-
Yehuwa Layak Dipuji SelamanyaMenara Pengawal—1990 | 15 September
-
-
Yehuwa Layak Dipuji Selamanya
”Setiap [”Sepanjang”, ”NW”] hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan namaMu untuk seterusnya dan selamanya.”—MAZMUR 145:2.
1. Mengapa Daud mempunyai banyak alasan untuk memuji Yehuwa?
DAUD, hamba yang loyal dari Yehuwa, mempunyai banyak alasan untuk memuji Allah. Raja yang termasyhur dari Israel purba ini mengetahui tentang kebesaran dan kebajikan Yehuwa serta menyadari bahwa kedudukan-Nya sebagai raja bersifat kekal. Yang Mahatinggi layak dipuji karena Ia memuaskan keinginan semua makhluk hidup dan menunjukkan belas kasihan kepada hamba-hamba-Nya yang setia.
2. (a) Bagaimana Mazmur 145 disusun? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa akan kita bahas?
2 Daud memberikan pujian demikian kepada Allah dalam buku Mazmur pasal 145. Tiap ayat dari mazmur akrostik ini dimulai dengan huruf abjad Ibrani secara berurut, walaupun satu huruf (nun) tidak dimasukkan. Susunan secara akrostik ini mungkin dimaksudkan sebagai bantuan untuk mengingat. Mazmur 145 memuliakan Yehuwa, dengan kata-kata, ”Setiap [”Sepanjang”, NW] hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan namaMu untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 145:2) Tetapi bagaimana mazmur ini dapat mempengaruhi kita? Bagaimana ini dapat membantu hubungan kita dengan Allah? Untuk mengetahuinya, marilah kita pertama-tama membahas ayat 1 sampai 10.
Kebesaran Yehuwa Tidak Terselami
3. Seperti Daud, kita berutang apa kepada ’Allah kita sang Raja’, dan mengapa?
3 Daud seorang raja, tetapi ia mengakui kedaulatan Yehuwa atas dia, dengan berkata, ”Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji namaMu untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 145:1) Dengan hormat yang dalam yang serupa dengan itu, Saksi-Saksi Yehuwa menjunjung tinggi nama Allah dan memuji Dia di seluruh dunia. Kehidupan kita diperkaya seraya kita ambil bagian dalam kegiatan semacam itu. Seperti Daud, kita wajib memberikan ketaatan dan ketundukan kepada Yehuwa sebagai ’Allah kita sang Raja’. Dan mengapa? Karena Ia adalah ”Raja kekekalan”. (Wahyu 15:3, NW) Lagi pula, Daud Yang Lebih Besar, Yesus Kristus, yang sedang memerintah dari Gunung Sion surgawi sejak 1914, memberi kita contoh yang sangat bagus dalam ketundukan kepada Yehuwa, Raja Yang Kekal.
4. Bagaimana kita dapat ’memuji nama Allah’?
4 Daud mengatakan bahwa ia akan ’memuji nama Allah’. Bagaimana ini mungkin bagi manusia biasa? Nah, antara lain, memuji seseorang berarti mengatakan hal-hal yang baik tentang dirinya. Memuji nama Allah menyatakan bahwa kita mempunyai kasih yang dalam terhadap Dia dan nama suci-Nya, Yehuwa. Kita tidak pernah mengeluh tentang Allah, tidak pernah mencari-cari kesalahan, tidak pernah meragukan kebaikan-Nya. Hanya jika kita memiliki sikap demikian, telah membuat pembaktian kepada Yehuwa, dan memelihara integritas sebagai Saksi-Saksi-Nya yang dibaptis, kita dapat mengatakan bersama-sama dengan Daud bahwa kita ’memuji nama Allah untuk selamanya’. Jika kita memelihara diri kita tetap dalam kasih Allah, kita akan menerima karunia hidup kekal dan dengan demikian dapat memuji Yehuwa untuk selama-lamanya.—Yudas 20, 21.
5. Keinginan untuk memuji Yehuwa ”sepanjang hari” seharusnya menghasilkan apa atas diri kita?
5 Jika kita benar-benar mengasihi Pemberi-Hidup kita, kita akan berkata bersama-sama dengan Daud, ”Setiap [”Sepanjang”, ”NW”] hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan namaMu untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 145:2) Betapa kosong rasanya suatu hari jika kita tidak memuji Allah! Semoga kita tidak pernah begitu sibuk atau begitu mengkhawatirkan perkara-perkara materi sehingga kita tidak memuji Bapa surgawi kita atau tidak berdoa kepada-Nya setiap hari. Yesus secara tidak langsung menyatakan bahwa kita perlu berdoa setiap hari ketika ia berkata dalam contoh doa, ”Berilah kami makanan kami untuk hari ini sesuai dengan kebutuhan hari ini.” (Lukas 11:3, NW) Banyak saudara dalam dinas sepenuh waktu memuji Allah setiap hari pada waktu mereka melakukan pelayanan Kristen. Namun apapun keadaan kita, hati kita hendaknya menggerakkan kita untuk memuji Allah dengan satu atau lain cara setiap hari. Dan coba pikir! Sebagai Saksi-Saksi yang berbakti dari Yehuwa dengan harapan hidup kekal, kita memiliki prospek yang menakjubkan untuk memuji nama-Nya selama-lamanya.—Yohanes 17:3.
6. Mengapa Yehuwa ”sangat terpuji”?
6 Kita jelas mempunyai alasan untuk memuji Allah sepanjang hari, karena Daud menambahkan, ”[Yehuwa] agung dan sangat terpuji, kebesarannya tidak terselami.” (Mazmur 145:3, BIS) Yehuwa demikian agung sehingga Ia tiada bandingannya, dan kedaulatan-Nya mutlak. Raja Nebukadnezar dari Babel harus mengakui, ”Tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan [Allah] dengan berkata kepadaNya: ’Apa yang Kaubuat?’” (Daniel 4:34, 35) Yehuwa ”lebih dahsyat dari pada segala allah”. (Mazmur 96:4) Tidak mengherankan bahwa Ia ”sangat terpuji”. Ya, tidak ada kata-kata pujian yang terlalu mulia untuk memuji Yehuwa! Ia layak mendapat pujian yang tidak terbatas dan kekal.
7. Apa yang membuktikan bahwa ’kebesaran Allah tidak terselami’?
7 ’Kebesaran Yehuwa tidak terselami.’ Tidak soal betapa besar Ia dalam tubuh, kebesaran-Nya terletak dalam Allah macam apa Ia. Ya, perkara-perkara yang telah Ia ciptakan terlalu menakjubkan untuk kita pahami, dan kita sendiri ”diciptakan dengan menakjubkan”. (Mazmur 139:14, NW; Ayub 9:10; 37:5) Selain itu, betapa mulia Allah Yehuwa membawakan diri-Nya! Ia dengan setia berpaut kepada janji-janji-Nya dan dengan pengasih menyingkapkan maksud-tujuan-Nya. Namun, kita tidak pernah akan mengetahui semua hal tentang Allah. Untuk selama-lamanya, kita akan dapat bertumbuh dalam pengetahuan tentang Dia, ciptaan-Nya, dan maksud-tujuan-Nya.—Roma 11:33-36.
Pujilah Perbuatan-Perbuatan Yehuwa
8. (a) Bagaimana ”generasi demi generasi” memuji perbuatan Yehuwa? (b) Jika kita mengajar anak-anak kita tentang perbuatan dan tindakan Yehuwa, kemungkinan besar bagaimana mereka akan memandang ibadat kepada-Nya? (c) Sebagai ”generasi” yang bersukacita, apa yang telah dilakukan kaum sisa terurap?
8 Begitu banyak yang dapat dikatakan sebagai pujian atas Allah kita yang agung dan tidak terselami sehingga Daud tergerak untuk mengatakan, ”Generasi demi generasi akan memuji perbuatan-Mu dan mewartakan tindakan-Mu yang penuh kuasa.” (Mazmur 145:4, NW) Generasi umat manusia secara turun-temurun telah memuji perbuatan-perbuatan Yehuwa dan berulang kali menceritakan tentang tindakan-tindakan-Nya yang penuh kuasa. Betapa besar hak istimewa untuk menceritakan hal-hal ini kepada mereka yang mendapat pengajaran Alkitab di rumah dari kita! Misalnya, kita dapat menceritakan kepada mereka bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. (Kejadian 1:1–2:25; Wahyu 4:11) Kita dapat berbicara tentang tindakan-Nya yang penuh kuasa pada waktu Ia membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, membantu mereka mengalahkan secara total orang-orang Kanaan musuh mereka, menyelamatkan mereka dari pembunuhan masal di Persia zaman dulu, dan masih banyak lagi. (Keluaran 13:8-10; Hakim 4:15; Ester 9:15-17) Dan tidakkah kita tergerak untuk menceritakan kepada anak-anak kita tentang banyak perbuatan dan tindakan Yehuwa? Jika kita memberikan pengajaran semacam itu kepada anak-anak kita dan mereka melihat kita melayani Allah dengan penuh sukacita, kemungkinan besar mereka akan memandang ibadat kepada-Nya sebagai kesukaan dan akan tumbuh dalam ’sukacita karena Yehuwa sebagai perlindungan mereka’. (Nehemia 8:11; Mazmur 78:1-4) Kaum sisa terurap merupakan satu ’keturunan’ atau generasi yang penuh sukacita dari Saksi-Saksi Yehuwa yang memuji perbuatan-perbuatan Allah di hadapan ”kumpulan besar”, yaitu sebagian dari generasi yang akan menghuni Firdaus di bumi.—Wahyu 7:9.
9. Pada waktu kita merenungkan perbuatan dan tindakan Allah yang penuh kuasa, mengenai apa kita dapat yakin?
9 Bila kita merenungkan banyak perbuatan dan tindakan Allah yang penuh kuasa, kita akan menjadi lebih yakin lagi bahwa ’[Yehuwa] tidak akan meninggalkan umat-Nya oleh karena nama-Nya yang besar’. (1 Samuel 12:22, Klinkert; Mazmur 94:14) Bila kita menghadapi pencobaan, kesukaran, dan penganiayaan, kita dapat tenang dan yakin bahwa ”damai sejahtera Allah” akan menjaga hati dan kekuatan mental kita. (Filipi 4:6, 7) Maka betapa tepat bagi kita untuk menceritakan kepada orang lain tentang Bapa kita yang penuh kasih dan suka melindungi!
10. ’Perbuatan-perbuatan Yehuwa yang ajaib’ termasuk apa, dan bagaimana kita mendapat manfaat dengan merenungkan itu?
10 Kita perlu mengambil waktu untuk merenungkan keagungan dan perbuatan-perbuatan Yehuwa, karena Daud menambahkan, ”Semarak kemuliaanMu yang agung dan perbuatan-perbuatanMu yang ajaib akan kunyanyikan [”kurenungkan”, ”BIS”].” (Mazmur 145:5) Keagungan Allah membangkitkan rasa takut dan tidak ada bandingannya. (Ayub 37:22; Mazmur 148:13) Maka, Daud merenungkan semarak kemuliaan dari keagungan Yehuwa. Pemazmur juga merenungkan hal-hal yang berkaitan dengan ’perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib’. Ini termasuk dijalankannya keadilan ilahi dalam membinasakan pedosa-pedosa dan menyelamatkan orang-orang yang saleh, seperti pada waktu Air Bah. (Kejadian 7:20-24; 2 Petrus 2:9) Merenungkan hal-hal demikian akan menguatkan hubungan kita dengan Yehuwa dan memungkinkan kita menceritakan kepada orang lain mengenai keagungan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Selama 40 hari di padang gurun, Yesus dikuatkan untuk menghadapi godaan dengan merenungkan hal-hal yang telah dibawa kepada perhatiannya pada waktu langit terbuka. (Matius 3:13–4:11) Setelah itu ia memberitakan kepada orang-orang lain tentang keagungan Yehuwa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.
11. (a) Mengapa perasaan takut meliputi penduduk Yerikho? (b) Dengan semangat apa Saksi-Saksi Yehuwa berbicara tentang ’perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat’ dan ’kebesaran-Nya’?
11 Bila kita berbicara tentang keagungan dan perbuatan-perbuatan Allah, kita mendorong orang-orang lain untuk membicarakan hal itu. Daud berkata, ”Kekuatan perbuatan-perbuatanMu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaranMu hendak kuceritakan.” (Mazmur 145:6) Rahab berbicara tentang perasaan takut yang meliputi penduduk Yerikho ketika mereka mendengar bagaimana Yehuwa telah menyelamatkan umat Israel di Laut Merah dan memberi mereka kemenangan atas dua raja orang Amori. Pasti ’perbuatan-perbuatan yang dahsyat’ semacam itu banyak dibicarakan orang di Yerikho. (Yosua 2:9-11) Dan pasti ’sengsara besar’ yang sudah dekat akan dahsyat atau membangkitkan rasa takut. (Matius 24:21, Bode) Tetapi hal-hal yang begitu menakutkan bagi orang-orang yang jauh dari Allah membangkitkan perasaan ”takut akan [Yehuwa]” dalam hati yang adil-benar, perasaan takut yang sehat kepada-Nya. (Amsal 1:7) Dengan semangat yang penuh respek demikian, Saksi-Saksi Yehuwa berbicara tentang pertunjukan kuasa Allah. Ya, Pembuat Mukjizat yang agung adalah pokok utama dari percakapan antara kaum terurap dan rekan-rekan mereka di bumi! Dan bahkan penganiayaan tidak mencegah mereka untuk menceritakan kepada orang lain tentang hal-hal ini dan tentang ’kebesaran’ Yehuwa.—Kisah 4:18-31; 5:29.
Pujilah Yehuwa atas Kebajikan-Nya
12. Bagaimana kebajikan Yehuwa membuat kita ”meluap-luap”?
12 Allah layak mendapat pujian bukan hanya karena kebesaran-Nya tetapi juga karena kebajikan dan keadilan-Nya. Maka Daud berkata, ”Peringatan kepada besarnya kebajikanMu akan dimasyhurkan mereka [dengan meluap-luap, ”NW”], dan tentang keadilanMu mereka akan bersorak-sorai.” (Mazmur 145:7) Begitu besar kebajikan Yehuwa sehingga kita ”meluap-luap” dengan pernyataan penuh sukacita mengenai hal itu. Dalam bahasa Ibrani, gagasannya ialah tentang air yang memancar dengan keras dari sebuah mata air. Maka semoga kita dengan semangat menyatakan puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah, sama seperti pancaran air yang deras. (Amsal 18:4) Israel melupakan kebajikan Yehuwa sehingga mereka mengalami kerugian rohani yang besar. (Mazmur 106:13-43) Tetapi biarlah hati kita dipenuhi dengan luapan perasaan terima kasih bahwa orang-orang akhirnya bertobat setelah mereka mengetahui betapa baik Yehuwa kepada Saksi-Saksi-Nya yang berbakti.—Roma 2:4.
13. Pernyataan dari keadilan dan kebenaran ilahi seharusnya menghasilkan apa dalam diri kita?
13 Semoga pernyataan dari keadilan dan kebenaran ilahi juga menggerakkan kita untuk bersorak-sorai. Jika kita merasa demikian, kita akan mencari dulu bukan hanya Kerajaan Allah tetapi juga kebenaran-Nya. Kita akan selalu ingin agar tingkah laku kita mendatangkan pujian bagi Yehuwa. Ya, kita akan menjadi pemberita Kerajaan yang tetap tentu dengan melakukan banyak pekerjaan dalam dinas Allah. Puji-pujian kita kepada Yehuwa tidak pernah akan dikubur dalam kuburan kesunyian.—Matius 6:33, NW; 1 Korintus 15:58, NW; Ibrani 10:23.
Yehuwa Penyayang
14. Apa buktinya bahwa ”[Yehuwa] itu pengasih dan penyayang”?
14 Ketika menyebutkan sifat lain lagi yang patut dipuji dari Allah, Daud berkata, ”[Yehuwa] itu pengasih dan penyayang, panjang sabar [”lambat marah”, ”BIS”]; dan besar kasih setiaNya.” (Mazmur 145:8) Allah itu pengasih dalam hal Ia benar-benar baik dan murah hati. (Matius 19:17; Yakobus 1:5) Ia melakukan hal-hal yang baik bahkan bagi mereka yang tidak melayani Dia. (Kisah 14:14-17) Yehuwa juga penyayang, berbelas kasihan, ’mengingat bahwa kita ini debu’. Ia tidak membenci hati yang hancur atau berurusan dengan kita sesuai dengan dosa-dosa kita tetapi Ia jauh lebih berbelas kasihan daripada ayah manusiawi yang penuh kasih manapun. (Mazmur 51:19; 103:10-14) Ya, dalam pertunjukan belas kasihan yang paling besar, Ia mengutus Putra yang Ia kasihi untuk mati demi kita agar kita dapat diperdamaikan dengan Allah dan benar-benar mencicipi kasih kemurahan-Nya!—Roma 5:6-11.
15. Mengapa dapat dikatakan bahwa Allah Yehuwa ”lambat marah” dan ”besar kasih setiaNya”?
15 Bapa surgawi kita lambat marah. Ia tidak melampiaskan kemarahan dengan membabi buta. Yehuwa juga ”besar kasih setiaNya”. Di sini kata Ibrani aslinya menyatakan kebaikan yang berasal dari kasih dan yang berpaut kepada suatu obyek. Hal ini demikian sampai maksud-tujuannya sehubungan dengan obyek itu terwujud. Terjemahan lain ialah ”kasih yang loyal”. Antara lain, kasih setia Allah, atau kasih yang loyal, diperlihatkan dalam tindakan membebaskan, menyelamatkan, melindungi, melepaskan dari kesulitan, dan memulihkan dari dosa melalui tebusan. (Mazmur 6:5; 25:7; 31:17, 22; 40:12; 61:8; 119:88, 159; 143:12; Yohanes 3:16) Fakta bahwa Yehuwa tidak mendatangkan Armagedon segera setelah ”peperangan di sorga” memungkinkan jutaan orang memperoleh keselamatan, suatu pernyataan yang sangat bagus dari kasih setia ilahi.—Wahyu 12:7-12; 2 Petrus 3:15.
16. Bagaimana Yehuwa terbukti ”baik kepada semua orang”?
16 Mengingat belas kasihan Allah, dapat dikatakan bahwa Ia berhati besar. Daud menyatakan, ”[Yehuwa] itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya.” (Mazmur 145:9) Ya, Allah berlaku baik kepada umat Israel. Untuk itu, Ia ”menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. (Matius 5:43-45) Di Eden, Yehuwa menjanjikan suatu ”keturunan” atau benih yang akan menjadi berkat. Belakangan Ia memberi tahu Abraham, ”Melalui benihmu segala bangsa di bumi pasti akan memberkati diri mereka sendiri.” (Kejadian 3:15; 22:18, NW) Dan kebaikan Allah begitu besar pada ”akhir zaman” ini sehingga setiap orang dapat ’datang dan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma’. (Daniel 12:4; Wahyu 22:17) Yehuwa rela berbuat baik kepada semua makhluk yang cerdas, dan kebaikan-Nya hendaknya menarik kita lebih dekat lagi kepada-Nya.
17. Dalam arti apa Yehuwa ”penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya”?
17 Yehuwa ”penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya” dalam hal Ia membuat persediaan yang limpah bagi umat manusia dan binatang-binatang. Dialah ”yang memberikan roti kepada segala makhluk”. (Mazmur 136:25; 147:9) Allah tidak menghormati orang kaya dan menghina mereka yang tertindas, mengagungkan yang sombong dan membenci yang rendah hati, meninggikan orang bodoh dan merendahkan orang bijak. Manusia berdosa berbuat demikian tetapi Bapa surgawi kita yang berbelas kasihan tidak demikian. (Mazmur 102:18; Zefanya 3:11, 12; Pengkhotbah 10:5-7) Dan betapa besar rahmat atau belas kasihan, kebaikan, dan kasih setia Allah dalam memungkinkan keselamatan melalui korban tebusan dari Putra yang Ia kasihi!—1 Yohanes 4:9, 10.
Orang-Orang yang Loyal Memuji Yehuwa
18. (a) Bagaimana hasil karya Allah ”memuliakan” Dia? (b) Bilamana kita seharusnya tergerak untuk memuliakan Yehuwa?
18 Allah layak mendapat pujian dari segala penjuru. Seperti Daud ungkapkan, ”Segala yang Kaujadikan itu akan memuliakan Engkau, O Yehuwa, dan orang-orang-Mu yang loyal akan memuji Engkau.” (Mazmur 145:10, NW) Karya ciptaan Allah ”memuliakan” Dia, sama seperti sebuah rumah yang dibangun dengan baik akan mendatangkan pujian bagi orang yang membangunnya dan sebuah bejana yang indah bagi tukang yang membentuknya dengan terampil. (Bandingkan Ibrani 3:4; Yesaya 29:16; 64:8.) Begitu menakjubkan karya penciptaan Yehuwa sehingga para malaikat dan manusia tergerak untuk memuji Dia. Malaikat-malaikat putra Allah dengan riang bersorak-sorai ketika Ia menjadikan bumi. (Ayub 38:4-7) Daud berkata bahwa ”langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya”. (Mazmur 19:2-7) Kita juga dapat memuliakan Yehuwa bila kita melihat seekor burung elang terbang tinggi di langit atau seekor kijang melompat-lompat di atas bukit yang hijau. (Ayub 39:29; Kidung Agung 2:17) Puji-pujian juga tepat bila kita menuai panen kita atau menikmati makanan bersama teman-teman. (Mazmur 72:16; Amsal 15:17) Tubuh kita yang telah dirancang dengan mengagumkan juga dapat mendorong dicetuskannya pernyataan puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah.—Mazmur 139:14-16.
19. Siapakah ’orang-orang yang loyal’, dan apa yang mereka lakukan?
19 Dewasa ini, ’orang-orang yang loyal’ dari Yehuwa, di atas bumi yang diurapi dengan roh, memuji Dia. Mereka mengatakan hal-hal yang baik tentang Dia dan rindu melihat kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga. (Matius 6:9, 10) Seraya kaum terurap menceritakan kepada orang lain tentang perbuatan-perbuatan Allah yang menakjubkan, kumpulan besar menyambutnya dalam jumlah yang terus bertambah. Bersama-sama dengan kaum terurap yang loyal, mereka melayani dengan bergairah sebagai pemberita Kerajaan. Apakah rasa syukur menggerakkan saudara untuk ambil bagian dengan tetap tentu dalam pekerjaan ini demi kepujian bagi Allah?
20. (a) Bagaimana nama Yehuwa akan dikuduskan? (b) Mengenai Mazmur 145, pertanyaan-pertanyaan apa masih akan dibahas?
20 Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita seperti Daud dalam memberikan pujian kepada Allah. Bagi kita pengudusan nama suci Yehuwa dan pujian untuk nama itu merupakan hal-hal yang sangat penting. Karena nama ilahi akan dikuduskan melalui Kerajaan Allah, ajaran Alkitab mengenai Kerajaan merupakan corak utama dari kabar baik yang kita beritakan. Apakah Mazmur 145 memberikan penyuluhan rohani dalam hal ini? Apa yang akan disingkapkan dalam pembahasan kita mengenai selebihnya dari pasal dalam buku Mazmur ini? Dalam hal lain apa lagi dibuktikan bahwa Yehuwa layak mendapat pujian untuk selamanya?
-
-
Pujilah Nama Suci Yehuwa!Menara Pengawal—1990 | 15 September
-
-
Pujilah Nama Suci Yehuwa!
”Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada [Yehuwa] dan biarlah segala makhluk memuji namaNya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.”—MAZMUR 145:21.
1, 2. (a) Bagaimana Setan menantang pemerintahan Allah? (b) Pertanyaan apa saja yang diajukan berkenaan Mazmur 145:11-21?
YEHUWA tanpa diragukan adalah Penguasa Universal. Tetapi Setan menantang keadilan dan sahnya pemerintahan Allah. (Kejadian 2:16, 17; 3:1-5) Si Iblis juga meragukan integritas semua hamba Allah di surga dan di bumi. (Ayub 1:6-11; 2:1-5; Lukas 22:31) Maka Yehuwa memberikan waktu kepada semua makhluk cerdas untuk melihat buah-buah buruk dari pemberontakan melawan pemerintahan-Nya dan untuk memperlihatkan kepada siapa mereka berpihak dalam sengketa ini.
2 Mazmur 145 membantu kita mengambil pendirian yang teguh demi pemerintahan Allah. Bagaimana? Apa yang Daud katakan tentang kedudukan Yehuwa sebagai raja? Dan bagaimana Allah memperlakukan orang-orang yang mendukung kedudukan-Nya? Jawaban yang bersifat membantu terdapat dalam Mazmur 145:11-21.
Berbicaralah tentang Kedudukan Yehuwa sebagai Raja
3. Jika kedudukan Yehuwa sebagai raja sangat berharga bagi kita, apa yang akan kita lakukan?
3 Pemerintahan Yehuwa menjadi perhatian utama Daud, yang berkata, ”Mereka akan membicarakan tentang kemuliaan kedudukan-Mu sebagai raja, dan tentang keperkasaan-Mu, memberitahukan kepada anak-anak manusia perbuatan-perbuatan-Nya yang penuh kuasa dan kemuliaan semarak kedudukan-Nya sebagai raja.” (Mazmur 145:11, 12, NW) Orang berbicara tentang hal-hal yang menarik minat mereka. Jadi seorang pria akan berbicara mengenai keluarganya, rumahnya, hasil panennya. ”Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik,” kata Yesus. (Lukas 6:45) Jika pemerintahan Allah sangat berharga bagi hati kita, kita akan berdoa agar Kerajaan-Nya datang dan memberi tahu orang-orang lain tentang keadilan, perdamaian, dan kebenaran yang akan meliputi pemerintahan itu. Kita akan memuji Yehuwa sebagai ”Raja kekekalan”, dan kita akan berbicara tentang pernyataan kedaulatan-Nya melalui Kerajaan Mesias di tangan Putra-Nya yang dikasihi, Yesus Kristus. (Wahyu 15:3, NW; Yesaya 9:5, 6) Benar-benar suatu hak istimewa untuk berbicara tentang kemuliaan surgawi dari kedudukan Yehuwa sebagai raja, yang akan segera diperlihatkan dalam keindahan suatu Firdaus di bumi yang dipenuhi dengan makhluk-makhluk yang benar-benar bahagia!—Lukas 23:43, NW.
4. Kapan kita mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang ’keperkasaan’ Yehuwa, dan bagaimana kita didukung dalam kegiatan demikian?
4 Penghargaan juga akan menggerakkan kita untuk berbicara tentang ’keperkasaan’ Yehuwa. Walaupun ’besar kekuasaan-Nya’, Ia tidak pernah menyalahgunakan itu. (Ayub 37:23) Ia menggunakan kekuasaan-Nya untuk menciptakan bumi dan umat manusia dan akan menggunakan itu untuk menghancurkan orang jahat. Kita mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang keperkasaan Allah pada waktu kita memberitakan kabar baik. Dan tidakkah kita bersyukur bahwa Sumber kekuatan yang paling tinggi ini memberi kita kuasa untuk melakukan pekerjaan tersebut? (Yesaya 40:29-31) Ya, sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita didukung dalam dinas suci oleh kekuatan dan roh Allah. Hanya dengan cara inilah berita Kerajaan diumumkan dengan sukses yang menakjubkan di seluruh dunia.—Mazmur 28:7, 8; Zakharia 4:6.
5. Karena jutaan orang tidak mengetahui tentang ’perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa’, apa yang patut kita lakukan?
5 Kita perlu memberi tahu anak-anak manusia tentang ’perbuatan-perbuatan Yehuwa yang penuh kuasa’, sama seperti umat Israel bercerita kepada anak-anak mereka tentang bagaimana Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. (Keluaran 13:14-16) Orang membangun monumen bagi manusia yang perbuatannya mereka anggap penting, namun berapa banyak yang mengenal perbuatan-perbuatan yang penuh kuasa dari Allah? Seperti diungkapkan seorang sarjana, ”Mereka mengukir perbuatan mulia dari para pahlawan mereka di atas kuningan, tetapi perbuatan-perbuatan Yehuwa yang menakjubkan ditulis di atas pasir, dan zaman menghapusnya dari ingatan masa kini.” Perbuatan-perbuatan tersebut tidak benar-benar terhapus, walaupun memang tidak diketahui oleh jutaan orang. Maka dalam pekerjaan kesaksian umum kita, pada waktu memimpin pengajaran Alkitab di rumah, dan pada kesempatan-kesempatan lain, marilah kita dengan bergairah berbicara tentang perbuatan-perbuatan Allah yang penuh kuasa.
6. (a) Pada kesempatan apa bertahun-tahun yang lalu semangat yang penuh gairah dengan mana kita melaksanakan pelayanan kita, dinyatakan dengan bagus? (b) Intinya, apa yang dikatakan pada tahun 1922 mengenai mengumumkan Kerajaan?
6 Kita juga perlu dengan bergairah mengumumkan kemuliaan kedudukan Allah sebagai raja. Gairah untuk dinas Kerajaan demikian pasti nyata ketika, pada tahun 1922, J. F. Rutherford, yang pada waktu itu adalah presiden Lembaga Menara Pengawal, berkhotbah kepada hadirin di kebaktian di Cedar Point, Ohio, dan mengatakan, ”Sejak 1914 Raja kemuliaan telah memegang kekuasaan-Nya . . . Kerajaan surga sudah berkuasa; sang Raja memerintah; imperium Setan sedang jatuh; jutaan yang sekarang hidup tidak pernah akan mati. Apakah saudara percaya? . . . Maka kembalilah ke ladang, hai kalian putra-putra dari Allah yang mahatinggi! Siapkan perlengkapan senjata kalian! Hendaklah sadar, waspada, aktif, berani. Jadilah saksi-saksi yang setia dan benar bagi Tuhan. Majulah dalam pertempuran sampai semua sisa Babel hancur lebur. Umumkan berita ini ke mana-mana. Dunia harus tahu bahwa Yehuwa adalah Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Inilah hari yang paling penting. Lihat, sang Raja memerintah! Kalian adalah pemberita-pemberitanya. Karena itu umumkan, umumkan, umumkan sang Raja dan kerajaannya.”
7. Bagaimana seharusnya perasaan kita atas kegiatan kita sebagai pemberita Kerajaan?
7 Benar-benar suatu sukacita untuk ’menghormati nama Allah’, menceritakan kepada orang-orang lain tentang pemerintahan-Nya, dan mengumumkan Kerajaan Mesias dari Putra-Nya yang dikasihi! (Maleakhi 3:16) Sebagai pemberita dan pendukung Kerajaan, kita menghargai hak istimewa untuk memberitakan kabar baik dan memalingkan hati orang-orang lain kepada Allah, Kristus, dan Kerajaan. Dalam diri kita, seharusnya ada keinginan yang berkobar-kobar untuk menceritakan kepada orang-orang lain tentang semarak yang mulia dari kedudukan Yehuwa sebagai raja.—Bandingkan Yeremia 20:9.
8. (a) Dengan apa pemerintahan Yehuwa dewasa ini dinyatakan? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa Allah memerintah ”sepanjang masa dari generasi ke generasi”?
8 Kita hendaknya tergerak untuk mengumumkan Kerajaan Allah dengan gairah yang besar, karena Daud selanjutnya berkata, ”Kedudukan-Mu sebagai raja kekal selama-lamanya, dan pemerintahan-Mu tetap sepanjang masa dari generasi ke generasi.” (Mazmur 145:13, NW) Seraya renungan sang pemazmur akan kedudukan Yehuwa sebagai raja terus berlanjut, ia mengubah kata ganti ”Nya” menjadi ”Mu”, secara langsung menujukan kata-katanya yang tulus kepada Allah. Tentu, pemerintahan Yehuwa yang dinyatakan dalam Kerajaan Mesias tidak menggantikan kedudukan Allah yang kekal sebagai raja. Sebenarnya, bila umat manusia yang taat telah diangkat kepada kesempurnaan, Kristus akan menyerahkan Kerajaan kepada Bapanya. (1 Korintus 15:24-28) Maka Allah memerintah ”tetap sepanjang masa dari generasi ke generasi” Yehuwa adalah Raja ketika Adam diciptakan dan Ia akan memerintah atas umat manusia yang adil-benar selama-lamanya.
9. Dalam Mazmur 145, apa yang dapat dikatakan mengenai ayat yang mulai dengan huruf Ibrani nun?
9 Dalam mazmur akrostik ini, ayat yang mulai dengan huruf Ibrani nun ditiadakan dalam naskah Masoret. Tetapi selaras dengan Septuagint Yunani, Peshitta Siria, dan Vulgate Latin, sebuah naskah Ibrani berbunyi, ”[Yehuwa] setia dalam segala perkataanNya dan penuh kasih setia [atau, ”loyal”] dalam segala perbuatanNya.” (TB; catatan kaki New World Translation of the Holy Scriptures—With References) Allah memenuhi semua janji-Nya dan adalah loyal, penuh kasih dan baik kepada semua yang menghargai kebajikan-Nya.—Yosua 23:14
Dukungan Yehuwa Tidak Pernah Berakhir
10. Bagaimana Allah ’menopang kita’?
10 Raja Yang Kekal tidak pernah mengabaikan keadaan yang menyedihkan dari hamba-hamba-Nya. Maka, Daud dapat berkata, ”[Yehuwa] itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.” (Mazmur 145:14) Sejak zaman Habel, Yehuwa mendukung para penyembah-Nya. Bila kita tidak dibantu, kita akan berulang kali jatuh di bawah beban kita. Kita kurang memiliki kekuatan untuk dapat menanggung semua kesulitan dalam hidup dan penganiayaan yang menimpa kita sebagai umat Allah, tetapi Yehuwa mendukung kita. Bentuk kata kerja Ibrani yang digunakan di sini menunjukkan bahwa Allah terus ’menopang kita’. Patut diperhatikan bahwa Yohanes Pembaptis dan Putra Allah sendiri membantu menegakkan atau membina kembali secara moral para pedosa yang telah jatuh. Bila orang-orang ini bertobat dan menjadi hamba-hamba Yehuwa, mereka menikmati berkat yang menakjubkan berupa dukungan ilahi.—Matius 21:28-32; Markus 2:15-17.
11. Bagaimana Yehuwa ’menegakkan semua yang tertunduk’?
11 Kita benar-benar terhibur mengetahui bahwa ’Yehuwa menegakkan semua orang yang tertunduk’ oleh berbagai pencobaan. Ia memberikan sukacita kepada orang-orang yang hancur hatinya di antara kita, menghibur orang-orang yang bersedih hati, dan membantu kita memberitakan firman-Nya dengan berani bila kita dianiaya. (Kisah 4:29-31) Ia tidak pernah membiarkan beban kita menghancurkan kita jika kita mau menerima bantuan-Nya. (Mazmur 55:23) Jadi, seperti ”wanita keturunan Abraham” (BIS) yang ”bungkuk punggungnya” tetapi secara fisik disembuhkan oleh Yesus, kita sepatutnya ”memuliakan Allah” bila Ia dengan pengasih menegakkan kita secara rohani. (Lukas 13:10-17) Kaum terurap yang tertunduk dalam perbudakan Babel berterima kasih ketika Allah menegakkan atau memulihkan mereka pada tahun 1919, dan Ia memunculkan ”domba-domba lain” yang memiliki penghargaan sejak 1935.—Yohanes 10:16.
12. Bagaimana ’mata sekalian orang menantikan Allah dengan penuh harap’?
12 Yehuwa tidak pernah mengecewakan umat-Nya, seperti yang selanjutnya dibuat jelas oleh Daud dengan berkata, ”Mata sekalian orang menantikan Engkau [dengan penuh harap, ”NW”], dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tanganMu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (Mazmur 145:15, 16) Halnya seolah-olah mata semua makhluk hidup dipalingkan dengan penuh harapan kepada Penguasa Universal. Para malaikat berharap kepada Allah untuk hidup terus. Dan seperti seorang anak berharap kepada orang-tua untuk hal-hal yang diperlukan, kita berharap kepada Bapa surgawi kita. Sebenarnya, dari Dialah umat manusia maupun binatang mendapatkan kebutuhan mereka untuk hidup. Tidak ada orang lain yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Allah memberi mereka ”makanan pada waktunya”, yaitu bila diperlukan.
13. Dengan cara apa saja Yehuwa ’membuka tangan-Nya dan mengenyangkan segala yang hidup’?
13 Allah ’membuka tangan-Nya dan mengenyangkan segala yang hidup’. (Mazmur 104:10-28) Memang, ada binatang-binatang yang mati karena kekurangan makanan. Banyak orang kelaparan akibat sifat mementingkan diri, penindasan, dan penyalahgunaan sumber-sumber daya. Selain itu, Yesus menubuatkan bahwa ”kelaparan” akan menjadi corak dari ”tanda” kehadirannya pada hari-hari terakhir ini. (Matius 24:3, 7) Tetapi tidak satu pun dari ini terjadi karena Yehuwa kikir atau tidak dapat menyediakan makanan. Pikirkan mengenai ribuan juta makhluk yang mendapatkan makanan! Selain itu, mazmur ini memberikan jaminan bahwa di bawah pemerintahan Kerajaan, manakala ’orang tidak akan menguasai orang yang lain hingga ia celaka’, Allah akan memenuhi kebutuhan materi dan rohani kita. (Pengkhotbah 8:9; Yesaya 25:6) Bahkan sekarang, kita tidak perlu lapar akan makanan rohani, karena Allah menyediakannya dengan limpah pada waktunya melalui ”hamba yang setia dan bijaksana”. (Matius 24:45-47; 1 Petrus 2:2) Secara rohani, Saksi-Saksi Yehuwa adalah umat yang paling kenyang di atas bumi. Apakah saudara memperlihatkan penghargaan yang dalam terhadap kelimpahan tersebut?
Yehuwa Menjaga Mereka yang Mengasihi Dia
14. Mengapa Daud dapat mengatakan bahwa ’Yehuwa adil dalam segala jalan-Nya dan loyal dalam segala perbuatan-Nya’?
14 Kebodohan dapat ’menyesatkan jalan kita’ dan mendatangkan kesulitan atas diri kita, tetapi kita tidak boleh sekali-kali menyalahkan Allah atas kesulitan tersebut. (Amsal 19:3) Daud memperlihatkan alasannya ketika ia berkata, ”[Yehuwa] itu adil dalam segala jalanNya dan penuh kasih setia [”loyal”, ”NW”] dalam segala perbuatanNya.” (Mazmur 145:17) Allah selalu bertindak dengan cara yang benar, adil, dan penuh belas kasihan. Belas kasihan-Nya terutama nyata dalam persediaan untuk keselamatan melalui korban tebusan Yesus. (Kisah 2:21; 4:8-12) Yehuwa juga ”loyal dalam segala perbuatanNya”, selalu setia, pengasih, dan tidak berat sebelah. Maka, sebagai ’pengikut teladan Allah’ (BIS), marilah kita berlaku benar, adil, berbelas kasihan, tidak berat sebelah, dan loyal.—Efesus 5:1, 2; Ulangan 32:4; Mazmur 7:11; 25:8; Yesaya 49:7; Kisah 10:34, 35.
15. Bagaimana kita ’berseru kepada Allah dengan tulus ikhlas’, dan apa hasilnya dengan berbuat demikian?
15 Karena Allah adil-benar dan loyal, kita tertarik untuk dekat kepada-Nya. Selain itu, Daud menjamin kita, ”[Yehuwa] dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan [”dengan tulus hati”, ”BIS”].” (Mazmur 145:18) Pada waktu dibaptis sebagai orang-orang beriman yang berbakti, kita berseru kepada nama Yehuwa. (Kisah 8:12; 18:8; Roma 10:10-15) Karena kita dengan demikian mendekatkan diri kepada Allah, Ia mendekat kepada kita. (Yakobus 4:8) Kita ”berseru kepadaNya dengan tulus hati” karena kita berbuat demikian dengan cara yang benar, melalui Yesus Kristus. Dan Yehuwa akan tetap dekat jika kita menyembah Dia ”dalam roh dan kebenaran”, memperlihatkan ”iman yang tulus ikhlas [”tanpa kemunafikan”, NW]”, dan ’tetap teguh seolah-olah nampak Yang tiada kelihatan’. (Yohanes 4:23, 24; 1 Timotius 1:5; Ibrani 11:27, Bode) Maka kita tidak akan berdoa dengan sia-sia atau harus menghadapi dunia Setan sendirian, tetapi kita akan terus menikmati bantuan dan bimbingan ilahi. (Mazmur 65:3; 1 Yohanes 5:19) Hal itu benar-benar berarti keamanan!
16. Mengapa dan bagaimana Yehuwa ”melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia”?
16 Kita juga memiliki keamanan sejati, karena hal-hal lain yang Yehuwa lakukan demi kepentingan kita. Daud berkata, ”Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” (Mazmur 145:19) Yehuwa ’melakukan kehendak kita’ karena kita mempunyai rasa hormat yang dalam terhadap Allah dan takut yang sehat untuk tidak menyenangkan Dia. (Amsal 1:7) Hati kita yang taat telah menggerakkan kita untuk membuat pembaktian kepada Yehuwa, dan sikap kita ialah, ”Jadilah kehendakMu.” Karena adalah kehendak Dia bahwa kita mengumumkan berita Kerajaan, Ia memenuhi keinginan kita untuk melakukan pekerjaan itu. (Matius 6:10; Markus 13:10) Allah ’melakukan kehendak kita’ karena kita tidak berdoa dengan mementingkan diri tetapi meminta hal-hal yang selaras dengan kehendak-Nya. Ia mengaruniakan apa yang selaras dengan kehendak Dia dan demi kebaikan kita.—1 Yohanes 3:21, 22; 5:14, 15; bandingkan Matius 26:36-44.
17. Mengapa kita dapat yakin bahwa ’teriakan kita minta tolong’ akan didengar oleh Allah?
17 Sebagai Saksi-Saksi yang loyal dari Yehuwa, kita juga dapat yakin bahwa ’teriakan kita minta tolong’ tidak pernah tidak didengarkan. Allah melepaskan Daud dari bencana dan menyelamatkan Yesus, bahkan membangkitkan dia dari kematian. Di bawah serangan musuh, terutama selama serangan Gog, kita dapat yakin bahwa Yehuwa akan melepaskan kita. (Yehezkiel 38:1–39:16) Sebenarnya, selama masa kesulitan apapun, seperti Daud kita dapat dengan yakin berdoa, ”Kasihanilah aku, ya [Yehuwa], sebab aku merasa sesak . . . aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, — ada kegentaran dari segala pihak! — Mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. Tetapi aku, kepadaMu aku percaya, ya [Yehuwa], aku berkata: ’Engkaulah Allahku!’”—Mazmur 31:10-15.
18. Bagaimana kita mendapat manfaat dengan mengetahui bahwa Yehuwa ”menjaga semua orang yang mengasihiNya” tetapi akan ’membinasakan semua orang fasik’?
18 Allah Yehuwa selalu siap membantu kita. Seperti Daud katakan, ”[Yehuwa] menjaga semua orang yang mengasihiNya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakanNya.” (Mazmur 145:20) Ya, jika kita mengasihi Allah, Ia akan memberkati dan memelihara kita. (Bilangan 6:24-26) Ia ’mengganjar orang yang berbuat congkak dengan tidak tanggung-tanggung’ tetapi melindungi hamba-hamba-Nya yang rendah hati, tidak membiarkan apapun terjadi yang akan merugikan mereka secara permanen. Karena Yehuwa menyertai kita, marilah kita tetap tabah. (Mazmur 31:21-25; Kisah 11:19-21) ’Setiap senjata yang ditempa terhadap kita tidak akan berhasil.’ (Yesaya 54:17; Mazmur 9:18; 11:4-7) Demikianlah pengalaman dari mereka yang membuktikan kasih mereka kepada Allah sebagai hamba-hamba-Nya yang setia dan berbakti. Sebagai kelompok, Saksi-Saksi Yehuwa dengan aman akan melewati ’kesusahan besar’ yang didatangkan ke atas orang jahat. (Wahyu 7:14) Dan penyelesaian sengketa besar mengenai kedudukan Yehuwa sebagai raja universal benar-benar akan menjadi suatu berkat bagi ”semua orang yang mengasihiNya”!
Teruslah Memuji Nama Suci Yehuwa
19. Mengapa mulut kita mengucapkan ’puji-pujian kepada Yehuwa’?
19 Daud mengakhiri mazmur yang menggugah hati ini dengan kata-kata, ”Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada [Yehuwa] dan biarlah segala makhluk memuji namaNya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 145:21) Sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita menghargai kebesaran dan kebajikan Allah, kedudukan-Nya sebagai raja yang membawa berkat, dukungan-Nya yang tidak pernah mengecewakan, dan penjagaan-Nya yang tanpa kenal lelah. Maka, seperti Daud, mulut kita akan mengucapkan puji-pujian kepada Allah. Kita tergerak untuk memberi Dia pengabdian eksklusif, bersyukur kepada Dia atas banyak berkat-Nya, dan memuji ’nama-Nya yang agung’.—1 Tawarikh 29:10-13; Keluaran 20:4-6.
20. Dengan harapan hidup kekal, apa seharusnya tekad kita sekarang?
20 Karena Yehuwa memberkati kita setiap hari, marilah kita dengan tetap tentu memuji Dia, atau mengatakan hal-hal yang baik tentang Dia. Marilah kita memberitakan kabar baik dengan bergairah sebagai puji-pujian kepada Allah, menceritakan kepada orang lain bahwa tidak lama lagi ’segala makhluk akan memuji nama-Nya yang kudus’. Betapa sangat luar biasa untuk hidup manakala semua penduduk bumi—sesungguhnya, semua makhluk yang cerdas di alam semesta—akan menyanyikan puji-pujian bagi Bapa surgawi kita! (Mazmur 148:1-13) Terpujilah Yehuwa karena telah menyingkapkan nama-Nya dan mengaruniai kita hak istimewa untuk menjadi Saksi-Saksi-Nya. (Mazmur 83:19; Yesaya 43:10-12) Semoga kita membawakan diri dengan cara yang layak bagi mereka yang menganggap nama itu suci dan mendoakan pengudusannya. (Lukas 11:2) Marilah kita melayani Allah dengan loyal, agar dalam sistem baru-Nya, suara kita akan terdengar dalam paduan suara dari mereka yang memuji nama suci Yehuwa selama-lamanya.
-