-
Bagian 1: Kepercayaan Kita Sebagai Orang KristenDiorganisasi untuk Melakukan Kehendak Yehuwa
-
-
PERTANYAAN UNTUK MEREKA YANG INGIN DIBAPTIS
Bagian 1: Kepercayaan Kita Sebagai Orang Kristen
Setelah belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa, Saudara mengenal kebenaran. Apa yang Saudara pelajari pasti membantu Saudara akrab dengan Allah. Saudara juga punya harapan akan masa depan yang lebih baik. Saudara juga menantikan berkat di bumi Firdaus di bawah Kerajaan Allah. Iman Saudara pada Firman Allah semakin kuat, dan karena bergaul dengan sidang Kristen, Saudara menerima banyak berkat. Saudara memahami cara Yehuwa membimbing umat-Nya sekarang.—Za. 8:23.
Sebagai persiapan untuk baptisan, para penatua akan membahas bersama Saudara kepercayaan dasar kita sebagai orang Kristen. Ini pasti akan bermanfaat bagi Saudara. (Ibr. 6:1-3) Semoga Yehuwa terus memberkati semua upaya Saudara untuk mengenal Dia dan memberi Saudara upah yang dijanjikan.—Yoh. 17:3.
1. Mengapa Saudara ingin dibaptis?
2. Siapakah Yehuwa?
• ”Yehuwa adalah Allah yang benar di langit dan di bumi. Tidak ada yang lain.”—Ul. 4:39.
• ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau saja Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”—Mz. 83:18.
3. Mengapa kita harus menggunakan nama Allah?
• ”Jadi berdoalah seperti ini: ’Bapak kami yang di surga, disucikanlah nama-Mu.’”—Mat. 6:9.
• ”Semua orang yang berseru pada nama Yehuwa akan diselamatkan.”—Rm. 10:13.
4. Sebutan apa saja yang digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan Yehuwa?
• ”Yehuwa, Pencipta seluruh bumi, adalah Allah untuk selamanya.”—Yes. 40:28.
• ”Bapak kami yang di surga.”—Mat. 6:9.
• ”Allah adalah kasih.”—1 Yoh. 4:8.
5. Apa yang bisa kita berikan kepada Allah Yehuwa?
• ”Kasihilah Yehuwa Allahmu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, seluruh pikiran, dan seluruh kekuatanmu.”—Mrk. 12:30.
• ”Yang harus kamu sembah adalah Yehuwa Allahmu, dan bagi Dia saja kamu harus melakukan pelayanan suci.”—Luk. 4:8.
6. Mengapa Saudara mau setia kepada Yehuwa?
• ”Anakku, jadilah bijaksana dan buatlah hatiku senang, supaya aku bisa menjawab dia yang menghinaku.”—Ams. 27:11.
7. Kepada siapa Saudara berdoa, dan dengan nama siapa Saudara berdoa?
• ”Dengan sungguh-sungguh aku [Yesus] katakan, kalau kalian meminta apa pun kepada Bapak dengan namaku, Dia akan memberikannya kepada kalian.”—Yoh. 16:23.
8. Apa saja beberapa hal yang bisa Saudara doakan?
• ”Jadi berdoalah seperti ini: ’Bapak kami yang di surga, disucikanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami makanan kami untuk hari ini, dan ampunilah dosa kami, seperti kami pun sudah mengampuni orang yang berdosa kepada kami. Janganlah biarkan kami menyerah pada godaan, tapi selamatkanlah kami dari si jahat.’”—Mat. 6:9-13.
• ”Inilah yang kita yakini: Kalau kita meminta apa pun sesuai dengan kehendak-Nya, Dia mendengarkan kita.”—1 Yoh. 5:14.
9. Mengapa ada doa yang tidak didengar oleh Yehuwa?
• ”Mereka akan meminta tolong kepada Yehuwa, tapi Dia tidak akan menjawab mereka . . . karena perbuatan mereka jahat.”—Mi. 3:4.
• ”Mata Yehuwa memperhatikan orang benar, dan telinga-Nya mendengarkan permohonan mereka. Tapi, muka Yehuwa tidak menyukai orang yang berbuat buruk.”—1 Ptr. 3:12.
10. Siapa itu Yesus Kristus?
• ”Simon Petrus menjawab, ’Kamu Kristus, Putra dari Allah yang hidup.’”—Mat. 16:16.
11. Untuk apa Yesus datang ke bumi?
• ”Putra manusia datang, bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani dan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.”—Mat. 20:28.
• ”Saya [Yesus] juga harus memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah di kota-kota lain, karena untuk itulah saya diutus.”—Luk. 4:43.
12. Bagaimana Saudara bisa menunjukkan rasa syukur Saudara atas korban tebusan Yesus?
• ”Dia mati demi semua orang, sehingga orang yang hidup tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tapi untuk Kristus, yang mati demi mereka dan dibangkitkan.”—2 Kor. 5:15.
13. Wewenang apa yang Yesus miliki?
• ”Seluruh kekuasaan di surga dan di bumi telah diberikan kepadaku.”—Mat. 28:18.
• ”Allah memberi dia kedudukan yang lebih tinggi dari sebelumnya, dan dengan baik hati memberinya nama yang lebih tinggi daripada semua nama.”—Flp. 2:9.
14. Apakah Saudara yakin bahwa Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa adalah ”budak yang setia dan bijaksana” yang dilantik oleh Yesus?
• ”Siapa sebenarnya budak yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh majikannya untuk mengurus para pelayan rumahnya, untuk memberi mereka makanan pada waktu yang tepat?”—Mat. 24:45.
15. Apakah kuasa kudus itu suatu pribadi?
• ”Malaikat itu menjawab, ’Kuasa kudus akan datang ke atasmu, dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaungimu. Karena itu, anak yang akan lahir itu akan disebut kudus, Putra Allah.’”—Luk. 1:35.
• ”Kalau kalian yang berdosa saja tahu caranya memberikan apa yang baik kepada anak-anak kalian, apalagi Bapak yang di surga! Dia pasti akan memberikan kuasa kudus kepada orang yang meminta kepada-Nya.”—Luk. 11:13.
16. Bagaimana Yehuwa menggunakan kuasa kudus-Nya?
• ”Dengan firman Yehuwa langit dibuat, dan dengan napas dari mulut-Nya segala isinya dijadikan.”—Mz. 33:6.
• ”Kalian akan mendapat kuasa sewaktu kuasa kudus datang ke atas kalian, dan kalian akan menjadi saksiku . . . sampai ke bagian yang paling jauh di bumi.”—Kis. 1:8.
• ”Tidak ada nubuat dalam Kitab Suci yang berasal dari penafsiran pribadi. Nubuat tidak pernah disampaikan atas keinginan manusia. Sebaliknya, apa yang disampaikan manusia berasal dari Allah, karena mereka digerakkan oleh kuasa kudus.”—2 Ptr. 1:20, 21.
17. Apa Kerajaan Allah itu?
• ”Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan kerajaan yang tidak akan pernah musnah. Kerajaan itu tidak akan dikuasai bangsa lain. Kerajaan itu akan menghancurkan dan mengakhiri semua kerajaan ini. Hanya kerajaan itu yang akan tetap berdiri untuk selamanya.”—Dan. 2:44.
18. Apa manfaat yang akan diberikan Kerajaan Allah bagi kita?
• ”Dia akan menghapus semua air mata mereka. Kematian tidak akan ada lagi. Perkabungan, tangisan, ataupun rasa sakit juga tidak akan ada lagi. Hal-hal yang dulu terjadi sudah tidak ada lagi.”—Why. 21:4.
19. Mengapa Saudara yakin bahwa berkat-berkat dari Kerajaan Allah akan kita rasakan sebentar lagi?
• ”Murid-murid mendekati dia ketika tidak ada orang lain. Mereka berkata, ’Beri tahu kami, kapan hal-hal itu akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup zaman ini?’ Yesus menjawab, ’. . . Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Juga, akan ada kekurangan makanan dan gempa bumi di mana-mana. Dan kabar baik tentang Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi, sebagai kesaksian bagi semua bangsa, kemudian akhir itu akan datang.’”—Mat. 24:3, 4, 7, 14.
• ”Keadaan pada hari-hari terakhir akan sulit dihadapi dan berbahaya. Orang-orang akan mencintai diri sendiri, mencintai uang, membanggakan diri, merasa diri hebat, menghina, tidak taat kepada orang tua, tidak berterima kasih, tidak setia, tidak punya kasih sayang, tidak mau berdamai, memfitnah, tidak punya pengendalian diri, garang, tidak menyukai kebaikan, berkhianat, keras kepala, sombong, mencintai kesenangan bukannya mencintai Allah, berpura-pura mengabdi kepada Allah padahal menolak bimbingan kuasa-Nya.”—2 Tim. 3:1-5.
20. Bagaimana Saudara bisa menunjukkan bahwa Kerajaan Allah itu penting bagi Saudara?
• ”Teruslah utamakan Kerajaan dan hal-hal yang benar menurut Allah.”—Mat. 6:33.
• ”Yesus berkata kepada murid-muridnya, ’Kalau seseorang ingin mengikuti aku, dia harus menyangkal diri dan memikul tiang siksaannya dan terus mengikuti aku.’”—Mat. 16:24.
21. Siapakah Setan dan roh-roh jahat?
• ”Bapak kalian adalah Iblis . . . Dia menjadi pembunuh sejak dia mulai menyimpang.”—Yoh. 8:44.
• ”Naga besar itu dilemparkan ke bumi. Dialah ular yang pertama, yang disebut Iblis dan Setan, yang sedang menyesatkan seluruh dunia. Malaikat-malaikatnya juga dilemparkan bersamanya.”—Why. 12:9.
22. Tuduhan apa yang Setan katakan tentang Yehuwa dan para penyembah-Nya?
• ”Wanita itu berkata kepada ular, ’Kami boleh makan buah dari pohon-pohon di taman ini. Tapi tentang buah dari pohon di tengah taman, Allah berkata, ”Kalian tidak boleh memakannya, kalian tidak boleh menyentuhnya. Kalau kalian lakukan itu, kalian akan mati.”’ Ular berkata kepada wanita itu, ’Kalian pasti tidak akan mati. Sebenarnya Allah tahu bahwa kalau kalian makan buah itu, hari itu juga mata kalian akan terbuka dan kalian akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.’”—Kej. 3:2-5.
• ”Setan menjawab Yehuwa, ’Kulit ganti kulit. Orang akan menyerahkan apa pun yang dia miliki demi mempertahankan nyawanya.’”—Ayb. 2:4.
23. Bagaimana Saudara bisa membuktikan bahwa semua tuduhan Setan itu salah?
• ”Kamu harus . . . melayani [Allah] dengan sepenuh hati.”—1 Taw. 28:9.
• ”Sampai mati aku tidak akan melepaskan integritasku!”—Ayb. 27:5.
24. Mengapa manusia mati?
• ”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan kematian masuk melalui dosa, kematian pun menyebar kepada semua orang karena semua orang berbuat dosa.”—Rm. 5:12.
25. Bagaimana keadaan orang yang sudah meninggal?
• ”Orang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tapi orang mati tidak tahu apa-apa.”—Pkh. 9:5.
26. Apa harapan bagi orang yang sudah meninggal?
• ”Akan ada kebangkitan bagi orang-orang yang benar maupun yang tidak benar.”—Kis. 24:15.
27. Berapa banyak orang yang akan memerintah di surga bersama Yesus?
• ”Saya melihat Anak Domba berdiri di Gunung Zion bersama 144.000 orang. Pada dahi mereka tertulis namanya dan nama Bapaknya.”—Why. 14:1.
-
-
Bagian 2: Kehidupan Kita Sebagai Orang KristenDiorganisasi untuk Melakukan Kehendak Yehuwa
-
-
PERTANYAAN UNTUK MEREKA YANG INGIN DIBAPTIS
Bagian 2: Kehidupan Kita Sebagai Orang Kristen
Karena belajar Alkitab, Saudara tahu apa yang Yehuwa minta dari Saudara dan cara mengikuti standar-Nya yang benar. Saudara mungkin sudah membuat beberapa perubahan dalam tingkah laku Saudara dan cara Saudara memandang kehidupan. Sekarang, karena Saudara sudah bertekad untuk mengikuti standar Allah yang benar, Saudara bisa memenuhi syarat untuk menjadi pemberita kabar baik.
Dengan membahas pertanyaan-pertanyaan di bawah, Saudara akan memahami dengan jelas standar Yehuwa yang benar. Pembahasan ini juga akan mengingatkan Saudara akan beberapa hal yang bisa Saudara lakukan untuk menjadi hamba Yehuwa. Dari keterangan ini, Saudara akan memahami pentingnya melakukan semua hal dengan hati nurani yang bersih dan untuk memuliakan Allah.—2 Kor. 1:12; 1 Tim. 1:19; 1 Ptr. 3:16, 21.
Setelah belajar Alkitab sejauh ini, Saudara pasti ingin sekali tunduk kepada pengaturan Yehuwa dan menjadi bagian organisasi-Nya. Pertanyaan-pertanyaan dan ayat yang dicantumkan bisa membantu Saudara memeriksa apakah Saudara sudah tunduk kepada Yehuwa di sidang, dalam keluarga, atau dalam hal-hal yang berhubungan dengan urusan politik di dunia ini. Saudara akan lebih menghargai semua hal yang Yehuwa lakukan untuk mendidik umat-Nya dan memperkuat iman mereka. Salah satu caranya adalah lewat perhimpunan, dan Saudara perlu berupaya sebaik-baiknya untuk menghadirinya dan memberikan komentar.
Selain itu, bagian ini juga akan membahas pentingnya rutin memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah dan membantu orang lain untuk mengenal Yehuwa dan mengetahui apa yang Dia lakukan bagi manusia. (Mat. 24:14; 28:19, 20) Bagian ini juga akan membantu Saudara memahami bahwa membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis itu adalah keputusan yang serius. Saudara telah menerima kebaikan hati Yehuwa yang luar biasa, yang Dia ulurkan bagi Saudara. Yakinlah bahwa Yehuwa menghargai tanggapan Saudara itu.
1. Apa standar yang diikuti orang Kristen untuk perkawinan? Menurut Alkitab, apa satu-satunya alasan yang sah untuk bercerai?
• ”Apa kalian belum pernah baca bahwa awalnya, Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan? Allah berkata, ’Karena itu seorang pria akan meninggalkan ayah dan ibunya dan akan terus bersama istrinya, dan keduanya akan menjadi satu.’ Maka mereka bukan lagi dua, tapi satu. Jadi, apa yang telah disatukan Allah tidak boleh dipisahkan manusia. . . . Kalau seseorang menceraikan istrinya, kecuali karena perbuatan cabul, lalu menikah dengan orang lain, dia berzina.”—Mat. 19:4-6, 9.
2. Mengapa pria dan wanita yang hidup bersama seperti suami istri harus menikah secara resmi? Kalau Saudara sudah menikah, apakah Saudara yakin bahwa pernikahan Saudara sah dan diakui pemerintah?
• ”Teruslah ingatkan mereka untuk tunduk dan taat kepada pemerintah dan para penguasa.”—Tit. 3:1.
• ”Perkawinan harus dihormati semua orang dan juga tidak boleh tercemar, karena Allah akan menghakimi orang yang berbuat cabul dan yang berzina.”—Ibr. 13:4.
3. Apa peran Saudara dalam keluarga?
• ”Anakku, dengarkan didikan ayahmu, dan jangan abaikan ajaran ibumu.”—Ams. 1:8.
• ”Suami adalah kepala istrinya, sama seperti Kristus adalah kepala sidang jemaat . . . Suami-suami, teruslah kasihi istri kalian, seperti Kristus juga mengasihi sidang jemaat.”—Ef. 5:23, 25.
• ”Para ayah, jangan buat anak-anak kalian kesal. Sebaliknya, besarkan mereka dengan didikan dan nasihat Yehuwa.”—Ef. 6:4.
• ”Anak-anak, taati orang tua kalian dalam segala hal, karena ini menyenangkan Tuan.”—Kol. 3:20.
• ”Kalian para istri, tunduklah kepada suami kalian.”—1 Ptr. 3:1.
4. Mengapa kita harus menghargai kehidupan?
• ”[Allah] memberi semua orang kehidupan, napas, dan segala sesuatu. . . . Karena Dialah kita hidup, bergerak, dan ada.”—Kis. 17:25, 28.
5. Mengapa kita tidak boleh membunuh siapa pun, termasuk janin dalam kandungan?
• ”Kalau ada orang berkelahi dan melukai seorang wanita hamil . . . [dan] ada yang mati, hukumnya adalah nyawa ganti nyawa.”—Kel. 21:22, 23.
• ”Mata-Mu melihat bahkan saat aku masih janin; semua bagiannya tertulis di buku-Mu tentang saat semuanya dibentuk, sebelum satu pun ada.”—Mz. 139:16.
• ”Yehuwa benci . . . tangan yang membunuh orang tak bersalah.”—Ams. 6:16, 17.
6. Apa perintah Allah soal darah?
• ”Tetaplah menjauh dari . . . darah [dan] dari daging binatang yang dicekik.”—Kis. 15:29.
7. Mengapa kita harus mengasihi saudara-saudari kita?
• ”Aku memberi kalian perintah baru ini: Kasihi satu sama lain. Seperti aku sudah mengasihi kalian, kalian juga harus mengasihi satu sama lain. Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian muridku.”—Yoh. 13:34, 35.
8. Supaya orang lain tidak terjangkit penyakit menular, yang kemungkinan bisa menyebabkan kematian: (a) Mengapa orang yang sakit itu tidak boleh memeluk atau mencium orang lain? (b) Mengapa dia tidak boleh tersinggung kalau ada orang yang tidak mau mengundang dia ke rumah? (c) Mengapa orang yang bisa jadi sudah terkena penyakit menular harus mau melakukan tes darah sebelum mulai berpacaran? (d) Mengapa orang yang punya penyakit menular harus memberi tahu koordinator badan penatua sebelum dibaptis?
• ”Jangan berutang apa-apa kepada siapa pun, selain mengasihi satu sama lain. . . . ’Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.’ Orang yang memiliki kasih tidak berbuat jahat kepada sesamanya.”—Rm. 13:8-10.
• ”Perhatikanlah kepentingan orang lain, bukan kepentingan diri sendiri saja.”—Flp. 2:4.
9. Mengapa Yehuwa ingin agar kita mengampuni orang lain?
• ”Kalaupun ada alasan untuk tersinggung, kalian harus tetap bersabar satu sama lain dan saling memaafkan dengan tulus. Sama seperti Yehuwa dengan tulus memaafkan kalian, lakukan itu juga.”—Kol. 3:13.
10. Apa yang seharusnya Saudara lakukan kalau Saudara difitnah atau ditipu oleh seorang rekan seiman?
• ”Kalau saudaramu berbuat dosa, ungkapkan kesalahannya antara kamu dan dia saja. Kalau dia mendengarkan kamu, kamu sudah mendapatkan saudaramu. Tapi kalau dia tidak mendengarkan, ajaklah satu atau dua orang lagi, karena supaya suatu keterangan dianggap benar, itu harus dikatakan oleh dua atau tiga saksi. Kalau dia tidak mendengarkan mereka, bicaralah kepada sidang jemaat. Kalau sidang jemaat pun tidak dia dengarkan, anggap dia seperti orang dari bangsa lain dan seperti pemungut pajak.”—Mat. 18:15-17.
11. Bagaimana pandangan Yehuwa terhadap dosa-dosa berikut ini?
▪ Perbuatan cabul
▪ Penggunaan patung dalam ibadah
▪ Homoseksualitas
▪ Pencurian
▪ Judi
▪ Kemabukan
• ”Jangan tertipu. Orang yang berbuat cabul, penyembah berhala, pezina, laki-laki yang mau digunakan untuk homoseks, laki-laki yang melakukan homoseks, pencuri, orang yang serakah, pemabuk, orang yang suka menghina, dan pemeras tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.”—1 Kor. 6:9, 10.
