PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apakah Kekristenan Sejati Menghasilkan Orang-Orang Fanatik?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 39) | Menara Pengawal—1987 (Seri 39)
    • DALAM Susunan Kristen sejak dahulu ada orang-orang yang fanatik—mereka yang membakar diri sebagai protes politik sampai kepada pribadi-pribadi yang bertindak tidak toleran terhadap mereka yang menganut pandangan agama yang berbeda. Sebagai contoh, Perang Salib yang pertama dicetuskan oleh Gereja Katolik untuk membebaskan Yerusalem dari tangan orang-orang yang dianggapnya kafir. Ini dimulai dengan tiga gerombolan tanpa disiplin yang melakukan ekses-ekses yang keras, antara lain dengan mengejar, membunuh dan menjarah orang-orang Yahudi di Rhineland. Ketika pasukan Perang Salib ini berhasil merebut Yerusalem, prajurit-prajurit yang disebut Kristen ini mengubah jalan-jalan menjadi sungai-sungai darah.

      Dalam bukunya The Outline of History, H. G. Wells mengatakan tentang Perang Salib yang pertama, ”Pembantaian yang terjadi luar biasa; darah orang-orang yang kalah mengalir di jalan-jalan, sampai mereka yang menunggang kuda harus mencebur dalam darah. Pada malam hari, ’sambil terisak-isak karena sukacita yang berlebih-lebihan’, para pejuang Perang Salib itu pergi ke Kuburan setelah menginjak pengirikan anggur, dan mendekap tangan mereka yang bernoda darah bersama dalam doa.”

      Dalam Perang Salib berikutnya yang diserukan oleh Paus Innocent III, orang-orang Albigens dan Waldens, yang cinta damai, yang menolak doktrin-doktrin dari Roma dan ekses-ekses kaum pendeta, dibunuh secara masal. Mengenai fanatisme yang diungkapkan terhadap mereka, Wells menulis, ”Ini sudah cukup bagi golongan Lateran, dan dengan demikian kita menonton Innocent III memberitakan perang salib melawan penganut-penganut sekte yang malang ini, dan mengijinkan setiap penjahat yang berkeliaran mendaftarkan diri sebagai prajurit . . . dan kemarahan apapun yang dapat dilampiaskan di kalangan rakyat yang paling cinta damai dari Raja Prancis. Kisah tentang kekejaman dan hal-hal yang menjijikkan dari perang salib ini jauh lebih mengerikan untuk dibaca daripada kisah apapun tentang orang-orang Kristen yang mati sahid di tangan orang-orang kafir.”

      Sejarah Susunan Kristen penuh dengan kisah dari orang-orang fanatik, dan mereka biasanya mengeluarkan buah-buah kekerasan. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa fanatisme tidak menghasilkan buah-buah yang baik. New Standard Dictionary of the English Language dari Funk dan Wagnalls (edisi 1929) memberikan definisi untuk fanatisme sebagai berikut, ”Gairah yang berlebih-lebihan atau menggila.” Dan selanjutnya ini digambarkan dengan kata-kata berikut, ”Tidak ada periode manapun dalam sejarah yang memperlihatkan kekejaman, perbuatan amoral, dan fanatisme yang lebih besar jumlahnya daripada Perang-Perang Salib.”

      Juga menarik untuk memperhatikan definisi yang diberikan untuk kata ”fanatik” oleh Webster’s Third New International Dictionary, edisi 1961. Dikatakan: ’Fanatik—bhs. Latin, diilhami oleh suatu ilah. 1. kerasukan oleh atau seolah-olah oleh hantu; secara luas: kegila-gilaan, kekalutan, gila. 2. dikuasai, dihasilkan, atau dicirikan oleh gairah yang terlalu besar: berlebih-lebihan, tidak masuk akal; semangat yang berlebih-lebihan, terutama mengenai soal-soal agama.’

  • Apakah Kekristenan Sejati Menghasilkan Orang-Orang Fanatik?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 39) | Menara Pengawal—1987 (Seri 39)
    • Rasul Paulus menunjukkan bahwa waktunya akan tiba ketika orang-orang Kristen tiruan akan muncul. Mereka akan memakai nama Kristen tetapi tidak hidup selaras dengan itu atau menghasilkan buah-buahnya yang baik. Ia memberitahu para penatua dari Efesus, ”Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.” (Kisah 20:29, 30) Dari orang-orang yang murtad ini muncul Susunan Kristen dengan ratusan organisasi agamanya yang saling bertentangan, yang mengajarkan hal-hal yang hanya digambarkan sebagai Kristen. Sebenarnya, itu adalah ”ajaran palsu”, gagasan dari manusia dan bukan kebenaran dari Firman Allah. Di kalangan orang-orang Kristen yang palsu inilah buah-buah buruk dari fanatisme jelas terlihat.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan