-
Pemberian Belas KasihanPemahaman Alkitab, Jilid 2
-
-
Persediaan bagi Kaum Miskin di Israel. Hukum mengizinkan seseorang memasuki kebun anggur dan ladang biji-bijian orang lain dan di sana makan sampai kenyang; tetapi tidak ada yang boleh dibawa pergi. (Ul 23:24, 25) Sewaktu memanen tanaman budi daya mereka, orang Israel tidak boleh menuai tepi ladang mereka sampai habis ataupun memungut apa yang tertinggal di ladang, di pohon zaitun, dan di kebun anggur mereka, agar dapat dipungut oleh penduduk asing, anak lelaki yatim, dan janda.—Im 19:9, 10; Ul 24:19-21.
Setiap tahun ketiga, orang Israel harus membawa seluruh sepersepuluhan dari hasil bumi mereka pada tahun itu dan menaruhnya di dalam gerbang mereka untuk orang Lewi, penduduk asing, anak lelaki yatim, dan janda.—Ul 14:28, 29; lihat SEPERSEPULUHAN.
Setiap tahun ke-7 dan setiap tahun ke-50 atau tahun Yobel, tanah harus dibiarkan tidak ditanami agar ada sabat, yakni istirahat penuh bagi tanah, dan tidak ada pengumpulan hasil ladang yang rutin. Kemudian, apa pun yang tumbuh dengan sendirinya harus menjadi makanan bagi kaum miskin, walaupun para pemilik tanah dan budak-budak serta para buruh upahan mereka juga berhak memakannya. Akan tetapi, tampaknya selama tahun Sabat, orang Israel pada umumnya mengambil makanan dari persediaan yang telah mereka simpan.—Kel 23:10, 11; Im 25:1-7, 11, 12, 20-22.
Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan kewajiban Israel terhadap orang miskin sebagaimana dinyatakan dalam Hukum diulangi lagi di bagian-bagian lain Kitab-Kitab Ibrani. (Ayb 31:16-22; Mz 37:21; 112:9; Ams 19:17; Pkh 11:1, 2) Orang-orang yang bertimbang rasa terhadap orang kecil dinyatakan berbahagia dan dijamin mendapat berkat. (Mz 41:1, 2; Ams 22:9) Pada zaman Yesaya, orang-orang Israel yang tidak setia diimbau untuk membagi-bagikan roti mereka kepada orang yang lapar, membawa orang-orang tunawisma ke rumah mereka, dan memberikan pakaian kepada yang telanjang—perbuatan yang akan menghasilkan perkenan ilahi. (Yes 58:6, 7) Mengenai orang yang adil-benar, Yehuwa berfirman melalui Yehezkiel, ”Ia memberikan rotinya kepada orang yang lapar dan ia memberikan pakaian kepada orang yang telanjang.”—Yeh 18:7-9.
Sebenarnya, tidak akan ada yang miskin di antara orang-orang Israel, sebab Yehuwa berjanji untuk memberkati umat-Nya. Tetapi tidak adanya kemiskinan bergantung pada ketaatan kepada Hukum. Maka, karena ketidaksempurnaan dan ketidaktaatan manusia kepada hukum Allah, orang miskin akan selalu ada di tengah-tengah mereka. (Ul 15:4, 5, 11) Meskipun demikian, tampaknya jarang sekali ada pengemis di Israel kuno, sebab salah satu malapetaka yang dikatakan akan menimpa orang fasik ialah bahwa putra-putranya akan terpaksa mengemis.—Mz 109:10; bdk. Mz 37:25; lihat MISKIN.
-
-
Pemberian Belas KasihanPemahaman Alkitab, Jilid 2
-
-
Bantuan yang diorganisasi. Karena ada sekitar 3.000 orang Yahudi dan proselit yang ditambahkan ke dalam sidang jemaat Kristen pada hari Pentakosta dan jumlahnya terus bertambah tidak lama setelah itu, suatu situasi yang tidak lazim timbul di kalangan orang Kristen, sehingga perlu ada pengumpulan dana untuk sementara waktu. Penyelenggaraan ini adalah untuk membantu orang-orang yang telah datang ke perayaan itu dari negeri-negeri yang jauh untuk tinggal lebih lama daripada rencana mereka semula agar dapat belajar lebih banyak tentang kepercayaan mereka yang baru. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki harta menjualnya dan menyerahkan hasil penjualannya kepada para rasul untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. ”Semua yang menjadi orang percaya bersatu dan segala sesuatu menjadi milik mereka bersama.” Tetapi seluruh penyelenggaraan itu bersifat sukarela, sebagaimana nyata dari pertanyaan Petrus kepada Ananias, ”Selama tanah itu ada padamu bukankah itu tetap milikmu, dan setelah dijual bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?”—Kis 2:41-47; 4:4, 34, 35; 5:4.
Tampaknya, pemberian bantuan demikian akhirnya semakin berkurang, tetapi makanan masih dibagikan kepada janda-janda yang berkekurangan di sidang. Sehubungan dengan hal ini, orang Yahudi berbahasa Yunani mulai menggerutu terhadap orang Yahudi berbahasa Ibrani, ”karena janda-janda mereka diabaikan dalam pembagian makanan sehari-hari”. Untuk membereskan situasi itu, para rasul menyarankan agar sidang memilih tujuh pria yang memenuhi syarat dan ”penuh dengan roh dan hikmat”, untuk membagi-bagikan makanan. Pria-pria yang terpilih dihadapkan kepada para rasul yang, setelah berdoa, melantik mereka. Pekerjaan mereka tidak diragukan berkaitan dengan menangani dana, mengadakan pembelian, dan membuat catatan mengenai pembagian makanan itu. (Kis 6:1-6) Sewaktu Paulus menulis suratnya yang pertama kepada Timotius, masih ada suatu penyelenggaraan yang diadakan untuk mengurus para janda, sebagaimana nyata dari instruksinya kepada Timotius mengenai janda-janda yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan demikian.—1Tim 5:3-16.
Selain mengurus janda-janda, sidang jemaat abad pertama mengorganisasi bantuan kemanusiaan bagi orang-orang percaya lain yang berkekurangan. Sekali lagi, pemberian yang terorganisasi itu, meskipun diadakan di bawah pengarahan pria-pria yang terlantik di sidang, sepenuhnya bersifat sukarela.—Kis 11:28-30; Rm 15:25-27; 1Kor 16:1-3; 2Kor 9:5, 7; lihat BANTUAN.
Nilai relatif pemberian materi. Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen terdapat anjuran agar suka menerima tamu dan berbagi dengan orang lain, tetapi diperlihatkan juga bahwa memenuhi kebutuhan anggota keluarga sendiri dan membantu saudara-saudara yang berkekurangan merupakan tuntutan Kristen. (Rm 12:13; 1Tim 5:4, 8; Yak 2:15, 16; 1Yoh 3:17, 18) Kepedulian yang tulus kepada orang miskin merupakan ciri agama yang benar. (Yak 1:27; 2:1-4)
-