-
Hidupkan Kembali Kasih yang Semula!Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 7
Hidupkan Kembali Kasih yang Semula!
EFESUS
1. Kepada sidang mana pesan Yesus yang pertama ditujukan, dan tentang apa ia mengingatkan para pengawas?
PESAN Yesus yang pertama ditujukan kepada sidang di Efesus, yang pada waktu itu sebuah kota pesisir yang sedang berkembang di Asia Kecil dekat Pulau Patmos. Ia memerintahkan Yohanes: ”Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kananNya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.” (Wahyu 2:1) Seperti dalam enam pesan lain, Yesus di sini menarik perhatian kepada suatu segi yang menyatakan kedudukannya yang berwenang. Ia mengingatkan para pengawas di Efesus bahwa semua penatua berada di bawah pengawasan dan perlindungannya sendiri dan bahwa ia sedang memeriksa semua sidang. Terus sampai abad ke-20 kita ini, ia tetap menjalankan kekepalaan dengan penuh kasih, mengawasi para penatua dan dengan ramah menggembalakan semua yang bergabung dengan sidang. Dari waktu ke waktu, ia mengadakan penyesuaian atas penyelenggaraan-penyelenggaraan sidang agar terang dapat bersinar dengan lebih cemerlang. Ya, Yesus adalah Gembala Utama atas kawanan domba Allah.—Matius 11:28-30; 1 Petrus 5:2-4.
2. (a) Untuk hal-hal bagus apa Yesus memuji sidang Efesus? (b) Nasihat apa dari rasul Paulus jelas telah ditaati oleh para penatua di Efesus?
2 Kemudian Yesus menetapkan suatu pola untuk semua kecuali dua dari ketujuh pesannya yang lain dengan kata-kata pujian yang hangat sebagai pembukaan. Bagi orang-orang Efesus, ia mempunyai pesan ini: ”Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena namaKu; dan engkau tidak mengenal lelah.” (Wahyu 2:2, 3) Bertahun-tahun sebelumnya, rasul Paulus telah mengingatkan para penatua di Efesus terhadap ”serigala-serigala yang ganas,” orang-orang murtad pengganggu kawanan, dan telah mengatakan kepada para penatua itu untuk ’berjaga-jaga,’ dan mengikuti teladannya sendiri yang tidak kenal lelah. (Kisah 20:29, 31) Karena Yesus sekarang memuji mereka untuk kerja keras dan ketekunan serta usaha yang tidak kenal lelah, mereka pasti telah menerapkan nasihat itu.
3. (a) Bagaimana ”rasul-rasul palsu” berusaha memperdayakan orang-orang yang setia di jaman kita? (b) Peringatan apa terhadap orang-orang yang murtad diberikan oleh Petrus?
3 Pada hari Tuhan juga, kadang-kadang muncul orang-orang yang menyebut dirinya ”rasul-rasul palsu” yang ’dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid supaya mengikut mereka.’ (2 Korintus 11:13; Kisah 20:30; Wahyu 1:10) Mereka melihat ada kebaikan dalam agama yang terbagi-bagi dalam sekte-sekte yang saling bertentangan, mengaku bahwa Allah tidak mempunyai suatu organisasi, dan menyangkal bahwa Yesus menerima kuasa Kerajaan pada tahun 1914. Mereka menggenapi nubuat di 2 Petrus 3:3, 4: ”Pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: ’Di manakah janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.’”
4. (a) Bagaimana keangkuhan dan pemberontakan dari para pengejek dinyatakan? (b) Orang-orang Kristen dewasa ini memperlihatkan diri sama dengan orang-orang Efesus dengan mengambil tindakan apa terhadap para pendusta yang menentang?
4 Para pengejek ini menentang gagasan untuk menyatakan iman mereka di hadapan umum. (Roma 10:10) Mereka telah mendapat dukungan dari kaum pendeta Susunan Kristen dan bantuan dari surat kabar serta stasiun-stasiun TV untuk menyebarkan berita-berita dusta mengenai bekas rekan-rekan mereka. Orang-orang yang setia segera mengetahui bahwa tutur kata dan tingkah laku para pendusta ini tidak benar. Seperti orang-orang di Efesus, orang-orang Kristen dewasa ini ”tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat,” maka mereka memecat orang-orang tersebut dari sidang-sidang mereka.a
5. (a) Kelemahan apa yang menurut Yesus dimiliki oleh orang-orang Efesus? (b) Kata-kata mana seharusnya diingat oleh orang-orang di Efesus?
5 Tetapi, sekarang, seperti yang ia lakukan dengan lima dari ketujuh sidang, Yesus menyorot suatu problem yang serius. Ia mengatakan kepada orang-orang Efesus: ”Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4) Mereka seharusnya tidak gagal dalam hal ini, karena 35 tahun sebelumnya Paulus telah menulis kepada mereka, menyebutkan tentang ”kasih [Allah] yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita,” dan ia mendesak mereka: ”Jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu.” (Efesus 2:4; 5:1, 2) Selanjutnya, kata-kata Yesus seharusnya terukir tanpa terhapuskan dalam hati mereka: ”[Yehuwa] Allah kita, [Yehuwa] itu esa. Kasihilah [Yehuwa], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Markus 12:29-31) Orang-orang Efesus telah kehilangan kasih yang semula itu.
6. (a) Tidak soal apakah kita sudah lama atau baru bergabung dengan sidang, terhadap bahaya dan kecenderungan apa kita harus waspada? (b) Kasih kita kepada Allah seharusnya mendorong kita untuk berbuat apa?
6 Tidak soal kita orang-orang yang sudah lama atau baru bergabung dengan sidang, kita harus waspada agar tidak kehilangan kasih kita yang semula untuk Yehuwa. Bagaimana ini dapat terjadi? Kita dapat membiarkan ikatan kepada pekerjaan duniawi kita, keinginan untuk mendapatkan banyak uang, atau mengejar kesenangan menjadi hal utama dalam kehidupan kita. Jadi kita dapat menjadi orang yang terus memikirkan hal-hal jasmani dan bukan rohani. (Roma 8:5-8; 1 Timotius 4:8; 6:9, 10) Kasih kepada Yehuwa hendaknya mendorong kita untuk mengoreksi kecenderungan sedemikian dan ’terus mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya’ (NW), dengan demikian ’mengumpulkan bagi diri kita harta di surga.’—Matius 6:19-21, 31-33.
7. (a) Dinas kita kepada Yehuwa seharusnya digerakkan oleh apa? (b) Apa yang dikatakan Yohanes sehubungan dengan kasih?
7 Hendaknya dinas kita kepada Yehuwa selalu digerakkan oleh kasih yang dalam untuk Dia. Hendaknya kita mempunyai penghargaan yang sungguh-sungguh terhadap semua yang telah dilakukan Yehuwa dan Kristus bagi kita. Seperti ditulis oleh Yohanes sendiri belakangan: ”Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” Yohanes selanjutnya memberitahu kita: ”Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” Semoga kasih kita kepada Yehuwa, kepada Tuhan Yesus Kristus, dan kepada Firman kehidupan dari Allah tidak pernah kita biarkan menjadi pudar! Kasih ini dapat kita nyatakan tidak hanya dalam dinas yang bergairah kepada Allah tetapi juga dengan taat kepada ”perintah ini [yang] kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”—1 Yohanes 4:10, 16, 21; Ibrani 4:12; lihat juga 1 Petrus 4:8; Kolose 3:10-14; Efesus 4:15.
”Lakukanlah Lagi Apa yang Semula Engkau Lakukan”
8. Menurut Yesus bagaimana seharusnya tindakan orang-orang Efesus?
8 Orang-orang Efesus harus menghidupkan kembali kasih yang pernah mereka miliki jika mereka tidak ingin gagal. ”Sebab itu,” Yesus mengatakan kepada mereka, ”ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:5) Bagaimana orang-orang Kristen di sidang Efesus menyambut kata-kata tersebut? Kita tidak tahu. Kita harap mereka telah bertobat dan berhasil membangkitkan kembali kasih mereka untuk Yehuwa. Jika tidak, lampu mereka sudah akan dipadamkan dan kaki dian mereka disingkirkan. Mereka akan kehilangan hak istimewa untuk memancarkan kebenaran.
9. (a) Kata-kata anjuran apa yang Yesus berikan kepada orang-orang Efesus? (b) Bagaimana sidang-sidang setelah jaman Yohanes tidak mentaati nasihat Yesus kepada orang-orang Efesus?
9 Meskipun demikian, Yesus memberikan kata-kata anjuran ini kepada orang-orang Efesus: ”Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.” (Wahyu 2:6) Sedikitnya mereka membenci perpecahan menjadi sekte-sekte, sama seperti Tuhan Yesus Kristus juga membencinya. Tetapi, seraya tahun-tahun berlalu, banyak sidang tidak mentaati kata-kata Yesus tersebut. Kurangnya kasih untuk Yehuwa, untuk kebenaran, dan untuk satu sama lain mengakibatkan mereka hanyut ke dalam kegelapan rohani. Mereka terpecah-belah menjadi banyak sekte yang saling bertengkar. Para penyalin ”Kristen” yang tidak mempunyai kasih kepada Yehuwa menghapus nama Allah dari naskah-naskah Alkitab bahasa Yunani. Kurangnya kasih juga membuka kesempatan bagi ajaran dari doktrin-doktrin Babel dan Yunani, misalnya seperti, api neraka, api penyucian, dan Tritunggal, dalam nama Kekristenan. Karena tidak mempunyai kasih untuk Allah dan kebenaran, kebanyakan dari mereka yang mengaku Kristen tidak lagi memberitakan kabar baik dari Kerajaan Allah. Mereka akhirnya dikuasai oleh golongan pendeta yang mementingkan diri yang mendirikan kerajaan mereka sendiri di bumi.—Bandingkan 1 Korintus 4:8.
10. Bagaimana keadaan agama dalam Susunan Kristen pada tahun 1918?
10 Ketika penghakiman dimulai dengan rumah Allah pada tahun 1918, kaum pendeta dari sekte-sekte Susunan Kristen secara terang-terangan sedang memberikan dukungan kepada Perang Dunia I, dengan menganjurkan orang-orang Katolik dan Protestan di kedua pihak untuk saling membantai. (1 Petrus 4:17) Tidak seperti sidang Efesus yang membenci apa yang dilakukan oleh sekte Nikolaus, agama-agama Susunan Kristen sudah lama dimasuki doktrin-doktrin anti Allah yang saling bertentangan, dan kaum pendeta mereka telah menceburkan diri dalam urusan dunia, padahal Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya tidak boleh menjadi bagian dari dunia. (Yohanes 15:17-19) Jemaat-jemaat mereka, yang tidak mengetahui tema Alkitab, Kerajaan Allah, bukan kaki dian yang memancarkan kebenaran Alkitab. Anggota-anggota mereka juga bukan bagian dari bait rohani Yehuwa. Pria-pria (dan wanita) mereka yang terkemuka bukan bintang-bintang tetapi disingkapkan sebagai anggota-anggota dari ”manusia durhaka.”—2 Tesalonika 2:3; Maleakhi 3:1-3.
11. (a) Kelompok Kristen apa di dunia pada tahun 1918 mempraktekkan kata-kata Yesus kepada orang-orang Efesus? (b) Apa yang dilakukan oleh golongan Yohanes sejak tahun 1919 seterusnya?
11 Namun, golongan Yohanes, keluar dari masa yang penuh pergolakan dari perang dunia pertama dengan memiliki kasih untuk Yehuwa dan kebenaran yang mendorong mereka melayani Dia dengan semangat berapi-api. Mereka menolak orang-orang yang berusaha memecah-belah dengan, dapat dikatakan, memuja presiden pertama dari Lembaga Menara Pengawal, Charles T. Russell, setelah kematiannya pada tahun 1916. Karena telah didisiplin oleh penindasan dan keadaan-keadaan yang buruk, kelompok Kristen ini dengan jelas mendapat penilaian ”baik sekali perbuatanmu” dari Majikan mereka dan undangan untuk turut dalam sukacitanya. (Matius 25:21, 23) Mereka melihat dalam jalannya peristiwa-peristiwa dunia, dan dalam pengalaman mereka sendiri, penggenapan dari tanda yang Yesus telah berikan untuk menandai kehadirannya yang tidak kelihatan dalam kuasa Kerajaan. Dari tahun 1919 seterusnya, mereka terus maju untuk ambil bagian dalam penggenapan lebih lanjut dari nubuat Yesus yang besar: ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 6:9, 10; 24:3-14) Jika kasih mereka kepada Yehuwa dalam beberapa hal tidak memadai, maka ini dikobarkan lagi sejak waktu itu.
12. (a) Pada kebaktian bersejarah tahun 1922, seruan apa yang dikumandangkan? (b) Nama apa yang diterima oleh orang-orang Kristen sejati pada tahun 1931, dan dari apa mereka bertobat?
12 Pada suatu kebaktian bersejarah, yang dihadiri oleh 18.000 dari orang-orang Kristen ini, di Cedar Point, Ohio, A.S., pada tanggal 5-13 September 1922, seruan ini dikumandangkan: ”Kembali ke ladang, hai kalian putra-putra Allah yang mahatinggi! . . . Dunia harus tahu bahwa Yehuwa adalah Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. . . . Maka umumkan, umumkan, umumkan Raja dan kerajaannya.” Nama Yehuwa yang mulia dibuat lebih menonjol lagi. Pada tahun 1931, orang-orang Kristen ini, yang berkumpul pada kebaktian di Colombus, Ohio, A.S., bersukacita menerima dan memakai nama yang dinyatakan Allah dalam nubuat Yesaya—Saksi-Saksi Yehuwa. (Yesaya 43:10, 12) Dengan terbitannya tanggal 1 Maret 1939, nama majalah utama dari organisasi itu diubah menjadi The Watchtower Announcing Jehovah’s Kingdom (Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa), dengan demikian memberikan kehormatan utama kepada Pencipta kita dan pemerintahan dirajaNya. Saksi-Saksi Yehuwa, dengan kasih yang diperbaharui untuk Yehuwa, telah bertobat dari kegagalan apapun yang mungkin terjadi sebelumnya untuk menghormati dan mengagungkan nama dan KerajaanNya yang termasyhur.—Mazmur 106:6, 47, 48.
”Barangsiapa Menang”
13. (a) Berkat-berkat apa menantikan orang-orang Efesus jika mereka ”menang”? (b) Bagaimana orang-orang Kristen di Efesus akan ”menang”?
13 Akhirnya, seperti yang juga ia lakukan dalam pesan-pesannya yang lain, Yesus menarik perhatian kepada roh Allah yang melalui Yesus memberitahu pahala untuk kesetiaan. Kepada orang-orang Efesus ia mengatakan: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” (Wahyu 2:7) Mereka yang mendengarkan ingin sekali mentaati pesan yang penting itu, karena mengetahui bahwa ini datangnya bukan atas prakarsa Yesus tetapi berasal dari Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa sendiri, melalui roh suci, atau tenaga aktifNya. Bagaimana mereka akan menang? Dengan saksama mengikuti jejak kaki Yesus, yang memelihara integritas sampai mati dan dengan demikian dapat mengatakan: ”Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”—Yohanes 8:28; 16:33; lihat juga 1 Yohanes 5:4.
14. Apa yang pasti dimaksudkan oleh ”Taman Firdaus Allah” yang disebutkan oleh Yesus?
14 Karena tidak berharap untuk hidup dalam firdaus di bumi, bagaimana orang-orang Kristen terurap, seperti mereka di Efesus, mendapat pahala untuk makan ”dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”? Ini tidak mungkin Firdaus yang dipulihkan di bumi, karena ke-144.000 orang Kristen terurap, termasuk mereka dari sidang di Efesus, ditebus dari antara umat manusia untuk memerintah bersama Anak Domba, Kristus Yesus, di Gunung Sion surgawi sebagai putra-putra roh. (Efesus 1:5-12; Wahyu 14:1, 4) Jadi, yang dimaksud di sini pastilah wilayah alam surgawi yang seperti taman yang diwarisi oleh orang-orang yang menang ini. Di sana, ”di Taman Firdaus Allah,” ya, di hadapan hadirat Yehuwa sendiri, mereka yang menang yang telah dikaruniai peri tidak berkematian akan tetap hidup untuk selama-lamanya, yang di sini dilambangkan dengan makan dari pohon kehidupan.
15. Mengapa anjuran Yesus untuk menang sangat penting bagi kumpulan besar dewasa ini?
15 Maka, bagaimana dengan para pendukung yang loyal di bumi dari 144.000 orang terurap? Suatu kumpulan besar dari rekan-rekan Saksi-Saksi ini juga akan menang. Tetapi mereka berharap untuk memasuki firdaus di bumi, di mana mereka akan minum dari ”sungai air kehidupan” dan mendapat kesembuhan dari ”daun pohon-pohon” yang ditanam sepanjang sisi sungai itu. (Wahyu 7:4, 9, 17; 22:1, 2) Jika saudara salah seorang dari kelompok ini, semoga saudara juga menyatakan kasih saudara yang hangat kepada Yehuwa dan menang dalam perjuangan iman. Dengan demikian saudara dapat memperoleh kebahagiaan berupa kehidupan kekal dalam bumi Firdaus.—Bandingkan 1 Yohanes 2:13, 14.
[Catatan Kaki]
a Untuk rincian sejarah tentang munculnya rasul-rasul palsu, lihat halaman 223-228 dari buku petunjuk Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab, yang dapat diperoleh dari penerbit buku ini.
-
-
Berjuang untuk Menjadi PemenangWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 8
Berjuang untuk Menjadi Pemenang
SMIRNA
1. (a) Sidang apa berikutnya menerima pesan dari Yesus yang telah dimuliakan? (b) Dengan menyebut dirinya ”Yang Awal dan Yang Akhir,” Yesus mengingatkan orang-orang Kristen di sidang itu akan hal apa?
DEWASA ini, kota Efesus purba tinggal reruntuhan. Tetapi pesan Yesus yang kedua masih tetap ditujukan kepada suatu tempat di sebuah kota yang sibuk. Kira-kira 56 kilometer sebelah utara puing-puing kota Efesus terdapat kota Izmir di Turki, tempat beradanya empat buah sidang yang bergairah dari Saksi-Saksi Yehuwa bahkan pada jaman sekarang. Di abad pertama, di sini terdapat kota Smirna. Sekarang, perhatikan kata-kata Yesus berikut ini: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.” (Wahyu 2:8) Dengan mengatakan ini kepada orang-orang Kristen di Smirna, Yesus mengingatkan mereka bahwa ia adalah pemelihara integritas yang pertama dan terakhir yang Yehuwa secara langsung bangkitkan kepada kehidupan roh yang tidak berkematian. Yesus sendirilah yang akan membangkitkan semua orang Kristen terurap lainnya. Dengan demikian Yesus benar-benar memenuhi syarat untuk memberikan nasihat kepada saudara-saudaranya yang berharap untuk ikut menikmati kehidupan yang tidak berkematian di surga bersamanya.
2. Mengapa semua orang Kristen terhibur oleh perkataan dari pribadi yang ”telah mati dan hidup kembali”?
2 Yesus membuka jalan dalam bertekun menghadapi pengejaran demi kebenaran, dan ia mendapat pahala yang selayaknya ia terima. Kesetiaannya sampai mati dan kebangkitannya setelah itu merupakan dasar dari harapan bagi semua orang Kristen. (Kisah 17:31) Kenyataan bahwa Yesus ”telah mati dan hidup kembali” membuktikan bahwa apapun yang harus diderita demi kebenaran tidak sia-sia. Kebangkitan Yesus merupakan sumber anjuran yang sangat besar bagi semua orang Kristen, teristimewa bila dipaksa untuk menderita demi iman mereka. Demikiankah keadaan saudara? Maka saudara dapat memperoleh kekuatan juga dari kata-kata Yesus berikutnya kepada sidang di Smirna:
3. (a) Anjuran apa yang Yesus berikan kepada orang-orang Kristen di Smirna? (b) Meskipun orang-orang Kristen di Smirna miskin, mengapa Yesus mengatakan bahwa mereka ”kaya”?
3 ”Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu—namun engkau kaya—dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” (Wahyu 2:9) Yesus tidak mempunyai kritikan untuk saudara-saudaranya di Smirna, hanya pujian yang hangat. Mereka telah menderita banyak kesukaran karena iman mereka. Secara materi mereka miskin, kemungkinan karena kesetiaan mereka. (Ibrani 10:34) Namun, perhatian utama mereka ialah kepada hal-hal rohani, dan mereka telah menimbun harta di surga, seperti yang Yesus nasihatkan. (Matius 6:19, 20) Jadi, Gembala Utama itu menganggap mereka ”kaya”.—Bandingkan Yakobus 2:5.
4. Dari siapa orang-orang Kristen di Smirna menderita banyak tentangan, dan bagaimana Yesus memandang para penentang itu?
4 Yesus khususnya memperhatikan bahwa orang-orang Kristen di Smirna telah menderita banyak tentangan dari orang-orang Yahudi jasmani. Pada masa awalnya, banyak dari agama ini dengan keras menentang penyebaran Kekristenan. (Kisah 13:44, 45; 14:19) Sekarang, baru beberapa puluh tahun setelah kejatuhan Yerusalem, orang-orang Yahudi di Smirna memperlihatkan semangat jahat yang sama. Tidak heran bahwa Yesus menganggap mereka sebagai ”jemaah Iblis”!a
5. Ujian-ujian apa yang masih akan dihadapi orang-orang Kristen di Smirna?
5 Karena harus menghadapi kebencian sedemikian, orang-orang Kristen di Smirna dihibur oleh Yesus: ”Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaraMU ke dalam penjara supaya KAMU [benar-benar, ”NW”] dicobai dan KAMU akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10) Di sini Yesus tiga kali menggunakan bentuk jamak dari kata ”kamu” dalam bahasa Yunani, yang memperlihatkan bahwa kata-katanya mencakup sidang secara keseluruhan. Yesus tidak dapat berjanji bahwa ujian atas orang-orang Kristen di Smirna akan segera berakhir. Beberapa dari mereka akan terus dikejar dan dilemparkan ke dalam penjara. Mereka akan mendapat kesusahan selama ”sepuluh hari”. Sepuluh adalah angka yang melambangkan kelengkapan atau keseluruhan secara jasmani. Bahkan pemelihara integritas yang kaya secara rohani seperti mereka akan mendapat ujian yang hebat selama mereka dalam tubuh jasmani.
6. (a) Mengapa orang-orang Kristen di Smirna tidak perlu takut? (b) Bagaimana Yesus mengakhiri pesannya kepada sidang di Smirna?
6 Meskipun demikian, orang-orang Kristen di Smirna tidak perlu takut atau berkompromi. Jika mereka tetap setia sampai akhir, di hadapan mereka terbentang sebagai pahala ”mahkota kehidupan,” dalam hal mereka ini adalah kehidupan tidak berkematian di surga. (1 Korintus 9:25; 2 Timotius 4:6-8) Rasul Paulus memandang pahala yang berharga ini sebagai sesuatu yang sangat bernilai sehingga ia rela mengorbankan semua hal lain, bahkan kehidupan manusianya. (Filipi 3:8) Jelas, mereka yang setia di Smirna mempunyai perasaan yang sama. Yesus mengakhiri pesannya dengan mengatakan: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” (Wahyu 2:11) Para pemenang dijamin harapan yang pasti berupa kehidupan surgawi yang kekal yang tidak dapat dijamah oleh kematian.—1 Korintus 15:53, 54.
”Kesusahan Selama Sepuluh Hari”
7, 8. Seperti sidang di Smirna, bagaimana sidang Kristen ”benar-benar dicobai” pada tahun 1918?
7 Sangat serupa dengan orang-orang Kristen di Smirna, golongan Yohanes dan rekan-rekan mereka dewasa ini telah dan masih terus ”benar-benar dicobai”. Kesetiaan mereka di bawah ujian menandai mereka sebagai umat Allah sendiri. (Markus 13:9, 10) Tidak lama setelah hari Tuhan mulai, kata-kata Yesus kepada orang-orang Kristen di Smirna mendatangkan penghiburan sejati atas kelompok kecil internasional dari umat Yehuwa. (Wahyu 1:10) Sejak tahun 1879, mereka telah menggali kekayaan rohani dari Firman Allah yang mereka bagikan secara cuma-cuma kepada orang-orang lain. Tetapi selama Perang Dunia I, mereka menghadapi kebencian dan pertentangan yang hebat, sebagian karena mereka tidak dipengaruhi oleh demam peperangan dan sebagian karena mereka dengan berani menyingkapkan kesalahan-kesalahan Susunan Kristen. Pengejaran yang mereka alami yang terjadi atas hasutan beberapa dari pemimpin-pemimpin Susunan Kristen mencapai puncaknya pada tahun 1918 dan dapat dibandingkan dengan apa yang dialami oleh orang-orang Kristen di Smirna dari masyarakat Yahudi di sana.
8 Gelombang penindasan di Amerika Serikat mencapai puncaknya ketika presiden yang baru dari Lembaga Menara Pengawal, Joseph F. Rutherford, dan tujuh rekannya dijebloskan ke dalam penjara pada tanggal 22 Juni 1918, kebanyakan dari mereka dengan hukuman 20 tahun. Mereka dibebaskan dengan jaminan sembilan bulan kemudian. Pada tanggal 14 Mei 1919, pengadilan banding menarik kembali tuduhan-tuduhan mereka yang ternyata keliru; diperlihatkan ada 130 kesalahan dalam pengadilan sebelumnya. Hakim Manton seorang Katolik Roma, kesatria dari ordo St. Gregory Agung, yang pada tahun 1918 telah menolak untuk membebaskan orang-orang Kristen ini dengan jaminan, belakangan pada tahun 1939, dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan denda $10.000 (A.S.) atas enam tuduhan sehubungan dengan meminta dan menerima suap.
9. Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa di Nazi Jerman diperlakukan oleh Hitler, dan bagaimana reaksi kaum pendeta?
9 Semasa pemerintahan Nazi Jerman, Hitler sama sekali melarang pekerjaan pengabaran dari Saksi-Saksi Yehuwa. Selama bertahun-tahun, ribuan Saksi dengan kejam ditahan dalam kamp-kamp konsentrasi. Di tempat itu banyak di antara mereka yang meninggal, sedangkan ratusan pemuda yang menolak untuk berperang dalam tentara Hitler dihukum mati. Dukungan kaum pendeta atas semua ini dibuktikan oleh kata-kata seorang imam Katolik, yang diterbitkan dalam surat kabar The German tanggal 29 Mei 1938. Antara lain, ia mengatakan: ”Sekarang ada satu negeri di bumi yang melarang kelompok yang disebut . . . Siswa-Siswa Alkitab [Saksi-Saksi Yehuwa]. Itulah Jerman! . . . Ketika Adolf Hitler berkuasa, dan Keuskupan Katolik Jerman mengulangi permohonan mereka, Hitler mengatakan, ’Orang-orang yang disebut Siswa-Siswa Alkitab yang Rajin ini [Saksi-Saksi Yehuwa] adalah pengacau; . . . saya menganggap mereka tukang obat yang palsu; saya tidak setuju bahwa orang-orang Katolik Jerman akan dicemari sedemikian rupa oleh Hakim Amerika Rutherford ini; saya membubarkan [Saksi-Saksi Yehuwa] di Jerman.’” Kepada pernyataan ini imam itu menambahkan: ”Bravo (setuju sekali)!”
10. (a) Seraya hari Tuhan berlangsung terus, pengejaran apa yang dihadapi oleh Saksi-Saksi Yehuwa? (b) Sering kali apa hasilnya bila orang-orang Kristen memperjuangkan kebebasan agama di pengadilan?
10 Seraya hari Tuhan berlangsung terus, Ular dan benihnya tidak pernah berhenti berperang melawan orang-orang Kristen terurap dan rekan-rekan mereka. Banyak dari mereka telah dipenjarakan dan dikejar dengan keji. (Wahyu 12:17) Musuh-musuh itu terus ”merancangkan kejahatan berdasarkan hukum,” tetapi umat Yehuwa tetap teguh pada pendirian mereka: ”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”. (Mazmur 94:20, BIS; Kisah 5:29) Pada tahun 1954 majalah Menara Pengawal melaporkan: ”Lebih dari tujuh puluh negeri pada suatu waktu selama empat puluh tahun terakhir telah mengeluarkan ketetapan-ketetapan pembatasan dan telah menindas Saksi-Saksi Yehuwa.” Jika ada kemungkinan untuk memperjuangkan kebebasan agama di pengadilan, orang-orang Kristen ini telah berbuat demikian dan keluar dengan kemenangan yang gemilang di sejumlah negeri. Dalam Mahkamah Agung Amerika Serikat saja, Saksi-Saksi Yehuwa telah memenangkan 50 keputusan pengadilan.
11. Nubuat apa dari Yesus mengenai tanda kehadirannya telah digenapi atas Saksi-Saksi Yehuwa selama hari Tuhan?
11 Tidak ada kelompok lain yang begitu sungguh-sungguh mentaati perintah Yesus untuk membayar kepada Kaisar barang yang Kaisar punya. (Lukas 20:25, Bode; Roma 13:1, 7) Namun, tidak ada kelompok lain yang anggota-anggotanya dipenjarakan dalam begitu banyak negeri di bawah begitu banyak bentuk pemerintahan yang berbeda, dan ini terus berlangsung sampai sekarang di negeri-negeri Amerika, Eropa, Afrika, dan di Asia. Nubuat Yesus yang besar mengenai tanda kehadirannya mencakup kata-kata ini: ”Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena namaKu.” (Matius 24:3, 9) Ini ternyata telah digenapi atas Saksi-Saksi Kristen dari Yehuwa selama hari Tuhan.
12. Bagaimana golongan Yohanes telah menguatkan umat Allah menghadapi pengejaran?
12 Untuk menguatkan umat Yehuwa menghadapi kesukaran, golongan Yohanes terus mengingatkan mereka akan inti dari kata-kata Yesus kepada orang-orang Kristen di Smirna. Misalnya, ketika penindasan oleh Nazi mulai, Menara Pengawal pada tahun 1933 dan 1934 memuat artikel-artikel seperti misalnya ”Jangan Takut Kepada Mereka,” yang membahas Matius 10:26-33; ”Pengujian,” yang didasarkan atas Daniel 3:17, 18; dan ”Mulut-Mulut Singa,” dengan Daniel 6:23 sebagai ayat kunci. Pada tahun 1980-an, dasawarsa manakala Saksi-Saksi Yehuwa telah menderita pengejaran yang keji di lebih dari 40 negeri, Menara Pengawal telah menguatkan umat Allah dengan artikel-artikel seperti misalnya ”Berbahagia Meskipun Dianiaya!” dan ”Orang-Orang Kristen Menghadapi Penindasan Dengan Ketekunan”.b
13. Seperti orang-orang Kristen di Smirna, mengapa Saksi-Saksi Kristen dari Yehuwa tidak takut kepada pengejaran?
13 Sesungguhnya, Saksi-Saksi Kristen dari Yehuwa sedang menderita pengejaran fisik dan ujian lain selama sepuluh hari. Seperti orang-orang Kristen di Smirna dulu, mereka tidak takut; kita masing-masing juga tidak perlu takut meskipun kesukaran kian memburuk di bumi ini. Kita sudah siap untuk bertekun di bawah penganiayaan dan menerima dengan sukacita bahkan bila ’harta kita dirampas.’ (Ibrani 10:32-34) Dengan mempelajari Firman Allah dan menjadikannya milik kita sendiri, kita akan diperlengkapi untuk berdiri dengan iman yang teguh. Yakinlah bahwa Yehuwa dapat dan akan melindungi saudara dalam integritas saudara. ”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.”—1 Petrus 5:6-11.
[Catatan Kaki]
a Kira-kira 60 tahun setelah Yohanes meninggal, Polycarp yang berumur 86 tahun dibakar sampai mati di Smirna karena tidak mau menyangkal kepercayaannya kepada Yesus. The Martyrdom of Polycarp (Kematian Polycarp sebagai Martir), karya yang dianggap sejaman dengan peristiwa ini, menyatakan bahwa ketika kayu dikumpulkan untuk membakar, ”orang-orang Yahudi luar biasa bergairah, sebagaimana memang kebiasaan mereka, dalam membantu hal ini”—meskipun hukuman mati itu dilakukan pada ”hari Sabat besar.”
b Lihat The Watchtower tanggal 1 Nopember 1933; 1 dan 15 Oktober, 1 dan 15 Desember 1934; 1 Mei 1983.
-
-
Berpegang Teguh kepada Nama YesusWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 9
Berpegang Teguh kepada Nama Yesus
PERGAMUS
1. Sidang mana menerima pesan Yesus yang berikut, dan dalam kota macam apa orang-orang Kristen itu tinggal?
DENGAN menempuh perjalanan 80 kilometer ke sebelah utara di sepanjang jalan pesisir dari Smirna dan kemudian 24 kilometer ke daerah pedalaman menyusuri lembah Sungai Kaikus, kita sampai di Pergamus, yang sekarang disebut Bergama. Kota itu terkenal dengan kuil Zeus, atau Yupiter. Pada tahun 1800-an, para ahli arkeologi mengangkut altar dari kuil itu ke Jerman, dan sampai sekarang masih dapat dilihat di sana, bersama banyak patung dan gambar-gambar timbul (relief) dari ilah-ilah kafir, di Museum Pergamon, Berlin Timur. Pesan macam apakah yang akan dikirimkan Tuhan Yesus kepada sidang yang ada di tengah-tengah semua penyembahan berhala itu?
2. Bagaimana Yesus menetapkan identitasnya, dan apa artinya ia mempunyai ’pedang bermata dua’?
2 Pertama-tama, Yesus menetapkan identitasnya, dengan mengatakan: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.” (Wahyu 2:12) Di sini Yesus mengulangi gambaran yang diberikan tentang dia di Wahyu 1:16. Sebagai Hakim dan Pelaksana Hukuman, ia akan membinasakan mereka yang menganiaya murid-muridnya. Betapa menghibur jaminan itu! Tetapi, mengenai penghakiman, biarlah mereka yang ada di dalam sidang juga diperingatkan bahwa Yehuwa, yang bertindak melalui ”Malaikat Perjanjian” ini, Yesus Kristus, ”akan segera menjadi saksi” menentang semua orang yang mengaku Kristen namun mempraktekkan penyembahan berhala, imoralitas, dusta, dan ketidakjujuran dan tidak memperhatikan orang-orang yang kekurangan. (Maleakhi 3:1, 5; Ibrani 13:1-3) Nasihat dan teguran yang disampaikan oleh Yesus atas kehendak Allah harus ditaati!
3. Ibadat palsu apa yang dilakukan di Pergamus, dan bagaimana dapat dikatakan bahwa ”takhta Setan” ada di sana?
3 Yesus sekarang memberitahu sidang itu: ”Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis [”Setan,” NW].” (Wahyu 2:13a) Memang, orang-orang Kristen itu dikelilingi ibadat yang keji [kepada Setan]. Selain kuil Zeus, ada sebuah kuil untuk Aeskulapius, dewa kesembuhan. Pergamus juga terkenal sebagai pusat ibadat pemujaan kaisar. Kata Ibrani yang diterjemahkan ”Setan” [NW] berarti ”Penentang,” dan ”takhta”-nya melambangkan pemerintahannya atas dunia yang diijinkan ilahi untuk sementara waktu. (Ayub 1:6, catatan kaki New World Translation Reference Bible) Banyaknya penyembahan berhala di Pergamus memperlihatkan bahwa ”takhta” Setan telah ditegakkan di kota itu. Setan pasti marah sekali karena orang-orang Kristen di sana tidak sujud kepadanya dalam ibadat yang nasionalistis!
4. (a) Pujian apa yang Yesus berikan kepada orang-orang Kristen di Pergamus? (b) Apa yang ditulis oleh utusan Roma Pliny kepada Kaisar Trayan sehubungan dengan perlakuan atas orang-orang Kristen? (c) Meskipun berbahaya, haluan apa yang diambil oleh orang-orang Kristen di Pergamus?
4 Ya, ”takhta Setan” ada di situ di Pergamus. ”Dan [meskipun begitu, ”NW”],” Yesus melanjutkan, ”engkau berpegang [teguh, ”NW”] kepada namaKu, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepadaKu, juga tidak pada zaman Antipas, saksiKu, yang setia kepadaKu, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.” (Wahyu 2:13b) Benar-benar pujian yang menggugah hati! Pasti Antipas mati sebagai martir karena ia menolak untuk ikut melakukan praktek-praktek spiritisme dan pemujaan kepada kaisar Roma. Tidak lama setelah Yohanes menerima nubuat ini, Pliny Muda, duta pribadi dari Kaisar Trayan dari Roma, menulis kepada Trayan dan menjelaskan cara ia menangani orang-orang yang dituduh sebagai orang Kristen—suatu prosedur yang disetujui oleh kaisar. Mereka yang menyangkal sebagai orang Kristen dibebaskan setelah, seperti dikatakan Pliny, ”mereka mengikuti kata-kata saya mengucapkan pembacaan doa kepada ilah-ilah, mempersembahkan kemenyan dan anggur kepada patung anda [Trayan] . . . dan, selain itu, mengutuk Kristus.” Siapapun yang didapati sebagai orang Kristen dihukum mati. Meskipun menghadapi bahaya tersebut, orang-orang Kristen di Pergamus tidak menyangkal iman mereka. Mereka ’berpegang teguh kepada nama Yesus’ dengan terus menghormati kedudukannya yang tinggi sebagai Pembenar Yehuwa dan Hakim yang dilantik. Mereka dengan loyal mengikuti jejak kaki Yesus sebagai saksi-saksi Kerajaan.
5. (a) Pada jaman modern, imbangan apa, dari sistem ibadat berupa pemujaan kaisar, telah menimbulkan ujian yang hebat bagi orang-orang Kristen pada abad ke-20 ini? (b) Bantuan apa yang telah disediakan oleh The Watchtower bagi orang-orang Kristen?
5 Dalam berbagai kesempatan, Yesus memberitahu bahwa Setan memerintah dunia fasik yang ada sekarang, tetapi karena integritas Yesus, Setan tidak berkuasa atasnya. (Matius 4:8-11; Yohanes 14:30) Dalam abad ke-20 ini, bangsa-bangsa yang kuat, khususnya ”raja negeri Utara” dan ”raja negeri Selatan,” terus berjuang memperebutkan kekuasaan atas dunia. (Daniel 11:40) Semangat patriotis dikobarkan, dan sistem agama berupa penyembahan kepada kaisar mempunyai imbangan pada jaman modern dalam gelombang nasionalisme yang melanda bumi ini. Artikel-artikel mengenai kenetralan dalam The Watchtower terbitan 1 Nopember 1939, dan sekali lagi terbitan dari 1 Nopember 1979 (wIN No. 33), dan 1 September 1986 (wIN-s28), dengan jelas menyatakan ajaran Alkitab mengenai soal ini, dengan memberikan patokan bagi orang-orang Kristen yang ingin berjalan dalam nama Yehuwa dan mengalahkan dunia, seperti yang dilakukan Yesus dengan begitu berani.—Mikha 4:1, 3, 5; Yohanes 16:33; 17:4, 6, 26; 18:36, 37; Kisah 5:29.
6. Seperti Antipas, bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa telah mengambil sikap yang tegas di jaman modern?
6 Nasihat sedemikian dibutuhkan dengan sangat mendesak. Dalam menghadapi semangat patriotis yang berlebihan, Saksi-Saksi Yehuwa, kaum terurap maupun rekan-rekan mereka, harus berdiri teguh dalam iman. Di Amerika Serikat, ratusan anak dan guru dikeluarkan dari sekolah karena mereka tidak memberi salut kepada bendera nasional, sedangkan di Jerman Saksi-Saksi itu dianiaya dengan keji karena menolak memberi salut kepada swastika. Seperti telah dibahas, kelompok Nazi Hitler membunuh ribuan hamba Yehuwa yang loyal karena mereka tidak mau ikut dalam penyembahan berhala yang nasionalistis demikian. Pada tahun 1930-an, pada masa kejayaan Jepang dalam penyembahan kaisar menurut agama Shinto, dua rohaniwan perintis menabur banyak benih Kerajaan di Taiwan yang dijajah Jepang. Para penguasa militer menjebloskan mereka ke dalam penjara, dan salah seorang dari mereka meninggal di sana karena perlakuan kejam. Yang satunya belakangan dibebaskan, hanya untuk ditembak dari belakang—seorang Antipas jaman modern. Sampai hari ini, ada negeri-negeri yang menuntut pemujaan lambang-lambang nasional dan pengabdian yang eksklusif kepada Negara. Banyak Saksi remaja dipenjarakan, dan tidak sedikit yang dihukum mati karena sikap mereka yang teguh sebagai orang-orang Kristen yang netral. Jika saudara seorang remaja yang menghadapi masalah sedemikian, pelajarilah Firman Allah setiap hari agar saudara dapat ”beriman sehingga selamat jiwa” (Bode), dengan harapan kehidupan kekal.—Ibrani 10:39–11:1; Matius 10:28-31.
7. Bagaimana anak-anak di India menghadapi masalah pemujaan nasionalistis, dan dengan hasil apa?
7 Orang-orang muda di sekolah menghadapi masalah yang sama. Pada tahun 1985, di negara bagian Kerala, India, tiga anak dari Saksi Yehuwa menolak untuk mengkompromikan iman mereka yang didasarkan Alkitab, tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka berdiri dengan penuh hormat seraya anak-anak lain menyanyi, tetapi meskipun demikian mereka tetap dikeluarkan dari sekolah. Ayah mereka naik banding atas tindakan ini sampai ke Mahkamah Agung India, yang kedua hakimnya memberikan keputusan yang membenarkan anak-anak itu, dan dengan berani menyatakan: ”Tradisi kita mengajarkan toleransi; filsafat kita mengajarkan toleransi; undang-undang kita menjalankan toleransi; jangan kita melemahkan hal itu.” Pemberitaan surat kabar dan tajuk-tajuk rencana yang membela sebagai hasil dari kasus ini, memberitahu seluruh bangsa yang jumlah penduduknya hampir seperlima penduduk bumi ini, bahwa ada orang-orang Kristen di negeri itu yang menyembah Allah yang benar Yehuwa dan bahwa mereka tetap loyal kepada prinsip-prinsip Alkitab.
Pengaruh-Pengaruh yang Merusak
8. Teguran keras apa yang menurut Yesus perlu diberikan kepada orang-orang Kristen di Pergamus?
8 Ya, orang-orang Kristen di Pergamus adalah pemelihara integritas. ”Tetapi,” kata Yesus, ”Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau.” Apa yang telah mereka lakukan sehingga layak mendapat kecaman? Yesus memberitahu kita, ”Di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.”—Wahyu 2:14.
9. Siapakah Bileam itu, dan bagaimana nasihatnya ”menyesatkan orang Israel”?
9 Pada jaman Musa, Raja Balak dari Moab telah menyewa Bileam, seorang nabi bukan Israel yang mengetahui beberapa hal tertentu tentang jalan-jalan Yehuwa, untuk mengutuk Israel. Yehuwa menentang Bileam, dengan memaksanya untuk mengucapkan berkat bagi orang Israel dan malapetaka bagi musuh-musuh mereka. Bileam menenangkan kemarahan Balak atas hal itu, dengan menyarankan serangan yang lebih licik: Biarkan wanita-wanita Moab merayu pria-pria Israel untuk melakukan imoralitas seks dan penyembahan berhala kepada ilah palsu Baal dari Peor! Taktik ini berhasil. Murka Yehuwa yang benar menyala, dan Ia memberikan tulah yang membunuh 24.000 orang Israel yang melakukan percabulan itu—suatu tulah yang baru berhenti setelah imam Pinehas mengambil tindakan positif dengan menyingkirkan kejahatan dari Israel.—Bilangan 24:10, 11; 25:1-3, 6-9; 31:16.
10. Batu-batu sandungan apa telah menyusup ke dalam sidang di Pergamus, dan mengapa orang-orang Kristen tersebut mungkin merasa bahwa Allah akan mengabaikan pelanggaran mereka?
10 Nah, pada jaman Yohanes, apakah ada batu-batu sandungan yang serupa di Pergamus? Ya ada! Imoralitas dan penyembahan berhala telah menyusup ke dalam sidang. Orang-orang Kristen itu tidak mentaati peringatan Allah yang diberikan melalui rasul Paulus. (1 Korintus 10:6-11) Karena mereka telah bertekun dalam penganiayaan, mungkin mereka merasa bahwa Yehuwa akan mengabaikan pelanggaran seks mereka. Maka Yesus membuat jelas bahwa mereka harus membenci perbuatan demikian.
11. (a) Terhadap apa hendaknya orang-orang Kristen waspada, dan pemikiran macam apa harus mereka hindari? (b) Selama bertahun-tahun, berapa banyak yang telah dipecat dari sidang Kristen, dan kebanyakan atas dasar apa?
11 Demikian pula dewasa ini, orang-orang Kristen harus waspada agar tidak ”menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu.” (Yudas 4) Kita wajib membenci apa yang jahat dan ’menyiksa tubuh kita’ untuk menempuh haluan kebajikan Kristen. (1 Korintus 9:27, Bode; Mazmur 97:10; Roma 8:6) Jangan sekali-kali kita berpikir bahwa gairah dalam dinas Allah dan integritas dalam penganiayaan membuat kita boleh melakukan perbuatan seks yang salah. Selama bertahun-tahun, para pelanggar yang dipecat dari sidang Kristen seluas dunia, yang sebagian besar disebabkan oleh imoralitas seks, berjumlah puluhan ribu. Dalam tahun-tahun tertentu bahkan ada lebih banyak daripada yang jatuh di Israel purba karena Baal-Peor. Semoga kita tetap waspada sehingga kita tidak pernah akan termasuk dalam golongan itu!—Roma 11:20; 1 Korintus 10:12.
12. Seperti hamba-hamba Allah pada masa permulaan, prinsip-prinsip apa yang berlaku bagi orang-orang Kristen dewasa ini?
12 Yesus juga menegur orang-orang Kristen di Pergamus karena ”makan persembahan berhala.” Apa yang tersangkut dalam hal ini? Mengingat kata-kata Paulus kepada orang-orang Korintus, mungkin ada yang menyalahgunakan kebebasan Kristen mereka dan dengan sengaja melukai hati nurani orang-orang lain. Tetapi, kemungkinan besar, dengan cara tertentu mereka benar-benar ambil bagian dalam upacara-upacara berhala. (1 Korintus 8:4-13; 10:25-30) Orang-orang Kristen yang setia dewasa ini harus memperlihatkan kasih yang tidak mementingkan diri dalam menjalankan kebebasan Kristen mereka, berlaku hati-hati untuk tidak menjadi sandungan bagi orang-orang lain. Tentu, mereka harus menghindari bentuk-bentuk penyembahan berhala modern, seperti misalnya memuja bintang-bintang dari TV, film, dan olahraga, atau menjadikan uang, atau bahkan perut mereka sendiri, sebagai ilah!—Matius 6:24; Filipi 1:9, 10; 3:17-19.
Hindari Kecenderungan untuk Memecah-belah!
13. Kata-kata teguran apa yang kemudian Yesus berikan kepada orang-orang Kristen di Pergamus, dan mengapa sidang itu membutuhkannya?
13 Yesus selanjutnya menegur orang-orang Kristen di Pergamus, dengan mengatakan: ”Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.” (Wahyu 2:15) Sebelumnya, Yesus telah memuji orang-orang Efesus karena mereka membenci perbuatan para pengikut atau sekte ini. Tetapi orang-orang Kristen di Pergamus membutuhkan nasihat untuk tetap menjaga sidang bebas dari pengaruh yang memecah-belah. Mereka harus lebih tegas dalam menjunjung tinggi standar-standar Kristen agar persatuan yang didoakan oleh Yesus di Yohanes 17:20-23 dapat dipelihara. Mereka perlu ”menasihatkan orang di dalam pengajaran yang benar itu, dan menempelak orang yang melawan.”—Titus 1:9, Bode.
14. (a) Dari masa permulaan, siapa yang harus ditentang sidang Kristen, dan bagaimana rasul Paulus menggambarkan mereka? (b) Kata-kata apa dari Yesus hendaknya ditaati oleh setiap orang yang mungkin cenderung mengikuti kelompok yang memisahkan diri?
14 Sejak permulaan, sidang Kristen harus berjuang melawan orang-orang murtad yang sombong, yang dengan kata-kata licik dan menyesatkan ’menimbulkan perpecahan dan godaan, bertentangan dengan pengajaran’ yang disediakan melalui saluran Yehuwa (Roma 16:17, 18) Rasul Paulus memperingatkan terhadap ancaman ini dalam hampir semua suratnya.a Pada jaman modern, ketika Yesus telah memulihkan sidang yang sejati kepada kemurnian dan persatuan Kristen, bahaya dari kecenderungan untuk memecah-belah tetap ada. Jadi, setiap orang yang mungkin cenderung mengikuti kelompok yang memisahkan diri, dengan demikian mendirikan suatu sekte, hendaknya mentaati kata-kata Yesus berikut ini: ”Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulutKu ini.”—Wahyu 2:16.
15. Bagaimana kecenderungan untuk memecah-belah dimulai?
15 Bagaimana kecenderungan untuk memecah-belah ini dimulai? Mungkin seseorang yang mengaku diri sebagai guru menaburkan keragu-raguan, membantah beberapa kebenaran Alkitab (seperti misalnya bahwa kita berada di hari-hari terakhir), dan dengan demikian satu kelompok memisahkan diri dan mengikuti dia. (2 Timotius 3:1; 2 Petrus 3:3, 4) Atau seseorang mengritik cara Yehuwa melaksanakan pekerjaanNya dan menganjurkan semangat menyayangi diri, dengan mengatakan bahwa pergi dari rumah ke rumah membawa berita Kerajaan tidak berdasarkan Alkitab atau tidak perlu. Ambil bagian dalam dinas sedemikian mengikuti teladan Yesus dan para rasul akan membuat orang-orang ini tetap rendah hati; tetapi, mereka lebih senang memisahkan diri dan bersikap santai, mungkin hanya sewaktu-waktu membaca Alkitab dalam suatu kelompok pribadi. (Matius 10:7, 11-13; Kisah 5:42; 20:20, 21) Orang-orang sedemikian menciptakan gagasan mereka sendiri tentang Peringatan kematian Yesus, perintah Alkitab untuk menjauhkan diri dari darah, merayakan hari-hari raya, dan penggunaan tembakau. Selain itu, mereka merendahkan nama Yehuwa; dalam waktu yang sangat singkat mereka kembali lagi kepada jalan-jalan yang serba boleh dari Babel Besar. Lebih buruk lagi, ada yang digerakkan oleh Setan untuk melawan dan ”memukul [sesama, NW] hamba-hamba lain,” bekas saudara-saudara mereka.—Matius 24:49; Kisah 15:29; Wahyu 17:5.
16. (a) Mengapa orang-orang yang goyah karena pengaruh orang-orang murtad hendaknya cepat bertobat? (b) Apa yang akan terjadi atas mereka yang tidak mau bertobat?
16 Setiap orang yang menjadi goyah karena pengaruh orang-orang murtad hendaknya segera mentaati seruan Yesus untuk bertobat! Propaganda orang-orang murtad harus ditolak sebagai sesuatu yang memang beracun! Dasarnya ialah iri hati dan kebencian, bertentangan dengan kebenaran-kebenaran yang adil, suci, dan pengasih yang Yesus sajikan kepada sidangnya. (Lukas 12:42; Filipi 1:15, 16; 4:8, 9) Tentang orang-orang yang tidak mau bertobat, Tuhan Yesus benar-benar akan ”memerangi mereka dengan pedang yang di mulutNya.” Ia menyaring rakyatnya untuk memelihara persatuan yang ia doakan pada malam terakhir ia bersama murid-muridnya di bumi. (Yohanes 17:20-23, 26) Karena orang-orang yang murtad menolak nasihat yang pengasih dan bantuan yang diberikan oleh bintang-bintang di tangan kanannya, Yesus mengadili dan menghukum mereka ”teramat sangat” (Bode), dengan mencampakkan mereka kepada ”kegelapan yang paling gelap.” Mereka dipecat, tidak dapat lagi menjadi ragi di antara umat Allah.—Matius 24:48-51; 25:30; 1 Korintus 5:6, 9, 13; Wahyu 1:16.
’Manna yang Tersembunyi dan Batu Putih’
17. Pahala apa yang tersedia bagi orang-orang Kristen terurap yang ”menang,” dan apa yang perlu diatasi oleh orang-orang Kristen di Pergamus?
17 Pahala yang mulia menantikan semua orang yang mentaati nasihat Yesus, yang diberikan melalui petunjuk roh suci Yehuwa. Dengarkan! ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” (Wahyu 2:17) Jadi, orang-orang Kristen di Pergamus, seperti orang-orang Kristen di Smirna, dianjurkan untuk ”menang.” Jika mereka ingin berhasil, mereka yang di Pergamus, di tempat takhta Setan berada, harus menjauhi penyembahan berhala. Mereka harus mengalahkan imoralitas, kecenderungan untuk memecah-belah, dan kemurtadan yang dihubungkan dengan Balak, Bileam, dan sekte Nikolaus. Dengan berbuat demikian, orang-orang Kristen yang terurap itu akan diundang untuk makan dari ”manna yang tersembunyi.” Apa artinya ini?
18, 19. (a) Apa manna yang Yehuwa sediakan bagi orang-orang Israel? (b) Manna apa yang tersembunyi? (c) Apa yang dilambangkan dengan makan dari manna yang tersembunyi?
18 Pada jaman Musa, Yehuwa menyediakan manna untuk memelihara orang-orang Israel selama perjalanan mereka di padang gurun. Manna itu tidak tersembunyi, karena tiap pagi—kecuali pada hari Sabat—manna itu muncul secara mujizat, seperti serpihan salju yang menutupi bumi. Ini merupakan persediaan ilahi agar orang-orang Israel dapat tetap hidup. Sebagai peringatan, Yehuwa memerintahkan agar Musa menyimpan sedikit ”roti” ini dalam sebuah bejana emas di dalam tabut perjanjian suci ”turun temurun [”sepanjang generasi-generasi Israel,” NW].”—Keluaran 16:14, 15, 23, 26, 33; Ibrani 9:3, 4.
19 Benar-benar suatu lambang yang cocok! Manna ini tersembunyi dalam ruang Maha Kudus dari tabernakel, tempat yang cahaya mujizat menyinari penutup Tabut itu yang melambangkan kehadiran Yehuwa sendiri. (Keluaran 26:34) Tidak seorang pun diijinkan masuk ke tempat suci itu untuk makan manna yang tersembunyi. Tetapi, Yesus mengatakan bahwa para pengikutnya yang terurap yang menang akan makan ”manna yang tersembunyi.” Seperti Kristus sebelum mereka, mereka ”bukan [akan] masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri.” (Ibrani 9:12, 24) Pada waktu mereka dibangkitkan, mereka akan mengenakan peri tidak berkebinasaan dan tidak berkematian—persediaan Yehuwa yang menakjubkan, yang dilambangkan dengan diberinya mereka ”manna yang tersembunyi” yang tidak dapat rusak. Betapa besar hak istimewa dari kelompok kecil orang-orang yang menang tersebut!—1 Korintus 15:53-57.
20, 21. (a) Apa yang dilambangkan dengan diberikannya sebuah batu putih kepada orang-orang Kristen terurap? (b) Karena hanya ada 144.000 batu putih, harapan apa yang dimiliki oleh kumpulan besar?
20 Mereka juga menerima sebuah ”batu putih.” Dalam pengadilan Roma, batu-batu digunakan untuk menyatakan keputusan.b Batu putih berarti kebebasan, sedangkan batu hitam berarti hukuman, sering kali hukuman mati. Yesus memberikan ”batu putih” kepada orang-orang Kristen di Pergamus berarti bahwa ia menilai mereka tidak bersalah, murni, dan bersih. Tetapi kata-kata Yesus bisa mempunyai arti lebih jauh. Pada jaman Roma, batu-batu juga digunakan seperti karcis untuk dapat menghadiri peristiwa-peristiwa penting. Demikian pula batu putih dapat menunjukkan sesuatu yang sangat istimewa bagi orang Kristen terurap yang menang—ia diterima ke tempat yang terhormat di surga pada waktu perkawinan Anak Domba. Hanya 144.000 dari batu-batu demikian yang disediakan.—Wahyu 14:1; 19:7-9.
21 Apakah ini berarti bahwa saudara tidak akan diperhatikan jika saudara salah seorang dari kumpulan besar dari rekan-rekan sesama penyembah? Sama sekali tidak! Meskipun tidak menerima batu putih yang berarti diterima ke dalam surga, saudara dapat, jika saudara bertekun, keluar dari kesusahan yang besar, ambil bagian dalam pekerjaan yang menggembirakan yaitu memulihkan Firdaus di bumi. Bersama saudara dalam pekerjaan ini akan ada orang-orang setia dari jaman pra-Kristen dan mereka dari domba-domba lain yang mungkin belum lama ini meninggal, yang semuanya dibangkitkan. Akhirnya, semua orang mati lain yang telah ditebus akan mendapat perkenan dengan dibangkitkan kepada kehidupan di bumi firdaus.—Mazmur 45:17; Yohanes 10:16; Wahyu 7:9, 14.
22, 23. Apa makna dari nama yang tertulis pada batu yang diberikan kepada orang-orang Kristen terurap, dan anjuran apa yang seharusnya diberikan oleh hal ini?
22 Apa nama baru yang tertulis pada batu itu? Nama merupakan sarana untuk mengenali seseorang dan membedakannya dari orang-orang lain. Orang-orang Kristen terurap menerima batu itu setelah mereka mengakhiri kehidupan mereka di bumi sebagai pemenang. Maka jelas bahwa nama di atas batu itu ada hubungannya dengan hak istimewa mereka untuk dipersatukan dengan Yesus di surga—kedudukan yang sangat akrab berupa dinas Kerajaan yang patut dihargai sepenuhnya dan dinikmati hanya oleh mereka yang mewarisi Kerajaan surgawi. Jadi, ini sebuah nama, atau jabatan, ”yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.”—Bandingkan Wahyu 3:12.
23 Benar-benar suatu dorongan bagi golongan Yohanes untuk ”mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” dan menerapkannya! Dan betapa hal ini menganjurkan rekan-rekan mereka, kumpulan besar, untuk terus melayani dengan setia bersama mereka seraya kumpulan ini masih dapat menikmati persahabatan dengan mereka di bumi ini dan ambil bagian bersama mereka dalam mengumumkan Kerajaan Yehuwa!
[Catatan Kaki]
a Lihat juga 1 Korintus 3:3, 4, 18, 19; 2 Korintus 11:13; Galatia 4:9; Efesus 4:14, 15; Filipi 3:18, 19; Kolose 2:8; 1 Tesalonika 3:5; 2 Tesalonika 2:1-3; 1 Timotius 6:3-5; 2 Timotius 2:17; 4:3, 4; Titus 1:13, 14; 3:10; Ibrani 10:26, 27.
b Lihat Kisah 26:10 dan catatan kaki dalam New World Translation Reference Bible.
-
-
Membenci ”Segala Perkara Iblis yang Dalam-Dalam”Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 10
Membenci ”Segala Perkara Iblis yang Dalam-Dalam”
TIATIRA
1. Bagaimana letak Tiatira dalam hubungan dengan sidang-sidang lain, dan bagaimana lingkungan agama di sekitarnya?
KIRA-KIRA 64 kilometer di sebelah tenggara Bergama (Pergamus) di Turki terdapat kota Akhisar yang sedang berkembang. Kurang lebih 1.900 tahun yang lalu, kota ini merupakan lokasi dari Tiatira. Seorang pengawas keliling dengan mudah dapat mencapai Tiatira melalui daerah pedesaan dari Pergamus dan kemudian pergi ke sidang-sidang lain yang ada dalam wilayah dari Wahyu pasal 3—Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Tidak seperti Pergamus, Tiatira nampaknya bukan merupakan pusat penyembahan kepada kaisar, tetapi kota ini juga mempunyai kuil-kuil dan tempat-tempat ibadat yang dibaktikan kepada ilah-ilah kafir. Tiatira terkenal sebagai pusat perdagangan komersial.
2, 3. (a) Apa yang dicatat sebelumnya tentang seorang Tiatira yang menjadi Kristen? (b) Pernyataan bahwa Yesus adalah ”Anak Allah” dan bahwa ”mataNya bagaikan nyala api” mempunyai makna penting apa bagi orang-orang Kristen di Tiatira?
2 Ketika Paulus mengabar di Makedonia, ia bertemu dengan seorang wanita Tiatira bernama Lidia, seorang penjual kain ungu. Lidia dan seluruh keluarganya dengan senang hati menerima berita yang dikabarkan Paulus dan memperlihatkan sikap suka memberi tumpangan yang luar biasa. (Kisah 16:14, 15) Menurut catatan ia menjadi orang Tiatira pertama yang menerima Kekristenan. Lambat-laun, kota itu sendiri mempunyai sidang dari orang-orang Kristen. Yesus menujukan pesannya yang terpanjang ke sana: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mataNya bagaikan nyala api dan kakiNya bagaikan tembaga [bergilap, ”Bode”].”—Wahyu 2:18.
3 Ini satu-satunya ayat dalam buku Wahyu yang menyebut istilah ”Anak Allah,” meskipun di bagian-bagian lain Yesus memang menyebut Yehuwa sebagai ”BapaKu.” (Wahyu 2:27; 3:5, 21) Penggunaan gelar itu di sini kemungkinan mengingatkan orang-orang Kristen di Tiatira akan keakraban Yesus dengan Yehuwa. Putra ini ”mataNya bagaikan nyala api”—peringatan kepada orang-orang Kristen di Tiatira bahwa penghukumannya akan menyala terhadap segala sesuatu yang ia lihat mencemarkan sidang. Dengan dua kali menyebut mengenai kakinya yang mengkilap bagaikan tembaga, ia menandaskan teladan kesetiaannya sendiri yang menonjol pada waktu hidup di bumi. Orang-orang Kristen di Tiatira pasti mentaati nasihatnya, dan demikianlah seharusnya kita dewasa ini!—1 Petrus 2:21.
4, 5. (a) Mengapa Yesus dapat memuji orang-orang Kristen di Tiatira? (b) Bagaimana sidang di Tiatira merupakan ciri khas dari 54.000 lebih sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini?
4 Senang sekali bahwa Yesus dapat memuji orang-orang di Tiatira. Ia mengatakan: ”Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.” (Wahyu 2:19) Tidak seperti orang-orang Efesus, orang-orang Kristen terurap di sana tidak kehilangan kasih mereka yang mula-mula untuk Yehuwa. Iman mereka kuat. Selain itu, pekerjaan mereka lebih banyak daripada sebelumnya, dan seperti ketiga sidang yang terdahulu, orang-orang Kristen di Tiatira bertekun. Benar-benar ciri khas dari hampir 100.000 sidang Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh bumi dewasa ini! Kasih kepada Yehuwa memancar dengan terang, karena kegairahan dalam pelayanan meliputi organisasi, menggerakkan tua dan muda. Suatu jumlah yang terus meningkat mencurahkan tenaga sebagai perintis-perintis, dengan demikian secara bijaksana menggunakan waktu yang masih ada untuk memberitakan harapan yang mulia dari Kerajaan Allah yang akan datang!—Matius 24:14; Markus 13:10.
5 Selama puluhan tahun, banyak orang yang setia, dari kaum sisa terurap maupun kumpulan besar, telah memperlihatkan ketekunan yang patut ditiru dalam dinas Allah, seraya dunia di sekeliling mereka tenggelam makin lama makin dalam kepada kegelapan yang tanpa harapan. Namun marilah kita tetap kuat hati! Wahyu meneguhkan kesaksian dari nabi-nabi Allah sebelumnya. ”Sudah dekat hari [Yehuwa] yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali.”—Zefanya 1:14; Yoel 2:1; Habakuk 2:3; Wahyu 7:9; 22:12, 13.
”Wanita Izebel”
6. (a) Meskipun ada segi-segi yang patut dipuji, problem apa yang Yesus amati di sidang di Tiatira yang perlu segera diperhatikan? (b) Siapakah Izebel itu, dan apakah ia berhak mengaku sebagai nabiah?
6 Mata Yesus yang menyala-nyala menembus lebih jauh. Ia mengamati sesuatu yang perlu segera mendapat perhatian. ”Tetapi,” katanya kepada orang-orang Kristen di Tiatira, ”Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hambaKu supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.” (Wahyu 2:20) Pada abad kesepuluh S.M., Ratu Izebel, seorang penyembah Baal istri Raja Ahab dari Israel, mempunyai nama buruk karena cara-caranya yang suka membunuh, suka berzinah, dan suka menguasai. Yehu, sebagai orang yang diurapi Yehuwa, menghukum mati wanita ini. (1 Raja 16:31; 18:4; 21:1-16; 2 Raja 9:1-7, 22, 30, 33) Izebel yang menyembah berhala tidak dapat mengaku sebagai nabiah. Ia tidak seperti Miryam dan Debora, yang melayani sebagai nabiah yang setia di Israel. (Keluaran 15:20, 21; Hakim 4:4; 5:1-31) Dan roh Yehuwa tidak menggerakkan dia untuk bernubuat sebagaimana roh itu menggerakkan Hana yang sudah lanjut usia dan empat putri Filipus sang penginjil.—Lukas 2:36-38; Kisah 21:9.
7. (a) Dengan menyebut ”wanita Izebel” itu, Yesus jelas memaksudkan pengaruh apa? (b) Bisa jadi bagaimana beberapa wanita yang bergabung telah membenarkan haluan mereka yang keras kepala?
7 Maka jelas, ”wanita Izebel” yang mengaku sebagai nabiah di Tiatira adalah seorang penipu. Ia tidak mendapat dukungan dari roh Allah. Siapakah dia? Kemungkinan, ia seorang wanita atau kelompok wanita yang memberikan pengaruh merusak dan tanpa malu di sidang. Beberapa wanita yang bergabung mungkin telah melibatkan para anggota sidang dalam imoralitas, seraya mereka dengan terang-terangan membenarkan haluan mereka yang keras kepala dengan memutarbalikkan ayat-ayat Alkitab. Mereka benar-benar menubuatkan kepalsuan! Mereka akan mempengaruhi orang-orang lain agar jatuh ke dalam cara-cara mereka sendiri yaitu ”percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” (Kolose 3:5) Mereka akan memperbolehkan orang-orang di sidang memuaskan hawa nafsu dalam gaya hidup yang imoral, memikirkan diri sendiri, seperti yang sekarang disetujui, atau pura-pura tidak dilihat, dalam kebanyakan dari agama-agama Susunan Kristen.
8. (a) Apa pernyataan Yesus tentang ”Izebel” di Tiatira? (b) Bagaimanakah pengaruh wanita yang tidak pantas terlihat pada jaman modern?
8 Yesus selanjutnya memberitahu para penatua di Tiatira: ”Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.” (Wahyu 2:21, 22) Sama seperti Izebel yang dulu jelas telah menguasai Ahab dan kemudian menentang Yehu, pelaksana penghukuman Allah, demikian pula pengaruh wanita ini mungkin akan mencoba untuk memanipulasi para suami dan para penatua. Rupanya, para penatua di Tiatira bersikap toleran terhadap pengaruh Izebel yang tidak bersahaja ini. Yesus di sini memberikan peringatan yang keras kepada mereka, dan juga kepada sidang dari umat Yehuwa seluas dunia dewasa ini. Pada jaman modern, beberapa dari wanita-wanita yang keras kepala sedemikian telah mendorong suami mereka untuk menjadi orang-orang murtad dan bahkan telah menuntut tindakan pengadilan terhadap hamba-hamba Yehuwa yang setia.—Bandingkan Yudas 5-8.
9. (a) Mengapa kata-kata Yesus tentang Izebel tidak memberikan gambaran yang buruk tentang semua wanita di sidang? (b) Hanya pada keadaan apa pengaruh Izebel muncul?
9 Hal ini sama sekali tidak memberikan gambaran yang buruk tentang wanita-wanita yang setia di sidang Kristen. Pada jaman sekarang, bagian besar dari pekerjaan kesaksian dilaksanakan oleh saudari-saudari yang setia; melalui pelajaran-pelajaran Alkitab rumahan yang mereka pimpin, mereka membawa banyak sekali orang baru ke dalam sidang. Allah sendiri memberkati penyelenggaraan ini, seperti ditunjukkan oleh Mazmur 68:12: ”[Yehuwa] menyampaikan sabda; orang-orang [”para wanita,” BIS, ayat 11] yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar.” Para suami dapat dipengaruhi ke arah yang baik melalui tingkah laku istri mereka yang lemah lembut, penuh hormat, yang ”sangat berharga di mata Allah.” (1 Petrus 3:1-4) Istri yang cakap dan rajin, dipuji oleh Raja Lemuel. (Amsal 31:10-31) Hanya bila wanita-wanita melewati batas dengan membujuk pria-pria atau dengan menantang atau mengabaikan kekepalaan, pengaruh Izebel itu timbul.—Efesus 5:22, 23; 1 Korintus 11:3.
10. (a) Mengapa Izebel dan anak-anaknya mendapat hukuman? (b) Dalam keadaan yang berbahaya apa mereka yang menjadi anak-anak Izebel berada, dan apa yang harus dilakukan orang-orang tersebut?
10 Menunjuk kepada ”wanita Izebel” itu, Yesus melanjutkan: ”Dan anak-anaknya akan Kumatikan [dengan bela sampar yang mematikan, ”NW”] dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin [”ginjal,” NW] dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.” (Wahyu 2:23) Yesus telah memberikan Izebel dan anak-anaknya waktu untuk bertobat, tetapi mereka berkeras dalam jalan-jalan mereka yang imoral dan karena itu harus mendapat hukuman. Ada berita yang penuh kuasa di sini bagi orang-orang Kristen dewasa ini. Mereka yang meniru Izebel, tidak soal pria atau wanita, dan karena itu menjadi anak-anaknya dengan melanggar prinsip-prinsip Alkitab mengenai kekepalaan dan moral atau bersikap keras kepala sehingga mengabaikan penyelenggaraan teokratis, secara rohani berada dalam keadaan sakit yang berbahaya. Memang, jika orang sedemikian meminta para penatua di sidang untuk berdoa baginya, ”doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia”—asalkan ia dengan rendah hati bertindak selaras dengan doa-doa tersebut. Namun jangan seorang pun berpikir bahwa ia (pria atau wanita) dapat mengelabui Allah atau Kristus dengan mencoba menyembunyikan kelakuan yang imoral atau dengan berpura-pura memberikan penampilan bergairah dalam dinas.—Yakobus 5:14, 15.
11. Bagaimana sidang-sidang dewasa ini dibantu untuk waspada terhadap menyusupnya pengaruh wanita yang tidak sah?
11 Untunglah, kebanyakan sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini sadar terhadap bahaya ini. Para penatua waspada terhadap kecenderungan ke arah sikap yang tidak teokratis dan perbuatan salah. Mereka berusaha membantu pria-pria maupun wanita-wanita yang berada dalam bahaya agar mereka dapat membina kerohanian dan membuat penyesuaian sebelum terlambat. (Galatia 5:16; 6:1) Dengan kasih dan tegas, para pengawas Kristen ini mencegah usaha apapun dari kaum wanita untuk membentuk kelompok-kelompok dengan tujuan memperkembangkan tindakan-tindakan yang serupa dengan gerakan pembebasan wanita. Selain itu, nasihat yang tepat pada waktunya diberikan secara berkala dalam publikasi-publikasi Lembaga Menara Pengawal.a
12. Dalam hal apa golongan Yohanes dewasa ini memperlihatkan gairah yang serupa dengan gairah Yehu?
12 Namun, jika ada imoralitas yang serius, dan khususnya apabila hal ini menjadi kebiasaan, para pedosa yang tidak bertobat harus dipecat. Kita ingat gairah Yehu dalam menyingkirkan semua bekas-bekas pengaruh Izebel di Israel. Demikian pula, golongan Yohanes dewasa ini mengambil tindakan tegas, memberikan teladan untuk rekan-rekan ”Yonadab” mereka dan memperlihatkan diri jauh berbeda dari rohaniwan-rohaniwan Susunan Kristen yang bersikap serba boleh.—2 Raja 9:22, 30-37; 10:12-17.
13. Apa yang akan terjadi atas mereka yang menyerah kepada pengaruh wanita yang salah?
13 Sebagai Utusan dan Hakim Yehuwa, Anak Allah bertindak dengan tepat dalam menyingkapkan Izebel modern dan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit, karena penyakit rohaninya memang benar-benar kronis. (Maleakhi 3:1, 5) Mereka yang telah menyerah kepada pengaruh wanita yang salah ini juga akan menderita kesusahan yang besar—kesedihan karena dipecat, dikucilkan dari sidang Kristen seolah-olah mati. Jika mereka tidak bertobat, berpaling, dan diterima kembali ke dalam sidang, mereka juga akan menghadapi kematian jasmani melalui ”bela sampar yang mematikan”—selambat-lambatnya, dalam sengsara besar. Sementara itu, pemulihan masih mungkin jika mereka benar-benar bertobat dari perbuatan salah mereka.—Matius 24:21, 22; 2 Korintus 7:10.
14. (a) Bagaimana Yesus menggunakan para penatua untuk menangani problem-problem tertentu, seperti misalnya pengaruh Izebel? (b) Bagaimana hendaknya sidang mendukung para penatua yang menangani problem-problem sedemikian?
14 ”Semua jemaat” harus mengetahui bahwa Yesus menyelidiki ”ginjal,” perasaan yang paling dalam, dan ”hati,” batin manusia yang tersembunyi, termasuk motif-motif yang sebenarnya. Untuk itu, ia menggunakan bintang-bintang, atau para penatua yang dipercaya, dalam menangani problem-problem tertentu, seperti misalnya pengaruh Izebel apapun yang muncul. (Wahyu 1:20) Setelah para penatua dengan saksama memeriksa masalah semacam ini dan memberikan keputusan, pribadi-pribadi tidak layak untuk menyelidiki mengapa dan untuk alasan apa tindakan itu diambil. Semua hendaknya dengan rendah hati menerima cara para penatua menangani masalah-masalah itu dan terus mendukung bintang-bintang sidang ini. Keloyalan kepada Yehuwa dan penyelenggaraan organisasiNya akan mendapat pahala. (Mazmur 37:27-29; Ibrani 13:7, 17) Bagi saudara sendiri, semoga saudara mendapat berkat pada waktu Yesus membalaskan kepada setiap orang masing-masing menurut perbuatannya.—Lihat juga Galatia 5:19-24; 6:7-9.
’Peganglah dengan Teguh Apa yang Ada Padamu’
15. (a) Apa yang Yesus katakan kepada mereka yang tidak dirusak oleh Izebel? (b) Apa yang memperlihatkan bahwa tidak semua yang mengaku Kristen pada tahun 1918 dulu telah dicemari oleh Susunan Kristen yang murtad?
15 Kata-kata Yesus berikut memberikan hiburan: ”Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis [”segala perkara Iblis yang dalam-dalam,” Bode], kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” (Wahyu 2:24, 25) Ada orang-orang setia di Tiatira yang tidak dipengaruhi oleh Izebel. Demikian pula, selama 40 tahun sebelum 1918 dan sejak itu, tidak semua orang yang mengaku Kristen bersikap toleran terhadap haluan yang imoral dan bejat yang begitu merajalela dalam Susunan Kristen. Kelompok kecil dari Siswa-Siswa Alkitab, yang sekarang dikenal sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, yang berusaha membantu para anggota gereja untuk melihat asal-usul yang tidak bersifat Kristen dari banyak doktrin-doktrin Susunan Kristen, telah mengambil tindakan untuk membersihkan diri dari semua kepercayaan dan praktek-praktek bersifat Babel yang diterima melalui Susunan Kristen yang murtad. Ini termasuk ajaran yang serba bebas dari ”wanita Izebel” itu.
16. Meskipun Yesus dan badan pimpinan Kristen abad pertama tidak menambahkan beban lain lagi, hal-hal apa harus dihindari?
16 Golongan Yohanes dewasa ini juga menganjurkan rekan-rekan mereka, kumpulan besar, agar waspada terhadap pengaruh yang imoral, seperti yang terdapat dalam dunia hiburan yang merendahkan martabat. Tidak perlu menonton atau mengalami kebejatan hanya karena ingin tahu atau untuk mempelajari apa yang harus dihindari. Haluan yang bijaksana ialah untuk menjauhkan diri dari ”segala perkara Iblis yang dalam-dalam.” Seperti dikatakan Yesus: ”Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.” Ini mengingatkan kita akan keputusan dari badan pimpinan Kristen di abad pertama: ”Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik.” (Kisah 15:28, 29) Demi kesejahteraan rohani, hindari agama palsu, penyalahgunaan darah (seperti dalam transfusi darah), dan imoralitas! Maka kesehatan jasmani saudara kemungkinan besar juga akan dilindungi.
17. (a) Bagaimana Setan telah menggoda orang-orang dewasa ini dengan ’perkara yang dalam-dalam’? (b) Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap ’perkara yang dalam-dalam’ dari dunia Setan yang canggih?
17 Setan mempunyai ’perkara yang dalam-dalam’ lain dewasa ini, seperti misalnya spekulasi dan filsafat yang rumit yang membuat kaum cendekiawan terpesona. Selain pemikiran yang serba boleh dan imoral, ini termasuk spiritisme dan teori evolusi. Bagaimana pandangan Pencipta yang mahabijaksana terhadap ’perkara yang dalam-dalam’ ini? Rasul Paulus mengutip kata-kataNya yang berbunyi: ”Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat.” Bertentangan dengan itu, ”perkara Allah yang dalam-dalam” adalah sederhana, jelas, dan menghangatkan hati. Orang-orang Kristen yang bijaksana menjauhi ’perkara yang dalam-dalam’ dari dunia Setan yang canggih. Ingat, ”dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”—1 Korintus 1:19; lihat juga Kingdom Interlinear; 2:10, Bode; 1 Yohanes 2:17.
18. Berkat-berkat apa yang Yesus janjikan kepada orang-orang Kristen terurap yang tetap setia sampai akhir, dan hak istimewa apa dimiliki oleh orang-orang yang dibangkitkan ini di Armagedon?
18 Kepada orang-orang Kristen di Tiatira, Yesus sekarang mengucapkan kata-kata yang hangat. Kata-kata tersebut juga menganjurkan orang-orang Kristen terurap dewasa ini: ”Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk—sama seperti yang Kuterima dari BapaKu.” (Wahyu 2:26, 27) Benar-benar suatu hak istimewa yang menakjubkan! Wewenang yang diterima para pemenang yang terurap pada waktu mereka dibangkitkan ialah untuk bersama-sama Yesus mengayunkan ”tongkat besi” berupa kebinasaan atas bangsa-bangsa yang memberontak di Armagedon. Dalam keadaan terbaik, daya ledak nuklir dari bangsa-bangsa itu akan meletup-letup seperti petasan yang basah pada waktu Kristus menghancurkan musuh-musuhnya sampai berkeping-keping seperti ia menghancurkan bejana-bejana tanah liat.—Mazmur 2:8, 9; Wahyu 16:14, 16; 19:11-13, 15.
19. (a) Siapa gerangan ”bintang timur” itu, dan bagaimana ia akan diberikan kepada mereka yang menang? (b) Anjuran apa diberikan kepada kumpulan besar?
19 Yesus menambahkan: ”Dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.” (Wahyu 2:28) Yesus sendiri belakangan menjelaskan apa ”bintang” ini, dengan mengatakan: ”Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” (Wahyu 22:16) Ya, Yesuslah yang menggenapi nubuat yang Yehuwa paksakan dari bibir Bileam yang enggan mengucapkannya: ”Bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel.” (Bilangan 24:17) Bagaimana Yesus akan memberikan ”bintang timur” kepada mereka yang menang? Rupanya, dengan memberikan dirinya kepada mereka, dengan membawa mereka ke dalam hubungan yang paling akrab, paling erat dengannya. (Yohanes 14:2, 3) Pasti suatu dorongan yang kuat untuk bertekun! Hal ini juga membangkitkan semangat dari kumpulan besar untuk mengetahui bahwa ”bintang timur yang gilang-gemilang itu” tidak lama lagi akan menjalankan wewenangnya sebagai raja dalam memulihkan Firdaus di bumi ini!
Peliharalah Integritas
20. Perkembangan apa dalam Susunan Kristen mengingatkan kita akan beberapa kelemahan dari sidang Tiatira?
20 Pesan ini pasti telah menganjurkan orang-orang Kristen di Tiatira. Coba bayangkan—Putra Allah yang telah dimuliakan di surga secara pribadi berbicara kepada orang-orang Kristen di Tiatira mengenai beberapa dari problem mereka! Pasti, sedikitnya beberapa di sidang menyambut penggembalaan yang penuh kasih seperti itu. Berita yang paling panjang dari ketujuh pesan lainnya ini juga membantu kita mengenali sidang Kristen yang sejati dewasa ini. Pada tahun 1918 ketika Yesus datang ke bait Yehuwa untuk menghakimi, mayoritas terbesar dari organisasi-organisasi yang mengaku Kristen dicemari oleh penyembahan berhala dan imoralitas rohani. (Yakobus 4:4) Ada yang mendasarkan kepercayaan mereka pada ajaran dari wanita-wanita yang berkemauan keras dari abad ke-19, seperti misalnya Ellen White dari kelompok Advent Hari Ketujuh dan Mary Baker Eddy dari Christian Scientists, dan belakangan ini banyak wanita telah berkhotbah dari mimbar. (Pertentangkan 1 Timotius 2:11, 12.) Di antara kelompok-kelompok Katolik yang berbeda, Maria sering dihormati melebihi Allah dan Kristus. Yesus tidak menghormati Maria dengan cara demikian. (Yohanes 2:4; 19:26) Dapatkah organisasi-organisasi yang menerima pengaruh wanita sedemikian yang tidak berwenang benar-benar diterima sebagai Kristen?
21. Pelajaran apakah yang ada bagi pribadi-pribadi dalam pesan Yesus kepada sidang Tiatira?
21 Orang-orang Kristen secara pribadi, dari golongan Yohanes ataupun domba-domba lain, ada baiknya memikirkan berita ini. (Yohanes 10:16) Ada yang mungkin merasa tergoda untuk mengikuti haluan yang mudah, seperti dilakukan murid-murid dari Izebel di Tiatira itu. Ada juga godaan untuk berkompromi. Dewasa ini, masalah-masalah seperti makan produk-produk darah atau menerima transfusi darah harus dihadapi. Ada yang mungkin merasa bahwa gairah dalam dinas pengabaran atau memberikan khotbah-khotbah membuat mereka berhak untuk tidak terlalu tegas dalam bidang-bidang lain, seperti misalnya menonton film-film dan video tape yang keras dan imoral, atau berlebihan dalam minum minuman keras. Peringatan Yesus kepada orang-orang Kristen di Tiatira memberitahu kita agar tidak bertindak bebas seperti itu. Yehuwa ingin agar kita bersih, sepenuh jiwa, tidak terbagi, seperti banyak orang Kristen di Tiatira.
22. Bagaimana Yesus menandaskan pentingnya mendengarkan?
22 Akhirnya, Yesus mengumumkan: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” (Wahyu 2:29) Untuk keempat kali, Yesus di sini mengulangi refrain (ulangan) yang menggugah ini, dan hal itu akan mengakhiri ketiga pesan yang masih akan menyusul. Apakah saudara mempunyai telinga yang mau mendengarkan? Maka teruslah dengarkan dengan sungguh-sungguh seraya Allah, melalui rohNya, terus memberikan nasihat melalui saluranNya.
[Catatan Kaki]
-