PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kota yang Gemerlapan
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Sungai Air Kehidupan

      19. (a) Bagaimana Yohanes menggambarkan Yerusalem Baru menyalurkan berkat-berkat kepada umat manusia? (b) Bilamana ”sungai air kehidupan” mengalir, dan bagaimana kita tahu?

      19 Yerusalem Baru yang gemerlapan itu akan menyalurkan berkat-berkat yang menakjubkan kepada umat manusia di bumi. Inilah yang diketahui oleh Yohanes selanjutnya: ”Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu.” (Wahyu 22:1, 2a) Bilamana ”sungai” ini mengalir? Karena mengalirnya ”dari takhta Allah dan takhta Anak Domba,” ini baru dapat terjadi setelah hari Tuhan mulai pada tahun 1914. Itu adalah saat untuk peristiwa yang diumumkan dengan ditiupnya sangkakala ketujuh dan pengumuman yang besar: ”Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya.” (Wahyu 11:15; 12:10) Selama akhir zaman, roh dan pengantin perempuan itu telah mengundang orang-orang yang memiliki kecenderungan yang benar untuk mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. Air dari sungai ini akan terus tersedia bagi orang-orang semacam itu hingga akhir dari sistem ini dan, setelah itu, dalam dunia baru, saat Yerusalem Baru ”turun dari sorga, dari Allah.”​—Wahyu 21:2.

      20. Apa yang menunjukkan bahwa sejumlah air kehidupan sudah tersedia?

      20 Bukan untuk pertama kali air yang memberi kehidupan ditawarkan kepada umat manusia. Ketika berada di bumi, Yesus berbicara mengenai air yang memberikan kehidupan kekal. (Yohanes 4:10-14, BIS; 7:37, 38) Selanjutnya, Yohanes akan mendengar undangan yang pengasih: ”Roh dan pengantin perempuan itu berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.” (Wahyu 22:17) Undangan ini sedang diserukan bahkan sekarang, yang menunjukkan bahwa sejumlah air kehidupan sudah tersedia. Tetapi dalam dunia baru, air tersebut akan mengalir dari takhta Allah dan melalui Yerusalem Baru seperti sungai yang sungguh-sungguh.

      21. Apa yang digambarkan oleh ”sungai air kehidupan,” dan bagaimana penglihatan Yehezkiel mengenai sungai ini membantu kita mengetahuinya?

      21 Apa gerangan ”sungai air kehidupan” ini? Air aksara merupakan unsur penting untuk kehidupan. Tanpa makanan manusia dapat tetap hidup untuk beberapa minggu, tetapi tanpa air ia akan mati dalam kira-kira satu minggu. Air juga alat pembersih dan penting untuk kesehatan. Jadi, air kehidupan pasti menggambarkan sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan dan kesehatan umat manusia. Nabi Yehezkiel juga dikaruniai penglihatan mengenai ”sungai air kehidupan” ini, dan dalam penglihatannya, sungai itu mengalir ke luar dari bait di Yerusalem dan menuju ke Laut Mati. Kemudian, terjadilah mujizat yang luar biasa! Air yang tidak ada makhluk hidupnya, yang jenuh dengan bahan-bahan kimia itu diubah menjadi air bersih yang penuh dengan ikan! (Yehezkiel 47:1-12) Ya, sungai dalam penglihatan itu menghidupkan kembali sesuatu yang sebelumnya telah mati, yang menegaskan bahwa sungai air kehidupan menggambarkan persediaan Allah melalui Yesus Kristus untuk memulihkan kehidupan manusia sempurna kepada umat manusia yang telah ”mati.” Sungai ini ”jernih bagaikan kristal,” yang memperlihatkan betapa murni dan suci persediaan Allah. Ini tidak seperti ”air” Susunan Kristen yang bernoda darah dan mematikan.​—Wahyu 8:10, 11.

      22. (a) Dari mana asalnya sungai ini, dan mengapa ini cocok? (b) Apa yang termasuk dalam air kehidupan, dan apa yang termasuk dalam sungai simbolis ini?

      22 Sungai ini berasal dari ”takhta Allah dan takhta Anak Domba.” Ini cocok, karena dasar dari persediaan Yehuwa yang memberi kehidupan ialah korban tebusan, dan ini disediakan karena ”begitu besar kasih [Yehuwa] akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Air kehidupan juga mencakup Firman Allah, yang disebut sebagai air dalam Alkitab. (Efesus 5:26, Bode) Tetapi, sungai air kehidupan tidak hanya mencakup kebenaran melainkan juga semua persediaan Yehuwa yang lain, yang didasarkan pada korban Yesus, untuk memulihkan manusia yang taat dari dosa dan kematian dan mengaruniakan kepada mereka hidup yang kekal.​—Yohanes 1:29; 1 Yohanes 2:1, 2.

      23. (a) Mengapa cocok bahwa sungai air kehidupan ini mengalir di tengah-tengah jalan raya dari Yerusalem Baru? (b) Janji ilahi apa kepada Abraham akan digenapi pada waktu air kehidupan mengalir dengan limpah?

      23 Selama Pemerintahan Seribu Tahun manfaat dari tebusan diterapkan sepenuhnya melalui imamat Yesus dan 144.000 imam bawahannya. Maka, tepat bahwa sungai air kehidupan itu mengalir di tengah-tengah jalan besar dari Yerusalem Baru. Ini terdiri dari Israel rohani, yang bersama Yesus membentuk benih sejati dari Abraham. (Galatia 3:16, 29) Maka, pada waktu air kehidupan ini mengalir dengan limpah di tengah-tengah jalan raya kota simbolis itu, ”semua bangsa di bumi” akan mendapat kesempatan penuh untuk memberkati diri mereka sendiri melalui benih Abraham. Janji Yehuwa kepada Abraham akan digenapi sepenuhnya.​—Kejadian 22:17, 18, NW.

      Pohon-Pohon Kehidupan

      24. Apa yang sekarang Yohanes lihat di kedua sisi sungai air kehidupan, dan apa yang digambarkan oleh itu?

      24 Dalam penglihatan Yehezkiel, sungai itu bahkan menjadi aliran yang sangat deras, dan nabi itu melihat di kedua sisinya tumbuh segala macam pohon yang menghasilkan buah. (Yehezkiel 47:12) Tetapi apa yang Yohanes lihat? Ini: ”Di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.” (Wahyu 22:2b) ”Pohon-pohon kehidupan” ini pasti juga menggambarkan bagian dari persediaan Yehuwa untuk memberikan kehidupan kekal kepada umat manusia yang taat.

      25. Persediaan limpah apa yang Yehuwa buat bagi umat manusia yang mau menyambut dalam Firdaus sedunia?

      25 Betapa limpah persediaan yang Yehuwa buat untuk manusia yang mau menyambut! Mereka tidak hanya boleh ambil bagian dari air yang menyegarkan itu tetapi dari pohon-pohon tersebut mereka juga dapat memetik berbagai macam buah yang menguatkan. Oh, andaikata saja orangtua kita yang semula merasa puas dengan persediaan serupa yang ”menarik” dalam Firdaus Eden! (Kejadian 2:9) Tetapi sekarang suatu Firdaus seluas dunia ada di sini, dan Yehuwa bahkan membuat persediaan melalui daun dari pohon-pohon simbolis itu untuk ”menyembuhkan bangsa-bangsa.”c Karena jauh lebih unggul daripada obat-obatan, ramu-ramuan atau apapun juga yang disalurkan dewasa ini, penggunaan daun-daun simbolis yang bersifat menenangkan itu, akan mengangkat umat manusia yang percaya kepada kesempurnaan rohani dan jasmani.

      26. Apa yang juga dapat digambarkan oleh pohon-pohon kehidupan, dan mengapa?

      26 Pohon-pohon tersebut, yang mendapat banyak air dari sungai itu, mungkin mencakup ke-144.000 anggota istri Anak Domba. Selama di bumi mereka juga minum dari persediaan Allah untuk kehidupan melalui Yesus Kristus. Yang menarik, saudara-saudara Yesus yang diperanakkan roh ini secara nubuat disebut ”pohon tarbantin [”pohon besar,” NW] kebenaran.” (Yesaya 61:1-3; Wahyu 21:6) Mereka sudah menghasilkan banyak buah rohani demi kepujian Yehuwa. (Matius 21:43) Dan selama Pemerintahan Seribu Tahun, mereka akan ambil bagian dalam menyalurkan persediaan tebusan untuk ”menyembuhkan bangsa-bangsa” dari dosa dan kematian.​—Bandingkan 1 Yohanes 1:7.

      Malam Tidak Akan Ada Lagi

      27. Berkat-berkat lebih jauh apa yang Yohanes sebutkan bagi mereka yang mendapat hak istimewa untuk memasuki Yerusalem Baru, dan mengapa dikatakan bahwa ”tidak akan ada lagi laknat”?

      27 Masuk ke dalam Yerusalem Baru​—tentu, tidak mungkin ada hak istimewa yang lebih menakjubkan! Coba bayangkan—​mereka yang dulu adalah manusia yang hina, tidak sempurna akan mengikuti Yesus ke surga untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan yang begitu mulia! (Yohanes 14:2) Yohanes memberikan gambaran mengenai berkat-berkat yang akan mereka nikmati: ”Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya, dan mereka akan melihat wajahNya, dan namaNya akan tertulis di dahi mereka.” (Wahyu 22:3, 4) Pada waktu imamat Israel menjadi cemar, imamat tersebut menderita kutukan Yehuwa. (Maleakhi 2:2) Yesus menyatakan bahwa ”Rumah” Yerusalem yang tidak setia akan ditinggalkan. (Matius 23:37-39) Tetapi dalam Yerusalem Baru, ”tidak akan ada lagi laknat.” (Bandingkan Zakharia 14:11.) Semua penduduknya telah diuji dalam api ujian di atas bumi ini, dan setelah memperoleh kemenangan, mereka harus ’mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati.’ Dalam hal mereka, Yehuwa tahu, sama seperti Ia tahu berkenaan Yesus, bahwa mereka tidak pernah akan murtad. (1 Korintus 15:53, 57) Selanjutnya, ”takhta Allah dan takhta Anak Domba” akan ada di sana, yang membuat kedudukan kota itu aman untuk selama-lamanya.

      28. Mengapa nama Allah tertulis di atas dahi para anggota Yerusalem Baru, dan harapan yang menggetarkan apa yang terbentang di hadapan mereka?

      28 Seperti Yohanes sendiri, semua calon anggota kota surgawi itu adalah ’hamba-hamba’ Allah. Dalam kedudukan tersebut, nama Allah secara mencolok tertulis di atas dahi mereka, yang menyatakan bahwa Dialah Pemilik mereka. (Wahyu 1:1; 3:12) Mereka akan menganggap suatu hak istimewa yang tak terhitung nilainya untuk memberikan kepadaNya dinas suci sebagai bagian dari Yerusalem Baru. Selama Yesus berada di bumi, ia memberikan janji yang menggetarkan kepada calon-calon penguasa sedemikian, dengan mengatakan: ”Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8) Betapa bahagia hamba-hamba ini kelak untuk benar-benar melihat dan menyembah Yehuwa secara Pribadi!

      29. Mengapa Yohanes mengatakan bahwa ”malam tidak akan ada lagi” di Yerusalem Baru surgawi?

      29 Yohanes melanjutkan: ”Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan [Yehuwa, ”NW”] Allah akan menerangi mereka.” (Wahyu 22:5a) Yerusalem purba, seperti kota lain manapun di bumi, bergantung kepada matahari untuk penerangan pada siang hari dan pada cahaya bulan dan terang buatan pada malam hari. Namun dalam Yerusalem Baru surgawi, penerangan demikian tidak diperlukan. Kota itu akan diterangi oleh Yehuwa sendiri. ”Malam” dapat juga digunakan dalam arti kiasan, untuk memaksudkan malapetaka atau keadaan terpisah dari Yehuwa. (Mikha 3:6; Yohanes 9:4; Roma 13:11, 12) Tidak mungkin akan ada malam semacam itu lagi di hadapan hadirat yang mulia dan cemerlang dari Allah yang mahakuasa.

      30. Bagaimana Yohanes mengakhiri penglihatan yang luar biasa itu, dan mengenai apa buku Wahyu meyakinkan kita?

      30 Yohanes mengakhiri kisahnya tentang penglihatan yang luar biasa ini dengan mengatakan mengenai hamba-hamba Allah tersebut: ”Dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” (Wahyu 22:5b) Memang, pada akhir seribu tahun, manfaat tebusan sudah akan diterapkan secara lengkap, dan kepada Bapanya Yesus akan mempersembahkan umat manusia yang telah disempurnakan. (1 Korintius 15:25-28) Apa rencana Yehuwa bagi Yesus dan 144.000 setelah itu, kita tidak tahu. Tetapi buku Wahyu meyakinkan kita bahwa hak istimewa dinas suci mereka kepada Yehuwa akan tetap sampai selama-lamanya.

      Klimaks yang Membahagiakan dari Buku Wahyu

      31. (a) Puncak apa yang ditandai oleh penglihatan tentang Yerusalem Baru? (b) Apa yang dicapai oleh Yerusalem Baru bagi orang-orang lain yang setia dari antara umat manusia?

      31 Perwujudan dari penglihatan tentang Yerusalem Baru ini, pengantin perempuan Anak Domba, adalah klimaks yang membahagiakan yang dinyatakan oleh buku Wahyu, dan memang tepat demikian. Semua rekan Kristen Yohanes pada abad pertama kepada siapa buku ini mula-mula ditujukan berharap untuk memasuki kota itu sebagai rekan-rekan penguasa roh yang tidak berkematian bersama Yesus Kristus. Kaum sisa orang Kristen terurap yang masih hidup dewasa ini mempunyai harapan yang sama. Jadi buku Wahyu terus maju menuju klimaksnya yang menakjubkan, seraya pengantin perempuan yang lengkap dipersatukan dengan Anak Domba. Setelah itu, melalui Yerusalem Baru, manfaat korban tebusan Yesus akan diterapkan kepada umat manusia, sehingga akhirnya semua orang yang setia akan mendapat kehidupan kekal. Dengan cara ini pengantin perempuan, Yerusalem Baru, sebagai pasangan pembantu yang loyal dari Raja pengantin laki-lakinya, akan ambil bagian dalam membangun suatu bumi baru yang adil-benar untuk selama-lamanya​—semua demi kemuliaan Tuhan kita Yang Berdaulat Yehuwa.​—Matius 20:28; Yohanes 10:10, 16; Roma 16:27.

      32, 33. Apa yang telah kita pelajari dari buku Wahyu, dan bagaimana seharusnya sambutan kita yang sepenuh hati?

      32 Maka, betapa besar sukacita yang kita rasakan, seraya kita mendekati akhir pembahasan kita mengenai buku Wahyu! Kita telah melihat usaha-usaha terakhir dari Setan dan benihnya digagalkan sama sekali dan penghukuman Yehuwa yang adil-benar dilaksanakan sampai tuntas. Babel Besar harus lenyap untuk selama-lamanya, untuk diikuti oleh semua unsur dunia Setan yang bejat dan tidak memberikan harapan apapun. Setan sendiri dan hantu-hantunya akan dimasukkan ke dalam jurang maut dan belakangan dibinasakan. Yerusalem Baru akan memerintah bersama Kristus dari surga seraya kebangkitan dan penghakiman terus berlangsung, dan umat manusia yang telah disempurnakan akhirnya akan menikmati kehidupan kekal dalam bumi Firdaus. Betapa sangat jelas buku Wahyu menggambarkan semua hal tersebut! Betapa hal itu menguatkan tekad kita untuk ’memberitakan Injil yang kekal ini sebagai kabar baik yang menggembirakan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum’ di atas bumi dewasa ini! (Wahyu 14:6, 7) Apakah saudara mengerahkan usaha sepenuhnya dalam pekerjaan besar ini?

      33 Dengan hati yang begitu dipenuhi rasa syukur, marilah kita memberikan perhatian kepada kata-kata penutup dari buku Wahyu.

  • Buku Wahyu dan Saudara
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 44

      Buku Wahyu dan Saudara

      1. (a) Jaminan apakah yang diberikan oleh malaikat kepada Yohanes untuk semua janji yang menakjubkan dalam buku Wahyu? (b) Siapakah yang mengatakan, ”Aku segera datang,” dan bilamanakah ’kedatangan’ ini terjadi?

      SETELAH membaca gambaran yang menggembirakan tentang Yerusalem Baru, saudara mungkin tergerak untuk bertanya, ’Apakah sesuatu yang begitu menakjubkan benar-benar dapat terwujud?’ Yohanes menjawab pertanyaan itu dengan melaporkan kata-kata selanjutnya dari malaikat: ”Dan ia berkata kepadaku: ’Perkataan-perkataan ini tepat dan benar; ya, Yehuwa Allah yang memberikan pernyataan-pernyataan terilham kepada para nabi telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya hal-hal yang harus segera terjadi. Dan, lihat! Aku segera datang. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat dalam gulungan ini.’” (Wahyu 22:6, 7, ”NW”) Semua janji yang menakjubkan dari buku Wahyu benar-benar akan digenapi! Berbicara atas nama Yesus, malaikat itu menyatakan bahwa Yesus akan datang tidak lama lagi, ”segera.” Ini pasti kedatangan Yesus ”seperti pencuri” untuk membinasakan musuh-musuh Yehuwa dan mengantarkan klimaks yang menakjubkan dan membahagiakan dari buku Wahyu. (Wahyu 16:15, 16) Maka, kita harus menyelaraskan kehidupan kita dengan kata-kata dari ”gulungan ini,” buku Wahyu, untuk dinyatakan berbahagia pada waktu itu.

      2. (a) Bagaimana reaksi Yohanes terhadap penyingkapan yang begitu lengkap, dan apa yang dikatakan malaikat kepadanya? (b) Apa yang kita pelajari dari kata-kata malaikat, ”Hati-hatilah!” dan, ”Sembahlah Allah”?

      2 Setelah penyingkapan yang begitu lengkap, dapat dimengerti bahwa Yohanes sangat terpesona: ”Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: ’[Hati-hatilah!, ”NW”] Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!’” (Wahyu 22:8, 9; bandingkan Wahyu 19:10.) Peringatan yang dinyatakan dua kali untuk tidak menyembah para malaikat sangat cocok pada jaman Yohanes, karena memang ada orang yang jelas melakukan ibadat demikian atau mengaku mendapat wahyu istimewa dari malaikat-malaikat. (1 Korintus 13:1; Galatia 1:8; Kolose 2:18) Dewasa ini, hal tersebut menandaskan fakta bahwa kita harus menyembah Allah saja. (Matius 4:10) Kita tidak boleh mencemari ibadat sejati dengan menyembah seseorang atau hal lain apapun.​—Yesaya 42:5, 8.

      3, 4. Apa yang selanjutnya dikatakan malaikat kepada Yohanes, dan bagaimana kaum sisa terurap mentaati kata-katanya?

      3 Yohanes melanjutkan: ”Lalu ia berkata kepadaku: ’Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya [yang telah ditentukan, ”NW”] sudah dekat. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!’”​—Wahyu 22:10, 11.

      4 Kaum sisa terurap dewasa ini telah mentaati kata-kata dari malaikat itu. Mereka tidak memeteraikan kata-kata nubuat itu. Terbitan pertama dari Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence (Menara Pengawal Sion dan Pemberita Kehadiran Kristus), bulan Juli 1879, bahkan memuat komentar untuk banyak ayat dari buku Wahyu. Seperti kita lihat dalam pasal pembukaan kita, Lembaga Menara Pengawal selama bertahun-tahun telah menerbitkan buku-buku lain yang menjelaskan isi buku Wahyu. Sekarang kita sekali lagi menarik perhatian semua pecinta kebenaran kepada nubuat-nubuat yang penuh kuasa dari buku Wahyu dan penggenapannya.

      5. (a) Bagaimana jika orang-orang ingin mengabaikan peringatan dan nasihat dalam buku Wahyu? (b) Bagaimana seharusnya sambutan orang yang lemah lembut dan benar?

      5 Jika orang ingin mengabaikan peringatan-peringatan dan nasihat dalam buku Wahyu, ya, biarlah mereka berbuat demikian! ”Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat.” Jika itu pilihan mereka, biarlah orang-orang yang berkubang dalam kenajisan abad yang serba boleh ini mati dalam kenajisan tersebut. Tidak lama lagi, penghukuman Yehuwa akan dilaksanakan sampai tuntas, dimulai dengan kebinasaan Babel Besar. Biarlah orang yang lemah lembut dengan sungguh-sungguh mentaati kata-kata nubuat: ”Carilah [Yehuwa] . . . carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan [Yehuwa].” (Zefanya 2:3) Berkenaan mereka yang sudah berbakti kepada Yehuwa ”biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.” Orang yang bijaksana tahu bahwa keuntungan sementara yang berasal dari dosa tidak dapat dibandingkan dengan berkat-berkat kekal yang akan dinikmati oleh mereka yang mengejar kebenaran dan kesucian. Alkitab mengatakan: ”[Terus, NW] ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. [Terus, NW] selidikilah dirimu!” (2 Korintus 13:5) Berdasarkan haluan yang saudara pilih dan tetap pertahankan, saudara akan mendapat pahala.​—Mazmur 19:10-12; 58:11, 12.

