-
Peperangan—Mengapa?Sedarlah!—1986 (No. 16) | Sedarlah!—1986 (No. 16)
-
-
Bagaimana Agama Mempengaruhi Peperangan?
Meskipun agama semakin mundur di banyak negeri, kaum ulama dapat dimasukkan ke dalam kelompok elite yang membuat keputusan. Selain itu, agama memang dan masih tetap merupakan tenaga penggerak di balik peperangan. Suatu contoh yang jelas ialah Muslim Syiah Iran yang berperang melawan Muslim Suni Irak.
Suatu keadaan yang serupa juga terjadi dalam konflik antara India dan Pakistan. Profesor Stoessinger mengatakan, ”Perang agama yang paling kejam dalam sejarah bukan Perang Salib Kristen melawan Islam ataupun Perang 30 Tahun antara Katolik melawan Protestan. Ini adalah peperangan orang-orang Hindu melawan orang-orang Muslim pada abad ke dua puluh.” Apa yang membangkitkan permusuhan yang berlangsung terus? Pembagian India dan Pakistan yang terjadi pada tahun 1947. Akibat pertama ialah ”suatu pertukaran penduduk secara besar-besaran, mungkin yang paling massal dalam sejarah. Lebih dari 7 juta orang Hindu, yang kuatir akan penindasan di Pakistan, secara kalut mencari perlindungan di India, dan suatu jumlah yang sama dari orang-orang Muslim melarikan diri dari India mencari keselamatan di tanah Pakistan. Jumlah besar dari kekerasan dan pertumpahan darah yang ditimbulkan oleh kebencian agama terjadi bersamaan dengan pertukaran penduduk ini”.—Why Nations Go to War (Mengapa Bangsa-Bangsa Berperang).
Sepanjang sejarah golongan ulama menjadi kaki tangan yang sukarela dari golongan elite yang berkuasa. Pada masa perang, pemimpin-pemimpin agama dengan khidmat memberkati senjata-senjata dan tentara-tentara di kedua belah pihak atas nama Allah, sambil sering kali mengaku mempunyai agama yang sama. Penghujatan ini membuat banyak orang meninggalkan agama dan Allah.
-
-
Peperangan—Mengapa?Sedarlah!—1986 (No. 16) | Sedarlah!—1986 (No. 16)
-
-
[Gambar di hlm. 14]
Agama masih menimbulkan peperangan-peperangan, seperti yang digambarkan oleh konflik Iran-Irak
[Keterangan]
I. Shateri/Gamma-Liaison
-