-
Cara yang Benar untuk Beribadah kepada AllahApa yang Bisa Kita Pelajari dari Alkitab?
-
-
CARA YANG BENAR UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH
5. Bagaimana kita bisa mengenali mereka yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah?
5 Yesus mengatakan bahwa kita bisa mengenali orang-orang yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah. Caranya adalah dengan memeriksa kepercayaan dan perbuatan mereka. Dia berkata, ”Kalian akan mengenali mereka dari buahnya.” Yesus menyamakan ibadah yang benar dengan pohon yang baik, lalu berkata, ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.” (Matius 7:16, 17) Ini tidak berarti bahwa orang-orang yang beribadah kepada Allah itu sempurna. Tapi, mereka selalu berusaha melakukan apa yang benar. Mari kita lihat ciri-ciri orang yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah.
6, 7. Mengapa semua ajaran dari ibadah yang benar didasarkan hanya atas Alkitab? Apa yang kita pelajari dari teladan Yesus?
6 Ajarannya berdasarkan Alkitab. Alkitab berkata, ”Seluruh isi Kitab Suci berasal dari Allah dan bermanfaat untuk mengajar, menunjukkan kesalahan, memperbaiki segala sesuatu, dan mendidik kita untuk melakukan apa yang benar, sehingga hamba Allah bisa benar-benar sanggup dan siap mengerjakan setiap hal yang baik.” (2 Timotius 3:16, 17) Rasul Paulus menulis kepada orang Kristen, ”Saat kalian mendengar firman Allah dari kami, kalian tidak menerimanya sebagai kata-kata manusia, tapi seperti yang seharusnya, yaitu sebagai kata-kata Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Semua ajaran dari ibadah yang benar didasarkan hanya atas Firman Allah, yaitu Alkitab, dan bukan atas pemikiran manusia, tradisi, atau hal lainnya.
7 Semua ajaran Yesus didasarkan atas Firman Allah. (Baca Yohanes 17:17.) Dia sering mengutip Kitab Suci. (Matius 4:4, 7, 10) Hamba Allah mengikuti teladan Yesus dan memakai Alkitab sebagai dasar dari semua ajaran mereka.
8. Apa yang Yesus ajarkan tentang menyembah Yehuwa?
8 Hanya menyembah Yehuwa. Mazmur 83:18 berkata, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau saja Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Yesus ingin agar orang-orang mengenal Allah yang benar, dan dia memberitahukan nama Allah kepada mereka. (Baca Yohanes 17:6.) Yesus berkata, ”Yang harus kamu sembah adalah Yehuwa Allahmu, dan bagi Dia saja kamu harus melakukan pelayanan suci.” (Matius 4:10) Jadi, sebagai hamba Allah, kita mengikuti teladan Yesus. Kita hanya menyembah Yehuwa. Dan, kita menggunakan nama-Nya, misalnya saat berdoa. Kita juga memberi tahu orang lain tentang nama Allah dan janji-janji-Nya bagi manusia.
9, 10. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi orang lain?
9 Benar-benar mengasihi orang lain. Yesus mengajar murid-muridnya untuk saling mengasihi. (Baca Yohanes 13:35.) Kita tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku, kebudayaan, atau kekayaan. Kasih kepada satu sama lain bisa mempersatukan kita sebagai satu keluarga. (Kolose 3:14) Jadi, kita tidak ikut berperang dan membunuh orang lain. Alkitab berkata, ”Inilah bedanya anak Allah dan anak Iblis: Siapa pun yang tidak terus melakukan apa yang benar bukan anak Allah, begitu juga dengan yang tidak mengasihi saudaranya.” Alkitab juga berkata, ”Kita harus saling mengasihi, tidak seperti Kain, yang adalah anak si jahat dan membunuh adiknya.”—1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21.
10 Kita menggunakan waktu, tenaga, dan harta benda untuk saling membantu dan menyemangati. (Ibrani 10:24, 25) Kita ”berbuat baik kepada semua orang”.—Galatia 6:10.
11. Mengapa kita menaati Yesus?
11 Percaya bahwa keselamatan hanya bisa didapat melalui Yesus Kristus. Alkitab berkata, ”Keselamatan hanya ada melalui dia, karena tidak ada nama lain yang Allah pilih dari antara manusia di bumi, yang akan menyelamatkan kita.” (Kisah 4:12) Di Bab 5, kita sudah belajar bahwa Yehuwa mengutus Yesus agar Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi manusia yang taat. (Matius 20:28) Yehuwa telah memilih Yesus untuk memerintah sebagai Raja atas bumi. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa kita harus menaati Yesus jika kita ingin hidup selama-lamanya.—Baca Yohanes 3:36.
12. Mengapa kita tidak terlibat dalam politik?
12 Tidak terlibat dalam politik. Yesus tidak terlibat dalam politik. Sewaktu dia diadili, dia mengatakan kepada gubernur Romawi yang bernama Pilatus, ”Kerajaan saya bukan bagian dari dunia ini.” (Baca Yohanes 18:36.) Kita ingin meniru teladan Yesus. Jadi, kita setia pada Kerajaan Allah yang ada di surga. Maka, di mana pun kita tinggal, kita tidak akan terlibat dalam politik. Tapi, Alkitab menasihati kita untuk menaati pemerintah. (Roma 13:1) Kita mematuhi hukum di negara tempat kita tinggal. Meski begitu, jika sebuah hukum bertentangan dengan hukum Allah, kita akan meniru teladan para rasul yang berkata, ”Kami harus lebih taat kepada Allah sebagai penguasa kami daripada kepada manusia.”—Kisah 5:29; Markus 12:17.
13. Apa yang bisa kita ceritakan tentang Kerajaan Allah?
13 Percaya bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya jalan keluar untuk masalah di dunia ini. Yesus mengatakan bahwa ”kabar baik tentang Kerajaan” akan diberitakan di seluruh bumi. (Baca Matius 24:14.) Tidak ada pemerintahan manusia yang bisa menghasilkan kehidupan yang damai dan tanpa masalah. Hanya Kerajaan Allah yang bisa melakukan ini. (Mazmur 146:3) Yesus mengajar kita untuk mendoakan Kerajaan Allah. Dia berkata, ”Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” (Matius 6:10) Alkitab mengajarkan bahwa Kerajaan Allah akan menghancurkan semua pemerintahan manusia dan bahwa ”hanya kerajaan itu yang akan tetap berdiri untuk selamanya”.—Daniel 2:44.
14. Menurut Anda, siapa yang beribadah kepada Allah dengan cara yang benar?
14 Setelah mempelajari semua ciri-ciri ini, coba pikirkan: ’Siapa yang ajarannya berdasarkan Alkitab? Siapa yang menceritakan nama Allah kepada orang lain? Siapa yang benar-benar mengasihi satu sama lain dan percaya bahwa Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita? Siapa yang tidak terlibat dalam politik? Siapa yang memberitakan bahwa hanya Kerajaan Allah yang bisa menyelesaikan masalah kita?’ Jawabannya hanya Saksi-Saksi Yehuwa.—Yesaya 43:10-12.
-