PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bangkit, Kebangkitan
    Pemahaman Alkitab, Jilid 1
    • Kebangkitan Surgawi. Yesus Kristus disebut ”yang sulung dari antara orang mati”. (Kol 1:18) Ia adalah pribadi pertama yang pernah dibangkitkan untuk kehidupan abadi. Dan ia dibangkitkan ”sebagai roh”, untuk hidup di surga. (1Ptr 3:18) Selain itu, ia diangkat ke bentuk kehidupan yang lebih tinggi dan kedudukan yang lebih tinggi daripada yang ia miliki di surga sebelum datang ke bumi. Ia dikaruniai peri tidak berkematian dan ketidakfanaan, yang tidak dapat dimiliki makhluk jasmani mana pun, dan dibuat ”lebih tinggi daripada langit”, pribadi kedua setelah Allah Yehuwa di alam semesta. (Ibr 7:26; 1Tim 6:14-16; Flp 2:9-11; Kis 2:34; 1Kor 15:27) Kebangkitannya dilakukan oleh Allah Yehuwa sendiri.—Kis 3:15; 5:30; Rm 4:24; 10:9.

      Namun, selama 40 hari setelah kebangkitannya, Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya pada beberapa peristiwa dalam berbagai tubuh jasmani, sebagaimana para malaikat menampakkan diri kepada manusia pada zaman dahulu. Seperti para malaikat itu, ia memiliki kuasa untuk membentuk dan melenyapkan berbagai tubuh jasmani itu sekehendaknya, dengan tujuan memberikan bukti nyata bahwa ia telah dibangkitkan. (Mat 28:8-10, 16-20; Luk 24:13-32, 36-43; Yoh 20:14-29; Kej 18:1, 2; 19:1; Yos 5:13-15; Hak 6:11, 12; 13:3, 13) Banyaknya peristiwa penampakan dirinya, dan khususnya kepada lebih dari 500 orang sekaligus, menyediakan kesaksian yang kuat bahwa ia benar-benar dibangkitkan. (1Kor 15:3-8) Kebangkitannya, yang diteguhkan kebenarannya dengan begitu jelas, memberikan ”jaminan kepada semua orang” tentang kepastian hari perhitungan atau penghakiman yang akan datang.—Kis 17:31.

  • Bangkit, Kebangkitan
    Pemahaman Alkitab, Jilid 1
    • Dalam kasus Yesus Kristus, ia menyerahkan kehidupan manusianya sebagai korban tebusan demi manfaat umat manusia. Penulis terilham buku Ibrani menerapkan Mazmur ke-40 atas diri Yesus dan melukiskan bahwa sewaktu ”datang ke dunia” sebagai Mesias Allah, ia mengatakan, ”Korban dan persembahan tidak kauinginkan, tetapi engkau menyiapkan suatu tubuh bagiku.” (Ibr 10:5) Yesus sendiri mengatakan, ”Sesungguhnya, roti yang akan kuberikan adalah dagingku demi kehidupan dunia.” (Yoh 6:51) Selaras dengan itu, Kristus tidak dapat mengambil kembali tubuhnya sewaktu dibangkitkan, yang berarti mengambil kembali korban yang dipersembahkan kepada Allah bagi umat manusia. Selain itu, Kristus tidak akan tinggal di bumi lagi. ”Rumah”-nya ada di surga bersama Bapaknya, yang adalah roh, bukan daging. (Yoh 14:3; 4:24) Oleh karena itu, Yesus Kristus menerima suatu tubuh yang mulia, tidak berkematian, dan tidak fana, karena ”dia adalah cerminan kemuliaan [Yehuwa] dan gambaran yang tepat dari pribadinya, dan dengan firmannya yang penuh kuasa dia mendukung segala perkara; dan setelah melakukan pemurnian karena dosa-dosa kita, dia duduk di sebelah kanan Yang Agung di tempat-tempat yang mulia. Dengan demikian dia menjadi lebih baik daripada malaikat-malaikat [yang adalah pribadi-pribadi roh yang perkasa], sesuai dengan nama yang telah diwarisinya, yang lebih unggul daripada nama mereka”.—Ibr 1:3, 4; 10:12, 13.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan