-
Apa yang Harus Segera TerjadiWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 3
Apa yang Harus Segera Terjadi
1. Bagaimana saudara dapat luput dari pelaksanaan penghukuman Allah atas dunia ini?
SAUDARA seharusnya sangat prihatin dengan peristiwa-peristiwa dunia dewasa ini. Mengapa demikian? Karena dunia ini tidak dapat luput dari pelaksanaan penghukuman Allah. Tetapi saudara dapat. Saudara dapat luput dengan tidak menjadi ’bagian dari dunia’ yang telah ditentukan untuk binasa. Ini tidak berarti harus hidup terkungkung seperti biarawan. Melainkan menikmati kehidupan yang baik dan penuh arti seraya saudara memisahkan diri dari kebejatan politik, dari perdagangan yang tamak, dan dari agama yang mencela Allah, maupun juga dari kekerasan dan tingkah laku yang imoral. Pada waktu yang sama, saudara harus mengikuti standar-standar tingkah laku yang tinggi dari Allah dan berusaha melakukan kehendakNya. (Yohanes 17:14-16; Zefanya 2:2, 3; Wahyu 21:8) Buku Wahyu dalam Alkitab memperlihatkan betapa penting agar saudara berusaha keras dalam hal-hal ini, membuat perubahan-perubahan yang perlu dalam jalan hidup saudara.
2. Bagaimana rasul Yohanes memulai nubuat agung dari buku Wahyu, dan kepada siapa Allah memberikan berita yang penting ini?
2 Rasul Yohanes memulai nubuat yang agung ini dengan kata-kata: ”Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi.” (Wahyu 1:1a) Jadi Yesus Kristus yang telah dibangkitkan inilah yang menerima berita penting tersebut dari Allah. Yesus sama sekali bukan bagian dari Tritunggal yang mistik, tetapi di ayat ini ia diperlihatkan tunduk kepada Bapanya. Dengan cara yang sama, ’hamba-hamba’ yang membentuk sidang Kristen tunduk kepada Yesus Kristus, sehingga mereka ’[terus, NW] mengikutiNya ke mana saja Ia pergi.’ (Wahyu 14:4; Efesus 5:24) Tetapi dewasa ini siapakah ’hamba-hamba’ Allah yang sejati, dan bagaimana buku Wahyu bermanfaat bagi mereka?
3. (a) Siapakah ’hamba-hamba’ yang tunduk kepada Yesus Kristus? (b) Pekerjaan apa yang dilakukan oleh ’hamba-hamba’ ini di bawah bimbingan para malaikat?
3 Rasul Yohanes, yang menulis buku Wahyu, menggambarkan dirinya sebagai hamba sedemikian. Ia adalah rasul terakhir yang masih hidup dan salah seorang dari kelompok ’hamba-hamba’ pilihan yang diurapi dengan roh yang mewarisi kehidupan tidak berkematian di surga. Dewasa ini, hanya beberapa ribu dari orang-orang tersebut yang masih ada di bumi. Allah juga mempunyai hamba-hamba lain, suatu kumpulan besar dari mereka, pria, wanita, dan anak-anak, yang sekarang berjumlah sampai jutaan. Di bawah bimbingan malaikat, mereka ikut ambil bagian bersama ’hamba-hamba’ yang terurap dalam memberitakan Injil yang kekal kepada seluruh umat manusia. Semua ’hamba-hamba’ ini benar-benar bekerja dengan sekuat tenaga untuk membantu orang-orang yang lemah lembut di bumi mendapatkan keselamatan! (Matius 24:14; Wahyu 7:9, 14; 14:6) Wahyu menunjukkan apa yang harus saudara lakukan untuk mendapatkan manfaat dari Injil yang membahagiakan ini.
4. (a) Karena sudah hampir 1.900 tahun yang lalu Yohanes menulis buku Wahyu, bagaimana ia dapat berbicara tentang ”apa yang harus segera terjadi”? (b) Apa yang sekarang ditunjukkan oleh bukti tentang perkara-perkara yang telah dinubuatkan?
4 Tetapi, bagaimana Yohanes dapat mengatakan bahwa kepada ’hamba-hamba’ ini akan ditunjukkan ”apa yang harus segera terjadi”? Bukankah kata-kata itu diucapkan hampir 1.900 tahun yang lalu? Dari sudut pandangan Yehuwa, yang bagi Dia seribu tahun hanya ”seperti hari kemarin,” 1.900 tahun adalah waktu yang singkat bila dibandingkan dengan waktu tak terhitung lamanya yang Ia gunakan dalam menciptakan dan mempersiapkan bumi untuk didiami manusia. (Mazmur 90:4) Rasul Paulus menulis tentang apa yang ia sendiri ’sangat rindukan dan harapkan,’ karena bagi dia perwujudan dari pahalanya pasti sudah di ambang pintu. (Filipi 1:20) Tetapi, dewasa ini, ada banyak sekali bukti bahwa semua perkara yang telah dinubuatkan akan terjadi tepat menurut jadwal. Tidak pernah sebelumnya dalam sejarah, keselamatan umat manusia dipertaruhkan. Hanya Allah saja yang mempunyai jalan keluarnya!—Yesaya 45:21.
Saluran Komunikasi
5. Bagaimana Wahyu disampaikan kepada rasul Yohanes dan kemudian kepada sidang-sidang?
5 Wahyu 1:1b, 2 selanjutnya berbunyi: ”Dan oleh malaikatNya yang diutusNya [Yesus], Ia telah menyatakannya [Wahyu] [dengan tanda-tanda, ”NW”] kepada hambaNya Yohanes. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.” Jadi, Yohanes menerima catatan yang terilham melalui utusan yang adalah malaikat. Ia menulisnya dalam sebuah gulungan, dan menyampaikannya kepada sidang-sidang pada jamannya. Untung bagi kita, Allah telah memeliharanya untuk menganjurkan hampir 100.000 sidang dari hamba-hambaNya yang bersatu-padu di bumi dewasa ini.
6. Bagaimana Yesus memperkenalkan saluran yang akan ia gunakan untuk menyediakan makanan rohani bagi ’hamba-hamba’nya dewasa ini?
6 Allah mempunyai saluran untuk menyampaikan Wahyu pada jaman Yohanes, dan Yohanes adalah bagian dari saluran itu di bumi. Demikian pula, Allah mempunyai saluran untuk memberikan makanan rohani kepada hamba-hambaNya dewasa ini. Dalam nubuat Yesus yang penting mengenai kesudahan dunia, ia memperkenalkan saluran ini sebagai ”hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya.” (Matius 24:3, 45-47) Ia menggunakan golongan Yohanes ini untuk menyingkapkan makna dari nubuat itu.
7. (a) Bagaimana tanda-tanda yang terdapat di Wahyu seharusnya mempengaruhi kita? (b) Untuk berapa lama beberapa dari golongan Yohanes telah ikut ambil bagian dalam penggenapan atas penglihatan-penglihatan dari Wahyu?
7 Rasul Yohanes menulis bahwa Yesus menyatakan Wahyu ”dengan tanda-tanda,” atau lambang-lambang. Tanda-tanda ini hidup dan menggetarkan untuk dipelajari. Lambang-lambang itu menggambarkan kegiatan yang dinamis dan seharusnya hal itu mendorong kita kepada kegiatan-kegiatan yang bergairah dalam memberitahukan nubuat serta maknanya kepada orang-orang lain. Wahyu mempersembahkan kepada kita sejumlah penglihatan yang menggetarkan, dan di dalam masing-masing penglihatan Yohanes ambil bagian, secara aktif atau sebagai pengamat. Mereka dari golongan Yohanes, beberapa dari antaranya telah ambil bagian selama lebih dari 70 tahun dalam penggenapan dari penglihatan-penglihatan ini, merasa bahagia bahwa roh Allah telah menyingkapkan maknanya sehingga mereka dapat menjelaskan itu kepada orang-orang lain.
8. (a) Apa yang berbeda dari setiap penglihatan dalam buku Wahyu? (b) Bagaimana nubuat Daniel membantu kita mengerti identitas dari binatang-binatang di Wahyu?
8 Penglihatan-penglihatan dalam Wahyu ini tidak dikemukakan dalam urutan kronologis. Masing-masing mempunyai jangka waktu penggenapannya sendiri. Banyak dari penglihatan-penglihatan itu mencerminkan kata-kata dari nubuat-nubuat sebelumnya yang memuat petunjuk-petunjuk untuk penafsirannya. Misalnya, nubuat Daniel menggambarkan empat ekor binatang yang mengerikan, yang menjelaskan bahwa ini menggambarkan kuasa-kuasa yang memerintah di bumi. Jadi, kita dibantu untuk mengerti bahwa binatang-binatang dari Wahyu menggambarkan perwujudan-perwujudan politik, termasuk yang terdapat sekarang.—Daniel 7:1-8, 17; Wahyu 13:2, 11-13; 17:3.
9. (a) Seperti Yohanes, sikap apa telah diperlihatkan oleh golongan Yohanes? (b) Bagaimana Yohanes memperlihatkan kepada kita cara untuk menjadi bahagia?
9 Yohanes setia dalam memberi kesaksian tentang berita yang Allah berikan kepadanya melalui Yesus Kristus. Ia menggambarkan secara terinci ”segala sesuatu yang telah dilihatnya.” Golongan Yohanes dengan sungguh-sungguh mencari bimbingan dari Allah dan Yesus Kristus agar dapat mengerti nubuat ini sepenuhnya dan memberitahukan pokok-pokoknya yang bagus kepada umat Allah. Demi kefaedahan sidang yang terurap (dan juga kumpulan besar internasional yang akan Allah selamatkan melewati sengsara besar), Yohanes menulis: ”Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini dan menuruti apa yang ada di dalamnya, sebab waktunya [yang telah ditentukan, ”NW”] sudah dekat.”—Wahyu 1:3.
10. Apa yang harus kita lakukan sehubungan dengan buku Wahyu untuk mencapai kebahagiaan?
10 Saudara akan mendapat banyak manfaat dengan membaca buku Wahyu dan terlebih lagi dengan mentaati hal-hal yang ditulis di dalamnya. Yohanes menjelaskan dalam salah satu suratnya: ”Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:3, 4) Saudara benar-benar dapat berbahagia sekali dengan membangun iman sedemikian!
11. (a) Mengapa mendesak agar kita mentaati kata-kata nubuat itu? (b) Waktu apa yang sekarang pasti sangat dekat sekali?
11 Mendesak sekali agar kita mentaati kata-kata nubuat itu, ”sebab waktunya yang telah ditentukan sudah dekat.” Waktu yang telah ditentukan untuk apa? Untuk menggenapi nubuat-nubuat dari buku Wahyu, termasuk penghukuman Allah. Waktunya sudah dekat bagi Allah dan Yesus Kristus untuk melaksanakan penghukuman terakhir atas sistem dunia Setan. Ketika Yesus berada di bumi, ia mengatakan bahwa hanya Bapanya yang mengetahui ”hari atau saat itu.” Memandang ke depan pada kesusahan-kesusahan yang telah berlipat ganda di bumi sejak Perang Dunia I dan seterusnya, Yesus juga mengatakan: ”Angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” Jadi waktu yang ditentukan untuk melaksanakan penghukuman Allah yang mengerikan pasti sudah sangat dekat sekali. (Markus 13:8, 30-32) Seperti dikatakan Habakuk 2:3: ”Penglihatan itu masih menanti saatnya [yang telah ditentukan, NW], tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” Keselamatan kita melewati sengsara besar bergantung pada ketaatan kita kepada Firman nubuat Allah.—Matius 24:20-22.
-
-
Yesus Datang Dengan AnjuranWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 4
Yesus Datang Dengan Anjuran
1. Kepada siapa Yohanes sekarang menulis, dan siapa dewasa ini seharusnya mendapati pesannya sangat menarik minat?
APA yang kemudian menyusul seharusnya sangat menarik minat setiap orang yang bergabung dengan sidang-sidang dari umat Allah jaman sekarang. Berikut ini ada serangkaian pesan. Pesan-pesan ini mempunyai penerapan khusus manakala ”waktunya yang telah ditentukan” sudah dekat. (Wahyu 1:3) Demi kefaedahan kita yang kekal kita harus mengindahkan pengumuman-pengumuman itu. Catatan berbunyi, ”Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus.”—Wahyu 1:4, 5a.
2. (a) Apa arti angka ’tujuh’? (b) Pada hari Tuhan, pesan yang ditujukan kepada ”ketujuh jemaat” berlaku untuk siapa?
2 Di sini Yohanes menulis kepada ”ketujuh jemaat,” dan mereka nanti akan disebutkan untuk kita dalam nubuat. Angka itu, ’tujuh,’ sering diulangi dalam buku Wahyu. Ini mengartikan kelengkapan, terutama sehubungan dengan perkara-perkara Allah dan sidangNya yang terurap. Karena jumlah sidang-sidang dari umat Allah di seluruh dunia telah meningkat menjadi puluhan ribu selama hari Tuhan, kita dapat yakin bahwa apa yang terutama dikatakan kepada ”ketujuh jemaat” dari kaum terurap, juga berlaku bagi seluruh umat Allah dewasa ini. (Wahyu 1:10) Ya, Yohanes mempunyai berita penting bagi semua sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa dan semua yang bergabung dengannya, di mana-mana di atas bumi ini.
3. (a) Dalam salam Yohanes, ”kasih karunia dan damai sejahtera” berasal dari mana? (b) Ungkapan apa dari rasul Paulus sama dengan salam Yohanes?
3 ”Kasih karunia dan damai sejahtera”—betapa hal-hal ini dirindukan dan terutama bila kita menghargai sumbernya! ”Dia,” sumber dari perkara-perkara itu ialah Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa sendiri, ”Raja yang kekal,” yang hidup ”dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.” (1 Timotius 1:17, Bode; Mazmur 90:2) Termasuk pula di sini, ”ketujuh roh,” istilah yang menunjukkan pekerjaan yang sempurna dari tenaga aktif atau roh suci Allah, seraya ia memberikan pengertian dan berkat kepada semua yang memperhatikan nubuat tersebut. Yang juga memegang peranan kunci ialah ”Yesus Kristus,” mengenai siapa Yohanes belakangan menulis: ”[Ia] penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14) Jadi, salam Yohanes memuat hal yang sama yang disebutkan rasul Paulus ketika ia menutup suratnya yang kedua kepada sidang Korintus: ”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13) Semoga kata-kata tersebut juga berlaku bagi kita semua yang mengasihi kebenaran dewasa ini!—Mazmur 119:97.
”Saksi yang Setia”
4. Bagaimana Yohanes selanjutnya menggambarkan Yesus Kristus, dan mengapa istilah-istilah lambang ini begitu cocok?
4 Setelah Yehuwa, Yesus adalah pribadi yang paling mulia di alam semesta, seperti diakui oleh Yohanes, yang menggambarkannya sebagai ”Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.” (Wahyu 1:5b) Seperti bulan di langit, ia telah ditetapkan dengan teguh sebagai Saksi terbesar dari Keilahian Yehuwa. (Mazmur 89:38) Setelah ia memelihara integritas sampai mati sebagai korban, ia menjadi pribadi pertama dari antara umat manusia yang dibangkitkan kepada kehidupan roh yang tidak berkematian. (Kolose 1:18) Sekarang di hadirat Yehuwa, ia ditinggikan jauh di atas semua raja-raja di bumi, dengan mendapat ”segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18; Mazmur 89:28; 1 Timotius 6:15) Pada tahun 1914 ia dinobatkan sebagai Raja untuk memerintah di antara bangsa-bangsa di bumi.—Mazmur 2:6-9.
5. (a) Bagaimana Yohanes selanjutnya menyatakan penghargaan untuk Tuhan Yesus Kristus? (b) Siapa mendapat manfaat dari karunia Yesus berupa kehidupan manusianya yang sempurna, dan bagaimana orang-orang Kristen yang terurap ambil bagian dalam suatu berkat istimewa?
5 Yohanes selanjutnya menyatakan penghargaan terhadap Tuhan Yesus Kristus dengan kata-kata yang bersemangat ini: ”Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya—dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya,—bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” (Wahyu 1:5c, 6) Yesus memberikan kehidupan manusianya yang sempurna agar mereka dari dunia umat manusia yang mempraktekkan iman dalam dia, dapat dipulihkan kepada kehidupan yang sempurna. Saudara, pembaca yang kami kasihi, bisa termasuk di dalamnya! (Yohanes 3:16) Tetapi kematian Yesus sebagai korban membuka jalan untuk suatu berkat istimewa bagi mereka yang menjadi orang-orang Kristen terurap seperti Yohanes. Mereka telah dinyatakan benar atas dasar korban tebusan Yesus. Dengan melepaskan semua harapan kehidupan di bumi, seperti yang Yesus lakukan, mereka dari kawanan kecil telah dilahirkan oleh roh Allah, dengan harapan dibangkitkan untuk melayani sebagai raja dan imam bersama Yesus Kristus dalam Kerajaannya. (Lukas 12:32; Roma 8:18; 1 Petrus 2:5; Wahyu 20:6) Benar-benar suatu hak istimewa yang mulia! Tidak heran Yohanes dengan begitu yakin berseru bahwa kemuliaan dan kekuasaan adalah bagi Yesus!
”Datang Dengan Awan-Awan”
6. (a) Apa yang Yohanes umumkan tentang ’kedatangan’ Yesus ”dengan awan-awan,” dan tentang nubuat Yesus yang mana Yohanes mungkin telah diingatkan? (b) Bagaimana Yesus ”datang,” dan siapa akan mengalami kesedihan yang besar di atas bumi?
6 Selanjutnya, Yohanes dengan penuh kegembiraan mengumumkan, ”Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” (Wahyu 1:7) Pasti Yohanes di sini diingatkan kepada nubuat Yesus sebelumnya mengenai kesudahan sistem ini. Ketika itu Yesus menyatakan, ”Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya.” (Matius 24:3, 30) Jadi, Yesus ”datang” dengan memalingkan perhatiannya kepada pelaksanaan penghukuman Yehuwa atas bangsa-bangsa. Hal ini akan menghasilkan perubahan-perubahan yang penting di bumi, dan karena ”semua bangsa di bumi” telah mengabaikan perwujudan dari kedudukan Yesus sebagai raja, mereka benar-benar akan mengalami ”kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.”—Wahyu 19:11-21; Mazmur 2:2, 3, 8, 9.
7. Bagaimana ”setiap mata,” termasuk dari orang-orang yang tidak taat, akan ”melihat” Yesus?
7 Pada malam terakhir dari Yesus bersama murid-muridnya, ia memberitahu mereka: ”Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi.” (Yohanes 14:19) Maka, bagaimanakah ”setiap mata akan melihat Dia”? Kita hendaknya tidak berharap bahwa musuh-musuh Yesus akan melihat dia dengan mata jasmani, karena rasul Paulus mengatakan, setelah Yesus naik ke surga, bahwa Yesus sekarang ”bersemayam dalam terang yang tak terhampiri,” dan ’seorangpun tak pernah melihat dia dan dapat melihat dia.’ (1 Timotius 6:16) Jelas, Yohanes memaksudkan ”melihat” dalam arti ”mengerti,” sama seperti kita dapat melihat, atau mengerti sifat-sifat Allah yang tidak kelihatan melalui karya ciptaanNya. (Roma 1:20) Yesus ”datang dengan awan-awan” dalam arti ia tidak akan kelihatan oleh mata telanjang sama seperti matahari tidak dapat kelihatan bila berada di balik awan-awan. Meskipun tersembunyi di balik awan-awan pada siang hari, kita tahu matahari ada karena terang yang mengelilingi kita. Demikian pula, meskipun Tuhan Yesus tidak kelihatan, ia akan dinyatakan seperti ’api yang bernyala-nyala, pada waktu Ia mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mentaati Injil tentang Dia.’ Mereka juga akan dipaksa untuk ”melihat Dia.”—2 Tesalonika 1:6-8; 2:8.
8. (a) Siapakah ”mereka yang telah menikam Dia” pada tahun 33 M., dan siapakah orang-orang sedemikian dewasa ini? (b) Karena Yesus tidak ada lagi di atas bumi ini, bagaimana orang-orang dapat ”menikam Dia”?
8 Yesus juga akan ’kelihatan’ oleh ”mereka yang telah menikam Dia.” Siapa gerangan orang-orang ini? Ketika Yesus dihukum mati pada tahun 33 M., prajurit-prajurit Roma secara aksara telah menikam dia. Kesalahan dari pembunuhan itu ikut dipikul orang-orang Yahudi, karena Petrus mengatakan kepada beberapa di antara mereka pada hari Pentakosta: ”Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan [”pakukan pada tiang,” NW] itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kisah 2:5-11, 36; bandingkan Zakharia 12:10; Yohanes 19:37.) Orang-orang Roma dan Yahudi itu sekarang sudah mati selama hampir 2.000 tahun. Jadi mereka yang ”menikam Dia” dewasa ini pasti adalah bangsa-bangsa dan orang-orang yang memperlihatkan sikap benci serupa yang diperlihatkan ketika Yesus dipakukan pada tiang. Yesus tidak ada lagi di atas bumi ini. Tetapi bila para penentang dengan aktif mengejar Saksi-Saksi Yehuwa, yang memberi kesaksian tentang Yesus, atau dengan pasif menyetujui perlakuan sedemikian, halnya seolah-olah para penentang itu ”menikam” Yesus sendiri.—Matius 25:33, 41-46.
”Alfa dan Omega”
9. (a) Siapa yang sekarang berbicara, dan berapa kali dalam buku Wahyu Ia berbuat demikian? (b) Pada waktu Yehuwa menyebut diriNya ”Alfa dan Omega” dan ”Yang Mahakuasa,” apa artinya ini?
9 Sekarang, ajaib sekali! Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa sendiri berbicara. Betapa cocok hal ini sebagai pendahuluan dari penglihatan-penglihatan yang akan disingkapkan, karena Dialah Pengajar kita yang Agung dan Sumber tertinggi dari Wahyu! (Yesaya 30:20) Allah kita menyatakan: ”Aku adalah Alfa dan Omega, . . . yang ada dan yang sudah dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8) Inilah kali pertama dari tiga kali dalam buku Wahyu ketika Yehuwa sendiri berbicara dari surga. (Lihat juga Wahyu 21:5-8; 22:12-15.) Orang-orang Kristen abad pertama akan segera mengenali alfa dan omega sebagai huruf pertama dan huruf terakhir dari abjad Yunani. Dengan menyebutkan Dirinya menggunakan dua huruf itu, Yehuwa menegaskan bahwa sebelum Dia, tidak ada Allah yang mahakuasa, dan tidak akan ada setelah Dia. Ia akan membawa sengketa Keilahian kepada akhir yang sukses, untuk kekal selamanya. Untuk selama-lamanya Ia akan dibenarkan sebagai satu-satunya Allah yang mahakuasa, Penguasa Tertinggi atas semua ciptaanNya.—Bandingkan Yesaya 46:10; 55:10, 11.
10. (a) Bagaimana Yohanes kemudian menggambarkan dirinya sendiri, dan di mana ia ditahan? (b) Gulungan yang ditulis oleh Yohanes pasti telah disampaikan kepada sidang-sidang karena bantuan siapa? (c) Bagaimana makanan rohani sering disediakan dewasa ini?
10 Dengan keyakinan bahwa Yehuwa akan mengatur hasil akhir dari perkara-perkara, Yohanes memberitahu sesama hamba-hamba: ”Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.” (Wahyu 1:9) Sementara Yohanes yang sudah tua ditahan dalam pembuangan di Pulau Patmos demi kabar baik, bertekun dalam penderitaan bersama saudara-saudaranya, berharap dengan teguh untuk mendapat bagian dalam Kerajaan yang akan datang, ia mendapat penglihatan yang pertama dari buku Wahyu. Ia pasti sangat dianjurkan oleh penglihatan-penglihatan ini, sama seperti golongan Yohanes dewasa ini dibangkitkan semangatnya dengan melihat penggenapannya. Kita tidak tahu bagaimana Yohanes menyampaikan gulungan Wahyu kepada sidang-sidang, karena ia dipenjarakan pada waktu itu. (Wahyu 1:11; 22:18, 19) Malaikat-malaikat Yehuwa pasti membantu mengurus hal ini, sama seperti mereka telah begitu sering melindungi Saksi-Saksi yang setia dari Yehuwa yang melayani di bawah larangan dan pembatasan dewasa ini, sehingga Saksi-Saksi ini dapat meneruskan makanan rohani yang tepat pada waktunya kepada saudara-saudara mereka yang haus akan kebenaran.—Mazmur 34:7, 8.
11. Hak istimewa apa yang serupa dengan yang dihargai oleh Yohanes, sangat dihargai oleh golongan Yohanes dewasa ini?
11 Betapa sangat dalamnya penghargaan Yohanes atas hak istimewa untuk digunakan Yehuwa sebagai saluran komunikasiNya bagi sidang-sidang! Demikian pula, golongan Yohanes jaman sekarang sangat menghargai hak istimewanya untuk menyediakan ”makanan” rohani ”pada waktunya” bagi rumah tangga Allah. (Matius 24:45) Semoga saudara salah seorang dari mereka yang dikuatkan oleh persediaan rohani ini untuk dapat mencapai cita-cita yang mulia, yaitu hidup yang kekal!—Amsal 3:13-18; Yohanes 17:3.
-
-
Yohanes Melihat Yesus yang Telah DimuliakanWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 5
Yohanes Melihat Yesus yang Telah Dimuliakan
Penglihatan 1—Wahyu 1:10–3:22
Pokok: Yesus memeriksa Israel rohani di bumi dan memberikan anjuran yang hangat
Masa penggenapannya: Corak ini dari hari Tuhan berlangsung dari 1914 sampai anggota terakhir dari kaum terurap yang setia mati dan dibangkitkan
1. Bagaimana penglihatan pertama diungkapkan, dan bagaimana Yohanes menunjukkan waktu dari penerapannya yang sesungguhnya?
PENGLIHATAN pertama dalam buku Wahyu dimulai dengan pasal 1, ayat 10. Penglihatan ini, seperti penglihatan-penglihatan lain dalam Wahyu, diantarkan dengan pernyataan bahwa Yohanes mendengar atau melihat sesuatu yang luar biasa. (Wahyu 1:10, 12; 4:1; 6:1) Penglihatan pertama ini diberikan dalam suasana abad pertama dan pada waktu itu pesan-pesan ditujukan kepada tujuh sidang jemaat yang sejaman dengan Yohanes. Tetapi Yohanes menyatakan masa penerapannya yang sesungguhnya ketika ia mengatakan: ”Melalui ilham aku berada pada hari Tuhan.” (Wahyu 1:10a, ”NW”) Bilamanakah ”hari Tuhan” ini? Apakah peristiwa-peristiwa dramatis pada abad kedua puluh yang penuh gejolak ini ada hubungannya dengan itu? Jika demikian, kita seharusnya memperhatikan baik-baik nubuat itu, sebagai sesuatu yang mempengaruhi kehidupan kita sendiri—bahkan keselamatan kita.—1 Tesalonika 5:20, 21.
Pada Hari Tuhan
2. Bilamana hari Tuhan mulai, dan kapan ini berakhir?
2 Menurut kata-kata itu, pada jangka waktu manakah penggenapan Wahyu itu berlaku? Ya, apa gerangan hari Tuhan itu? Rasul Paulus menyebutnya sebagai masa pengadilan dan penggenapan dari janji-janji ilahi. (1 Korintus 1:8; 2 Korintus 1:14; Filipi 1:6, 10; 2:16) Dengan kedatangan ”hari” itu, maksud-tujuan Yehuwa yang mulia bergerak secara progresif dan berkemenangan menuju klimaksnya. ”Hari” itu mulai dengan ditakhtakannya Yesus sebagai Raja surgawi. Bahkan setelah Yesus melaksanakan hukuman atas dunia Setan, hari Tuhan berlangsung terus, dengan dipulihkannya Firdaus dan disempurnakannya umat manusia, sampai Yesus akhirnya ”menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa.”—1 Korintus 15:24-26; Wahyu 6:1, 2.
3. (a) Bagaimana nubuat Daniel tentang ”tujuh masa” membantu kita mengerti kapan hari Tuhan mulai? (b) Peristiwa-peristiwa apa di bumi meneguhkan tahun 1914 sebagai permulaan dari hari Tuhan?
3 Penggenapan dari nubuat-nubuat Alkitab lain membantu kita untuk memahami bilakah hari Tuhan itu mulai. Misalnya, Daniel menggambarkan digulingkannya pemerintahan dalam garis keturunan Raja Daud; setelah ”tujuh masa” akan diketahui ”bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya.” (Daniel 4:23, 24, 31, 32) Penggenapan utama dari nubuat itu mulai ketika kerajaan Yehuda dihancurkan, yang menurut bukti Alkitab terjadi pada bulan Oktober tahun 607 S.M. Wahyu 12:6, 14 memperlihatkan bahwa 3 1/2 masa sama dengan 1.260 hari; jadi, tujuh masa (dua kali jumlah itu) pasti 2.520 hari. Dengan menghitung ”satu hari untuk satu tahun” kita mendapat 2.520 tahun sebagai jangka waktu dari ”tujuh masa” itu. (Yehezkiel 4:6) Maka, Kristus Yesus mulai memerintah di surga pada bagian akhir dari tahun 1914. Pecahnya perang dunia pertama pada tahun itu menandai ”permulaan penderitaan” yang terus merongrong umat manusia. Sejak 1914, betapa dengan sangat luar biasa peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam dunia yang dinodai darah ini meneguhkan bahwa tahun itu adalah awal dari ”hari” kehadiran Yesus!—Matius 24:3-14.a
4. (a) Apa yang ditunjukkan oleh kata-kata dalam buku Wahyu itu sendiri tentang waktu penggenapan dari penglihatan yang pertama? (b) Bilamana penggenapan dari penglihatan pertama itu berakhir?
4 Jadi, penglihatan pertama ini dan nasihat yang terdapat di dalamnya adalah untuk hari Tuhan, dari tahun 1914 seterusnya. Penetapan waktu ini didukung oleh kenyataan bahwa, belakangan dalam buku Wahyu, catatan menggambarkan pelaksanaan penghakiman yang benar dan suci dari Allah—dalam kejadian-kejadian tersebut Tuhan Yesus memainkan peranan yang mencolok. (Wahyu 11:18; 16:15; 17:1; 19:2, 11) Jika penggenapan dari penglihatan pertama ini mulai pada tahun 1914, bilamana ia akan berakhir? Seperti diperlihatkan oleh pesan-pesan itu sendiri, organisasi yang dituju adalah sidang jemaat Allah dari kaum terurap di bumi. Maka, penggenapan dari penglihatan pertama ini akan berakhir pada waktu anggota terakhir yang setia dari sidang yang terurap itu mati dan dibangkitkan kepada kehidupan surgawi. Meskipun demikian, Hari Tuhan, dengan berkat-berkat bagi domba-domba lain di bumi terus berlangsung sampai akhir Pemerintahan Milenium Yesus Kristus.—Yohanes 10:16; Wahyu 20:4, 5.
5. (a) Apa yang diperintahkan oleh suatu suara kepada Yohanes? (b) Mengapa tempat dari ”ketujuh jemaat” itu mudah dicapai untuk mengirim sebuah gulungan kepada mereka?
5 Dalam penglihatan pertama ini, sebelum Yohanes melihat apa-apa ia mendengar sesuatu: ”Dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: ’Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.” (Wahyu 1:10b, 11) Dengan penuh kuasa dan komando seperti bunyi sangkakala, suatu suara menyuruh Yohanes menulis kepada ”tujuh jemaat.” Ia akan menerima serentetan pesan dan ia harus memberitahukan perkara-perkara yang akan ia lihat dan dengar. Perhatikan bahwa sidang-sidang yang disebutkan di sini benar-benar ada pada jaman Yohanes. Semuanya terletak di Asia Kecil, tepat di seberang laut dari Patmos. Tempat-tempat itu mudah dicapai satu sama lain melalui jalan-jalan Roma yang bagus yang terdapat di daerah itu. Seorang utusan tidak akan mendapat kesulitan untuk membawa gulungan itu dari satu sidang ke sidang berikut. Ketujuh sidang ini serupa dengan bagian sebuah wilayah dari Saksi-Saksi Yehuwa pada jaman modern.
6. (a) Apa yang dimaksud dengan ”apa yang . . . terjadi sekarang”? (b) Mengapa kita dapat merasa pasti bahwa keadaan-keadaan di sidang orang-orang Kristen terurap dewasa ini pasti sama dengan keadaan sidang pada jaman Yohanes?
6 Kebanyakan dari nubuat-nubuat dalam Wahyu akan digenapi setelah jaman Yohanes. Disebutkan tentang ”apa yang . . . akan terjadi sesudah ini.” Tetapi nasihat kepada ketujuh sidang itu adalah mengenai ”apa yang . . . terjadi sekarang,” keadaan-keadaan yang benar-benar terdapat dalam ketujuh sidang pada waktu itu. Pesan-pesan tersebut merupakan bantuan yang berharga bagi para penatua yang terlantik dan setia dalam ketujuh sidang itu, maupun di semua sidang lain dari orang-orang Kristen terurap pada waktu itu.b Karena penglihatan itu mempunyai penerapan utama pada hari Tuhan, apa yang Yesus katakan merupakan peringatan bahwa keadaan-keadaan yang sama dapat diharapkan akan terdapat dalam sidang dari orang-orang Kristen terurap pada jaman kita sendiri.—Wahyu 1:10, 19.
7. Siapa yang Yohanes lihat dalam penglihatan pertama ini, dan mengapa ini begitu penting dan menggetarkan bagi kita dewasa ini?
7 Dalam penglihatan yang pertama ini, Yohanes melihat Tuhan Yesus Kristus yang bercahaya dalam kemuliaan surgawiNya. Adakah sesuatu yang lebih tepat lagi untuk sebuah buku yang berisi nubuat-nubuat mengenai hari besar dari Tuhan yang ditugaskan oleh surga. Dan adakah sesuatu yang lebih penting bagi kita, yang sekarang hidup pada jangka waktu itu selain memberi perhatian yang saksama kepada setiap perintahnya. Selain itu, betapa menggetarkan bagi para pendukung kedaulatan Yehuwa untuk diyakinkan bahwa Benih, Mesias itu, yang telah bertekun dalam semua ujian dan pengejaran yang ditimpakan oleh Setan dan telah menderita kematian yang menyakitkan ketika ’tumit’-Nya diremukkan hampir 2.000 tahun yang lalu, sekarang hidup di surga, diberikan kekuasaan untuk membawa maksud-tujuan yang agung dari Allah kepada penyelesaiannya yang berkemenangan!—Kejadian 3:15.
8. Yesus sekarang siap untuk mengambil tindakan apa?
8 Nyatalah bahwa Yesus sekarang siap bertindak sebagai Raja yang telah ditakhtakan. Ia telah dilantik sebagai Pelaksana Utama dari Penghukuman Yehuwa untuk melaksanakan penghukuman terakhir dari Yehuwa terhadap sistem tua yang jahat ini dan ilahnya yang keji, Setan. Ia juga siap mengadili orang-orang dari sidangnya dari kaum terurap dan kumpulan besar rekan-rekan mereka, maupun untuk menghakimi dunia ini.—Wahyu 7:4, 9; Kisah 17:31.
9. (a) Bagaimana Yohanes menggambarkan Yesus Kristus yang telah dimuliakan di tengah-tengah ketujuh kaki dian emas? (b) Apa yang ditunjukkan oleh suasana seperti dalam bait dan jubah yang Yesus kenakan? (c) Apa yang diartikan oleh ikat pinggang emasnya?
9 Yohanes berpaling ke arah bunyi suara yang nyaring itu, dan inilah yang ia lihat: ”Aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.” (Wahyu 1:12) Belakangan, Yohanes mengetahui apa yang dilambangkan oleh ketujuh kaki dian ini. Namun pribadi yang ada di tengah-tengah kaki-kaki dian itulah yang menarik perhatiannya. ”Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.” (Wahyu 1:13) Yesus, ”Anak Manusia” itu, di sini menampakkan diri sebagai tokoh yang agung, bercahaya, di hadapan saksi yang terpukau, Yohanes. Ia muncul dalam kemuliaan gilang-gemilang di tengah-tengah tujuh kaki dian emas yang bernyala. Pemandangan yang seperti dalam bait ini mengesankan pada diri Yohanes kenyataan bahwa Yesus hadir dalam peranan sebagai Imam Besar yang agung dari Yehuwa, dengan kuasa untuk mengadili. (Ibrani 4:14; 7:21-25) Jubahnya yang panjang dan mengesankan, cocok dengan jabatannya sebagai imam. Seperti imam besar Yahudi pada jaman purba, ia mengenakan sebuah ikat pinggang—ikat pinggang emas melilit dadanya yang menutupi jantung. Ini mengartikan bahwa dengan sepenuh hati ia akan melaksanakan tugas ilahi yang ia terima dari Allah Yehuwa.—Keluaran 28:8, 30; Ibrani 8:1, 2.
10. (a) Apa yang dinyatakan oleh rambut Yesus yang putih metah dan mata yang menyala-nyala? (b) Apa arti dari kaki Yesus yang berkilau seperti tembaga?
10 Penjelasan Yohanes selanjutnya berbunyi: ”Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api.” (Wahyu 1:14) Rambutnya yang putih bersih menunjukkan hikmat yang diperoleh karena panjang umurnya. (Bandingkan Amsal 16:31.) Dan matanya yang bernyala-nyala memperlihatkan bahwa ia cerdas, waspada, seraya ia menyelidik, menguji, atau menyatakan murkanya. Bahkan kaki Yesus menarik perhatian Yohanes: ”Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah.” (Wahyu 1:15) Dalam penglihatan itu, kaki Yesus bagaikan tembaga, berkilau, cemerlang—memang tepat bagi seseorang yang berjalan dengan bergairah dan mempunyai kedudukan yang baik di hadirat Allah Yehuwa. Selain itu, dalam Alkitab perkara-perkara ilahi sering digambarkan oleh emas, sedangkan perkara-perkara yang manusiawi kadang-kadang digambarkan oleh tembaga.c Jadi kaki Yesus yang berkilau bagaikan tembaga yang bagus mengingatkan kita betapa ’indah’ kakinya pada waktu ia berjalan di bumi memberitakan kabar baik.—Yesaya 52:7; Roma 10:15.
11. (a) Kaki Yesus yang bercahaya mengingatkan kita akan hal apa? (b) Apa yang ditunjukkan oleh kenyataan bahwa suara Yesus ”bagaikan desau air bah”?
11 Memang, sebagai manusia sempurna, Yesus memiliki kemilau yang jelas kelihatan oleh para malaikat dan manusia. (Yohanes 1:14) Kakinya yang bercahaya juga mengingatkan kita bahwa ia berjalan di atas tanah yang kudus dalam organisasi Yehuwa, yang di dalamnya ia menjabat sebagai Imam Besar. (Bandingkan Keluaran 3:5.) Selanjutnya, suaranya mengguntur seperti bunyi air terjun raksasa. Sangat mengesankan, dahsyat, cocok bagi seseorang yang secara resmi disebut Firman dari Allah, pribadi yang datang ’untuk menghakimi dunia dengan adil.’—Kisah 17:31; Yohanes 1:1.
12. Apa arti dari ”pedang tajam bermata dua”?
12 ”Dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati.” (Wahyu 1:16, 17a) Yesus sendiri tidak lama kemudian menjelaskan arti dari ketujuh bintang. Tetapi perhatikan apa yang keluar dari mulutnya: ”sebilah pedang tajam bermata dua.” Benar-benar suatu hal yang cocok! Karena Yesus adalah pribadi yang diangkat untuk mengumumkan penghakiman akhir dari Yehuwa terhadap musuh-musuhNya. Ucapan-ucapan yang menentukan dari mulutnya menyebabkan semua orang jahat dihukum mati.—Wahyu 19:13, 15.
13. (a) Wajah Yesus yang cemerlang, bersinar mengingatkan kita kepada apa? (b) Kesan menyeluruh apa yang kita dapatkan dari gambaran Yohanes tentang Yesus?
13 Wajah Yesus, yang cemerlang dan bersinar mengingatkan kita akan wajah Musa yang memancarkan sinar cemerlang setelah Yehuwa berbicara kepadanya di Gunung Sinai. (Keluaran 34:29, 30) Ingat, pula, bahwa ketika Yesus mengalami perubahan rupa di hadapan tiga dari rasul-rasulnya hampir 2.000 tahun yang lalu, ”wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang.” (Matius 17:2) Sekarang, dalam penglihatan yang menggambarkan Yesus pada hari Tuhan, wajahnya juga memancarkan semarak yang berkilauan dari pribadi yang telah menghadap hadirat Yehuwa. (2 Korintus 3:18) Sebenarnya, kesan keseluruhan yang dinyatakan dalam penglihatan Yohanes ialah kemuliaan yang gilang-gemilang. Dari rambut yang putih metah, mata yang bernyala-nyala, dan wajah yang bercahaya sampai kaki yang menyala, ini adalah penglihatan yang sangat agung dari Pribadi yang sekarang tinggal ”dalam terang yang tak terhampiri.” (1 Timotius 6:16) Kenyataan yang sesungguhnya dari penglihatan ini begitu hidup! Bagaimana reaksi Yohanes yang sangat terpesona? Rasul itu memberitahu kita: ”Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati.”—Wahyu 1:17.
14. Bagaimana hendaknya kita dipengaruhi pada waktu membaca penglihatan Yohanes tentang Yesus yang telah dimuliakan?
14 Dewasa ini, gambaran yang sangat hidup dan terinci dari penglihatan Yohanes memenuhi umat Allah dengan penghargaan yang tulus. Kita sudah melewati hari Tuhan selama lebih dari 90 tahun, dan selama itu penglihatan tersebut terus mengalami penggenapannya yang menggetarkan. Pemerintahan Kerajaan Yesus bagi kita adalah suatu kenyataan yang hidup dan ada sekarang, bukan suatu harapan di masa depan. Jadi, patut agar kita sebagai rakyat yang loyal dari Kerajaan itu melihat selanjutnya dengan perasaan takjub apa yang akan Yohanes gambarkan dalam penglihatan pertama ini dan dengan patuh mendengarkan kata-kata dari Yesus Kristus yang telah dimuliakan.
[Catatan Kaki]
a Untuk keterangan terinci, lihat buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? halaman 88-92, 215-18, diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
b Pada abad pertama, bila sebuah sidang menerima surat dari seorang rasul, surat itu biasanya diedarkan ke sidang-sidang lain agar semua dapat memperoleh manfaat dari nasihat yang tertulis.—Bandingkan Kolose 4:16.
-
-
Yohanes Melihat Yesus yang Telah DimuliakanWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
[Gambar di hlm. 23]
Peninggalan arkeologi dari kota-kota tempat ketujuh sidang itu meneguhkan catatan Alkitab. Di sinilah orang-orang Kristen abad pertama menerima pesan-pesan menganjurkan dari Yesus yang dewasa ini membangkitkan semangat sidang di seluruh dunia
PERGAMUS
SMIRNA
TIATIRA
SARDIS
EFESUS
FILADELFIA
LAODIKIA
-
-
Membuka Rahasia SuciWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 6
Membuka Rahasia Suci
1. Bagaimana hendaknya reaksi kita terhadap gambaran yang gemilang yang dicatat di Wahyu 1:10-17?
BENAR-BENAR dahsyat penglihatan tentang Yesus yang telah dimuliakan itu! Pasti, jika kita menjadi penonton di sana bersama rasul Yohanes, kita juga akan dibuat takjub oleh kemuliaan yang gilang-gemilang itu, sehingga kita akan sujud sampai ke tanah seperti yang ia lakukan. (Wahyu 1:10-17) Penglihatan terilham yang sangat mulia ini telah dipelihara agar kita digugah untuk bertindak dewasa ini. Seperti Yohanes, kita hendaknya dengan rendah hati memperlihatkan penghargaan untuk segala sesuatu yang diartikan oleh penglihatan itu. Semoga kita selalu mempunyai respek yang takzim (amat hormat) terhadap kedudukan Yesus sebagai Raja yang telah ditakhtakan, Imam Besar, dan Hakim.—Filipi 2:5-11.
”Yang Awal dan Yang Akhir”
2. (a) Dengan gelar apa Yesus menyatakan dirinya? (b) Apa yang dimaksud ketika Yehuwa mengatakan: ”Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian”? (c) Gelar Yesus ”Yang Awal dan Yang Akhir” menarik perhatian kepada apa?
2 Meskipun demikian, perasaan takjub kita tidak perlu berubah menjadi rasa takut yang berlebihan. Yesus menenangkan hati Yohanes, seperti diceritakan selanjutnya oleh rasul itu: ”Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ’Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup.’” (Wahyu 1:17b, 18a) Dalam Yesaya 44:6, Yehuwa dengan tepat menggambarkan kedudukanNya sendiri sebagai satu-satunya Allah yang esa dan mahakuasa, dengan mengatakan: ”Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari padaKu.”a Ketika Yesus menyatakan dirinya dengan gelar ”Yang Awal dan Yang Akhir,” ia tidak mengaku setara dengan Yehuwa, sang Pencipta Agung. Ia memakai gelar yang sudah sepatutnya dikaruniakan Allah kepadanya. Dalam Yesaya, Yehuwa membuat pernyataan tentang kedudukanNya yang unik sebagai Allah yang benar. Ia Allah yang kekal, dan selain Dia memang tidak ada Allah lain. (1 Timotius 1:17) Dalam Wahyu, Yesus berbicara tentang gelar yang dikaruniakan kepadanya, dengan menarik perhatian kepada kebangkitannya yang unik.
3. (a) Dalam hal apa Yesus adalah ”Yang Awal dan Yang Akhir”? (b) Apa yang dimaksud dengan Yesus memiliki ”segala kunci maut dan Hades”?
3 Yesus memang adalah manusia ”Yang Awal” atau pertama yang dibangkitkan kepada kehidupan roh yang tidak berkematian. (Kolose 1:18) Selain itu, dia adalah ”Yang Akhir” yang dibangkitkan dengan cara demikian oleh Yehuwa secara pribadi. Jadi, ia menjadi ”Yang Hidup, . . . hidup, sampai selama-lamanya.” Ia mempunyai peri tidak berkematian. Dalam hal ini, ia seperti Bapanya yang tidak berkematian, yang disebut ”Allah yang hidup.” (Wahyu 7:2; Mazmur 42:3) Bagi seluruh umat manusia lainnya, Yesus sendiri adalah ”kebangkitan dan hidup.” (Yohanes 11:25) Selaras dengan ini, ia mengatakan kepada Yohanes: ”Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut [”Hades,” NW].” (Wahyu 1:18b) Yehuwa telah memberinya wewenang untuk membangkitkan orang mati. Itulah sebabnya Yesus dapat mengatakan bahwa ia memiliki kunci untuk membuka pintu-pintu bagi mereka yang dibelenggu oleh kematian dan Hades (kuburan).—Bandingkan Matius 16:18.
4. Perintah apa yang Yesus ulangi, dan demi kefaedahan siapa?
4 Yesus di sini mengulangi perintahnya untuk mencatat penglihatan itu, dengan mengatakan kepada Yohanes: ”Tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.” (Wahyu 1:19) Hal-hal menarik apa yang masih akan dijelaskan oleh Yohanes demi pengajaran bagi kita?
Bintang-Bintang dan Kaki-Kaki Dian
5. Bagaimana Yesus menjelaskan ”ketujuh bintang” dan ”ketujuh kaki dian”?
5 Yohanes telah melihat Yesus di tengah-tengah tujuh kaki dian emas dengan tujuh bintang di tangan kanannya. (Wahyu 1:12, 13, 16) Sekarang Yesus menjelaskan ini: ”Rahasia [suci, ”NW”] ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kananKu dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat [”malaikat-malaikat,” NW] ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”—Wahyu 1:20.
6. Apa yang dilambangkan oleh ketujuh bintang dan mengapa pesan-pesan itu khusus ditujukan kepada mereka?
6 ’Bintang-bintang’ itu adalah ”malaikat-malaikat ketujuh jemaat.” Dalam Wahyu, bintang-bintang kadang-kadang melambangkan malaikat-malaikat aksara, tetapi Yesus tentu tidak akan menggunakan seorang sekretaris manusia untuk menulis kepada makhluk-makhluk roh yang tidak kelihatan. Jadi ’bintang-bintang’ pasti adalah pengawas-pengawas, atau penatua-penatua manusia, di sidang-sidang, yang dianggap sebagai utusan-utusan Yesus.b Pesan-pesan itu ditujukan kepada bintang-bintang, karena mereka bertanggung jawab untuk mengawasi kawanan domba Yehuwa.—Kisah 20:28.
7. (a) Apa yang memperlihatkan bahwa meskipun Yesus berbicara kepada satu malaikat saja di tiap sidang, tidak berarti bahwa tiap sidang hanya mempunyai satu penatua? (b) Siapa, sebenarnya, yang dilambangkan oleh ketujuh bintang dalam tangan kanan Yesus?
7 Karena Yesus hanya berbicara kepada satu ’malaikat’ di tiap sidang, apakah ini berarti bahwa tiap sidang hanya mempunyai satu penatua? Tidak. Sudah sejak jaman Paulus, sidang Efesus mempunyai sejumlah penatua, tidak hanya satu saja. (Wahyu 2:1; Kisah 20:17) Jadi pada jaman Yohanes, ketika pesan-pesan dikirimkan kepada ketujuh bintang untuk dibacakan kepada sidang-sidang (termasuk sidang di Efesus), bintang-bintang itu pasti memaksudkan semua yang melayani dalam badan-badan penatua di dalam sidang Yehuwa yang terurap. Dengan cara yang sama, para pengawas dewasa ini membacakan kepada sidang-sidang mereka surat-surat yang diterima dari Badan Pimpinan, yang terdiri dari para pengawas yang terurap yang melayani di bawah Yesus sebagai kepala. Badan penatua setempat harus memastikan agar nasihat Yesus diterapkan oleh sidang-sidang mereka. Tentu, nasihat ini demi kefaedahan semua yang bergabung dalam sidang-sidang, bukan hanya bagi para penatua saja.—Lihat Wahyu 2:11a.
8. Apa yang dimaksud dengan para penatua berada di tangan kanan Yesus?
8 Karena Yesus adalah Kepala sidang, para penatua dengan tepat dikatakan berada di tangan kanannya, artinya, di bawah pengawasan dan petunjuknya. (Kolose 1:18) Ia adalah Gembala Utama, dan mereka adalah gembala-gembala bawahan.—1 Petrus 5:2-4.
9. (a) Apa yang dilambangkan oleh ketujuh kaki dian, dan mengapa kaki dian suatu lambang yang cocok untuk itu? (b) Penglihatan itu kemungkinan akan mengingatkan rasul Yohanes akan hal apa?
9 Ketujuh kaki dian adalah ketujuh jemaat yang kepada mereka Yohanes menyampaikan buku Wahyu: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Mengapa sidang-sidang dilambangkan dengan kaki dian? Karena orang-orang Kristen, secara pribadi atau secara kolektif sebagai sidang-sidang, harus ’membiarkan terang mereka bercahaya di depan orang’ dalam dunia yang gelap-gulita ini. (Matius 5:14-16) Selain itu, kaki-kaki dian terdapat di antara perabotan di bait Salomo. Dengan menyebut sidang-sidang sebagai kaki dian, kemungkinan ini akan mengingatkan Yohanes bahwa, dalam arti kiasan, tiap sidang setempat dari kaum terurap adalah ”bait Allah” tempat kediaman roh Allah. (1 Korintus 3:16) Lagi pula, dalam imbangan dari penyelenggaraan bait Yahudi, para anggota dari sidang kaum terurap melayani sebagai ”imamat yang rajani” dalam penyelenggaraan bait rohani Yehuwa yang besar, tempat Yesus menjadi Imam Besar dan tempat Yehuwa berdiam secara pribadi di ruang Mahakudus surgawi.—1 Petrus 2:4, 5, 9; Ibrani 3:1; 6:20; 9:9-14, 24.
Kemurtadan Besar
10. Apa yang terjadi pada tahun 70 M. atas sistem Yahudi dan para pendukungnya yang tidak bertobat?
10 Ketika Yohanes menulis Wahyu, Kekristenan sudah berumur lebih dari 60 tahun. Dilihat secara sepintas ia tetap teguh selama 40 tahun masa penindasan yang terus-menerus oleh Yudaisme. Kemudian sistem Yahudi mendapat pukulan maut pada tahun 70 M. ketika orang-orang Yahudi yang tidak bertobat kehilangan identitas nasional mereka dan apa yang bagi mereka telah menjadi berhala—bait di Yerusalem.
11. Mengapa begitu tepat waktunya bagi Gembala Utama itu untuk memperingatkan sidang-sidang terhadap gejala-gejala yang berkembang?
11 Tetapi, rasul Paulus telah menubuatkan bahwa akan terjadi kemurtadan di kalangan orang-orang Kristen terurap, dan pesan-pesan dari Yesus memperlihatkan bahwa dalam usia Yohanes yang lanjut kemurtadan ini sudah mulai berkembang. Yohanes adalah orang terakhir dari mereka yang bertindak sebagai penahan dari usaha Setan sekuat tenaga untuk merusak benih perempuan itu. (2 Tesalonika 2:3-12; 2 Petrus 2:1-3; 2 Yohanes 7-11) Jadi memang ini waktu yang tepat bagi Gembala Utama dari Yehuwa untuk menulis kepada para penatua di sidang-sidang, memperingatkan tentang gejala-gejala yang berkembang dan menganjurkan orang-orang yang berhati jujur agar tetap teguh demi kebenaran.
12. (a) Bagaimana kemurtadan berkembang pada abad-abad setelah jaman Yohanes? (b) Bagaimana Susunan Kristen dilahirkan?
12 Bagaimana sidang-sidang pada tahun 96 M. menanggapi pesan-pesan Yesus kita tidak tahu. Tetapi kita tahu bahwa kemurtadan berkembang dengan pesat setelah Yohanes mati. ”Orang-orang Kristen” tidak lagi menggunakan nama Yehuwa dan menggantikannya dengan ”Tuhan” atau ”Allah” dalam naskah-naskah Alkitab. Menjelang abad keempat, doktrin palsu mengenai Tritunggal telah menyusup ke dalam sidang-sidang. Pada masa yang sama ini, gagasan tentang jiwa yang tidak berkematian diterima. Akhirnya, Kaisar Roma Konstantin memberikan persetujuan negara kepada agama ”Kristen,” dan ini mengarah pada perkembangan Susunan Kristen, tempat Gereja dan Negara memadukan kekuatan untuk memerintah selama seribu tahun. Menjadi seorang ”Kristen” versi baru menjadi mudah. Suku-suku bangsa secara keseluruhan menyesuaikan kepercayaan kafir mereka yang terdahulu dengan versi-versi dari agama ini. Banyak dari pemimpin-pemimpin dalam Susunan Kristen menjadi penindas-penindas politik yang kejam, yang memaksakan pandangan mereka yang murtad dengan pedang.
13. Meskipun Yesus telah memperingatkan terhadap kecenderungan untuk memecah-belah, haluan apa yang diambil oleh orang-orang Kristen yang menjadi murtad?
13 Kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang itu sama sekali diabaikan oleh orang-orang Kristen yang menjadi murtad. Yesus telah memperingatkan orang-orang Efesus untuk memulihkan kembali kasih yang mereka miliki semula. (Wahyu 2:4) Namun demikian, para anggota Susunan Kristen, yang tidak lagi dipersatukan dalam kasih untuk Yehuwa, memperjuangkan perang-perang yang keji dan saling menindas satu sama lain secara mengerikan. (1 Yohanes 4:20) Yesus telah memperingatkan sidang di Pergamus terhadap kecenderungan untuk terpecah-belah menjadi sekte-sekte (sectarianism). Namun, sekte-sekte muncul bahkan pada abad kedua, dan dewasa ini Susunan Kristen mempunyai ribuan sekte dan agama yang saling bertengkar.—Wahyu 2:15.
14. (a) Meskipun Yesus memperingatkan terhadap kematian secara rohani, haluan apa yang diambil oleh orang-orang yang mengaku Kristen? (b) Dalam hal apa saja orang-orang yang mengaku Kristen tidak mentaati peringatan Kristus terhadap penyembahan berhala dan imoralitas?
14 Yesus telah memperingatkan sidang Sardis terhadap kematian secara rohani. (Wahyu 3:1) Seperti mereka di Sardis, orang-orang yang mengaku Kristen dengan cepat lupa akan pekerjaan Kristen dan segera menyerahkan pekerjaan pengabaran yang sangat penting kepada suatu golongan kecil kaum pendeta yang dibayar. Yesus memperingatkan sidang di Tiatira terhadap penyembahan berhala dan percabulan. (Wahyu 2:20) Namun, Susunan Kristen secara terang-terangan menyetujui penggunaan patung-patung, dan juga memperkembangkan penyembahan berhala yang lebih halus berupa nasionalisme dan materialisme. Dan imoralitas, meskipun kadang-kadang dalam perkataan ditentang, dalam perbuatan selalu dibiarkan secara luas.
15. Kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang menyingkapkan apa mengenai agama-agama Susunan Kristen, dan para pendeta Susunan Kristen terbukti sebagai apa?
15 Jadi, kata-kata Yesus kepada ketujuh sidang itu menyingkapkan kegagalan total dari semua agama Susunan Kristen untuk menjadi umat yang khusus dari Yehuwa. Sesungguhnya, para pendeta Susunan Kristen telah menjadi anggota-anggota yang paling terkemuka dari benih Setan. Ketika menyebut mereka sebagai ”si pendurhaka,” rasul Paulus menubuatkan bahwa ’kedatangan mereka adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat.’—2 Tesalonika 2:9, 10.
16. (a) Terhadap siapa para pemimpin Susunan Kristen memperlihatkan kebencian khusus? (b) Apa yang terjadi dalam Susunan Kristen pada Abad Pertengahan? (c) Apakah pemberontakan Protestan, atau Reformasi, mengubah haluan yang murtad dari Susunan Kristen?
16 Meskipun mengaku sebagai gembala dari kawanan domba Allah, para pemimpin Susunan Kristen, secara agama dan duniawi, telah memperlihatkan kebencian khusus terhadap setiap orang yang berusaha menganjurkan pembacaan Alkitab atau siapapun yang menyingkapkan praktek-praktek mereka yang tidak berdasarkan Alkitab. John Hus dan penerjemah Alkitab William Tyndale dikejar dan dihukum mati sebagai martir. Selama Abad Pertengahan yang gelap-gulita, kekuasaan golongan yang murtad mencapai puncaknya dalam hal inkwisisi Katolik yang keji. Setiap orang yang membantah ajaran atau wewenang gereja ditindas tanpa ampun, dan tidak terhitung banyaknya orang yang dianggap bidat disiksa sampai mati atau dibakar pada tiang. Jadi Setan berusaha memastikan agar benih sejati apapun yang berasal dari organisasi Allah yang diumpamakan seperti seorang perempuan dengan cepat dihancurkan. Ketika pemberontakan Protestan, atau Reformasi, terjadi (dari tahun 1517 seterusnya), banyak dari gereja-gereja Protestan memperlihatkan semangat tidak toleran yang sama. Mereka juga berhutang darah dengan membunuh sebagai martir orang-orang yang berusaha loyal kepada Allah dan Kristus. Benar, ”darah orang-orang kudus” dicurahkan dengan deras!—Wahyu 16:6; bandingkan Matius 23:33-36.
Benih Itu Bertekun
17. (a) Apa yang dinubuatkan oleh perumpamaan Yesus tentang gandum dan lalang? (b) Apa yang terjadi pada tahun 1918, yang menghasilkan penolakan apa dan pengangkatan apa?
17 Dalam perumpamaannya tentang gandum dan lalang, Yesus menubuatkan jaman kegelapan yang akan timbul pada waktu Susunan Kristen merajalela. Meskipun demikian, sepanjang abad-abad terjadinya kemurtadan, ada orang-orang Kristen perseorangan yang bagaikan gandum, orang-orang terurap yang sejati. (Matius 13:24-29, 36-43) Jadi, ketika hari Tuhan tiba pada bulan Oktober 1914, tetap ada orang-orang Kristen sejati di bumi. (Wahyu 1:10) Tampaknya Yehuwa datang ke bait rohaniNya untuk mengadili kira-kira tiga setengah tahun kemudian, pada tahun 1918, disertai oleh Yesus sebagai ”Malaikat Perjanjian”-Nya. (Maleakhi 3:1; Matius 13:47-50) Waktunya tiba bagi sang Majikan untuk akhirnya menolak orang-orang Kristen palsu dan mengangkat ’hamba yang setia dan bijaksana menjadi pengawas segala miliknya.’—Matius 7:22, 23; 24:45-47.
18. ”Jam” apa tiba pada tahun 1914, dan waktunya tiba bagi hamba untuk berbuat apa?
18 Waktunya juga tiba bagi hamba ini untuk memberikan perhatian istimewa kepada hal-hal yang tertulis dalam pesan-pesan Yesus kepada ketujuh sidang, seperti dapat kita lihat dari apa yang dinyatakan di dalamnya. Sebagai contoh, Yesus menyebut tentang kedatangannya untuk menghakimi sidang-sidang, yang mulai pada tahun 1918. (Wahyu 2:5, 16, 22, 23; 3:3) Ia berbicara tentang melindungi sidang Filadelfia dari ”hari [”jam,” NW] pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia.” (Wahyu 3:10, 11) ”Jam pencobaan” ini hanya akan tiba dengan mulainya hari Tuhan pada tahun 1914, dan baru setelah itu orang-orang Kristen diuji keloyalan mereka kepada Kerajaan Allah yang telah didirikan.—Bandingkan Matius 24:3, 9-13.
19. (a) Apa yang digambarkan oleh ketujuh sidang dewasa ini? (b) Siapa yang telah bergabung dalam jumlah yang sangat besar dengan orang-orang Kristen terurap, dan mengapa nasihat Yesus dan keadaan yang ia gambarkan berlaku juga untuk mereka? (c) Bagaimana hendaknya kita memandang pesan-pesan Yesus kepada ketujuh sidang pada abad pertama?
19 Karena alasan ini, kata-kata Yesus kepada sidang-sidang mempunyai penerapan utama sejak 1914. Dalam hal ini, ketujuh sidang menggambarkan semua sidang dari orang-orang Kristen terurap selama hari Tuhan. Selain itu, selama 70 tahun lebih belakangan ini, orang-orang Kristen terurap yang digambarkan oleh Yohanes telah disertai oleh suatu jumlah yang sangat besar dari orang-orang percaya yang berharap untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi. Nasihat dari Yesus Kristus yang telah dimuliakan dan keadaan yang ia dapati dalam ketujuh sidang sebagai hasil pemeriksaannya berlaku sama tegasnya bagi mereka, karena hanya ada satu standar untuk kebenaran dan kesetiaan bagi semua hamba Yehuwa. (Keluaran 12:49; Kolose 3:11) Jadi, berita Yesus kepada ketujuh sidang di Asia Kecil pada abad pertama bukan hanya sekedar bersifat sejarah. Ini berarti kehidupan atau kematian bagi kita masing-masing. Maka, marilah kita dengan saksama mendengarkan kata-kata Yesus.
[Catatan Kaki]
a Dalam bahasa Ibrani asli di Yesaya 44:6, tidak ada kata sandang tertentu yang menyertai kata-kata ”terdahulu” dan ”terkemudian,” sedangkan dalam gambaran Yesus tentang dirinya sendiri dalam bahasa Yunani asli di Wahyu 1:17, ada kata sandang tertentu. Jadi, secara tata bahasa, Wahyu 1:17 menyatakan suatu gelar, sedangkan Yesaya 44:6 menggambarkan kedudukan Keilahian Yehuwa.
b Kata Yunani agʹge·los (diucapkan ”anʹge·los”) berarti ”utusan” maupun juga ”malaikat.” Di Maleakhi 2:7, seorang imam Lewi disebut sebagai ”utusan” (bahasa Ibrani, mal.’akhʹ).—Lihat catatan kaki dalam New World Translation Reference Bible.
-