12. Apa tekad Saudara terhadap perbuatan cabul, yaitu berbagai perbuatan seksual di antara dua orang yang tidak menikah?
• ”Segera tolak perbuatan cabul!”—1 Kor. 6:18.
13. Mengapa orang Kristen harus menjauhi semua zat yang membuatnya kecanduan atau memengaruhi pikirannya, kecuali atas saran dokter?
• ”Saya mohon agar kalian memberikan tubuh dan hidup kalian kepada [Allah], seperti mempersembahkan korban yang suci yang akan diterima Allah. Jadi, gunakan seluruh pikiran kalian dalam melakukan pelayanan suci untuk-Nya. Jangan dipengaruhi dunia ini lagi. Sebaliknya, berubahlah dengan mengubah cara berpikir kalian, supaya kalian bisa membuktikan sendiri kehendak Allah yang baik, sempurna, dan menyenangkan Dia.”—Rm. 12:1, 2.
14. Apa saja beberapa kegiatan spiritisme yang Allah larang?
• ”Di antara kalian tidak boleh ada yang . . . meramal, menggunakan ilmu gaib, mencari pertanda, menjadi ahli sihir, mengguna-guna orang lain, meminta nasihat pemanggil arwah atau peramal, ataupun bertanya kepada orang mati.”—Ul. 18:10, 11.
15. Jika seseorang melakukan dosa serius dan ingin kembali mendapat perkenan Yehuwa, apa yang harus segera dia lakukan?
• ”Aku mengakui dosaku kepada-Mu; aku tidak menutupi kesalahanku. Aku berkata, ’Aku akan mengakui pelanggaranku kepada Yehuwa.’”—Mz. 32:5.
• ”Apakah ada yang sakit di antara kalian? Dia hendaknya mencari para penatua sidang jemaat, dan mereka hendaknya mendoakan dia dan mengoles dia dengan minyak dalam nama Yehuwa. Doa yang diucapkan dengan iman akan membuat orang sakit itu sembuh, dan Yehuwa akan membuat dia pulih. Selain itu, kalau dia telah berbuat dosa, dia akan diampuni.”—Yak. 5:14, 15.
16. Kalau Saudara tahu bahwa seorang rekan seiman telah melakukan dosa serius, apa yang perlu Saudara lakukan?
• ”Kalau ada orang yang melihat atau mengetahui suatu perbuatan dosa, dia adalah saksi. Kalau setelah itu ada pengumuman bahwa orang yang melihatnya harus melaporkannya, tapi dia tidak melaporkannya, dia berdosa dan harus menanggung akibatnya.”—Im. 5:1.
17. Kalau ada pengumuman bahwa seseorang bukan lagi Saksi Yehuwa, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang itu?
• ”[Jangan] lagi bergaul dengan saudara seiman yang berbuat cabul, serakah, menyembah berhala, suka menghina, suka mabuk, atau suka memeras, bahkan tidak makan dengan orang seperti itu.”—1 Kor. 5:11.
• ”Kalau ada yang datang dan membawa ajaran yang berbeda, jangan terima dia di rumahmu dan jangan menyapa dia.”—2 Yoh. 10.
18. Mengapa Saudara seharusnya bersahabat hanya dengan orang-orang yang mengasihi Yehuwa?
• ”Orang yang berjalan dengan orang bijaksana akan menjadi bijaksana, tapi orang yang berurusan dengan orang bodoh akan celaka.”—Ams. 13:20.
• ”Jangan tertipu. Pergaulan buruk merusak kebiasaan yang baik.”—1 Kor. 15:33.
19. Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa netral secara politik?
• ”Mereka bukan bagian dari dunia, seperti aku [Yesus] bukan bagian dari dunia.”—Yoh. 17:16.
20. Mengapa Saudara harus mematuhi pemerintah?
• ”Semua orang harus tunduk kepada pemerintah, karena kekuasaan apa pun berasal dari Allah. Pemerintah yang ada mendapat kedudukan mereka masing-masing dari Allah.”—Rm. 13:1.
21. Kalau hukum manusia bertentangan dengan hukum Allah, apa yang akan Saudara lakukan?
• ”Kami harus lebih taat kepada Allah sebagai penguasa kami daripada kepada manusia.”—Kis. 5:29.
22. Sewaktu memilih pekerjaan, ayat-ayat apa yang bisa membantu Saudara terpisah dari dunia?
• ”Bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa, dan mereka tidak akan belajar perang lagi.”—Mi. 4:3.
• ”Umat-Ku, keluarlah dari [Babilon Besar] kalau kalian tidak mau ikut melakukan dosa-dosanya, dan tidak mau terkena bencana-bencananya.”—Why. 18:4.
23. Hiburan dan rekreasi seperti apa yang akan Saudara pilih, dan mana yang akan Saudara tolak?
• ”Yehuwa . . . membenci siapa pun yang suka kekerasan.”—Mz. 11:5.
• ”Kalian harus benar-benar membenci apa yang buruk dan menyukai apa yang baik.”—Rm. 12:9.
• ”Teruslah pikirkan semua yang benar, semua yang penting, semua yang disukai Allah, semua yang murni, semua yang menimbulkan kasih, semua yang terhormat, semua yang baik, dan semua yang terpuji.”—Flp. 4:8.
24. Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa tidak beribadah bersama kelompok agama lain?
• ”Kalian tidak bisa . . . makan di ’meja Yehuwa’ sekaligus di meja roh-roh jahat.”—1 Kor. 10:21.
• ”’Pisahkan diri kalian,’ kata Yehuwa, ’dan jangan lagi menyentuh apa yang najis.’ ’Lalu Aku akan menerima kalian.’”—2 Kor. 6:17.
25. Prinsip-prinsip apa saja yang akan membantu Saudara memutuskan apakah Saudara akan mengikuti perayaan tertentu?
• ”Mereka malah bergaul dengan bangsa-bangsa itu dan mengikuti kebiasaan orang-orang itu. Mereka terus melayani berhalanya, dan semua itu membuat mereka terjerat.”—Mz. 106:35, 36.
• ”Orang mati tidak tahu apa-apa.”—Pkh. 9:5.
• ”Mereka bukan bagian dari dunia, seperti aku bukan bagian dari dunia.”—Yoh. 17:16.
• ”Cukup lama kalian mengikuti keinginan orang-orang di dunia, yaitu dengan berlaku tidak tahu malu, menuruti nafsu yang tak terkendali, minum-minum dengan berlebihan, berpesta liar, ikut pesta minuman keras, dan melakukan penyembahan berhala yang terlarang.”—1 Ptr. 4:3.
26. Bagaimana kisah-kisah di Alkitab membantu Saudara memutuskan soal ulang tahun?
• ”Tiga hari setelah itu adalah hari ulang tahun Firaun. Dia mengadakan pesta untuk semua hambanya. Lalu dia mengeluarkan pengurus minuman dan pengurus roti itu dan membawa mereka ke hadapan semua hambanya. Firaun mengembalikan kedudukan pengurus minuman . . . Tapi Firaun menggantung pengurus roti.”—Kej. 40:20-22.
• ”Pada perayaan ulang tahun Herodes, anak perempuan Herodias menari di depan tamu-tamu dan membuat Herodes begitu senang, sampai-sampai dia bersumpah untuk memberinya apa pun yang dimintanya. Lalu gadis itu berkata karena desakan ibunya, ’Berilah saya kepala Yohanes Pembaptis di atas piring besar.’ Dia mengutus orang dan menyuruh agar Yohanes dipenggal di penjara.”—Mat. 14:6-8, 10.
27. Mengapa Saudara mau mengikuti bimbingan para penatua?
• ”Kalian harus taat dan tunduk kepada orang-orang yang memimpin kalian, karena mereka menjaga kalian dan mereka akan bertanggung jawab, supaya mereka melakukannya dengan sukacita dan tidak dengan terpaksa, karena ini akan merugikan kalian.”—Ibr. 13:17.
28. Mengapa saudara dan keluarga harus menyisihkan waktu untuk membaca dan mempelajari Alkitab secara rutin?
• ”[Dia] menyukai hukum Yehuwa, serta membaca hukum-Nya dengan suara rendah siang dan malam. Dia akan seperti pohon yang ditanam dekat aliran air, yang berbuah pada musimnya, yang dedaunannya tidak layu. Semua yang dia lakukan akan berhasil.”—Mz. 1:2, 3.
29. Mengapa Saudara senang menghadiri perhimpunan dan ikut memberikan komentar?
• ”Nama-Mu akan kuberitahukan kepada saudara-saudaraku; aku akan memuji-Mu di tengah-tengah jemaat.”—Mz. 22:22.
• ”Mari kita saling peduli supaya kita bisa menggerakkan satu sama lain untuk menunjukkan kasih dan kebaikan, tidak melalaikan pertemuan kita seperti kebiasaan beberapa orang, tapi saling menguatkan, dan melakukan semua itu dengan lebih bersungguh-sungguh lagi karena melihat hari itu semakin dekat.”—Ibr. 10:24, 25.
30. Apa tugas terpenting yang Yesus berikan kepada kita?
• ”Pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi muridku. Baptislah mereka . . . Ajarlah mereka untuk menjalankan semua yang kuperintahkan kepada kalian.”—Mat. 28:19, 20.
31. Saat kita memberikan sumbangan untuk pekerjaan Kerajaan atau untuk membantu saudara-saudari, sikap seperti apa yang Yehuwa sukai?
• ”Hormatilah Yehuwa dengan barang-barangmu yang berharga.”—Ams. 3:9.
• ”Setiap orang sebaiknya memberi sesuai dengan apa yang dia putuskan dalam hatinya, tidak dengan berat hati atau terpaksa, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati.”—2 Kor. 9:7.
32. Kesulitan seperti apa yang akan kita alami sebagai orang Kristen?
• ”Bahagialah orang yang dianiaya demi apa yang benar, karena Kerajaan surga akan menjadi milik mereka. Bahagialah kalian kalau orang-orang mencela kalian, menganiaya kalian, dan mengatakan berbagai dusta yang jahat tentang kalian demi aku. Sebab nabi-nabi sebelum kalian pun dianiaya seperti itu. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upah kalian besar di surga.”—Mat. 5:10-12.
33. Mengapa dibaptis sebagai seorang Saksi Yehuwa adalah suatu kehormatan?
• ”Firman-Mu membuat hatiku senang dan bergembira. Sebab aku menyandang nama-Mu, oh Yehuwa.”—Yer. 15:16.
-
-
Pembahasan Penutup dengan Calon BaptisDiorganisasi untuk Melakukan Kehendak Yehuwa
-
-
Pembahasan Penutup dengan Calon Baptis
Pembaptisan biasanya diadakan di kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa. Di bagian penutup khotbah baptisan, pembicara akan meminta calon baptis berdiri dan menjawab dua pertanyaan berikut dengan suara keras:
1. Apakah Saudara sudah bertobat dari dosa-dosa Saudara, membaktikan diri kepada Yehuwa, dan memperlihatkan iman bahwa Dia memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus?
2. Apakah Saudara memahami bahwa dengan dibaptis, Saudara menunjukkan kepada orang lain bahwa Saudara menjadi seorang Saksi-Saksi Yehuwa dan bergabung dengan organisasi Yehuwa?
Dengan menjawab ”ya” atas pertanyaan-pertanyaan ini, calon baptis membuat pernyataan bahwa mereka beriman pada tebusan dan sudah membaktikan diri kepada Yehuwa dengan sepenuh hati. (Rm. 10:9, 10) Calon baptis perlu berdoa dan memikirkan dua pertanyaan itu terlebih dulu, supaya mereka bisa menjawabnya sesuai dengan apa yang mereka yakini.
Apakah Saudara telah membaktikan diri kepada Yehuwa dalam doa, dengan berjanji untuk menyembah Dia saja dan menomorsatukan kehendak-Nya dalam kehidupan Saudara?
Apakah Saudara benar-benar yakin bahwa Saudara mau langsung dibaptis begitu ada kesempatan?
Pakaian apa yang cocok sewaktu dibaptis? (1 Tim. 2:9, 10; Yoh. 15:19; Flp. 1:10)
Kita harus berpakaian ”dengan kesederhanaan dan pertimbangan yang baik” untuk menunjukkan bahwa kita ”berbakti kepada Allah”. Jadi, orang yang dibaptis tidak akan menggunakan pakaian renang yang terbuka atau pakaian dengan tulisan atau slogan. Orang yang dibaptis harus menggunakan pakaian yang rapi, bersih, bermartabat, dan cocok untuk acara baptisan.
Bagaimana seharusnya sikap seseorang sewaktu dibaptis? (Luk. 3:21, 22)
Baptisan Yesus menjadi contoh bagi baptisan sekarang. Yesus tahu bahwa baptisan adalah langkah yang serius, dan itu terlihat dari sikap dan tingkah lakunya. Karena itu, tempat baptisan bukanlah tempat untuk melontarkan candaan yang tidak pantas, bermain-main, berenang, atau apa pun yang membuat acara itu kurang serius. Orang Kristen yang dibaptis juga tidak akan bersikap seolah-olah baru saja memenangkan sesuatu. Meski baptisan adalah acara yang menyenangkan, perasaan senang itu harus ditunjukkan dengan cara yang bermartabat.
Kalau Saudara secara rutin berhimpun dan bergaul dengan saudara-saudari di sidang, bagaimana itu bisa membantu Saudara untuk terus berbakti kepada Yehuwa?
Setelah dibaptis, mengapa Saudara perlu secara rutin melakukan pelajaran pribadi dan mengabar?
PETUNJUK BAGI PARA PENATUA
Sewaktu penyiar belum terbaptis menyatakan keinginannya untuk dibaptis, minta dia mempelajari ”Pertanyaan untuk Mereka yang Ingin Dibaptis”, di halaman 185-207. Dia juga perlu mempelajari ”Pesan bagi Penyiar Belum Terbaptis”, mulai dari halaman 182, yang menjelaskan caranya dia bisa membuat persiapan untuk pembahasan bersama para penatua. Seperti dijelaskan di sana, calon baptis boleh menggunakan catatan dan membuka buku ini selama pembahasan. Tapi, dia tidak perlu membahas pertanyaan itu dengan seseorang sebelum dia membahasnya dengan para penatua.
Orang yang ingin dibaptis perlu memberi tahu koordinator badan penatua. Setelah orang itu mempelajari ”Pertanyaan untuk Mereka yang Ingin Dibaptis”, koordinator badan penatua akan bertanya apakah dia sudah secara pribadi berdoa kepada Yehuwa dan menyatakan bahwa dia mau membaktikan diri untuk melakukan kehendak Yehuwa. Kalau dia sudah melakukan itu, koordinator badan penatua akan mengatur agar dua orang penatua membahas ”Pertanyaan untuk Mereka yang Ingin Dibaptis” bersama orang tersebut. Setiap pembahasan harus dilakukan oleh seorang penatua yang berbeda. Pembahasan bisa diadakan tanpa harus menunggu pengumuman tentang kebaktian mendatang.
