PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kaum Muda yang Membuat Hati Yehuwa Bersukacita
    Menara Pengawal—2003 | 15 April
    • Kaum Muda yang Membuat Hati Yehuwa Bersukacita

      ”Hendaklah berhikmat, putraku, dan buatlah hatiku bersukacita, agar aku dapat memberikan jawaban kepada dia yang mencela aku.”​—AMSAL 27:11.

      Kedua artikel pelajaran ini dipersiapkan secara khusus bagi kaum muda Saksi-Saksi Yehuwa. Oleh karena itu, kami menganjurkan kaum muda untuk mempelajari bahan ini secara saksama dan memberikan komentar dengan leluasa sewaktu bahan ini dibahas dalam Pelajaran Menara Pengawal di sidang.

      1, 2. (a) Jelaskan bahwa sekadar merasa tertarik pada perkara-perkara di dunia ini bukan berarti kamu sama sekali tidak layak menjadi orang Kristen. (Roma 7:21) (b) Apa yang kamu pelajari dari contoh Asaf? (Lihat kotak, halaman 13.)

      BAYANGKAN kamu sedang berbelanja baju. Sewaktu memilih-milih, matamu tertuju pada sebuah pakaian yang langsung menarik hatimu. Warna dan modenya terlihat cocok sekali untuk kamu, dan harganya pun benar-benar terjangkau. Tetapi, kemudian kamu memeriksanya dengan lebih teliti. Kamu benar-benar terkejut karena kainnya sudah koyak di bagian tepinya, dan jahitannya pun agak asal-asalan. Sekalipun menarik, pakaian itu ternyata murahan. Apakah kamu mau membuang-buang uang untuk produk seburuk itu?

      2 Bandingkan hal ini dengan situasi yang kamu hadapi sebagai kaum muda Kristen. Sekilas pandang, perkara-perkara di dunia ini​—sangat mirip dengan pakaian itu​—mungkin tampak sangat menarik. Misalnya, teman-teman sekolahmu mungkin pergi ke pesta yang semarak, menggunakan narkoba, minum-minum, berkencan sesuka hati, dan mengadakan hubungan seks pranikah. Apakah kamu kadang-kadang tertarik pada gaya hidup semacam itu? Apakah kamu memendam hasrat untuk setidaknya mengecap apa yang mereka sebut kebebasan? Kalau memang begitu, jangan cepat-cepat menyimpulkan bahwa kamu adalah orang yang pada dasarnya fasik dan sama sekali tidak layak menjadi orang Kristen. Lagi pula, Alkitab mengakui bahwa dunia ini bisa benar-benar memikat​—bahkan bagi seseorang yang ingin menyenangkan Allah.​—2 Timotius 4:10.

      3. (a) Mengapa sia-sia untuk mengejar perkara-perkara dunia? (b) Bagaimana seorang Kristen melukiskan kesia-siaan pengejaran duniawi?

      3 Sekarang, perhatikanlah dengan lebih saksama, seperti yang kamu lakukan terhadap pakaian yang ingin kamu beli. Tanyailah diri sendiri, ’Bagaimana kualitas kain dan jahitan sistem ini?’ Alkitab menyatakan bahwa ”dunia ini sedang berlalu”. (1 Yohanes 2:​17) Kesenangan apa pun darinya paling-paling hanya bersifat sementara. Selain itu, tingkah laku yang tidak saleh harus dibayar mahal. Hal itu jelas-jelas tidak sepadan. Seorang Kristen, yang sudah mengalami apa yang ia sebut ”kepedihan akibat menghabiskan masa muda dengan cara yang salah”, mengatakan, ”Dunia ini mungkin tampaknya sangat glamor dan menggiurkan. Dan dunia ini ingin agar Anda percaya bahwa Anda dapat menikmati jenis kesenangannya tanpa kepedihan. Tetapi hal ini jelaslah tidak mungkin. Dunia akan memanfaatkan Anda , dan bila sudah selesai, ia akan membuang Anda.”a Untuk apa menyia-nyiakan masa mudamu dengan gaya hidup seburuk itu?

      Perlindungan dari ”si Fasik”

      4, 5. (a) Tak lama sebelum kematiannya, apa yang Yesus mohonkan kepada Yehuwa dalam doa? (b) Mengapa permohonan ini tepat?

      4 Karena sadar bahwa sistem ini tidak menawarkan sesuatu pun yang berkualitas, kaum muda Saksi-Saksi Yehuwa berjuang keras untuk menghindari persahabatan dengan dunia ini. (Yakobus 4:4) Apakah kamu salah seorang dari kaum muda yang setia ini? Kalau begitu, kamu layak dipuji. Memang, tidaklah mudah untuk menolak tekanan dari teman-teman dan untuk tampil berbeda, tetapi kamu tidak dibiarkan sendirian.

      5 Tak lama sebelum kematiannya, Yesus berdoa agar Yehuwa ”menjaga” murid-muridnya ”oleh karena si fasik”. (Yohanes 17:15) Permohonan Yesus ini sungguh tepat. Ia tahu bahwa haluan integritas tidak akan mudah ditempuh oleh para pengikutnya, berapa pun usia mereka. Mengapa? Antara lain, seperti yang diakui Yesus, murid-muridnya akan menghadapi musuh yang sangat kuat dan tidak kelihatan​—”si fasik”, Setan si Iblis. Alkitab mengatakan bahwa makhluk roh yang jahat ini ”berjalan keliling seperti singa yang mengaum, berupaya melahap orang”.​—1 Petrus 5:8.

      6. Bagaimana kita tahu bahwa Setan tidak sedikit pun beriba hati terhadap kaum muda?

      6 Sepanjang sejarah, Setan menikmati kesenangan yang sadis dengan menimpakan tindak kekejaman yang paling keji ke atas manusia. Pikirkan malapetaka mengerikan yang Setan timpakan ke atas Ayub dan keluarganya. (Ayub 1:13-19; 2:7) Barangkali kamu dapat mengingat berbagai berita sepanjang hidupmu yang mencirikan semangat Setan yang penuh kekerasan. Si Iblis sedang mengintai, dan dalam pencariannya untuk melahap orang, ia tidak sedikit pun berbelas kasihan terhadap kaum muda. Misalnya, pada awal abad pertama M, Herodes merancang siasat untuk membunuh semua anak laki-laki di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah. (Matius 2:16) Kemungkinan besar, Setanlah yang memotivasi Herodes—sebagai upaya untuk membinasakan anak yang suatu hari nanti menjadi Mesias yang dijanjikan Allah dan mendatangkan penghakiman oleh Allah ke atas Setan! (Kejadian 3:15) Jelaslah, Setan tidak sedikit pun beriba hati terhadap kaum muda. Niatnya hanya satu, melahap sebanyak mungkin manusia. Terlebih lagi demikian sekarang ini, karena Setan telah dicampakkan dari surga ke bumi, ”dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit”.—Penyingkapan 12:9, 12.

      7. (a) Bagaimana Yehuwa kontras dengan Setan? (b) Bagaimana perasaan Yehuwa dalam hal kamu menikmati kehidupan?

      7 Kontras dengan Setan, yang diliputi ”kemarahan besar”, Yehuwa memiliki ”keibaan hati yang lembut”. (Lukas 1:78) Ia adalah perwujudan kasih yang nyata. Sesungguhnya, sifat yang sangat luhur ini benar-benar mencirikan Pencipta kita sampai-sampai Alkitab mengatakan, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8) Alangkah besar perbedaan antara allah sistem ini dan Allah yang kepada-Nya kamu diberi hak istimewa untuk beribadat! Setan berupaya melahap setiap orang, sedangkan Yehuwa ”tidak ingin seorang pun dibinasakan”. (2 Petrus 3:9) Bagi Yehuwa, kehidupan setiap manusia itu berharga—termasuk kehidupanmu. Sewaktu Yehuwa dalam Firman-Nya mendesak kamu agar tidak menjadi bagian dari dunia, Ia bukannya menghalang-halangi kamu untuk menikmati kehidupan atau membatasi kebebasanmu. (Yohanes 15:19) Sebaliknya, Ia menjaga kamu oleh karena si fasik. Bapak surgawimu menginginkan kamu mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada kesenangan dunia ini yang bersifat sementara. Hasrat-Nya adalah agar kamu memperoleh ”kehidupan yang sebenarnya”—kehidupan abadi di bumi firdaus. (1 Timotius 6:17-19) Yehuwa menginginkan kamu sukses, dan Ia mendesak kamu untuk meraih tujuan itu. (1 Timotius 2:4) Selain itu, Yehuwa mengulurkan undangan yang istimewa kepadamu. Apakah itu?

      ”Buatlah Hatiku Bersukacita”

      8, 9. (a) Hadiah apa yang dapat kamu berikan kepada Yehuwa? (b) Bagaimana Setan mencela Yehuwa, sebagaimana diilustrasikan dalam kasus Ayub?

      8 Pernahkah kamu membeli hadiah untuk seorang sahabat karib lalu melihat wajahnya berseri-seri dengan rasa terkejut dan penuh penghargaan saat menerimanya? Kamu mungkin sudah cukup lama memikirkan hadiah apa yang akan cocok untuk orang itu. Sekarang, pertimbangkan pertanyaan ini: Hadiah macam apa yang dapat kamu berikan kepada Penciptamu, Allah Yehuwa? Mula-mula, gagasan ini mungkin kedengaran tidak masuk akal. Apa yang dibutuhkan Yang Mahakuasa dari seorang manusia biasa? Apakah ada sesuatu yang dapat kamu berikan kepada-Nya yang belum Ia miliki? Alkitab menjawab di Amsal 27:11, ”Hendaklah berhikmat, putraku, dan buatlah hatiku bersukacita, agar aku dapat memberikan jawaban kepada dia yang mencela aku.”

      9 Dari pelajaran Alkitabmu, kamu pasti tahu bahwa Setan si Iblislah yang mencela Yehuwa. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang melayani Yehuwa melakukannya, bukan karena kasih, melainkan karena alasan-alasan yang mementingkan diri. Biarkan mereka mengalami kesukaran, tantang Setan, dan mereka pun akan segera meninggalkan ibadat sejati. Misalnya, perhatikan apa yang Setan katakan kepada Yehuwa mengenai pria yang adil-benar, Ayub, ”Bukankah engkau sendiri yang memasang pagar di sekelilingnya dan di sekeliling rumahnya dan di sekeliling segala sesuatu yang ia miliki di sekelilingnya? Pekerjaan tangannya telah engkau berkati, dan ternaknya telah tersebar luas di bumi. Tetapi kali ini, ulurkanlah kiranya tanganmu dan sentuhlah segala sesuatu yang ia miliki dan lihatlah apakah ia tidak akan mengutuki engkau di mukamu.”—Ayub 1:10, 11.

      10. (a) Bagaimana kita tahu bahwa yang Setan pertanyakan bukan hanya integritas Ayub saja? (b) Bagaimana kamu terlibat dalam sengketa kedaulatan?

      10 Sebagaimana disingkapkan dalam catatan Alkitab, Setan tidak hanya mempertanyakan keloyalan Ayub, tetapi juga keloyalan semua orang lain yang melayani Allah—termasuk keloyalan kamu. Sebenarnya, sewaktu berbicara tentang umat manusia secara umum, Setan mengatakan kepada Yehuwa, ”Segala sesuatu yang dimiliki orang [tidak hanya Ayub, tetapi siapa pun] akan ia berikan ganti jiwanya.” (Ayub 2:4) Apakah kamu melihat perananmu dalam sengketa yang vital ini? Seperti ditunjukkan di Amsal 27:11, Yehuwa mengatakan bahwa ada sesuatu yang dapat kamu berikan kepada-Nya—suatu dasar bagi-Nya untuk menjawab pencela-Nya, Setan. Bayangkan—Penguasa Universal meminta kamu untuk ikut menjawab sengketa terbesar sepanjang masa. Sungguh menakjubkan tanggung jawab dan hak istimewa yang kamu miliki! Dapatkah kamu memenuhi apa yang Yehuwa minta darimu? Ayub melakukannya. (Ayub 2:9, 10) Demikian juga Yesus, serta tak terhitung banyaknya orang lain sepanjang sejarah, termasuk banyak anak muda. (Filipi 2:8; Penyingkapan 6:9) Kamu pun dapat melakukannya. Namun, jangan keliru, tidak ada pihak netral dalam persoalan ini. Melalui haluan tindakanmu, kamu akan memperlihatkan apakah kamu mendukung celaan Setan atau jawaban Yehuwa. Mana yang akan kamu pilih untuk dijunjung?

      Yehuwa Mempedulikan Kamu!

      11, 12. Apakah ada pengaruhnya bagi Yehuwa apabila kamu memilih untuk melayani Dia atau tidak? Jelaskan.

      11 Apakah pilihanmu benar-benar penting bagi Yehuwa? Bukankah sudah cukup banyak orang yang tetap setia sehingga Ia dapat memberikan jawaban yang memadai kepada Setan? Memang, Iblis menyatakan bahwa tidak seorang pun yang melayani Yehuwa karena kasih, suatu tuduhan yang sudah terbukti palsu. Namun, Yehuwa menginginkan kamu berpihak kepada-Nya dalam sengketa kedaulatan karena Ia peduli kepada kamu sebagai suatu pribadi. Yesus mengatakan, ”Bapakku yang di surga tidak menginginkan salah seorang dari mereka yang kecil ini binasa.”—Matius 18:14.

      12 Jelaslah, Yehuwa berminat akan haluan yang kamu pilih. Terlebih penting lagi, hal itu berpengaruh atas diri-Nya. Alkitab menjelaskan bahwa Yehuwa memiliki perasaan-perasaan yang dalam yang digugah oleh tindakan manusia, entah itu baik entah itu buruk. Misalnya, sewaktu bangsa Israel berulang kali memberontak, hal itu ”memedihkan hati” Yehuwa. (Mazmur 78:40, 41) Sebelum Air Bah pada zaman Nuh, sewaktu ”kejahatan manusia sangat banyak”, ”hatinya merasa sakit”. (Kejadian 6:5, 6) Pikirkan apa artinya hal ini. Jika kamu mengambil haluan yang salah, kamu dapat memedihkan hati Penciptamu. Hal ini tidak berarti Allah itu lemah atau bertindak semata-mata berdasarkan emosi. Sebaliknya, Ia mengasihimu dan peduli akan kesejahteraanmu. Di pihak lain, apabila kamu melakukan apa yang benar, hati Yehuwa bersukacita. Ia senang, bukan hanya karena Ia mendapat dukungan lebih lanjut dalam menjawab tantangan Setan, melainkan juga karena Ia kini dapat menjadi Pribadi yang Memberikan Upah kepada kamu. Dan, itu adalah sesuatu yang sangat ingin Ia lakukan. (Ibrani 11:6) Allah Yehuwa benar-benar adalah Bapak yang pengasih bagi kamu!

      Berkat-Berkat Limpah Sekarang

      13. Bagaimana melayani Yehuwa mendatangkan berkat kepada kita sekarang juga?

      13 Berkat-berkat karena melayani Yehuwa tidak hanya dinikmati di masa depan. Banyak anak muda Saksi-Saksi Yehuwa diberkati dengan sukacita dan kepuasan sekarang juga, dan hal itu memang beralasan. ”Titah-titah dari Yehuwa itu lurus, menyebabkan hati bersukacita,” tulis sang pemazmur. (Mazmur 19:8) Dibandingkan manusia mana pun, Yehuwa lebih tahu apa yang baik untuk kita. Melalui nabi Yesaya, Yehuwa menyatakan, ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu, Pribadi yang membuat engkau melangkah di jalan yang harus kautempuh. Oh, seandainya saja engkau mau memperhatikan perintah-perintahku! Maka damaimu akan menjadi seperti sungai, dan keadilbenaranmu seperti gelombang-gelombang laut.”—Yesaya 48:17, 18.

      14. Bagaimana prinsip Alkitab dapat membantu kamu menghindari rasa sakit akibat utang?

      14 Dengan menyelaraskan diri menurut prinsip-prinsip Alkitab, kamu akan dibantu untuk terhindar dari banyak rasa sakit dan kepedihan hati. Misalnya, Alkitab mengatakan bahwa orang-orang yang telah mengembangkan kecintaan akan uang ”telah menikam diri mereka dengan banyak kesakitan”. (1 Timotius 6:9, 10) Adakah teman-temanmu yang telah merasakan kenyataan pahit ayat ini? Beberapa pria dan wanita muda terlilit banyak utang hanya karena mereka merasa harus mengenakan pakaian bermerek yang terbaru dan memiliki peralatan elektronik yang mutakhir. Dibebani oleh cicilan jangka panjang dengan bunga tinggi untuk barang-barang yang sebenarnya di luar kemampuan kamu merupakan bentuk perbudakan yang menyakitkan!—Amsal 22:7.

      15. Dengan cara apa saja prinsip-prinsip Alkitab melindungi kamu dari rasa sakit akibat perbuatan seks yang amoral?

      15 Pertimbangkan juga soal perbuatan seks yang amoral. Setiap tahun, di seluruh dunia, tak terhitung banyaknya remaja menjadi hamil di luar nikah. Ada yang melahirkan anak yang tidak mereka inginkan dan yang tidak sanggup mereka besarkan. Yang lain-lain melakukan aborsi dan menderita konsekuensinya berupa hati nurani yang tersiksa. Ada juga muda-mudi yang mengidap penyakit lewat hubungan seks, seperti AIDS. Tentu saja, bagi mereka yang mengenal Yehuwa, konsekuensi terbesarnya adalah hubungan yang rusak dengan Yehuwa.b (Galatia 5:19-21) Sungguh tepat, Alkitab mengatakan, ”Larilah dari percabulan.”—1 Korintus 6:18.

      Melayani ”Allah yang Bahagia”

      16. (a) Bagaimana kita tahu bahwa Yehuwa menginginkan agar kamu menikmati masa mudamu? (b) Mengapa Yehuwa menetapkan pedoman bagi kamu untuk diikuti?

      16 Alkitab melukiskan Yehuwa sebagai ”Allah yang bahagia”. (1 Timotius 1:11) Ia menginginkan agar kamu juga bahagia. Sebenarnya, Firman-Nya sendiri mengatakan, ”Nikmatilah masa mudamu, hai pemuda! Bergembiralah selama engkau masih remaja.” (Pengkhotbah 11:9, Bahasa Indonesia Sehari-hari) Namun, Yehuwa tidak hanya melihat saat sekarang, tetapi Ia dapat melihat konsekuensi jangka panjang perilaku yang baik maupun yang buruk. Itulah sebabnya, Ia menasihati kamu, ”Ingatlah Penciptamu yang Agung pada hari-hari masa mudamu, sebelum hari-hari yang menyebabkan malapetaka mulai datang, atau tiba tahun-tahun ketika engkau akan mengatakan, ’Aku tidak memperoleh kesenangan di dalamnya.’”—Pengkhotbah 12:1.

      17, 18. Bagaimana seorang anak muda Kristen mengungkapkan kebahagiaannya dalam melayani Yehuwa, dan bagaimana kamu dapat menemukan sukacita yang sama?

      17 Dewasa ini, banyak anak muda telah menemukan kesenangan besar dalam melayani Yehuwa. Misalnya, Lina yang berusia 15 tahun mengatakan, ”Saya memiliki kepercayaan diri dan harga diri. Saya memiliki tubuh yang sehat karena menjauhkan diri dari rokok dan narkoba. Saya memiliki bimbingan berharga yang diberikan melalui sidang dan hal ini membantu saya melawan tekanan Setan yang mengerikan. Wajah saya berseri-seri karena pergaulan membina yang tersedia di Balai Kerajaan. Yang terbaik dari semuanya ialah saya memiliki prospek yang tiada bandingnya berupa kehidupan kekal di bumi.”

      18 Seperti Lina, banyak anak muda Kristen mengerahkan perjuangan keras demi iman, dan hal ini memberi mereka sukacita. Mereka sadar bahwa kehidupan mereka—meskipun adakalanya penuh tantangan—mempunyai tujuan yang sejati dan masa depan yang sejati. Oleh karena itu, teruslah layani Allah yang benar-benar peduli akan kesejahteraanmu. Buatlah hati-Nya bersukacita, dan Ia akan membuat kamu bersukacita sekarang juga hingga waktu yang tidak tertentu!—Mazmur 5:11.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat artikel” Kebenaran Mengembalikan Kehidupan Saya”, yang muncul dalam Sedarlah! terbitan 22 Oktober 1996.

      b Sungguh menghibur untuk mengetahui bahwa apabila seseorang bertobat, tidak lagi melakukan perbuatan salah, dan mengakui dosa-dosanya, Yehuwa akan ”memberi ampun dengan limpah”.—Yesaya 55:7.

  • Kaum Muda​—Yehuwa Tidak akan Melupakan Perbuatan Kalian!
    Menara Pengawal—2003 | 15 April
    • Kaum Muda​—Yehuwa Tidak akan Melupakan Perbuatan Kalian!

      ”Allah bukannya tidak adil-benar sehingga melupakan perbuatanmu dan kasih yang telah kamu perlihatkan untuk namanya, karena kamu telah melayani orang-orang kudus dan terus melayani mereka.”​—IBRANI 6:10.

      1. Bagaimana buku Ibrani dan Maleakhi dalam Alkitab memperlihatkan bahwa Yehuwa menghargai dinasmu?

      PERNAHKAH kamu berbuat baik kepada seorang sahabat, lalu sama sekali tidak mendapat ucapan terima kasih? Sungguh sakit rasanya sewaktu kemurahan hati kita dianggap sepele atau, lebih parah lagi, sama sekali dilupakan. Namun, alangkah berbeda keadaannya dengan sewaktu kita memberikan dinas yang sepenuh hati kepada Yehuwa! Alkitab mengatakan, ”Allah bukannya tidak adil-benar sehingga melupakan perbuatanmu dan kasih yang telah kamu perlihatkan untuk namanya, karena kamu telah melayani orang-orang kudus dan terus melayani mereka.” (Ibrani 6:10) Pikirkan apa artinya hal itu. Bagi Yehuwa, seandainya Ia sampai melupakan apa yang sudah dan terus kamu lakukan dalam dinas kepada-Nya, itu adalah tindakan yang sangat tidak adil-benar di pihak-Nya, bahkan suatu dosa. Benar-benar Allah yang penuh penghargaan!​—Maleakhi 3:10.

      2. Apa yang membuat dinas kepada Yehuwa benar-benar istimewa?

      2 Kamu memiliki kesempatan istimewa untuk menyembah dan melayani Allah yang penuh penghargaan ini. Karena hanya ada sekitar enam juta rekan seimanmu dibandingkan dengan sekitar enam miliar orang di seluas dunia, tentulah hak istimewamu benar-benar langka. Selain itu, fakta bahwa kamu mendengarkan dan menyambut kabar baik merupakan bukti bahwa Yehuwa berminat kepada kamu secara pribadi. Lagi pula, Yesus mengatakan, ”Tidak seorang pun dapat datang kepadaku jika Bapak, yang mengutus aku, tidak menariknya.” (Yohanes 6:44) Ya, Yehuwa membantu orang secara perorangan untuk memperoleh manfaat dari korban Yesus.

      Menghargai Hak Istimewamu yang Besar

      3. Bagaimana putra-putra Korah mengungkapkan penghargaan mereka akan hak istimewa melayani Yehuwa?

      3 Sebagaimana dibahas dalam artikel sebelumnya, kamu berada dalam kedudukan yang unik untuk membuat hati Yehuwa bersukacita. (Amsal 27:11) Kamu hendaknya tidak pernah menganggap sepele hal ini. Dalam salah satu mazmur mereka yang terilham, putra-putra Korah mengungkapkan penghargaan mereka akan hak istimewa melayani Yehuwa. Kita membaca, ”Satu hari di halamanmu lebih baik daripada seribu hari di tempat lain. Aku memilih berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada berkeliaran di kemah kefasikan.”​—Mazmur 84:10.

      4. (a) Apa yang mungkin membuat beberapa orang memandang ibadat kepada Yehuwa itu bersifat mengekang? (b) Dengan cara bagaimana Yehuwa memperlihatkan bahwa diri-Nya sangat ingin memperhatikan dan memberikan upah kepada hamba-hamba-Nya?

      4 Seperti itukah perasaanmu tentang hak istimewa untuk melayani Bapak surgawimu? Memang, adakalanya kamu mungkin merasa bahwa dengan menyembah Yehuwa, kebebasanmu dibatasi. Memang benar bahwa untuk hidup selaras dengan prinsip Alkitab, dituntut pengorbanan diri hingga taraf tertentu. Namun, pada akhirnya, apa pun yang Yehuwa minta dari kamu adalah demi kepentinganmu. (Mazmur 1:​1-3) Selain itu, Yehuwa melihat upaya-upaya kamu dan memperlihatkan penghargaan-Nya atas kesetiaanmu. Sesungguhnya, Paulus menulis bahwa Yehuwa ”memberikan upah kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia”. (Ibrani 11:6) Yehuwa mencari-cari kesempatan untuk melakukan hal ini. Seorang nabi yang adil-benar di Israel zaman dahulu menyatakan, ”Mengenai Yehuwa, matanya menjelajahi seluruh bumi untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya.”​—2 Tawarikh 16:9.

      5. (a) Apa salah satu cara terbaik untuk memperlihatkan bahwa kamu sepenuh hati terhadap Yehuwa? (b) Mengapa rasanya sulit untuk berbicara kepada orang lain tentang imanmu?

      5 Salah satu cara terbaik untuk memperlihatkan bahwa kamu sepenuh hati terhadap Yehuwa adalah dengan berbicara kepada orang lain tentang Dia. Pernahkah kamu mendapat kesempatan untuk berbicara kepada beberapa teman sekelasmu tentang imanmu? Awalnya, hal ini mungkin menciutkan nyali, dan ide itu saja bisa agak menakutkan. Kamu mungkin berpikir, ’Bagaimana kalau mereka menertawai saya?’ Atau, ’Bagaimana kalau mereka menganggap agama saya aneh?’ Yesus mengakui bahwa tidak semua orang akan mendengarkan berita Kerajaan. (Yohanes 15:20) Namun, hal ini tidak berarti bahwa kamu pasti akan diejek dan ditolak seumur hidup. Sebaliknya, banyak anak muda Saksi yang mendapat sambutan dan bahkan lebih direspek oleh teman-teman mereka karena berpaut pada keyakinannya.

      ”Yehuwa Akan Membantumu”

      6, 7. (a) Bagaimana seorang gadis berusia 17 tahun dapat memberikan kesaksian kepada teman-teman sekelasnya? (b) Apa yang telah kamu pelajari dari pengalaman Jennifer?

      6 Tetapi, bagaimana kamu dapat mengerahkan keberanian untuk menyatakan imanmu? Mengapa tidak membulatkan tekad untuk jujur dan berterus terang sewaktu orang-orang bertanya tentang agamamu? Perhatikan pengalaman Jennifer yang berusia 17 tahun. ”Waktu itu, saya sedang makan siang di sekolah. Gadis-gadis yang semeja dengan saya sedang membahas soal agama, dan salah satu dari mereka bertanya apa agama saya,” katanya. Apakah Jennifer menjadi gugup sewaktu hendak menjawab? ”Ya,” ia mengaku, ”karena saya tidak yakin bagaimana reaksi mereka nantinya.” Jadi, apa yang Jennifer lakukan? ”Saya memberi tahu gadis-gadis itu bahwa saya salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa,” lanjutnya. ”Pada awalnya, mereka tampak terkejut. Rupanya, mereka beranggapan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah orang-orang yang aneh. Hal ini membuat mereka langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada saya, dan saya dapat menjernihkan beberapa anggapan mereka yang keliru. Bahkan setelah hari itu, beberapa dari gadis-gadis itu masih menanyai saya.”

      7 Apakah Jennifer menyesal karena memanfaatkan kesempatan untuk menyatakan kepercayaannya? Sama sekali tidak! ”Saya merasa sangat senang seusai makan siang itu,” katanya. ”Sekarang, gadis-gadis itu memiliki pandangan yang lebih baik tentang siapa sebenarnya Saksi-Saksi Yehuwa.” Nah, nasihat Jennifer sederhana saja, ”Jika kamu merasa sulit memberikan kesaksian kepada teman sekelas atau guru, berdoalah sejenak. Yehuwa akan membantumu. Kamu akan merasa senang karena telah memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu untuk memberi kesaksian.”​—1 Petrus 3:15.

      8. (a) Bagaimana doa membantu Nehemia sewaktu ia menghadapi situasi yang tak terduga? (b) Apa saja situasi di sekolah yang mungkin membuatmu perlu memanjatkan doa singkat di hati kepada Yehuwa?

      8 Perhatikan bahwa Jennifer merekomendasikan untuk ’berdoa sejenak’ kepada Yehuwa sewaktu muncul kesempatan untuk memberikan kesaksian tentang imanmu. Inilah persisnya yang dilakukan Nehemia, juru minuman Raja Artahsasta dari Persia, sewaktu ia menghadapi situasi yang tak terduga. Nehemia terlihat susah hati karena ia telah diberi tahu tentang keadaan orang Yahudi yang mengenaskan dan bahwa tembok serta gerbang Yerusalem telah menjadi puing-puing. Sang raja memperhatikan bahwa Nehemia tampak cemas, maka ia bertanya kepada Nehemia apa masalahnya. Sebelum menjawab, Nehemia berdoa memohon bimbingan. Lalu, ia dengan berani meminta izin untuk kembali ke Yerusalem dan turut membangun kembali kota yang porak-poranda itu. Artahsasta mengabulkan permintaan Nehemia. (Nehemia 2:1-8) Hikmahnya? Jika kamu merasa gugup sewaktu muncul kesempatan untuk memberikan kesaksian tentang imanmu, jangan lupa menyempatkan diri untuk berdoa dalam hati. ’Lemparkanlah semua kekhawatiranmu kepada Yehuwa,’ tulis Petrus, ’karena ia memperhatikan kamu.’—1 Petrus 5:7; Mazmur 55:22.

      ”Siap Membuat Pembelaan”

      9. Bagaimana Leah yang berusia 13 tahun berhasil menempatkan 23 buku Pertanyaan Kaum Muda?

      9 Perhatikan pengalaman lain. Leah, berusia 13 tahun, sedang membaca buku Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktisa pada waktu istirahat makan siang di sekolah. ”Murid-murid lain mengamati saya,” katanya, ”dan tak lama kemudian, mereka berkerumun di belakang saya. Mereka mulai menanyakan apa isi buku itu.” Pada hari itu juga, ada empat gadis yang meminta buku Pertanyaan Kaum Muda. Tak lama kemudian, gadis-gadis ini meminjamkan buku itu kepada yang lain, lalu mereka pun ingin memilikinya. Selama beberapa minggu berikutnya, Leah menempatkan 23 buku Pertanyaan Kaum Muda kepada teman-teman sekolahnya dan sahabat-sahabat mereka. Apakah mudah bagi Leah untuk berbicara sewaktu orang lain pada awalnya bertanya tentang buku yang sedang dibacanya? Tentu saja tidak! ”Mula-mula, saya gugup,” katanya mengakui. ”Namun, saya berdoa, dan saya tahu bahwa Yehuwa menyertai saya.”

      10, 11. Bagaimana seorang gadis kecil Israel dapat membantu seorang panglima tentara Siria mengenal Yehuwa, dan apa saja perubahan yang kemudian dibuat panglima itu?

      10 Pengalaman Leah mungkin mengingatkan kamu akan sebuah situasi serupa yang dihadapi seorang gadis kecil Israel yang ditawan ke Siria. Naaman, seorang panglima tentara Siria, menderita kusta. Barangkali istrinya yang memulai percakapan sehingga gadis kecil ini kemudian menyatakan imannya. ”Jika saja tuanku ada di hadapan nabi yang di Samaria itu!” katanya. ”Maka nabi itu akan menyembuhkan dia dari kustanya.”—2 Raja 5:1-3.

      11 Sebagai hasil keberanian anak gadis ini, Naaman akhirnya tahu bahwa ”tidak ada Allah di mana pun di bumi selain di Israel”. Ia bahkan memutuskan bahwa ia ”tidak akan lagi mempersembahkan persembahan bakaran atau korban kepada allah lain mana pun selain Yehuwa”. (2 Raja 5:15, 17) Pastilah, Yehuwa memberkati keberanian gadis kecil itu. Ia dapat dan akan melakukan hal yang sama bagi kaum muda dewasa ini. Leah mengalami sendiri hal itu. Belakangan, beberapa teman sekolahnya mendekati dia dan mengatakan bahwa buku Pertanyaan Kaum Muda membantu mengubah perilaku mereka. ”Saya senang,” kata Leah, ”karena saya tahu bahwa saya membantu orang lain untuk lebih mengenal Yehuwa dan membantu mereka mengubah kehidupan mereka.”

      12. Bagaimana kamu dapat dikuatkan untuk membuat pembelaan bagi imanmu?

      12 Kamu pun dapat mengalami hal yang mirip dengan pengalaman Jennifer dan Leah. Ikutilah nasihat Petrus, yang menulis bahwa sebagai seorang Kristen, kamu hendaknya selalu ”siap membuat pembelaan di hadapan setiap orang yang menuntut darimu alasan untuk harapan yang ada padamu, tetapi melakukannya dengan cara yang lembut dan respek yang dalam”. (1 Petrus 3:15) Bagaimana kamu dapat melakukannya? Tirulah haluan orang-orang Kristen abad pertama yang berdoa kepada Yehuwa agar Ia membantu mereka untuk mengabar ”dengan segala keberanian”. (Kisah 4:29) Kemudian, kerahkanlah keberanian untuk berbicara kepada orang lain tentang kepercayaanmu. Kamu akan terkejut melihat hasilnya. Selain itu, kamu akan membuat hati Yehuwa bersukacita.

      Video dan Proyek Khusus

      13. Apa saja kesempatan yang dimanfaatkan beberapa anak muda untuk memberikan kesaksian? (Lihat kotak pada halaman 20 dan 21.)

      13 Banyak anak muda telah menjelaskan iman mereka kepada teman sekolah atau guru dengan menggunakan video. Adakalanya, proyek sekolah juga membuka kesempatan untuk memuji Yehuwa. Misalnya, dua anak laki-laki Saksi-Saksi Yehuwa, berusia 15 tahun, mendapat tugas dalam pelajaran sejarah dunia untuk menulis laporan tentang salah satu agama di dunia. Kedua-duanya bekerja sama menulis laporan tentang Saksi-Saksi Yehuwa, dengan menggunakan buku Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah sebagai nara sumbernya.b Mereka juga harus menyampaikan laporan lisan selama lima menit. Setelah itu, guru dan siswa-siswa mengajukan begitu banyak pertanyaan sampai-sampai mereka berdua berdiri di depan kelas lebih lama 20 menit. Selama beberapa minggu setelah itu, teman-teman sekelas mereka masih mengajukan pertanyaan tentang Saksi-Saksi Yehuwa!

      14, 15. (a) Mengapa rasa takut kepada manusia adalah jerat? (b) Mengapa kamu hendaknya merasa yakin untuk membagikan kepercayaanmu kepada orang lain?

      14 Sebagaimana diilustrasikan oleh berbagai pengalaman tersebut, berkat-berkat yang luar biasa dapat dinikmati dengan memberi tahu orang lain tentang kepercayaan dan keyakinanmu sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. Jangan biarkan rasa takut kepada manusia merampas hak istimewa dan sukacita kamu dalam membantu orang lain mengenal Yehuwa. Alkitab mengatakan, ”Gemetar terhadap manusialah yang mendatangkan jerat, tetapi ia yang percaya kepada Yehuwa akan dilindungi.”—Amsal 29:25.

      15 Ingatlah, sebagai kaum muda Kristen, kamu memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan teman-temanmu—jalan hidup yang terbaik sekarang dan janji akan kehidupan abadi di masa depan. (1 Timotius 4:8) Menarik sekali, di Amerika Serikat—tempat kamu mungkin mengira bahwa orang-orang pada umumnya apatis atau berpikiran duniawi—sebuah jajak pendapat menyingkapkan bahwa lebih dari separuh kaum mudanya memandang agama sebagai hal yang sangat serius, dan sepertiga mengatakan bahwa kepercayaan agama adalah ”pengaruh terpenting” dalam kehidupan mereka. Situasinya kemungkinan besar mirip di banyak bagian lain dunia. Jadi, sangat besar kemungkinannya bahwa teman-teman sekolahmu akan senang mendengarkan apa yang hendak kamu katakan tentang Alkitab.

      Sebagai Kaum Muda, Mendekatlah kepada Yehuwa

      16. Apa yang tercakup dalam menyenangkan Yehuwa, selain berbicara tentang Dia kepada orang lain?

      16 Tentu saja, untuk membuat hati Yehuwa bersukacita, tidak cukup hanya dengan berbicara tentang Dia. Kamu juga perlu menyelaraskan tingkah lakumu dengan standar-standar-Nya. Rasul Yohanes menulis, ”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.” (1 Yohanes 5:3) Kamu akan merasakan benarnya hal ini jika kamu mendekat kepada Yehuwa. Bagaimana kamu dapat melakukannya?

      17. Bagaimana kamu dapat mendekat kepada Yehuwa?

      17 Sisihkanlah waktu untuk membaca Alkitab dan publikasi Alkitab. Semakin kamu mengenal Yehuwa, semakin mudah untuk menaati Dia dan berbicara kepada orang lain tentang Dia. ”Orang yang baik mengeluarkan apa yang baik dari perbendaharaan yang baik di hatinya,” kata Yesus, ”tetapi orang yang fasik mengeluarkan apa yang fasik dari perbendaharaannya yang fasik; karena dari kelimpahan hati mulutnya berbicara.” (Lukas 6:45) Jadi, isilah hatimu dengan perkara-perkara yang baik. Mengapa tidak menetapkan target-target dalam hal ini? Barangkali kamu dapat meningkatkan mutu persiapan untuk perhimpunan minggu mendatang. Tujuan berikutnya bisa jadi adalah ambil bagian dengan memberikan komentar yang singkat tetapi sepenuh hati. Tentu saja, sangat penting agar kamu juga mempraktekkan apa yang kamu pelajari.—Filipi 4:9.

      18. Sekalipun menderita tentangan, kamu dapat yakin akan hal apa?

      18 Berkat-berkat karena melayani Yehuwa sifatnya langgeng—ya, abadi. Memang, adakalanya kamu mungkin mengalami tentangan atau ejekan karena menjadi salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi, pikirkan tentang Musa. Alkitab mengatakan bahwa ”ia menatap upah yang akan diberikan”. (Ibrani 11:24-26) Kamu pun dapat yakin bahwa Yehuwa akan mengupahimu atas upaya-upaya yang kamu kerahkan untuk mengenal Dia dan berbicara tentang Dia. Benar, Ia tidak akan pernah ”melupakan perbuatanmu dan kasih yang telah kamu perlihatkan untuk namanya”.—Ibrani 6:10.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan