-
FirdausPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
Firdaus Rohani. Banyak buku nubuat dalam Alkitab memuat janji-janji ilahi sehubungan dengan pemulihan Israel dari negeri-negeri pembuangannya ke negeri asalnya yang sudah telantar. Allah akan membuat tanah yang telantar itu menjadi tanah yang digarap dan ditaburi, yang memberikan hasil limpah, dan yang dihuni oleh banyak manusia serta binatang; kota-kota akan dibangun dan dihuni kembali, dan penduduknya akan berkata, ”Tanah yang dibiarkan telantar di sana itu telah menjadi seperti taman Eden.” (Yeh 36:6-11, 29, 30, 33-35; bdk. Yes 51:3; Yer 31:10-12; Yeh 34:25-27.) Akan tetapi, nubuat-nubuat itu juga memperlihatkan bahwa keadaan firdaus ini berkaitan dengan orang-orangnya, yang, karena setia kepada Allah, kini dapat ”bertunas” dan berkembang seperti ’pohon keadilbenaran’, menikmati kemakmuran rohani yang indah bagaikan ”kebun yang disirami dengan baik”, dicurahi berkat-berkat yang diberikan dengan murah hati oleh Allah karena mereka mendapatkan perkenan-Nya. (Yes 58:11; 61:3, 11; Yer 31:12; 32:41; bdk. Mz 1:3; 72:3, 6-8, 16; 85:10-13; Yes 44:3, 4.) Bangsa Israel dahulu adalah kebun anggur Allah, tanaman-Nya, tetapi karena mereka berbuat jahat dan murtad dari ibadat sejati, tanah rohani mereka secara kiasan ’menjadi gersang’, bahkan sebelum negeri mereka ditelantarkan secara harfiah.—Bdk. Kel 15:17; Yes 5:1-8; Yer 2:21.
-
-
FirdausPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
Akan tetapi, jelas bahwa nubuat-nubuat pemulihan yang dicatat oleh para nabi Ibrani itu mencakup bagian-bagian yang juga akan digenapi secara jasmani dalam Firdaus yang dipulihkan di bumi. Misalnya, ada corak-corak di Yesaya 35:1-7, seperti penyembuhan orang buta dan orang timpang, yang tidak tergenap secara harfiah setelah pemulihan dari Babilon kuno, dan juga tidak tergenap dengan cara demikian dalam firdaus rohani orang Kristen. Tidak masuk akal jika Allah mengilhami nubuat-nubuat semacam itu seperti halnya nubuat di Yesaya 11:6-9, Yehezkiel 34:25, dan Hosea 2:18, dengan tujuan bahwa hal-hal itu hanya bermakna kiasan atau rohani, dan tidak menggenapinya secara harfiah agar dapat dinikmati secara jasmani oleh hamba-hamba Allah. Firdaus yang Paulus sebutkan di 2 Korintus 12:4 juga bisa memaksudkan firdaus di masa depan, baik secara jasmani maupun rohani, sesuai dengan nubuat di Kitab-Kitab Ibrani ini. Ada juga kemungkinan bahwa itu adalah penglihatan ”firdaus Allah”, yaitu keadaan yang penuh berkat di surga.—Pny 2:7.
-