Kedua pembahasan itu biasanya bisa dibahas dalam dua pertemuan, masing-masing sekitar satu jam. Tapi, kalau dibutuhkan, tidak ada salahnya jika pembahasan berlangsung lebih lama. Setiap pembahasan harus diawali dan ditutup dengan doa. Sewaktu melakukan pembahasan, calon baptis dan para penatua tidak boleh terburu-buru. Para penatua yang ditunjuk untuk mengadakan pembahasan sebaiknya mengutamakan tugas ini.
Sebaiknya, pembahasan ini dilakukan dengan masing-masing calon baptis, bukan beberapa calon baptis sekaligus. Dengan meminta calon baptis menjawab setiap pertanyaan, para penatua bisa mengetahui apa saja yang sudah dia mengerti. Para penatua pun bisa memutuskan dengan yakin apakah dia sudah bisa dibaptis. Selain itu, kalau pembahasan dilakukan bersama dia saja, seorang calon baptis bisa lebih leluasa menyampaikan jawabannya. Suami istri boleh melakukan pembahasan ini bersama-sama.
Kalau calon baptis itu seorang saudari, pembahasan harus dilakukan di tempat yang bisa dilihat orang tapi tidak terdengar. Kalau penatua perlu mengajak satu orang lagi, dia bisa mengajak penatua lain atau hamba pelayanan, bergantung bagian yang dibahas, seperti yang disebutkan di paragraf berikut.
Di sidang yang penatuanya sedikit sekali, hamba pelayanan yang terampil dan punya pertimbangan yang baik bisa membahas pertanyaan-pertanyaan yang ada di ”Bagian 1: Kepercayaan Kita Sebagai Orang Kristen”. Tapi, ”Bagian 2: Kehidupan Kita Sebagai Orang Kristen” hanya boleh dibahas oleh penatua. Kalau di sidang tidak ada cukup banyak saudara yang memenuhi syarat, sidang bisa menghubungi pengawas wilayah untuk menentukan apakah penatua dari sidang sekitar bisa membantu.
Kalau calon baptis adalah anak di bawah umur, salah satu atau kedua orang tuanya yang adalah Saksi Yehuwa sebaiknya hadir saat pembahasan. Kalau orang tuanya tidak bisa hadir, dua penatua (atau seorang penatua dan seorang hamba pelayanan, bergantung pada bagian mana yang dibahas) harus ada di setiap pembahasan.
Para penatua akan memastikan apakah calon baptis itu punya cukup pemahaman tentang ajaran dasar Alkitab. Mereka juga harus memastikan apakah dia benar-benar menghargai kebenaran dan merespek organisasi Yehuwa. Kalau dia tidak mengerti ajaran dasar Alkitab, para penatua akan mengatur agar dia diberi bantuan, supaya nantinya dia bisa memenuhi syarat untuk dibaptis. Ada juga yang perlu diberi waktu agar bisa lebih menghargai pengabaran atau lebih tunduk pada pengaturan organisasi. Untuk benar-benar memastikan bahwa seseorang siap dibaptis, waktu yang digunakan untuk membahas tiap pertanyaan bisa berbeda-beda. Tapi, semua pertanyaan harus dibahas. Jadi, para penatua akan menentukan bagaimana dia membagi waktu dalam setiap pertemuan, yang lamanya sekitar satu jam.
Setelah pembahasan kedua, para penatua yang ditugaskan untuk melakukan pembahasan akan bertemu untuk memutuskan apakah seseorang boleh dibaptis atau tidak. Mereka akan mempertimbangkan latar belakang, kemampuan, dan hal-hal lain dari orang tersebut. Yang terpenting, mereka perlu memastikan apakah orang itu sudah benar-benar mengasihi Yehuwa dan mengerti ajaran dasar Alkitab. Dengan bantuan Saudara yang pengasih, calon baptis akan siap menjalankan tugas pentingnya sebagai pemberita kabar baik.
Setelah itu, salah satu atau kedua penatua yang melakukan pembahasan harus bertemu dengan orang itu untuk memberitahukan apakah dia memenuhi syarat untuk dibaptis. Kalau dia memenuhi syarat, para penatua harus membahas bersamanya bagian ”Pembahasan Penutup dengan Calon Baptis” di halaman 206-207. Kalau dia belum selesai mempelajari buku Hidup Bahagia Selamanya!, para penatua perlu menganjurkan dia untuk menyelesaikan pelajaran itu setelah dibaptis. Beri tahu dia bahwa tanggal baptisannya akan dicatat di Kartu Penyiar Sidang miliknya. Ingatkan dia bahwa para penatua mencatat informasi pribadi seperti itu supaya organisasi bisa terus mengurus kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia. Informasi itu juga perlu dicatat agar dia bisa mengikuti semua kegiatan di sidang dan mendapat anjuran rohani dari para penatua. Selain itu, para penatua juga perlu mengingatkan para penyiar baru bahwa semua informasi pribadi yang mereka berikan akan ditangani sesuai dengan Kebijakan Umum Perlindungan Data dari Saksi-Saksi Yehuwa, yang ada di jw.org. Pembahasan penutup ini biasanya bisa dilakukan selama sepuluh menit atau kurang.
-