-
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Tebusan?Menara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2025 | Januari
-
-
ARTIKEL PELAJARAN 4
NYANYIAN 18 Bersyukur atas Tebusan
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Tebusan?
”Inilah cara Allah menunjukkan kasih-Nya.”—1 YOH. 4:9.
INTI
Hal-hal menarik yang bisa kita pelajari tentang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus dari tebusan.
1. Apa manfaatnya menghadiri Peringatan kematian Yesus setiap tahun?
SAUDARA pasti setuju bahwa tebusan adalah pemberian yang tidak ternilai! (2 Kor. 9:15) Karena Yesus mengorbankan nyawanya untuk Saudara, Saudara bisa bersahabat dengan Allah Yehuwa. Saudara juga bisa punya harapan untuk hidup selamanya. Ya, kita pasti sangat bersyukur atas tebusan. Itu adalah hadiah yang Yehuwa berikan karena Dia mengasihi kita. (Rm. 5:8) Supaya kita bisa tetap bersyukur dan menghargai tebusan, Yesus memerintahkan kita untuk memperingati kematiannya setiap tahun.—Luk. 22:19, 20.
2. Apa yang akan dibahas di artikel ini?
2 Tahun ini, acara Peringatan akan diadakan pada hari Sabtu, 12 April. Kita semua pasti mau menghadirinya. Selama minggu-minggu sebelum dan setelah Peringatan, coba renungkana apa saja yang sudah Yehuwa dan Putra-Nya lakukan bagi kita. Saudara pasti akan merasakan manfaatnya. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang Yehuwa dan Putra-Nya dari tebusan. Di artikel berikutnya, kita akan membahas manfaat tebusan dan caranya kita menunjukkan rasa syukur kita.
YANG KITA PELAJARI TENTANG YEHUWA DARI TEBUSAN
3. Bagaimana kematian satu orang bisa menyelamatkan banyak orang? (Lihat juga gambar.)
3 Dari tebusan, kita bisa belajar tentang keadilan Yehuwa. (Ul. 32:4) Coba pikirkan: Karena Adam tidak taat, kita mewarisi dosa dan kematian. (Rm. 5:12) Untuk menyelamatkan kita, Yehuwa mengatur agar Yesus menjadi korban tebusan. Tapi, bagaimana kematian satu orang yang sempurna bisa menebus banyak sekali orang? Rasul Paulus menjelaskan, ”Sama seperti pelanggaran satu orang itu [Adam] membuat banyak orang berdosa, ketaatan satu orang itu [Yesus] membuat banyak orang dinyatakan benar.” (Rm. 5:19; 1 Tim. 2:6) Ya, semua orang menjadi berdosa dan mati karena pelanggaran satu orang yang sempurna. Jadi, dibutuhkan satu orang sempurna yang taat kepada Allah untuk menyelamatkan kita.
Karena satu orang (Adam), kita semua mewarisi dosa dan kematian. Dan karena satu orang (Yesus), kita semua bisa bebas dari dosa dan kematian. (Lihat paragraf 3)
4. Mengapa Yehuwa tidak membiarkan keturunan Adam yang taat kepada-Nya untuk hidup selamanya?
4 Apakah Yesus memang harus mati untuk menyelamatkan kita? Bukankah Yehuwa bisa membiarkan keturunan Adam yang taat kepada-Nya untuk hidup selamanya? Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita mungkin merasa bahwa itulah tindakan yang baik hati dan masuk akal. Tapi, tindakan itu tidak sesuai dengan keadilan Yehuwa yang sempurna. Mengapa? Karena kalau Dia melakukannya, Dia seolah-olah menganggap bahwa Adam tidak pernah melakukan dosa serius dan keturunannya tidak berdosa, padahal itu tidak benar.
5. Mengapa kita bisa yakin bahwa Yehuwa akan selalu melakukan apa yang benar?
5 Kalau dulu Yehuwa tidak menyediakan tebusan tapi membiarkan keturunan Adam yang tidak sempurna untuk hidup selamanya, itu berarti Dia bertindak tidak adil. Akibatnya, kita bisa berpikir bahwa Yehuwa akan bertindak tidak adil dalam hal lain juga. Misalnya, kita bisa meragukan apakah Yehuwa akan menepati semua janji-Nya. Tapi, karena sejak dulu Dia bertindak adil, kita tidak perlu meragukan hal itu. Yehuwa bahkan rela mengorbankan Putra yang Dia sayangi demi mengikuti standar keadilan-Nya. Ini meyakinkan kita bahwa Dia akan selalu melakukan apa yang benar.
6. Mengapa Yehuwa menyediakan tebusan? (1 Yohanes 4:9, 10)
6 Tebusan tidak hanya mengajar kita tentang keadilan Yehuwa, tapi juga tentang kasih-Nya yang dalam kepada kita. (Yoh. 3:16; baca 1 Yohanes 4:9, 10.) Tebusan menunjukkan bahwa Yehuwa ingin kita hidup selamanya dan menjadi bagian dari keluarga-Nya. Dulu, sewaktu Adam berdosa, dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari keluarga Yehuwa. Akibatnya, sejak lahir, kita semua juga bukan bagian dari keluarga Yehuwa. Tapi atas dasar tebusan, semua orang yang beriman dan taat bisa diampuni oleh Yehuwa dan akhirnya menjadi bagian dari keluarga-Nya. Bahkan, sekarang pun kita bisa punya hubungan yang akrab dengan Yehuwa dan rekan seiman kita. Yehuwa memang benar-benar menyayangi kita!—Rm. 5:10, 11.
7. Mengapa penderitaan Yesus menunjukkan bahwa Yehuwa sangat menyayangi kita?
7 Kita bisa lebih memahami seberapa dalam kasih Yehuwa kepada kita dengan memikirkan pengorbanan yang Dia buat demi menyediakan tebusan. Setan mengatakan bahwa tidak ada hamba Yehuwa yang akan tetap setia kalau keadaannya sulit. Untuk membuktikan bahwa itu tidak benar, Yehuwa membiarkan Yesus menderita sampai mati. (Ayb. 2:1-5; 1 Ptr. 2:21) Yehuwa melihat sewaktu Yesus diejek, dicambuk para prajurit, dan dipaku di tiang. Lalu, Yehuwa melihat Putra yang Dia sayangi mati dengan cara yang menyakitkan. (Mat. 27:28-31, 39) Sebenarnya, Yehuwa punya kuasa untuk menghentikan penderitaan Yesus kapan pun Dia mau. Misalnya, Yehuwa bisa melakukan hal itu sewaktu para penentang mengatakan, ”Biarlah Allah sekarang menyelamatkan dia kalau Allah senang kepadanya.” (Mat. 27:42, 43) Tapi kalau Dia melakukannya, tebusan tidak akan terbayar, dan kita tidak punya harapan. Karena itu, Yehuwa membiarkan Putra-Nya menderita sampai mati.
8. Mengapa kita bisa yakin bahwa hati Yehuwa sakit sewaktu melihat Putra-Nya menderita? (Lihat juga gambar.)
8 Yehuwa memang mahakuasa, tapi apakah itu berarti Dia tidak punya perasaan? Jangan sampai kita berpikir seperti itu. Kita diciptakan mirip dengan Dia, dan kita punya perasaan. Jadi, Yehuwa pasti punya perasaan juga. Alkitab mengatakan bahwa hati-Nya bisa merasa sakit. (Mz. 78:40, 41) Perhatikan juga kisah Abraham dan Ishak. Abraham diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak, putra satu-satunya, sebagai korban. (Kej. 22:9-12; Ibr. 11:17-19) Perasaannya pasti campur aduk sewaktu dia memegang pisau dan bersiap-siap membunuh Ishak. Nah, bayangkan perasaan Yehuwa sewaktu melihat Putra-Nya disiksa dengan kejam sampai mati. Dia pasti jauh lebih sedih dan lebih tertekan lagi!—Lihat video Tirulah Iman Mereka—Abraham, Bagian 2 di jw.org.
Hati Yehuwa sakit sewaktu Dia melihat Putra-Nya menderita (Lihat paragraf 8)
9. Dari Roma 8:32, 38, 39, apa yang kita pelajari tentang kasih Yehuwa?
9 Dari tebusan, kita belajar bahwa tidak ada yang lebih menyayangi kita daripada Yehuwa. (Baca Roma 8:32, 38, 39.) Dia bahkan lebih menyayangi kita daripada keluarga atau sahabat kita. Malah, Dia lebih menyayangi kita daripada diri kita sendiri. Apakah Saudara ingin hidup selamanya? Yehuwa menginginkan hal itu lebih daripada Saudara. Apakah Saudara ingin dosa Saudara diampuni? Yehuwa juga menginginkan hal itu lebih daripada Saudara. Dia hanya meminta kita untuk menghargai tebusan, beriman, dan menaati Dia. Tebusan benar-benar membuktikan kasih Yehuwa yang dalam kepada kita. Dan di dunia baru, kita akan belajar lebih banyak tentang kasih Yehuwa.—Pkh. 3:11.
YANG KITA PELAJARI TENTANG YESUS DARI TEBUSAN
10. (a) Apa yang membuat Yesus sangat sedih? (b) Bagaimana Yesus menyucikan nama Yehuwa? (Lihat juga kotak ”Kesetiaan Yesus Menyucikan Nama Yehuwa”.)
10 Yesus benar-benar peduli pada nama baik Bapaknya. (Yoh. 14:31) Dia sangat sedih karena dia tahu bahwa dia akan dituduh menghina Allah dan menyulut pemberontakan. Tuduhan itu bisa merusak nama baik Bapaknya. Jadi dia berdoa, ”Bapakku, kalau bisa, singkirkanlah cawan ini dariku.” (Mat. 26:39) Tapi, karena Yesus tetap setia kepada Yehuwa sampai mati, dia benar-benar menyucikan nama Bapaknya.
11. Bagaimana Yesus menunjukkan bahwa dia benar-benar mengasihi manusia? (Yohanes 13:1)
11 Dari tebusan, kita juga belajar bahwa Yesus benar-benar peduli kepada semua orang, khususnya kepada murid-muridnya. (Ams. 8:31; baca Yohanes 13:1.) Misalnya, Yesus sebenarnya tahu bahwa dia akan menghadapi berbagai kesulitan selama pelayanannya di bumi dan mengalami kematian yang menyakitkan, tapi dia tetap menjalankan pelayanannya dengan sepenuh hati. Dia mengabar, mengajar, dan memberikan bantuan karena dia mengasihi orang-orang, bukan sekadar menjalankan tugas. Bahkan, pada malam sebelum kematiannya, dia menggunakan waktunya untuk mencuci kaki para rasul, mengajar mereka, dan menguatkan mereka. (Yoh. 13:12-15) Lalu di tiang siksaan, Yesus menggunakan sisa waktunya untuk memberikan harapan kepada seorang penjahat dan mengatur agar ada yang mengurus ibunya. (Luk. 23:42, 43; Yoh. 19:26, 27) Ya, kasih Yesus yang dalam terlihat jelas bukan hanya dari kematiannya, tapi juga dari seluruh kehidupannya di bumi.
12. Dengan cara apa saja Yesus masih membuat pengorbanan untuk kita?
12 Kristus memang mati ”sekali untuk selamanya”, tapi sampai sekarang dia masih membuat pengorbanan untuk kita. (Rm. 6:10) Dia terus bekerja keras untuk memberi kita banyak hal baik, yang bisa kita nikmati karena adanya tebusan. Dia melayani sebagai Raja, Imam Besar, dan Kepala sidang kita. (1 Kor. 15:25; Ef. 5:23; Ibr. 2:17) Dia memastikan hamba-hamba Allah yang setia mendapat makanan rohani yang dibutuhkan selama hari-hari terakhir ini. (Mat. 24:45) Dia juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan orang-orang terurap dan kumpulan besar sebelum kesengsaraan besar berakhir.b (Mat. 25:32; Mrk. 13:27) Dan pada Pemerintahan Seribu Tahun, dia akan terus bekerja keras bagi kita. Ya, Yesus benar-benar pemberian yang berharga dari Yehuwa!
TERUSLAH BELAJAR
13. Bagaimana kita bisa belajar lebih banyak tentang kasih Allah dan Kristus?
13 Kita bisa belajar lebih banyak tentang kasih yang Allah Yehuwa dan Kristus Yesus tunjukkan kalau kita terus merenungkannya. Selama minggu-minggu Peringatan, Saudara bisa membaca salah satu atau beberapa buku Injil. Jangan membaca terlalu banyak sekaligus. Bacalah pelan-pelan, dan pikirkan hal apa lagi yang membuat kita semakin menyayangi Yehuwa dan Yesus. Lalu, ceritakan apa yang Saudara pelajari kepada orang lain.
14. Mengapa riset bisa membantu kita belajar lebih banyak tentang tebusan dan hal-hal lainnya? (Mazmur 119:97, catatan kaki; lihat juga gambar.)
14 Kalau Saudara sudah lama mengenal kebenaran, apakah masih ada yang bisa Saudara pelajari tentang keadilan Allah, kasih-Nya, tebusan, atau hal-hal lain yang sudah sering dibahas? Tentu saja. Selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari. Di publikasi kita, ada banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan. Jadi, manfaatkan itu sepenuhnya. Kalau ada ayat yang tidak begitu Saudara mengerti, lakukan riset. Sepanjang hari itu, pikirkan hasil riset Saudara dan apa yang Saudara pelajari dari situ tentang Yehuwa, Putra-Nya, dan kasih mereka kepada Saudara.—Baca Mazmur 119:97 dan catatan kakinya.
Meski kita mungkin sudah lama mengenal kebenaran, kita tetap bisa mempelajari hal-hal baru yang membuat kita semakin menghargai tebusan (Lihat paragraf 14)
15. Mengapa kita tidak boleh menyerah dalam mencari permata rohani?
15 Saudara mungkin tidak selalu menemukan hal yang baru atau menarik setiap kali Saudara membaca Alkitab atau melakukan riset. Tapi jangan kecil hati. Sebagai gambaran, orang yang mencari emas biasanya menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari sebelum dia menemukan sebutir emas yang sangat kecil. Tapi dia tidak menyerah. Bagi dia, emas sekecil apa pun sangat berharga. Nah, permata rohani yang ada di Alkitab jauh lebih berharga daripada emas. (Mz. 119:127; Ams. 8:10) Jadi, teruslah membaca Alkitab dan jangan menyerah dalam mencari permata rohani.—Mz. 1:2.
16. Bagaimana kita bisa meniru Yehuwa dan Yesus?
16 Sewaktu belajar, pikirkan penerapannya. Misalnya, tirulah keadilan Yehuwa dengan bersikap tidak pilih kasih. Tirulah kasih Yesus kepada Bapaknya dan orang lain dengan rela berkorban demi nama Yehuwa dan demi rekan seiman Saudara. Dan, tirulah Yesus dengan memberikan kesaksian supaya orang-orang juga punya kesempatan untuk beriman pada korban tebusan, hadiah yang berharga dari Yehuwa.
17. Apa yang akan kita bahas di artikel berikutnya?
17 Kalau kita belajar lebih banyak tentang tebusan dan semakin menghargainya, kita akan semakin menyayangi Yehuwa dan Putra-Nya. Mereka pun akan semakin menyayangi kita. (Yoh. 14:21; Yak. 4:8) Jadi, manfaatkan semua persediaan Yehuwa untuk terus belajar tentang tebusan. Di artikel berikutnya, kita akan membahas beberapa manfaat dari tebusan dan caranya kita menunjukkan bahwa kita menghargai kasih Yehuwa.
-
-
Kasih Yehuwa—Manfaatnya untuk KitaMenara Pengawal (Edisi Pelajaran)—2025 | Januari
-
-
ARTIKEL PELAJARAN 5
NYANYIAN 108 Kasih Setia Allah
Kasih Yehuwa—Manfaatnya untuk Kita
”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.”—1 TIM. 1:15.
INTI
Manfaat tebusan bagi kita dan caranya kita menunjukkan rasa syukur kepada Yehuwa.
1. Bagaimana kita bisa membuat Yehuwa senang?
BAYANGKAN Saudara memberikan hadiah yang istimewa dan sangat berguna kepada orang yang Saudara sayangi. Kalau dia hanya menaruhnya di lemari dan membiarkannya begitu saja, Saudara pasti kecewa. Tapi, kalau dia menggunakan hadiah itu dan menunjukkan bahwa dia menghargainya, Saudara pasti senang. Nah, karena Yehuwa sangat menyayangi kita, Dia memberi kita hadiah istimewa, yaitu korban tebusan Putra-Nya. Kalau kita menunjukkan bahwa kita menghargainya, Yehuwa pasti sangat senang.—Yoh. 3:16; Rm. 5:7, 8.
2. Apa yang akan kita bahas di artikel ini?
2 Tapi, kalau kita sudah lama dalam kebenaran, kita mungkin mulai menganggap tebusan sebagai pemberian yang biasa saja. Meskipun kita senang mendapatkannya, kita seperti menaruh pemberian itu di dalam lemari dan membiarkannya begitu saja. Jadi, supaya kita tetap menghargai pemberian itu, kita harus sering merenungkan apa saja yang sudah Allah dan Kristus lakukan bagi kita. Artikel ini bisa membantu kita. Kita akan membahas manfaat tebusan bagi kita sekarang dan di masa depan. Kita juga akan membahas caranya kita bisa menunjukkan bahwa kita menghargai kasih Yehuwa, terutama selama minggu-minggu sebelum dan setelah acara Peringatan.
MANFAAT TEBUSAN BAGI KITA SEKARANG
3. Apa salah satu manfaat tebusan yang kita rasakan sekarang?
3 Sekarang pun kita merasakan manfaat dari korban tebusan Kristus. Misalnya, Yehuwa bisa mengampuni dosa kita. Sebenarnya, Dia tidak wajib mengampuni kita. Tapi, Dia mau melakukannya. Seorang pemazmur bernyanyi dengan penuh syukur, ”Engkau baik dan siap mengampuni, oh Yehuwa.”—Mz. 86:5; 103:3, 10-13.
4. Yehuwa menyediakan tebusan untuk siapa? (Lukas 5:32; 1 Timotius 1:15)
4 Ada yang mungkin merasa tidak layak untuk diampuni Yehuwa. Tapi sebenarnya, kita semua memang tidak layak. Rasul Paulus sendiri sadar bahwa dia ”tidak pantas disebut rasul”. Tapi dia mengatakan, ”Saya bisa seperti sekarang karena kebaikan hati Allah yang luar biasa.” (1 Kor. 15:9, 10) Sewaktu kita bertobat, Yehuwa mau mengampuni kita. Alasannya bukan karena kita layak untuk diampuni, tapi karena Dia menyayangi kita. Jadi, kalau Saudara kecil hati karena merasa bahwa Saudara tidak layak diampuni, ingatlah bahwa Yehuwa menyediakan tebusan bukan untuk orang yang tidak berdosa, tapi untuk orang berdosa yang mau bertobat.—Baca Lukas 5:32; 1 Timotius 1:15.
5. Mengapa kita tidak boleh merasa bahwa kita berhak mendapat pengampunan Yehuwa?
5 Meskipun kita mungkin sudah lama melayani Yehuwa, kita tidak boleh merasa bahwa kita berhak mendapat pengampunan-Nya. Memang, Yehuwa menghargai kesetiaan kita. (Ibr. 6:10) Tapi ingatlah, tebusan adalah hadiah, bukan bayaran atas pelayanan kita. Kalau kita merasa bahwa pelayanan kita membuat kita berhak untuk diampuni, kita seolah-olah mengatakan bahwa kita tidak butuh tebusan, sehingga Kristus mati sia-sia.—Bandingkan Galatia 2:21.
6. Mengapa Paulus bekerja keras untuk melayani Yehuwa?
6 Paulus tahu bahwa kerja kerasnya dalam melayani Yehuwa tidak membuat dia layak untuk diampuni. Jadi, mengapa dia bekerja keras untuk melayani Yehuwa? Tujuannya bukan untuk membuktikan bahwa dia layak mendapat pengampunan, tapi karena dia menghargai kebaikan hati Allah yang luar biasa. (Ef. 3:7) Seperti Paulus, kita terus melayani dengan bersemangat, bukan untuk membuktikan bahwa kita layak mendapat pengampunan Yehuwa, tapi karena kita menghargai pengampunan-Nya.
7. Apa lagi manfaat dari tebusan yang bisa kita rasakan sekarang? (Roma 5:1; Yakobus 2:23)
7 Apa manfaat lain dari tebusan yang bisa kita rasakan sekarang? Kita bisa bersahabat dengan Yehuwa.a Seperti yang disebutkan di artikel sebelumnya, sewaktu kita lahir, kita bukan bagian dari keluarga Allah. Tapi karena ada tebusan, kita tetap bisa menikmati ”hubungan damai dengan Allah” dan menjadi sahabat-Nya.—Baca Roma 5:1; Yakobus 2:23.
8. Mengapa kita bersyukur atas kehormatan untuk berdoa?
8 Salah satu manfaat yang kita dapatkan karena memiliki hubungan yang baik dengan Yehuwa adalah kehormatan untuk berdoa. Yehuwa tidak hanya mendengarkan doa umat-Nya secara kelompok, misalnya di perhimpunan. Tapi, Dia juga mendengarkan doa kita masing-masing. Doa bisa membuat kita merasa tenang dan damai. Tapi, itu bukan sekadar terapi. Doa bisa membuat kita semakin akrab dengan Allah. (Mz. 65:2; Yak. 4:8; 1 Yoh. 5:14) Sewaktu di bumi, Yesus sering berdoa karena dia tahu bahwa Yehuwa mendengarkannya. Yesus juga tahu bahwa doa bisa membuat dia tetap akrab dengan Bapaknya. (Luk. 5:16) Ya, karena tebusan, kita bisa bersahabat dengan Yehuwa dan bahkan berbicara kepada-Nya melalui doa. Kita pasti sangat bersyukur atas hal itu!
MANFAAT TEBUSAN BAGI KITA DI MASA DEPAN
9. Apa manfaat tebusan yang akan didapatkan hamba Yehuwa yang setia?
9 Di masa depan, apa manfaat tebusan bagi hamba-hamba Yehuwa yang setia? Mereka bisa hidup abadi. Banyak orang merasa bahwa hal itu tidak mungkin, karena sepanjang sejarah, manusia akhirnya menjadi tua dan mati. Tapi, sebenarnya Yehuwa mau manusia hidup abadi. Seandainya Adam tidak berdosa, kehidupan abadi tidak akan dianggap sebagai hal yang mustahil. Selain itu, supaya kita bisa hidup abadi, Yehuwa sudah membayar harga yang sangat mahal, yaitu dengan mengorbankan Putra yang Dia sayangi.—Rm. 8:32.
10. Apa yang dinantikan oleh orang-orang terurap dan domba-domba lain?
10 Yehuwa mau kita membayangkan kehidupan abadi yang akan kita nikmati di masa depan. Orang-orang terurap menantikan kehidupan yang menyenangkan di surga. Mereka akan memerintah atas bumi bersama Kristus. (Why. 20:6) Domba-domba lain menantikan untuk hidup di bumi firdaus, yang bebas dari rasa sakit dan kesedihan. (Why. 21:3, 4) Apakah Saudara termasuk domba-domba lain? Kalau ya, jangan merasa bahwa harapan Saudara kurang bernilai. Manusia memang diciptakan untuk hidup selamanya di bumi. Jadi, Saudara pasti akan menikmati kehidupan Saudara di masa depan!
11-12. Berkat apa saja yang bisa kita nantikan di Firdaus? (Lihat juga gambar.)
11 Bayangkan seperti apa kehidupan Saudara nanti di bumi firdaus. Saudara tidak akan lagi khawatir dengan penyakit atau kematian. (Yes. 25:8; 33:24) Yehuwa akan memberikan semua hal baik yang Saudara inginkan. Apa saja yang mau Saudara pelajari nanti? Dunia binatang? Alat musik? Melukis? Kita juga pasti masih butuh arsitek, tukang bangunan, dan petani. Pasti dibutuhkan juga orang yang mempersiapkan makanan, membuat peralatan, dan mengurus kebun. (Yes. 35:1; 65:21) Karena Saudara bisa hidup selamanya, Saudara akan punya banyak waktu untuk mempelajari keterampilan apa pun yang Saudara inginkan.
12 Bayangkan betapa senangnya Saudara sewaktu menyambut orang-orang yang dibangkitkan. (Kis. 24:15) Saudara juga bisa belajar lebih banyak tentang Yehuwa dengan mengamati ciptaan yang tidak terhitung jumlahnya. (Mz. 104:24; Yes. 11:9) Yang paling menakjubkan, Saudara bisa melayani Yehuwa tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun, karena Saudara sudah menjadi sempurna! Apakah Saudara mau menukar semua berkat itu dengan ”kesenangan sementara dari dosa”? (Ibr. 11:25) Pasti tidak! Malah, kita rela membuat pengorbanan apa pun demi mendapatkan berkat-berkat itu. Ingatlah, pada saatnya nanti, Firdaus akan menjadi kenyataan, bukan lagi sekadar harapan! Semua itu bisa terjadi karena Yehuwa sangat menyayangi kita sampai-sampai Dia mau memberikan Putra-Nya sebagai tebusan bagi kita.
Apa yang paling Saudara nantikan di Firdaus? (Lihat paragraf 11-12)
TUNJUKKAN BAHWA SAUDARA MENGHARGAI KASIH YEHUWA
13. Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita menghargai kasih Yehuwa? (2 Korintus 6:1)
13 Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita menghargai tebusan dari Yehuwa? Pertama, utamakan pelayanan kita kepada-Nya. (Mat. 6:33) Ingatlah, Yesus ”mati demi semua orang, sehingga orang yang hidup tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tapi untuk Kristus, yang mati demi mereka dan dibangkitkan”. (2 Kor. 5:15) Jadi, dengan mengutamakan pelayanan, kita menunjukkan bahwa kita tidak menyia-nyiakan kebaikan hati Yehuwa yang luar biasa.—Baca 2 Korintus 6:1.
14. Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita beriman kepada Yehuwa?
14 Kedua, berimanlah kepada Yehuwa dengan mengikuti petunjuk-Nya. Itu berarti sebelum membuat keputusan, misalnya tentang pendidikan tinggi atau pekerjaan, kita harus memikirkan apa yang Yehuwa inginkan. (1 Kor. 10:31; 2 Kor. 5:7) Kalau kita membuat keputusan yang sesuai dengan petunjuk Yehuwa, itu akan memperkuat iman kita, persahabatan kita dengan Yehuwa, dan harapan kita.—Rm. 5:3-5; Yak. 2:21, 22.
15. Apa yang bisa kita lakukan pada minggu-minggu Peringatan?
15 Ketiga, manfaatkan minggu-minggu Peringatan untuk menunjukkan rasa syukur kita. Selain merencanakan untuk hadir di acara Peringatan, undanglah orang-orang lain juga. (1 Tim. 2:4) Jelaskan kepada mereka seperti apa acaranya. Saudara mungkin bisa menunjukkan video Kenapa Yesus Perlu Mati? dan Memperingati Kematian Yesus yang ada di jw.org. Selain itu, para penatua perlu mengundang orang-orang yang tidak aktif. Bayangkan sukacita yang ada di surga dan di bumi sewaktu domba Yehuwa yang hilang tergerak untuk kembali! (Luk. 15:4-7) Nah di acara Peringatan, selain menyapa saudara-saudari, kita perlu berupaya menyapa orang yang baru pertama kali datang atau yang sudah lama tidak datang ke acara itu. Kita mau mereka semua merasa disambut!—Rm. 12:13, catatan kaki.
16. Mengapa kita perlu memikirkan untuk meningkatkan pelayanan selama minggu-minggu Peringatan?
16 Apakah Saudara bisa meningkatkan pelayanan selama minggu-minggu Peringatan? Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan bahwa Saudara menghargai semua yang sudah Allah dan Kristus lakukan untuk Saudara. Semakin banyak Saudara berdinas, Saudara akan semakin merasakan dukungan Yehuwa sehingga iman Saudara juga semakin kuat. (1 Kor. 3:9) Selain itu, pastikan Saudara mengikuti jadwal pembacaan Alkitab untuk Peringatan yang ada di Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari atau di Lembar Pelajaran. Saudara bahkan bisa menggunakan ayat-ayat itu sebagai bahan pelajaran pribadi atau ibadah keluarga.
17. Apa yang membuat Yehuwa senang? (Lihat juga kotak ”Beberapa Cara Menunjukkan Rasa Syukur Kita”.)
17 Kalau keadaan Saudara membuat Saudara tidak bisa melakukan semua yang disarankan di artikel ini, jangan kecil hati. Ingatlah, Yehuwa tidak membandingkan apa yang Saudara lakukan dengan apa yang orang lain lakukan. Dia tahu isi hati Saudara. Dia senang sewaktu melihat bahwa Saudara benar-benar menghargai tebusan, hadiah-Nya yang istimewa.—1 Sam. 16:7; Mrk. 12:41-44.
18. Mengapa kita bersyukur kepada Allah Yehuwa dan Yesus Kristus?
18 Karena tebusan, kita bisa diampuni, bersahabat dengan Yehuwa, dan punya harapan untuk hidup selamanya. Semoga kita terus menunjukkan bahwa kita menghargai kasih Yehuwa, yang menggerakkan Dia untuk menyediakan semua berkat ini. (1 Yoh. 4:19) Semoga kita juga menunjukkan rasa terima kasih kita kepada Yesus, yang sangat menyayangi kita sampai-sampai rela mengorbankan nyawanya demi kita!—Yoh. 15:13.
-