-
Pesan-Pesan Malaikat bagi Zaman KitaMenara Pengawal—1988 (Seri 55) | Menara Pengawal—1988 (Seri 55)
-
-
Pesan-Pesan Malaikat bagi Zaman Kita
”Allah . . . mengutus malaikat-Nya dan menyatakannya dengan tanda-tanda.”—WAHYU 1:1, NW.
1. Salah pengertian apa yang ada berkenaan nama Apocalypse, dan apa yang disingkapkan oleh buku wahyu mengenai masa depan?
APOCALYPSE. Betapa sering nama itu terdengar pada abad ke-20 ini—namun menyedihkan betapa kata itu telah disalah mengerti! Dalam pengertian Alkitab, ini tidak memaksudkan kebinasaan seluruh umat manusia dalam bencana nuklir. Sebaliknya, kata Yunani ini berarti ”penyingkapan.” Melalui gambaran-gambaran nubuat, buku Alkitab Apocalypse, atau Wahyu menyingkapkan perkembangan-perkembangan yang akan mencapai puncaknya dengan dimulainya jaman kebahagiaan kekal bagi umat manusia. Jadi, Yohanes, rasul Yesus, memulai buku Wahyu dengan kata-kata: ”Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya [”waktu yang telah ditentukan,” NW] sudah dekat.”—Wahyu 1:3.
2, 3. Mengapa dunia ini begitu tidak bahagia, dan Yehuwa bermaksud untuk melakukan apa?
2 Dunia dewasa ini tidak berbahagia. Alasan ketidakbahagiaannya dinyatakan dalam sebuah nyanyian yang digubah oleh Musa kira-kira 3.460 tahun yang lalu: ”Tindakan mereka sendiri merusak, mereka bukan anak-anak [Allah], cacat itu mereka buat sendiri. Suatu generasi yang bengkok dan berbelit-belit!” (Ulangan 32:5, NW) Kata-kata tersebut cocok benar dengan generasi modern ini, yang nilai-nilainya begitu berbelit-belit dan kacau! Sebagai contoh, kata pengantar buku World Military and Social Expenditures 1987-88 (Biaya Pengeluaran Untuk Militer dan Sosial Sedunia 1987-88) menyatakan dengan terus terang: ”Kehidupan semua bangsa dikacaukan oleh perlombaan senjata. Amerika Serikat dan Uni Soviet bersama-sama membelanjakan kira-kira $1,5 milyar sehari untuk pertahanan militer. Namun Amerika Serikat menduduki peringkat kedelapan belas di antara semua bangsa dalam angka kematian bayi, USSR yang keempat puluh enam. Negara-negara yang berkembang membelanjakan hampir empat kali jumlah itu untuk persenjataan maupun untuk perawatan kesehatan rakyat mereka. Meskipun begitu ratusan juta di negara-negara tersebut kelaparan; 20 persen dari anak-anak mereka meninggal sebelum hari lahir mereka yang kelima.”
3 Faktor-faktor lain menambah haluan yang menghancurkan ini—runtuhnya moral dan kesatuan keluarga, kejahatan dan teror yang melanda bumi ini, tidak adanya kasih dan ketaatan pada hukum oleh generasi jaman sekarang. Kita benar-benar dapat berbahagia bahwa Yehuwa bermaksud ”untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi”! (Wahyu 11:18) Dengan rincian yang menggetarkan, buku Wahyu di Alkitab dalam suatu seri dari 16 penglihatan, menggambarkan bagaimana Ia akan melaksanakan ini.
’Malaikat-Malaikat’ dan ”Tanda-Tanda”
4. Bagaimana malaikat-malaikat terlibat dalam buku Wahyu, dan bagaimana penglihatan-penglihatan menggambarkan malaikat yang paling terkemuka?
4 Buku Wahyu memberikan penerangan tentang nubuat Alkitab yang pertama, dalam Kejadian 3:15, dengan memperlihatkan bagaimana permusuhan antara Setan dan organisasi Allah yang bagaikan perempuan, dan antara kedua ”keturunan” mereka, diselesaikan. Buku ini menyingkapkan penghakiman Yehuwa terhadap musuh-musuh-Nya dan mereka yang mengasihi Dia serta mendukung kedaulatan-Nya. Buku Wahyu disampaikan kepada Yohanes ”dengan tanda-tanda” (NW) oleh seorang malaikat. Malaikat-malaikat, atau utusan-utusan lain ambil bagian dalam mengumumkan dan memerankan tanda-tanda tersebut. Malaikat yang paling terkemuka diperkenalkan dalam Wahyu 1:5 sebagai ”Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.” ”Tanda-tanda” atau penglihatan-penglihatan, menggambarkan dia juga sebagai ”singa,” sebagai ”Anak Domba,” sebagai ”Mikhael,” dan beberapa kali sebagai malaikat yang sangat berkuasa.—Wahyu 5:5, 13; 9:1, 11; 10:1; 12:7; 18:1.
5. Apa yang ditonjolkan dalam penglihatan pertama dari buku Wahyu, dan bagaimana hal itu melibatkan kita?
5 Penglihatan pertama dalam Wahyu 1:10–3:22, menonjolkan pesan-pesan menggugah yang disampaikan oleh Yesus yang telah dimuliakan kepada ’malaikat-malaikat’ atau para pengawas dari tujuh sidang di Asia yang menggambarkan seluruh sidang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa seluas dunia pada ”hari Tuhan.” Jadi pesan-pesan itu untuk kita dewasa ini! Kita harus sungguh-sungguh ”mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat,” karena peringatan dan nasihat tersebut adalah untuk menganjurkan kita, agar kita dapat setia—diperkenan karena perbuatan kita dan ’kasih maupun iman, pelayanan maupun ketekunan’ kita.—Wahyu 1:10; 2:7, 10, 19.
6. Bagaimana kita dapat memperoleh manfaat dari tiap pesan yang dikirim ke tujuh sidang jemaat di Asia?
6 Seperti sidang di Efesus, kita mungkin telah bekerja keras dengan loyal dan membenci perbuatan orang-orang murtad yang memecah-belah, namun jika kasih kita sendiri telah meredup dalam hal tertentu, marilah kita kembali dengan penuh kesadaran kepada kasih kita yang mula-mula, dengan semangatnya yang berkobar-kobar! Seperti orang-orang Kristen yang kaya secara rohani di Smirna, marilah kita berjuang tanpa takut untuk memperoleh pahala, membuktikan diri ”setia sampai mati,” jika memang perlu. Seperti mereka yang diuji oleh Setan di Pergamus, kita harus bertobat dari penyembahan berhala, imoralitas, atau perbuatan memecah-belah apapun di masa lampau. Orang-orang Tiatira diminta untuk waspada terhadap godaan serupa, terutama pengaruh seperti Izebel. Kita juga harus waspada! Siapapun yang telah mati secara rohani, seperti orang-orang Kristen di Sardis, harus bangun sebelum terlambat. Pintu dinas terbuka di hadapan kita, seperti juga di hadapan orang-orang Filadelfia dulu; semoga kita mempunyai kekuatan untuk menang pada saat ujian, seperti mereka! Jika ada di antara kita yang telah menjadi suam-suam kuku seperti orang-orang Laodikia, kita harus menyadari ketelanjangan rohani kita dan bertobat. Yesus berdiri mengetuk pintu. Semoga kita semua menyambut dia dan menikmati perjamuan rohani yang terus-menerus berlangsung bersama dia dalam 55.000 sidang-sidang kita di seluruh bola bumi ini!—Wahyu 1:11; 2:7, 10, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22.
Takhta Allah, Sebuah Gulungan, dan Sebuah Pertanyaan
7. Pujian-pujian apa yang dinyanyikan dalam penglihatan kedua, dan bagaimana tanggapan saudara?
7 Dalam penglihatan kedua Yohanes melihat takhta Yehuwa yang mulia di surga. Allah kita yang agung muncul di tengah-tengah semarak yang sangat cemerlang, disertai empat kerub, sekumpulan besar malaikat-malaikat, dan para pemenang Kristen yang telah dibangkitkan. Betapa menggugah jiwa nyanyian pujian mereka: ”Ya Tuhan [Yehuwa, NW] dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan”! Yehuwa memberikan sebuah gulungan kepada Pribadi yang layak membukanya—Singa dari suku Yehuda, Anak Domba yang telah dibantai yang menjadi Penebus kita. Semua makhluk memuji Yehuwa dan Anak Domba.—Wahyu 4:11; 5:2-5, 11-14.
8. Apa yang kita lihat dalam penglihatan ketiga dari buku Wahyu, dan bagaimana hubungannya dengan jaman kita?
8 Sekarang penglihatan ketiga! Anak Domba kemudian membuka ketujuh meterai dari gulungan itu. Apa yang kita lihat? Mula-mula, Yesus yang baru ditakhtakan di surga berderap melangkah menunggang seekor kuda putih, yang menggambarkan peperangan yang adil-benar. Kemudian, penunggang kuda merah-padam melanda bumi dengan peperangan total. Lalu muncul kuda hitam lambang kelaparan, dan setelah itu kuda pucat lambang penyakit sampar, yang penunggangnya dinamakan Maut! Hades mengikutinya, untuk melahap jutaan korban. Semua ini dimulai dengan ”penderitaan” yang memukul umat manusia pada tahun 1914-18 dan yang diingat benar oleh orang-orang tua dari generasi itu yang masih hidup. (Matius 24:3-8) Para penunggang kuda tersebut terus berderap! Dan dengan dibukanya meterai kelima dan keenam, peristiwa-peristiwa bergerak menuju ’hari besar murka Yehuwa dan Anak Domba.’ Pertanyaan diajukan: ”Siapakah yang dapat bertahan?”—Wahyu 6:1-17.
Mereka ”yang Dapat Bertahan”
9. Penyingkapan yang menggetarkan apa terdapat dalam penglihatan keempat?
9 Penglihatan keempat disingkapkan, yang akan memperlihatkan siapa akan selamat pada hari murka Allah dan mengapa. Malaikat-malaikat menahan empat angin kehancuran dari bumi sehingga pemeteraian Israel rohani—ke-144.000—dapat diselesaikan. ”Kemudian dari pada itu,” dalam penglihatan tampak sebuah panorama yang membangkitkan perasaan hormat dan takjub: ”Sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta [Allah] dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: ’Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!’” (Wahyu 7:1-10) Apakah saudara melihat diri saudara dalam gambar ini?
10. (a) Apa yang ditunjukkan oleh perbandingan antara laporan Perjamuan Malam untuk tahun 1935 dan 1987 sehubungan dengan penggenapan penglihatan keempat? (b) Pertanyaan apa sekarang melibatkan kita masing-masing, dan mengapa?
10 Pada tahun 1935, hadirin seluas dunia pada perayaan Peringatan kematian Yesus berjumlah 32.795. Dari mereka, 27.006 ambil bagian dari lambang-lambang sebagai kaum sisa 144.000 yang ada di bumi, yang harapannya di surga. Belakangan pada tahun yang sama, identitas kumpulan besar terlihat dengan jelas. Orang-orang yang lemah-lembut ini, yang mengharapkan hidup kekal di atas bumi firdaus, juga mempraktekkan iman dalam darah Yesus yang dicurahkan; mereka datang kepada Yehuwa dalam pembaktian, menyerahkan diri untuk dibaptis, dan bergairah melayani Allah dengan harapan yang membahagiakan untuk selamat melewati ’kesusahan besar.’ Pada Perjamuan Malam tahun 1987 jumlah hadirin 8.965.221, dan hanya 8.808 yang ambil bagian. Ini menunjukkan bahwa jutaan dewasa ini adalah dari kumpulan besar atau berminat untuk menjadi salah seorang dari mereka. Apakah saudara akan ”dapat bertahan” sebagai salah seorang dari mereka pada ’hari besar murka Yehuwa dan Anak Domba’? Mengambil langkah untuk mencapai tujuan itu akan berarti keselamatan bagi saudara.—Wahyu 6:15-17; 7:14-17.
Menyerukan Penghukuman Allah
11. Penghukuman apa diserukan dalam penglihatan kelima, dan bagaimana ini berkaitan dengan jaman kita?
11 Meterai ketujuh dibuka! Terlihatlah penglihatan kelima dari buku Wahyu. Tujuh malaikat berdiri di hadapan Allah. Mereka diberi tujuh sangkakala, dan dengan itu mereka menyerukan pengumuman-pengumuman yang telah digemakan di seluruh dunia oleh umat Yehuwa sejak 1922. Keempat malaikat pertama mengumumkan penghukuman atas ”sepertiga” dari umat manusia, yang jelas adalah mereka yang hidup dalam Susunan Kristen. ’Sangkakala-sangkakala’ ini memperlihatkan bahwa bagian Susunan Kristen dari ”bumi” (sistem Setan yang kelihatannya permanen) dan ”laut” (masyarakat manusia yang bergolak), maupun ’sungai-sungai dan mata-air mata-airnya’ (doktrin-doktrin dan filsafat Susunan Kristen) serta benda-benda di langitnya yang menjadi gelap (kaum pendeta, yang tidak memiliki terang rohani), semuanya menjadi sasaran murka Allah. Seekor ”burung nazar [”elang,” NW]” yang terbang, yang menggambarkan malaikat, kemudian muncul di tengah-tengah langit, mengumumkan bahwa ketiga tiupan sangkakala yang masih akan datang akan berarti ’celaka, celaka, celaka bagi mereka yang diam di atas bumi.’—Wahyu 8:1-13.
12. Siapa membuka jurang maut, dan bagaimana pada jaman modern sekawanan ’belalang’ menyengat kaum pendeta?
12 Maka malaikat kelima meniup sangkakalanya. Lihat! ”Sebuah bintang”—Tuhan Yesus—membuka jurang maut yang berasap, dan sekawanan belalang berduyun-duyun ke luar. Mencolok sekali, ini menggambarkan Yesus membebaskan saksi-saksi Allah yang terurap dari keadaan tidak aktif pada tahun 1919. Dengan wewenang ilahi, mereka menghancurkan padang-padang rumput kaum pendeta, menelanjangi ajaran-ajaran palsu dan kemunafikan mereka ”lima bulan lamanya”—masa hidup yang normal dari seekor belalang. Ini meneguhkan bahwa generasi belalang-belalang jaman modern ”tidak akan berlalu” sebelum Yehuwa dan Kristus selesai menghakimi bangsa-bangsa. Kawanan belalang sudah menyampaikan kepada orang-orang ribuan juta publikasi berdasarkan Alkitab, yang berisi berita-berita penghakiman yang berapi-api yang menyengat bagaikan ekor kalajengking. Yohanes memberi komentar: ”Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.”—Wahyu 9:1-12; Matius 24:34; 25:31-33.
13. (a) Siapakah yang digambarkan oleh empat malaikat yang dibebaskan dari daerah sekitar Sungai Efrat, dan pekerjaan apa yang harus mereka lakukan? (b) Siapakah berlaksa-laksa pasukan berkuda itu, dan bagaimana wewenang mereka terdapat ”di dalam mulutnya dan di dalam ekornya”?
13 Sangkakala keenam terdengar, memperkenalkan ”celaka” yang kedua. Empat malaikat dibebaskan dari daerah sekitar Sungai Efrat, yang dengan tepat menggambarkan pembebasan saksi-saksi Allah yang terurap pada tahun 1919 dari penawanan Babel. Mereka telah dipersiapkan untuk ”membunuh sepertiga dari umat manusia,” mengumumkan bahwa kaum pendeta Susunan Kristen sudah mati dari sudut pandangan Yehuwa. Namun bantuan dibutuhkan untuk meluaskan pekerjaan kesaksian ini, dan Yehuwa menyediakan ini dengan mendatangkan sekumpulan besar rekan-rekan sekerja. Saksi-saksi yang terurap dan para pembantu tersebut maju bersama bagaikan pasukan berkuda yang tidak terhitung, ”dua puluh ribu laksa” banyaknya. Wewenang mereka ”terdapat di dalam mulutnya” dalam hal mereka mengucapkan berita-berita penghukuman Yehuwa di rumah-rumah orang, dan ”di dalam ekornya” dalam hal mereka meninggalkan bacaan-bacaan Alkitab yang memberitakan hari pembalasan-Nya yang mendekat dengan cepat.—Wahyu 9:13-21; Kisah 20:20, 21.
14. (a) Siapakah ’malaikat yang kuat’ dalam penglihatan keenam, dan apa yang ia lakukan dan katakan? (b) Apa yang dinyatakan oleh gulungan kecil itu yang terasa ”manis seperti madu” namun ’terasa pahit di dalam perut’?
14 Sekarang penglihatan keenam disingkapkan. Kita melihat seorang ’malaikat yang kuat,’ yang adalah Tuhan Yesus dalam peranan khusus. Ada sebuah gulungan kecil dalam tangannya. Suara-suara dan gemuruh terdengar, dan kemudian malaikat itu bersumpah demi Pencipta Agung kita: ”Tidak akan ada penundaan lagi! Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia [suci, NW] Allah.” Yohanes diminta untuk mengambil gulungan kecil itu dan memakannya. Dalam mulutnya ini terasa ”manis seperti madu,” sama seperti berita Kerajaan, dengan janji berkat-berkat dari ’langit baru dan bumi baru,’ yang sangat lezat bagi golongan Yohanes yang terurap dan rekan-rekannya dewasa ini. Namun, bertentangan dengan itu, tugas untuk memberitakan hari pembalasan Allah ”kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja” sulit diterima oleh beberapa orang. Tetapi, teguhkan hatimu! Kuatlah dalam iman bahwa Yehuwa akan memberikan kekuatan yang dibutuhkan seraya saudara memberitakan hari pembalasan-Nya.—Wahyu 10:1-11; 21:1, 4; 1 Yohanes 5:4; Yesaya 40:29-31; 61:1, 2.
Sangkakala Ketujuh dan Celaka Ketiga
15. (a) Apa yang terjadi ketika celaka ketiga diumumkan dan malaikat ketujuh meniup sangkakalanya? (b) Dalam hal apa pemberitaan Kerajaan suatu celaka?
15 Setelah menubuatkan upaya musuh pada tahun 1918 untuk ”membunuh” saksi-saksi Allah, dan setelah menggambarkan betapa dengan luar biasa ”roh kehidupan dari Allah” menghidupkan mereka kembali pada tahun 1919 untuk memberikan kesaksian seluas dunia, Yohanes menulis: ”Celaka yang kedua sudah lewat lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.” Bagaimana? Catatan itu melanjutkan: ”Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya.” Jadi celaka ketiga dikaitkan dengan ditiupnya sangkakala terakhir. Dan dengarkan! ”Terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: ’Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita [Yehuwa, NW] dan Dia yang diurapiNya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.’” Inilah Kerajaan Allah di tangan Kristus Yesus, yang bersama ke-144.000 rekan pewaris menggenapi rahasia suci Allah, membenarkan kedaulatan kekal Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa. Apakah pemberitaan Kerajaan ini suatu celaka? Bagi orang-orang jahat, ya! Karena ditunjukkan bagaimana Allah akan ”membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.”—Wahyu 11:1-19.
16. Penyingkapan-penyingkapan yang dramatis apa terdapat dalam penglihatan ketujuh?
16 Penglihatan ketujuh sekarang terlihat! Lihat, di sana, organisasi surgawi Allah yang patuh, ”perempuan”-Nya. Ia sedang mengandung dan menderita sakit akan melahirkan anak yang sudah lama ditunggu. Untuk pertama kali—tetapi bukan terakhir kali—dalam buku Wahyu, seekor naga merah-padam, ”si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia,” muncul, siap untuk menelan sang anak pada waktu lahir. ”Permusuhan” yang telah dinubuatkan ”antara [ular] dan perempuan” bergerak menuju penyelesaian terakhir! Perempuan itu melahirkan ”seorang Anak laki-laki,” yang segera dibawa ke takhta Allah.—Wahyu 12:1-6, 9; Kejadian 3:15; Daniel 2:44; 7:13, 14.
17. (a) Siapakah Mikhael, dan bagaimana ia hidup sesuai dengan namanya sejak 1914? (b) Bedakan antara ’tiga celaka’ dan ’celaka bagi bumi’ dari Wahyu 12:12.
17 Ini adalah Kerajaan yang bagaikan anak laki-laki, yang didirikan di surga pada tahun 1914 yang bersejarah. Rajanya, Yesus Kristus, juga disebut Mikhael, yang berarti ”Siapa Seperti Allah?” Ia menjawab pertanyaan itu tanpa menunda dengan berperang melawan Setan dan mencampakkan naga tua beserta hantu-hantunya ke bumi. Sejak 1914, ’celakalah bumi dan laut karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.’ Jadi celaka ini, yang terlihat dalam keadaan umat manusia yang menyedihkan dewasa ini, tidak boleh dikacaukan dengan ’tiga celaka’ yang Yehuwa timpakan atas orang-orang jahat pada waktu menghukum mereka.—Wahyu 12:7-12.
18. (a) Celaka apa yang Setan si Iblis coba lancarkan atas hamba-hamba Yehuwa yang loyal sebelum dan selama Perang Dunia II? (b) Si Iblis masih bertekad untuk melakukan apa, dan apa yang akan disingkapkan oleh penglihatan-penglihatan yang masih ada?
18 Si Iblis telah berupaya untuk juga membuat celaka atas hamba-hamba Yehuwa yang loyal di bumi. Sebelum dan selama Perang Dunia II, ia memuntahkan banjir penindasan dalam upaya untuk menenggelamkan pekerjaan ”kaum sisa” (NW) dari organisasi Allah yang seperti perempuan—mereka dari 144.000 yang masih melayani di tengah-tengah umat manusia. Yehuwa mengatur agar bumi, sistem Setan sendiri, menelan banjir itu. Tetapi, Setan yang marah masih bertekad untuk berperang melawan Saksi-Saksi Yehuwa. (Wahyu 12:13-17) Bagaimana hasil akhirnya? Sembilan penglihatan masih akan terlihat, dan ini akan memberitahu kita!—Habakuk 2:3.
-
-
Pesan-Pesan Malaikat bagi Zaman KitaMenara Pengawal—1988 (Seri 55) | Menara Pengawal—1988 (Seri 55)
-
-
[Kotak di hlm. 22]
PASAL-PASAL DAN AYAT-AYAT DARI TIAP PENGLIHATAN:
□ PENGLIHATAN KE-1 1:10–3:22
□ PENGLIHATAN KE-2 4:1–5:14
□ PENGLIHATAN KE-3 6:1-17
□ PENGLIHATAN KE-4 7:1-17
□ PENGLIHATAN KE-5 8:1–9:21
□ PENGLIHATAN KE-6 10:1–11:19
□ PENGLIHATAN KE-7 12:1-17
□ PENGLIHATAN KE-8 13:1-18
□ PENGLIHATAN KE-9 14:1-20
□ PENGLIHATAN KE-10 15:1–16:21
□ PENGLIHATAN KE-11 17:1-18
□ PENGLIHATAN KE-12 18:1–19:10
□ PENGLIHATAN KE-13 19:11-21
□ PENGLIHATAN KE-14 20:1-10
□ PENGLIHATAN KE-15 20:11–21:8
□ PENGLIHATAN KE-16 21:9–22:5
-
-
Pesan-Pesan Malaikat bagi Zaman KitaMenara Pengawal—1988 (Seri 55) | Menara Pengawal—1988 (Seri 55)
-
-
[Kotak/Gambar di hlm. 23-26]
KE-16 PENGLIHATAN DALAM BUKU WAHYU—BEBERAPA POKOK PENTING
1 Yesus, di tengah-tengah tujuh kaki dian lambang sidang-sidang jemaat, mengirimkan pesan-pesan yang pengasih melalui tujuh bintang, yaitu para pengawas yang terurap
2 Di hadapan takhta Yehuwa di surga Anak Domba yang berkemenangan menerima gulungan berisi berita-berita penghukuman
3 Kristus Yesus melangkah menuju kemenangan, seraya para penunggang kuda lain menimpa umat manusia dengan bencana dan hari murka Allah mendekat
4 Seraya malaikat-malaikat menahan kesusahan besar, pengumpulan ke-144.000 dan kumpulan besar diselesaikan
5 Para malaikat menyerukan berita penghukuman, dan Saksi-Saksi Yehuwa berbondong-bondong ke luar bagaikan belalang dalam menelanjangi agama palsu
6 Pada waktu sangkakala ketujuh ditiup, ’saksi-saksi’ Allah dihidupkan kembali untuk mengumumkan akan datangnya Kerajaan dari Yehuwa dan Kristus-Nya
7 Setelah kelahiran Kerajaan pada tahun 1914, Kristus mencampakkan Setan dan hantu-hantunya ke bumi
8 Dua binatang buas muncul, dan binatang politik kedua meniupkan kehidupan ke dalam patung binatang pertama, gabungan PBB
9 Mereka dari umat manusia yang ’takut akan Allah dan memuliakan Dia’ dituai untuk hidup kekal, yang lain-lain untuk dibinasakan
10 Pencurahan tujuh cawan murka Allah mencapai puncaknya dalam pelaksanaan penghukuman atas semua yang digerakkan oleh ”udara” (Bode) Setan yang telah tercemar
11 Pelacur besar, agama palsu, digulingkan dari ”binatang” politik, yang kemudian membinasakan dia
12 Setelah kehancuran Babel Besar, persiapan diselesaikan untuk perkawinan Anak Domba dan pengantin perempuannya, ke-144.000
13 Setelah kematian pelacur besar, Yesus memimpin bala tentara surgawi untuk membinasakan sisa dari sistem Setan di bumi
14 Dilemparnya Setan ke dalam jurang maut membuka jalan bagi Pemerintahan Seribu Tahun dari Kristus dan pengantin perempuannya, ke-144.000
15 Di bawah ’langit baru’ dari Kristus Yesus dan pengantin perempuannya, masyarakat ’dunia baru’ umat manusia akan menikmati berkat-berkat yang tidak terhitung dari Yehuwa
16 Persediaan Allah untuk menyembuhkan dan kehidupan bagi umat manusia mengalir melalui Yerusalem Baru yang gemilang
-
-
”Takutlah akan Allah dan Muliakanlah Dia”Menara Pengawal—1988 (Seri 55) | Menara Pengawal—1988 (Seri 55)
-
-
”Takutlah akan Allah dan Muliakanlah Dia”
”Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia.”—WAHYU 14:7.
1. Siapa yang harus kita takuti, dan apa yang tidak perlu kita takuti?
SIAPAKAH YANG HARUS KITA TAKUTI? Pasti bukan naga merah-padam, Setan, dan gerombolan hantunya! Kristus Yesus mencampakkan mereka dari surga setelah kelahiran Kerajaan pada tahun 1914. Namun penglihatan-penglihatan dari Apocalypse selanjutnya menyingkapkan organisasi yang Setan gunakan di bumi ini dalam upayanya yang terakhir untuk menggagalkan maksud-tujuan Allah. Yang paling utama dalam penggambaran ini ialah dua binatang buas yang ganas dan seorang pelacur yang mabuk—Babel Besar. Apakah kita harus takut kepada mereka? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kita harus takut kepada Yehuwa dan Kristus-Nya, yang Kerajaan-Nya sekarang telah membawa dunia Setan yang bejat kepada penghakimannya yang terakhir.—Amsal 1:7; Matius 10:28; Wahyu 12:9-12.
Binatang-Binatang yang Suka Menghujat
2. Binatang buas apa muncul dalam penglihatan kedelapan, dan apa yang digambarkannya?
2 Pada waktu penglihatan kedelapan dari buku Wahyu disingkapkan, seekor binatang buas naik dari lautan umat manusia yang bergolak. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk dengan sepuluh mahkota, yang mengartikan wewenang sebagai raja yang diterimanya dari Setan. Binatang itu menghujat Yehuwa, menganiaya hamba-hamba-Nya seperti yang dilakukan seekor macan tutul, beruang, atau singa; namun wewenangnya hanya sementara, karena berasal dari sang naga, Setan, yang dengannya ia sangat mirip. Sebelum itu nabi Daniel telah menggambarkan pemerintahan-pemerintahan politik di bumi sebagai binatang-binatang, dan pemerintahan-pemerintahan itu sendiri sering memilih binatang-binatang buas sebagai lambang nasional mereka, seperti misalnya singa dari Inggris dan burung rajawali dari Amerika. (Daniel 8:5-8, 20-22) Tetapi, sekarang, kita melihat seekor binatang majemuk, yang mencakup semua kuasa politik dalam sejarah Alkitab yang telah begitu sering menindas hamba-hamba sejati Allah di bumi. ’Kepala-kepala’ yang terkemuka di antaranya ialah Mesir, Asyur, Babel, Media-Persia, Yunani, Roma, dan yang terakhir Kuasa Dunia Kembar Anglo-Amerika.—Wahyu 13:1, 2; 12:3, 7-9.
3. (a) Bagaimana salah satu kepala binatang buas itu mendapat ”pukulan pedang”? (b) Bagaimana binatang buas bertanduk dua menjadi pelopor dalam membuat patung dari binatang buas pertama (c) Apa nama binatang buas pertama dan arti nama itu?
3 Selama perang dunia pada tahun 1914-18, Britania Raya, sebagai kuasa dunia ketujuh, mendapat ”luka yang membahayakan hidupnya [”pukulan pedang,” NW].” Namun Amerika Serikat datang menolong. Sejak itu, Amerika dan Inggris bekerja sama sebagai kuasa dunia kembar, yang Yohanes gambarkan selanjutnya sebagai binatang buas dengan dua tanduk, yang keluar dari masyarakat manusia yang telah lama berdiri, ”bumi.” Binatang bertanduk dua ini menjadi pelopor dalam membuat sebuah patung dari binatang buas pertama dan menghembuskan kehidupan ke dalamnya, yang menggambarkan bagaimana Kuasa Dunia Anglo-Amerika menjadi sponsor utama dan pemberi kehidupan dari Liga Bangsa Bangsa maupun penggantinya, Perserikatan Bangsa Bangsa. Binatang buas pertama mempunyai sebuah nama berupa angka, yakni 666. Enam adalah angka tidak sempurna—kurang dari angka 7 yang mengartikan kesempurnaan menurut Alkitab—sehingga enam yang dinyatakan tiga kali menyatakan ketidaksempurnaan yang menyedihkan dari para penguasa manusia dewasa ini. Meskipun Saksi-Saksi Yehuwa menghormati pemerintah dan menjadi teladan dalam mentaati undang-undang negeri tempat tinggal mereka, mereka dengan berani menolak untuk menyembah ”binatang buas” (NW) itu atau patungnya.—Wahyu 13:3-18; Roma 13:1-7.
Takut kepada Allah—Mengapa?
4. (a) Siapa yang terlihat berdiri di atas Bukit Sion surgawi, dan siapa yang digambarkan oleh 24 tua-tua di hadapan takhta Allah? (b) Apa beda antara ”nyanyian baru” yang dinyanyikan oleh kaum terurap dan ”nyanyian baru” yang dinyanyikan oleh kumpulan besar?
4 Untuk sementara, cukup dengan binatang-binatang tersebut! Sebagai pertentangan yang menyegarkan, penglihatan kesembilan memusatkan perhatian kepada Anak Domba. Ia berdiri di Bukit Sion, dengan ke-144.000 yang telah dibelinya sebagai buah-buah pertama dari antara umat manusia. Walaupun di antara mereka ada yang masih melayani di bumi, dalam arti rohani seluruh 144.000 ”sudah datang ke Bukit Sion, ke . . . Yerusalem sorgawi.” (Ibrani 12:22) Dengan tepat, ke-24 tua-tua juga terlihat di sini di hadapan takhta Allah, karena mereka menggambarkan kelompok terurap yang sama dari sudut yang berbeda—seolah-olah sudah dibangkitkan dan dinobatkan sebagai raja dan imam. Ke-144.000 itu menyanyikan ”suatu nyanyian baru.” Ini berasal dari pengalaman mereka yang unik dalam hal telah dibeli dari bumi untuk menjadi waris-waris Kerajaan. Kumpulan besar juga ’menyanyikan nyanyian baru bagi [Yehuwa],’ namun ini berbeda dalam hal mereka bernyanyi dengan harapan untuk memperoleh hidup kekal dalam wilayah Kerajaan itu di bumi.—Wahyu 7:9; 14:1-5; Mazmur 96:1-10; Matius 25:31-34.
5. (a) Berita apa yang diumumkan oleh malaikat yang terbang di tengah-tengah langit, dan mengapa ini berita yang kekal? (b) Perintah apa yang dikeluarkan oleh malaikat dengan suara nyaring, dan mengapa hal itu begitu tepat?
5 Penglihatan itu sekarang meluas. Yohanes melihat malaikat lain terbang di tengah-tengah langit. Dan betapa menggembirakan kabar baik yang harus ia beritakan! Ini adalah kabar baik yang kekal, karena ini berarti hidup kekal bagi mereka dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan umat yang mentaati Allah pada saat penghakiman-Nya. Bertentangan dengan binatang-binatang yang mengerikan yang baru saja Yohanes gambarkan, mengapa Allah yang menakjubkan ini tidak akan disembah, ya, dipuja? Dialah Pribadi yang menciptakan langit dan bumi. Dialah Sumber segala sesuatu yang ada, yang hidup dan yang mati. Maka, ada alasan kuat bagi malaikat itu untuk memberikan perintah dengan nada yang sangat kuat: ”TAKUTLAH AKAN ALLAH DAN MULIAKANLAH DIA”! Suara malaikat ini terdengar di seluruh bumi, dan Saksi-Saksi Yehuwa menggemakan undangannya yang menggugah kepada seluruh umat manusia dalam kira-kira 200 bahasa.—Wahyu 14:6, 7; Yesaya 45:11, 12, 18.
Kejatuhan Babel Besar
6. Berita yang mengejutkan apa diumumkan oleh malaikat lain?
6 Seorang malaikat lain muncul. Benar-benar mengejutkan berita yang ia umumkan: ”Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu [”Babel Besar,” NW], yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.” (Wahyu 14:8) Siapakah Babel Besar, sehingga ia dapat bahkan menggoda bangsa-bangsa dan memabukkan mereka?
7. Apa gerangan Babel Besar, dan bagaimana itu berkembang?
7 Babel purba adalah sumber agama palsu, yang meluas ke seluruh bumi untuk menjadi imperium dunia yang bersifat hantu, yang dengan tepat dinamakan ”Babel Besar.” Pada waktunya, Roma menjadi terkemuka dalam imperium agama itu, karena di bawah Roma-lah Kekristenan yang murtad berkembang. Roma tetap menjadi pusat sedunia dari agama yang bersifat Babel. Ini nyata sekali pada tahun 1986 ketika para pemimpin agama dunia menyambut seruan paus dari Roma dengan berkumpul bersamanya di Assisi, dekat Roma, untuk berdoa demi kepentingan Tahun Perdamaian Internasional yang diproklamasikan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.
8. (a) Bagaimana Babel Besar mengalami kejatuhan yang hebat, dan sejak kapan ini nyata? (b) Apa yang memperlihatkan bahwa doa para pemimpin agama untuk perdamaian tidak terjawab?
8 Tetapi, Babel Besar telah mengalami kejatuhan yang hebat! Sejak 1919 hal ini nyata dalam makin berkurangnya dukungan untuk agama palsu seluas dunia. Komunisme yang ateis sekarang menguasai bagian-bagian yang luas di dunia. Kaum muda dewasa ini diajarkan evolusi, yang bertentangan dengan Firman Allah. Di bagian Eropa yang Protestan hanya sedikit orang yang masih mengunjungi gereja, dan paus yang terus mengadakan perjalanan berjuang untuk tetap mempersatukan imperium Katoliknya. Doa-doa kepada aneka ragam allah dari agama-agama dunia jelas tidak terjawab. Ruth L. Sivard melaporkan: ”Dua puluh dua peperangan sedang berlangsung pada tahun 1987, lebih banyak daripada dalam tahun manapun sebelumnya dalam sejarah yang tercatat. Jumlah seluruh korban yang mati dalam perang-perang tersebut sejauh ini sedikitnya 2.200.000—dan meningkat dengan cepat.”a Betapa sia-sia pertemuan doa di Assisi itu! Meskipun demikian paus menandai peringatan dari pertemuan itu pada tahun 1987 dengan menerbitkan sebuah medali dengan gambarnya pada satu sisi dan lambang pertemuan doa itu pada sisi lainnya. Mereka terus ’mengatakan: ”Damai Sejahtera! Damai Sejahtera!” tetapi tidak ada damai sejahtera.’—Yeremia 6:14.
Pelacuran Babel Disingkapkan
9. Kaum pendeta Babel Besar mendapat nama buruk untuk haluan yang imoral apa?
9 Wahyu 14:8 memperlihatkan bahwa Babel Besar adalah seorang pelacur. Kaum pendetanya telah mendapat nama buruk untuk haluan mereka yang imoral. Para penginjil TV telah melucuti kawanan mereka dari jumlah ratusan juta dollar, seraya pada waktu yang sama mereka tanpa malu melakukan imoralitas secara terang-terangan. Keimaman Katolik juga sangat diragukan, seperti ditunjukkan oleh laporan berikut dalam The Beacon Journal dari Filadelfia, Pennsylvania, tanggal 3 Januari 1988: ”Ratusan anak yang dianiaya oleh imam-imam Katolik di Amerika Serikat selama lima tahun terakhir menderita trauma emosi yang hebat, kata para orangtua, para ahli ilmu jiwa, para petugas polisi dan pengacara-pengacara yang terlibat dalam kasus-kasus itu.” Imoralitas seks telah menghitamkan reputasi banyak pendeta Babel Besar.
10. (a) Dalam Wahyu 18:3, apa yang dinyatakan oleh ’perbuatan cabul’ Babel Besar? (b) Seperti ditunjukkan dalam Wahyu 18:24, mengapa kaum pendeta Babel Besar ikut memikul hutang darah yang besar?
10 Tetapi, ”anggur hawa nafsu cabulnya,” khusus memaksudkan agama-agama palsu berkencan dengan para penguasa, mendukung kampanye-kampanye politik dan perang-perang mereka, dan memaksa orang-orang untuk menyembah bagian yang nasionalistis dari binatang buas. Para politikus sering mendapati agama sebagai mitra yang berguna dalam mencapai tujuan mereka, seperti dapat terlihat dalam perjanjian resmi yang dibuat Hitler dengan Vatikan pada tahun 1933 dan Perang Sipil Spanyol tahun 1936-39. Selama Perang Dunia II kaum pendeta agama Katolik, Protestan, Budha, dan agama-agama lain di kedua pihak bertindak seolah-olah telah dimabukkan oleh semangat yang nasionalistis dari peperangan. Mereka ikut menanggung hutang darah yang besar untuk puluhan juta tentara dan penduduk sipil yang tewas dalam peperangan sejak 1914. Kaum pendeta yang mendukung kaum Fasis dan Nazi juga menanggung hutang darah karena Saksi-Saksi Yehuwa, dan orang-orang lain, yang dihukum mati atau meninggal dalam kamp-kamp konsentrasi.—Yeremia 2:34; Wahyu 18:3, 24.
11. (a) Orang-orang Kristen terurap dan kumpulan besar menolak untuk menyembah apa? (b) Harapan yang menakjubkan apa memberikan alasan kuat untuk takut akan Allah dan memuliakan Dia?
11 Selama 74 tahun belakangan ini, orang-orang Kristen terurap yang loyal, bersama kumpulan besar yang makin bertambah jumlahnya, terus TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA. Kita telah dengan teguh menolak untuk menyembah bagian nasionalistis manapun dari binatang buas. Kita menolak untuk mengagungkan patung binatang itu—Liga Bangsa Bangsa dan PBB—karena kita menyadari bahwa hanya ’pemerintahan Tuhan kita [Yehuwa] dan Dia yang diurapi-Nya’ yang dapat mendatangkan perdamaian dan keamanan sejati. Kita telah bertekad untuk mentaati ”perintah Allah dan iman kepada Yesus.” Ketekunan itu telah diberkati! Orang-orang Kristen terurap yang ”mati dalam Tuhan” telah dianggap berbahagia, karena ”segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Berkenaan setiap orang dari kumpulan besar yang mungkin meninggal di bawah penganiayaan, karena penyakit, atau karena kecelakaan, persahabatan yang telah mereka pupuk dengan Allah menjamin adanya kebangkitan awal bagi mereka dalam masyarakat ’bumi baru.’ Harapan-harapan yang menakjubkan ini benar-benar memberikan alasan yang kuat untuk TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA.—Wahyu 11:15, 17; 12:10; 14:9-13; 21:1.
12. Dua penuaian apa yang berlangsung dan bilamana?
12 Seraya penghakiman terus berlangsung, para malaikat mengadakan dua penuaian. Penuai pertama jelas adalah Yesus, yang sudah ditakhtakan dalam kemuliaan Kerajaan sejak 1914, karena ia duduk di atas awan putih, ditakhtakan, dan ”seperti Anak Manusia.” Sekarang, pada hari Tuhan, ia menuai bumi, pertama-tama sisa dari orang-orang Kristen terurap dan kemudian jutaan orang dari kumpulan besar. (Bandingkan Matius 25:31-34; Yohanes 15:1, 5, 16.) Bertentangan dengan itu, penuaian kedua ialah atas ”pohon anggur di bumi,” yang dilemparkan ke dalam ”kilangan besar, yaitu murka Allah.” Ini adalah hukuman yang dilaksanakan di Har-Magedon, pada waktu masyarakat manusia yang jahat, kacau, dicabut dan buahnya yang beracun dihancurkan hingga lumat. Semoga Yehuwa dimuliakan dalam membersihkan bumi dari pokok anggur beracun ini!—Wahyu 14:14-20; 16:14, 16.
”[Yehuwa] . . . Adil dan Benar”
13. (a) Dalam penglihatan kesepuluh, nyanyian apa dinyanyikan oleh kaum terurap yang telah dibangkitkan, dan bagaimana kata-katanya? (b) Bagaimana penghakiman Allah yang adil jelas dinyatakan dalam penglihatan ini?
13 Dalam penglihatan kesepuluh dari buku Wahyu, kita sekali lagi melihat peristiwa-peristiwa di surga di hadapan takhta Allah. Betapa besar sukacita di depan hadirat-Nya! Kaum terurap yang telah dibangkitkan—yang keluar sebagai pemenang karena TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA—menyanyikan ’nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba’: ”Besar dan ajaib segala pekerjaanMu, ya Tuhan [Yehuwa, ”NW”], Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalanMu, ya Raja segala bangsa [”yang kekal,” NW]! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan [Yehuwa, ”NW”], dan yang tidak memuliakan namaMu? Sebab Engkau saja yang kudus [”loyal,” NW]; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakimanMu.” Penghakiman Allah memang benar dan adil, seperti dengan begitu jelas dinyatakan dalam seluruh penglihatan ini! Para malaikat mencurahkan tujuh cawan murka Allah, yang menyebabkan semua bangsa dikumpulkan ke Har–Magedon, dan diberikannya peringatan bahwa ’Babel Besar diingat oleh Allah’! Benar-benar tepat pada waktunya seruan untuk TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA.—Wahyu 15:1–16:21.
14. Dalam penglihatan 11 dan 12, peranan utama apa dimainkan oleh Babel Besar, dan mengapa sudah larut waktunya untuk meninggalkan dia?
14 Babel Besar muncul kembali untuk disebut kan berulang kali dalam buku Wahyu. Kita melihat dia lagi sebagai tokoh kunci dalam penglihatan 11 dan 12. Ia ”duduk di tempat yang banyak airnya, menguasai orang-orang dan membuat mereka mabuk dengan doktrin-doktrin dustanya yang beracun. Dia sendiri mabuk dengan ”darah orang-orang kudus,” yang telah ia bunuh dalam penganiayaan, dan ia berhutang darah sehubungan dengan ”semua orang, yang dibunuh di bumi,” karena hasutannya untuk berperang dan pengkhianatannya. Persekutuan dagangnya dengan bisnis besar dan perbuatannya memeras uang orang-orang menghasilkan banyak kekayaan yang tidak halal. Yang paling dicela ialah petualangan cintanya dengan unsur politik, bahkan sampai perebutan kedudukan tinggi dalam menunggang binatang perdamaian dan keamanan—PBB. Tetapi tanduk-tanduk binatang itu yang berkekuatan militer akan mencabik-cabik dan membinasakan dia. Sudah tiba waktunya bagi Semua yang TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA untuk meninggalkan dia, ”sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.”—Wahyu 17:1–18:24.
15. Kebinasaan pelacur besar mendatangkan nyanyian pujian apa dan diikuti oleh peristiwa bahagia lain apalagi?
15 Maka penghukuman atas Babel Besar akan datang sebagai penghakiman yang adil dari Yehuwa. Menghargai hal ini, seruan-seruan ”Haleluya” terdengar, di surga dan kemudian di bumi, yang menyatakan bahwa keselamatan, kemuliaan, dan kuasa datang dari Yehuwa. Paduan suara ’pujilah Yah, hai kamu semua!’ menyatakan sukacita besar, atas kebinasaan kekal dari pelacur besar. Kehancurannya benar-benar bertentangan dengan peristiwa yang paling bahagia di surga—perkawinan Anak Domba, Yesus Kristus, dan dengan pengantin perempuannya, ke-144.000 para pemenang yang setia! Nyanyian pujian yang menggemuruh diserukan bagi ”Tuhan [Yehuwa, NW], Allah kita, Yang Mahakuasa,” ya, ”marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya telah siap sedia”!—Wahyu 19:1-10.
16. Menurut penglihatan 13, sengketa apa akhirnya akan diselesaikan, dan bagaimana?
16 Tetapi, sebelum perkawinan surgawi itu berlangsung, penglihatan 13 memperlihatkan bagaimana sengketa yang menyangkut kedaulatan Yehuwa diselesaikan. Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan-Nya, Yesus, yang disertai rombongan besar malaikat, ”menghakimi dan berperang dengan adil,” menginjak-injak kilangan anggur kegeraman murka Allah Yang Mahakuasa. Semua bagian dari sistem Setan di bumi yang masih tersisa dihancurkan sampai berkeping-keping, dilumatkan! (Wahyu 19:11-21) Seraya kita melihat kemenangan yang mendekat dengan cepat itu melalui penglihatan-penglihatan buku Wahyu, pasti kita mempunyai alasan yang kuat untuk TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA!
Memuliakan Allah untuk Selama-lamanya
17. Apa yang disingkapkan oleh penglihatan 14 dan 15 mengenai hasil yang membahagiakan bagi semua yang takut akan Allah dan memuliakan Dia?
17 Penglihatan 14 dan 15 dari buku Wahyu menyingkapkan hasil yang membahagiakan bagi semua yang TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA. Dengan dimasukkannya Setan dan hantu-hantunya ke dalam jurang maut selama seribu tahun, perkawinan surgawi dari Anak Domba dan pengantin perempuannya berlangsung, dan 144.001 raja dan imam ini memerintah untuk seribu tahun seraya mereka mengangkat umat manusia kepada kesempurnaan. Setelah ujian terakhir, mereka yang terus TAKUT AKAN ALLAH DAN MEMULIAKAN DIA akan menang dan diperkenan untuk hidup kekal. Mereka akan termasuk bermilyar-milyar orang mati yang telah dibangkitkan, ”besar dan kecil,” yang terbukti layak ditulis namanya dalam kitab kehidupan. ’Langit baru dan bumi baru’ akan mendatangkan berkat-berkat yang tidak terhitung atas umat manusia, berkat-berkat yang terjamin, karena sebagai Pencipta dari ’segala sesuatu yang baru,’ Yehuwa menyatakan: ”Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”—Wahyu 20:1–21:8.
18. Menurut penglihatan 16, apa puncak dari buku Wahyu?
18 Penglihatan 16 memperlihatkan klimaks dari buku Wahyu. Apa gerangan itu? Ini adalah penglihatan tentang sebuah kota. Kota ini, Yerusalem Baru, jauh berbeda dari kota manapun yang pernah dibangun oleh manusia di bumi ini—sangat jauh berbeda dari Babel Besar, kota yang kemurtadan, moral yang najis, dan pelacuran politiknya telah sangat mencela Allah. Kota suci ini murni, bersih, berharga. Inilah pengantin perempuan Anak Domba, pasangan pembantunya dalam menyalurkan hidup kekal kepada dunia umat manusia. (Yohanes 3:16) Tidak mengherankan bahwa seruan terdengar dengan nyaring dan jelas, untuk keluar dari kota tiruan, Babel Besar!—Wahyu 18:4; 21:9–22:5.
19. (a) Undangan apa diulurkan melalui golongan pengantin perempuan, dan bagaimana sambutan orang-orang yang lemah-lembut? (b) Tanggapan kita yang positif kepada perintah ”takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia” akan menghasilkan apa?
19 Melalui golongan pengantin perempuan roh Yehuwa yang dinamis menyalurkan undangan yang mendesak: ”Marilah!” Ya, kalian semua yang lemah-lembut yang mendambakan hidup kekal dalam firdaus seluas dunia, datanglah kepada ”sungai air kehidupan,” untuk menerima semua persediaan Yehuwa melalui Kristus dan pengantin perempuannya guna mendapatkan hidup kekal! Benar-benar suatu prospek yang menakjubkan—kehidupan manusia dalam kesempurnaan di atas bumi firdaus! Ini akan menjadi pahala bagi banyak orang yang memberikan jawaban positif kepada perintah: ”TAKUTLAH AKAN ALLAH DAN MULIAKANLAH DIA”!—Wahyu 22:6-21.
[Catatan Kaki]
a World Military and Social Expenditures 1987-88.
-