PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Menemukan Kemerdekaan di ”Pulau Orang-Orang Kesepian”
    Menara Pengawal—1989 | 1 Juni
    • Saksi-Saksi di San Lukas

      Ternyata Franklin sedang belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Pada hari-hari Minggu, sanak keluarga dan teman-teman diizinkan berkunjung ke pulau itu. Sering kali, dua atau tiga kapal akan menyeberangi teluk membawa sampai 30 Saksi-Saksi dari Sidang Puntarenas. Karena masih baru di sana, saya heran ketika melihat para pejabat hanya menyuruh Saksi-Saksi lewat padahal setiap orang lain diperiksa dengan teliti. Lebih mengherankan lagi bagi saya adalah fakta bahwa Saksi-Saksi memperlakukan para narapidana dan para sipir dengan respek yang sama dan berbicara kepada setiap orang mengenai berita mereka yang berdasarkan Alkitab.

      Beberapa narapidana mendapat pelajaran Alkitab pribadi secara tetap tentu dengan Saksi-Saksi pada hari-hari Minggu ini.

  • Menemukan Kemerdekaan di ”Pulau Orang-Orang Kesepian”
    Menara Pengawal—1989 | 1 Juni
    • Pada suatu hari sebelum makan siang, Franklin melihat seorang narapidana duduk sendirian di luar ruang makan. Penampilannya yang rapi membuat Franklin bertanya apakah ia anggota Atalaya. Setelah diberitahu bahwa memang demikian, reaksi Franklin yang pertama adalah, ”Mengapa anda ada di sini?” Pria itu menjelaskan bahwa ia mula-mula dijebloskan ke Penjara Pusat di San José, ibu kota, dan di sana mulai belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Setelah dipindahkan ke San Lukas, ia melanjutkan pelajaran dengan seorang Saksi dari Puntarenas. Pada waktunya ia dibaptis di situ juga di Pantai Coco di Pulau San Lukas.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan