-
Sambutlah Kristus, Raja yang Mulia!Menara Pengawal—2014 | 15 Februari
-
-
Sambutlah Kristus, Raja yang Mulia!
”Dalam semarakmu teruslah menuju keberhasilan.”—MZ. 45:4.
1, 2. Mengapa kita hendaknya tertarik untuk mempelajari Mazmur 45?
SEORANG raja yang mulia maju berperang untuk membela kebenaran dan keadilan. Ia mengalahkan musuh-musuhnya. Dan, setelah menuntaskan kemenangannya, ia bersanding dengan pengantinnya yang cantik. Raja itu akan terus diingat dan dihormati selama-lamanya. Itulah beberapa peristiwa menggembirakan yang digambarkan di Mazmur 45.
2 Tapi, Mazmur 45 bukan sekadar kisah seru yang berakhir bahagia. Peristiwa-peristiwa yang dicatat di situ sangat penting karena memengaruhi kehidupan kita sekarang, dan masa depan kita. Mari kita cermati mazmur ini.
”HATIKU MELUAP-LUAP DENGAN PERKARA YANG INDAH”
3, 4. (a) Apa ”perkara yang indah” yang disebutkan sang pemazmur dan apa hubungannya dengan kita? (b) Berita apa ”tentang seorang raja” yang kita kabarkan? Bagaimana lidah kita menjadi seperti pena?
3 Baca Mazmur 45:1. ”Perkara yang indah” yang menyebabkan hati sang pemazmur ”meluap-luap” adalah berita tentang seorang raja. Berita ini membuat sang pemazmur sangat bersemangat sehingga lidahnya menjadi seperti ”pena seorang penyalin yang mahir”.
4 Nah, bagaimana dengan kita? Kabar baik tentang Kerajaan Mesianik adalah sesuatu yang indah yang menggugah hati kita. Berita Kerajaan khususnya menjadi ”indah” pada tahun 1914. Mengapa? Karena sejak tahun itu, beritanya bukan lagi tentang Kerajaan yang belum datang, tapi tentang pemerintahan yang sudah berdiri di surga. Inilah ”kabar baik kerajaan” yang kita beritakan ”di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa”. (Mat. 24:14) Apakah hati kita ”meluap-luap” karena berita Kerajaan ini? Apakah kita memberitakan kabar baik Kerajaan dengan bersemangat? Seperti sang pemazmur, kita juga berbicara ”tentang seorang raja”. Kita memberitakan bahwa Yesus sekarang adalah Penguasa Kerajaan Mesianik di surga. Kita mengundang semua orang, bahkan para pemimpin dunia ini, untuk mengakui Kerajaan Yesus. (Mz. 2:1, 2, 4-12) Dan, lidah kita menjadi seperti ”pena seorang penyalin yang mahir” sewaktu kita menggunakan Alkitab dalam pengabaran.
Kita senang memberitakan kabar baik tentang Raja kita, Yesus Kristus
”PESONA TELAH DICURAHKAN PADA BIBIRMU”
5. (a) Apa yang membuat Yesus menarik? (b) Mengapa kata-kata Yesus memesona? Bagaimana kita bisa meniru dia?
5 Baca Mazmur 45:2. Alkitab tidak menggambarkan bagaimana rupa Yesus. Sebagai manusia sempurna, Yesus pasti tampan. Tapi, yang membuat dia benar-benar menarik adalah integritas dan kesetiaannya kepada Yehuwa. Selain itu, sewaktu memberitakan Kerajaan, Yesus menggunakan ”perkataan yang menawan hati”, yang menyentuh hati orang-orang. (Luk. 4:22; Yoh. 7:46) Apakah kita berupaya keras untuk meniru Yesus sewaktu mengabar?—Kol. 4:6.
6. Berkat apa yang Allah berikan kepada Yesus untuk ”selama-lamanya”?
6 Yesus setia dan sangat mengasihi Bapaknya. Maka, Yehuwa memberkati pelayanannya di bumi. Dan, setelah Yesus menyerahkan kehidupannya sebagai korban, Yehuwa mengupahi dia. Rasul Paulus menulis tentang Yesus, ”Ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati, ya, mati pada tiang siksaan. Untuk alasan ini juga Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama lain, sehingga dengan nama Yesus semua harus bertekuk lutut, yaitu mereka yang berada di surga, di bumi, dan di bawah tanah, dan setiap lidah harus mengakui secara terbuka bahwa Yesus Kristus adalah Tuan bagi kemuliaan Allah, sang Bapak.” (Flp. 2:8-11) Yehuwa memberkati Yesus untuk selama-lamanya dengan membangkitkan dia dan memberinya kehidupan yang tidak berkematian.—Rm. 6:9.
SANG RAJA DITINGGIKAN MELEBIHI REKAN-REKANNYA
7. Dalam hal apa pengurapan Yesus lebih istimewa daripada pengurapan rekan-rekannya?
7 Baca Mazmur 45:6, 7. Yesus sangat mengasihi kebenaran dan membenci apa pun yang bisa mencela Bapaknya. Maka, Yehuwa mengurapi dia dengan ”minyak kesukaan besar” untuk menjadi Raja Kerajaan Mesianik. Pengurapan Yesus lebih istimewa daripada pengurapan rekan-rekannya, yakni para raja Yehuda yang juga keturunan Daud. Dalam hal apa? Pertama, Yesus diurapi oleh Yehuwa sendiri. Kedua, ia diurapi untuk menjadi Raja sekaligus Imam Besar. (Mz. 2:2; Ibr. 5:5, 6) Ketiga, Yesus tidak diurapi dengan minyak harfiah tapi dengan roh kudus. Terakhir, ia memerintah dari surga, bukan dari bumi.
8. Mengapa kita yakin bahwa pemerintahan Yesus benar dan adil? Apa artinya Allah adalah takhta Yesus?
8 Pada tahun 1914, Yehuwa melantik Putra-Nya menjadi Raja Mesianik di surga. ”Tongkat kerajaan [Yesus] adalah tongkat kelurusan hati”, sehingga kita bisa yakin bahwa pemerintahannya akan selalu benar dan adil. Ia berhak menjadi Raja karena Allah adalah takhtanya. Artinya, Yehuwa-lah yang melantik dia menjadi Raja. Takhta Yesus akan ada untuk ”selama-lamanya”. Alangkah bangganya kita bisa melayani Yehuwa di bawah Raja yang telah Ia lantik!
SANG RAJA MENYANDANG PEDANG
9, 10. (a) Kapan Yesus menyandang pedang, dan untuk apa? (b) Bagaimana Kristus akan menggunakan pedangnya di masa depan?
9 Baca Mazmur 45:3. Yehuwa menyuruh Sang Raja menyandang pedang. Artinya, Allah memberi Yesus wewenang untuk berperang dan membinasakan semua yang menentang pemerintahan Allah. (Mz. 110:2) Karena Kristus adalah Raja dan Pejuang yang tak terkalahkan, ia disebut ”pribadi yang perkasa”. Pada tahun 1914, ia menyandang pedang sewaktu ia mengalahkan Setan dan hantu-hantunya lalu mencampakkan mereka dari surga ke bumi.—Pny. 12:7-9.
10 Itu baru awal kemenangannya sebagai Raja Pejuang. Ia masih harus ”menyelesaikan penaklukannya”. (Pny. 6:2) Yehuwa telah menetapkan bahwa seluruh dunia Setan harus dibinasakan, dan pengaruh Setan serta hantu-hantunya harus dilenyapkan. Pertama-tama, Babilon Besar, atau imperium agama palsu sedunia, akan dimusnahkan. Yehuwa akan menggunakan para penguasa politik dunia ini untuk membinasakan ”sundal” yang jahat itu. (Pny. 17:16, 17) Berikutnya, Kristus akan melenyapkan semua pemerintahan dalam dunia Setan. Lalu, sebagai ”malaikat dari jurang yang tidak terduga dalamnya”, Yesus akan menuntaskan kemenangannya dengan melemparkan Setan dan hantu-hantunya ke dalam jurang tersebut. (Pny. 9:1, 11; 20:1-3) Mari kita bahas nubuat mengenai peristiwa-peristiwa seru ini di Mazmur 45.
SANG RAJA MAJU ”DEMI KEBENARAN”
11. Apa artinya Kristus maju membela ”kebenaran”?
11 Baca Mazmur 45:4. Raja itu tidak berperang untuk merebut daerah atau menjajah suatu bangsa. Ia berperang untuk alasan yang mulia. Ia maju untuk membela ”kebenaran dan kerendahan hati dan keadilbenaran”. ”Kebenaran” terpenting yang harus ia bela adalah bahwa hanya Yehuwa yang berhak memerintah atas alam semesta. Sewaktu Setan memberontak, ia menyatakan bahwa Yehuwa tidak berhak memerintah. Sejak itu, hantu-hantu dan manusia mempertanyakan kebenaran penting ini. Kinilah saatnya bagi Raja yang Yehuwa urapi untuk maju berperang dan membuktikan bahwa hanya Yehuwa yang berhak memerintah.
12. Apa artinya Sang Raja maju untuk membela ”kerendahan hati”?
12 Sang Raja juga maju untuk membela ”kerendahan hati”. Yesus selalu memberikan teladan dalam hal kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapaknya. (Yes. 50:4, 5; Yoh. 5:19) Semua orang yang dengan setia melayani Raja itu harus meniru teladannya dan dengan rendah hati menaati Yehuwa sebagai Penguasa mereka dalam segala hal. Hanya dengan begitu mereka diperbolehkan hidup dalam dunia baru Allah.—Za. 14:16, 17.
13. Bagaimana Kristus maju untuk membela ”keadilbenaran”?
13 Kristus juga maju untuk membela ”keadilbenaran”. Yang dimaksud adalah ”keadilbenaran Allah”, atau hukum Yehuwa tentang apa yang benar dan yang salah. (Rm. 3:21; Ul. 32:4) Mengenai Yesus Kristus, Yesaya menubuatkan, ”Seorang raja akan memerintah demi keadilbenaran.” (Yes. 32:1) Pemerintahan Yesus akan mewujudkan ”langit baru dan bumi baru” di mana semua orang akan bertindak adil-benar. (2 Ptr. 3:13) Artinya, setiap penduduk dunia baru harus menaati hukum Yehuwa.—Yes. 11:1-5.
SANG RAJA MELAKSANAKAN ”HAL-HAL YANG MEMBANGKITKAN RASA TAKUT”
14. Bagaimana tangan kanan Kristus akan melaksanakan ”hal-hal yang membangkitkan rasa takut”? (Lihat gambar di awal artikel.)
14 Pemazmur mengatakan bahwa Sang Raja maju sambil menyandang pedang. (Mz. 45:3) Tapi, kinilah waktunya untuk menggunakan pedang itu. Pemazmur bernubuat bahwa Yesus akan melaksanakan ”hal-hal yang membangkitkan rasa takut” dengan tangan kanannya. (Mz. 45:4) Ini akan Kristus lakukan terhadap para musuhnya sewaktu ia maju untuk membinasakan dunia Setan di Armagedon. Kita tidak tahu persis bagaimana caranya. Tapi, kita tahu bahwa itu akan membuat takut orang-orang yang tidak menaati peringatan Allah dan yang tidak mengakui pemerintahan Raja itu. (Baca Mazmur 2:11, 12.) Dalam nubuatnya tentang zaman akhir, Yesus mengatakan bahwa orang-orang akan ”pingsan karena takut dan karena mengantisipasi perkara-perkara yang menimpa bumi yang berpenduduk; sebab kuasa-kuasa di langit akan diguncangkan”. Ia juga mengatakan, ”Kemudian mereka akan melihat Putra manusia datang dalam awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.”—Luk. 21:26, 27.
15, 16. Siapa saja yang termasuk dalam bala tentara yang ikut bertempur bersama Kristus?
15 Kedatangan Sang Raja ”dengan kuasa dan kemuliaan yang besar” untuk mengalahkan musuh Allah diumumkan di buku Penyingkapan, ”Aku melihat langit terbuka, dan, lihat! seekor kuda putih. Dan pribadi yang duduk di atasnya disebut Setia dan Benar, dan ia menghakimi dan berperang dengan keadilbenaran. Juga, bala tentara yang ada di surga mengikuti dia dengan kuda-kuda putih, dan mereka mengenakan linen halus yang putih, bersih. Dan dari mulutnya keluar pedang yang panjang dan tajam, agar dengannya dia memukul bangsa-bangsa, dan dia akan menggembalakan mereka dengan tongkat besi. Dia juga menginjak-injak tempat pemerasan anggur kemarahan murka Allah Yang Mahakuasa.”—Pny. 19:11, 14, 15.
16 Siapakah ”bala tentara” surgawi yang menyertai Yesus dalam pertempuran? Para malaikat bertempur bersama Yesus saat ia pertama kali menyandang pedangnya untuk mengusir Setan serta hantu-hantunya dari surga. (Pny. 12:7-9) Jadi, masuk akal jika di perang Armagedon, para malaikat kudus akan termasuk dalam bala tentara Kristus. Siapa lagi yang akan ikut? Yesus berjanji kepada saudara-saudara terurapnya, ”Kepada dia yang menang dan berpegang pada perbuatanku terus sampai ke akhir, aku akan memberikan wewenang atas bangsa-bangsa, dan dia akan menggembalakan orang-orang dengan tongkat besi, seperti yang aku terima dari Bapakku, sehingga mereka itu dihancurluluhkan seperti bejana tanah liat.” (Pny. 2:26, 27) Pada waktu itu, semua saudara Kristus yang terurap sudah dibangkitkan ke surga. Mereka juga akan menjadi bagian dari bala tentara surgawi Kristus. Kaum terurap akan menyertai Yesus sewaktu ia melaksanakan ”hal-hal yang membangkitkan rasa takut” untuk membinasakan bangsa-bangsa.
SANG RAJA MENUNTASKAN KEMENANGANNYA
17. Apa yang dilambangkan oleh (a) kuda putih yang Kristus tunggangi (b) pedang dan busur?
17 Baca Mazmur 45:5. Sang Raja menunggang kuda putih. Penyingkapan 6:2 mengatakan, ”Aku memandang, dan, lihat! seekor kuda putih; dan pribadi yang duduk di atasnya mempunyai sebuah busur; dan sebuah mahkota diberikan kepadanya, dan ia pergi untuk menaklukkan dan menyelesaikan penaklukannya.” Kuda putih melambangkan perang yang adil-benar dan diperkenan Allah. (Pny. 19:11) Selain pedang, Sang Raja juga membawa busur. Pedang maupun busur melambangkan cara yang Kristus gunakan untuk membinasakan musuh-musuhnya.
Burung-burung akan dipanggil untuk membersihkan bumi (Lihat paragraf 18)
18. Apa yang akan terjadi sewaktu Kristus menggunakan ’anak-anak panahnya’?
18 Dengan kata-kata puitis, pemazmur bernubuat tentang Sang Raja, ”Anak-anak panahmu tajam—di bawahmu bangsa-bangsa terus berjatuhan—menembus jantung musuh-musuh raja.” Akan ada pembinasaan di seluruh dunia. Yeremia bernubuat, ”Orang-orang yang dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi.” (Yer. 25:33) Nubuat lain tentang peristiwa yang sama mengatakan, ”Aku juga melihat seorang malaikat berdiri di matahari, dan ia berseru dengan suara keras dan mengatakan kepada semua burung yang terbang di tengah langit, ’Kemarilah, berkumpullah ke perjamuan malam yang besar dari Allah, agar kamu makan bagian-bagian yang berdaging dari raja-raja dan bagian-bagian yang berdaging dari komandan-komandan militer dan bagian-bagian yang berdaging dari orang-orang kuat dan bagian-bagian yang berdaging dari kuda-kuda dan dari mereka yang duduk di atasnya, dan bagian-bagian berdaging dari semua, dari orang-orang merdeka dan juga dari budak-budak dan dari orang-orang kecil dan besar.’”—Pny. 19:17, 18.
19. Bagaimana Kristus menuntaskan kemenangannya?
19 Setelah membinasakan dunia Setan yang jahat, Raja Yesus Kristus yang mulia akan maju ”menuju keberhasilan”, atau mencapai kemenangan. (Mz. 45:4) Ia akan menuntaskan kemenangannya dengan mencampakkan Setan dan hantu-hantunya ke dalam jurang. Mereka akan mendekam di sana sementara Yesus dan ke-144.000 memerintah dari surga selama seribu tahun. (Pny. 20:2, 3) Di dalam jurang itu, Iblis dan hantu-hantunya seolah-olah mati karena mereka tidak akan bisa mengganggu umat manusia. Seluruh bumi akan menikmati pemerintahan Sang Raja tanpa pengaruh jahat Setan dan hantu-hantunya. Sebelum seluruh bumi diubah menjadi firdaus, ada peristiwa lain yang membahagiakan sehubungan dengan Raja itu dan ke-144.000. Hal itu akan dibahas di artikel berikutnya.
-
-
Bersukacitalah atas Pernikahan Anak Domba!Menara Pengawal—2014 | 15 Februari
-
-
Bersukacitalah atas Pernikahan Anak Domba!
”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita . . . karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba.”—PNY. 19:7.
1, 2. (a) Pernikahan siapa yang akan membuat surga sangat bersukacita? (b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?
UNTUK menyiapkan pernikahan dibutuhkan waktu yang lama. Namun, ada pernikahan yang persiapannya butuh waktu sekitar 2.000 tahun! Ini adalah pernikahan kerajaan. Sebentar lagi, sang pengantin laki-laki akan dipersatukan dengan calon istrinya. Musik akan memeriahkan suasana di istana Sang Raja, dan di surga akan terdengar nyanyian, ”Pujilah Yah, hai, kamu sekalian, karena Yehuwa, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah mulai memerintah sebagai raja. Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita, dan marilah kita memuliakan dia, karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu dan istrinya telah mempersiapkan diri.”—Pny. 19:6, 7.
2 ”Anak Domba” itu tak lain adalah Yesus Kristus. (Yoh. 1:29) Pernikahannya akan membuat surga sangat bersukacita. Bagaimana busana sang pengantin laki-laki? Siapakah pengantin perempuannya, dan bagaimana ia dipersiapkan? Di mana pernikahan itu akan berlangsung? Apakah orang-orang yang berharap hidup kekal di bumi akan ikut bersukacita? Kita ingin tahu jawabannya, maka mari kita lanjutkan pembahasan Mazmur 45.
PAKAIANNYA DIBERI WEWANGIAN
3, 4. (a) Bagaimana busana Pengantin Laki-Laki, dan apa yang menambah sukacitanya? (b) Siapakah ”permaisuri” dan ”putri-putri para raja” yang turut bahagia?
3 Baca Mazmur 45:8, 9. Sang Pengantin Laki-Laki, Yesus Kristus, mengenakan busana pengantin kerajaan. Pakaiannya sangat harum seperti harumnya ”wewangian yang terbaik”, misalnya mur dan lawang, yang digunakan dalam minyak pengurapan kudus di Israel.—Kel. 30:23-25.
4 Musik surgawi yang indah di istananya menambah sukacita sang pengantin laki-laki yang sedang menantikan pernikahannya yang semakin dekat. ”Permaisuri” turut bahagia. Ia adalah bagian organisasi Allah yang tidak kelihatan, yang mencakup ”putri-putri para raja”, yaitu malaikat-malaikat kudus. Suara-suara dari surga berkata, ”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita . . . karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu.”
SANG PENGANTIN PEREMPUAN DIPERSIAPKAN
5. Siapakah ”istri Anak Domba”?
5 Baca Mazmur 45:10, 11. Kita sudah tahu siapa Sang Pengantin Laki-Laki, tapi siapa calon istrinya? Ia bukan wanita harfiah, melainkan suatu kelompok yang terdiri dari 144.000 orang Kristen terurap. Yesus adalah Kepala sidang jemaat terurap itu. (Baca Efesus 5:23, 24.) Kaum terurap akan memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Mesianik-nya. (Luk. 12:32) Mereka juga ”terus mengikuti Anak Domba itu ke mana pun ia pergi”. (Pny. 14:1-4) Mereka menjadi ”istri Anak Domba itu” dan tinggal bersamanya di surga.—Pny. 21:9; Yoh. 14:2, 3.
6. Mengapa kaum terurap disebut ”putri raja”? Mengapa mereka diperintahkan untuk melupakan bangsa mereka?
6 Pengantin perempuan ini tidak hanya disebut ”putri”, tapi juga ”putri raja”. (Mz. 45:13) Raja yang dimaksud adalah Yehuwa. Ia telah mengangkat orang-orang Kristen terurap itu sebagai ”anak-anak”-Nya. (Rm. 8:15-17) Karena akan menjadi pengantin di surga, kaum terurap diperintahkan, ”Lupakanlah bangsamu dan keluarga bapakmu.” Mereka harus memusatkan pikiran ”pada perkara-perkara yang ada di atas, bukan pada perkara-perkara yang ada di bumi”.—Kol. 3:1-4.
7. (a) Apa yang Kristus lakukan untuk mempersiapkan calon istrinya? (b) Bagaimana perasaan sang pengantin perempuan terhadap calon suaminya?
7 Selama berabad-abad, Kristus telah mempersiapkan calon istrinya untuk pernikahan di surga. Rasul Paulus menulis bahwa Kristus ”mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya baginya, agar ia dapat menyucikannya, mentahirkannya dengan pemandian air melalui firman, agar ia dapat membawa sidang jemaat ke hadapan dirinya dalam kesemarakannya, tanpa noda atau kerut atau apa pun yang seperti itu, tetapi agar sidang jemaat itu kudus dan tanpa cacat”. (Ef. 5:25-27) Paulus memberi tahu orang-orang Kristen terurap di Korintus kuno, ”Aku cemburu kepadamu dengan kecemburuan ilahi, karena aku secara pribadi telah mempertunangkan kamu dengan seorang laki-laki, untuk mempersembahkan kamu sebagai perawan yang murni kepada Kristus.” (2 Kor. 11:2) Sang Raja Yesus Kristus menganggap pengantinnya cantik karena ibadatnya bersih dan diperkenan Allah. Sang pengantin perempuan membungkuk kepada calon suaminya dan rela menerima dia sebagai tuan.
PENGANTIN PEREMPUAN ”DIBAWA KEPADA RAJA”
8. Mengapa sang pengantin perempuan digambarkan ”sungguh mulia”?
8 Baca Mazmur 45:13, 14a. Sang pengantin perempuan didandani sehingga terlihat ”sungguh mulia” untuk pernikahan kerajaan itu. Di Penyingkapan 21:2, sang pengantin perempuan digambarkan dengan sebuah kota, Yerusalem Baru. Kota surgawi itu penuh dengan ”kemuliaan Allah” dan berkilauan ”seperti batu yang sangat berharga, bagaikan batu yaspis yang bersinar, jernih seperti kristal”. (Pny. 21:10, 11) Yerusalem Baru yang sangat memesona ini digambarkan dengan indah di buku Penyingkapan. (Pny. 21:18-21) Ya, pengantin perempuan itu ”sungguh mulia”! Tentu saja, karena ini adalah pernikahan kerajaan di surga.
9. Bagaimana busana pengantin perempuan? Ia dibawa kepada siapa?
9 Sang pengantin perempuan dibawa kepada calon suaminya, Sang Raja Mesianik, yang telah mempersiapkan dan menahirkannya ”melalui firman”. Sang pengantin perempuan ”kudus dan tanpa cacat”. (Ef. 5:26, 27) Busananya juga harus cocok untuk pernikahan agung itu. Dan, memang demikian! ”Pakaiannya bersulamkan emas. Dengan mengenakan pakaian tenunan ia akan dibawa kepada raja.” Untuk pernikahan Anak Domba, sang pengantin perempuan telah ”diperkenankan untuk berbajukan linen halus yang cemerlang dan bersih, karena linen halus mengartikan tindakan-tindakan yang adil-benar dari orang-orang kudus”.—Pny. 19:8.
SAAT PERNIKAHAN ITU TELAH TIBA
10. Kapan pernikahan Anak Domba bisa diadakan?
10 Baca Penyingkapan 19:7. Kapan pernikahan Anak Domba diadakan? ”Istrinya telah mempersiapkan diri” untuk pernikahan. Tapi, ayat-ayat selanjutnya tidak menceritakan tentang pernikahan, malah menggambarkan bagian akhir kesengsaraan besar. (Pny. 19:11-21) Apakah ini berarti pernikahan itu akan diadakan sebelum Sang Raja menuntaskan kemenangannya? Tidak. Peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan di Penyingkapan tidak disebutkan menurut urutan waktu. Di Mazmur 45, Sang Raja Yesus Kristus mula-mula menyandang pedang dan mengalahkan musuh-musuhnya, kemudian barulah pernikahan kerajaan berlangsung.—Mz. 45:3, 4.
11. Apa yang akan Kristus lakukan sebelum pernikahannya?
11 Jadi, dari Alkitab kita tahu bahwa urutan peristiwanya akan seperti ini: Pertama, si ”sundal besar” Babilon Besar, yaitu semua agama palsu, akan dilenyapkan. (Pny. 17:1, 5, 16, 17; 19:1, 2) Berikutnya, Kristus akan membinasakan sisa dari dunia Setan di Armagedon, ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa”. (Pny. 16:14-16; 19:19-21) Akhirnya, Sang Raja akan menuntaskan kemenangannya dengan melemparkan Setan beserta hantu-hantunya ke jurang. Mereka seolah-olah mati sehingga tidak bisa mengganggu siapa pun.—Pny. 20:1-3.
12, 13. (a) Kapan pernikahan Anak Domba akan diadakan? (b) Di surga, siapa yang akan bersukacita atas pernikahan Anak Domba?
12 Ketika orang Kristen terurap meninggal selama hari-hari terakhir, mereka dibangkitkan ke surga. Beberapa saat setelah Babilon Besar dibinasakan, Yesus akan mengumpulkan sisa dari golongan pengantin perempuan ke surga. (1 Tes. 4:16, 17) Jadi, sebelum pecahnya perang Armagedon, semua anggota ”pengantin perempuan” sudah akan ada di surga. Setelah perang itu, pernikahan Anak Domba bisa diadakan. Itu akan menjadi peristiwa yang sungguh menyukacitakan! Penyingkapan 19:9 mengatakan, ”Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan malam pernikahan Anak Domba itu.” Ya, ke-144.000 anggota pengantin perempuan itu sangat bahagia. Dan, Sang Raja akan bersukacita karena semua rekan terurapnya ada bersamanya di surga. (Luk. 22:18, 28-30) Tapi, bukan pasangan pengantin itu saja yang akan bersukacita.
13 Di surga, para malaikat akan bernyanyi, ”Marilah kita bersukacita dan meluap dengan sukacita, dan marilah kita memuliakan dia [Yehuwa], karena telah tiba saat pernikahan Anak Domba itu dan istrinya telah mempersiapkan diri.” (Pny. 19:6, 7) Bagaimana dengan hamba-hamba Yehuwa di bumi? Apakah mereka juga akan ikut bersukacita?
”MEREKA AKAN DIBAWA DENGAN SUKACITA”
14. Sebagaimana disebutkan di Mazmur 45, siapakah ”perawan-perawan” yang mengiringi pengantin perempuan?
14 Baca Mazmur 45:12, 14b, 15. Nabi Zakharia bernubuat bahwa pada hari-hari terakhir, orang-orang dari seluruh dunia akan bersyukur karena bisa melayani Yehuwa bersama kaum sisa terurap. Ia menulis, ”Akan terjadi pada hari-hari tersebut bahwa sepuluh pria dari segala bahasa bangsa-bangsa akan memegang, ya, mereka akan memegang punca baju seorang pria, yaitu seorang Yahudi, dengan mengatakan, ’Kami mau pergi bersama kamu sekalian, karena kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu sekalian.’” (Za. 8:23) Di Mazmur 45:12, ”sepuluh pria” itu disebut sebagai ”putri Tirus” dan ”orang-orang kaya dari antara bangsa itu”. Mereka memberikan dukungan kepada kaum terurap, dan berupaya mendapatkan perkenan serta bantuan rohani dari kaum terurap. Sejak tahun 1935, kaum sisa terurap telah membawa jutaan orang ”kepada keadilbenaran”, yaitu orang-orang yang telah diajar kebenaran tentang Yehuwa. (Dan. 12:3) Jutaan orang, atau ”sepuluh pria”, itu adalah rekan-rekan yang setia dari kaum terurap dan sudah bersih dari semua ibadat palsu. Itulah sebabnya mereka disebut ”perawan-perawan pengiringnya, yaitu teman-temannya”. Mereka telah membaktikan diri kepada Yehuwa dan terbukti setia melayani Sang Raja Yesus Kristus.
15. Bagaimana kaum sisa terurap telah dibantu oleh ”perawan-perawan pengiringnya”?
15 Kaum sisa terurap sangat berterima kasih kepada ”perawan-perawan pengiringnya” atas bantuan mereka dalam memberitakan ”kabar baik kerajaan” di seluruh bumi. (Mat. 24:14) Bukan hanya ”roh dan pengantin perempuan itu [yang] terus mengatakan, ’Marilah!’” tapi mereka yang mendengarnya juga mengatakan, ”Marilah!” (Pny. 22:17) Itu berarti ”domba-domba lain” mendengar kaum terurap mengatakan ”Marilah!” dan mereka ikut mengatakan ”Marilah!” kepada orang-orang di seluruh dunia.—Yoh. 10:16.
16. Hak istimewa apa yang Yehuwa berikan kepada domba-domba lain?
16 Kaum sisa terurap mengasihi domba-domba lain. Kaum terurap senang karena Yehuwa telah memberi domba-domba lain hak istimewa untuk ikut bersukacita atas pernikahan tersebut. ”Perawan-perawan pengiringnya” itu ”akan dibawa dengan sukacita dan kegembiraan”. Ya, domba-domba lain, yang berharap hidup kekal di bumi, akan bersukacita bersama seluruh alam semesta sewaktu pernikahan Anak Domba diadakan di surga. Dalam buku Penyingkapan disebutkan bahwa ”kumpulan besar,” yang beribadat kepada Yehuwa di bumi, ”berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba”. Mereka melayani Yehuwa di bumi, di halaman bait rohani Allah yang agung. Jadi, mereka akan ikut bersukacita di bumi, bukan di surga.—Pny. 7:9, 15.
Para ’perawan pengiring’ pengantin perempuan akan ikut bersukacita atas pernikahan Anak Domba (Lihat paragraf 16)
BAPAK-BAPAK LELUHUR KRISTUS AKAN MENJADI PUTRA-PUTRANYA
17, 18. (a) Bagaimana pernikahan Anak Domba menghasilkan anak-anak di dunia baru? (b) Selama Pemerintahan Seribu Tahunnya, Kristus akan menjadi bapak bagi siapa?
17 Baca Mazmur 45:16. Para pengiring pengantin perempuan Kristus akan semakin bersukacita sewaktu melihat bahwa pernikahan itu secara kiasan akan menghasilkan anak-anak di dunia baru. Sang Raja Yesus Kristus akan membangkitkan ’bapak-bapak leluhurnya’ sehingga nantinya mereka akan menjadi ’putra-putranya’. (Yoh. 5:25-29; Ibr. 11:35) Kristus akan memilih sebagian dari ’putra-putranya’ ini untuk menjadi ”para pembesar di seluruh bumi”. Ia tentu akan memilih beberapa dari para penatua yang setia dewasa ini untuk mengemban tanggung jawab di dunia baru sebagai ”para pembesar”.—Yes. 32:1.
18 Selama Pemerintahan Seribu Tahunnya, Kristus akan menjadi bapak bagi orang-orang lain juga. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang beriman akan korban tebusan Yesus dan akan hidup selama-lamanya di bumi. (Yoh. 3:16) Kristus akan menjadi ”Bapak yang Kekal” bagi mereka.—Yes. 9:6, 7.
TERGERAK UNTUK MEMASYHURKAN NAMA SANG RAJA
19, 20. Apa pengaruhnya peristiwa-peristiwa di Mazmur 45 atas semua orang Kristen sejati dewasa ini?
19 Baca Mazmur 45:1, 17. Semua orang Kristen hendaknya berminat akan peristiwa-peristiwa yang dicatat di Mazmur 45. Kaum terurap yang masih ada di bumi dengan berdebar-debar menantikan saatnya mereka dipersatukan di surga dengan saudara-saudara mereka dan Pengantin Laki-Laki mereka, Yesus Kristus. Domba-domba lain tergerak untuk terus tunduk kepada Raja mereka yang mulia. Mereka juga bersyukur karena bisa menjadi rekan dari kaum sisa pengantin perempuan yang ada di bumi. Setelah pernikahan itu, Kristus dan pengantinnya akan melimpahkan berkat yang tiada duanya kepada seluruh umat manusia.—Pny. 7:17; 21:1-4.
20 Sambil menantikan penggenapan nubuat tentang Sang Raja Mesianik, kita tentu tergerak untuk memasyhurkan namanya. Mari kita puji Raja kita selama-lamanya.
-