-
Langit Baru dan Bumi BaruWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 42
Langit Baru dan Bumi Baru
1. Apa yang Yohanes gambarkan ketika malaikat itu membawanya kembali kepada awal Pemerintahan Seribu Tahun?
PENGLIHATAN yang menakjubkan ini terus terlihat seraya malaikat membawa Yohanes kembali kepada awal Pemerintahan Seribu Tahun. Apa yang ia lukiskan? ”Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.” (Wahyu 21:1) Suatu pemandangan yang sangat indah terlihat di sini!
2. (a) Bagaimana nubuat Yesaya mengenai langit baru dan bumi baru digenapi atas orang Yahudi yang dipulihkan pada tahun 537 S.M.? (b) Bagaimana kita tahu bahwa akan ada penerapan lebih jauh dari nubuat Yesaya, dan bagaimana janji ini dipenuhi?
2 Ratusan tahun sebelum jaman Yohanes, Yehuwa mengatakan kepada Yesaya: ”Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (Yesaya 65:17; 66:22) Nubuat ini mula-mula digenapi ketika orang Yahudi yang setia kembali ke Yerusalem pada tahun 537 S.M. setelah mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun. Dalam pemulihan itu, mereka membentuk masyarakat yang telah dibersihkan, ’bumi baru’ di bawah sistem pemerintahan yang baru, ’langit baru.’ Tetapi, rasul Petrus menunjuk kepada penerapan lebih jauh dari nubuat itu, dengan mengatakan: ”Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” (2 Petrus 3:13) Kini Yohanes menunjukkan bahwa janji ini dipenuhi pada hari Tuhan. ’Langit pertama dan bumi pertama,’ yaitu sistem Setan yang terorganisasi dengan sistem pemerintahannya yang dipengaruhi oleh Setan dan hantu-hantunya, akan lenyap. ”Laut” yang bergolak dari umat manusia yang jahat dan memberontak tidak akan ada lagi. Sebagai gantinya akan ada ’langit baru dan bumi baru’—masyarakat yang baru di bumi di bawah pemerintahan yang baru, Kerajaan Allah.—Bandingkan Wahyu 20:11.
3. (a) Apa yang Yohanes lukiskan, dan apa gerangan Yerusalem Baru itu? (b) Bagaimana Yerusalem Baru ”turun dari sorga”?
3 Yohanes melanjutkan: ”Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21:2) Yerusalem Baru adalah pengantin perempuan Kristus, yang terdiri dari orang Kristen terurap yang tetap setia sampai mati dan yang dibangkitkan untuk menjadi raja dan imam bersama Yesus yang telah dimuliakan. (Wahyu 3:12; 20:6) Sebagaimana Yerusalem di bumi menjadi pusat pemerintahan di Israel purba, Yerusalem Baru yang agung dan Pengantin Laki-Lakinya membentuk pemerintahan dari sistem yang baru. Inilah langit baru. ’Pengantin perempuan itu turun dari sorga,’ tidak secara aksara, tetapi dalam arti mengarahkan perhatian ke bumi. Pengantin perempuan Anak Domba itu akan menjadi pasangan pembantunya yang loyal dalam menjalankan pemerintahan yang adil benar atas seluruh umat manusia. Benar-benar suatu berkat bagi bumi baru!
4. Janji apa yang Allah buat yang sama dengan yang Ia berikan kepada bangsa Israel yang baru dibentuk?
4 Yohanes memberitahu kita lebih lanjut: ”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ’Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka.’” (Wahyu 21:3) Ketika Yehuwa membuat perjanjian Taurat dengan bangsa Israel yang pada waktu itu baru dibentuk, Ia berjanji: ”Aku akan menempatkan Kemah SuciKu di tengah-tengahmu dan hatiKu tidak akan muak melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu.” (Imamat 26:11, 12) Sekarang Yehuwa membuat janji yang sama kepada manusia yang setia. Selama Hari Penghakiman seribu tahun, mereka akan menjadi umat yang sangat istimewa bagiNya.
5. (a) Bagaimana Allah akan berdiam dengan umat manusia selama Pemerintahan Milenium? (b) Bagaimana Allah akan berdiam di antara umat manusia setelah Pemerintahan Seribu Tahun?
5 Selama Pemerintahan Milenium, Yehuwa akan ”diam” di antara umat manusia dalam suatu penyelenggaraan yang bersifat sementara, Ia diwakili oleh Putra dirajaNya, Yesus Kristus. Tetapi, pada akhir Pemerintahan Seribu Tahun, ketika Yesus menyerahkan Kerajaan kepada Bapanya, wakil atau perantara diraja tidak diperlukan. Yehuwa secara rohani akan berdiam dengan ”umatNya” secara permanen dan langsung. (Bandingkan Yohanes 4:23, 24.) Benar-benar suatu hak istimewa yang mulia bagi umat manusia yang telah dipulihkan!
6, 7. (a) Janji-janji menakjubkan apa yang Yohanes singkapkan, dan siapa yang akan menikmati berkat-berkat itu? (b) Bagaimana Yesaya menggambarkan firdaus rohani maupun firdaus jasmani?
6 Yohanes selanjutnya mengatakan: ”Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4) Sekali lagi, kita diingatkan kepada janji-janji terilham sebelumnya. Yesaya juga menantikan masa bila kematian dan perkabungan tidak akan ada lagi dan kesedihan akan diganti dengan kegembiraan. (Yesaya 25:8; 35:10; 51:11; 65:19) Yohanes sekarang menegaskan bahwa janji ini akan digenapi secara menakjubkan selama Hari Penghakiman seribu tahun. Pertama-tama kumpulan besar akan menikmati berkat-berkat. ”Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu,” yang akan terus menggembalakan mereka, ”akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:9, 17) Tetapi pada akhirnya semua yang dibangkitkan dan mempraktekkan iman dalam persediaan Yehuwa akan ada di sana bersama mereka, menikmati firdaus rohani maupun jasmani.
7 ”Pada waktu itu,” kata Yesaya, ”mata orang-orang buta akan dicelikkan dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.” Ya, ”pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yesaya 35:5, 6) Pada waktu itu, juga, ”mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umatKu akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihanKu akan menikmati pekerjaan tangan mereka.” (Yesaya 65:21, 22) Jadi mereka tidak akan dicabut dari bumi.
8. Apa yang Yehuwa sendiri katakan tentang dapat dipercayainya janji-janji yang menakjubkan ini?
8 Pandangan pendahuluan yang benar-benar menakjubkan mengisi pikiran kita seraya kita merenungkan janji-janji tersebut! Persediaan yang menakjubkan sudah disiapkan bagi umat manusia yang setia di bawah pemerintahan surga yang pengasih. Apakah janji-janji tersebut terlalu bagus untuk dapat dipercaya? Apakah itu hanya khayalan dari seorang tua yang dibuang di Pulau Patmos? Yehuwa sendiri menjawab: ”Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ’Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!’ Dan firmanNya: ’Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.’ FirmanNya lagi kepadaku: ’Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.’”—Wahyu 21:5, 6a.
9. Mengapa berkat-berkat di masa depan ini dapat dianggap mutlak pasti terwujud?
9 Halnya seolah-olah Yehuwa sendiri menandatangani suatu jaminan, atau surat bukti hak milik, untuk berkat-berkat di masa depan ini bagi umat manusia yang setia. Siapa yang berani meragukan Penjamin sedemikian? Ya, janji-janji Yehuwa tersebut begitu pasti sehingga Ia berbicara seolah-olah hal itu sudah digenapi: ”Semuanya telah terjadi.” Bukankah Yehuwa adalah ”Alfa dan Omega, . . . yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa”? (Wahyu 1:8) Memang demikian! Ia sendiri menyatakan: ”Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari padaKu.” (Yesaya 44:6) Karena demikian halnya, maka Ia dapat mengilhami nubuat-nubuat dan menggenapinya dalam tiap rinciannya. Betapa menguatkan iman! Jadi Ia berjanji: ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru”! Sebaliknya dari meragukan apakah hal-hal yang menakjubkan ini benar-benar akan terwujud, tentu kita seharusnya bertanya dalam hati: ’Apa yang harus saya lakukan secara pribadi untuk mewarisi berkat-berkat sedemikian?’
”Air” bagi Mereka yang Haus
10. ”Air” apa yang Yehuwa tawarkan, dan apa artinya itu?
10 Yehuwa sendirilah yang menyatakan: ”Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” (Wahyu 21:6b) Untuk memuaskan dahaga tersebut, seseorang harus sadar akan kebutuhan rohaninya dan mau menerima ”air” yang Yehuwa sediakan. (Yesaya 55:1; Matius 5:3, NW) ”Air” apa? Yesus sendiri menjawab pertanyaan itu ketika memberi kesaksian kepada seorang wanita di pinggir sebuah sumur di Samaria. Ia memberitahu wanita itu: ”Orang yang minum air yang akan kuberikan, tidak akan haus lagi selama-lamanya. Sebab air yang akan kuberikan itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar dan memberikan kepadanya hidup sejati dan kekal.” (BIS) ”Mata air kehidupan” itu mengalir dari Allah melalui Kristus sebagai persediaanNya untuk memulihkan umat manusia kepada kesempurnaan hidup. Seperti wanita Samaria itu, betapa besar seharusnya keinginan kita untuk minum sebanyak-banyaknya dari mata air itu! Dan seperti wanita itu, betapa siap seharusnya kita untuk meninggalkan kepentingan-kepentingan duniawi agar dapat menceritakan kabar baik itu kepada orang-orang lain!—Yohanes 4:14, 15, 28, 29.
Mereka yang Menang
11. Janji apa yang Yehuwa buat, dan kepada siapa kata-kata itu pertama-tama berlaku?
11 Mereka yang minum dari ”air” yang menyegarkan itu juga harus menang, seperti yang selanjutnya dikatakan oleh Yehuwa: ”Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu.” (Wahyu 21:7) Janji ini sama dengan janji-janji yang terdapat dalam pesan-pesan kepada ketujuh sidang; jadi, kata-kata ini pertama-tama harus berlaku atas murid-murid yang terurap. (Wahyu 2:7, 11, 17, 26-28; 3:5, 12, 21) Saudara-saudara rohani Kristus selama berabad-abad dengan penuh harap menantikan hak istimewa untuk menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Jika mereka menang, seperti Yesus telah menang, harapan mereka akan terwujud.—Yohanes 16:33.
12. Bagaimana janji Yehuwa di Wahyu 21:7 akan digenapi bagi kumpulan besar?
12 Kumpulan besar dari segala bangsa juga mengharapkan perwujudan janji ini. Mereka juga harus menang, dengan loyal melayani Allah sampai mereka keluar dari kesusahan besar. Kemudian mereka akan memasuki warisan mereka di bumi, ’kerajaan yang telah disediakan bagi mereka sejak dunia dijadikan.’ (Matius 25:34) Mereka dan orang-orang lain dari domba-domba Tuhan di bumi yang lulus ujian pada akhir seribu tahun disebut ”orang-orang kudus.” (Wahyu 20:9) Mereka akan menikmati hubungan yang suci dan pengasih, seperti antara ayah dan anak, dengan Pencipta mereka, Allah Yehuwa, sebagai anggota dari organisasi universalNya.—Yesaya 66:22; Yohanes 20:31; Roma 8:21.
13, 14. Untuk mewarisi janji-janji Allah yang mulia, praktek-praktek apa yang dengan tegas harus kita hindari, dan mengapa?
13 Dengan terbentangnya harapan yang mulia ini, betapa penting agar Saksi-Saksi Yehuwa sekarang tetap bersih dari hal-hal yang cemar dari dunia Setan! Kita perlu kuat, mempunyai tekad bulat, untuk tidak membiarkan si Iblis menyeret kita ke dalam kelompok yang Yehuwa sendiri lukiskan di sini: ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8) Ya, para calon pewaris harus menghindari praktek-praktek yang mencemari sistem tua ini. Ia harus menang dengan tetap setia menghadapi semua tekanan dan godaan.—Roma 8:35-39.
14 Susunan Kristen, walaupun mengaku sebagai pengantin perempuan Kristus, dicirikan oleh praktek-praktek yang menjijikkan yang Yohanes lukiskan di sini. Jadi ia akan menuju kebinasaan kekal bersama bagian-bagian lain dari Babel Besar. (Wahyu 18:8, 21) Demikian pula, siapapun juga dari antara kaum terurap atau kumpulan besar yang mempraktekkan hal-hal yang jahat tersebut, atau mulai menganjurkannya, menghadapi kebinasaan kekal. Jika mereka berkeras dalam tindakan tersebut, mereka tidak akan mewarisi janji-janji itu. Dan dalam bumi baru, siapapun yang mencoba memperkenalkan praktek-praktek sedemikian akan dibinasakan dengan segera, menuju kematian kedua tanpa harapan kebangkitan.—Yesaya 65:20.
15. Siapa yang menonjol sebagai pemenang, dan dengan penglihatan apa buku Wahyu dibawa kepada klimaksnya yang sangat menakjubkan?
15 Yang paling menonjol sebagai pemenang adalah Anak Domba, Yesus Kristus, dan pengantin perempuannya yaitu 144.000, Yerusalem Baru. Maka, betapa cocok bahwa buku Wahyu harus dibawa kepada klimaksnya yang paling menakjubkan dengan pemandangan terakhir yang sangat menakjubkan dari Yerusalem Baru! Yohanes sekarang melukiskan penglihatan terakhir itu.
-
-
Langit Baru dan Bumi BaruWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
[Gambar di hlm. 302]
Dalam masyarakat bumi baru, akan ada pekerjaan yang menggembirakan dan persaudaraan bagi semua
-
-
Kota yang GemerlapanWahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
-
-
Pasal 43
Kota yang Gemerlapan
Penglihatan 16—Wahyu 21:9–22:7
Pokok: Gambaran mengenai Yerusalem Baru
Masa Penggenapan: Setelah sengsara besar dan Setan dimasukkan ke dalam jurang maut
1, 2. (a) Ke mana seorang malaikat membawa Yohanes untuk melihat Yerusalem Baru, dan pertentangan apa yang kita lihat di sini? (b) Mengapa ini adalah klimaks yang menakjubkan dari buku Wahyu?
SEORANG malaikat telah membawa Yohanes ke padang gurun untuk memperlihatkan kepadanya Babel Besar. Sekarang salah seorang dari kelompok malaikat yang sama membawa Yohanes ke sebuah gunung yang tinggi. Betapa bertentangan apa yang ia lihat! Di sini tidak terdapat kota yang najis, imoral, seperti pelacur yang bersifat Babel, melainkan Yerusalem Baru—murni, rohani, suci—dan kota ini turun dari surga sendiri.—Wahyu 17:1, 5.
2 Bahkan Yerusalem di bumi tidak pernah demikian cemerlang. Yohanes memberitahu kita: ”Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: ’Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.’ Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah.” (Wahyu 21:9-11a) Dari kedudukan yang menguntungkan di atas gunung yang menjulang tinggi itu, Yohanes mengamat-amati kota yang bagus itu dengan semua rinciannya yang sangat indah. Pria-pria yang beriman dengan penuh harap telah menantikan kedatangannya sejak umat manusia jatuh ke dalam dosa dan kematian. Akhirnya kota itu datang! (Roma 8:19; 1 Korintus 15:22, 23; Ibrani 11:39, 40) Ini adalah kota rohani yang agung, yang terdiri dari 144.000 pemelihara integritas yang loyal, cemerlang dalam kesucian dan mencerminkan kemuliaan Yehuwa. Inilah klimaks yang menakjubkan dari buku Wahyu!
3. Bagaimana Yohanes menggambarkan keindahan Yerusalem Baru?
3 Yerusalem Baru sangat mempesonakan dalam keindahannya: ”Dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.” (Wahyu 21:11b-14) Betapa cocok bahwa kesan pertama yang Yohanes catat ialah kecemerlangannya yang berkilauan! Bercahaya bagaikan pengantin baru, Yerusalem Baru benar-benar istri yang cocok bagi Kristus. Ia sangat berkilauan, yang memang patut sebagai ciptaan dari ”Bapa segala terang.”—Yakobus 1:17.
4. Apa yang menunjukkan bahwa Yerusalem Baru bukan bangsa Israel jasmani?
4 Di atas 12 pintu gerbangnya, terukir nama-nama ke-12 suku Israel. Karena itu, kota simbolis ini terdiri dari 144.000, yang dimeteraikan ”dari semua suku keturunan Israel.” (Wahyu 7:4-8). Selaras dengan ini, di atas batu-batu dasarnya tertulis nama 12 rasul Anak Domba. Ya, Yerusalem Baru bukan bangsa Israel jasmani yang dibentuk atas dasar 12 putra Yakub. Ini adalah Israel rohani, yang mempunyai dasar ”para rasul dan para nabi.”—Efesus 2:20.
5. Apa yang dinyatakan oleh ’tembok yang besar lagi tinggi’ dari Yerusalem Baru dan kenyataan bahwa malaikat-malaikat ditempatkan pada tiap pintu masuknya?
5 Kota simbolis itu mempunyai tembok yang sangat besar. Pada jaman purba, tembok-tembok kota dibangun untuk menjaga keamanan terhadap musuh. ’Tembok yang besar lagi tinggi’ dari Yerusalem Baru memperlihatkan bahwa ia aman secara rohani. Tidak ada musuh kebenaran, tidak ada orang yang najis atau tidak jujur, yang dapat masuk ke dalamnya. (Wahyu 21:27) Tetapi bagi mereka yang diijinkan masuk, memasuki kota yang indah ini sama seperti memasuki Firdaus. (Wahyu 2:7) Setelah Adam diusir, kerub-kerub ditempatkan di depan Firdaus yang semula agar manusia yang najis tidak masuk. (Kejadian 3:24) Demikian pula, malaikat-malaikat ditempatkan pada tiap pintu masuk dari kota suci Yerusalem untuk menjamin keamanan rohani kota itu. Sesungguhnya, selama hari-hari terakhir, malaikat-malaikat menjaga sidang orang Kristen yang terurap, yang menjadi Yerusalem Baru, agar tidak dicemarkan oleh Babel.—Matius 13:41.
Mengukur Kota Itu
6. (a) Bagaimana Yohanes menggambarkan pengukuran kota itu, dan apa yang dinyatakan oleh pengukuran ini? (b) Apa yang menjelaskan bahwa ukuran yang digunakan adalah ”menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat”? (Lihat catatan kaki.)
6 Yohanes melanjutkan kisahnya: ”Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu mil [”setadi,” Bode]; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.” (Wahyu 21:15-17) Diukurnya bait suci dulu, memberi jaminan bahwa maksud-tujuan Yehuwa sehubungan dengan bait itu akan tergenap. (Wahyu 11:1) Sekarang, diukurnya Yerusalem Baru oleh malaikat itu menunjukkan betapa tidak berubahnya maksud-tujuan Yehuwa sehubungan dengan kota yang gemilang ini.a
7. Apa yang luar biasa berkenaan ukuran kota itu?
7 Kota ini benar-benar luar biasa! Sebuah kubus yang sempurna dengan lingkar keliling 12.000 setadi (kira-kira 2.220 kilometer), yang dikelilingi oleh tembok setinggi 144 hasta, atau 64 meter. Tidak ada kota aksara yang bisa mempunyai ukuran demikian. Kota seperti itu akan meliputi daerah yang luasnya sekitar 14 kali luas Israel jaman modern, dan akan menjulang tinggi hampir 560 kilometer ke angkasa! Wahyu diberikan dalam tanda-tanda. Jadi, apa yang ditunjukkan oleh ukuran tersebut kepada kita mengenai Yerusalem Baru surgawi?
8. Apa yang dinyatakan oleh (a) tembok-tembok kota setinggi 144 hasta? (b) ukuran kota itu, 12.000 setadi? (c) kota itu berbentuk kubus yang sempurna?
8 Tembok-tembok setinggi 144 hasta mengingatkan kita bahwa kota itu terdiri dari 144.000 putra-putra angkat rohani dari Allah. Angka 12 yang muncul dalam ukuran 12.000 setadi dari kota itu—dengan panjang, lebar, dan tinggi yang sama—secara kiasan digunakan dalam hal-hal yang bersifat organisasi dalam nubuat Alkitab. Jadi, Yerusalem Baru adalah suatu penyelenggaraan organisasi yang telah dirancang dengan luar biasa bagus untuk melaksanakan maksud-tujuan Allah yang kekal. Yerusalem Baru, bersama dengan Raja Yesus Kristus, adalah organisasi Kerajaan Yehuwa. Kemudian bentuk kota itu: sebuah kubus yang sempurna. Dalam bait Salomo, ruang yang Maha Kudus, yang berisi gambaran simbolis dari kehadiran Yehuwa, merupakan kubus yang sempurna. (1 Raja 6:19, 20) Maka, betapa cocok bahwa Yerusalem Baru, yang diterangi oleh kemuliaan Yehuwa sendiri, terlihat sebagai kubus yang sempurna, dalam skala besar! Semua ukurannya seimbang dengan sempurna. Ini adalah kota tanpa cacat.—Wahyu 21:22.
Bahan-Bahan Bangunan yang Mahal
9. Bagaimana Yohanes menggambarkan bahan-bahan bangunan kota itu?
9 Yohanes melanjutkan gambarannya: ”Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.”—Wahyu 21:18-21.
10. Apa yang ditunjukkan oleh kenyataan bahwa kota itu dibangun dari batu yaspis, emas, dan ”segala jenis permata”?
10 Bangunan kota ini benar-benar gemerlapan. Tidak seperti bahan-bahan bangunan biasa, yang ada di bumi misalnya tanah liat atau batu, kita membaca tentang batu yaspis, emas murni, dan ”segala jenis permata.” Betapa cocok hal ini menggambarkan bahan bangunan surgawi! Tidak ada sesuatu pun yang lebih agung. Tabut perjanjian jaman purba dilapisi emas murni, dan dalam Alkitab unsur ini sering menggambarkan perkara-perkara yang baik dan berharga. (Keluaran 25:11; Amsal 25:11; Yesaya 60:6, 17) Tetapi seluruh Yerusalem Baru dan bahkan jalannya yang lebar, dibangun dari ”emas tulen, bagaikan kaca murni,” yang menggambarkan keindahan dan nilai sejati yang benar-benar mengguncangkan daya khayal.
11. Apa yang menjamin bahwa mereka yang membentuk Yerusalem Baru akan bersinar dengan kemurnian rohani yang paling unggul?
11 Tidak ada tukang lebur logam manusia manapun yang dapat menghasilkan emas yang demikian murni. Tetapi Yehuwa adalah Pemurni Ahli. Ia duduk ”seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak,” dan Ia memurnikan setiap anggota Israel rohani yang setia ”seperti emas dan seperti perak,” dengan menyingkirkan semua kecemaran dari mereka. Hanya pribadi-pribadi yang benar-benar telah dimurnikan dan dibersihkan akhirnya akan membentuk Yerusalem Baru, dan dengan cara demikian Yehuwa membangun kota dengan bahan-bahan bangunan yang hidup yang berkilauan dengan kemurnian rohani yang paling unggul.—Maleakhi 3:3, 4.
12. Apa yang diartikan oleh fakta bahwa (a) fondasi kota itu dihiasi dengan 12 permata yang berharga? (b) pintu-pintu gerbang kota itu adalah mutiara-mutiara?
12 Bahkan fondasi kota itu indah, dihiasi dengan 12 batu permata yang berharga. Ini mengingatkan kepada imam besar Yahudi jaman purba, yang pada hari-hari upacara mengenakan efod bertatahkan 12 macam batu berharga yang hampir sama dengan yang digambarkan di sini. (Keluaran 28:15-21) Tentu ini bukan suatu kebetulan! Sebaliknya, ini menandaskan fungsi keimaman dari Yerusalem Baru, yang ”lampunya” ialah Yesus, Imam Besar agung. (Wahyu 20:6; 21:23; Ibrani 8:1) Juga melalui Yerusalem Baru manfaat-manfaat pelayanan Yesus sebagai Imam Besar disalurkan kepada umat manusia. (Wahyu 22:1, 2) Ke-12 pintu gerbang kota itu, masing-masing sebuah mutiara yang sangat indah, mengingatkan kepada perumpamaan Yesus yang menyamakan Kerajaan itu dengan sebuah mutiara yang sangat berharga. Semua yang masuk melalui pintu-pintu gerbang itu telah memperlihatkan penghargaan sejati untuk nilai-nilai rohani.—Matius 13:45, 46; bandingkan Ayub 28:12, 17, 18.
Kota dari Terang
13. Apa yang Yohanes selanjutnya katakan mengenai Yerusalem Baru, dan mengapa kota ini tidak membutuhkan bait aksara?
13 Pada jaman Salomo, Yerusalem diperintah melalui sebuah bait yang dibangun di tempat yang paling tinggi dari kota itu di Bukit Moria di sebelah utara. Namun bagaimana dengan Yerusalem Baru? Yohanes mengatakan: ”Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan [Yehuwa] Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.” (Wahyu 21:22, 23) Sebenarnya, sebuah bait aksara tidak perlu dibangun di sana. Bait Yahudi jaman purba hanya sebuah pola, dan perwujudan pola itu, bait rohani yang besar, telah ada sejak Yehuwa mengurapi Yesus sebagai Imam Besar pada tahun 29 M. (Matius 3:16, 17; Ibrani 9:11, 12, 23, 24) Sebuah bait juga menggambarkan golongan imam yang mempersembahkan korban-korban kepada Yehuwa demi kepentingan umat. Namun semua yang menjadi bagian dari Yerusalem Baru adalah imam-imam. (Wahyu 20:6) Dan korban yang besar, kehidupan manusia sempurna Yesus, telah dipersembahkan sekali untuk selama-lamanya. (Ibrani 9:27, 28) Selain itu, Yehuwa secara pribadi dapat dihampiri oleh setiap orang yang tinggal di kota itu.
14. (a) Mengapa Yerusalem Baru tidak membutuhkan matahari dan bulan untuk bersinar atasnya? (b) Apa yang dinyatakan oleh nubuat Yesaya mengenai organisasi universal Yehuwa, dan bagaimana Yerusalem Baru termasuk di dalam hal ini?
14 Ketika kemuliaan Yehuwa lewat di depan Musa di atas Gunung Sinai, hal itu menyebabkan wajah Musa bersinar demikian terang sehingga ia harus menutup wajahnya dari sesama orang Israel. (Keluaran 34:4-7, 29, 30, 33) Maka, dapatkah saudara bayangkan betapa terang sebuah kota yang selama-lamanya diterangi dengan kemuliaan Yehuwa? Dalam kota demikian tidak mungkin ada malam hari. Kota itu tidak membutuhkan matahari atau bulan aksara. Ia akan selama-lamanya memancarkan terang. (Bandingkan 1 Timotius 6:16.) Yerusalem Baru diliputi kecemerlangan yang luar biasa demikian. Sesungguhnya, pengantin perempuan ini dan Raja Pengantin Laki-Lakinya menjadi pusat dari organisasi universal Yehuwa—”perempuan”Nya, ”Yerusalem yang di atas”—yang mengenai itu Yesaya bernubuat: ”Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi [Yehuwa] akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab [Yehuwa] akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”—Yesaya 60:1, NW; 60:19, 20; Galatia 4:26, Bode.
Terang bagi Bangsa-Bangsa
15. Kata-kata apa dari buku Wahyu mengenai Yerusalem Baru sama dengan nubuat Yesaya?
15 Nubuat yang sama ini juga menyatakan: ”Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yesaya 60:3) Buku Wahyu memperlihatkan bahwa kata-kata ini akan mencakup Yerusalem Baru: ”Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan [”kemuliaan,” Bode] mereka kepadanya; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan [”kemuliaan,” Bode] dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.”—Wahyu 21:24-26.
16. Siapakah ”bangsa-bangsa” yang akan berjalan dengan terang Yerusalem Baru?
16 Siapakah ”bangsa-bangsa” ini yang berjalan dengan terang dari Yerusalem Baru? Mereka adalah suatu umat, yang pernah menjadi bagian dari bangsa-bangsa dari dunia yang jahat ini, yang menyambut terang yang dipancarkan melalui kota surgawi yang mulia ini. Yang paling depan di antara mereka ialah kumpulan besar, yang sudah keluar dari ”segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa” dan yang beribadat kepada Allah siang dan malam bersama golongan Yohanes. (Wahyu 7:9, 15) Setelah Yerusalem Baru turun dari surga dan Yesus menggunakan kunci-kunci maut dan Hades untuk membangkitkan orang mati, mereka akan disertai jutaan orang lain lagi, yang berasal dari ”bangsa-bangsa,” yang kemudian mengasihi Yehuwa dan PutraNya, Suami yang bagaikan Anak Domba dari Yerusalem Baru.—Wahyu 1:18.
17. Siapakah ”raja-raja di bumi” yang ”membawa kemuliaan mereka” ke dalam Yerusalem Baru?
17 Maka, siapakah ”raja-raja di bumi” yang ”membawa kemuliaan mereka kepadanya”? Mereka bukan raja-raja aksara di bumi sebagai kelompok, karena mereka menuju kebinasaan dengan berperang melawan Kerajaan Allah di Armagedon. (Wahyu 16:14, 16; 19:17, 18) Apakah raja-raja itu mungkin beberapa orang berpangkat tinggi dari bangsa-bangsa yang menjadi bagian dari kumpulan besar, atau apakah mereka raja-raja yang dibangkitkan yang tunduk kepada Kerajaan Allah dalam dunia baru? (Matius 12:42) Tidak, karena sebagian besar, kemuliaan dari raja-raja demikian bersifat duniawi dan sudah lama pudar. Maka, ”raja-raja di bumi” yang membawa kemuliaan mereka ke dalam Yerusalem Baru pasti 144.000, yang telah ’dibeli dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bahasa’ untuk memerintah sebagai raja bersama Anak Domba, Yesus Kristus. (Wahyu 5:9, 10; 22:5) Mereka membawa kemuliaan yang mereka peroleh dari Allah ke dalam kota untuk menambah kecemerlangannya.
18. (a) Siapa yang dilarang masuk ke dalam Yerusalem Baru? (b) Hanya siapa yang diijinkan untuk memasuki kota itu?
18 Yohanes melanjutkan: ”Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” (Wahyu 21:27) Apapun yang telah dicemari oleh sistem Setan tidak dapat menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Meskipun pintu-pintu gerbangnya selamanya terbuka, tidak seorang pun yang ”melakukan kekejian atau dusta” akan diijinkan masuk. Tidak akan ada orang-orang murtad dalam kota itu ataupun anggota-anggota Babel Besar. Dan jika ada yang mencoba mengotori kota itu dengan merusak calon anggota-anggotanya selama mereka masih di bumi, usaha mereka akan digagalkan. (Matius 13:41-43) Hanya ”mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu,” 144.000, akhirnya akan masuk ke dalam Yerusalem Baru.b—Wahyu 13:8; Daniel 12:3.
-