PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kebesaran Yehuwa Tidak Terselidiki
    Menara Pengawal—2004 | 15 Januari
    • Kebesaran Yehuwa Tidak Terselidiki

      ”Yehuwa itu agung dan patut sekali dipuji, dan kebesarannya tidak terselidiki.”​—MAZMUR 145:3.

      1, 2. Orang macam apakah Daud itu, dan bagaimana ia memandang dirinya sehubungan dengan Allah?

      PENGGUBAH Mazmur 145 adalah salah seorang pria terkenal dalam sejarah. Sewaktu muda, ia menghadapi seorang raksasa bersenjata dan membunuhnya. Dan, sebagai seorang raja-pejuang, pemazmur ini menaklukkan banyak musuh. Namanya Daud, dan ia adalah raja kedua di Israel zaman dahulu. Reputasi Daud tidak memudar setelah kematiannya. Bahkan dewasa ini, jutaan orang mengetahui sedikit banyak tentang dia.

      2 Meskipun Daud memiliki banyak prestasi, ia rendah hati. Mengenai Yehuwa, ia bermazmur, ”Bila aku melihat langitmu, pekerjaan jarimu, bulan dan bintang-bintang yang telah engkau persiapkan, apakah manusia yang berkematian itu sehingga engkau mengingat dia, dan putra manusia sehingga engkau memperhatikan dia?” (Mazmur 8:3, 4) Alih-alih memandang dirinya sendiri besar, Daud menganggap Yehuwa-lah yang menyelamatkannya dari semua musuhnya dan ia mengatakan tentang Allah, ”Engkau akan memberiku perisai keselamatanmu, dan kerendahan hatimu, itulah yang membuat aku besar.” (2 Samuel 22:1, 2, 36) Yehuwa mempertunjukkan kerendahan hati sewaktu memperlihatkan belas kasihan kepada para pedosa, dan Daud mensyukuri kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh.

      ’Aku Akan Meninggikan Allah sang Raja’

      3. (a) Bagaimana pandangan Daud tentang siapa sesungguhnya raja atas Israel? (b) Sejauh mana Daud berhasrat untuk memuji Yehuwa?

      3 Meskipun Daud adalah raja yang dilantik Allah, ia memandang Yehuwa sebagai Raja sejati atas Israel. Daud mengatakan, ”Milikmulah kerajaan, oh, Yehuwa, Pribadi yang juga meninggikan dirimu sebagai kepala atas semua.” (1 Tawarikh 29:11) Dan, betapa dalamnya penghargaan Daud terhadap Allah sebagai Penguasa! ”Aku akan meninggikan engkau, oh, Allahku, sang Raja,” ia bermazmur, ”dan aku akan mengagungkan namamu sampai waktu yang tidak tertentu, bahkan selama-lamanya. Sepanjang hari aku akan mengagungkan engkau, dan aku akan memuji namamu sampai waktu yang tidak tertentu, bahkan selama-lamanya.” (Mazmur 145:1, 2) Daud berhasrat untuk memuji Allah Yehuwa sepanjang hari hingga selama-lamanya.

      4. Tuduhan palsu apa yang dibuktikan salah oleh Mazmur 145?

      4 Mazmur 145 adalah jawaban yang ampuh atas pernyataan Setan bahwa Allah adalah penguasa egois yang menahan kemerdekaan dari makhluk-makhluk-Nya. (Kejadian 3:1-5) Mazmur ini juga membuktikan kesalahan dusta Setan bahwa orang-orang menaati Allah hanya karena mengharapkan imbalan, bukan karena mereka mengasihi Allah. (Ayub 1:9-11; 2:4, 5) Seperti Daud, orang Kristen sejati dewasa ini menyediakan jawaban atas tuduhan palsu si Iblis. Mereka menganggap harapan kehidupan abadi di bawah pemerintahan Kerajaan itu sangat berharga karena mereka berhasrat untuk memuji Yehuwa hingga selama-lamanya. Jutaan orang telah melakukannya dengan memperlihatkan iman akan korban tebusan Yesus dan dengan secara taat melayani Yehuwa didorong oleh kasih sebagai para penyembah-Nya yang berbakti dan dibaptis.​—Roma 5:8; 1 Yohanes 5:3.

      5, 6. Apa saja kesempatan yang tersedia untuk mengagungkan dan memuji Yehuwa?

      5 Pikirkan banyaknya kesempatan yang kita miliki untuk mengagungkan dan memuji Yehuwa sebagai hamba-hamba-Nya. Kita dapat melakukannya dalam doa sewaktu kita sangat tersentuh oleh sesuatu yang kita baca dalam Firman-Nya, Alkitab. Pujian dan rasa syukur dapat kita ungkapkan sewaktu kita tergugah oleh cara Allah berurusan dengan umat-Nya atau sewaktu kita tergetar oleh aspek-aspek tertentu dari ciptaan-Nya yang menakjubkan. Kita juga mengagungkan Allah Yehuwa sewaktu kita membahas maksud-tujuan-Nya bersama rekan-rekan seiman di perhimpunan Kristen atau dalam percakapan pribadi kita. Sesungguhnya, semua ’perbuatan baik’ yang dilakukan demi kepentingan Kerajaan Allah mendatangkan pujian bagi Yehuwa.​—Matius 5:16.

      6 Contoh-contoh terbaru tentang perbuatan baik seperti itu mencakup pembangunan banyak tempat ibadat oleh umat Yehuwa di negeri-negeri yang dilanda kemiskinan. Sebagian besar pembangunan ini dilakukan dengan bantuan finansial rekan-rekan seiman di negeri-negeri lain. Beberapa orang Kristen telah memberikan bantuan dengan pergi secara sukarela ke daerah-daerah tersebut untuk ikut membangun Balai-Balai Kerajaan. Dan, perbuatan baik yang terpenting dari semuanya adalah memuji Yehuwa dengan memberitakan kabar baik Kerajaan-Nya. (Matius 24:14) Seperti diperlihatkan oleh ayat-ayat berikutnya di Mazmur 145, Daud menghargai kekuasaan Allah dan memuji-muji kedudukan-Nya sebagai raja. (Mazmur 145:11, 12) Apakah Saudara memiliki penghargaan yang sama akan cara Allah yang pengasih dalam memerintah? Dan, apakah Saudara secara teratur berbicara kepada orang lain tentang Kerajaan-Nya?

      Contoh Kebesaran Allah

      7. Sebutkan alasan utama untuk memuji Yehuwa.

      7 Mazmur 145:3 memberikan alasan utama untuk memuji Yehuwa. Daud bermazmur, ”Yehuwa itu agung dan patut sekali dipuji, dan kebesarannya tidak terselidiki.” Kebesaran Yehuwa tiada batasnya. Hal itu tidak dapat sepenuhnya diselidiki, dipahami, atau diukur oleh manusia. Tetapi, kita pasti akan memperoleh manfaat dengan mengulas contoh-contoh kebesaran Yehuwa yang tidak terselidiki.

      8. Apa yang disingkapkan oleh alam semesta tentang kebesaran dan kuasa Yehuwa?

      8 Cobalah ingat kembali saat manakala Saudara berada jauh dari lampu-lampu kota yang terang dan memandang ke langit malam yang tak berawan. Tidakkah Saudara takjub akan begitu banyaknya bintang yang terlihat dilatari pekatnya kegelapan angkasa? Tidakkah Saudara tergugah untuk memuji Yehuwa atas kebesaran-Nya dalam menciptakan semua benda angkasa itu? Namun, apa yang Saudara lihat hanyalah segelintir bintang dalam galaksi tempat bumi kita berada. Di luar itu, diperkirakan ada lebih dari seratus miliar galaksi, hanya tiga di antaranya yang dapat terlihat tanpa bantuan teleskop. Sesungguhnya, bintang dan galaksi yang tak terhitung banyaknya yang membentuk alam semesta yang mahaluas ini memberikan kesaksian akan kuasa Yehuwa untuk mencipta dan kebesaran-Nya yang tidak terselidiki.​—Yesaya 40:26.

      9, 10. (a) Apa saja aspek kebesaran Yehuwa yang telah dipertunjukkan dalam kaitannya dengan Yesus Kristus? (b) Bagaimana seharusnya kebangkitan Yesus mempengaruhi iman kita?

      9 Perhatikan aspek-aspek lain tentang kebesaran Yehuwa​—aspek yang berkaitan dengan Yesus Kristus. Kebesaran Allah diperlihatkan dalam hal Ia menciptakan Putra-Nya dan menggunakan dia untuk waktu yang tak terhitung lamanya sebagai ”pekerja ahli”-Nya. (Amsal 8:22-31) Kebesaran kasih Yehuwa dimanifestasikan sewaktu Ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan sebagai korban tebusan bagi umat manusia. (Matius 20:28; Yohanes 3:16; 1 Yohanes 2:1, 2) Dan, tubuh roh yang mulia dan tak berkematian yang Yehuwa rancang bagi Yesus pada kebangkitannya sungguh jauh di luar pemahaman manusia.​—1 Petrus 3:18.

      10 Kebangkitan Yesus berkaitan dengan banyak aspek yang mengagumkan dari kebesaran Yehuwa yang tidak terselidiki. Allah pastilah mengembalikan ingatan Yesus mengenai pekerjaan yang tercakup dalam penciptaan hal-hal yang tidak kelihatan dan yang kelihatan. (Kolose 1:15, 16) Hal ini mencakup makhluk-makhluk roh yang lain, alam semesta, bumi yang produktif, dan segala bentuk kehidupan jasmani di bola bumi kita. Selain memulihkan pengetahuan sang Putra akan sejarah lengkap kehidupan di surga dan di bumi yang ia saksikan selama eksistensi pramanusianya, Yehuwa juga memulihkan ingatannya tentang apa yang telah Yesus alami sebagai manusia sempurna. Ya, kebesaran Yehuwa yang tidak terselidiki tersingkap dalam kebangkitan Yesus. Selain itu, tindakan yang agung tersebut merupakan jaminan bahwa kebangkitan orang-orang lain bukanlah hal yang mustahil. Hal itu hendaknya memperkuat iman kita bahwa Allah dapat menghidupkan kembali jutaan orang mati yang ada dalam ingatan-Nya yang sempurna.​—Yohanes 5:​28, 29; Kisah 17:31.

      Pekerjaan yang Menakjubkan dan Tindakan yang Perkasa

      11. Pekerjaan besar apa yang dimulai Yehuwa pada Pentakosta 33 M?

      11 Sejak kebangkitan Yesus, Yehuwa telah melakukan banyak pekerjaan lain yang besar dan menakjubkan. (Mazmur 40:5) Pada Pentakosta 33 M, Yehuwa menciptakan suatu bangsa baru, ”Israel milik Allah”, yang terdiri dari murid-murid Kristus yang diurapi roh kudus. (Galatia 6:16) Dengan cara yang perkasa, bangsa rohani yang baru ini berkembang ke seluruh dunia yang dikenal saat itu. Kendati ada kemurtadan yang mengarah kepada terbentuknya Susunan Kristen setelah kematian para rasul Yesus, Yehuwa terus melakukan pekerjaan yang menakjubkan untuk memastikan penggenapan maksud-tujuan-Nya.

      12. Fakta bahwa Alkitab tersedia dalam semua bahasa utama di bumi merupakan kesaksian akan apa?

      12 Misalnya, kanon Alkitab dilestarikan dan akhirnya diterjemahkan ke dalam semua bahasa utama di bumi dewasa ini. Penerjemahan Alkitab sering kali dilakukan di bawah keadaan yang sulit dan di bawah ancaman kematian dari kaki tangan Setan. Sudah pasti, penerjemahan Alkitab ke dalam lebih dari 2.000 bahasa mustahil terlaksana seandainya hal ini bukan kehendak Yehuwa, Allah yang kebesaran-Nya tidak terselidiki!

      13. Sejak tahun 1914, bagaimana kebesaran Yehuwa telah dimanifestasikan dalam kaitannya dengan maksud-tujuan Kerajaan-Nya?

      13 Kebesaran Yehuwa telah dimanifestasikan dalam kaitannya dengan maksud-tujuan Kerajaan-Nya. Misalnya, pada tahun 1914, Ia melantik Putra-Nya, Yesus Kristus, sebagai Raja surgawi. Tak lama kemudian, Yesus bertindak terhadap Setan dan hantu-hantunya. Mereka diusir dari surga dan dibatasi kegiatannya dalam kawasan di sekitar bumi, tempat mereka kini menantikan saat untuk dilemparkan ke jurang yang tidak terduga dalamnya. (Penyingkapan 12:9-12; 20:1-3) Sejak itu, para pengikut Yesus yang terurap telah mengalami penganiayaan yang meningkat. Namun, Yehuwa telah menopang mereka selama masa kehadiran Kristus yang tidak kelihatan ini.​—Matius 24:3; Penyingkapan 12:17.

      14. Pekerjaan menakjubkan apa yang Yehuwa lakukan pada tahun 1919, dan apa yang dicapai dengan hal itu?

      14 Pada tahun 1919, Yehuwa melakukan pekerjaan menakjubkan lain yang mempertunjukkan kebesaran-Nya. Para pengikut Yesus yang terurap, yang telah menjadi tidak aktif secara rohani, dihidupkan kembali. (Penyingkapan 11:3-11) Pada tahun-tahun sejak itu, kaum terurap telah dengan bergairah memberitakan kabar baik Kerajaan surgawi yang telah berdiri. Orang-orang terurap yang lain telah dikumpulkan guna melengkapi jumlah 144.000. (Penyingkapan 14:1-3) Dan, melalui para pengikut Kristus yang terurap, Yehuwa meletakkan fondasi ”bumi baru”, masyarakat manusia yang adil-benar. (Penyingkapan 21:1) Tetapi, apa yang akan terjadi dengan ”bumi baru” setelah kaum terurap yang setia semuanya pergi ke surga?

      15. Pekerjaan apa yang telah dirintis oleh orang Kristen terurap, dan apa saja hasilnya?

      15 Pada tahun 1935, terbitan 1 Agustus dan 15 Agustus jurnal ini memuat artikel-artikel kunci yang membahas tentang ”kumpulan besar” yang disebutkan di Penyingkapan pasal 7. Orang Kristen terurap dengan bergairah mulai mencari dan menggabungkan dengan mereka rekan-rekan penyembah dari semua bangsa, suku, umat, dan bahasa. ”Kumpulan besar” ini akan selamat melewati ”kesengsaraan besar” yang sudah di ambang pintu, dengan prospek kehidupan abadi dalam Firdaus sebagai anggota-anggota permanen ”bumi baru”. (Penyingkapan 7:9-14) Berkat pekerjaan memberitakan Kerajaan dan menjadikan murid yang dirintis oleh orang Kristen terurap, lebih dari enam juta orang kini menikmati harapan kehidupan tanpa akhir dalam firdaus di bumi. Siapa yang seharusnya mendapat pujian atas peningkatan tersebut, yang dicapai sekalipun menghadapi tentangan dari Setan dan dunianya yang bejat? (1 Yohanes 5:19) Hanya Yehuwa yang dapat mencapai semua hal ini, dengan menggunakan roh kudus-Nya.​—Yesaya 60:22; Zakharia 4:6.

      Kemuliaan Yehuwa yang Semarak dan Kehormatan-Nya

      16. Mengapa manusia tidak dapat secara harfiah melihat ’kemuliaan yang semarak dari kehormatan Yehuwa’?

      16 Apa pun bentuknya, ”pekerjaan yang menakjubkan” dan ”tindakan yang perkasa” dari Yehuwa tidak akan pernah terlupakan. Daud menulis, ”Generasi demi generasi akan memuji pekerjaanmu, dan mereka akan menceritakan tindakanmu yang perkasa. Kemuliaan yang semarak dari kehormatanmu dan hal-hal berkenaan dengan pekerjaan-pekerjaanmu yang menakjubkan akan kupikirkan. Dan mereka akan berbicara tentang kekuatan perkara-perkaramu yang membangkitkan rasa takut; dan mengenai kebesaranmu, aku akan menyatakannya.” (Mazmur 145:4-6) Namun, seberapa banyak yang dapat Daud ketahui tentang kemuliaan Yehuwa yang semarak, mengingat ”Allah adalah Roh” sehingga tidak terlihat oleh mata manusia?​—Yohanes 1:18; 4:24.

      17, 18. Bagaimana Daud dapat semakin menghargai ’kemuliaan yang semarak dari kehormatan Yehuwa’?

      17 Meskipun ia tidak dapat melihat Allah, Daud dapat meningkatkan penghargaannya akan kehormatan Yehuwa dengan beberapa cara. Misalnya, ia dapat membaca catatan Alkitab tentang tindakan Allah yang perkasa, seperti pembinasaan dunia yang fasik melalui air bah global. Kemungkinan besar, Daud mempelajari bagaimana allah-allah palsu Mesir dipermalukan sewaktu Allah membebaskan orang Israel dari perbudakan orang Mesir. Peristiwa-peristiwa tersebut memberikan kesaksian tentang kehormatan dan kebesaran Yehuwa.

      18 Daud pastilah semakin menghargai kehormatan Allah bukan dengan sekadar membaca Alkitab, melainkan juga dengan merenungkannya. Misalnya, ia mungkin telah merenungkan apa yang terjadi sewaktu Yehuwa memberikan Hukum kepada Israel. Ada guntur, kilat, awan yang tebal, dan bunyi tiupan tanduk yang sangat keras. Gunung Sinai berguncang dan berasap. Orang Israel yang dikumpulkan di kaki gunung itu bahkan mendengar ”Sepuluh Firman” dari tengah-tengah api dan awan seraya Yehuwa berbicara kepada mereka dengan diwakili seorang malaikat. (Ulangan 4:32-36; 5:22-24; 10:4; Keluaran 19:16-20; Kisah 7:38, 53) Benar-benar manifestasi keagungan Yehuwa yang luar biasa! Para pencinta Firman Allah yang merenungkan catatan-catatan ini pastilah tergugah oleh ’kemuliaan yang semarak dari kehormatan Yehuwa’. Tentu saja, dewasa ini, kita memiliki Alkitab lengkap, yang memuat berbagai penglihatan tentang kemuliaan yang mengesankan kita akan kebesaran Yehuwa.—Yehezkiel 1:26-28; Daniel 7:9, 10; Penyingkapan, pasal 4.

      19. Apa yang akan meningkatkan penghargaan kita akan kehormatan Yehuwa?

      19 Cara lain Daud bisa terkesan akan kehormatan Allah adalah dengan mempelajari hukum-hukum yang Allah berikan kepada orang Israel. (Ulangan 17:18-20; Mazmur 19:7-11) Ketaatan kepada hukum-hukum Yehuwa mengangkat martabat bangsa Israel dan membuatnya terpisah dari semua bangsa lain. (Ulangan 4:6-8) Seperti Daud, apabila kita membaca Alkitab secara teratur, merenungkannya secara mendalam, dan mempelajarinya secara sungguh-sungguh, kita pun akan semakin menghargai kehormatan Yehuwa.

      Betapa Agung Sifat Moral Allah!

      20, 21. (a) Mazmur 145:7-9 mengagungkan kebesaran Yehuwa sehubungan dengan sifat-sifat apa? (b) Apa pengaruh sifat-sifat Allah yang disebutkan di sini terhadap semua orang yang mengasihi Dia?

      20 Seperti yang telah kita amati, keenam ayat pertama dari Mazmur 145 memberi kita alasan yang masuk akal untuk memuji Yehuwa atas hal-hal yang berkaitan dengan kebesaran-Nya yang tidak terselidiki. Ayat 7 sampai 9 mengagungkan kebesaran Allah dengan menyebutkan sifat-sifat moral-Nya. Daud bermazmur, ”Mereka akan meluap-luap dalam menyebutkan kebaikanmu yang limpah, dan oleh karena keadilbenaranmu, mereka akan bersorak dengan sukacita. Yehuwa itu murah hati dan berbelaskasihan, lambat marah dan besarlah kebaikan hatinya yang penuh kasih. Yehuwa itu baik kepada semua orang, dan belas kasihannya ada bagi segala hasil karyanya.”

      21 Di sini, Daud mula-mula menonjolkan kebaikan dan keadilbenaran Yehuwa—sifat-sifat yang diragukan oleh Setan si Iblis. Apa pengaruh sifat-sifat ini atas semua orang yang mengasihi Allah dan tunduk kepada kekuasaan-Nya? Tak ayal lagi, kebaikan Yehuwa dan cara Ia memerintah dengan adil-benar membuat para penyembah-Nya begitu bersukacita sehingga mereka tidak dapat berhenti memuji Dia dengan meluap-luap. Selain itu, kebaikan Yehuwa diulurkan ”kepada semua orang”. Semoga hal ini akan membantu lebih banyak orang untuk bertobat dan menyembah Allah yang benar sebelum terlambat.—Kisah 14:15-17.

      22. Bagaimana Yehuwa memperlakukan hamba-hamba-Nya?

      22 Daud juga menghargai sifat-sifat yang Allah sendiri tonjolkan sewaktu Ia ”lewat di hadapan [Musa] dan menyatakan, ’Yehuwa, Yehuwa, Allah yang berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih dan kebenaran’”. (Keluaran 34:6) Dengan demikian, Daud dapat menyatakan, ”Yehuwa itu murah hati dan berbelaskasihan, lambat marah dan besarlah kebaikan hatinya yang penuh kasih.” Meskipun Yehuwa itu tak terselidiki kebesaran-Nya, Ia mengangkat martabat hamba-hamba manusia-Nya dengan memperlakukan mereka secara murah hati. Ia penuh belas kasihan, bersedia mengampuni para pedosa yang bertobat atas dasar korban tebusan Yesus. Yehuwa juga lambat marah, karena Ia mengaruniai hamba-hamba-Nya kesempatan untuk mengatasi berbagai kelemahan yang dapat menghalangi mereka masuk ke dunia baru yang adil-benar.—2 Petrus 3:9, 13, 14.

      23. Apa sifat berharga yang akan kita bahas dalam artikel berikut?

      23 Daud memuji-muji kebaikan hati Allah yang penuh kasih, atau kasih-Nya yang loyal. Malah, bagian selebihnya dari Mazmur 145 memperlihatkan bagaimana Yehuwa mempertunjukkan sifat ini dan bagaimana hamba-hamba-Nya yang loyal menyambut kebaikan hati-Nya yang penuh kasih. Hal ini akan dibahas dalam artikel berikut.

  • Yehuwa, Besarlah Kasih-Nya yang Loyal
    Menara Pengawal—2004 | 15 Januari
    • Yehuwa, Besarlah Kasih-Nya yang Loyal

      ’Yehuwa, besarlah kebaikan hatinya yang penuh kasih.’​—MAZMUR 145:8.

      1. Seberapa jauhkah jangkauan kasih Allah?

      ”ALLAH adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8) Frasa yang menghangatkan hati itu membuktikan bahwa kasih mendasari cara Yehuwa memerintah. Ya, bahkan manusia yang tidak menaati-Nya menikmati manfaat dari matahari dan hujan yang Ia sediakan dengan pengasih! (Matius 5:44, 45) Berkat kasih Allah kepada dunia umat manusia, bahkan musuh-musuh-Nya dapat bertobat, berpaling kepada-Nya, dan memperoleh kehidupan. (Yohanes 3:16) Namun, tak lama lagi, Yehuwa akan menyapu bersih orang fasik yang tidak mau bertobat agar manusia yang mengasihi Dia dapat menikmati kehidupan abadi dalam suatu dunia baru yang adil-benar.​—Mazmur 37:​9-​11, 29; 2 Petrus 3:​13.

      2. Apa aspek khusus dari kasih yang Yehuwa perlihatkan kepada orang-orang yang telah membaktikan diri kepada-Nya?

      2 Yehuwa memperlihatkan kasih kepada para penyembah sejati-Nya dengan cara yang sangat bermakna dan tak berkesudahan. Kasih semacam itu dilukiskan dengan sebuah kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi ”kebaikan hati yang penuh kasih”, atau ”kasih yang loyal”. Raja Daud dari Israel zaman dahulu sangat menghargai kebaikan hati Allah yang penuh kasih. Melalui pengalaman pribadinya dan perenungannya atas cara Allah berurusan dengan orang lain, Daud dapat bermazmur dengan penuh keyakinan, ’Yehuwa, besarlah kebaikan hatinya yang penuh kasih [atau, ’kasihnya yang loyal’].’​—Mazmur 145:8.

      Mengidentifikasi Umat Allah yang Loyal

      3, 4. (a) Bagaimana Mazmur 145 membantu kita mengidentifikasi umat Yehuwa yang loyal? (b) Bagaimana umat Allah yang loyal ”mengagungkan” Dia?

      3 Mengenai Allah Yehuwa, ibu nabi Samuel, Hana, berkata, ”Kaki orang-orangnya yang loyal dijaganya.” (1 Samuel 2:9) Siapa ’orang-orang yang loyal’ tersebut? Raja Daud menjawabnya. Setelah memuji-muji berbagai sifat Yehuwa yang menakjubkan, ia menyatakan, ”Orang-orangmu yang loyal akan mengagungkan engkau.” (Mazmur 145:10) Manusia dapat mengagungkan Allah terutama dengan memuji Dia atau dengan membicarakan hal-hal yang baik tentang Dia.

      4 Oleh karena itu, umat Yehuwa yang loyal dapat diidentifikasi sebagai orang-orang yang menggunakan mulut mereka untuk memuji-muji Dia. Dalam acara ramah tamah dan di perhimpunan, apa yang menjadi tema umum percakapan mereka? Tentu saja, Kerajaan Yehuwa! Hamba-hamba Allah yang loyal seperasaan dengan Daud, yang bermazmur, ”Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan [Yehuwa], dan mereka akan menyatakan keperkasaanmu.”​—Mazmur 145:11.

      5. Bagaimana kita tahu bahwa Yehuwa memperhatikan sewaktu umat-Nya yang loyal memuji-muji Dia?

      5 Apakah Yehuwa memperhatikan sewaktu umat-Nya yang loyal memuji Dia? Ya, Ia memperhatikan apa yang mereka utarakan. Dalam suatu nubuat mengenai ibadat sejati pada zaman kita, Maleakhi menulis, ”Pada waktu itu mereka yang takut akan Yehuwa berbicara seorang dengan yang lain, masing-masing dengan temannya, dan Yehuwa terus memperhatikan dan mendengarkan. Lalu sebuah buku peringatan ditulis di hadapannya untuk mereka yang takut akan Yehuwa dan mereka yang memikirkan namanya.” (Maleakhi 3:16) Yehuwa sangat senang sewaktu umat-Nya yang loyal memuji-muji Dia, dan Ia mengingat mereka.

      6. Kegiatan apa yang membantu kita mengidentifikasi umat Allah yang loyal?

      6 Hamba-hamba Yehuwa yang loyal dapat juga diidentifikasi melalui keberanian dan inisiatif mereka dalam berbicara kepada orang-orang yang bukan penyembah Allah yang benar. Sesungguhnya, umat Allah yang loyal ”memberitahukan kepada putra-putra manusia, tindakannya yang perkasa dan kemuliaan semarak kerajaannya”. (Mazmur 145:12) Apakah Saudara mencari dan memanfaatkan sepenuhnya kesempatan untuk berbicara tentang kerajaan Yehuwa kepada orang yang tak dikenal? Tidak seperti pemerintahan manusia, yang akan segera berlalu, kerajaan-Nya bersifat abadi. (1 Timotius 1:17) Sungguh mendesak bagi orang-orang untuk belajar tentang kerajaan Yehuwa yang abadi dan mengambil sikap sebagai pendukungnya. ”Kerajaanmu adalah kerajaan untuk segala waktu yang tidak tertentu,” Daud bermazmur, ”dan kekuasaanmu ada sepanjang generasi turun-temurun.”​—Mazmur 145:13.

      7, 8. Apa yang terjadi pada tahun 1914, dan apa buktinya bahwa Allah kini memerintah melalui Kerajaan Putra-Nya?

      7 Sejak tahun 1914, ada alasan tambahan untuk berbicara tentang kerajaan Yehuwa. Pada tahun itu, Allah mendirikan Kerajaan Mesianik surgawi dengan Yesus Kristus, Putra Daud, sebagai Raja. Dengan demikian, Yehuwa menggenapi janji-Nya bahwa kerajaan Daud akan ditetapkan dengan kokoh sampai waktu yang tidak tertentu.​—2 Samuel 7:12, 13; Lukas 1:32, 33.

      8 Bukti bahwa Yehuwa kini memerintah melalui Kerajaan Putra-Nya, Yesus Kristus, terlihat melalui penggenapan tanda kehadiran Yesus yang sedang berlangsung. Corak yang paling menonjol dari tanda itu adalah pekerjaan yang Yesus nubuatkan akan dilakukan oleh semua umat Allah yang loyal, sewaktu ia mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:3-14) Karena umat Allah yang loyal dengan bergairah menggenapi nubuat itu, lebih dari enam juta pria, wanita, dan anak-anak kini sedang ambil bagian dalam pekerjaan agung yang tidak akan pernah terulang lagi ini. Segera, akhir itu akan menimpa semua penentang Kerajaan Yehuwa.​—Penyingkapan 11:15, 18.

      Memperoleh Manfaat dari Kedaulatan Yehuwa

      9, 10. Kekontrasan apa yang ada antara Yehuwa dan para penguasa manusia?

      9 Jika kita adalah orang Kristen yang berbakti, hubungan kita dengan Tuan yang Berdaulat, Yehuwa, mendatangkan banyak manfaat untuk kita. (Mazmur 71:5; 116:12) Misalnya, karena kita takut kepada Allah dan mempraktekkan keadilbenaran, kita menikmati perkenan-Nya dan secara rohani dekat kepada-Nya. (Kisah 10:34, 35; Yakobus 4:8) Kontrasnya, para penguasa manusia sering kali terlihat akrab dengan orang-orang terpandang, seperti pemimpin militer, pengusaha kaya, atau selebriti olahraga dan hiburan. Menurut surat kabar Afrika, Sowetan, seorang pejabat tinggi pemerintah mengucapkan kata-kata berikut tentang daerah yang dilanda kemiskinan di negerinya, ”Saya mengerti mengapa sebagian besar dari kita enggan pergi ke daerah seperti itu. Soalnya kita ingin melupakan adanya situasi semacam itu. Hal itu menusuk hati nurani kita dan kita malu dengan [mobil-mobil] mahal yang kita kendarai.”

      10 Tentu saja, beberapa penguasa manusia memiliki kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan rakyatnya. Tetapi, bahkan penguasa yang paling luhur pun tidak mengenal rakyatnya dengan akrab. Sesungguhnya, kita dapat bertanya: Adakah penguasa yang sedemikian peduli terhadap seluruh rakyatnya sampai-sampai ia langsung turun tangan untuk membantu setiap orang pada masa sulit? Ya, ada. Daud menulis, ”Yehuwa menopang semua orang yang jatuh, dan menegakkan semua orang yang terbungkuk.”​—Mazmur 145:14.

      11. Cobaan apa saja menimpa umat Allah yang loyal, dan apa bantuan yang mereka miliki?

      11 Banyak cobaan dan malapetaka menimpa umat Allah Yehuwa yang loyal karena ketidaksempurnaan mereka sendiri dan karena mereka hidup di dunia yang berada dalam kuasa Setan, ”si fasik”. (1 Yohanes 5:19; Mazmur 34:19) Orang Kristen mengalami penindasan. Ada yang menderita penyakit kronis atau mengalami perkabungan. Adakalanya, kekhilafan umat Yehuwa yang loyal mungkin membuat mereka ’terbungkuk-bungkuk’ karena berkecil hati. Namun, apa pun cobaan yang menimpa mereka, Yehuwa selalu siap memberikan penghiburan dan kekuatan rohani kepada setiap orang. Raja Yesus Kristus memiliki minat pengasih yang sama terhadap rakyatnya yang loyal.​—Mazmur 72:12-14.

      Makanan yang Memuaskan pada Waktunya

      12, 13. Seberapa baikkah Yehuwa menyediakan kebutuhan ”segala yang hidup”?

      12 Karena berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih, Yehuwa menyediakan semua kebutuhan hamba-hamba-Nya. Hal ini termasuk memuaskan mereka dengan makanan yang bergizi. Raja Daud menulis, ”Kepada [Yehuwa] mata semua orang melihat dengan penuh harap, dan engkau memberi mereka makanan pada waktunya. Engkau membuka tanganmu dan memuaskan keinginan segala yang hidup.” (Mazmur 145:15, 16) Bahkan sewaktu ada malapetaka, Yehuwa dapat memanuver segala sesuatu sehingga umat-Nya yang loyal mendapat ’roti untuk hari itu’.​—Lukas 11:3; 12:29, 30.

      13 Daud menyebutkan bahwa ”segala yang hidup” dipuaskan. Hal itu termasuk binatang-binatang. Kalau bukan karena tumbuh-tumbuhan di darat dan di laut yang berlimpah di bumi, tentulah makhluk laut, burung, dan binatang darat tidak akan mendapat oksigen untuk bernapas atau makanan untuk dimakan. (Mazmur 104:14) Namun, Yehuwa memastikan agar semua kebutuhan mereka dipuaskan.

      14, 15. Bagaimana makanan rohani disediakan dewasa ini?

      14 Tidak seperti binatang, manusia memiliki kebutuhan rohani. (Matius 5:3) Alangkah menakjubkan cara Yehuwa memuaskan kebutuhan rohani umat-Nya yang loyal! Sebelum kematiannya, Yesus berjanji bahwa ”budak yang setia dan bijaksana” akan menyediakan ”makanan [rohani] pada waktu yang tepat” bagi para pengikut Yesus. (Matius 24:45) Kaum sisa dari ke-144.000 orang terurap membentuk golongan budak itu dewasa ini. Melalui mereka, Yehuwa benar-benar telah menyediakan makanan rohani secara limpah.

      15 Misalnya, sebagian besar umat Yehuwa kini menikmati manfaat dari terjemahan Alkitab yang baru dan akurat dalam bahasa mereka sendiri. Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru benar-benar merupakan berkat yang menakjubkan! Selain itu, jutaan alat bantu pengajaran Alkitab terus diterbitkan dalam lebih dari 300 bahasa. Semua makanan rohani ini telah menjadi berkat bagi para penyembah sejati di seputar bumi. Siapa yang layak mendapat pujian atas semua hal ini? Allah Yehuwa. Karena berlimpah dengan kebaikan hati-Nya yang penuh kasih, Ia memungkinkan golongan budak menyediakan ”makanan pada waktunya”. Melalui persediaan seperti itu, ”keinginan segala yang hidup” dalam firdaus rohani dewasa ini dipuaskan. Dan, alangkah bersukacitanya hamba-hamba Yehuwa akan harapan untuk segera menyaksikan bumi diubah menjadi firdaus jasmani!​—Lukas 23:42, 43.

      16, 17. (a) Apa saja contoh yang menunjukkan bahwa makanan rohani diberikan pada waktunya? (b) Bagaimana Mazmur 145 mengungkapkan perasaan umat Allah yang loyal mengenai sengketa utama yang diajukan oleh Setan?

      16 Perhatikan contoh menonjol mengenai makanan rohani yang diterima pada waktunya. Pada tahun 1939, Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa. Pada tahun yang sama, The Watchtower terbitan 1 November memuat artikel berjudul ”Neutrality” (Kenetralan). Berkat informasi yang disajikan dengan jelas, Saksi-Saksi Yehuwa di seputar dunia melihat perlunya mempertahankan kenetralan secara tegas terhadap kegiatan bangsa-bangsa yang berperang. Hal ini mengakibatkan kemurkaan pemerintah di kedua belah pihak selama konflik enam tahun itu. Namun, sekalipun dilarang dan dianiaya, umat Allah yang loyal terus memberitakan kabar baik Kerajaan. Sejak tahun 1939 hingga tahun 1946, mereka diberkati dengan kenaikan yang menakjubkan sebesar 157 persen. Selain itu, catatan integritas mereka yang menonjol selama perang itu terus membantu orang-orang mengidentifikasi agama yang benar.​—Yesaya 2:2-4.

      17 Makanan rohani yang Yehuwa sediakan tidak hanya tepat waktu tetapi juga sangat memuaskan. Sewaktu bangsa-bangsa sedang sibuk-sibuknya berperang pada Perang Dunia II, umat Yehuwa dibantu untuk berfokus pada sesuatu yang jauh lebih penting daripada keselamatan mereka sendiri. Yehuwa membantu mereka memahami bahwa sengketa utama, yang mencakup seluruh alam semesta, berkaitan dengan kedaulatan Yehuwa yang sah. Alangkah memuaskannya untuk mengetahui bahwa melalui keloyalan mereka, setiap Saksi bagi Yehuwa memiliki suatu bagian kecil dalam pembenaran kedaulatan Yehuwa dan dalam membuktikan bahwa si Iblis adalah pendusta! (Amsal 27:11) Tidak seperti Setan, yang memfitnah Yehuwa dan cara Dia memerintah, umat Yehuwa yang loyal terus menyatakan di hadapan umum, ”Yehuwa itu adil-benar dalam segala jalannya.”​—Mazmur 145:17.

      18. Apa contoh terbaru yang menunjukkan bahwa makanan rohani itu tepat waktu sekaligus sangat memuaskan?

      18 Contoh lain makanan rohani yang tepat waktu dan memuaskan adalah buku Mendekatlah kepada Yehuwa, yang diperkenalkan dalam ratusan Kebaktian Distrik ”Para Pemberita Kerajaan yang Bergairah”, yang diselenggarakan di seluruh dunia pada tahun 2002/03. Buku ini, yang dihasilkan oleh ”budak yang setia dan bijaksana” dan diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, berfokus pada sifat-sifat menakjubkan Allah Yehuwa, termasuk sifat-sifat yang disebutkan dalam Mazmur 145. Buku yang sangat bagus ini pastilah akan berperan penting dalam membantu umat Allah yang loyal untuk semakin mendekat kepada-Nya.

      Waktunya untuk Semakin Mendekat kepada Yehuwa

      19. Masa penentu apa yang kian mendekat, dan bagaimana kita dapat menghadapinya?

      19 Sebuah tahap penentu dalam penyelesaian sengketa kedaulatan Yehuwa kian mendekat. Sebagaimana dinubuatkan dalam Yehezkiel pasal 38, Setan akan segera merampungkan peranannya sebagai ”Gog dari tanah Magog”. Hal ini akan mencakup serangan seluas dunia atas umat Yehuwa. Itu akan merupakan serangan habis-habisan di pihak Setan untuk mematahkan integritas umat Allah yang loyal. Lebih dari sebelumnya, para penyembah Yehuwa akan perlu berseru kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, bahkan menjerit meminta tolong. Apakah rasa takut mereka yang penuh hormat kepada Allah dan kasih mereka kepada-Nya akan terbukti sia-sia? Sama sekali tidak, karena Mazmur 145 berkata, ”Yehuwa dekat kepada semua orang yang berseru kepadanya, kepada semua orang yang berseru kepadanya dalam kebenaran. Keinginan orang-orang yang takut kepadanya akan ia laksanakan, dan seruan mereka minta tolong akan ia dengar, dan ia akan menyelamatkan mereka. Yehuwa menjaga semua orang yang mengasihinya, tetapi semua orang fasik akan ia musnahkan.”​—Mazmur 145:18-20.

      20. Bagaimana kata-kata di Mazmur 145:​18-​20 akan tergenap tidak lama lagi?

      20 Alangkah menggetarkan nantinya untuk merasakan kedekatan dengan Yehuwa dan kuasa penyelamatan-Nya sewaktu Ia membinasakan semua orang fasik! Pada masa penentu yang kini sudah begitu dekat, Yehuwa hanya akan mendengarkan ”orang yang berseru kepadanya dalam kebenaran”. Ia pasti tidak akan mendengarkan orang-orang munafik. Firman Allah memperlihatkan dengan jelas bahwa seruan orang fasik kepada nama-Nya pada saat-saat terakhir selalu terbukti sia-sia.​—Amsal 1:28, 29; Mikha 3:4; Lukas 13:24, 25.

      21. Bagaimana umat Yehuwa yang loyal memperlihatkan bahwa mereka senang menggunakan nama ilahi?

      21 Lebih dari sebelumnya, kinilah waktunya bagi orang-orang yang takut kepada Yehuwa untuk ”berseru kepadanya dalam kebenaran”. Umat-Nya yang loyal senang menggunakan nama-Nya dalam doa mereka dan dalam komentar yang mereka sampaikan di perhimpunan. Mereka menggunakan nama ilahi dalam percakapan pribadi. Dan, mereka dengan berani menyatakan nama Yehuwa dalam dinas pengabaran mereka.​—Roma 10:10, 13-15.

      22. Mengapa sangat penting untuk terus melawan sikap dan hasrat duniawi?

      22 Supaya terus memperoleh manfaat dari hubungan kita yang akrab dengan Allah Yehuwa, sangat penting juga agar kita terus melawan hal-hal yang merusak kerohanian kita seperti materialisme, hiburan yang tidak sehat, semangat tidak mau mengampuni, atau sikap masa bodoh terhadap orang yang berkekurangan. (1 Yohanes 2:15-17; 3:15-17) Jika tidak dikoreksi, pengejaran dan perangai seperti itu dapat mengakibatkan seseorang mempraktekkan dosa serius dan akhirnya kehilangan perkenan Yehuwa. (1 Yohanes 2:1, 2; 3:6) Haluan yang berhikmat adalah mencamkan bahwa Yehuwa akan terus memperlihatkan kebaikan hati yang penuh kasih, atau kasih yang loyal, kepada kita hanya jika kita tetap setia kepada-Nya.​—2 Samuel 22:26.

      23. Masa depan agung apa yang menanti semua umat Allah yang loyal?

      23 Oleh karena itu, marilah kita menjaga pikiran kita terpusat pada masa depan agung yang menanti semua umat Yehuwa yang loyal. Dengan melakukannya, kita memiliki prospek yang menakjubkan untuk berada di antara orang-orang yang akan sangat meninggikan, mengagungkan, dan memuji Yehuwa ”sepanjang hari” dan ”bahkan selama-lamanya”. (Mazmur 145:1, 2) Maka, semoga kita ’tetap berada dalam kasih Allah sambil menatap kehidupan abadi’. (Yudas 20, 21) Seraya kita terus menikmati manfaat dari sifat-sifat menakjubkan Bapak surgawi kita, termasuk kebaikan hati yang penuh kasih yang Ia pertunjukkan dengan limpah kepada orang-orang yang mengasihi-Nya, semoga kita selalu seperasaan dengan Daud, yang mengungkapkan dalam kata-kata terakhir Mazmur 145, ”Mulutku akan mengucapkan pujian kepada Yehuwa; dan biarlah segala makhluk mengagungkan namanya yang kudus sampai waktu yang tidak tertentu, bahkan selama-lamanya.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan