PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apakah Orang Mati Masih Hidup? Apa yang Dikatakan Allah
    Menara Pengawal—1986 (Seri 27) | Menara Pengawal—1986 (Seri 27)
    • Karena kita tidak mempunyai jiwa yang tidak berkematian, apa yang terjadi bila kita mati? Kita ”tidur,” karena korban tebusan Kristus menyediakan harapan kebangkitan. (1 Korintus 15:22) Ketika Lazarus mati Yesus mengatakan, ”Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Kemudian ia menjelaskan, ”Lazarus sudah mati.” (Yohanes 11:11-14) Paulus juga berbicara tentang mereka ”yang sedang tidur dalam kematian.” (1 Tesalonika 4:13, 14, NW; 1 Korintus 15:20) Maka, jika orang mati sedang tidur . . .

      Apakah Ia Akan Bangun?

      Perhatikan pemandangan yang menakjubkan ini: Suatu kelompok orang berkumpul di depan sebuah gua di Betania dekat Yerusalem. Yesus ada di sana bersama Maria dan Marta, saudara-saudara perempuan dari Lazarus yang belum lama meninggal dan yang jenazahnya diletakkan dalam sebuah gua yang ditutup dengan batu. ”Angkat batu itu!” perintah Yesus. Marta keberatan, ”Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Tetapi setelah mengucapkan doa singkat Yesus berseru, ”Lazarus, marilah ke luar!” Dan Lazarus keluar! (Yohanes 11:38-44) Dapatkah saudara membayangkan keheranan dan sukacita dari kelompok orang-orang itu—terutama Maria dan Marta?

      Jika Lazarus masih terus hidup selama keempat hari itu, bukankah ia akan mengatakan hal itu kepada setiap orang? Tetapi tidak ada catatan bahwa ia menceritakan tentang pengalaman yang ia dapatkan selama ia mati, dan dengan demikian meneguhkan apa yang Alkitab katakan bahwa ”Orang yang mati tak tahu apa-apa.”—Pengkhotbah 9:5.

      Kasus Lazarus tidak unik. Di suatu tempat yang disebut Nain, Yesus bertemu dengan suatu iring-iringan jenazah dari seorang pemuda yang akan dimakamkan. Yesus mengatakan, ”Hai orang muda! Aku berkata kepadamu: Bangkitlah!” Dan apa yang terjadi? ”Maka orang yang mati itupun bangkitlah duduk, lalu mulai berkata-kata.” (Lukas 7:11-17, Bode) Tetapi, di sini sekali lagi, apakah ada dikatakan sesuatu tentang sebuah tempat ke mana orang pergi pada waktu mati? Tidak, karena memang dia benar-benar mati.

      Yesus, Paulus, Petrus, Elia, dan Elisa semua membangkitkan orang mati. Tidak seorang pun dari mereka yang pernah mati mengatakan sesuatu tentang kehidupan setelah kematian.

      Mujizat-mujizat yang mengagumkan ini merupakan pengalaman pendahuluan dari satu-satunya cara bagaimana bagian terbesar dari orang-orang mati dapat hidup lagi—melalui kebangkitan kepada kehidupan di atas bumi di bawah Kerajaan Allah. Yesus mengatakan, ”Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan [”kuburan peringatan,” NW] akan mendengar suara [ku], dan mereka . . . akan keluar.” (Yohanes 5:28, 29) Hal itu akan merupakan pengalaman paling menggembirakan bagi orang-orang yang mendapat hak istimewa untuk hidup di bawah pemerintahan Kerajaan Kristus seribu tahun, yang kini sudah begitu dekat. (Wahyu 20:4, 6) Harapan kebangkitan itu sendiri membuktikan bahwa orang mati tidak mungkin masih hidup. Jika orang-orang akan dibangkitkan, maka mereka pertama-tama harus tidak mempunyai kehidupan.

  • Apakah Orang Mati Masih Hidup? Apa yang Dikatakan Allah
    Menara Pengawal—1986 (Seri 27) | Menara Pengawal—1986 (Seri 27)
    • Terimalah juga, bahwa orang mati yang tidur akan bangkit selama pemerintahan Kerajaan Allah yang mulia, yang didoakan oleh banyak orang, manakala ’akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang benar maupun orang tidak benar.’—Kisah 24:15; Matius 6:9, 10.

  • Apakah Orang Mati Masih Hidup? Apa yang Dikatakan Allah
    Menara Pengawal—1986 (Seri 27) | Menara Pengawal—1986 (Seri 27)
    • Janda yang kehilangan kedua orang yang ia kasihi dalam kecelakaan pesawat terbang itu dihibur oleh buah pikiran ini: Karena orang mati tidak tahu apa-apa, maka bagi mereka, waktu berhenti atau tidak ada lagi. Jadi dari sudut pandangan mereka, mereka akan bangun pada saat berikut dalam firdaus di bumi di bawah Kerajaan Allah! Janda itu merasa senang membantu orang lain mengetahui bahwa tidak lama lagi ”[Yehuwa] akan menghapuskan air mata dari pada segala muka.” (Yesaya 25:8) Ia menantikan saat manakala, melalui kebangkitan, orang-orang yang ia kasihi yang telah meninggal akan hidup kembali.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan