-
Kabar Baik Ini Harus Diberitakan DahuluMenara Pengawal—1994 | 15 Agustus
-
-
Kabar Baik Ini Harus Diberitakan Dahulu
”Injil [”kabar baik”, ”NW”] harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.”—MARKUS 13:10.
1, 2. Apa ciri pengenal dari Saksi-Saksi, dan mengapa?
MENGAPA Saksi-Saksi Yehuwa tak jemu-jemunya mengabar? Pastilah kita dikenal di seluruh dunia karena pelayanan kita kepada umum, apakah itu dari rumah ke rumah, di jalan-jalan, atau dalam percakapan tidak resmi. Pada setiap kesempatan yang cocok, kita memperkenalkan diri sebagai Saksi-Saksi dan dengan bijaksana berupaya menyampaikan kabar baik yang sangat kita hargai. Sebenarnya, kita dapat mengatakan bahwa pelayanan ini merupakan ciri pengenal kita!—Kolose 4:6.
2 Coba pikirkan hal ini—apabila orang-orang melihat di daerah tempat tinggal mereka sekelompok pria, wanita, dan anak-anak yang berpakaian rapi dan membawa tas, biasanya apa yang pertama terlintas di benak mereka? Apakah, ’Ini dia orang-orang Katolik (atau Ortodoks Timur) datang lagi!’ atau, ’Ini dia orang-orang Pantekosta (atau Baptis) datang lagi!’ Tidak. Orang-orang tahu bahwa agama-agama demikian tidak memiliki keluarga-keluarga yang bersama-sama melaksanakan pelayanan dari rumah ke rumah. Barangkali beberapa kelompok agama mengutus beberapa ”misionaris” dengan masa dinas dua tahun ke daerah tertentu, namun kaum awam mereka tidak berpartisipasi dalam pelayanan seperti itu. Hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang dikenal di seluruh dunia karena kegairahan mereka dalam menyampaikan berita mereka kepada orang-orang pada setiap kesempatan yang cocok. Dan mereka dikenal karena majalah-majalah mereka, Menara Pengawal dan Sedarlah!—Yesaya 43:10-12; Kisah 1:8.
Kontras dengan para Pendeta Susunan Kristen
3, 4. Bagaimana para pendeta Susunan Kristen sering kali digambarkan dalam media?
3 Dengan kontras yang mencolok, laporan-laporan berita sering menyingkapkan bahwa banyak pendeta di beberapa negeri adalah pelaku penyimpangan seksual terhadap anak-anak, penipu yang amoral, dan orang-orang yang munafik. Pekerjaan-pekerjaan daging mereka dan gaya hidup mereka yang sangat mewah jelas terlihat oleh semua orang. Seorang penulis lagu populer menyatakannya dengan benar dalam lagunya yang berjudul ”Apakah Yesus Akan Memakai Rolex [sebuah arloji emas yang sangat mahal] Pada Pertunjukan Televisi-Nya?” Ia mengajukan pertanyaan, ”Apakah Yesus akan terjun dalam politik andai kata Ia datang kembali ke Bumi? Mempunyai rumah kedua di Palm Springs [kawasan elite di Kalifornia] dan berupaya menyembunyikan jumlah yang sebenarnya dari kekayaan-Nya?” Betapa cocoknya kata-kata Yakobus, ”Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.”—Yakobus 5:5; Galatia 5:19-21.
4 Persahabatan para pendeta dengan para politikus dan bahkan peran serta mereka dalam pemilu sebagai kandidat politik menyingkapkan mereka sebagai orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat zaman modern. Sementara itu, di negeri-negeri seperti Amerika Serikat dan Kanada, dompet kelompok-kelompok agama telah dikuras untuk menutup biaya yang tinggi dari proses persidangan dan pengadilan terhadap para pendeta, disebabkan karena perbuatan mereka yang asusila dengan anak-anak dan orang dewasa.—Matius 23:1-3.
5. Mengapa para pendeta Susunan Kristen tidak terbukti sebagai ”hamba yang setia dan bijaksana”?
5 Dengan tepat, Yesus dapat mengatakan kepada kaum pendeta pada zamannya, ”Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” Oleh sebab itu, Allah tidak memberikan kepada para pendeta Susunan Kristen, tidak soal umat Katolik, Protestan, Ortodoks, atau sekte-sekte mana pun, perintah untuk memberitakan kabar baik. Mereka tidak terbukti menjadi ”hamba yang setia dan bijaksana” yang telah dinubuatkan.—Matius 23:27, 28; 24:45-47.
Mengapa Memberitakan Kabar Baik Dahulu?
6. Peristiwa-peristiwa apa akan segera terjadi?
6 Dalam versinya yang singkat dari perintah Yesus untuk memberitakan kabar baik kepada segala bangsa, hanya Markus yang menggunakan kata ”dahulu”. (Markus 13:10; bandingkan Matius 24:14.) Terjemahan dari J. B. Phillips berbunyi, ”Karena sebelum akhir itu tiba, injil harus diberitakan kepada segala bangsa.” Digunakannya kata keterangan ”dahulu” mengartikan bahwa peristiwa-peristiwa lain akan menyusul setelah pekerjaan penginjilan di seluas dunia. Peristiwa-peristiwa itu akan termasuk kesengsaraan besar yang dijanjikan dan pemerintahan Kristus yang adil-benar atas dunia baru.—Matius 24:21-31; Wahyu 16:14-16; 21:1-4.
7. Mengapa Allah ingin agar kabar baik diberitakan dahulu?
7 Jadi, mengapa Allah ingin kabar baik diberitakan dahulu? Salah satu alasan karena Ia adalah Allah kasih, keadilan, hikmat, dan kuasa. Dalam penggenapan dari kata-kata Yesus yang dicatat di Matius 24:14 dan Markus 13:10, kita dapat melihat manifestasi yang mengesankan dari sifat-sifat Yehuwa ini. Marilah kita dengan singkat membahasnya satu per satu dan melihat bagaimana sifat-sifat tersebut berhubungan dengan pemberitaan kabar baik.
Kabar Baik dan Kasih Yehuwa
8. Bagaimana pemberitaan kabar baik merupakan manifestasi dari kasih Allah? (1 Yohanes 4:7-16)
8 Bagaimana memberitakan kabar baik mencerminkan kasih Allah? Pertama-tama, karena ini bukan berita yang diperuntukkan khusus bagi satu ras atau kelompok. Ini merupakan kabar baik bagi ”segala bangsa”. Sebegitu besar kasih Allah kepada keluarga manusia, sehingga Ia mengutus Putra tunggal-Nya ke bumi untuk menjadi korban tebusan bagi dosa segenap umat manusia, tidak hanya satu ras saja. Rasul Yohanes menulis, ”Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:16, 17) Tentu saja kabar baik tersebut, sebuah berita yang menjanjikan suatu dunia baru yang damai, harmonis, dan adil, merupakan bukti dari kasih Allah.—2 Petrus 3:13.
Kabar Baik dan Kuasa Yehuwa
9. Mengapa Yehuwa tidak menggunakan agama-agama Susunan Kristen yang berkuasa untuk memberitakan kabar baik?
9 Bagaimana kuasa Yehuwa dimanifestasikan oleh pemberitaan kabar baik? Pertimbangkan hal berikut, siapa yang Ia gunakan untuk melaksanakan tugas ini? Apakah organisasi-organisasi agama yang paling berkuasa dari Susunan Kristen, seperti Gereja Katolik Roma atau sekte-sekte Protestan yang terkemuka? Tidak, keterlibatan mereka dalam politik membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk penugasan ini. (Yohanes 15:19; 17:14; Yakobus 4:4) Kekayaan mereka yang relatif dan koneksi serta pengaruh mereka dengan para penguasa elite tidak mengesankan Allah Yehuwa, tidak juga teologi mereka yang dibelenggu oleh tradisi. Kuasa manusia tidak dibutuhkan untuk melaksanakan kehendak Allah.—Zakharia 4:6.
10. Siapa yang Allah telah pilih untuk melakukan pemberitaan?
10 Halnya adalah seperti yang rasul Paulus katakan dalam suratnya kepada sidang Korintus, ”Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”—1 Korintus 1:26-29.
11. Fakta-fakta apa tentang Saksi-Saksi telah membuat mereka unik?
11 Saksi-Saksi Yehuwa memiliki sedikit sekali anggota yang kaya raya dalam organisasi mereka dan tentu saja tidak ada orang-orang yang berpengaruh secara politik. Kenetralan mereka yang ketat dalam masalah-masalah politik mengartikan bahwa mereka tidak dapat menggunakan pengaruh politik. Sebaliknya, mereka sering menjadi korban penganiayaan keji atas hasutan para pemimpin agama dan politik selama abad ke-20 ini. Namun, meskipun adanya tentangan sengit yang dikobarkan terhadap mereka oleh para penganut Naziisme, Fasisme, Komunisme, nasionalisme, dan agama-agama palsu, Saksi-Saksi tidak hanya memberitakan kabar baik di seluas dunia, namun jumlah mereka juga bertambah secara luar biasa.—Yesaya 60:22.
12. Mengapa Saksi-Saksi telah berhasil?
12 Kepada apa Saksi-Saksi menghubungkan keberhasilan mereka? Yesus berjanji kepada murid-muridnya, ”Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Jadi, apa sebenarnya yang menjadi sumber keberhasilan mereka? Yesus berkata, ”Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Demikian pula dewasa ini, kuasa dari Allah, bukan kesanggupan manusia, telah menjadi kunci keberhasilan Saksi-Saksi dalam pelayanan mereka di seluas dunia. Menggunakan apa yang kelihatannya sebagai orang-orang yang paling lemah, Allah melaksanakan pekerjaan pendidikan terbesar dalam sejarah.—Kisah 1:8; Yesaya 54:13.
Kabar Baik dan Hikmat Yehuwa
13. (a) Mengapa Saksi-Saksi melayani dengan sukarela dan tanpa dibayar? (b) Bagaimana Yehuwa telah menjawab kecaman Setan?
13 Kabar baik diberitakan oleh para sukarelawan. Yesus berkata, ”Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius 10:8) Oleh karena itu, tidak ada Saksi-Saksi Yehuwa yang menerima gaji karena melayani Allah, mereka juga tidak mengharapkan upah. Sebenarnya, mereka bahkan tidak mengadakan kolekte di perhimpunan-perhimpunan mereka. Mereka senang, melalui dinas mereka yang berbakti dan tidak mementingkan diri, untuk menyediakan bagi Allah jawaban kepada oknum yang menuduh Dia, Setan si Iblis. Roh yang menentang Allah ini sebenarnya berkata bahwa manusia mustahil melayani Allah dengan motivasi yang tidak mementingkan diri. Dengan hikmat-Nya Yehuwa telah menghasilkan jawaban yang tak dapat dibantah kepada kecaman Setan—jutaan Saksi-Saksi Kristen yang loyal yang memberitakan kabar baik dari rumah ke rumah, di jalan-jalan, dan secara tidak resmi.—Ayub 1:8-11; 2:3-5; Amsal 27:11.
14. Apa ’hikmat yang tersembunyi’ yang disebutkan Paulus?
14 Bukti lain dari hikmat Allah dalam memberitakan kabar baik adalah bahwa janji Kerajaan itu sendiri merupakan manifestasi dari hikmat Allah. Rasul Paulus menulis, ”Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia [suci, NW], yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.” ’Hikmat yang tersembunyi’ tersebut menunjuk kepada cara yang bijaksana dari Allah untuk mengakhiri pemberontakan yang dimulai di Eden. Hikmat dari rahasia suci tersebut disingkapkan dalam diri Yesus Kristus, yang adalah tokoh utama berkenaan kabar baik dari Kerajaan Allah.a—1 Korintus 2:6, 7; Kolose 1:26-28.
Kabar Baik dan Keadilan Allah
15. Bagaimana kita mengetahui bahwa Yehuwa adalah Allah keadilan? (Ulangan 32:4; Mazmur 33:5)
15 Khususnya sehubungan dengan keadilan kita melihat pentingnya kata ”dahulu” di Markus 13:10. Yehuwa adalah Allah keadilan yang dilunakkan dengan kebaikan hati yang penuh kasih sayang. Ia berkata melalui nabi-Nya Yeremia, ”Siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah [Yehuwa] yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman [Yehuwa].”—Yeremia 9:24.
16. Bagaimana dapat diilustrasikan bahwa keadilan menuntut suatu peringatan terlebih dahulu?
16 Bagaimana keadilan Yehuwa diperlihatkan berkenaan memberitakan kabar baik? Mari kita menggambarkannya dengan seorang ibu yang membuat sebuah kue coklat yang lezat untuk disantap bila tamu datang pada hari itu. Jika ia meninggalkan kue itu di dapur tanpa mengatakan apa-apa kepada anak-anaknya kapan kue itu akan dimakan, apa yang akan menjadi kecenderungan yang wajar dari anak-anak? Kita semua pernah jadi anak-anak! Beberapa jemari yang mungil ingin mencoba kue itu! Nah, jika ibu tidak memberi peringatan yang diperlukan, ia tidak memiliki alasan yang kuat untuk mendisiplin. Di lain pihak, jika ia dengan jelas berkata bahwa kue tersebut untuk dimakan belakangan sewaktu para tamu datang sehingga tidak boleh disentuh, maka ia dengan jelas telah memberikan suatu peringatan. Jika terdapat ketidaktaatan, ia berhak mengambil tindakan yang tegas dan adil.—Amsal 29:15.
17. Bagaimana Yehuwa telah memperlihatkan keadilan dalam cara yang khusus sejak tahun 1919?
17 Yehuwa, dalam keadilan-Nya, tidak akan menjatuhkan hukuman terhadap sistem perkara yang jahat ini tanpa terlebih dahulu memberikan peringatan yang diperlukan. Maka, khususnya sejak tahun 1919, setelah perang dunia pertama mendatangkan ”sengat penderitaan”, Yehuwa memerintahkan Saksi-Saksi-Nya untuk dengan rajin pergi ke seluruh bumi memberitakan kabar baik. (Matius 24:7, 8, 14, NW) Bangsa-bangsa tidak dapat dengan benar mengaku tidak mengetahui peringatan yang unik ini!
Seberapa Luas Dunia Ini Telah Dijangkau?
18. (a) Bukti apa terdapat berkenaan kegiatan Saksi-Saksi di daerah-daerah terpencil? (b) Contoh-contoh lain apa yang saudara ketahui?
18 Suatu petunjuk dari keefektifan pekerjaan pendidikan seluas dunia ini dapat dilihat dari buku Last Places—A Journey in the North. Penulisnya berkata bahwa ketika ia memeriksa peta laut untuk pulau-pulau Foula yang terpencil, salah satu dari Kepulauan Shetland di sebelah selatan Skotlandia, peta tersebut memperlihatkan bahwa ”sekeliling terdapat pulau WKS (rongsokan kapal), RKS (batu-batu karang), LDGS (pinggiran batu karang), dan OBS (rintangan)”. Ini semua ”memperingatkan calon pelaut untuk menjauh. Perairan Foula bagaikan daerah penuh ranjau yang sangat menakutkan, yang membuat pulau ini tertutup bagi para pemilik kapal pesiar, pelancong, dan bahkan bagi pasukan dinas pekerjaan umum dari Ratu Inggris, namun—saya baru mengetahuinya beberapa hari kemudian—bahwa hal-hal ini tidak menghalangi Saksi-Saksi Yehuwa”. Ia melanjutkan, ”Persis sebagaimana mereka mencari dengan saksama di kawasan kumuh kota besar dan negara-negara Dunia Ketiga untuk menobatkan orang-orang, mereka juga memproselitkan orang-orang kepada iman mereka di Foula yang terpencil.” Ia mengakui bahwa seorang penduduk setempat, Andrew, memiliki sebuah eksemplar dari Menara Pengawal yang diletakkan di tangga di depan rumahnya beberapa bulan sebelumnya. Kemudian ia menambahkan, ”Satu minggu kemudian saya melihat sebuah eksemplar dari [Sedarlah! dalam bahasa Denmark] di Faeroe [kepulauan di Laut Utara] dan dua bulan berikutnya sebuah eksemplar dari [Menara Pengawal dalam bahasa Denmark] di Nuuq, Tanah Hijau.” Sungguh suatu bukti yang mengesankan berkenaan kegiatan yang bergairah dari Saksi-Saksi Yehuwa di wilayah utara!
Apa yang Membuat para Saksi Terus Memberitakan?
19, 20. (a) Apa yang mendorong Saksi-Saksi Yehuwa untuk terus memberitakan? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa yang akan dijawab selanjutnya?
19 Tentu saja, memberitakan dari rumah ke rumah kepada orang yang tidak dikenal bukan hal yang mudah, tidak soal seberapa lama seseorang telah menjadi seorang Saksi. Maka apa yang membuat orang-orang Kristen terus memberitakan? Pembaktian Kristen dan rasa tanggung jawab mereka. Paulus menulis, ”Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Orang-orang Kristen yang sejati memiliki berita yang berarti kehidupan, maka bagaimana mungkin mereka dapat menyimpan berita tersebut bagi mereka sendiri? Justru prinsip utang darah karena tidak memberikan peringatan pada saat bahaya merupakan alasan yang mendesak untuk memberitakan kabar baik.—1 Korintus 9:16; Yehezkiel 3:17-21.
20 Lalu, bagaimana kabar baik diberitakan? Apa yang menjadi kunci keberhasilan Saksi-Saksi? Corak-corak apa dari pelayanan dan organisasi mereka membantu mengidentifikasi mereka sebagai agama yang benar? Artikel kita berikut ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
[Catatan Kaki]
a Untuk penjelasan lebih jauh berkenaan hikmat Allah dan ”rahasia suci”, lihat Insight on the Scriptures, Jilid II, halaman 1190, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
-
-
Memberikan Kesaksian kepada ”Semua Bangsa”Menara Pengawal—1994 | 15 Agustus
-
-
Memberikan Kesaksian kepada ”Semua Bangsa”
”Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”—MATIUS 24:14.
1. Mengapa kata-kata Yesus yang dicatat di Matius 24:14 pasti mengejutkan para pengikutnya?
PASTILAH kata-kata Yesus di atas sangat mengejutkan murid-murid Yahudinya! Gagasan bahwa orang-orang Yahudi yang disucikan harus pergi berbicara kepada orang-orang Kafir yang ”tidak tahir”, ”bangsa-bangsa lain”, merupakan hal yang asing bagi seorang Yahudi, bahkan menjijikkan.a Ya, seorang Yahudi yang saleh bahkan tak sudi menginjak rumah seorang Kafir! Masih ada begitu banyak hal yang harus dipelajari oleh murid-murid Yahudi itu tentang Yesus, kasihnya, serta penugasannya. Dan mereka masih harus banyak belajar tentang sifat Yehuwa yang tidak pilih kasih.—Kisah 10:28, 34, 35, 45.
2. (a) Seberapa ekstensifkah pelayanan Saksi-Saksi? (b) Apa tiga faktor dasar yang telah menyumbang kepada kemajuan Saksi-Saksi?
2 Saksi-Saksi Yehuwa telah memberitakan kabar baik di antara bangsa-bangsa, termasuk Israel zaman modern, dan kini sedang mengumumkannya di antara lebih banyak bangsa daripada yang pernah sebelumnya. Pada tahun 1994, lebih dari empat setengah juta Saksi-Saksi memberitakan di kira-kira 230 negeri. Mereka memimpin sekitar empat setengah juta pengajaran Alkitab di rumah dengan para peminat. Ini dilakukan meskipun menghadapi prasangka seluas dunia, yang sering kali dilandasi ketidaktahuan akan pengajaran dan motivasi Saksi-Saksi. Sebagaimana dikatakan mengenai orang-orang Kristen masa awal, demikian pula tentang mereka dapat dikatakan, ”Sebab tentang mazhab [”sekte”, NW] ini kami tahu, bahwa di mana-manapun ia mendapat perlawanan.” (Kisah 28:22) Apa yang membuat mereka berhasil dalam pelayanan? Sedikitnya ada tiga faktor yang menyumbang kepada kemajuan mereka—mengikuti bimbingan roh Yehuwa, meniru metode-metode yang praktis dari Kristus, dan menggunakan alat-alat yang tepat untuk komunikasi yang efektif.
Roh Yehuwa dan Kabar Baik
3. Mengapa kita tidak dapat menyombongkan apa yang telah dicapai?
3 Apakah Saksi-Saksi Yehuwa menyombongkan keberhasilan mereka, seolah-olah itu adalah berkat kesanggupan istimewa apa pun yang mungkin mereka miliki? Tidak, karena kata-kata Yesus berlaku, ”Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Sebagai orang-orang Kristen yang berbakti dan dibaptis, Saksi-Saksi Yehuwa dengan sukarela telah menerima tanggung jawab untuk melayani Allah, tidak soal bagaimana keadaan pribadi mereka. Bagi beberapa orang, hal itu berarti dinas sepenuh waktu sebagai utusan injil atau sebagai pekerja sukarela di kantor cabang dan fasilitas cabang untuk mencetak publikasi Kristen. Bagi orang-orang lain kerelaan Kristen demikian membawa mereka kepada pekerjaan pembangunan untuk gedung-gedung keagamaan, kepada pemberitaan sepenuh waktu sebagai rohaniwan perintis, atau kepada pemberitaan penggal waktu sebagai penyiar kabar baik di sidang-sidang setempat. Tidak seorang pun dari kita dapat membual karena melakukan kewajiban, yakni ”apa yang kami harus lakukan”.—Lukas 17:10; 1 Korintus 9:16.
4. Bagaimana tentangan seluas dunia kepada pelayanan Kristen telah diatasi?
4 Keberhasilan apa pun yang kita capai adalah oleh karena roh, atau tenaga aktif Yehuwa. Masih berlaku dewasa ini kata-kata yang diucapkan pada zaman nabi Zakharia, ”Inilah firman [Yehuwa] kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman [Yehuwa] semesta alam.” Oleh karena itu, tentangan seluas dunia terhadap pekerjaan pengabaran dari Saksi-Saksi telah dapat diatasi, bukan dengan upaya manusia, namun dengan petunjuk dan perlindungan Yehuwa.—Zakharia 4:6.
5. Peranan apa yang dimainkan Yehuwa dalam penyebaran berita Kerajaan?
5 Berkenaan orang-orang yang menyambut berita Kerajaan, Yesus berkata, ”Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. . . . Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” (Yohanes 6:45, 65) Yehuwa dapat membaca hati dan pikiran, dan Ia mengetahui orang-orang yang kemungkinan besar akan menyambut kasih-Nya meskipun mereka belum mengenal-Nya. Ia juga menggunakan malaikat-malaikat untuk membimbing pelayanan yang unik ini. Itu sebabnya dalam penglihatan, Yohanes melihat partisipasi malaikat dan menulis, ”Aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.”—Wahyu 14:6.
Sadar akan Kebutuhan Rohani
6. Sikap dasar apa yang dibutuhkan seseorang untuk menanggapi kabar baik?
6 Faktor lain dalam hal Yehuwa mengaruniakan kesempatan kepada seseorang untuk menerima kabar baik adalah apa yang dinyatakan oleh Yesus, ”Berbahagialah mereka yang sadar akan kebutuhan rohani mereka, karena kerajaan surga milik mereka.” (Matius 5:3, NW) Orang yang berpuas diri atau yang tidak mencari kebenaran tidak sadar akan kebutuhan rohani. Ia menilai segala sesuatu hanya dari sudut materi dan jasmani. Rasa puas diri menjadi kendala. Oleh karena itu, bila banyak orang yang kita jumpai sewaktu kita pergi dari rumah ke rumah menolak berita tersebut, kita harus mempertimbangkan semua alasan yang berbeda yang mungkin dimiliki orang-orang untuk reaksi mereka.
7. Mengapa banyak orang tidak menanggapi kebenaran?
7 Banyak orang menolak untuk mendengarkan karena mereka dengan keras kepala berpaut kepada agama yang mereka warisi dan tidak bersedia untuk berdiskusi. Yang lain-lain tertarik kepada agama yang cocok dengan kepribadian mereka—ada yang menginginkan agama yang penuh mistik, orang-orang lain menyukai emosionalisme, yang lain-lain lagi khususnya hanya berminat kepada kegiatan sosial di gereja mereka. Banyak orang dewasa ini telah memilih gaya hidup yang bertentangan dengan standar-standar Allah. Barangkali mereka menjalani kehidupan yang amoral, yang menjadi alasan mengapa mereka mengatakan, ”Saya tidak berminat.” Yang lain-lain lagi, yang mungkin mengaku berpendidikan dan terpelajar, menolak Alkitab karena menganggapnya terlalu sederhana.—1 Korintus 6:9-11; 2 Korintus 4:3, 4.
8. Mengapa hendaknya penolakan tidak melemahkan kegairahan kita? (Yohanes 15:18-20)
8 Haruskah penolakan dari mayoritas orang melemahkan iman dan kegairahan kita dalam pelayanan yang menyelamatkan kehidupan ini? Kita dapat memperoleh penghiburan dari kata-kata Paulus kepada orang-orang Roma, ”Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: ’Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.’”—Roma 3:3, 4.
9, 10. Bukti apa tersedia bahwa tentangan telah dapat diatasi di banyak negeri?
9 Kita dapat memperoleh anjuran melalui banyak contoh dari negeri-negeri di seputar dunia yang tampaknya sangat tidak menyambut, namun pada akhirnya, terbukti justru sebaliknya. Yehuwa dan malaikat-malaikat mengetahui bahwa di sana akan ditemukan orang-orang yang berhati baik—namun Saksi-Saksi Yehuwa harus pantang menyerah dan bertekun dalam pelayanan mereka. Misalnya, perhatikan beberapa negeri tempat agama Katolik yang tampaknya memberikan rintangan yang tak dapat diatasi 50 tahun yang lalu—Argentina, Brasil, Irlandia, Italia, Kolombia, Meksiko, Portugal, dan Spanyol. Saksi-Saksi berjumlah sedikit pada tahun 1943, hanya 126.000 di seluas dunia, dengan 72.000 Saksi-Saksi di Amerika Serikat. Kurangnya pengetahuan dan prasangka yang dihadapi Saksi-Saksi tampaknya bagaikan tembok yang tidak dapat ditembus. Namun, dewasa ini, beberapa dari hasil-hasil pengabaran yang paling sukses terjadi di negeri-negeri ini. Demikian pula halnya dengan banyak negara bekas Komunis. Pada tahun 1993 pembaptisan 7.402 orang di kebaktian di Kiev, Ukraina, membuktikan hal ini.
10 Metode apa yang digunakan Saksi-Saksi agar dapat mengkomunikasikan kabar baik kepada sesama mereka? Apakah mereka menggunakan bujukan secara materi untuk mendapatkan orang-orang yang bertobat, seperti yang telah dituduhkan oleh beberapa orang tanpa bukti? Apakah mereka hanya mengunjungi orang-orang miskin dan tak berpendidikan, seperti yang dituduhkan oleh orang-orang lain?
Metode-Metode yang Berhasil untuk Menyampaikan Kabar Baik
11. Teladan bagus apa disediakan Yesus dalam pelayanannya? (Lihat Yohanes 4:6-26.)
11 Yesus dan murid-muridnya menetapkan pola yang diikuti oleh Saksi-Saksi sampai hari ini dalam pekerjaan mereka menjadikan murid. Yesus pergi ke mana pun terdapat orang-orang, kaya atau miskin—ke rumah-rumah, ke tempat-tempat umum, ke tepi danau, ke lereng-lereng gunung, bahkan ke sinagoge-sinagoge.—Matius 5:1, 2; 8:14; Markus 1:16; Lukas 4:15.
12, 13. (a) Bagaimana Paulus menyediakan pola bagi orang-orang Kristen? (b) Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa meniru teladan Paulus?
12 Berkenaan pelayanannya sendiri, rasul Paulus dapat dengan tepat berkata, ”Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan . . . , aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.”—Kisah 20:18-20.
13 Saksi-Saksi Yehuwa terkenal di seluruh dunia karena mereka mengikuti pola para rasul, pelayanan dari rumah ke rumah. Sebaliknya daripada berkonsentrasi kepada pelayanan melalui TV yang mahal, dangkal, dan tidak bersifat pribadi, Saksi-Saksi mendatangi orang-orang, kaya serta miskin, dan bertatap muka dengan mereka. Mereka berupaya berbicara tentang Allah dan Firman-Nya.b Mereka tidak berupaya menghasilkan orang-orang Kristen beras, dengan membagikan barang-barang secara cuma-cuma. Kepada orang-orang yang bersedia bertukar pikiran, mereka memperlihatkan bahwa satu-satunya jalan keluar yang sejati dari problem-problem umat manusia adalah pemerintahan oleh Kerajaan Allah, yang akan mengubah keadaan bumi kita menjadi lebih baik.—Yesaya 65:17, 21-25; 2 Petrus 3:13; Wahyu 21:1-4.
14. (a) Bagaimana banyak utusan injil dan perintis telah membubuh dasar yang kokoh? (b) Apa yang kita pelajari dari pengalaman Saksi-Saksi Yehuwa di Jepang?
14 Untuk menunaikan pekerjaan ini di sebanyak mungkin negeri, para utusan injil dan perintis telah mendirikan tempat berpijak di banyak negeri. Mereka telah meletakkan dasar, dan kemudian Saksi-Saksi setempat mengambil pimpinan. Dengan demikian, tidak dibutuhkan Saksi-Saksi asing dalam jumlah besar untuk terus melaksanakan pengabaran dan untuk memeliharanya terorganisasi dengan baik. Sebuah contoh yang menonjol adalah Jepang. Pada tahun 1940-an, para utusan Injil yang sebagian besar berasal dari Australia, Selandia Baru dan sekitarnya, serta Inggris, pergi ke sana, mempelajari bahasanya, menyesuaikan diri dengan keadaan yang agak primitif pada era pasca perang tersebut, dan memulai pekerjaan kesaksian dari rumah ke rumah. Selama Perang Dunia II, Saksi-Saksi telah dilarang dan dianiaya di Jepang. Maka, setibanya di sana, para utusan injil hanya menjumpai sejumlah kecil Saksi-Saksi Jepang yang aktif. Namun dewasa ini mereka telah berkembang menjadi lebih dari 187.000 orang dalam lebih dari 3.000 sidang! Apa rahasia keberhasilan mereka dahulu? Seorang utusan injil dengan pelayanan lebih dari 25 tahun di sana berkata, ”Yang terpenting adalah belajar bercakap-cakap dengan orang-orang. Dengan mengetahui bahasa mereka, kita dapat menyelami perasaan mereka, memahami dan menghargai cara hidup mereka. Kita harus memperlihatkan bahwa kita mengasihi orang-orang Jepang. Kami dengan rendah hati berupaya menjadi bagian dari masyarakat setempat, tentu saja tanpa mengkompromikan nilai-nilai Kristen kita.”
Tingkah Laku Kristen Juga Suatu Kesaksian
15. Bagaimana Saksi-Saksi telah mempertunjukkan tingkah laku Kristen?
15 Namun, orang-orang tidak hanya menyambut berita Alkitab saja. Mereka juga telah melihat kekristenan dalam perbuatan. Mereka telah mengamati kasih, kerukunan, dan persatuan dari Saksi-Saksi bahkan di bawah keadaan yang paling menguji ketahanan, seperti perang sipil, perang suku, dan permusuhan etnis. Saksi-Saksi telah mempertahankan kenetralan Kristen yang jelas dalam segala konflik dan telah menggenapi kata-kata Yesus, ”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”—Yohanes 13:34, 35.
16. Pengalaman apa menggambarkan kasih Kristen yang praktis?
16 Kasih kepada sesama diperlihatkan dalam hal yang dialami seorang pria lanjut usia yang menulis kepada sebuah surat kabar setempat tentang ”Tuan dan Nyonya Baik Hati”. Ia menjelaskan bahwa tetangga-tetangganya telah berbaik hati kepadanya sewaktu istrinya sedang mendekati ajal. ”Sejak ia meninggal dunia . . . mereka benar-benar luar biasa,” ia menulis. ”Sejak itu mereka telah ’mengadopsi’ saya . . . , melakukan segala macam pekerjaan rutin dan membantu mengatasi problem-problem dari seorang pensiunan berusia 74 tahun. Apa yang membuat semua ini bahkan menjadi lebih tidak lazim adalah bahwa mereka orang-orang kulit hitam, sedangkan saya berkulit putih. Mereka adalah Saksi-Saksi Yehuwa, sedangkan saya seorang Katolik yang tidak aktif lagi.”
17. Haluan apa hendaknya kita hindari?
17 Pengalaman ini menggambarkan bahwa kita dapat memberikan kesaksian dengan banyak cara, termasuk tingkah laku kita sehari-hari. Sebenarnya, seandainya tingkah laku kita tidak seperti Kristus, pelayanan kita akan bersifat seperti orang Farisi yang munafik, tanpa ada pengaruhnya. Kita tidak ingin menjadi seperti orang-orang yang Yesus gambarkan, ”Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.”—Matius 22:37-39; 23:3.
Golongan Hamba Menyediakan Alat-Alat yang Tepat
18. Bagaimana lektur Alkitab memperlengkapi kita untuk membantu orang-orang yang berhati jujur?
18 Satu faktor penting lain dalam memberitakan kabar baik kepada segala bangsa adalah tersedianya lektur Alkitab yang dihasilkan oleh Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal. Kita memiliki buku-buku, brosur, risalah, dan majalah-majalah yang dapat memuaskan hampir setiap orang yang bertanya dengan tulus. Jika kita berjumpa dengan seorang Muslim, seorang beragama Hindu, seorang Buddhis, atau penganut Taoisme, atau seorang Yahudi, kita dapat menggunakan buku Pencarian Manusia Akan Allah atau berbagai macam risalah dan buku kecil untuk memulai suatu percakapan dan mungkin pengajaran Alkitab. Jika seorang penganut evolusi bertanya tentang penciptaan, kita dapat menggunakan buku Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya? Melalui Evolusi Atau Melalui Penciptaan? Jika seorang remaja bertanya, ’Apa tujuan hidup ini?’ kita dapat mengarahkan perhatiannya kepada buku Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis. Jika seseorang sangat terpukul oleh masalah-masalah pribadi—depresi, kelelahan, pemerkosaan, perceraian—kita memiliki majalah-majalah yang dengan praktis membahas topik-topik demikian. Benar, golongan hamba yang setia yang menurut nubuat Yesus akan menyediakan ”makanan pada waktunya” sedang melaksanakan tugasnya.—Matius 24:45-47.
19, 20. Bagaimana pekerjaan Kerajaan dipercepat di Albania?
19 Namun untuk menjangkau bangsa-bangsa, menghasilkan lektur dalam banyak bahasa merupakan keharusan. Bagaimana penerjemahan Alkitab dan lektur Alkitab ke dalam lebih dari 200 bahasa dimungkinkan? Sebagai bahan pertimbangan singkat, sebuah contoh, Albania, menggambarkan bagaimana golongan hamba yang setia dan bijaksana dapat memajukan kabar baik meskipun terdapat kesulitan yang besar dan tidak ada suatu Pentakosta modern untuk dapat menguasai bahasa-bahasa ini dalam sekejap.—Kisah 2:1-11.
20 Baru beberapa tahun yang lalu, Albania masih dipandang sebagai satu-satunya negeri Komunis yang benar-benar ateis. Majalah National Geographic berkata pada tahun 1980, ”Albania melarang [agama], dengan memproklamasikan dirinya pada tahun 1967 sebagai ’negeri ateis pertama di dunia’. . . . Generasi baru Albania hanya mengenal ateisme.” Kini setelah Komunisme mengalami kemunduran, orang-orang Albania yang menyadari kebutuhan rohani mereka menyambut pemberitaan yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Sebuah tim kecil dari penerjemah yang terdiri dari Saksi-Saksi muda yang menguasai bahasa Italia dan Inggris dibentuk di Tirana pada tahun 1992. Saudara-saudara yang mahir yang datang dari negeri-negeri lain mengajar mereka cara menggunakan komputer-komputer laptop untuk memasukkan naskah dalam bahasa Albania. Mereka memulai penerjemahan risalah dan Menara Pengawal. Setelah mereka mendapatkan pengalaman, mereka selanjutnya menerjemahkan publikasi-publikasi Alkitab yang bernilai lainnya. Kini, terdapat 200 Saksi-Saksi aktif di negeri yang kecil tersebut (jumlah penduduk 3.262.000), dan 1.984 orang yang menghadiri Peringatan (Perjamuan Malam) pada tahun 1994.
Kita Semua Memiliki Tanggung Jawab
21. Dalam periode macam apa kita sekarang hidup?
21 Peristiwa-peristiwa dunia sedang mencapai klimaksnya. Dengan meningkatnya kejahatan dan kekerasan, pembantaian dan pemerkosaan dalam perang-perang setempat, moral yang bebas yang kini meluas dan buah-buahnya berupa penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, kurangnya respek terhadap wewenang yang sah, dunia ini tampaknya menjadi anarkistis, tidak dapat diatur. Kita berada pada periode yang sama dengan masa sebelum Air Bah yang dilukiskan dalam buku Kejadian, ”Ketika dilihat [Yehuwa], bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah [Yehuwa], bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.”—Kejadian 6:5, 6; Matius 24:37-39.
22. Tanggung jawab Kristen apa dimiliki oleh semua Saksi-Saksi Yehuwa?
22 Sebagaimana pada zaman Nuh, Yehuwa akan bertindak. Namun dalam keadilan dan kasih-Nya, Ia ingin agar kabar baik dan berita peringatan diumumkan dahulu kepada segala bangsa. (Markus 13:10) Dalam hal ini, Saksi-Saksi Yehuwa memiliki tanggung jawab—untuk menjumpai orang-orang yang layak mendapatkan perdamaian dari Allah dan mengajar mereka jalan-jalan-Nya yang penuh damai. Segera, pada waktu yang Allah tentukan, perintah untuk memberitakan akan dituntaskan dengan sukses. ”Barulah tiba kesudahannya.”—Matius 10:12, 13; 24:14; 28:19, 20.
[Catatan Kaki]
a Untuk keterangan lebih lanjut tentang orang-orang Kafir, lihat topik ”Bangsa-Bangsa” dalam Insight on the Scriptures, Jilid II, halaman 472-4, yang diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
b Untuk saran-saran yang praktis tentang pelayanan Kristen, lihat wIN-s2, halaman 22, ”Bagaimana Caranya Menjadi Rohaniwan-Rohaniwan Yang Efektif”, dan halaman 26, ”Pelayanan Yang Efektif Menghasilkan Lebih Banyak Murid”.
-