-
Tukang Tembikar Agung dan PekerjaannyaMenara Pengawal—1999 | 1 Februari
-
-
Tukang Tembikar Agung dan Pekerjaannya
”[Jadilah] bejana untuk tujuan yang terhormat, . . . dipersiapkan untuk setiap pekerjaan yang baik.”—2 TIMOTIUS 2:21.
1, 2. (a) Bagaimana pria dan wanita merupakan hasil ciptaan Allah yang luar biasa? (b) Untuk tujuan apa sang Tukang Tembikar Agung menciptakan Adam dan Hawa?
YEHUWA adalah Tukang Tembikar Agung. Salah satu mahakarya yang diciptakan-Nya adalah orang-tua kita yang pertama, Adam. Alkitab memberi tahu kita, ”Allah Yehuwa membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan ke dalam lubang hidungnya napas kehidupan, dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup,” yakni ”makhluk bernapas”. (Kejadian 2:7, catatan kaki NW bahasa Inggris) Makhluk manusia yang pertama itu sempurna, dibentuk dalam gambar Allah, dan merupakan bukti hikmat ilahi-Nya serta kasih-Nya akan keadilbenaran dan keadilan yang sejati.
2 Dengan menggunakan tulang rusuk Adam sebagai bahan dasarnya, Allah juga membentuk pelengkap dan penolong bagi pria—yakni, wanita. Kecantikan yang murni pada diri Hawa bahkan jauh melebihi kecantikan wanita mana pun dewasa ini. (Kejadian 2:21-23) Selain itu, pasangan manusia pertama diberi tubuh dan kesanggupan yang dirancang sempurna untuk melaksanakan proyek yang ditugaskan kepada mereka, yakni menjadikan bumi ini suatu firdaus. Mereka juga diberi kuasa untuk melaksanakan perintah Allah yang dinyatakan di Kejadian 1:28, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Akhirnya, taman global ini akan dihuni oleh miliaran manusia yang bersukacita, yang dijalin oleh kasih, ”ikatan pemersatu yang sempurna”.—Kolose 3:14.
3. Bagaimana orang-tua kita yang pertama menjadi bejana-bejana yang tidak terhormat, dan apa akibatnya?
3 Sayang sekali, orang-tua kita yang pertama dengan sengaja memilih untuk memberontak terhadap wewenang Pencipta mereka, Pribadi yang Berdaulat, Tukang Tembikar Agung. Mereka mengambil haluan seperti yang digambarkan di Yesaya 29:15, 16, ”Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: ’Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?’ . . . Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: ’Bukan dia yang membuat aku’; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: ’Ia tidak tahu apa-apa’?” Ketidakpatuhan mereka mendatangkan bencana—hukuman kematian kekal. Selain itu, seluruh umat manusia yang terlahir dari mereka mewarisi dosa dan kematian. (Roma 5:12, 18) Keindahan ciptaan sang Tukang Tembikar Agung menjadi sangat rusak.
4. Untuk tujuan terhormat apa kita dapat digunakan?
4 Akan tetapi, bahkan dalam ketidaksempurnaan kita sekarang, kita, keturunan Adam yang berdosa, dapat memuji Yehuwa dengan kata-kata seperti di Mazmur 139:14, ”Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” Namun, sungguh menyedihkan melihat hasil karya asli sang Tukang Tembikar Agung telah sangat cacat!
Sang Tukang Tembikar Meneruskan Pekerjaan-Nya
5. Bagaimana sang Tukang Tembikar Agung akan menggunakan keterampilan-Nya?
5 Untunglah, keterampilan Pencipta kita sebagai Tukang Tembikar masih akan Ia gunakan lebih lanjut, tidak terbatas hanya pada pembentukan manusia pertama. Rasul Paulus memberi tahu kita, ”Oh, manusia, lalu siapakah engkau sebenarnya sehingga dapat membantah Allah? Apakah yang dibentuk akan mengatakan kepada dia yang membentuknya, ’Mengapa engkau membuat aku seperti ini?’ Apa? Bukankah tukang tembikar mempunyai wewenang atas tanah liat untuk membuat dari gumpalan yang sama satu bejana untuk penggunaan yang terhormat, yang lain untuk penggunaan yang tidak terhormat?”—Roma 9:20, 21.
6, 7. (a) Bagaimana banyak orang di zaman sekarang memilih dibentuk untuk digunakan secara tidak terhormat? (b) Bagaimana orang-orang yang adil-benar dibentuk untuk digunakan secara terhormat?
6 Ya, sebagian hasil pekerjaan sang Tukang Tembikar Agung akan dibentuk untuk digunakan secara terhormat, dan sebagian lagi untuk digunakan secara tidak terhormat. Barangsiapa memilih untuk mengikuti dunia yang semakin dalam terperosok ke kubangan kefasikan, orang-orang itu dibentuk sedemikian rupa sehingga mereka ditandai untuk dibinasakan. Ketika Raja yang mulia, Kristus Yesus, datang untuk menghakimi, bejana-bejana yang tidak terhormat itu akan terdiri dari semua orang yang keras kepala bagaikan kambing, dan, seperti dikatakan di Matius 25:46, mereka akan ”pergi ke dalam kemusnahan abadi”. Tetapi, ”orang-orang yang adil-benar” yang bagaikan domba, yang telah dibentuk untuk digunakan secara terhormat, akan mewarisi ”kehidupan abadi”.
7 Dengan rendah hati, orang-orang yang adil-benar ini akan tunduk sewaktu dibentuk oleh Allah. Mereka memasuki jalan hidup ilahi. Mereka menerima nasihat yang terdapat di 1 Timotius 6:17-19, ’Dasar harapan[-mu], bukan kepada kekayaan yang tidak pasti tetapi kepada Allah, yang memberikan segala sesuatu dengan limpah kepada kita untuk kenikmatan kita’. Mereka telah bekerja keras ”untuk mengupayakan kebaikan, kaya dalam perbuatan-perbuatan yang baik, murah tangan, rela membagi, dengan aman menimbun fondasi yang baik bagi mereka sendiri untuk masa depan, agar mereka dapat menggenggam dengan teguh kehidupan yang sebenarnya”. Mereka dibentuk oleh kebenaran ilahi dan mengamalkan iman yang tidak tergoyahkan akan sarana yang Yehuwa sediakan melalui Kristus Yesus, yang ”memberikan dirinya sendiri suatu tebusan yang sepadan” guna memulihkan segala sesuatu yang hilang karena dosa Adam. (1 Timotius 2:6) Oleh karena itu, kita hendaknya dengan penuh kerelaan menaati nasihat Paulus untuk ’mengenakan pada diri [kita] kepribadian baru, yang melalui pengetahuan yang saksama dijadikan baru [dibentuk] sesuai dengan gambar dari Pribadi yang menciptakannya’!—Kolose 3:10.
Bejana Macam Apa Saudara Nantinya?
8. (a) Apa yang menentukan menjadi bejana macam apakah seseorang nantinya? (b) Dua faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan seseorang?
8 Apa yang menentukan menjadi bejana macam apakah seseorang nantinya? Sikap dan tingkah laku orang yang bersangkutan. Kedua hal ini pertama-tama dibentuk oleh hasrat dan kecenderungan hatinya. Raja Salomo yang bijaksana berkata, ”Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.” (Amsal 16:9) Yang kedua, sikap dan tingkah laku dibentuk oleh apa yang didengar dan dilihat, pergaulan dan pengalaman. Oleh karena itu, betapa pentingnya agar kita mengindahkan nasihat, ”Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal 13:20) Seperti yang diingatkan 2 Petrus 1:16 kepada kita, jangan sampai kita ”mengikuti cerita bohong yang dirancang dengan licik”, atau menurut terjemahan Knox Katolik Roma, ”dongeng rekaan manusia”. Ini mencakup banyak ajaran dan perayaan agama Susunan Kristen yang murtad.
9. Bagaimana kita dapat memberikan tanggapan positif bila sedang dibentuk oleh sang Tukang Tembikar Agung?
9 Jadi, selaras dengan tanggapan kita, Allah dapat membentuk kita. Dengan merendahkan diri di hadapan Yehuwa, kita dapat berdoa seperti halnya Daud, ”Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23, 24) Yehuwa menghendaki agar berita Kerajaan diberitakan. Dengan penuh penghargaan, hati kita telah menyambut kabar baik dan bimbingan Allah selanjutnya. Melalui organisasi-Nya, Ia menawarkan kepada kita berbagai hak istimewa yang berhubungan dengan pemberitaan kabar baik; marilah kita menyambut hak-hak istimewa itu dan selalu menghargainya.—Filipi 1:9-11.
10. Bagaimana seharusnya kita mengerahkan diri dalam mengikuti program-program rohani?
10 Sangatlah penting agar kita selalu memberikan perhatian kepada Firman Allah, mengikuti program pembacaan Alkitab setiap hari dan menjadikan Alkitab dan dinas Yehuwa sebagai dasar percakapan dengan keluarga dan teman-teman kita. Program ibadat pagi yang diselenggarakan pada waktu sarapan oleh tiap-tiap keluarga Betel dan kelompok utusan injil Saksi-Saksi Yehuwa biasanya mencakup pembacaan Alkitab atau Buku Kegiatan terbaru secara singkat, berselang-seling setiap minggunya. Dapatkah keluarga saudara mengadakan penyelenggaraan serupa? Alangkah besar manfaat yang juga kita peroleh melalui pergaulan di sidang Kristen, sewaktu berhimpun bersama, dan khususnya dengan berpartisipasi dalam pelajaran Menara Pengawal mingguan!
Dibentuk untuk Menghadapi Pencobaan
11, 12. (a) Bagaimana kita dapat menerapkan nasihat Yakobus tentang pencobaan dalam kehidupan kita sehari-hari? (b) Bagaimana pengalaman Ayub menganjurkan kita untuk memelihara integritas?
11 Dalam kehidupan kita sehari-hari, Allah mengizinkan situasi-situasi tertentu timbul, dan beberapa dari antaranya mungkin sulit. Bagaimana seharusnya kita memandang hal-hal ini? Seperti yang dinasihatkan di Yakobus 4:8, kita hendaknya tidak menjadi kesal, tetapi hendaknya mendekat kepada Allah, percaya kepada-Nya dengan segenap hati kita, yakin bahwa jika kita ’mendekat kepada Allah, dia akan mendekat kepada kita’. Memang, kita akan menanggung kesukaran dan pencobaan, tetapi situasi-situasi itu diizinkan untuk turut membentuk kita, sehingga hasil akhirnya akan membahagiakan. Yakobus 1:2, 3 meyakinkan kita, ”Anggaplah itu semua sukacita, saudara-saudaraku, apabila kamu menghadapi berbagai cobaan, karena kamu mengetahui bahwa mutu yang teruji dari imanmu ini menghasilkan ketekunan.”
12 Yakobus juga mengatakan, ”Apabila di bawah cobaan, janganlah seorang pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia sendiri juga tidak mencobai siapa pun. Namun masing-masing orang dicobai dengan ditarik dan dipikat oleh keinginannya sendiri.” (Yakobus 1:13, 14) Pencobaan-pencobaan kita mungkin banyak dan bervariasi, tetapi seperti halnya Ayub, semua pencobaan itu berperan dalam pembentukan kita. Betapa kuatnya jaminan Alkitab kepada kita di Yakobus 5:11, ”Lihat! Kami nyatakan bahagia mereka yang telah bertekun. Kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan telah melihat kesudahan yang Yehuwa berikan, bahwa Yehuwa sangat lembut dalam kasih sayang dan berbelaskasihan.” Sebagai bejana-bejana di tangan Tukang Tembikar Agung, semoga kita memelihara integritas sepanjang waktu, disertai keyakinan akan hasil akhirnya, seperti halnya Ayub.—Ayub 2:3, 9, 10; 27:5; 31:1-6; 42:12-15.
Membentuk Anak-Anak Kita
13, 14. (a) Kapan hendaknya orang-tua mulai membentuk anak-anak mereka, dan untuk menjadi pribadi-pribadi yang bagaimana? (b) Dapatkah saudara menceritakan kembali hasil-hasil baik yang telah dicapai?
13 Orang-tua dapat turut serta membentuk anak-anak mereka sejak masa bayi, dan sebagai hasilnya, anak-anak kita akan menjadi pemelihara integritas yang luar biasa! (2 Timotius 3:14, 15) Hal itu terbukti bahkan sewaktu menghadapi ujian-ujian yang ekstrem. Beberapa tahun yang lalu, sewaktu penganiayaan sedang hebat-hebatnya di sebuah negeri di Afrika, kepada suatu keluarga yang setia dipercayakan tugas mencetak Menara Pengawal secara sembunyi-sembunyi di sebuah bedeng di halaman belakang rumah mereka. Pada suatu hari, tentara-tentara turun ke jalan, mendatangi tiap-tiap rumah untuk merekrut para pemuda ke dalam angkatan bersenjata. Sebenarnya, kedua anak lelaki di keluarga tersebut masih sempat bersembunyi, tetapi tentulah para tentara itu akan melakukan penggeledahan sehingga dapat menemukan mesin cetak. Hal ini dapat menyebabkan seluruh keluarga itu disiksa atau mungkin dibunuh. Apa yang harus dilakukan? Kedua anak lelaki itu angkat suara, dengan berani mengutip Yohanes 15:13, ”Tidak seorang pun mempunyai kasih yang lebih besar daripada ini, bahwa seseorang menyerahkan jiwanya demi kepentingan sahabat-sahabatnya.” Mereka berkukuh untuk tetap berada di ruang tamu. Tentara-tentara itu tentulah akan menemukan mereka dan akan menyiksa mereka secara kejam atau bahkan membunuh mereka apabila mereka menolak direkrut. Tetapi, para tentara ini tidak akan sampai melakukan penggeledahan. Mesin cetak dan anggota keluarga lainnya akan terluput. Ternyata, yang terjadi benar-benar di luar dugaan. Para tentara itu melewati rumah tersebut, dan mendatangi rumah sebelah! Bejana-bejana manusia yang telah dibentuk untuk digunakan secara terhormat itu selamat, beserta mesin cetaknya, untuk terus menerbitkan makanan rohani yang tepat waktu. Salah seorang dari kedua anak lelaki ini beserta kakak perempuannya sekarang melayani di Betel; dan ia masih mengoperasikan mesin cetak tua itu.
14 Anak-anak kecil dapat diajari caranya berdoa, dan Allah menjawab doa-doa mereka. Salah satu contoh yang luar biasa terjadi semasa pembantaian di Rwanda. Ketika seorang anak perempuan berusia enam tahun dan orang-tuanya hendak dibantai dengan granat tangan oleh para pemberontak, anak itu berdoa dengan suara keras dan khusyuk agar mereka diluputkan supaya dapat terus melayani Yehuwa. Para pemberontak ini merasa tersentuh sehingga mengurungkan niat mereka, katanya, ”Kami tidak tega membunuh kalian karena anak kecil ini.”—1 Petrus 3:12.
15. Apa pengaruh-pengaruh merusak yang diperingatkan Paulus?
15 Mayoritas anak muda kita tidak dituntut untuk menghadapi situasi sesulit yang diceritakan di atas, tetapi ada banyak ujian yang dihadapi anak-anak di sekolah dan di masyarakat yang bejat dewasa ini: bahasa kotor, pornografi, hiburan yang tak bermoral, dan tekanan teman sebaya untuk melakukan perbuatan-perbuatan salah yang merajalela di banyak tempat. Berulang-kali, rasul Paulus memperingatkan tentang pengaruh-pengaruh ini.—1 Korintus 5:6; 15:33, 34; Efesus 5:3-7.
16. Bagaimana seseorang menjadi bejana untuk digunakan secara terhormat?
16 Setelah mengacu kepada bejana-bejana yang dipelihara ”untuk tujuan terhormat tetapi yang lain-lain untuk tujuan yang kurang terhormat”, Paulus mengatakan, ”Jika seseorang menjauhi yang belakangan, ia akan menjadi bejana untuk tujuan yang terhormat, disucikan, berguna bagi pemiliknya, dipersiapkan untuk setiap pekerjaan yang baik.” Maka, marilah kita menganjurkan anak-anak kita agar berhati-hati dalam bergaul. Semoga mereka ’lari dari hasrat-hasrat yang berkaitan dengan masa muda, tetapi mengejar keadilbenaran, iman, kasih, perdamaian, bersama dengan mereka yang berseru kepada Tuan dengan hati yang bersih’. (2 Timotius 2:20-22) Suatu program keluarga untuk ’membina satu sama lain’ dapat sangat bernilai dalam membentuk anak-anak kita. (1 Tesalonika 5:11; Amsal 22:6) Pembacaan Alkitab setiap hari serta pelajaran Alkitab, dengan menggunakan publikasi Lembaga yang cocok, dapat menjadi bantuan bagus demi pertumbuhan rohani.
Pembentukan bagi Semua Orang
17. Bagaimana disiplin akan membentuk kita, dan apa hasil-hasilnya yang mendatangkan sukacita?
17 Untuk membentuk kita, Yehuwa memberi kita nasihat melalui Firman-Nya dan organisasi-Nya. Jangan pernah menolak nasihat ilahi itu! Sambutlah dengan bijaksana, dan biarkan nasihat itu membentuk saudara agar dapat digunakan secara terhormat oleh Yehuwa. Amsal 3:11, 12 menyarankan, ”Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.” Nasihat kebapakan selanjutnya terdapat di Ibrani 12:6-11, ”Yang Yehuwa kasihi didisiplin olehnya . . . Memang, tidak ada disiplin yang tampaknya membawa sukacita sekarang, tetapi memedihkan hati; namun setelah itu bagi mereka yang telah dilatih olehnya itu akan menghasilkan buah suka damai, yakni keadilbenaran.” Saluran utama disiplin itu tentulah Firman Allah yang terilham.—2 Timotius 3:16, 17.
18. Sehubungan dengan pertobatan, apa yang dapat kita pelajari dari Lukas pasal 15?
18 Yehuwa juga berbelaskasihan. (Keluaran 34:6) Apabila Ia melihat adanya pertobatan yang sepenuh hati, bahkan atas dosa yang sangat serius, Ia memberikan pengampunan. Bahkan ’pemboros-pemboros’ zaman modern dapat dibentuk menjadi bejana-bejana yang digunakan secara terhormat. (Lukas 15:22-24, 32) Dosa-dosa kita mungkin tidak seserius yang dilakukan si pemboros. Tetapi, dengan menanggapi nasihat Alkitab dengan rendah hati, kita akan selalu dibentuk menjadi bejana-bejana yang digunakan secara terhormat.
19. Bagaimana kita dapat senantiasa menjadi bejana-bejana yang terhormat di tangan Yehuwa?
19 Sewaktu kita mempelajari kebenaran untuk pertama kalinya, kita memperlihatkan kerelaan untuk dibentuk oleh Yehuwa. Kita tidak lagi menempuh jalan-jalan duniawi, mulai mengenakan kepribadian baru, serta menjadi orang-orang Kristen yang berbakti dan terbaptis. Kita menaati nasihat di Efesus 4:20-24, ’menyingkirkan kepribadian lama yang sesuai dengan haluan tingkah laku kita yang dahulu dan yang dirusak sesuai dengan hasratnya yang bersifat menipu, dan mengenakan kepribadian baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam keadilbenaran yang benar dan loyalitas’. Semoga kita secara pribadi selalu bersikap lentuk di tangan Yehuwa, Tukang Tembikar Agung, dan senantiasa menjadi bejana-bejana yang digunakan-Nya secara terhormat!
-
-
Harta Kita dalam Bejana-Bejana TanahMenara Pengawal—1999 | 1 Februari
-
-
Harta Kita dalam Bejana-Bejana Tanah
”[Kita] memiliki harta ini dalam bejana-bejana tanah, agar kuasa yang melampaui apa yang normal dapat berasal dari Allah dan bukan dari [kita] sendiri.”—2 KORINTUS 4:7.
1. Bagaimana teladan Yesus seharusnya menganjurkan kita?
SEWAKTU dibentuk oleh Yehuwa di bumi, Yesus mengalami sendiri kelemahan-kelemahan manusia. Tentulah kita merasa sangat dianjurkan oleh teladannya dalam memelihara integritas! Seorang rasul memberi tahu kita, ”Sebenarnya, kepada haluan ini kamu dipanggil, karena bahkan Kristus menderita bagimu, meninggalkanmu suatu model bagimu agar kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan saksama.” (1 Petrus 2:21) Dengan bersikap rela sewaktu menjalani pembentukan semacam itu, Yesus berkemenangan atas dunia. Ia juga memberikan anjuran kepada para rasulnya agar juga menjadi pemenang. (Kisah 4:13, 31; 9:27, 28; 14:3; 19:8) Dan, betapa besar anjuran yang Yesus berikan dalam penutup khotbah terakhirnya bagi mereka! Ia menyatakan, ”Aku telah mengatakan hal-hal ini kepadamu agar dengan perantaraanku kamu memiliki kedamaian. Dalam dunia kamu mengalami kesengsaraan, tetapi tabahlah! Aku telah menaklukkan dunia.”—Yohanes 16:33.
2. Sebagai kontras dengan kebutaan dunia ini, penerangan apa yang sekarang kita miliki?
2 Demikian pula, setelah mengontraskan antara kebutaan yang didatangkan oleh ”allah sistem perkara ini” dan ”penerangan dari kabar baik yang mulia”, rasul Paulus mengatakan tentang pelayanan kita yang berharga, ”Kami memiliki harta ini dalam bejana-bejana tanah, agar kuasa yang melampaui apa yang normal dapat berasal dari Allah dan bukan dari kami sendiri. Kami ditekan dengan segala cara, tetapi tidak terimpit sehingga tidak dapat bergerak; kami bingung, tetapi tidak sama sekali tanpa jalan keluar; kami dianiaya, tetapi tidak ditinggalkan begitu saja; kami diempaskan, tetapi tidak binasa.” (2 Korintus 4:4, 7-9) Meskipun kita adalah ”bejana-bejana tanah” yang lemah, Allah membentuk kita sedemikian rupa dengan roh-Nya, supaya kita dapat sepenuhnya berkemenangan atas dunia Setan.—Roma 8:35-39; 1 Korintus 15:57.
Membentuk Israel di Zaman Dahulu
3. Bagaimana Yesaya menggambarkan pembentukan bangsa Yahudi?
3 Selain membentuk pribadi-pribadi, Yehuwa juga membentuk bangsa-bangsa secara keseluruhan. Misalnya, ketika bangsa Israel di zaman dahulu rela dibentuk oleh Yehuwa, bangsa itu sejahtera. Tetapi akhirnya, bangsa itu mengeraskan diri dengan mengambil haluan ketidaktaatan. Sebagai akibatnya, sang Pembentuk Israel mendatangkan ’celaka’ ke atas bangsa itu. (Yesaya 45:9) Pada abad kedelapan SM, Yesaya mengungkapkan kepada Yehuwa betapa bejatnya dosa bangsa Israel, katanya, ”Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. . . . Milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan.” (Yesaya 64:8-11) Bangsa Israel telah dibentuk menjadi sebuah bejana yang hanya layak untuk dibinasakan.
4. Ilustrasi apa yang diperagakan oleh Yeremia?
4 Satu abad kemudian, seraya hari perhitungan kian mendekat, Yehuwa memberi tahu Yeremia untuk mengambil sebuah buli-buli tembikar dan pergi menyertai beberapa tua-tua Yerusalem ke Lembah Hinom. Allah menginstruksikan dia, ”Pecahkanlah buli-buli itu di depan mata orang-orang yang turut bersama-sama engkau. Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Demikianlah akan Kupecahkan bangsa ini dan kota ini, seperti orang memecahkan tembikar tukang periuk, sehingga tidak dapat diperbaiki lagi.”—Yeremia 19:10, 11.
5. Seberapa hebatkah penghakiman Yehuwa atas bangsa Israel?
5 Pada tahun 607 SM, Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem serta baitnya dan menawan orang-orang Yahudi yang masih hidup ke Babilon. Tetapi, setelah 70 tahun di pembuangan, orang-orang Yahudi yang bertobat dapat kembali dan membangun kembali Yerusalem serta baitnya. (Yeremia 25:11) Akan tetapi, menjelang abad pertama M, bangsa itu kembali meninggalkan sang Tukang Tembikar Agung, dan akhirnya, bangsa itu melakukan perbuatan yang teramat hina yakni membunuh Putra Allah sendiri. Pada tahun 70 M, Allah menggunakan Kuasa Dunia Roma sebagai eksekutor-Nya untuk membinasakan sistem Yahudi, menghancurkan Yerusalem dan baitnya. Bangsa Israel tidak akan pernah lagi dibentuk oleh tangan Yehuwa sebagai bejana yang ’kudus dan indah’.a
Membentuk Suatu Bangsa Rohani
6, 7. (a) Bagaimana Paulus menggambarkan pembentukan Israel rohani? (b) Berapa jumlah lengkap dari ”bejana-bejana belas kasihan”, dan siapa saja yang merupakan bagian darinya?
6 Orang-orang Yahudi yang telah menerima Yesus dibentuk sebagai anggota-anggota dasar suatu bangsa baru, ”Israel milik Allah” rohani. (Galatia 6:16) Maka, sungguh tepat kata-kata Paulus ini, ”Apa? Bukankah tukang tembikar mempunyai wewenang atas tanah liat untuk membuat dari gumpalan yang sama satu bejana untuk penggunaan yang terhormat, yang lain untuk penggunaan yang tidak terhormat? . . . Allah, walaupun mempunyai keinginan untuk mempertunjukkan murkanya dan memberitahukan kuasanya, dengan banyak panjang sabar mentoleransi bejana-bejana kemurkaan yang dibuat cocok untuk kebinasaan, supaya ia dapat memberitahukan kekayaan kemuliaannya atas bejana-bejana belas kasihan, yang ia persiapkan sebelumnya untuk kemuliaan.”—Roma 9:21-23.
7 Belakangan, Yesus yang telah dibangkitkan memberitahukan bahwa ”bejana-bejana belas kasihan” ini akan berjumlah 144.000. (Penyingkapan 7:4; 14:1) Karena orang-orang Israel jasmani tidak memenuhi jumlah itu, Yehuwa mengulurkan belas kasihan-Nya kepada orang-orang dari bangsa-bangsa. (Roma 11:25, 26) Sidang Kristen yang masih baru itu berkembang pesat. Dalam kurun waktu 30 tahun, kabar baik telah ’diberitakan di antara semua ciptaan yang ada di bawah langit’. (Kolose 1:23) Ini menuntut agar sejumlah sidang lokal yang tersebar dikoordinasi dalam pengawasan yang sepatutnya.
8. Terdiri dari siapa sajakah badan pimpinan yang mula-mula, dan bagaimana badan pimpinan ini berkembang?
8 Yesus telah mempersiapkan 12 rasul untuk menjadi badan pimpinan yang mula-mula, melatih mereka dan yang lain-lain juga untuk melaksanakan pelayanan. (Lukas 8:1; 9:1, 2; 10:1, 2) Pada Pentakosta 33 M, sidang Kristen didirikan, dan setelah beberapa waktu, badan pimpinannya berkembang hingga meliputi ”rasul-rasul dan para tua-tua di Yerusalem”. Selang beberapa waktu, saudara tiri Yesus, Yakobus, meskipun bukan seorang rasul, tampaknya bertindak selaku ketua. (Kisah 12:17; 15:2, 6, 13; 21:18) Menurut sejarawan Eusebius, rasul-rasul menjadi sasaran khusus penganiayaan dan mereka tersebar di wilayah-wilayah lain. Oleh karena itu, komposisi badan pimpinan disesuaikan.
9. Perkembangan menyedihkan apa yang dinubuatkan Yesus akan terjadi?
9 Menjelang akhir abad pertama, ’sang musuh, si Iblis’, mulai ’menabur lalang’ di antara ’gandum-gandum’ ahli waris ”kerajaan surga”. Yesus telah menubuatkan bahwa perkembangan yang menyedihkan ini akan diizinkan hingga waktu panen di ”penutup sistem perkara”. Kemudian, sekali lagi, ”orang-orang yang adil-benar akan bersinar secemerlang matahari dalam kerajaan Bapak mereka”. (Matius 13:24, 25, 37-43) Kapan peristiwa itu terjadi?
Membentuk Israel Milik Allah Dewasa Ini
10, 11. (a) Bagaimana proses pembentukan Israel milik Allah zaman modern? (b) Perbedaan ajaran apa terdapat antara Susunan Kristen dan Siswa-Siswa Alkitab yang tulus?
10 Pada tahun 1870, Charles Taze Russell membentuk sebuah kelompok belajar Alkitab di Pittsburgh, Pennsylvania, AS. Pada tahun 1879, ia mulai menerbitkan majalah bulanan yang sekarang ini dikenal sebagai Menara Pengawal. Siswa-Siswa Alkitab ini, sebutan bagi mereka pada waktu itu, segera memahami bahwa Susunan Kristen telah menerima ajaran-ajaran kafir yang tidak berdasarkan Alkitab, seperti jiwa yang tidak berkematian, api neraka, api penyucian, allah Tritunggal, dan pembaptisan bayi.
11 Namun, yang terpenting, para pencinta kebenaran Alkitab ini memulihkan pengajaran Alkitab yang mendasar, seperti penebusan melalui korban tebusan Yesus dan kebangkitan kepada kehidupan abadi di bumi firdaus yang penuh damai di bawah Kerajaan Allah. Yang terutama ditandaskan ialah bahwa, tidak lama lagi, akan ada pembenaran Allah Yehuwa sebagai Tuan Yang Berdaulat di alam semesta. Siswa-Siswa Alkitab percaya bahwa Doa Bapa Kami akan segera dijawab, ”Bapak kami di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi”. (Matius 6:9, 10) Mereka dibentuk oleh roh kudus Allah menjadi suatu masyarakat Kristen yang cinta-damai seluas dunia.
12. Bagaimana Siswa-Siswa Alkitab dapat memahami saat terjadinya sebuah peristiwa penting?
12 Dengan mempelajari secara menyeluruh Daniel pasal 4 dan nubuat-nubuat lainnya, Siswa-Siswa Alkitab menjadi yakin bahwa kehadiran Yesus sebagai Raja Mesianis pastilah sudah dekat. Mereka memahami bahwa tahun 1914 adalah saat berakhirnya ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa”. (Lukas 21:24; Yehezkiel 21:26, 27) Siswa-Siswa Alkitab dengan pesat meluaskan kegiatan mereka, membentuk kelas-kelas Alkitab (yang belakangan disebut sidang) di seluruh Amerika Serikat. Pada awal abad ini, pekerjaan pendidikan Alkitab mereka meluas ke Eropa, Australia, dan Asia. Pengorganisasian yang baik sangat dibutuhkan.
13. Status hukum apa yang diperoleh Siswa-Siswa Alkitab, dan dinas yang menakjubkan apa dilaksanakan oleh presiden pertama Lembaga?
13 Agar Siswa-Siswa Alkitab mendapatkan status hukum, Zion’s Watch Tower Tract Society dijadikan badan hukum pada tahun 1884 di Amerika Serikat, yang berkantor pusat di Pittsburgh, Pennsylvania. Direktur-direkturnya bertindak selaku Badan Pimpinan pusat, mengawasi pemberitaan Kerajaan Allah secara global. Presiden pertama Lembaga, Charles T. Russell, menulis enam jilid Studies in the Scriptures dan mengadakan perjalanan pengabaran yang ekstensif. Bagi pekerjaan Kerajaan seluas dunia, ia juga menyumbangkan hartanya yang telah dikumpulkannya sebelum ia memulai pengajaran Alkitabnya. Pada tahun 1916, sewaktu Perang Besar berkecamuk di Eropa, Saudara Russell yang telah lemah fisik meninggal dalam sebuah perjalanan pengabaran. Ia telah memberikan segala yang dimilikinya demi perluasan kesaksian tentang Kerajaan Allah.
14. Bagaimana J. F. Rutherford ”berjuang dalam perjuangan yang baik”? (2 Timotius 4:7)
14 Joseph F. Rutherford, yang selama beberapa waktu menjadi seorang hakim di Missouri, menjadi presiden berikutnya. Karena ia tidak kenal gentar dalam membela kebenaran Alkitab, para pemimpin agama Susunan Kristen bergabung bersama para politisi dalam ”merancangkan bencana berdasarkan ketetapan”. Pada tanggal 21 Juni 1918, Saudara Rutherford dan tujuh Siswa Alkitab terkemuka lainnya dipenjarakan, dengan masa hukuman yang berkisar antara 10 hingga 20 tahun. Siswa-Siswa Alkitab tidak tinggal diam. (Mazmur 94:20; Filipi 1:7) Setelah naik banding, mereka dilepaskan pada tanggal 26 Maret 1919, dan belakangan dinyatakan bebas murni setelah secara keliru mereka dituduh menghasut.b Pengalaman ini turut membentuk mereka sebagai pembela kebenaran yang gagah berani. Dengan bantuan Yehuwa, mereka menerjang segala rintangan dalam memenangkan perjuangan rohani yakni memberitakan kabar baik, meskipun menghadapi tentangan dari Babilon Besar. Perjuangan itu masih terus berlanjut hingga tahun 1999 ini.—Bandingkan Matius, pasal 23; Yohanes 8:38-47.
15. Mengapa tahun 1931 merupakan tahun bersejarah yang penting?
15 Selama tahun 1920-an dan 1930-an, Israel yang terurap milik Allah terus dibentuk di bawah pengarahan sang Tukang Tembikar Agung. Terang nubuat Alkitab dipancarkan, memberikan kemuliaan kepada Yehuwa dan menyoroti Kerajaan Mesianis Yesus. Pada tahun 1931, Siswa-Siswa Alkitab bersukacita sewaktu menerima nama baru, Saksi-Saksi Yehuwa.—Yesaya 43:10-12; Matius 6:9, 10; 24:14.
16 dan kotak di halaman 19. Kapan jumlah lengkap dari ke-144.000 telah genap, dan apa buktinya?
16 Pada tahun 1930-an, jumlah ”mereka yang dipanggil dan dipilih dan setia”, ke-144.000, tampaknya telah genap. (Penyingkapan 17:14; lihat kotak di halaman 19.) Kita tidak tahu berapa banyak orang terurap yang telah terkumpul di abad pertama dan dari antara ”gandum” selama abad-abad kegelapan masa kemurtadan besar Susunan Kristen. Tetapi, pada tahun 1935, terdapat jumlah total 52.465 penyiar, dari antara puncak 56.153 penyiar di seluas dunia, yang menyatakan harapan surgawi mereka dengan ambil bagian dalam lambang-lambang Peringatan. Bagaimana dengan banyak orang yang kelak akan dikumpulkan?
”Lihat! Suatu Kumpulan Besar”
17. Perkembangan bersejarah apa terjadi pada tahun 1935?
17 Di sebuah kebaktian yang diadakan dari tanggal 30 Mei hingga 3 Juni 1935, di Washington, DC, AS, Saudara Rutherford menyampaikan sebuah khotbah yang bersejarah, berjudul ”Perhimpunan Besar”.c Kelompok ini, ”yang tidak seorang pun dapat menghitung jumlahnya”, muncul seraya pemeteraian bagi ke-144.000 anggota Israel rohani akan segera berakhir. Kelompok ini pun harus mengamalkan iman akan kuasa penebusan ”darah Anak Domba”, Yesus, dan mempersembahkan dinas suci dalam penyelenggaraan ibadat di bait Yehuwa. Secara kelompok, ”mereka akan keluar dari kesengsaraan besar” tanpa melewati kematian, untuk mewarisi Firdaus di bumi, dan di sana, ”kematian tidak akan ada lagi”. Selama beberapa tahun sebelum kebaktian itu, kelompok ini telah disebut sebagai golongan Yonadab.—Penyingkapan 7:9-17; 21:4; Yeremia 35:10.
18. Dalam hal apa saja tahun 1938 dapat dikatakan penting?
18 Tahun 1938 sangat penting dalam mengidentifikasi dengan jelas kedua golongan ini. Terbitan The Watchtower 15 Maret dan 1 April 1938 menyajikan artikel pelajaran yang terdiri dari dua bagian, berjudul ”Kawanan-Nya” dan memperjelas posisi yang saling berhubungan antara kaum sisa terurap dan rekan mereka, kumpulan besar. Kemudian, terbitan 1 Juni dan 15 Juni memuat artikel pelajaran berjudul ”Organisasi”, berdasarkan Yesaya 60:17. Semua sidang diimbau untuk meminta agar Badan Pimpinan melantik hamba-hamba setempat, dengan demikian menerapkan penyelenggaraan teokratis yang lebih maju, yang dilantik oleh Allah. Sidang-sidang melakukannya tepat seperti itu.
19 dan catatan kaki. Fakta-fakta apa meneguhkan bahwa panggilan besar-besaran ”domba-domba lain” sekarang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun?
19 Laporan Year Book of Jehovah’s Witnesses untuk tahun 1939 menyatakan, ”Para pengikut terurap Kristus Yesus yang masih ada di bumi kini berjumlah sedikit, dan tidak akan bertambah banyak. Kelompok ini di disebutkan dalam Alkitab sebagai ’yang tersisa’ dari keturunan Sion, organisasi Allah. (Pny. 12:17) Tuan sekarang mengumpulkan sendiri ’domba-domba lain’, yang akan membentuk ’perhimpunan besar’. (Yoh. 10:16) Mereka sekarang dikumpulkan sebagai rekan-rekan kaum sisa, bekerja sama dengan kaum sisa. Sejak saat ini dan seterusnya, orang-orang yang membentuk ’domba-domba lain’ akan bertambah jumlahnya hingga ’perhimpunan besar’ terkumpul.” Kaum sisa terurap telah dibentuk untuk menangani pengumpulan kumpulan besar. Kumpulan besar pun sekarang harus dibentuk.d
20. Perubahan-perubahan apa berkembang dalam organisasi sejak tahun 1942?
20 Pada bulan Januari 1942, ketika Perang Dunia II sedang pada puncaknya, Joseph Rutherford meninggal dan digantikan oleh Nathan Knorr sebagai presiden. Presiden ketiga Lembaga sangat dikenal karena membentuk sekolah-sekolah teokratis di sidang-sidang dan Sekolah Gilead untuk melatih para utusan injil. Pada pertemuan tahunan Lembaga pada tahun 1944, ia mengumumkan bahwa anggaran dasar Lembaga direvisi sehingga keanggotaannya akan didasarkan, bukan pada besarnya sumbangan materi, melainkan pada kerohanian. Selama 30 tahun berikutnya, jumlah pekerja di ladang meningkat dari 156.299 hingga 2.179.256 di seluas dunia. Selama tahun 1971-75, butuh perubahan-perubahan organisasi lebih lanjut. Pekerjaan Kerajaan di seluas bumi tidak mungkin lagi terawasi secara saksama oleh satu orang saja, yang bertindak selaku presiden. Badan Pimpinan, yang diketuai secara bergantian, diperbesar menjadi 18 orang anggota terurap, yang hampir setengahnya sekarang telah menyelesaikan haluan hidupnya di bumi.
21. Apa yang telah membuat para anggota kawanan kecil layak memperoleh Kerajaan?
21 Para anggota yang tersisa dari kawanan kecil telah dibentuk melalui pencobaan selama puluhan tahun. Mereka benar-benar dikuatkan, telah menerima ’kesaksian roh itu’ secara pasti. Yesus mengatakan kepada mereka, ”Kamulah orang-orang yang berpaut bersamaku dalam cobaan-cobaanku; dan aku membuat perjanjian denganmu, sebagaimana Bapakku telah membuat perjanjian denganku, untuk suatu kerajaan, agar kamu dapat makan dan minum di mejaku dalam kerajaanku, dan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.”—Roma 8:16, 17; Lukas 12:32; 22:28-30.
22, 23. Bagaimana kawanan kecil dan domba-domba lain dibentuk?
22 Seraya jumlah kaum sisa yang diurapi roh berkurang di bumi, saudara-saudara yang matang dari kumpulan besar telah memberikan pengawasan rohani di hampir semua sidang di seluas dunia. Dan, seraya Saksi-Saksi terurap yang terakhir menyelesaikan haluan hidupnya di bumi, sa·rimʹ pangeran dari domba-domba lain akan dilatih untuk menjalankan tugas-tugas administrasi sebagai golongan pemimpin di bumi.—Yehezkiel 44:3, NW; Yesaya 32:1.
23 Kawanan kecil maupun domba-domba lain terus dibentuk menjadi bejana untuk penggunaan yang terhormat. (Yohanes 10:14-16) Apakah harapan kita adalah ”langit yang baru” atau ”bumi yang baru”, semoga kita menyambut dengan sepenuh hati undangan Yehuwa, ”Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.” (Yesaya 65:17, 18) Semoga kita, manusia-manusia yang lemah, selalu melayani dengan rendah hati, dibentuk oleh ”kuasa yang melampaui apa yang normal”—kuasa roh kudus Allah!—2 Korintus 4:7; Yohanes 16:13.
-