-
Unsur yang Sama dalam Mitos-MitosPencarian Manusia akan Allah
-
-
Penyembahan Matahari dan Korban Manusia
31. (a) Apa yang dipercayai orang Mesir mengenai Ra sang dewa matahari? (b) Bagaimana hal itu bertentangan dengan apa yang Alkitab katakan? (Mazmur 19:4-6)
31 Dalam mitos Mesir, ada banyak sekali dewa-dewi. Sebagaimana banyak masyarakat kuno lainnya, dalam upaya mencari Allah, orang Mesir cenderung menyembah sesuatu yang menunjang kehidupan mereka sehari-hari—matahari. Jadi, mereka memuja sang penguasa tertinggi langit, yang bernama Ra (Amon-Ra), yang setiap hari naik perahu dari timur ke barat. Pada malam hari, ia mengadakan perjalanan yang berbahaya melalui bagian bawah bumi.
-
-
Unsur yang Sama dalam Mitos-MitosPencarian Manusia akan Allah
-
-
Dewa-dewi dalam Mitos
34. Siapa saja anggota dewa-dewi tiga serangkai Mesir yang paling terkemuka, dan apa peranan mereka?
34 Dewa-dewi tiga serangkai Mesir yang paling terkemuka terdiri dari Isis, lambang peribuan; Osiris, saudara dan suaminya; serta Horus, putra mereka, yang biasanya digambarkan sebagai burung falkon. Isis kadang-kadang dilukiskan dalam patung-patung orang Mesir sedang menyusui anaknya dengan pose yang sangat menyerupai patung dan lukisan sang perawan beserta anaknya dalam Susunan Kristen, yang muncul lebih dari dua ribu tahun kemudian. Lambat laun, suami Isis, Osiris, terkenal sebagai dewa orang mati karena ia menawarkan harapan hidup kekal yang bahagia bagi jiwa orang mati di akhirat.
35. Siapakah Hator, dan apa perayaan tahunan utama baginya?
35 Hator di kalangan orang Mesir adalah dewi cinta, sukacita, musik, dan tarian. Ia menjadi ratu orang mati, yang membantu mereka mencapai surga dengan sebuah tangga. Sebagaimana dijelaskan dalam New Larousse Encyclopedia of Mythology, orang memujanya dengan perayaan-perayaan besar, ”terutama pada Tahun Baru, yang merupakan hari ulang tahunnya. Sebelum fajar menyingsing, imam-imam wanita membawa patung Hator ke teras agar dapat diterpa oleh sinar matahari terbit. Perasaan sukacita yang menyusul setelah itu merupakan dalih untuk mengadakan semacam karnaval, dan hari itu diakhiri dengan bernyanyi dan bermabuk-mabukan”. Perayaan ini tidak jauh berbeda dengan perayaan Tahun Baru ribuan tahun kemudian, bukan?
36. (a) Pada abad ke-16 SM, bangsa Israel berada dalam lingkungan keagamaan seperti apa? (b) Apa makna khusus Sepuluh Tulah?
36 Orang Mesir juga mempunyai banyak dewa-dewi binatang, seperti Apis si sapi jantan, Banaded si domba jantan, Heqt si katak, Hator si sapi, dan Sebek si buaya. (Roma 1:21-23) Di lingkungan keagamaan seperti inilah bangsa Israel diperbudak pada abad ke-16 SM. Untuk membebaskan mereka dari cengkeraman kuat Firaun, Yehuwa, Allah Israel, harus menimpakan sepuluh tulah ke atas Mesir. (Keluaran 7:14–12:36) Tulah-tulah tersebut merupakan penghinaan yang tepat terhadap dewa-dewi Mesir.—Lihat kotak, halaman 62.
-
-
Unsur yang Sama dalam Mitos-MitosPencarian Manusia akan Allah
-
-
[Gambar di hlm. 63]
Patung burung falkon Horus, sapi jantan Apis, dan katak Heqt. Dewa-dewi orang Mesir tidak dapat menangkal tulah-tulah yang Yehuwa timpakan, termasuk mengubah air Sungai Nil menjadi darah
-