PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apakah Nama Saudara Ada dalam Kitab Kehidupan?
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 11

      Apakah Nama Saudara Ada dalam Kitab Kehidupan?

      SARDIS

      1. Bagaimana keadaan rohani dari sidang di Sardis, dan bagaimana Yesus memulai beritanya?

      KIRA-KIRA 48 kilometer di sebelah selatan Akhisar (Tiatira) modern terletak sidang berikut yang akan menerima berita dari Yesus yang telah dimuliakan: Sardis. Pada abad keenam sebelum Tarikh Masehi, kota ini adalah ibukota yang megah dari kerajaan Libia jaman purba dan tempat kedudukan Raja Kroesus yang luar biasa kaya. Pada jaman Yohanes, kota ini telah jatuh dalam masa-masa yang sukar, dan semaraknya sebelum itu di bawah Kroesus hanya tinggal sejarah belaka. Demikian pula, sidang Kristen di sana telah menjadi miskin secara rohani. Untuk pertama kali Yesus tidak memulai beritanya dengan kata-kata pujian. Sebaliknya, ia mengatakan: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”​—Wahyu 3:1.

      2. (a) Apa makna penting bagi orang-orang Kristen di Sardis bahwa Yesus mempunyai ”ketujuh Roh”? (b) Reputasi apa dimiliki sidang Sardis, namun apa fakta-faktanya?

      2 Mengapa Yesus memperkenalkan dirinya sebagai pribadi ”yang memiliki ketujuh Roh”? Karena roh-roh ini melambangkan roh suci Yehuwa yang mengalir dengan limpah. Belakangan, Yohanes menggambarkan mereka juga sebagai ’tujuh mata,’ menunjukkan penglihatan menyelidik yang dikaruniakan roh kudus Allah kepada Yesus. (Wahyu 5:6) Maka, ia dapat menyingkapkan dan menangani keadaan apapun yang terjadi. (Matius 10:26; 1 Korintus 4:5) Sidang di Sardis mempunyai reputasi berada dalam keadaan hidup, aktif. Tetapi Yesus dapat melihat bahwa sidang ini mati secara rohani. Jelas, kebanyakan dari para anggotanya telah jatuh kembali ke dalam sikap acuh tak acuh yang sama seperti keadaan mereka sebelum menjadi orang Kristen.—Bandingkan Efesus 2:1-3; Ibrani 5:11-14.

      3. (a) Mengapa seharusnya ”malaikat jemaat di Sardis” memberikan perhatian istimewa kepada kenyataan bahwa Yesus mempunyai ”ketujuh bintang itu”? (b) Nasihat tegas apakah yang Yesus berikan kepada sidang di Sardis?

      3 Yesus juga mengingatkan ”malaikat jemaat di Sardis” bahwa Dialah pribadi yang mempunyai ”ketujuh bintang.” Ia memegang para penatua sidang di tangan kanannya, karena mempunyai wewenang untuk memimpin mereka dalam pekerjaan penggembalaan. Mereka harus bertekad untuk ’mengenal baik-baik keadaan kambing domba.’ (Amsal 27:23) Jadi, sebaiknya mereka mendengarkan dengan saksama kata-kata Yesus berikut: ”Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna [”dilaksanakan sepenuhnya,” NW] di hadapan AllahKu. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”—Wahyu 3:2, 3.

      4. Bagaimana kata-kata Petrus dapat membantu sidang di Sardis untuk ’menguatkan apa yang masih tinggal’?

      4 Para penatua di Sardis perlu mengingat sukacita yang mula-mula mereka nikmati ketika belajar kebenaran dan berkat-berkat yang mereka terima pada waktu itu. Tetapi sekarang mereka mati dalam hal kegiatan rohani. Lampu sidang mereka redup berkelip-kelip karena kekurangan pekerjaan iman. Bertahun-tahun sebelumnya, rasul Petrus menulis kepada sidang-sidang di Asia (kemungkinan termasuk Sardis) agar membina penghargaan terhadap kabar baik yang mulia yang telah diterima oleh orang-orang Kristen dan yang telah dinyatakan ’dengan perantaraan Roh Kudus, yang diutus dari surga’—sebagaimana dilambangkan oleh ketujuh roh dari penglihatan Yohanes. Petrus juga mengingatkan orang-orang Kristen di Asia bahwa mereka termasuk dalam ’bangsa terpilih, imamat rajani, bangsa kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya mereka memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil mereka ke luar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.’ (1 Petrus 1:12, 25; 2:9) Dengan merenungkan kebenaran rohani demikian, sidang di Sardis akan dibantu untuk bertobat dan ’menguatkan apa yang masih tinggal.’—Bandingkan 2 Petrus 3:9.

      5. (a) Apa yang terjadi dengan penghargaan dari orang-orang Kristen di Sardis? (b) Apa yang akan terjadi jika orang-orang Kristen di Sardis tidak menyambut nasihat Yesus?

      5 Pada saat itu, penghargaan dan kasih mereka terhadap kebenaran seperti api yang hampir padam. Hanya beberapa bara api yang tetap menyala. Yesus menganjurkan mereka untuk mengipas api itu, mengobarkan nyalanya, bertobat dari dosa-dosa yang telah dilakukan akibat kelalaian mereka, dan sekali lagi menjadi sidang yang hidup secara rohani. (Bandingkan 2 Timotius 1:6, 7.) Jika tidak, pada waktu Yesus datang dengan tidak terduga—”seperti pencuri”—untuk melaksanakan penghukuman, sidang di Sardis akan tidak siap.—Matius 24:43, 44.

      Datang ”seperti Pencuri”

      6. Bagaimana Yesus datang ”seperti pencuri” pada tahun 1918, dan keadaan apa ia temukan di antara orang-orang yang mengaku menjadi pengikutnya?

      6 Peringatan Yesus bahwa ia akan datang ”seperti pencuri” terus berlaku sampai jaman modern. Ini secara istimewa berlaku bagi orang-orang Kristen yang hidup memasuki hari Tuhan. Tidak lama setelah 1914, nubuat Maleakhi digenapi: ”Dengan mendadak Tuhan [yang benar, NW] yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman [Yehuwa] semesta alam.” (Maleakhi 3:1; Wahyu 1:10) Sebagai ”Malaikat Perjanjian,” Yesus datang untuk memeriksa dan menghakimi orang-orang yang mengaku sebagai pengikutnya. (1 Petrus 4:17) Ketika itu, pada tahun 1918, Susunan Kristen terlibat dalam pertumpahan darah selama Perang Dunia I dan sama sekali mati, secara rohani. Bahkan orang-orang Kristen sejati, yang sebelum perang telah memberitakan dengan begitu bergairah, melewati suatu masa mengantuk secara rohani. Beberapa dari para penatua mereka yang terkemuka dipenjarakan, dan kegiatan pengabaran hampir berhenti. Ketika tahun berikutnya roh Yehuwa membangunkan orang-orang Kristen ini, tidak semua siap. Ada yang, seperti gadis-gadis bodoh dari perumpamaan Yesus, tidak diperlengkapi secara rohani untuk hak istimewa melayani Yehuwa. Tetapi untunglah, ada banyak yang, seperti gadis-gadis bijaksana, telah mentaati peringatan Yesus: ”Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”—Matius 25:1-13.

      7. Mengapa orang-orang Kristen dewasa ini perlu tetap waspada?

      7 Perlunya seorang Kristen waspada tidak berakhir pada awal hari Tuhan. Dalam nubuatnya yang besar mengenai ’tanda kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya,’ Yesus memberikan peringatan keras: ”Tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, . . . Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” (Markus 13:4, 32, 33, 37) Ya, sampai saat ini juga, kita masing-masing, dari golongan terurap atau kumpulan besar, perlu tetap waspada dan berjuang agar tidak hanyut dalam keadaan tidur rohani. Pada waktu hari Yehuwa datang secara tiba-tiba ”seperti pencuri pada malam,” semoga kita didapati benar-benar bangun untuk dapat menerima penilaian yang baik.—1 Tesalonika 5:2, 3; Lukas 21:34-36; Wahyu 7:9.

      8. Bagaimana golongan Yohanes dewasa ini menggerakkan umat Allah untuk tetap hidup secara rohani?

      8 Golongan Yohanes sendiri dewasa ini sadar akan perlunya menggerakkan semangat umat Allah agar tetap hidup secara rohani. Untuk itu, pertemuan-pertemuan istimewa diatur di seluruh dunia beberapa kali tiap tahun. Dalam tahun yang baru lalu, jumlah seluruh hadirin di 2.981 kebaktian distrik 10.953.744, dan ada 122.701 orang yang baru percaya dibaptis. Selama seratus tahun lebih, golongan Yohanes telah menggunakan majalah Menara Pengawal untuk mengumumkan nama dan maksud-tujuan Yehuwa. Sebagai reaksi atas pengejaran yang hebat selama dua perang dunia, Menara Pengawal membangkitkan Saksi-Saksi Yehuwa kepada gairah yang diperbaharui dengan menerbitkan artikel-artikel seperti misalnya ”Diberkatilah Mereka yang Tidak Takut” (1919), ”Seruan untuk Bertindak” (1925), dan ”Kekalahan dari Penindasan” (1942).

      9. (a) Pertanyaan apa seharusnya diajukan oleh semua orang Kristen kepada diri sendiri? (b) Anjuran apakah yang telah diberikan oleh Menara Pengawal?

      9 Seperti di Sardis, demikian pula dalam sidang-sidang dewasa ini, terus-menerus memeriksa diri penting bagi semua orang Kristen. Kita semua hendaknya selalu menanyakan kepada diri sendiri: Apakah ’pekerjaan kita dilaksanakan sepenuhnya’ di hadapan Allah kita? Tanpa mengadili orang-orang lain, apakah kita secara pribadi memupuk semangat rela berkorban dan berusaha memberikan dinas sepenuh jiwa kepada Allah? Sehubungan dengan ini, majalah Menara Pengawal telah memberikan anjuran dengan membahas topik-topik seperti ”Teruslah Memeriksa Diri Bagaimana Kamu Sebenarnya” dan ”Hidup Tidak Lagi bagi Diri Sendiri.”a Dengan bantuan Alkitab seperti itu, marilah kita menyelidiki batin kita seraya kita berupaya berjalan dengan rendah hati dan sungguh-sungguh dalam integritas di hadapan Yehuwa.—Mazmur 26:1-3; 139:23, 24.

      ”Beberapa Orang”

      10. Segi menganjurkan apa yang Yesus perhatikan dalam sidang di Sardis, dan bagaimana hendaknya ini mempengaruhi kita?

      10 Kata-kata Yesus berikutnya kepada sidang di Sardis sangat menganjurkan. Ia mengatakan: ”Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan di hadapan para malaikatNya.” (Wahyu 3:4, 5) Tidakkah kata-kata ini menggugah kita dan menguatkan tekad kita untuk setia? Karena kelalaian di pihak badan penatua, sebuah sidang secara keseluruhan dapat tertidur lelap secara rohani. Namun, beberapa orang di dalamnya mungkin berjuang dengan teguh untuk menjaga identitas Kristen mereka murni, tidak bercela dan dengan demikian terus mempunyai nama baik di hadapan Yehuwa.—Amsal 22:1.

      11, 12. (a) Bahkan selama kemurtadan besar, bagaimana pasti ada orang-orang yang seperti ”beberapa orang” yang setia di Sardis? (b) Kebebasan apa yang diperoleh orang-orang Kristen yang seperti gandum selama hari Tuhan?

      11 Ya, ’pakaian’ memaksudkan identitas pribadi yang benar sebagai orang Kristen. (Bandingkan Wahyu 16:15; 19:8.) Pasti Yesus merasa dihangatkan melihat bahwa, meskipun sikap acuh tak acuh dari mayoritas, ”beberapa orang,” beberapa orang Kristen terurap di Sardis, masih berusaha untuk tetap mempertahankan identitas ini. Demikian pula, pada waktu orang-orang yang mengaku Kristen diserap ke dalam Babel Besar, imperium agama palsu sedunia, selama abad-abad yang panjang dari kemurtadan besar, pasti selalu ada beberapa pribadi yang berusaha, meskipun menghadapi tantangan luar biasa besar, untuk melakukan kehendak Yehuwa. Mereka inilah orang-orang yang benar sama seperti gandum yang tersembunyi di tengah-tengah banyak lalang sekte.—Wahyu 17:3-6; Matius 13:24-29.

      12 Yesus berjanji bahwa ia akan menyertai orang-orang Kristen yang bagaikan gandum ini ”senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Ia tahu siapa mereka dan nama baik apa yang telah mereka buat bagi diri mereka. (Matius 28:20; Pengkhotbah 7:1) Bayangkan sukacita dari ”beberapa” orang yang setia itu yang masih hidup pada permulaan hari Tuhan! Mereka akhirnya dipisahkan dari Susunan Kristen yang mati secara rohani dan dikumpulkan ke dalam sidang yang benar yang hampir serupa dengan sidang di Smirna.—Matius 13:40-43.

      13. Berkat-berkat apa disediakan bagi orang-orang Kristen terurap yang tidak ”mencemarkan pakaiannya”?

      13 Mereka di Sardis yang setia sampai akhir dan tidak mencemari identitas Kristen mereka memperoleh perwujudan dari harapan yang menakjubkan. Setelah Kerajaan Mesias Yesus didirikan pada tahun 1914, mereka dibangkitkan kepada kehidupan roh dan sebagai pemenang diberikan pakaian putih yang melambangkan keadaan mereka yang benar tanpa cacat, dan tidak bernoda. Setelah menempuh jalan sempit yang menuju kehidupan, mereka akan menikmati pahala yang kekal.—Matius 7:14; lihat juga Wahyu 6:9-11.

      Untuk Selama-lamanya dalam Kitab Kehidupan!

      14. Apa gerangan ”kitab kehidupan” itu, dan nama-nama siapa yang dicatat di dalamnya?

      14 Apa gerangan ”kitab kehidupan” itu, dan nama-nama siapakah yang akan tetap ada di dalamnya? Kitab, atau gulungan kehidupan itu memaksudkan catatan tentang hamba-hamba Yehuwa yang memenuhi syarat untuk menerima karunia hidup kekal. (Maleakhi 3:16) Di sini, dalam buku Wahyu, secara spesifik disebutkan nama dari orang-orang Kristen terurap. Tetapi nama-nama dari mereka yang akan mendapat hidup kekal di bumi juga dicatat di dalamnya. Selain itu, nama-nama dapat ’dihapus’ dari kitab itu. (Keluaran 32:32, 33) Namun, mereka dari golongan Yohanes yang nama-namanya tetap ada dalam kitab kehidupan sampai mereka mati, mendapat kehidupan tidak berkematian di surga. (Wahyu 2:10) Ini adalah nama-nama yang secara istimewa Yesus akui di hadapan Bapanya dan di hadapan para malaikatNya. Betapa luar biasa pahala itu!

      15. Bagaimana para anggota dari kumpulan besar dapat mengusahakan agar nama-nama mereka tanpa dapat dihapus, tetap tertulis dalam kitab kehidupan?

      15 Kumpulan besar yang nama-namanya juga tertulis dalam kitab kehidupan, akan keluar dari kesusahan besar dalam keadaan hidup. Dengan mempraktekkan iman sepanjang Pemerintahan Milenium Yesus dan selama ujian yang menentukan setelah itu, mereka akan diberi pahala kehidupan kekal dalam Firdaus di bumi. (Daniel 12:1; Wahyu 7:9, 14; 20:15; 21:4) Maka nama-nama mereka tanpa dapat dihapus akan tetap tertulis dalam kitab kehidupan. Karena mengetahui apa yang disampaikan di sini melalui roh suci, tidakkah saudara menyambut dengan penuh semangat nasihat Yesus yang diulangi: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”?​—Wahyu 3:6.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat Menara Pengawal, 15 Juli 2005 dan 15 Maret 2005.

  • ”Peganglah Dengan Teguh Apa yang Ada Padamu”
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 12

      ”Peganglah Dengan Teguh Apa yang Ada Padamu”

      FILADELFIA

      1. Pesan Yesus yang keenam ditujukan kepada sidang di kota mana, dan apa arti dari nama kota itu?

      KASIH PERSAUDARAAN​—benar-benar suatu sifat yang diinginkan! Pasti Yesus mengingat hal ini ketika ia menyampaikan pesannya yang keenam, yang ditujukan kepada sidang di Filadelfia, karena nama itu berarti ”Kasih Persaudaraan.” Yohanes yang sudah lanjut usia masih mengingat peristiwa ketika Petrus, lebih dari 60 tahun sebelumnya, tiga kali mengatakan dengan tegas kepada Yesus bahwa ia mempunyai kasih yang hangat untuk Tuhannya. (Yohanes 21:15-17) Apakah orang-orang Kristen di Filadelfia memperlihatkan kasih persaudaraan? Rupanya memang demikian!

      2. Kota macam apakah Filadelfia itu, dan sidang macam apa yang ada di situ, dan apa yang Yesus katakan kepada malaikat dari sidang ini?

      2 Filadelfia terletak kira-kira 48 kilometer di sebelah tenggara Sardis (di tempat kota Alasehir, di Turki sekarang), dan pada jaman Yohanes ini sebuah kota yang cukup makmur. Tetapi, yang lebih penting ialah kesejahteraan dari sidang Kristen di sana. Pasti mereka sangat bersukacita menerima rohaniwan yang telah menempuh perjalanan dan datang kepada mereka, kemungkinan lewat Sardis! Pesan yang ia bawa berisi nasihat yang menggugah bagi mereka. Tetapi pertama-tama pesan itu menunjuk kepada wewenang dari Pengirimnya yang termasyhur. Ia mengatakan: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”​—Wahyu 3:7.

      3. Mengapa tepat bahwa Yesus disebut ”kudus,” dan bagaimana dapat dikatakan bahwa ia ”benar”?

      3 Yohanes telah mendengar Petrus mengatakan kepada pria Yesus Kristus: ”PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yohanes 6:68, 69) Karena Allah Yehuwa pada dasarnya adalah perwujudan dari kekudusan, Putra tunggalNya pasti juga ”kudus.” (Wahyu 4:8) Yesus juga ”benar.” Kata Yunani yang digunakan di sini (a·le·thi·nosʹ) menyatakan kemurnian. Dalam pengertian ini, Yesus adalah terang yang sejati dan roti yang benar yang turun dari surga. (Yohanes 1:9; 6:32) Ia adalah pokok anggur yang benar. (Yohanes 15:1) Yesus juga benar dalam arti bahwa ia dapat dipercaya. Ia selalu berbicara kebenaran. (Lihat Yohanes 8:14, 17, 26.) Putra Allah ini benar-benar layak melayani sebagai Raja dan Hakim.—Wahyu 19:11, 16.

      ”Kunci Daud”

      4, 5. Dengan perjanjian apa ”kunci Daud” dihubungkan?

      4 Yesus mempunyai ”kunci Daud.” Dengan menggunakannya, ia ’membuka sehingga tidak ada yang dapat menutup, dan menutup, sehingga tidak ada yang dapat membuka.’ Apa gerangan ”kunci Daud” ini?

      5 Yehuwa mengadakan perjanjian untuk kerajaan yang kekal dengan Raja Daud dari Israel. (Mazmur 89:2-5, 35-38) Keluarga Daud memerintah dari takhta Yehuwa di Yerusalem dari tahun 1070 sampai 607 S.M., tetapi kemudian penghukuman Allah dilaksanakan atas kerajaan itu karena ia berpaling kepada kejahatan. Dengan demikian Yehuwa mulai menggenapi nubuatNya di Yehezkiel 21:27 (NW): ”Puing, puing, puing akan Kujadikan dia [Yerusalem di bumi]! Inipun [tongkat jabatan sebagai raja dalam garis keturunan Daud] tidak akan dipegang oleh seorang pun sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu.”

      6, 7. Bilamana dan bagaimana pribadi ”yang berhak atasnya” muncul?

      6 Bilamana dan bagaimana pribadi ”yang berhak atasnya” muncul? Bagaimana tongkat kerajaan Daud akan diberikan kepadanya?

      7 Kira-kira 600 tahun kemudian, seorang keturunan Raja Daud, perawan Yahudi Maria, menjadi hamil oleh roh suci. Allah mengutus malaikat Gabriel untuk memberitahu Maria bahwa ia akan mempunyai anak laki-laki, yang akan dinamakan Yesus. Gabriel menambahkan: ”Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan [Yehuwa] Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.”—Lukas 1:31-33.

      8. Bagaimana Yesus membuktikan diri memenuhi syarat untuk mewarisi jabatan sebagai raja di takhta Daud?

      8 Ketika, pada tahun 29 M., Yesus dibaptis di Sungai Yordan dan diurapi dengan roh suci, ia menjadi Calon-Raja dalam garis keturunan Daud. Ia memperlihatkan gairah yang patut ditiru dalam memberitakan kabar baik Kerajaan dan menugaskan murid-muridnya untuk juga mengabar. (Matius 4:23; 10:7, 11) Yesus merendahkan dirinya, bahkan sampai mati pada tiang siksaan, dengan demikian membuktikan diri betul-betul memenuhi syarat untuk mewarisi kedudukan sebagai raja di takhta Daud. Yehuwa membangkitkan Yesus sebagai roh yang tidak berkematian dan meninggikan dia ke tangan kananNya sendiri di surga. Di sana ia mewarisi semua hak dari kerajaan Daud. Tepat pada waktunya Yesus akan menjalankan haknya untuk ’memerintah di antara musuhnya.’—Mazmur 110:1, 2; Filipi 2:8, 9; Ibrani 10:13, 14.

      9. Bagaimana Yesus menggunakan kunci Daud untuk membuka dan menutup?

      9 Sementara itu Yesus akan menggunakan kunci Daud, dengan membuka kesempatan dan hak istimewa yang berhubungan dengan Kerajaan Allah. Melalui Yesus, Yehuwa sekarang akan membebaskan orang-orang Kristen terurap di bumi ”dari kuasa kegelapan,” dengan memindahkan mereka ”ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih.” (Kolose 1:13, 14) Kunci itu juga akan digunakan untuk menutup hak istimewa sedemikian bagi setiap orang yang terbukti tidak setia. (2 Timotius 2:12, 13) Mengingat ahli waris kekal dari kerajaan Daud ini mendapat dukungan Yehuwa, tidak satu makhluk pun dapat mencegah dia untuk memenuhi kewajiban sedemikian.—Bandingkan Matius 28:18-20.

      10. Anjuran apa yang Yesus berikan kepada sidang di Filadelfia?

      10 Karena berasal dari sumber yang sedemikian berwenang, kata-kata Yesus kepada orang-orang Kristen di Filadelfia pastilah sangat menghibur! Ia memuji mereka, dengan mengatakan: ”Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu.” (Wahyu 3:8) Sidang itu aktif, dan sebuah pintu dibuka di hadapannya—pasti pintu kesempatan untuk dinas pelayanan. (Bandingkan 1 Korintus 16:9; 2 Korintus 2:12.) Maka, Yesus menganjurkan sidang untuk memanfaatkan sepenuhnya kesempatan untuk mengabar. Mereka telah bertekun dan memperlihatkan bahwa mereka mempunyai cukup kekuatan, dengan bantuan roh Allah, untuk terus melaksanakan lebih banyak ’pekerjaan-pekerjaan’ lagi dalam dinas Yehuwa. (2 Korintus 12:10; Zakaria 4:6) Mereka telah mentaati perintah Yesus dan tidak menyangkal Kristus, dengan kata-kata ataupun tindakan.

      ”Mereka Akan Sujud Kepadamu”

      11. Berkat apa yang Yesus janjikan kepada orang-orang Kristen, dan bagaimana ini diwujudkan?

      11 Karena itu, Yesus menjanjikan hasil bagi mereka: ”Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur [’sujud,’ BIS] di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.” (Wahyu 3:9) Mungkin, seperti di Smirna, sidang itu mempunyai problem dengan orang-orang Yahudi setempat. Yesus menyebut mereka sebagai ”jemaah Iblis.” Meskipun demikian, sedikitnya beberapa dari orang-orang Yahudi itu akan menyadari bahwa apa yang diberitakan oleh orang-orang Kristen tentang Yesus adalah kebenaran. Mereka ’sujud’ kemungkinan dengan cara yang dilukiskan oleh Paulus di 1 Korintus 14:24, 25, sehingga mereka benar-benar bertobat dan menjadi orang Kristen, menghargai sepenuhnya kasih Yesus yang besar dalam menyerahkan bahkan kehidupannya demi murid-muridnya.—Yohanes 15:12, 13.

      12. Mengapa anggota-anggota sinagoga Yahudi di Filadelfia kemungkinan akan terkejut ketika mengetahui bahwa ada dari mereka yang akan ”sujud” kepada masyarakat Kristen setempat?

      12 Para anggota dari sinagoga Yahudi di Filadelfia kemungkinan akan terkejut ketika mengetahui bahwa beberapa dari mereka akan ”sujud” kepada masyarakat Kristen setempat. Mengingat kenyataan bahwa pasti ada banyak orang-orang bukan Yahudi di sidang itu, mereka berharap akan terjadi hal yang sebaliknya. Mengapa? Karena Yesaya menubuatkan, ”Raja-raja [bukan Yahudi] akan menjadi pengasuhmu [orang-orang Israel] dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah.” (Yesaya 49:23; 45:14; 60:14) Dengan nada yang sama, Zakharia diilhami untuk menulis, ”Pada waktu itu sepuluh orang [bukan Yahudi] dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” (Zakharia 8:23) Ya, orang-orang bukan Yahudi akan sujud kepada orang-orang Yahudi, bukan sebaliknya!

      13. Siapakah orang-orang Yahudi yang akan mengalami penggenapan dari nubuat-nubuat yang ditujukan kepada Israel purba?

      13 Nubuat-nubuat itu ditujukan kepada bangsa pilihan Allah. Pada waktu nubuat-nubuat diucapkan, Israel jasmani menempati kedudukan yang terhormat itu. Tetapi ketika bangsa Yahudi menolak Mesias, Yehuwa membuang mereka. (Matius 15:3-9; 21:42, 43; Lukas 12:32; Yohanes 1:10, 11) Pada hari Pentakosta tahun 33 M., Ia memilih sebagai pengganti mereka Israel sejati milik Allah, sidang Kristen. Para anggotanya adalah orang-orang Yahudi rohani yang bersunat sejati dalam hati. (Kisah 2:1-4, 41, 42; Roma 2:28, 29; Galatia 6:16) Setelah itu, satu-satunya cara orang-orang Yahudi jasmani secara perseorangan dapat mempunyai hubungan yang diperkenan lagi dengan Yehuwa ialah dengan menaruh iman mereka dalam Yesus sebagai Mesias. (Matius 23:37-39) Jelas, inilah yang akan terjadi atas beberapa orang di Filadelfia.a

      14. Bagaimana Yesaya 49:23 dan Zakharia 8:23 mengalami penggenapan yang penting pada jaman modern?

      14 Pada jaman modern, nubuat-nubuat seperti di Yesaya 49:23 dan Zakharia 8:23 telah mengalami penggenapan yang sangat penting. Sebagai hasil pengabaran oleh golongan Yohanes, orang-orang dalam jumlah luar biasa telah masuk melalui pintu yang terbuka ke dalam dinas Kerajaan.b Kebanyakan dari mereka telah keluar dari Susunan Kristen, yang agama-agamanya secara palsu mengaku Israel rohani. (Bandingkan Roma 9:6.) Mereka, sebagai suatu kumpulan besar, mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dengan mempraktekkan iman dalam darah korban Yesus. (Wahyu 7:9, 10, 14) Dengan patuh kepada pemerintahan Kerajaan Kristus, mereka berharap untuk mewarisi berkat-berkatnya di bumi. Mereka datang kepada saudara-saudara Yesus yang terurap dan ”sujud” kepada mereka, dalam arti rohani, karena ’mendengar bahwa Allah menyertai mereka.’ Mereka melayani kaum terurap ini, dengan siapa mereka sendiri bersatu dalam suatu persekutuan saudara-saudara seluas dunia.—Matius 25:34-40; 1 Petrus 5:9.

      ”Jam Pencobaan”

      15. (a) Apa yang Yesus janjikan kepada orang-orang Kristen di Filadelfia, dan mereka dianjurkan untuk melakukan apa? (b) Orang-orang Kristen berharap akan menerima ”mahkota” apa?

      15 Yesus selanjutnya mengatakan: ”Karena engkau memelihara firman tentang ketekunanku, aku pun akan melindungi engkau dari jam pencobaan, yang akan datang atas seluruh dunia, untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku akan datang segera. Peganglah dengan teguh apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.” (Wahyu 3:10, 11, ”NW”) Meskipun orang-orang Kristen pada jaman Yohanes tidak akan hidup sampai hari Tuhan (yang mulai pada tahun 1914), keyakinan mereka bahwa Yesus akan datang memberi mereka kekuatan untuk terus mengabar. (Wahyu 1:10; 2 Timotius 4:2) ”Mahkota,” atau pahala hidup kekal; tersedia bagi mereka di surga. (Yakobus 1:12; Wahyu 11:18) Jika mereka setia sampai mati, tidak seorang pun dapat merampas pahala itu dari mereka.—Wahyu 2:10.

      16, 17. (a) Apa gerangan ”jam pencobaan, yang akan datang atas seluruh dunia”? (b) Bagaimana keadaan kaum terurap pada awal dari ”jam pencobaan”?

      16 Tetapi, apa gerangan ”jam pencobaan” itu? Tidak disangsikan, orang-orang Kristen di Asia harus menghadapi gelombang lebih lanjut dari pengejaran hebat yang dilancarkan oleh kekaisaran Roma.c Tetapi, penggenapan utama ialah jam penyaringan dan penghakiman yang akhirnya tiba selama hari Tuhan dan mencapai puncaknya sejak tahun 1918 seterusnya. Ujian itu ialah untuk menentukan apakah seseorang berpihak kepada Kerajaan Allah yang telah didirikan atau kepada dunia Setan. Ini suatu jangka waktu yang relatif singkat, satu ”jam,” tetapi masih belum selesai. Sebelum itu, kita sekali-kali tidak boleh lupa bahwa kita hidup pada ”jam pencobaan.”—Lukas 21:34-36.

      17 Pada tahun 1918 golongan Yohanes dari orang-orang Kristen terurap—seperti sidang di Filadelfia yang teguh—harus menghadapi perlawanan dari ”jemaah Iblis” jaman modern. Para pemimpin agama dari Susunan Kristen, yang mengaku Yahudi rohani, dengan licik menghasut para penguasa agar menindas orang-orang Kristen sejati. Meskipun demikian, mereka ini berusaha keras untuk ’memelihara firman tentang ketekunan Yesus’; maka, dengan bantuan rohani, ’kekuatan yang tidak seberapa’ namun cukup berarti, mereka tetap terpelihara dan digerakkan untuk memasuki pintu yang kini terbuka di hadapan mereka. Dalam hal apa?

      ’Pintu yang Terbuka’

      18. Pengangkatan apa yang Yesus laksanakan pada tahun 1919, dan bagaimana mereka yang diangkat dengan demikian menjadi seperti hamba Hizkia yang setia?

      18 Pada tahun 1919 Yesus memenuhi janjinya dan mengakui kelompok kecil dari orang-orang Kristen sejati yang terurap sebagai ’hambanya yang setia dan bijaksana.’ (Matius 24:45-47) Mereka memasuki hak istimewa serupa dengan yang dinikmati oleh hamba yang setia Elyakim pada jaman Raja Hizkia.d Yehuwa mengatakan tentang Elyakim: ”Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” Elyakim memikul tanggung jawab yang berat untuk Hizkia, putra Raja Daud. Demikian pula sekarang, golongan Yohanes yang terurap mempunyai ”kunci rumah Daud” yang ditaruh di atas bahunya dalam hal mereka dipercayakan dengan kepentingan Kerajaan Mesias di bumi. Yehuwa telah menguatkan hamba-hambaNya untuk hak istimewa ini, dengan menambah kekuatan mereka yang tidak seberapa menjadi kekuatan dinamis yang cukup untuk kesaksian raksasa ke seluruh dunia.—Yesaya 22:20, 22; 40:29.

      19. Bagaimana golongan Yohanes menangani tanggung jawab yang Yesus berikan kepadanya pada tahun 1919, dan apa hasilnya?

      19 Dari tahun 1919 dan seterusnya kaum sisa terurap, mengikuti teladan Yesus, memulai kampanye yang penuh semangat untuk memberitakan kabar baik Kerajaan di mana-mana. (Matius 4:17; Roma 10:18) Hasilnya, beberapa dari jemaah Iblis modern, Susunan Kristen, datang kepada kaum sisa terurap ini, bertobat dan ”sujud,” mengakui wewenang hamba ini. Mereka akhirnya juga melayani Yehuwa dengan bersatu-padu bersama orang-orang terdahulu dari golongan Yohanes. Ini terus berlangsung sampai jumlah lengkap dari saudara-saudara Yesus yang terurap dikumpulkan. Setelah itu, ”suatu kumpulan besar . . . dari segala bangsa” telah datang untuk ”sujud” kepada hamba yang terurap. (Wahyu 7:3, 4, 9) Bersama-sama, golongan hamba dan kumpulan besar ini melayani sebagai satu kawanan dari Saksi-Saksi Yehuwa.

      20. Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini harus teristimewa kuat dalam iman dan aktif dalam dinas Allah?

      20 Seperti orang-orang Kristen di Filadelfia yang bersatu-padu dalam ikatan kasih persaudaraan yang sejati, Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini menyadari bahwa pekerjaan pengabaran mereka harus dilakukan dengan mendesak. Tidak lama lagi, kesusahan besar akan mengakhiri dunia Setan yang jahat. Pada waktu itu, semoga kita masing-masing didapati kuat dalam iman dan aktif dalam dinas Allah, sehingga nama-nama kita tidak akan dihapus dari kitab kehidupan Yehuwa. (Wahyu 7:14) Marilah kita dengan sangat serius memperhatikan nasihat Yesus kepada sidang di Filadelfia agar kita dapat berpegang teguh kepada hak istimewa kita dalam dinas dan memperoleh pahala hidup kekal.

      Berkat-Berkat bagi Para Pemenang

      21. Bagaimana orang-orang Kristen terurap dewasa ini ’memelihara firman tentang ketekunan Yesus,’ dan harapan apa menantikan mereka?

      21 Golongan Yohanes dewasa ini telah ’memelihara firman tentang ketekunan Yesus,’ artinya, mereka telah mengikuti teladannya dan bertekun. (Ibrani 12:2, 3; 1 Petrus 2:21) Mereka telah mendapat anjuran yang besar dari kata-kata Yesus selanjutnya kepada sidang di Filadelfia: ”Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci AllahKu, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ.”—Wahyu 3:12a.

      22. (a) Apa gerangan bait dari Allah Yesus? (b) Bagaimana orang-orang Kristen terurap yang menang akan menjadi sokoguru dalam bait ini?

      22 Betapa besar hak istimewa bagi seseorang untuk menjadi sokoguru dalam bait Yehuwa! Di Yerusalem purba, bait aksara menjadi pusat ibadat kepada Yehuwa. Dalam bait itu, imam besar mempersembahkan darah dari binatang-binatang korban, satu hari setiap tahun, di hadapan sinar mujizat yang melambangkan kehadiran Yehuwa dalam ruang ”yang maha kudus.” (Ibrani 9:1-7) Pada waktu Yesus dibaptis, mulailah berdiri sebuah bait lain, suatu penyelenggaraan menyerupai bait, yang bersifat rohani dan agung, untuk menyembah Yehuwa. Ruang maha kudus dari bait ini ada di surga, tempat Yesus pada waktunya muncul ”menghadap hadirat Allah.” (Ibrani 9:24) Yesus adalah Imam Besar, dan hanya ada satu korban yang dipersembahkan untuk menebus dosa secara tuntas: darah yang dicurahkan dari manusia sempurna Yesus. (Ibrani 7:26, 27; 9:25-28; 10:1-5, 12-14) Selama mereka tetap setia, orang-orang Kristen terurap di bumi melayani sebagai imam-imam bawahan di halaman bait ini di bumi. (1 Petrus 2:9) Tetapi setelah mereka menang, mereka juga akan memasuki ruang maha kudus surgawi dan menjadi pendukung yang kokoh, seperti tiang-tiang, atau sokoguru, dari penyelenggaraan untuk ibadat yang menyerupai bait itu. (Ibrani 10:19; Wahyu 20:6) Tidak ada bahaya bahwa mereka ”akan keluar lagi dari situ.”

      23. (a) Apa yang Yesus selanjutnya janjikan kepada orang-orang Kristen terurap yang menang? (b) Apa hasil dari ditulisnya nama Yehuwa dan nama Yerusalem baru di atas para pemenang Kristen?

      23 Yesus selanjutnya mengatakan: ”Dan padanya akan Kutuliskan nama AllahKu, nama kota AllahKu, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari AllahKu, dan namaKu yang baru.” (Wahyu 3:12b) Ya, atas para pemenang ini tertulis nama Yehuwa—Allah mereka dan Allah dari Yesus. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa Yehuwa dan Yesus adalah dua pribadi yang terpisah dan bukan dua bagian dari Allah tiga serangkai, atau Tritunggal. (Yohanes 14:28; 20:17) Semua makhluk harus menyadari bahwa kaum terurap ini adalah milik Yehuwa. Mereka adalah saksi-saksiNya. Di atas mereka tertulis juga nama dari Yerusalem baru, kota surgawi yang turun dari surga dalam arti bahwa pemerintahannya yang penuh kebajikan diperluas meliputi seluruh umat manusia yang setia. (Wahyu 21:9-14) Semua domba-domba Kristen di bumi akan mengetahui bahwa para pemenang yang terurap ini adalah warga dari Yerusalem sorgawi.—Mazmur 87:5, 6; Matius 25:33, 34; Filipi 3:20; Ibrani 12:22.

      24. Apa yang digambarkan oleh nama Yesus yang baru, dan bagaimana ini tertulis di atas orang-orang Kristen terurap yang setia?

      24 Akhirnya, di atas para pemenang yang terurap dituliskan nama Yesus yang baru. Ini memaksudkan jabatan Yesus yang baru dan hak-hak istimewa unik yang dikaruniakan kepadanya oleh Yehuwa. (Filipi 2:9-11; Wahyu 19:12) Tidak seorang pun dapat mengetahui nama itu, dalam arti bahwa tidak seorang pun mempunyai pengalaman-pengalaman itu atau dipercayakan dengan hak-hak istimewa tersebut. Namun demikian, pada waktu Yesus menulis namanya di atas saudara-saudaranya yang setia, mereka memasuki hubungan yang akrab dengan dia dalam alam surgawi dan bahkan ambil bagian dalam hak-hak istimewanya. (Lukas 22:29, 30) Tidak mengherankan bahwa Yesus mengakhiri pesannya kepada orang-orang terurap tersebut dengan mengulangi nasihat: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”—Wahyu 3:13.

      25. Bagaimana tiap orang Kristen secara pribadi dewasa ini dapat menerapkan prinsip di balik nasihat yang Yesus berikan kepada sidang di Filadelfia?

      25 Pesan tersebut pasti benar-benar merupakan anjuran yang bagus sekali bagi orang-orang Kristen yang setia di Filadelfia! Dan pesan itu tentu mengandung pelajaran yang penuh kuasa bagi golongan Yohanes sekarang, selama hari Tuhan. Namun prinsip-prinsipnya penting bagi setiap orang Kristen perseorangan, dari kaum terurap atau domba-domba lain. (Yohanes 10:16) Kita masing-masing berbuat baik jika terus menghasilkan buah-buah Kerajaan seperti dilakukan oleh orang-orang Kristen di Filadelfia. Semua kita sedikitnya mempunyai kekuatan. Semua kita dapat berbuat sesuatu dalam dinas Yehuwa. Marilah kita menggunakan kekuatan ini! Sehubungan dengan hak-hak istimewa Kerajaan yang makin bertambah, marilah kita berlaku waspada untuk memasuki pintu apapun yang terbuka bagi kita. Kita bahkan dapat berdoa agar Yehuwa membuka pintu sedemikian. (Kolose 4:2, 3) Seraya kita mengikuti pola ketekunan Yesus dan terbukti benar demi namanya, kita akan menunjukkan bahwa kita juga mempunyai telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan roh kudus Allah kepada jemaat-jemaat.

      [Catatan Kaki]

      a Pada jaman Paulus, Sostenes, kepala sinagoga Yahudi di Korintus, menjadi seorang saudara Kristen.​—Kisah 18:17; 1 Korintus 1:1.

      b Majalah Menara Pengawal, yang diterbitkan oleh golongan Yohanes, terus menonjolkan betapa mendesaknya untuk memanfaatkan kesempatan ini dan ambil bagian sepenuhnya dalam pekerjaan pengabaran; misalnya, lihat artikel ”Biarlah Semua Menyatakan Kemuliaan Yehuwa” dan ”Suara Mereka Pergi ke Seluruh Bumi” dalam Menara Pengawal terbitan 1 Januari 2004. Dalam terbitan 1 Juni 2004, artikel ”Diberkatilah Orang-Orang yang Memuliakan Allah,” ditandaskan tentang masuk melalui ’pintu yang terbuka’ menuju dinas sepenuh waktu. Ada puncak 1.093.552 perintis yang melaporkan dinas sedemikian dalam satu bulan pada tahun 2005.

      c Cyclopedia dari McClintock dan Strong (Jilid X, halaman 519) melaporkan: ”Kekristenan dengan terpaksa dihadapkan kepada perhatian para penguasa oleh huru-hara yang ditimbulkan di kalangan penduduk oleh imam-imam kafir, yang mengamati kemajuan yang luar biasa dari iman itu dengan perasaan kuatir, dan karena itu Trayan [98-117 M.] mengeluarkan dekrit yang secara bertahap menekan ajaran baru tersebut yang mengubah orang menjadi pembenci dewa-dewa. Pemerintahan Pliny muda sebagai gubernur dari Bitinia [perbatasan propinsi Roma di Asia di sebelah utara] direpotkan dengan masalah-masalah yang timbul karena perluasan yang pesat dari Kekristenan dan kemarahan penduduk kafir dalam propinsinya sebagai akibat dari itu.”

      d Nama Hizkia berarti ”Yehuwa Menguatkan.” Lihat 2 Raja 16:20, catatan kaki, New World Translation Reference Bible.

  • ”Peganglah Dengan Teguh Apa yang Ada Padamu”
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • [Kotak di hlm. 63]

      Membantu Banyak Orang untuk Sujud

      Dari ke-144.000 orang terurap yang akan mewarisi Kerajaan surgawi, tampaknya suatu sisa, golongan Yohanes, yang berjumlah kurang dari 9.000 masih harus menyelesaikan haluan kehidupan mereka di bumi. Pada waktu yang sama, kumpulan besar telah berkembang menjadi kelompok yang sangat besar dari 6.600.000 orang lebih. (Wahyu 7:4, 9) Apa yang telah membantu menghasilkan pertambahan yang sangat besar ini? Berbagai macam sekolah yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa merupakan sumbangan besar. Jauh berbeda dari seminari-seminari Susunan Kristen yang mengajarkan filsafat duniawi dan merendahkan Alkitab, sekolah-sekolah Saksi ini menanamkan iman yang dalam kepada Firman Allah. Mereka memperlihatkan penerapannya yang praktis dalam kehidupan yang bersih, bermoral dan dinas yang penuh pengabdian kepada Allah. Di seluruh dunia sejak 1943, tiap sidang dari Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan Sekolah Pelayanan Teokratis setempat dalam Balai Kerajaannya. Jutaan mengikuti sekolah ini tiap pekan, dengan mengikuti suatu program pendidikan Alkitab yang seragam.

      Sejak 1959 Saksi-Saksi Yehuwa juga mengadakan Sekolah Pelayanan Kerajaan untuk melatih para penatua dan pelayan-pelayan sidang. Dan sejak 1977, Sekolah Dinas Perintis telah melatih lebih dari ratusan ribu lebih saudara dan saudari, yang dengan semangat Filadelfia sejati, melayani Yehuwa sepenuh waktu dalam pekerjaan pengabaran. Pada tahun 1987 Sekolah Latihan Pelayanan dimulai guna melatih Saksi-Saksi pria untuk penugasan istimewa dalam ladang dunia.

      Yang menonjol di antara sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa ialah Sekolah Alkitab Menara Pengawal Gilead. Sejak 1943 sekolah utusan injil ini, yang terletak di negara bagian New York, telah mewisuda dua rombongan siswa hampir setiap tahun. Keseluruhannya, sekolah ini telah melatih lebih dari 7.000 rohaniwan dari Yehuwa untuk dinas utusan injil ke negeri asing. Para lulusan sekolah ini melayani dalam lebih dari seratus negeri, dan di banyak dari negeri-negeri itu mereka berperan penting dalam membuka pekerjaan Kerajaan. Setelah kira-kira 40 tahun, banyak dari utusan-utusan injil yang mula-mula itu masih melakukan pekerjaan ini, bekerja sama dengan utusan-utusan injil yang baru dalam memajukan perluasan organisasi Yehuwa di seluruh dunia. Benar-benar suatu perluasan yang sangat menakjubkan telah terlaksana!

      [Tabel di hlm. 64]

      Pada tahun 1919 Raja Yesus yang sudah memerintah membuka pintu kesempatan untuk dinas Kristen. Orang-orang Kristen yang berbakti yang makin bertambah jumlahnya telah memanfaatkan kesempatan itu.

      Negeri-Negeri Orang-Orang Pemberita-

      yang Dicapai oleh Kristen yang Pemberitae

      Pengabaran Ikut dalam Sepenuh Waktu

      Tahun Pengabaranf

      1918 14 3.868 591

      1928 32 23.988 1.883

      1938 52 47.143 4.112

      1948 96 230.532 8.994

      1958 175 717.088 23.772

      1968 200 1.155.826 63.871

      1978 205 2.086.698 115.389

      1988 212 3.430.926 455.561

      1998 233 5.544.059 698.781

      2005 235 6.390.022 843.234

      [Catatan Kaki]

      e Angka-angka di atas adalah rata-rata tiap bulan.

      f Angka-angka di atas adalah rata-rata tiap bulan.

      [Tabel di hlm. 65]

      Kegiatan dari Saksi-Saksi Yehuwa dilakukan sepenuh hati. Pertimbangkan, misalnya, jam-jam yang mereka gunakan untuk mengabar dan mengajar dan jumlah yang sangat besar dari pelajaran-pelajaran Alkitab secara cuma-cuma yang mereka adakan di rumah-rumah orang.

      Jumlah Jam Pelajaran Alkitab

      dalam yang Dipimpin

      Pengabaran (Rata-Rata Tiap

      Tahun (Tiap Tahun) Bulan)

      1918 19.116 Tidak Dicatat

      1​9​2​8 2​.8​6​6.164 Tidak Dicatat

      1938 10.572.086 Tidak Dicatat

      1948 49.832.205 130.281

      1958 110.390.944 508.320

      1968 208.666.762 977.503

      1978 307.272.262 1.257.084

      1988 785.521.697 3.237.160

      1998 1.186.666.708 4.302.852

      2005 1.278.235.504 6.061.534

  • Membeli Emas yang Telah Dimurnikan dalam Api
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 13

      Membeli Emas yang Telah Dimurnikan dalam Api

      LAODIKIA

      1, 2. Apa lokasi sidang terakhir dari ketujuh sidang yang menerima pesan dari Yesus yang telah dimuliakan, dan apa beberapa ciri dari kota itu?

      LAODIKIA adalah sidang terakhir dari ketujuh sidang yang menerima pesan dari Yesus yang telah dibangkitkan. Dan pesan ini benar-benar memuat penjelasan yang membuka mata dan menggugah hati!

      2 Dewasa ini, saudara bisa menemukan puing-puing dari Laodikia dekat Denizli, kira-kira 88 kilometer di sebelah tenggara Alasehir. Pada abad pertama, Laodikia merupakan sebuah kota yang makmur. Kota ini terletak pada suatu persimpangan jalan utama, dan merupakan pusat perbankan dan perdagangan yang penting. Penjualan salep mata yang terkenal menambah kekayaannya, dan kota ini juga terkenal dengan pakaiannya yang bermutu tinggi produksi setempat dari wol hitam yang halus. Kekurangan air, yang merupakan problem utama dari kota ini, berhasil diatasi dengan menyalurkan air dari sumber-sumber air panas yang terletak tidak jauh dari sana. Jadi, pada waktu masuk di kota air itu hanya suam-suam kuku.

      3. Bagaimana Yesus membuka pesannya kepada sidang di Laodikia?

      3 Laodikia terletak dekat kota Kolose. Ketika menulis kepada orang-orang Kolose, rasul Paulus menyebut tentang surat yang ia kirimkan kepada orang-orang Laodikia. (Kolose 4:15, 16) Kita tidak tahu apa yang Paulus tulis dalam surat itu, tetapi pesan yang Yesus kirimkan sekarang kepada orang-orang Laodikia menunjukkan bahwa mereka telah jatuh ke dalam keadaan rohani yang menyedihkan. Walaupun demikian, seperti biasa, Yesus mula-mula menyebutkan identitasnya sendiri, dengan mengatakan: ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.”​—Wahyu 3:14.

      4. Bagaimana Yesus adalah ”Amin”?

      4 Mengapa Yesus menyebut dirinya ”Amin”? Gelar ini menambah bobot pengadilan kepada pesannya. ”Amin” adalah transliterasi (penyalinan huruf dari satu abjad ke huruf abjad bahasa lain) dari kata Ibrani yang berarti ”pasti,” ”terjadilah demikian,” dan digunakan pada akhir doa-doa untuk meneguhkan perasaan yang dinyatakan di dalamnya. (1 Korintus 14:16) Yesus adalah ”Amin” karena integritasnya yang tanpa cacat dan kematiannya sebagai korban meneguhkan dan menjamin penggenapan semua janji Yehuwa yang berharga. (2 Korintus 1:20) Sejak waktu itu, semua doa sepatutnya ditujukan kepada Yehuwa melalui Yesus.—Yohanes 15:16; 16:23, 24.

      5. Dalam hal apa Yesus adalah ”Saksi yang setia dan benar”?

      5 Yesus juga ”Saksi yang setia dan benar.” Dalam nubuat ia sering dihubungkan dengan kesetiaan, kebenaran, dan kejujuran, karena ia dapat dipercaya sepenuhnya sebagai hamba dari Allah Yehuwa. (Mazmur 45:5; Yesaya 11:4, 5; Wahyu 1:5; 19:11) Ia adalah Saksi yang terbesar bagi Yehuwa. Sebenarnya, sebagai ”permulaan dari ciptaan Allah,” Yesus telah menyatakan kemuliaan Allah dari awal mula sekali. (Amsal 8:22-30) Sebagai manusia di bumi, ia memberi kesaksian tentang kebenaran. (Yohanes 18:36, 37; 1 Timotius 6:13) Setelah kebangkitannya, ia menjanjikan roh suci kepada murid-muridnya dan mengatakan kepada mereka, ”Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dari hari Pentakosta tahun 33 M. seterusnya, Yesus memimpin orang-orang Kristen terurap ini dalam memberitakan kabar baik ”di seluruh alam di bawah langit.” (Kisah 1:6-8; Kolose 1:23) Sesungguhnya, Yesus layak disebut Saksi yang setia dan benar. Orang-orang Kristen yang terurap di Laodikia akan mendapat manfaat dengan mendengarkan kata-katanya.

      6. (a) Bagaimana Yesus menggambarkan keadaan rohani dari sidang di Laodikia? (b) Teladan bagus apa dari Yesus yang tidak diikuti oleh orang-orang Kristen di Laodikia?

      6 Pesan apa yang ingin disampaikan Yesus kepada orang-orang Laodikia? Ia tidak mempunyai kata-kata pujian. Dengan terus terang ia memberitahu mereka: ”Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulutKu.” (Wahyu 3:15, 16) Bagaimana tanggapan saudara terhadap pesan sedemikian dari Tuhan Yesus Kristus? Tidakkah saudara akan sadar dan memeriksa diri sendiri? Tentu, orang-orang Laodikia itu perlu bertindak, karena mereka telah menjadi lamban secara rohani, rupanya terlalu menganggap semua seolah-olah sudah semestinya. (Bandingkan 2 Korintus 6:1.) Sebagai orang-orang Kristen mereka seharusnya meniru Yesus, yang selalu memperlihatkan gairah yang berapi-api untuk Yehuwa dan dinasNya. (Yohanes 2:17) Selanjutnya, orang-orang yang penurut mendapati bahwa ia selalu ramah dan lemah lembut, menyegarkan seperti secangkir air dingin pada hari yang panas terik. (Matius 11:28, 29) Tetapi orang-orang Kristen di Laodikia tidak panas dan juga tidak dingin. Seperti air yang mengalir ke kota mereka, mereka telah menjadi suam-suam kuku. Mereka layak ditolak sama sekali oleh Yesus, ’dimuntahkan dari mulutnya’! Semoga kita sendiri selalu berusaha dengan bergairah, seperti yang dilakukan Yesus, untuk selalu memberikan penyegaran rohani kepada orang-orang lain.—Matius 9:35-38.

      ”Engkau Berkata, ’Aku Kaya’”

      7. (a) Bagaimana Yesus menyatakan akar dari problem orang-orang Kristen di Laodikia? (b) Mengapa Yesus mengatakan bahwa orang-orang Kristen Laodikia ”buta dan telanjang”?

      7 Apa sebenarnya akar dari problem orang-orang Laodikia? Kita mendapat pandangan yang baik dari kata-kata Yesus berikut: ”Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” (Wahyu 3:17; bandingkan Lukas 12:16-21.) Karena hidup di sebuah kota yang kaya, mereka merasa yakin kepada diri sendiri karena harta mereka. Kemungkinan, jalan hidup mereka dipengaruhi oleh arena, teater, dan gedung olahraga, sehingga mereka ”lebih suka pada kesenangan dunia daripada menuruti Allah.”a (2 Timotius 3:4, BIS) Tetapi orang-orang Laodikia yang kaya secara materi sebenarnya telah menjadi miskin secara rohani. Mereka hanya mempunyai sedikit, kalaupun ada, ’harta yang tersimpan di sorga.’ (Matius 6:19-21) Mereka tidak menjaga mata mereka tetap baik, dengan menaruh Kerajaan Allah di tempat pertama dalam kehidupan mereka. Mereka benar-benar dalam kegelapan, buta, tanpa penglihatan rohani. (Matius 6:22, 23, 33) Selain itu, meskipun pakaian yang indah dapat dibeli dengan kekayaan materi mereka, dalam mata Yesus mereka telanjang. Mereka tidak mempunyai pakaian rohani untuk menyatakan diri sebagai orang Kristen.—Bandingkan Wahyu 16:15.

      8. (a) Cara bagaimana keadaan seperti di Laodikia juga terdapat dewasa ini? (b) Bagaimana ada orang-orang Kristen yang menipu diri sendiri dalam dunia yang tamak ini?

      8 Benar-benar keadaan yang mengejutkan! Namun tidakkah kita sering melihat keadaan yang serupa dewasa ini? Apa sebab utamanya? Ini adalah sikap percaya diri yang timbul oleh karena bersandar pada harta benda dan sumber daya manusia. Seperti para pengunjung gereja dari Susunan Kristen, dari kalangan umat Yehuwa ada yang telah menipu diri, dengan berpikir bahwa mereka dapat menyenangkan Allah dengan hanya sewaktu-waktu menghadiri perhimpunan. Mereka mencoba untuk selamat hanya dengan menjadi ”pelaku firman” sekedarnya saja. (Yakobus 1:22) Meskipun berulang kali diperingatkan oleh golongan Yohanes, mereka menaruh perhatian pada pakaian yang penuh gaya, mobil, dan rumah, dan pada kehidupan yang dipusatkan pada rekreasi dan kesenangan. (1 Timotius 6:9, 10; 1 Yohanes 2:15-17) Ini semua mengakibatkan tumpulnya daya pengertian rohani. (Ibrani 5:11, 12) Sebaliknya dari keadaan suam-suam kuku tanpa gairah, mereka perlu mengobarkan kembali ”api roh” dan memperlihatkan keinginan besar yang menyegarkan untuk ’memberitakan firman.’—1 Tesalonika 5:19, NW; 2 Timotius 4:2, 5.

      9. (a) Kata-kata Yesus yang mana seharusnya menyentakkan orang-orang Kristen yang suam-suam kuku, dan mengapa? (b) Bagaimana ’domba-domba’ yang tersesat dapat dibantu oleh sidang?

      9 Bagaimana pandangan Yesus terhadap orang-orang Kristen yang suam-suam kuku? Kata-katanya yang terus terang seharusnya menyentakkan mereka: ”Engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Hati nurani mereka telah sedemikian tumpul sehingga mereka bahkan tidak menyadari keadaan mereka yang memuakkan. (Bandingkan Amsal 16:2; 21:2.) Keadaan yang serius ini dalam sidang tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Dengan memberikan contoh bagus dalam kegairahan dan dengan menggembalakan dalam kasih, para penatua dan orang-orang lain yang ditugaskan oleh mereka mungkin dapat membangunkan ’domba-domba’ yang tersesat ini kepada sukacita dari dinas sepenuh hati yang mereka nikmati sebelumnya.—Lukas 15:3-7.

      Nasihat tentang ”Menjadi Kaya”

      10. Apa gerangan ”emas” yang Yesus katakan kepada orang-orang Kristen di Laodikia agar mereka beli dari dia?

      10 Apakah ada obat untuk keadaan yang menyedihkan ini di Laodikia? Ya, jika orang-orang Kristen itu mau mengikuti nasihat Yesus: ”Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari padaKu emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya.” (Wahyu 3:18a) ”Emas” Kristen sejati, yang telah dimurnikan dalam api dan disingkirkan semua kotorannya akan menjadikan mereka ”kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12:21) Di mana mereka dapat membeli emas sedemikian? Bukan dari pemilik-pemilik bank setempat tetapi dari Yesus! Rasul Paulus menjelaskan apa gerangan emas itu ketika ia menyuruh Timotius memberikan perintah kepada orang-orang Kristen yang kaya ”agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang.” Hanya dengan berusaha keras secara ini mereka dapat ”mencapai hidup yang sebenarnya.” (1 Timotius 6:17-19) Orang-orang Laodikia yang kaya secara materi seharusnya mengikuti saran Paulus dan dengan demikian menjadi kaya secara rohani.—Lihat juga Amsal 3:13-18.

      11. Teladan-teladan jaman modern apa yang ada dari mereka yang membeli ”emas yang telah dimurnikan dalam api”?

      11 Apakah ada teladan-teladan pada jaman modern dari mereka yang membeli ”emas yang telah dimurnikan dalam api”? Ya, ada! Bahkan ketika hari Tuhan mendekat, suatu kelompok kecil siswa Alkitab sadar akan kesalahan dari banyak ajaran Susunan Kristen yang bersifat Babel, seperti misalnya Tritunggal, jiwa yang tidak berkematian, siksaan api neraka, baptisan bayi, dan penyembahan patung-patung (termasuk salib dan patung Maria). Dalam membela kebenaran Alkitab, orang-orang Kristen ini menyatakan Kerajaan Yehuwa sebagai satu-satunya harapan umat manusia dan korban tebusan Yesus sebagai dasar untuk keselamatan. Hampir 40 tahun sebelumnya, mereka menyatakan bahwa tahun 1914 adalah tahun yang ditandai dalam nubuat Alkitab sebagai masa berakhirnya zaman Orang Kafir, yang disertai oleh perkembangan-perkembangan yang mengejutkan di bumi.—Wahyu 1:10.

      12. Siapakah salah seorang dari mereka yang ambil pimpinan di kalangan orang-orang Kristen yang sadar, dan bagaimana ia memberikan contoh yang bagus sekali dalam menimbun harta di surga?

      12 Yang mengambil pimpinan di kalangan orang-orang Kristen yang sadar ini adalah Charles Taze Russell, yang pada awal tahun 1870-an, membentuk kelas pelajaran Alkitab di Allegheny (sekarang bagian dari Pittsburgh), Pennsylvania, A.S. Ketika ia mulai menyelidiki kebenaran, Russell mempunyai usaha kongsi dengan ayahnya dan bakal menjadi jutawan. Tetapi ia menjual usaha pertokoannya yang mempunyai banyak cabang dan menggunakan hartanya untuk membantu membiayai pemberitaan Kerajaan Allah di seluruh dunia. Pada tahun 1884 Russell menjadi presiden pertama dari badan hukum yang sekarang dikenal sebagai Lembaga Alkitab dan Risalat Menara Pengawal dari Pennsylvania. Pada tahun 1916 ia meninggal dalam sebuah kereta api dekat Pampa, Texas, dalam perjalanan ke New York, karena kelelahan setelah perjalanan pengabarannya yang terakhir mengelilingi Amerika Serikat bagian barat. Ia memberikan contoh yang sangat bagus dalam menimbun harta rohani di surga, teladan yang diikuti oleh ratusan ribu rohaniwan perintis yang rela berkorban dalam tahun-tahun terakhir dari tahun 1900-an.—Ibrani 13:7; Lukas 12:33, 34; bandingkan 1 Korintus 9:16; 11:1.

      Membubuhkan Salep Mata Rohani

      13. (a) Bagaimana minyak mata rohani akan memperbaiki keadaan orang-orang Laodikia? (b) Pakaian macam apakah yang disarankan Yesus, dan mengapa?

      13 Yesus juga dengan tegas menasihati orang-orang Laodikia itu: ”Supaya engkau membeli . . . pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.” (Wahyu 3:18b) Mereka harus mencari obat untuk kebutaan rohani mereka dengan membeli minyak (salep) mata yang dapat menyembuhkan, bukan yang dijual oleh tabib-tabib setempat, tetapi jenis yang hanya dapat disediakan oleh Yesus. Hal ini akan membantu mereka untuk mendapat pengertian rohani, membantu mereka agar dapat berjalan pada ”jalan orang benar” dengan mata mereka yang berseri-seri dipusatkan untuk melakukan kehendak Allah. (Amsal 4:18, 25-27) Jadi, mereka akan mengenakan, bukan pakaian yang mahal dari wol hitam produksi setempat di Laodikia, tetapi ”pakaian putih” halus yang menyatakan identitas mereka yaitu hak istimewa sebagai pengikut Yesus Kristus.—Bandingkan 1 Timotius 2:9, 10; 1 Petrus 3:3-5.

      14. (a) Minyak mata rohani apa yang tersedia sejak tahun 1879? (b) Apakah sumber pokok dari dukungan keuangan Saksi-Saksi Yehuwa? (c) Dalam menggunakan sumbangan, bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa berbeda dari yang lain?

      14 Apakah minyak mata rohani ini tersedia pada jaman modern? Tentu! Pada tahun 1879 Pastor Russell, sebutan penuh kasih untuknya pada waktu itu, sebagai pembelaan atas kebenaran mulai menerbitkan majalah yang dikenal di seluruh dunia sebagai The Watchtower Announcing Jehovah’s Kingdom (Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa). Dalam terbitannya yang kedua, ia mengatakan: ”[Majalah ini], kami percaya, mempunyai YEHUWA sebagai pendukungnya, dan karena itu tidak pernah akan mengemis ataupun memohon manusia untuk mendukungnya. Bila Ia yang mengatakan: ’Semua emas dan perak di gunung-gunung adalah kepunyaanKu,’ tidak lagi menyediakan dana yang diperlukan, kami akan mengerti bahwa itulah waktunya untuk menghentikan penerbitannya.” Beberapa penginjil televisi abad ke-20 telah mengumpulkan banyak sekali harta dan hidup dalam kemewahan yang tanpa malu (dan kadang-kadang imoral). (Bandingkan Wahyu 18:3.) Bertentangan dengan itu, Siswa-Siswa Alkitab, yang sekarang dikenal sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, telah menggunakan semua sumbangan sukarela yang mereka terima untuk mengorganisasi dan memajukan pengabaran Kerajaan Yehuwa yang akan datang di seluruh dunia. Golongan Yohanes sampai sekarang memimpin penerbitan Menara Pengawal dan Sedarlah!, majalah-majalah yang telah mempunyai peredaran bersama pada tahun 2006 sejumlah lebih dari 59 juta eksemplar. Menara Pengawal tersedia dalam kira-kira 150 bahasa. Ini adalah majalah resmi dari sidang jemaat dari enam juta lebih orang Kristen yang telah menggunakan minyak mata rohani sedemikian untuk membuka mata mereka kepada agama palsu dan menyadari betapa mendesaknya memberitakan Injil kepada semua bangsa.—Markus 13:10.

      Mengambil Manfaat dari Teguran dan Disiplin

      15. Mengapa Yesus memberikan nasihat yang keras kepada orang-orang Kristen di Laodikia, dan bagaimana seharusnya reaksi sidang terhadap itu?

      15 Mari kita kembali kepada orang-orang Laodikia. Bagaimana mereka akan menanggapi nasihat Yesus yang keras? Apakah mereka layak kecil hati dan merasa bahwa Yesus tidak lagi menghendaki mereka sebagai pengikutnya? Tidak, sama sekali tidak demikian. Pesan itu selanjutnya berbunyi: ”Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu [”hendaklah kalian bersemangat,” BIS] dan bertobatlah!” (Wahyu 3:19) Sama seperti disiplin dari Yehuwa, disiplin dari Yesus adalah tanda dari kasihnya. (Ibrani 12:4-7) Sidang Laodikia seharusnya menarik manfaat dari perhatiannya yang pengasih dan menerapkan nasihatnya. Mereka seharusnya bertobat, mengakui bahwa keadaan mereka yang suam-suam kuku sama saja dengan berdosa. (Ibrani 3:12, 13; Yakobus 4:17) Biarlah para penatua mereka meninggalkan jalan-jalan yang materialistis dan ”mengobarkan karunia” yang mereka miliki dari Allah. Dengan mulai bekerjanya minyak mata rohani itu, biarlah semua di sidang mendapatkan penyegaran seperti dari seteguk air yang mendinginkan dari mata air yang sejuk.—2 Timotius 1:6; Amsal 3:5-8; Lukas 21:34.

      16. (a) Bagaimana kasih sayang Yesus diperlihatkan dewasa ini? (b) Jika kita mendapat nasihat yang keras, bagaimana seharusnya reaksi kita?

      16 Bagaimana dengan kita dewasa ini? Yesus tetap ”mengasihi orang-orang yang menjadi miliknya di dunia.” Ini akan ia lakukan ”senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Yohanes 13:1, BIS; Matius 28:20) Kasih sayangnya diperlihatkan melalui golongan Yohanes jaman modern dan bintang-bintang, atau para penatua, di sidang Kristen. (Wahyu 1:20) Dalam jaman yang sangat sulit ini, para penatua berminat sekali untuk membantu kita semua, tua dan muda, agar tetap berada di dalam batas-batas kawanan teokratis, menolak kebebasan, ketamakan yang materialistis, dan kenajisan dari imoralitas dunia. Jika kita sewaktu-waktu mendapat nasihat atau disiplin yang keras, ingat bahwa ”teguran yang mendidik itu jalan kehidupan.” (Amsal 6:23) Kita semua tidak sempurna dan hendaknya bergairah untuk bertobat sebagaimana perlu agar kita dapat diperbaiki dan tetap berada dalam kasih Allah.—2 Korintus 13:11.

      17. Bagaimana kekayaan dapat berbahaya secara rohani bagi kita?

      17 Kita tidak boleh membiarkan materialisme, kekayaan, atau kurangnya kekayaan membuat kita suam-suam kuku. Kekayaan dapat membantu membuka kemungkinan-kemungkinan corak pelayanan yang baru, tetapi itu juga dapat berbahaya. (Matius 19:24) Seorang yang kaya mungkin merasa bahwa ia tidak perlu bergairah dalam pekerjaan pengabaran seperti orang-orang lain, asalkan ia dari waktu ke waktu memberikan sumbangan yang besar. Atau ia mungkin merasa bahwa karena ia kaya ia berhak mendapat beberapa kelebihan tertentu. Selain itu, ada banyak kesenangan dan rekreasi yang dapat dinikmati orang kaya yang tidak mampu dinikmati oleh orang-orang lain. Tetapi selingan itu menghabiskan waktu dan dapat menjauhkan seseorang yang tidak waspada dari pelayanan Kristen, dengan demikian membuat orang yang tidak bijaksana itu suam-suam kuku. Semoga kita menghindari semua jerat sedemikian dan tetap ”berjerih payah dan berjuang” sepenuh hati, sambil mengharapkan hidup kekal.—1 Timotius 4:8-10; 6:9-12.

      ”Makan Bersama-sama”

      18. Kesempatan apa yang Yesus letakkan di hadapan orang-orang Kristen di Laodikia?

      18 Yesus selanjutnya mengatakan: ”Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membuka pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20) Jika saja orang-orang Kristen di Laodikia itu mau menyambut Yesus ke dalam sidang mereka, ia akan membantu mereka mengatasi keadaan mereka yang suam-suam kuku!—Matius 18:20.

      19. Apa yang Yesus maksudkan ketika ia berjanji untuk makan malam bersama sidang di Laodikia?

      19 Yesus menyebut tentang perjamuan makan, yang pasti mengingatkan orang-orang Laodikia akan saat-saat ketika ia makan bersama para muridnya. (Yohanes 12:1-8) Kesempatan-kesempatan sedemikian selalu mendatangkan berkat rohani bagi mereka yang hadir. Demikian pula, ada peristiwa-peristiwa penting setelah kebangkitan Yesus ketika ia hadir pada suatu perjamuan makan bersama murid-muridnya, dan kesempatan-kesempatan sedemikian sangat menguatkan mereka. (Lukas 24:28-32; Yohanes 21:9-19) Maka, janjinya untuk datang ke sidang Laodikia dan makan malam bersama mereka adalah janji untuk memberikan manfaat rohani yang limpah kepada mereka andaikata saja mereka mau menerima dia.

      20. (a) Pada permulaan hari Tuhan, apa akibatnya atas keadaan suam-suam kuku dari Susunan Kristen? (b) Bagaimana pengadilan Yesus terhadap Susunan Kristen?

      20 Teguran Yesus yang pengasih kepada orang-orang Laodikia mempunyai arti yang sangat penting bagi orang-orang Kristen terurap yang masih ada sekarang ini. Ada dari mereka yang ingat bahwa seraya hari Tuhan mulai, para penganut agama Susunan Kristen berada dalam keadaan suam-suam kuku sampai taraf yang memalukan. Bukannya menyambut kedatangan kembali Tuhan kita pada tahun 1914, kaum pendetanya melibatkan diri dalam pembantaian pada Perang Dunia I, yang 24 dari 28 bangsa yang berperang mengaku Kristen. Betapa besar hutang darah mereka! Selama Perang Dunia II, yang juga diperjuangkan sebagian besar oleh orang-orang dalam Susunan Kristen, dosa-dosa agama palsu sekali lagi ”bertimbun-timbun sampai ke langit.” (Wahyu 18:5) Selanjutnya, kaum pendeta telah membelakangi Kerajaan Yehuwa yang akan datang dengan mendukung Liga Bangsa Bangsa, Perserikatan Bangsa Bangsa, dan gerakan-gerakan yang nasionalistis, revolusioner, yang tidak satu pun dari antaranya dapat memecahkan problem-problem umat manusia. Yesus sudah lama menolak golongan pendeta, mengadili dan mencampakkan mereka, sama seperti seorang nelayan membuang ikan yang tidak baik yang tertangkap dalam jalanya. Keadaan yang menyedihkan dari gereja-gereja Susunan Kristen dewasa ini membuktikan penghakiman atasnya. Semoga nasib akhirnya menjadi peringatan bagi kita!—Matius 13:47-50.

      21. Sejak tahun 1919 dan seterusnya, bagaimana orang-orang Kristen di sidang yang sejati menyambut kata-kata Yesus kepada orang-orang Kristen di Laodikia?

      21 Bahkan dalam sidang yang sejati, ada pribadi-pribadi yang suam-suam kuku, bagaikan minuman yang tidak panas sehingga membangkitkan semangat ataupun tidak dingin menyegarkan. Tetapi Yesus masih tetap mengasihi sidangnya dengan hangat. Ia menyediakan diri bagi orang-orang Kristen yang menyambutnya dengan tangan terbuka, dan banyak yang telah menyambut dia, seolah-olah kepada suatu perjamuan makan. Hasilnya, dari tahun 1919 seterusnya mata mereka telah dibuka kepada arti dari nubuat-nubuat Alkitab. Mereka menikmati masa penyuluhan yang besar.—Mazmur 97:11; 2 Petrus 1:19.

      22. Perjamuan makan apa di masa depan yang boleh jadi dimaksudkan Yesus, dan siapa yang akan ambil bagian di dalamnya?

      22 Ketika berbicara kepada orang-orang Laodikia, boleh jadi Yesus juga memaksudkan perjamuan makan lain. Belakangan dalam buku Wahyu kita membaca: ”Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Ini adalah perjamuan kemenangan yang agung demi kepujian bagi Yehuwa setelah Ia melaksanakan penghukuman atas agama palsu—suatu perjamuan yang dinikmati di surga oleh Kristus beserta pengantin perempuan yang lengkap yakni 144.000. (Wahyu 19:1-9) Para anggota yang suka menyambut dari sidang Laodikia purba itu—ya, dan saudara-saudara Kristus Yesus yang setia dewasa ini, yang mengenakan pakaian yang bersih yaitu tanda pengenal sebagai orang Kristen terurap yang sejati—semua akan berpesta dengan Pengantin Laki-Laki mereka pada perjamuan tersebut. (Matius 22:2-13) Benar-benar suatu dorongan yang kuat untuk bersemangat dan bertobat!

      Takhta bagi Para Pemenang

      23, 24. (a) Mengenai pahala lebih lanjut apa Yesus berbicara? (b) Bilamana Yesus duduk di atas takhta Mesiasnya, dan bilamana ia mulai menghakimi orang-orang yang mengaku Kristen? (c) Janji yang menakjubkan apa yang Yesus berikan kepada murid-muridnya ketika ia memperkenalkan Peringatan kematiannya?

      23 Yesus berbicara tentang pahala selanjutnya, dengan mengatakan: ”Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhtaKu, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhtaNya.” (Wahyu 3:21) Sebagai penggenapan kata-kata Daud di Mazmur 110:1, 2, Yesus yang memelihara integritas, setelah mengalahkan dunia, telah dibangkitkan pada tahun 33 M. dan ditinggikan untuk duduk bersama Bapanya di takhta surgawiNya. (Kisah 2:32, 33) Pada suatu tahun yang penting lain, 1914, Yesus datang untuk duduk di atas takhta Mesiasnya sendiri sebagai Raja dan Hakim. Penghakiman mulai pada tahun 1918 dengan orang-orang yang mengaku Kristen. Para pemenang terurap yang mati sebelum tahun tersebut ketika itu dibangkitkan dan bergabung dengan Yesus dalam Kerajaannya. (1 Petrus 4:17) Ia telah menjanjikan ini kepada mereka ketika memperkenalkan Peringatan kematiannya, dengan mengatakan kepada murid-muridnya: ”Aku menentukan hak-hak kerajaan bagi kamu, sama seperti BapaKu menentukannya bagiKu, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam KerajaanKu, dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.”—Lukas 22:28-30.

      24 Benar-benar satu penugasan yang menakjubkan—duduk dengan Raja yang memerintah pada waktu ”penciptaan kembali” dan bersama-sama dengan dia, atas dasar korbannya yang sempurna, memulihkan dunia umat manusia yang taat kepada kesempurnaan seperti di Eden! (Matius 19:28; 20:28) Seperti Yohanes memberitahu kita, Yesus membuat mereka yang menang menjadi ’suatu kerajaan, imam-imam bagi Allah, BapaNya,’ untuk menduduki takhta-takhta di sekeliling takhta surgawi Yehuwa sendiri yang agung. (Wahyu 1:6; 4:4) Mari kita semua—dari kaum terurap atau masyarakat bumi baru yang berharap untuk ikut memulihkan Firdaus—mencamkan kata-kata Yesus kepada orang-orang Laodikia!—2 Petrus 3:13; Kisah 3:19-21.

      25. (a) Seperti pesan-pesan sebelumnya, bagaimana Yesus mengakhiri pesannya kepada Laodikia? (b) Bagaimana orang-orang Kristen secara perorangan dewasa ini harus menanggapi kata-kata Yesus kepada sidang di Laodikia?

      25 Seperti pesan-pesan sebelumnya, Yesus mengakhiri surat ini dengan kata-kata nasihat: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” (Wahyu 3:22) Kita sekarang telah jauh memasuki jaman akhir. Bukti ada di sekeliling kita bahwa sehubungan dengan kasih Susunan Kristen telah mendingin. Sebaliknya, semoga kita sebagai orang-orang Kristen sejati dengan sungguh-sungguh menyambut pesan Yesus kepada sidang di Laodikia, ya, kepada seluruh tujuh pesan dari Tuhan kita kepada sidang-sidang. Ini dapat kita lakukan dengan turut serta secara bergairah dalam penggenapan atas nubuat Yesus yang besar untuk jaman kita, ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”—Matius 24:12-14.

      26. Kapankah Yesus berbicara lagi secara langsung kepada Yohanes, namun dalam hal apa ia ambil bagian?

      26 Nasihat Yesus kepada ketujuh sidang selesai. Ia baru berbicara lagi kepada Yohanes dalam buku Wahyu di pasal terakhir; tetapi ia ambil bagian dalam banyak dari penglihatan-penglihatan, misalnya, dalam melaksanakan penghukuman Yehuwa. Marilah kita sekarang bergabung dengan golongan Yohanes dalam mempelajari penglihatan kedua yang penting yang disingkapkan oleh Tuhan Yesus Kristus.

      [Catatan Kaki]

      a Tempat-tempat ini telah digali ahli-ahli arkeologi di lokasi Laodikia.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan