-
Dipersatukan oleh Bahasa yang MurniMenara Pengawal—1991 | 1 Mei
-
-
Dipersatukan oleh Bahasa yang Murni
”Pada masa itu Aku akan memberikan bahasa lain kepada bangsa-bangsa, yakni bahasa yang murni, supaya mereka semua menyerukan nama Yehuwa, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.”—ZEFANYA 3:9, ”NW”.
1. Pernahkah manusia mendengar Allah Yehuwa berbicara?
BAHASA Allah Yehuwa adalah murni. Akan tetapi, pernahkah manusia mendengar Dia berbicara? Ya, tentu! Itu terjadi ketika Putra-Nya, Kristus Yesus, berada di atas bumi 19 abad yang lalu. Misalnya, ketika Yesus dibaptis, Allah terdengar mengatakan, ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” (Matius 3:13-17) Itu adalah pernyataan kebenaran yang murni, yang didengar oleh Yesus dan Yohanes Pembaptis dalam bahasa manusia.
2. Apa yang ditunjukkan oleh keterangan rasul Paulus berkenaan ”bahasa malaikat”?
2 Beberapa tahun kemudian Paulus rasul Kristen menyebutkan tentang ”bahasa manusia dan bahasa malaikat”. (1 Korintus 13:1) Apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Nah, hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya manusia tetapi juga pribadi-pribadi roh memiliki bahasa dan tutur kata! Tentu, Allah dan para malaikat tidak berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan suara dan bahasa yang dapat kita dengar dan mengerti. Mengapa tidak? Karena untuk memancarkan gelombang bunyi suara yang dapat didengar dan dimengerti oleh manusia dibutuhkan atmosfer seperti yang terdapat di sekeliling bumi kita ini.
3. Bagaimana asal mula bahasa manusia?
3 Bagaimana asal mula bahasa manusia? Ada yang mengatakan bahwa leluhur kita berjuang agar dapat berkomunikasi satu sama lain dengan mengeluarkan dengkuran dan erangan. Buku Evolution (Life Nature Library) mengatakan, ”Seorang manusia kera kira-kira satu juta tahun yang lalu . . . mungkin menguasai beberapa bunyi kata.” Akan tetapi pengarang kamus yang terkenal Ludwig Koehler berkata, ”Tutur kata manusia adalah suatu rahasia; ini adalah karunia ilahi, suatu mukjizat.” Ya, ’tutur kata manusia adalah karunia ilahi,’ karena Allah memberi manusia pertama, Adam, suatu bahasa. Rupanya bahasa inilah yang kemudian disebut bahasa Ibrani. Bahasa itu digunakan orang Israel keturunan ”Abram, orang Ibrani itu”, seorang patriarkh yang setia yang leluhurnya, yaitu Sem, adalah putra Nuh si pembangun bahtera. (Kejadian 11:10-26; 14:13; 17:3-6) Mengingat berkat Allah yang bersifat nubuat atas Sem, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa bahasa dari Sem tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang Allah Yehuwa lakukan secara mukjizat 43 abad yang lalu.—Kejadian 9:26.
4. Siapa Nimrod itu, dan bagaimana ia digunakan oleh Setan si Iblis?
4 Pada waktu itu, ”seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya”. (Kejadian 11:1) Ketika itu hidup seorang pria bernama Nimrod, ”seorang pemburu yang gagah perkasa menentang Yehuwa”. (Kejadian 10:8, 9, NW) Musuh utama manusia yang tidak kelihatan, Setan, khususnya menggunakan Nimrod untuk mendirikan bagian dari organisasi Iblis di bumi. Nimrod ingin membuat nama bagi dirinya sendiri, dan sikap yang congkak itu menular kepada pengikut-pengikutnya, yang memulai proyek pembangunan istimewa di negeri Sinear. Menurut Kejadian pasal 11, ayat 4, mereka berkata, ”Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama [”nama yang besar bagi diri kita sendiri”, NW], supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Usaha yang melawan perintah Allah untuk ’memenuhi bumi’ berakhir ketika Yehuwa mengacaukan bahasa dari para pemberontak tersebut. ”Demikianlah,” kata kisah Alkitab, ”mereka diserakkan [Yehuwa] dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.” (Kejadian 9:1; 11:2-9) Kota itu dinamakan Babel, atau Babilon (yang berarti ”Kekacauan”), ”karena di situlah dikacaubalaukan [Yehuwa] bahasa seluruh bumi”.
5. (a) Apa yang dicegah ketika Allah mengacaukan bahasa umat manusia? (b) Apa yang dapat kita simpulkan berkenaan bahasa Nuh dan Sem?
5 Dengan adanya mukjizat tersebut—dikacaukannya satu-satunya bahasa manusia—bumi kemudian dipenuhi seperti yang Allah telah perintahkan kepada Nuh. Hal itu juga mencegah rencana apa pun yang kemungkinan dirancang Setan untuk mendirikan ibadat terpadu yang najis yang ditujukan kepada dirinya sendiri oleh manusia-manusia yang memberontak melawan Tuhan Yang Berdaulat atas langit dan bumi. Memang, dengan mempraktikkan agama palsu dalam bentuk apa pun, orang-orang menjadi korban dari si Iblis, dan mereka melayani hantu-hantu ketika mereka membuat dewa-dewa dan dewi-dewi, memberikan nama-nama dalam bahasa mereka yang berbeda-beda, dan menyembahnya. (1 Korintus 10:20) Akan tetapi tindakan yang diambil oleh satu-satunya Allah yang benar di Babel mencegah dibentuknya satu agama palsu yang terpadu yang memberikan penyembahan kepada Iblis, yang memang ia dambakan. Tentu saja, Nuh yang benar beserta Sem, putranya, tidak pernah terlibat dalam kekacauan di negeri Sinear itu. Maka secara masuk akal dapat disimpulkan bahwa bahasa mereka tetap bahasa yang digunakan oleh Abram (atau Abraham) yang setia—bahasa yang digunakan Allah ketika Ia berbicara kepada manusia Adam di taman Eden.
6. Pada hari Pentakosta tahun 33 M., bagaimana Yehuwa memperlihatkan bahwa Ia dapat memberikan kesanggupan berbicara dalam berbagai bahasa?
6 Yehuwa, yang mengacaukan bahasa manusia yang semula, juga dapat memberikan kesanggupan untuk berbicara dalam berbagai bahasa. Ya, Ia melakukan hal tersebut pada hari Pentakosta tahun 33 Masehi! Menurut Kisah 2:1-11, kira-kira 120 pengikut Kristus Yesus ketika itu berkumpul di sebuah ruang atas di Yerusalem. (Kisah 1:13, 15) Tiba-tiba, terdengar bunyi gaduh dari langit ”seperti tiupan angin keras”. ”Lidah-lidah seperti nyala api” mulai kelihatan dan dibagi-bagikan. Bersamaan dengan itu, murid-murid ’penuh dengan Roh Kudus, lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.’ Dalam bahasa-bahasa yang diberikan secara ilahi tersebut, mereka berbicara ”tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah”. Benar-benar suatu mukjizat karena orang-orang Yahudi dan proselit dengan berbagai bahasa dari tempat-tempat yang jauh seperti Mesopotamia, Mesir, Libia, dan Roma, dapat mengerti berita yang memberi kehidupan itu!
Suatu Bahasa yang Allah Berikan Dewasa Ini!
7. Apa prospeknya jika satu bahasa saja yang digunakan dan dimengerti di seluruh dunia?
7 Karena Allah dapat memberikan berbagai macam bahasa secara mukjizat, tidakkah menakjubkan jika Ia memungkinkan adanya satu bahasa saja untuk digunakan dan dimengerti seluas dunia? Hal itu akan memungkinkan adanya pengertian yang lebih besar dalam keluarga manusia. Sebagaimana dikatakan The World Book Encyclopedia, ”Jika semua orang berbicara bahasa yang sama, persatuan dalam kebudayaan dan ekonomi akan lebih erat, dan kemauan baik akan bertambah di antara negeri-negeri.” Ya, sedikitnya 600 bahasa universal pernah diusulkan sepanjang masa. Dari antaranya, Esperanto yang paling berpengaruh karena kira-kira 10.000.000 orang telah mempelajarinya sejak bahasa ini diciptakan pada tahun 1887. Namun, upaya manusia untuk mempersatukan seluruh umat manusia melalui bahasa universal tidak pernah berhasil. Sebenarnya, ada makin lebih banyak problem yang menimbulkan perpecahan dalam dunia ini karena ’orang jahat bertambah jahat.’—2 Timotius 3:13.
8. Meskipun suatu bahasa universal digunakan di dunia pada masa kini, apa yang akan tetap ada, dan mengapa?
8 Dalam hal agama, ada kekacauan yang besar. Akan tetapi, tidakkah kita seharusnya sudah menduga, karena buku Wahyu dalam Alkitab menyebut imperium agama palsu sedunia sebagai ”Babel besar”? (Wahyu 18:2) Ya, karena ”Babel” berarti ”Kekacauan”. Bahkan sekalipun suatu bahasa buatan atau bahasa asli tertentu, seperti Inggris, Perancis, Jerman, atau Rusia, diterima sebagai bahasa universal di dunia dewasa ini, perpecahan tetap akan ada secara agama maupun dalam hal lain. Mengapa? Karena ”seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat”, Setan si Iblis. (1 Yohanes 5:19) Ia benar-benar perwujudan dari sifat mementingkan diri, dan ia dengan tamak ingin sekali disembah oleh seluruh umat manusia, persis seperti pada zaman Nimrod dan Menara Babel. Ya, suatu bahasa universal yang digunakan oleh manusia yang berdosa bahkan dapat memberi Setan kesempatan untuk mendirikan ibadat Iblis yang terpadu! Akan tetapi Yehuwa tidak pernah akan mengizinkan hal itu; sesungguhnya, Ia akan segera mengakhiri semua agama palsu yang diilhami si Iblis.
9. Bagaimana orang-orang dari segala bangsa dan suku dipersatukan pada saat ini?
9 Namun, suatu fakta yang mengagumkan ialah bahwa orang-orang yang baik dari segala bangsa dan suku sekarang juga sedang dipersatukan. Ini terjadi sesuai dengan persyaratan Allah dan demi kepentingan ibadat-Nya. Dewasa ini, Allah memungkinkan manusia belajar dan berbicara satu-satunya bahasa yang murni di bumi. Ini benar-benar suatu bahasa universal. Sebenarnya, Allah Yehuwa sedang mengajarkan bahasa yang murni itu kepada banyak orang dari segala bangsa di seluruh bumi dewasa ini. Ini merupakan penggenapan atas janji nubuat Allah melalui Zefanya nabi dan saksi-Nya, ”Pada masa itu Aku akan memberikan bahasa lain kepada bangsa-bangsa, yakni bahasa yang murni [secara harfiah, ”bibir yang bersih”, TB], supaya mereka semua menyerukan nama Yehuwa, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.” (Zefanya 3:9, NW) Apa gerangan bahasa yang murni ini?
Bahasa yang Murni Ditetapkan
10. Apa bahasa yang murni itu?
10 Bahasa yang murni adalah kebenaran tentang Allah yang terdapat dalam Firman-Nya sendiri, Alkitab. Khususnya ini adalah kebenaran tentang Kerajaan Allah, yang akan mendatangkan perdamaian dan berkat-berkat lain bagi umat manusia. Bahasa yang murni menyingkirkan kesalahan agama dan ibadat palsu. Bahasa ini mempersatukan semua orang yang menggunakannya dalam ibadat yang murni, bersih dan sehat kepada Allah yang hidup dan benar, Yehuwa. Dewasa ini, kira-kira 3.000 bahasa menjadi penghalang untuk saling mengerti, dan ratusan agama palsu membingungkan umat manusia. Maka betapa senangnya kita karena Allah memberikan kepada banyak orang bahasa lain, yaitu bahasa murni yang menakjubkan ini!
11. Apa pengaruh bahasa yang murni atas orang-orang dari segala bangsa dan suku?
11 Ya, bahasa yang murni sedang dipelajari oleh orang-orang dari segala bangsa dan suku. Sebagai satu-satunya bahasa yang murni secara rohani di bumi, ini merupakan tenaga pemersatu yang kuat. Ini memungkinkan semua orang yang menggunakannya untuk ”menyerukan nama Yehuwa, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu”, atau secara harfiah, ”dengan satu bahu”. Jadi mereka melayani Allah ”dengan persetujuan bersama”, ”dengan persetujuan bersama sepenuhnya dan satu bahu secara terpadu”. (The New English Bible; The Amplified Bible) Terjemahan oleh Steven T. Byington berbunyi, ”Kemudian Aku [Allah Yehuwa] akan membuat bibir semua orang bersih, agar mereka semua menyerukan nama Yehuwa dan bekerja sama dalam dinas-Nya.” Kerja sama antar begitu banyak bahasa seluas dunia dalam dinas Allah hanya ada di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa. Dalam 212 negeri dewasa ini, lebih dari empat juta pemberita Kerajaan ini memberitakan kabar baik dalam banyak bahasa manusia. Meskipun demikian, Saksi-Saksi ”seia sekata” dan ”erat bersatu dan sehati sepikir”. (1 Korintus 1:10) Ini demikian karena, tidak soal di mana mereka berada di bumi, semua Saksi-Saksi Yehuwa berbicara satu bahasa yang murni, demi kepujian dan kemuliaan Bapak surgawi mereka.
Pelajarilah Bahasa yang Murni Sekarang!
12, 13. (a) Mengapa seharusnya saudara berminat untuk berbicara bahasa yang murni? (b) Mengapa kata-kata di Zefanya 3:8, 9 sangat penting dewasa ini?
12 Mengapa saudara harus berminat untuk berbicara bahasa yang murni? Antara lain, karena kehidupan saudara bergantung pada belajar dan berbicara bahasa itu. Tepat sebelum Allah berjanji untuk ”memberikan bahasa lain kepada bangsa-bangsa, yakni bahasa yang murni”, Ia memperingatkan, ”Tunggulah Aku—demikianlah firman [Yehuwa]—pada hari Aku bangkit sebagai saksi [”bangkit akan menyerang”, Klinkert]. Sebab keputusanKu ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geramKu, yakni segenap murkaKu yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburuKu.”—Zefanya 3:8.
13 Kata-kata dari Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa itu pertama kali diucapkan 26 abad yang lalu di Yehuda, yang ibu kotanya ialah Yerusalem. Akan tetapi pernyataan tersebut khusus dimaksudkan untuk zaman kita karena Yerusalem adalah gambaran dari Susunan Kristen. Zaman kita ini, sejak Kerajaan surgawi Allah didirikan pada tahun 1914, adalah hari Yehuwa untuk mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan. Ia telah mengumpulkan mereka semua ke bawah perhatian-Nya melalui pekerjaan kesaksian yang besar. Selanjutnya, hal ini menggugah mereka untuk menentang maksud-tujuan-Nya. Akan tetapi, Allah Yehuwa dengan penuh belas kasihan memungkinkan orang-orang dari segala bangsa ini untuk bersatu padu berbicara bahasa yang murni. Dengan itu, semua yang mencari kehidupan dalam dunia baru yang Ia janjikan dapat melayani Dia secara terpadu sebelum semua bangsa ditumpas habis oleh pernyataan murka ilahi yang bernyala-nyala dalam ’peperangan pada hari besar Allah Yang Mahakuasa,’ yang umumnya disebut Armagedon. (Wahyu 16:14, 16; 2 Petrus 3:13) Untunglah, mereka yang berbicara bahasa yang murni dan menyerukan nama Yehuwa dalam iman sebagai para penyembah sejati yang bersatu padu, akan mendapat perlindungan ilahi selama panasnya bencana dunia itu. Allah akan membawa mereka dengan aman memasuki dunia baru, di mana hanya bahasa yang murni akhirnya akan diucapkan oleh bibir seluruh umat manusia.
14. Melalui Zefanya, bagaimana Allah memperlihatkan bahwa agar dapat selamat melewati akhir sistem ini orang perlu segera bertindak?
14 Melalui Zefanya nabi-Nya, Yehuwa membuat jelas bahwa mereka yang berharap akan selamat melewati akhir sistem yang jahat sekarang harus segera mengambil tindakan. Menurut Zefanya 2:1-3 (NW) Allah berkata, ”Berkumpullah, ya, berkumpullah, hai bangsa yang tidak tahu malu. Sebelum ketetapan itu membuahkan sesuatu, sebelum hari itu berlalu seperti sekam, sebelum datang ke atasmu murka Yehuwa yang bernyala-nyala, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan Yehuwa, carilah Yehuwa, hai semua orang yang lemah lembut di bumi, yang mempraktikkan hukum-Nya. Carilah keadilan, carilah kelembutan. Mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Yehuwa.”
15. (a) Apa penggenapan pertama dari Zefanya 2:1-3? (b) Siapa yang selamat melampaui penghukuman Allah atas Yehuda, dan apa persamaannya dewasa ini?
15 Kata-kata tersebut mengalami penggenapan pertama atas Yehuda dan Yerusalem zaman dulu. Orang-orang Yehuda yang berdosa tidak menanggapi imbauan Allah, seperti diperlihatkan ketika Allah melaksanakan hukuman ke atas mereka di tangan Babel pada tahun 607 S.M. Sebagaimana Yehuda adalah ”bangsa yang tidak tahu malu” di hadapan Allah, demikian pula Susunan Kristen adalah suatu ”bangsa” yang tidak tahu malu di hadapan Yehuwa. Akan tetapi, karena menaati firman Allah, ada orang-orang Yehuda dan orang-orang bangsa lain yang selamat, di antaranya nabi Yehuwa yang setia, Yeremia. Orang-orang lain yang selamat adalah seorang Etiopia bernama Ebed-Melekh dan kaum keturunan Yonadab. (Yeremia 35:18, 19; 39:11, 12, 16-18) Demikian pula dewasa ini, ”suatu kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” milik Yesus yang dikumpulkan dari segala bangsa akan selamat melewati Armagedon memasuki dunia baru Allah. (Wahyu 7:9; Yohanes 10:14-16) Hanya mereka yang belajar dan berbicara bahasa yang murni akan selamat dan bersukacita.
16. Apa yang harus dilakukan agar terlindung ”pada hari kemurkaan Yehuwa”?
16 Sebagaimana telah menjadi ketetapan Yehuwa bahwa Yehuda dan Yerusalem harus disapu bersih, demikian pula Susunan Kristen harus lenyap. Sesungguhnya, kebinasaan dari semua agama palsu sudah dekat, dan mereka yang ingin selamat harus segera bertindak. Mereka harus bertindak ”sebelum hari itu berlalu seperti sekam”, dengan cepat diterbangkan oleh angin, seperti pada waktu biji-bijian terlempar ke udara di lantai pengirikan. Agar diselamatkan dari murka Allah, kita harus berbicara bahasa yang murni dan menyambut peringatan Allah sebelum hari kemurkaan Yehuwa yang bernyala-nyala itu menimpa kita. Pada zaman Zefanya dan zaman sekarang, orang-orang yang lemah lembut mencari Allah Yehuwa, dan juga keadilan serta kelemahlembutan. Mencari Yehuwa berarti mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan. (Markus 12:29, 30) ”Mungkin [mereka] yang berbuat demikian akan terlindung pada hari kemurkaan Yehuwa.” Akan tetapi mengapa nubuat ini mengatakan ”mungkin”? Karena keselamatan bergantung kepada kesetiaan dan ketekunan. (Matius 24:13) Mereka yang menyelaraskan diri dengan standar-standar Allah yang benar dan tetap berbicara bahasa yang murni akan dilindungi pada hari kemurkaan Yehuwa.
17. Pertanyaan-pertanyaan apa yang masih harus kita perhatikan?
17 Karena hari kemurkaan Yehuwa sudah dekat dan keselamatan bergantung pada belajar dan menggunakan bahasa yang murni, sekaranglah waktunya untuk benar-benar belajar dan berbicara bahasa itu. Namun bagaimana seseorang dapat belajar bahasa yang murni? Juga, bagaimana saudara dapat memperoleh manfaat dengan menggunakannya?
-
-
Berbicaralah Bahasa yang Murni dan Terimalah Hidup Kekal!Menara Pengawal—1991 | 1 Mei
-
-
Berbicaralah Bahasa yang Murni dan Terimalah Hidup Kekal!
”Carilah [Yehuwa] . . . Carilah keadilan, carilah kelembutan. Mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan [Yehuwa].”—ZEFANYA 2:3.
1. (a) Metode-metode apa yang digunakan siswa-siswa untuk mempelajari suatu bahasa asing? (b) Apa alasannya kita perlu berbicara bahasa yang murni?
SISWA-SISWA dapat mempelajari bahasa yang baru dengan menggunakan metode tata bahasa atau metode bahasa percakapan. Dalam metode tata bahasa, mereka biasanya menggunakan buku pedoman dan mempelajari peraturan tata bahasa. Dalam metode bahasa percakapan, mereka meniru bunyi dan kata-kata yang diucapkan oleh guru mereka. Kedua metode diterapkan dalam mempelajari ”bahasa yang murni”. (NW) Selain itu, penting agar kita berbicara bahasa ini jika kita berharap untuk ”terlindung pada hari kemurkaan [Yehuwa]”.—Zefanya 2:1-3; 3:8, 9.
2. Bagaimana kita dapat mempelajari apa yang dapat disebut peraturan tata bahasa untuk bahasa yang murni?
2 Buku pedoman utama yang digunakan untuk mempelajari bahasa yang murni adalah Alkitab. Dengan sungguh-sungguh mempelajarinya beserta publikasi-publikasi yang berdasarkan Alkitab, saudara diajar apa yang dapat disebut peraturan tata bahasa untuk bahasa yang murni. Pengajaran Alkitab di rumah yang dipimpin oleh salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa adalah permulaan yang baik. Bagi mereka yang sudah berbakti kepada Allah, belajar Alkitab secara tetap tentu dan sungguh-sungguh sangat penting. Akan tetapi apakah ada cara-cara yang khususnya efektif untuk mempelajari bahasa yang murni? Manfaat apa yang diperoleh dengan menggunakannya?
Cara Mempelajari Bahasa yang Murni
3. Apa salah satu cara untuk mempelajari bahasa yang murni?
3 Satu cara untuk mempelajari bahasa yang murni adalah dengan menghubungkan kebenaran yang saudara pelajari dengan pokok-pokok yang sudah saudara ketahui, sama seperti seorang siswa bahasa secara progresif dapat menghubungkan berbagai peraturan tata bahasa. Sebagai contoh: Pada suatu saat, saudara mungkin mengetahui bahwa Kristus Yesus adalah Anak Allah, tetapi saudara tidak tahu banyak tentang tugas-tugasnya. Setelah itu, dari pelajaran Alkitab saudara diajar bahwa Kristus sekarang memerintah sebagai Raja di surga dan bahwa selama Pemerintahan Seribu Tahunnya, umat manusia yang taat akan diangkat kepada kesempurnaan. (Wahyu 20:5, 6) Ya, menghubungkan pokok-pokok baru dengan apa yang sudah saudara ketahui membuat saudara lebih memahami bahasa yang murni.
4. (a) Apa cara lain untuk mempelajari ’peraturan tata bahasa’ dari bahasa yang murni, dan kisah Alkitab apa digunakan untuk menggambarkan hal ini? (b) Apa yang terjadi ketika Gideon dan tiga ratus anak buahnya bertindak? (c) Kisah tentang Gideon memberikan pelajaran apa?
4 Cara lain untuk mempelajari ’peraturan tata bahasa’ dari bahasa yang murni ialah membayangkan peristiwa-peristiwa dalam Alkitab. Sebagai gambaran: Cobalah ’melihat dan mendengar’ kisah yang dicatat di Hakim-Hakim 7:15-23. Lihatlah! Gideon, hakim Israel, telah membagi prajuritnya menjadi tiga pasukan, masing-masing seratus orang. Dalam kegelapan, dengan senyap mereka turun dari Gunung Gilboa dan mengepung perkemahan orang Midian yang sedang tidur. Apakah ketiga ratus orang ini bersenjata lengkap? Secara militer tidak. Malahan mereka akan mengundang ejekan dan tertawaan dari orang-orang sombong yang mengandalkan kekuatan senjata! Masing-masing hanya membawa sangkakala dari tanduk, sebuah kendi yang besar, dan obor di dalam kendi itu. Namun dengarkan! Ketika aba-aba diberikan, keseratus orang bersama Gideon meniup sangkakala dan memecahkan kendi mereka. Kedua ratus orang lainnya melakukan hal yang sama. Seraya mereka semua mengangkat tinggi obor mereka yang menyala itu, saudara mendengar mereka berteriak, ”Pedang demi [Yehuwa] dan demi Gideon!” Betapa besar ketakutan yang ditimbulkan oleh hal ini atas orang Midian! Mereka keluar terhuyung-huyung dari perkemahan dalam keadaan masih mengantuk. Mata mereka terbuka lebar ketakutan melihat nyala api yang menyambar-nyambar, yang menimbulkan bayang-bayang mengerikan dan membangkitkan perasaan takut karena takhayul. Ketika orang-orang Midian mulai melarikan diri, pasukan Gideon terus meniup sangkakala mereka, dan Allah membuat musuh tersebut saling menyerang rekan-rekan mereka sendiri. Benar-benar pelajaran yang ampuh dalam bahasa yang murni! Allah dapat menyelamatkan hamba-hamba-Nya tanpa pasukan militer manusia. Selain itu, ’Yehuwa tiada akan meninggalkan umat-Nya oleh karena nama-Nya yang besar’.—1 Samuel 12:22, Klinkert.
5. Bagaimana perhimpunan Kristen dapat membantu memperbaiki tutur kata kita?
5 Bila siswa-siswa diajar bahasa asing dengan metode bahasa percakapan, mereka mencoba mengulangi bunyi dan kata-kata sang guru dengan benar. Betapa bagus kesempatan yang ada untuk berbicara bahasa yang murni di perhimpunan Kristen! Di sana kita mendengar orang lain menyatakan diri dalam bahasa kebenaran Alkitab, dan kita sendiri mendapat hak istimewa untuk memberi komentar. Apakah kita takut kalau-kalau kita mengatakan sesuatu yang salah? Janganlah hal itu menjadi perhatian utama kita, karena kesalahan yang dengan ramah diperbaiki oleh penatua yang memimpin perhimpunan seperti Pelajaran Menara Pengawal setiap minggu, dapat memperbaiki tutur kata kita. Karena itu, hadir dan berpartisipasilah dalam perhimpunan Kristen secara tetap tentu.—Ibrani 10:24, 25.
Menyusupnya Kenajisan
6. Mengapa ada kontras yang demikian besar antara Saksi-Saksi Yehuwa dan organisasi agama Susunan Kristen?
6 Mereka yang menyatakan maksud-tujuan Yehuwa dan mengumumkan Kerajaan Surgawi-Nya berbicara bahasa yang murni sebagai Saksi-Saksi-Nya. Mereka mengumumkan nama-Nya dan melayani Dia ”bahu-membahu”, atau dengan persetujuan bersama. (Zefanya 3:9) Walaupun agama-agama Susunan Kristen memiliki Alkitab, mereka tidak berbicara bahasa yang murni atau menyerukan nama Allah dalam iman. (Yoel 2:32) Mereka tidak mempunyai berita yang harmonis berdasarkan Alkitab. Mengapa? Karena mereka lebih mementingkan tradisi agama, filsafat dunia, dan loyalitas politik daripada Firman Allah. Tujuan, harapan, dan metode mereka berasal dari dunia yang jahat ini.
7. Perbedaan apa di antara Saksi-Saksi Yehuwa dan agama palsu diuraikan di 1 Yohanes 4:4-6 (Bode)?
7 Susunan Kristen—sebenarnya, seluruh imperium agama palsu sedunia—tidak berbicara bahasa yang sama seperti yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa. Menarik bahwa kepada mereka yang berbicara bahasa yang murni, rasul Yohanes menulis, ”Kamu ini daripada Allah, dan telah mengalahkan mereka itu, karena terlebih besarlah Ia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia. Mereka itu daripada dunia; sebab itulah mereka itu berkata-kata cara dunia, dan dunia ini menurut dia. Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita.” (1 Yohanes 4:4-6, Bode) Hamba-hamba Yehuwa telah mengalahkan guru-guru palsu karena Allah, yang ada dalam persatuan dengan umat-Nya, ’terlebih besar daripada [si Iblis] yang ada di dalam dunia’, atau masyarakat manusia yang jahat. Karena orang-orang murtad itu ’berasal dari dunia’ dan memiliki rohnya yang jahat, ”mereka itu berkata-kata cara dunia, dan dunia ini menurut dia”. Akan tetapi pribadi-pribadi yang seperti domba mendengarkan kepada mereka yang berasal dari Allah, menyadari bahwa umat Yehuwa berbicara bahasa yang murni dari kebenaran Alkitab yang disediakan melalui organisasi-Nya.
8. Apa identitas manusia durhaka?
8 Kemurtadan besar telah dinubuatkan, dan ”rahasia kedurhakaan” sudah beroperasi pada abad pertama M. Seraya waktu berlalu, orang-orang yang menerima—atau merampas—kedudukan sebagai pengajar di sidang mengajarkan banyak doktrin palsu. Bahasa mereka sama sekali tidak murni. Maka, muncullah ”manusia durhaka” gabungan, yaitu kaum pendeta Susunan Kristen, yang berpaut kepada tradisi agama palsu, filsafat dunia, dan ajaran-ajaran yang tidak berdasarkan Alkitab.—2 Tesalonika 2:3, 7.
Bahasa yang Murni Didengar Seluas Dunia
9. Perkembangan apa yang terjadi dalam bidang agama selama abad ke-19?
9 Hanya suatu minoritas kecil dari orang-orang yang takut akan Allah ”berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan orang-orang kudus”. (Yudas 3) Di mana orang-orang beriman seperti itu dapat ditemukan? Selama berabad-abad, agama palsu mengurung banyak orang dalam kegelapan rohani, tetapi Allah mengenal sedikit orang tersebut, yang memperoleh perkenan-Nya. (2 Timotius 2:19) Kemudian di tengah-tengah perubahan dalam bidang industri, komersial, dan sosial pada abad ke-19, muncul suara-suara yang berbeda dari celotehan yang umum dari kekacauan agama palsu. Kelompok-kelompok kecil mencoba membaca tanda-tanda zaman dan meramalkan kedatangan Yesus yang kedua, tetapi tidak semua berbicara bahasa yang murni.
10. Yang mana dari kelompok-kelompok ”kedatangan kedua” yang Allah pilih untuk berbicara bahasa yang murni, dan mengapa jelas bahwa tangan Yehuwa menyertai mereka?
10 Namun, pada tahun 1879, menjadi jelas yang mana dari suara-suara tentang ”kedatangan kedua” yang dipilih oleh Yehuwa untuk berbicara bahasa yang murni sebagai Saksi-Saksi-Nya. Pada waktu itu, suatu kelompok kecil pengajaran Alkitab yang dipimpin oleh Charles Taze Russell berhimpun di Pittsburgh, Pennsylvania A.S. Mereka telah yakin bahwa kedatangan Yesus yang kedua akan memulai kehadirannya yang tidak kelihatan, bahwa masa kesusahan dunia ada di hadapan mereka, dan bahwa ini akan diikuti oleh Pemerintahan Seribu Tahun dari Kristus yang akan memulihkan Firdaus di bumi, dengan kehidupan kekal bagi manusia yang taat. Pada bulan Juli 1879, Siswa-Siswa Alkitab ini mulai menerbitkan majalah yang sekarang dikenal sebagai Menara Pengawal. Hanya 6.000 majalah dari terbitannya yang pertama yang disiarkan. Tetapi ”tangan Tuhan [”Yehuwa”, NW]” menyertai Saksi-Saksi tersebut, karena majalah ini sekarang diterbitkan dalam 111 bahasa, dengan rata-rata lebih dari 15.000.000 majalah yang dicetak untuk tiap terbitan.—Bandingkan Kisah 11:19-21.
11, 12. Apa beberapa dari kebenaran Alkitab yang dimengerti oleh mereka yang berbicara bahasa yang murni?
11 Melalui Alkitab dan publikasi-publikasi dari Saksi-Saksi Yehuwa, dan terutama melalui pemberitaan kabar baik oleh orang-orang Kristen yang bergairah, bahasa yang murni sekarang telah dikenal di seluruh bumi. Betapa menakjubkan manfaat yang dinikmati oleh mereka yang berbicara bahasa itu! Sebaliknya dari mengatakan bahwa ’Allah adalah Allah, Kristus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah’ dalam bahasa yang misterius dari ajaran Tritunggal, mereka setuju dengan pendirian Alkitab, yang dengan jelas menunjukkan bahwa Yehuwa adalah Yang Mahatinggi, Kristus Yesus sebagai pribadi yang lebih rendah adalah Anak-Nya, dan roh kudus adalah tenaga aktif Allah yang menakjubkan. (Kejadian 1:2; Mazmur 83:19, Bode; Matius 3:16, 17) Mereka yang berbicara bahasa yang murni tahu bahwa manusia tidak berevolusi dari bentuk kehidupan yang lebih rendah tetapi diciptakan oleh Allah yang pengasih. (Kejadian 1:27; 2:7) Mereka menyadari bahwa jiwa tidak tetap hidup pada waktu kematian—suatu fakta yang menghilangkan perasaan takut kepada orang mati. (Pengkhotbah 9:5, 10; Yehezkiel 18:4) Neraka dipahami sebagai kuburan umum umat manusia, bukan tempat siksaan yang bernyala-nyala yang dirancang oleh suatu ilah yang jahat dan kejam. (Ayub 14:13) Selain itu, mereka tahu bahwa kebangkitan adalah harapan yang Allah berikan bagi orang mati.—Yohanes 5:28, 29, NW; 11:25; Kisah 24:15.
12 Mereka yang berbicara bahasa yang murni memperlihatkan respek terhadap darah dan kehidupan. (Kejadian 9:3, 4; Kisah 15:28, 29) Mereka memahami bahwa kehidupan Kristus di bumi adalah harga tebusan yang dibayar untuk manusia yang taat. (Matius 20:28; 1 Yohanes 2:1, 2) Mereka tidak pernah berdoa kepada ”santo-santo”, karena mereka tahu bahwa doa harus ditujukan kepada Allah Yehuwa melalui Kristus Yesus. (Yohanes 14:6, 13, 14) Karena Firman Allah mengutuk penyembahan berhala, patung-patung tidak digunakan dalam ibadat mereka. (Keluaran 20:4-6; 1 Korintus 10:14) Mereka juga menghindari bahaya pengaruh hantu-hantu karena mereka menolak spiritisme, yang juga dikutuk dalam Alkitab.—Ulangan 18:10-12; Galatia 5:19-21.
13. Mengapa mereka yang berbicara bahasa yang murni tidak bingung?
13 Hamba-hamba Yehuwa, yang berbicara bahasa yang murni tidak merasa bingung mengenai tempat mereka dalam arus waktu. Yehuwa telah mengajar mereka bahwa mereka sekarang hidup pada ”akhir zaman”, dengan hadirnya Yesus sebagai roh yang tidak kelihatan dan mulia. (Daniel 12:4; Matius 24:3-14; 2 Timotius 3:1-5; 1 Petrus 3:18) Bersama pasukan surgawi yang kuat di belakangnya, Kristus akan menuju pertempuran untuk melaksanakan hukuman Allah atas sistem ini. (Daniel 2:44; Wahyu 16:14, 16; 18:1-8; 19:11-21) Ya, dan mereka yang berbicara bahasa yang murni sibuk memberitakan kabar baik bahwa Kerajaan Allah di bawah Kristus akan segera memberikan berkat-berkat yang menakjubkan di atas bumi firdaus kepada semua manusia yang taat. (Yesaya 9:5, 6; Daniel 7:13, 14; Matius 6:9, 10; 24:14; Lukas 23:43, NW) Semua yang kita bahas, baru kulit luarnya saja! Jelas, bahasa yang murni adalah bahasa yang paling kaya, paling berharga di atas bumi!
14. Manfaat lain apa yang dinikmati oleh mereka yang berbicara bahasa yang murni?
14 Manfaat yang dinikmati oleh mereka yang berbicara bahasa yang murni termasuk ”damai sejahtera Allah” yang menjaga hati dan kekuatan mental mereka. (Filipi 4:6, 7) Mereka menaati hukum-hukum Alkitab, yang memajukan kesehatan, kebahagiaan, dan kepuasan yang diperoleh dengan menyenangkan Yehuwa. (1 Korintus 6:9, 10) Ya, dan mereka yang berbicara bahasa yang murni mempunyai harapan untuk hidup kekal dalam dunia baru Allah yang dijanjikan.—2 Petrus 3:13.
Gunakanlah Bahasa Itu, Kalau Tidak Saudara Akan Lupa
15. Bagaimana saudara akan mendapat manfaat dari pemahaman yang benar tentang bahasa yang murni?
15 Jika saudara ingin berbicara bahasa yang murni dalam dunia baru, saudara harus menguasainya demikian baik sehingga saudara berpikir dalam bahasa itu. Bila seseorang belajar suatu bahasa, ia mula-mula berpikir dalam bahasanya sendiri dan kemudian menerjemahkan apa yang ada dalam pikirannya ke dalam bahasa yang baru. Tetapi seraya ia makin mahir dalam bahasa baru itu, ia mulai berpikir dalam bahasa itu tanpa memerlukan proses penerjemahan. Demikian pula, dengan sungguh-sungguh belajar, saudara dapat benar-benar memahami bahasa yang murni sehingga saudara akan mengetahui bagaimana menerapkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip Alkitab untuk memecahkan problem-problem dan tetap berada pada ”jalan kehidupan”.—Mazmur 16:11.
16. Apa yang dapat terjadi jika saudara tidak menggunakan bahasa yang murni secara tetap tentu?
16 Saudara harus menggunakan bahasa yang murni secara tetap tentu, karena jika tidak, saudara akan kehilangan kemahiran menggunakannya. Sebagai gambaran: Bertahun-tahun yang lalu, ada dari antara kita yang pernah belajar suatu bahasa asing. Kita mungkin mengingat beberapa patah kata dalam bahasa itu tetapi kemungkinan kita sudah tidak menguasai bahasa itu karena kita tidak terus menggunakannya. Hal yang sama dapat terjadi dengan bahasa yang murni. Jika kita tidak menggunakannya dengan tetap tentu, kita dapat kehilangan kemahiran menggunakannya, dan akibatnya bisa menyedihkan secara rohani. Karena itu, marilah kita tetap tentu menggunakannya di perhimpunan dan dalam pelayanan Kristen. Kegiatan-kegiatan tersebut, disertai pelajaran pribadi, akan memungkinkan kita untuk mengatakan hal-hal dengan benar dalam bahasa yang murni. Betapa penting hal itu!
17. Ilustrasi apa menunjukkan bahwa tutur kata dapat menyelamatkan kehidupan atau memautkan?
17 Tutur kata dapat menyelamatkan kehidupan atau mematikan. Ini diperlihatkan ketika timbul konflik antara suku Efraim dari bangsa Israel dengan Hakim Yefta dari Gilead. Untuk mengenali orang-orang Efraim yang mencoba lari menyeberangi Sungai Yordan, orang-orang Gilead menggunakan kata sandi ”Syibolet”, yang mempunyai bunyi awal ”sy”. Orang Efraim membocorkan identitas mereka sendiri kepada para pengawal Gilead di tempat-tempat penyeberangan Sungai Yordan dengan mengucapkan ”Sibolet” dan bukannya ”Syibolet”, jadi salah mengucapkan bunyi awal dari kata itu. Akibatnya, 42.000 orang Efraim dibunuh! (Hakim 12:5, 6) Demikian pula, apa yang diajarkan oleh kaum pendeta Susunan Kristen mungkin kedengaran mirip bahasa yang murni bagi mereka yang tidak mengenal baik kebenaran Alkitab. Tetapi berbicara dengan cara agama palsu dapat fatal pada hari kemurkaan Yehuwa.
Kita Tetap Bersatu
18, 19. Apa arti Zefanya 3:1-5?
18 Mengenai Yerusalem yang tidak setia pada zaman dulu dan imbangannya pada zaman modern, Susunan Kristen, dikatakan dalam Zefanya 3:1-5, ”Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman [”disiplin”, NW]; kepada [Yehuwa] ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap [’mengharap’, Klinkert]. Para pemukanya di tengah-tengahnya adalah singa yang mengaum; para hakimnya adalah serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari. Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat. Tetapi [Yehuwa] adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukumNya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!” Apa arti kata-kata tersebut?
19 Yerusalem kuno maupun Susunan Kristen zaman modern memberontak melawan Yehuwa dan mencemari diri mereka dengan ibadat palsu. Perbuatan salah dari para pemimpin mereka mengakibatkan penindasan. Meskipun Allah berulang kali memberi peringatan, mereka tidak mendengarkan, dan tidak mau mendekat kepada-Nya. Pemuka-pemukanya bagaikan singa yang buas, rakus, dengan congkak mengabaikan kebenaran. Bagaikan serigala-serigala yang rakus, hakim-hakim mereka telah mencabik-cabik keadilan. Imam-imam mereka telah ”menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat” Allah. Maka Yehuwa akan ’mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan, untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Nya, segenap murka-Nya yang bernyala-nyala’.—Zefanya 3:8.
20. (a) Apa yang harus dilakukan agar selamat melewati hari kemurkaan Yehuwa? (b) Bagaimana saudara dapat mengharap untuk menikmati berkat-berkat kekal dari Allah?
20 Hari kemurkaan Yehuwa di Armagedon sedang mendekat dengan cepat. Karena itu, jika saudara ingin selamat memasuki dunia baru Allah, tanpa menunda belajarlah dan berbicaralah bahasa yang murni. Hanya dengan cara itu saudara dapat memperoleh perlindungan dari bencana rohani sekarang dan dari malapetaka seluas dunia yang sudah begitu dekat. Umat Yehuwa memberitakan hari murka Allah dan berita yang membesarkan hati tentang Kerajaan-Nya. Betapa senangnya mereka berbicara tentang kemuliaan dari kedudukan-Nya sebagai raja! (Mazmur 145:10-13, BIS) Bergabunglah dengan mereka, maka saudara dapat berharap untuk menikmati hidup kekal dan berkat-berkat lain dari Pemula bahasa yang murni, Tuhan Yang Berdaulat, Yehuwa.
-