PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Berkat-Berkat Ilahi bagi ”Orang-Orang yang Mengerti”
    Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
    • Sekarang, setelah penelitian yang begitu penting atas sejarah, malaikat itu menubuatkan beberapa dari berkat-berkat limpah yang akan dinikmati umat Allah ”pada hari-hari yang terakhir”.—Daniel 10:14.

      Waktu untuk Kebangkitan

      2. Bagaimana ada orang-orang mati yang ”bangun” pada ”hari-hari yang terakhir”?

      2 Malaikat itu memberitahu Daniel, ”Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” (Daniel 12:2) Jelas, ”hari-hari yang terakhir” merupakan waktu untuk kebangkitan, untuk membangkitkan mereka ”yang telah tidur di dalam debu tanah”. Salah satu kebangkitan sedemikian dimulai segera setelah Yesus menjadi raja pada tahun 1914. (Matius 24:3) Ketika menantikan saat itu, rasul Paulus menulis, ”Kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. . . . mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.” (1 Tesalonika 4:15, 16; Wahyu 6:9-11) Maka jelas, segera setelah tahun 1914 Yesus membangkitkan mereka dari ”Israel milik Allah” yang sudah mati setia kepada kehidupan roh di surga. (Galatia 6:16) Bagi mereka, kebangkitan itu adalah untuk mendapat ”hidup yang kekal”.

      3, 4. Bagaimana sekelompok hamba-hamba Allah yang setia ’mati’ pada tahun 1918?

      3 Tetapi kata-kata malaikat itu pasti mencakup kebangkitan lain. Selama kira-kira 40 tahun sebelum 1914, suatu kelompok kecil orang-orang Kristen telah memperingatkan bahwa tahun itu akan menandai akhir dari Zaman Orang Kafir seperti telah dinubuatkan oleh Yesus. (Lukas 21:24) Orang-orang Kristen ini telah menjadikan Zion’s Watch Tower Tract Society (Lembaga Risalat Menara Pengawal Sion) sebagai badan hukum pada tahun 1884, dan menerbitkan hasil penelitian Alkitab mereka dalam sebuah majalah yang disebut Zionˈs Watch Tower and Herald of Christˈs Presence.

      4 Pada tahun 1914 kebenaran dari berita mereka secara dramatis diteguhkan ketika perang dunia pertama pecah, dan ”penderitaan” yang dinubuatkan Yesus mulai. (Matius 24:7, 8) Meskipun demikian, musuh-musuh agama mereka menggunakan semangat peperangan yang tidak terkendali untuk mengejar mereka sampai akhirnya, pada tahun 1918, pekerjaan pengabaran mereka benar-benar dihentikan, dan hamba-hamba utama dari Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan secara tidak adil. Ini menimbulkan sukacita yang besar di beberapa bagian dari dunia. Ini juga menggenapi nubuat yang dicatat dalam buku Wahyu, ”Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.”—Wahyu 11:7.

      5, 6. Bagaimana pengalaman kelompok ini pada tahun 1919 merupakan penggenapan dari nubuat bahwa ”banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun”?

      5 Tetapi, menurut nubuat itu, mereka tidak akan tetap ’mati’. ”Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. . . . Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.” (Wahyu 11:11, 12; Yehezkiel 37:1-14) Kebangkitan mereka jelas merupakan kiasan, karena kebangkitan aksara kepada kehidupan roh di surga tidak akan kelihatan kepada musuh-musuh mereka. Sebaliknya, mereka dibangkitkan dari keadaan tidak aktif yang seperti mati kepada kegiatan yang penuh gairah dan semangat yang disaksikan sepenuhnya oleh orang-orang yang telah bersekongkol untuk memusnahkan mereka. Pada tahun 1919 wakil-wakil dari Lembaga Menara Pengawal dibebaskan dari penjara, pekerjaan pengabaran diorganisasi kembali, dan dunia melihat awal dari kampanye kesaksian Kerajaan yang terbesar dalam sejarah.—Matius 24:14.

      6 Dalam arti kiasan ini, ’banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah bangun’. Kemudian, mulai pada tahun 1919, badan Siswa-Siswa Alkitab yang kecil dan telah dibangunkan itu mulai mencari dan mengumpulkan kaum sisa dari saudara-saudara Yesus agar jumlah 144.000 yang lengkap dapat dimeteraikan. (Matius 24:31; Wahyu 7:1-3) Seraya orang perorangan memberikan sambutan, mereka membaktikan diri kepada Allah melalui Kristus dan menjadi anggota-anggota dari organisasi Yehuwa yang kelihatan di bumi. Dengan menerima karunia roh kudus secara cuma-cuma, mereka dinyatakan benar atas dasar iman mereka kepada korban tebusan Yesus dan diangkat menjadi anak-anak Allah dengan cara rohani.—Roma 8:16; Galatia 2:17; 3:8.

      7. Bagi banyak dari antara mereka, bagaimana hal ini ternyata merupakan kebangkitan ”untuk mendapat hidup yang kekal”?

      7 Orang-orang dari antara mereka yang tetap setia sampai akhir kehidupan mereka di bumi mempunyai prospek yang kuat untuk mengambil tempat mereka di surga di samping Yesus Kristus. (1 Korintus 15:50-53) Jadi, kebangkitan rohani mereka adalah kepada kehidupan kekal. Selama masih hidup di bumi, mereka menikmati perdamaian di kalangan mereka sendiri meskipun mereka tinggal dalam suatu dunia yang terus berperang. (Roma 14:19) Tetapi lebih penting lagi, mereka menikmati perdamaian dengan Allah Yehuwa sendiri, ”damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal”.—Filipi 4:7.

      Bangkit ”untuk Mengalami Kehinaan”

      8, 9. Dalam hal apa kebangkitan rohani ini bisa ”untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”?

      8 Maka, mengapa ada yang ”bangun . . . untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”? Kenyataannya ialah, tidak semua yang menerima undangan untuk menjadi bagian dari golongan Kerajaan itu tetap setia. Ada yang membiarkan iman mereka menjadi lemah dan mereka tidak bertekun. (Ibrani 2:1) Beberapa bahkan menjadi murtad dan harus disingkirkan dari sidang Kristen. (Matius 13:41, 42) Orang-orang sedemikian digambarkan oleh Yesus sebagai ”hamba yang jahat” yang dihukum oleh sang Majikan dengan ”teramat sangat”, membuatnya sama dengan orang-orang munafik. ”Di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.”—Matius 24:48-51, Bode; Efesus 4:18; 5:6-8.

      9 Benar-benar suatu tragedi, untuk menerima hak istimewa tertinggi yang pernah ditawarkan kepada manusia yang tidak sempurna dan kemudian berbalik melawannya! Tentang mereka yang bertindak sedemikian, rasul Paulus mengatakan, ”Mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan [”memakukan pada tiang”, NW] lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghinaNya di muka umum.” (Ibrani 6:4-6) Dengan cara ini, kebangkitan mereka ternyata adalah ”untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”. Mereka tidak mempunyai prospek lebih lanjut untuk kehidupan kekal.

  • Berkat-Berkat Ilahi bagi ”Orang-Orang yang Mengerti”
    Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
    • Kebangkitan Lain

      14. Nubuat bahwa ”banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun” akan termasuk siapa lagi?

      14 Jadi, kata-kata malaikat itu membawa kita melewati saat Mikhael ”bangkit berdiri” (Klinkert) dan ”masa kesukaran” (BIS) yang tiada bandingnya sampai kepada sistem baru. Selain itu, berkat-berkat yang disalurkan melalui orang-orang ini yang bercahaya ”seperti penerang” tidak akan terbatas bagi mereka yang selamat melewati ”masa kesukaran”. Yesus, ketika masih menjadi manusia di bumi, mengatakan, ”Saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang ada di dalam kuburan [peringatan, NW] akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” (Yohanes 5:28, 29) Kata-kata ini memaksudkan kebangkitan aksara dari orang-orang yang sudah mati, dan pasti kebangkitan ini, juga, merupakan penggenapan yang lebih luas dari kata-kata malaikat, ”Banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun.”—Daniel 12:2.

      15. Bagi mereka yang dibangkitkan pada waktu itu, bagaimana hal ini ternyata merupakan kebangkitan ”untuk mendapat hidup yang kekal”?

      15 Di antara mereka yang termasuk dalam kebangkitan khusus ini ialah Daniel sendiri. Ia diberitahu oleh malaikat itu, ”Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat [tidur dalam kematian], dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.” (Daniel 12:13) Mereka yang seperti Daniel yang dibangkitkan pada waktu itu dan yang menyambut pelayanan Yesus dan saudara-saudaranya dari surga akan dibangkitkan kepada kesempurnaan manusia. Pada waktu mereka lulus dari ujian akhir, nama mereka akan tertulis secara kekal dalam kitab kehidupan. (Wahyu 20:5) Bagi mereka, juga, kebangkitan itu adalah ”untuk mendapat hidup yang kekal”.

  • Berkat-Berkat Ilahi bagi ”Orang-Orang yang Mengerti”
    Menara Pengawal—1987 (Seri 38) | Menara Pengawal—1987 (Seri 38)
    • Yesus, ketika masih menjadi manusia di bumi, mengatakan, ”Saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang ada di dalam kuburan [peringatan, NW] akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” (Yohanes 5:28, 29) Kata-kata ini memaksudkan kebangkitan aksara dari orang-orang yang sudah mati, dan pasti kebangkitan ini, juga, merupakan penggenapan yang lebih luas dari kata-kata malaikat, ”Banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun.”—Daniel 12:2.

      15. Bagi mereka yang dibangkitkan pada waktu itu, bagaimana hal ini ternyata merupakan kebangkitan ”untuk mendapat hidup yang kekal”?

      15 Di antara mereka yang termasuk dalam kebangkitan khusus ini ialah Daniel sendiri. Ia diberitahu oleh malaikat itu, ”Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat [tidur dalam kematian], dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.” (Daniel 12:13) Mereka yang seperti Daniel yang dibangkitkan pada waktu itu dan yang menyambut pelayanan Yesus dan saudara-saudaranya dari surga akan dibangkitkan kepada kesempurnaan manusia. Pada waktu mereka lulus dari ujian akhir, nama mereka akan tertulis secara kekal dalam kitab kehidupan. (Wahyu 20:5) Bagi mereka, juga, kebangkitan itu adalah ”untuk mendapat hidup yang kekal”.

      16. Bagi siapa kebangkitan dalam sistem baru ternyata ”untuk mengalami . . . kengerian yang kekal”?

      16 Tetapi, tidak semua orang akan memberikan sambutan sedemikian. Pasti ada yang mencoba untuk mengembalikan praktek-praktek yang telah merampas perdamaian dari manusia untuk begitu lama. Orang-orang tersebut mendapat peringatan yang jelas dalam Alkitab, ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8) ”Kematian yang kedua” ini merupakan hukuman langsung dari Yehuwa tanpa ada kebangkitan dari padanya. Ini adalah penyingkiran yang kekal, untuk selama-lamanya. Mereka yang dibangkitkan yang ternyata tidak menunjukkan penghargaan akan mengalami kematian yang kedua ini. Jadi, kebangkitan mereka adalah ”untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”.—Daniel 12:2.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan