-
Betapa Berartikah Doa Saudara?Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
-
-
Namun bagaimana dengan doa-doa kita setiap hari? Apakah hal itu membuktikan adanya hubungan yang hangat dan erat yang kita nikmati dengan Bapa surgawi kita, Allah Yehuwa? Dengan tepat dikatakan, ”Doa harus berarti bagi kita agar mempunyai arti bagi Allah.” Apakah kita mencurahkan pikiran dalam berdoa sebagaimana layaknya dan memastikan bahwa itu benar-benar keluar dari hati kita?
8. Doa-doa kita mungkin mempunyai kekurangan apa yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan manusia?
8 Sangat mudah untuk membiarkan doa-doa kita merosot mutunya dalam hal-hal ini. Karena kecenderungan yang tidak sempurna yang kita warisi, hati kita dengan mudah dapat memperdayakan kita, sehingga doa-doa kita kehilangan sifat-sifat yang selayaknya dimiliki. (Yeremia 17:9) Jika dalam kebanyakan hal kita tidak berhenti dan berpikir sebelum kita berdoa, kita akan mendapati bahwa ada kecenderungan doa kita menjadi seperti mesin, selalu tetap bentuknya, rutin. Atau mungkin diulang-ulangi, yang mengingatkan kita kepada apa yang Yesus katakan mengenai ’doa orang yang tidak mengenal Allah’ yang tidak benar caranya. (Matius 6:7, 8) Atau doa-doa kita mungkin hanya mengenai hal-hal umum dan bukan masalah atau orang yang spesifik.
-
-
Betapa Berartikah Doa Saudara?Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
-
-
13. Bagaimana kita dapat mengucapkan doa yang penuh arti sehubungan dengan berbagai corak dinas kita kepada Yehuwa?
13 Ya, doa kita harus mengenai hal-hal spesifik, dan ini menuntut agar kita memikirkan baik-baik isi doa kita. (Bandingkan Amsal 15:28.) Dalam dinas pengabaran, kita dapat meminta kepada Allah, bukan hanya berkat-berkatNya untuk usaha kita tetapi juga hikmat, kebijaksanaan, kelapangan hati, kebebasan berbicara, atau bantuan untuk kelemahan apapun yang mungkin cenderung menghalangi keefektifan kita dalam memberi kesaksian. Selain itu, tidakkah kita dapat meminta agar Allah menuntun kita kepada orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran? Tepat sebelum memberikan khotbah umum atau mendapat bagian dalam Perhimpunan Dinas atau Sekolah Pelayanan Teokratis, kita dapat memohon kepada Yehuwa agar roh kudusNya melimpah dalam diri kita. Mengapa? Agar kita dapat mempunyai keyakinan dan ketenangan, dapat berbicara dengan sungguh-sungguh dan meyakinkan, sehingga mendatangkan kehormatan bagi nama Allah dan membina saudara-saudara kita. Semua doa sedemikian juga dapat membuat kita memiliki pandangan yang benar bila berbicara.
-