Akan tetapi, untuk beberapa kasus serius, ada pengacara-pengacara yang menyediakan diri untuk membela saudara-saudara.
Untuk menangkis tuduhan-tuduhan menjajakan, Lembaga menerbitkan kartu-kartu yang menyatakan bahwa si pemegangnya berhak mengabar atas dasar kebebasan hati nurani dan agama. Bagi Saksi-Saksi yang masih anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri dan yang sering dibuat tidak naik kelas karena mereka menolak mengikuti mata pelajaran agama yang diwajibkan, Lembaga menerbitkan sertifikat khusus. Ini menjelaskan bahwa sang anak telah mengikuti pelajaran agama di lingkungan agamanya sendiri dan telah mendapat nilai sekian. Oleh karena itu, banyak sidang menyelenggarakan ”sekolah Minggu” selama beberapa tahun. Setelah banyak upaya dilakukan oleh saudara-saudara, Kementerian Pendidikan dan Sekte-Sekte Agama mengeluarkan suatu dekret yang memerintahkan kalangan berwenang sekolah untuk menerima sertifikat-sertifikat tersebut. Begitu nilai-nilai dicantumkan dalam rapor, sang anak dapat naik kelas.
Beberapa pejabat pemerintah jelas memahami bahwa adalah sikap tidak toleran dalam hal agama yang memotivasi tuduhan-tuduhan terhadap Saksi-Saksi Yehuwa. Dengan demikian, penasihat hukum negara di pengadilan banding di Toruń, pada suatu kasus yang melibatkan seorang Saksi, menolak tuduhan hujah, menuntut pembebasan, dan mengumumkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa mengambil pendirian yang sama seperti umat Kristen masa awal. Dalam kasus lain, penasihat hukum negara pada pengadilan banding di Poznań menolak untuk menuntut seorang Saksi yang dituduh menuding para pemimpin agama sebagai bagian dari ”organisasi Setan”. (Bandingkan Yohanes 8:44.) Ia sendiri menunjuk kepada takhta kepausan Alexander VI, yang dikenal luas karena telah menyebarkan suasana yang amoral. Ia kemudian mengkontraskan ini dengan tingkah laku yang baik dari Saksi-Saksi Yehuwa dan kegairahan mereka dalam melayani Yehuwa.
-