      6. Apa yang Yehuwa katakan pada waktu Ia berbicara kepada para pembaca buku Wahyu untuk terakhir kali dalam nubuat itu?

      6 Yehuwa, Raja kekekalan, sekarang berbicara kepada para pembaca buku Wahyu untuk terakhir kali dalam nubuat itu, dengan mengatakan: ”Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.”​—Wahyu 22:12-15.

      7. (a) Untuk maksud apa Yehuwa ”datang segera”? (b) Mengapa kaum pendeta Susunan Kristen tidak akan mempunyai bagian dalam Yerusalem Baru?

      7 Sekali lagi, Allah Yehuwa menandaskan kedaulatanNya yang kekal dan kenyataan bahwa apa yang menjadi maksud-tujuanNya yang semula akhirnya akan Ia laksanakan. Ia akan ”datang segera” untuk melaksanakan hukuman dan memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6) Standar-standarNya akan menentukan siapa yang akan mendapat pahala dan siapa yang akan ditolak. Kaum pendeta Susunan Kristen telah bertindak bagaikan ”anjing-anjing bisu,” pura-pura tidak melihat kejahatan-kejahatan yang digambarkan Yehuwa di sini. (Yesaya 56:10-12; lihat juga Ulangan 23:18, catatan kaki, New World Translation Reference Bible.) Memang, mereka ’menyukai dan melakukan’ doktrin-doktrin dan dogma-dogma dusta dan sama sekali mengabaikan nasihat Yesus kepada ketujuh sidang. Jadi, mereka tidak mempunyai bagian dalam Yerusalem Baru.

      8. (a) Hanya siapa yang ”memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan,” dan apa artinya ini? (b) Bagaimana kumpulan besar ”membasuh jubahnya,” dan bagaimana mereka mempertahankan kedudukan yang bersih?

      8 Hanya orang Kristen terurap yang benar-benar ”membasuh jubahnya” agar bersih dalam pandangan Yehuwa mendapat hak istimewa ”atas pohon-pohon kehidupan.” Maksudnya, mereka mendapat hak dan gelar kehidupan tidak berkematian dalam kedudukan surgawi mereka. (Bandingkan Kejadian 3:22-24; Wahyu 2:7; 3:4, 5.) Setelah mereka mati sebagai manusia, mereka dapat memasuki Yerusalem Baru melalui kebangkitan. Ke-12 malaikat mengijinkan mereka masuk, tetapi mencegah masuk siapapun yang mempraktekkan dusta atau kenajisan walaupun mengaku mempunyai harapan surgawi. Kumpulan besar di bumi juga telah ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” dan harus mempertahankan kedudukan mereka yang bersih. Hal ini dapat mereka lakukan dengan menghindari kejahatan-kejahatan yang Yehuwa peringatkan di sini dan dengan mentaati nasihat Yesus dalam tujuh pesannya kepada sidang-sidang.​—Wahyu 7:14; pasal 2 dan 3.

      9. Kata-kata apa yang Yesus ucapkan, dan kepada siapa pesannya dan seluruh buku Wahyu khusus ditujukan?

      9 Setelah Yehuwa, Yesus berbicara. Ia mengarahkan kata-kata anjurannya kepada orang yang berhati benar yang membaca buku Wahyu, dengan mengatakan: ”Aku ini Yesus sudah menyuruhkan malaekatku hendak menyaksikan segala perkara ini kepadamu bagi segala sidang jemaat. Akulah Akar dan Benih Daud, dan Bintang fajar yang gilang-gemilang itu.” (Wahyu 22:16, ”Bode”) Ya, Kata-kata ini khusus ”bagi segala sidang jemaat.” Ini adalah pesan, pertama-tama, untuk sidang orang Kristen terurap di bumi. Segala sesuatu dalam buku Wahyu ditujukan terutama kepada orang Kristen terurap, yang akan mendiami Yerusalem Baru. Melalui sidang itu, kumpulan besar juga mendapat hak istimewa untuk dapat mengerti kebenaran-kebenaran berharga yang bersifat nubuat ini.​—Yohanes 17:18-21.

      10. Mengapa Yesus menyebut dirinya (a) ”Akar dan Benih Daud”? (b) ”Bintang fajar yang gilang-gemilang”?

      10 Yesus Kristus dipercayakan untuk menyampaikan Wahyu kepada Yohanes dan melalui dia kepada sidang. Yesus adalah ”Akar dan Benih Daud.” Secara jasmani ia keturunan Daud dan dengan demikian memenuhi syarat untuk menjadi Raja dari Kerajaan Yehuwa. Ia juga akan menjadi ”Bapa yang Kekal” dari Daud, dan dengan demikian adalah ”Akar” Daud. (Yesaya 9:5; 11:1, 1011:1, 10) Ia adalah Raja yang kekal, tidak berkematian dalam garis keturunan Daud, menggenapi perjanjian Yehuwa dengan Daud, dan ”Bintang fajar yang gilang-gemilang” yang dinubuatkan pada jaman Musa. (Bilangan 24:17; Mazmur 89:35-38) Ia adalah ”bintang timur” yang terbit, yang membuat fajar menyingsing. (2 Petrus 1:19) Semua tipu muslihat dari musuh besar Babel Besar tidak dapat mencegah pemunculan yang gemilang ini.

      Katakan: ”Marilah!”

      11. Undangan apa kepada semua orang yang Yohanes sekarang sampaikan, dan siapa yang boleh menyambutnya?

      11 Sekarang giliran Yohanes sendiri untuk berbicara. Dari hati yang meluap dengan penghargaan untuk segala sesuatu yang telah ia lihat dan dengar, ia berseru: ”Roh dan pengantin perempuan itu berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ’Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” (Wahyu 22:17) Manfaat korban tebusan Yesus tidak akan terbatas kepada 144.000, karena di sini ada undangan bagi semua orang. Roh pendorong dari Yehuwa bekerja melalui golongan pengantin perempuan, sehingga berita itu terus diperdengarkan dengan sangat nyaring: ’Ambillah air kehidupan dengan cuma-cuma.’ (Lihat juga Yesaya 55:1; 59:21.) Siapapun yang haus akan kebenaran diundang untuk ”datang” dan menerima karunia Yehuwa. (Matius 5:3, NW; 5:6) Betapa besar hak istimewa semua calon golongan di bumi yang menyambut undangan dari golongan Yohanes yang terurap ini!

      12. Bagaimana kumpulan besar menyambut undangan dari Wahyu 22:17?

      12 Sejak awal tahun 1930-an, jumlah yang makin banyak dari kumpulan besar telah ’mendengar’​—memperhatikan undangan itu. Seperti sesama hamba yang terurap, mereka telah memperoleh kedudukan yang bersih di hadapan Yehuwa. Mereka mendambakan saat bila Yerusalem Baru akan turun dari surga untuk menyalurkan berkat-berkat kepada umat manusia. Setelah mendengar berita yang menggugah dari buku Wahyu, kumpulan besar tidak hanya mengatakan ”Marilah!” tetapi dengan aktif mengumpulkan orang-orang lain kepada organisasi Yehuwa, melatih mereka juga untuk memberitakan: ”Barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang.” Jadi jumlah dari kumpulan besar terus bertambah, seraya 6.000.000 lebih dari mereka dalam 235 negeri lebih di seluruh bumi ambil bagian bersama kurang dari 9.000 orang golongan pengantin perempuan yang terurap dalam mengulurkan undangan untuk ”mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.”

      13. Peringatan apa yang Yesus berikan?

      13 Berikutnya, Yesus berbicara lagi, dengan mengatakan: ”Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: ’Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.’”​—Wahyu 22:18, 19.

      14. Bagaimana golongan Yohanes memandang ”nubuat” dari buku Wahyu?

      14 Mereka dari golongan Yohanes harus menarik perhatian kepada ”nubuat” dari buku Wahyu. Mereka tidak boleh menyembunyikan itu atau menambahkan sesuatu kepadanya. Berita harus dikabarkan secara terbuka, ”dari atas atap rumah.” (Matius 10:27) Buku Wahyu diilhami oleh Allah. Siapakah yang berani mengubah sepatah kata pun dari apa yang Allah sendiri telah katakan dan sampaikan melalui pribadi yang sekarang adalah Raja yang memerintah, Yesus Kristus? Pasti, orang sedemikian patut disingkirkan dalam mengejar kehidupan dan menderita malapetaka atau tulah-tulah yang pasti akan menimpa Babel Besar dan seluruh dunia.

      15. Apa makna kata-kata Yesus bahwa ia ”memberi kesaksian tentang semuanya ini” dan ”Aku datang segera”?

      15 Yesus sekarang menambahkan kata-kata anjuran terakhir: ”Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: ’Ya, Aku datang segera!’” (Wahyu 22:20a) Yesus adalah ”Saksi yang setia dan benar.” (Wahyu 3:14) Jika ia memberi kesaksian tentang penglihatan-penglihatan dalam buku Wahyu, hal itu pasti benar. Ia maupun Allah Yehuwa sendiri berulang kali menandaskan fakta bahwa mereka akan datang ”segera,” atau tidak lama lagi, Yesus di sini mengatakan hal itu untuk kelima kali. (Wahyu 2:16; 3:11; 22:7, 12, 20) ’Kedatangan’ itu adalah untuk melaksanakan hukuman atas pelacur besar, ”raja-raja” politik dan semua orang lain yang menentang ’pemerintahan dari Tuhan kita [Yehuwa] dan Dia yang diurapiNya.’​—Wahyu 11:15; 16:14, 16; 17:1, 12-14.

      16. Mengetahui bahwa Allah Yehuwa dan Yesus akan segera datang, tindakan yang tegas apa yang hendaknya saudara ambil?

      16 Saudara mengetahui bahwa Allah Yehuwa dan Yesus akan segera datang, hal ini seharusnya menganjurkan saudara untuk tetap ”menantikan dan merindukan tibanya Hari Allah [Yehuwa, NW].” (2 Petrus 3:12, BIS) Apapun yang tampaknya stabil dalam sistem Setan di bumi adalah menyesatkan. Sukses apapun yang tampaknya telah dicapai oleh langit dari para penguasa duniawi di bawah Setan hanya bersifat sementara. Perkara-perkara ini sedang berlalu. (Wahyu 21:1) Satu-satunya yang kekal hanya didapati dalam Yehuwa, KerajaanNya di bawah Yesus Kristus, dan dunia baruNya yang dijanjikan. Jangan sekali-kali hal itu hilang dari pandangan saudara.​—1 Yohanes 2:15-17.

      17. Bagaimana penghargaan saudara terhadap kesucian Yehuwa seharusnya mempengaruhi saudara?

      17 Maka, semoga apa yang telah saudara peroleh dari pelajaran mengenai buku Wahyu saudara biarkan mempengaruhi kehidupan saudara secara mendalam. Tidakkah pandangan sekilas yang saudara peroleh mengenai hadirat Yehuwa di surga mengesankan dalam diri saudara kemuliaan dan kesucian yang luar biasa dari Pencipta kita? (Wahyu 4:1–5:14) Benar-benar suatu hak istimewa untuk melayani Allah demikian! Semoga penghargaan saudara terhadap kesucianNya menggerakkan saudara untuk dengan sangat serius memperhatikan nasihat Yesus kepada ketujuh sidang dan menghindari hal-hal seperti materialisme, penyembahan berhala, imoralitas, keadaan suam-suam kuku, kemurtadan yang memecah-belah, atau apapun juga yang dapat membuat dinas saudara tidak diperkenan oleh Yehuwa. (Wahyu 2:1–3:22) Kata-kata rasul Petrus kepada golongan Yohanes pada prinsipnya, berlaku juga bagi kumpulan besar: ”Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.”​—1 Petrus 1:15, 16.

      18. Dalam hal apa hendaknya saudara ambil bagian sepenuh mungkin, dan mengapa pekerjaan ini mendesak sekarang?

      18 Selain itu, semoga saudara digerakkan dengan gairah yang diperbarui untuk memberitakan ”tahun rahmat [Yehuwa] dan hari pembalasan Allah kita.” (Yesaya 35:4; 61:2) Tidak soal apakah dari kawanan kecil atau kumpulan besar, semoga saudara ambil bagian sepenuh mungkin dalam memberitakan pencurahan tujuh cawan murka Yehuwa, memberitakan tentang penghukuman Allah atas dunia Setan. Pada waktu yang sama, sumbangkan suara saudara kepada pemberitaan yang penuh sukacita dari kabar baik yang kekal mengenai Kerajaan Yehuwa dan KristusNya yang telah didirikan. (Wahyu 11:15; 14:6, 7) Lakukanlah pekerjaan ini dengan perasaan mendesak. Dan semoga kesadaran bahwa kita berada pada hari Tuhan menggerakkan banyak orang yang masih belum melayani Yehuwa untuk bergabung dalam pekerjaan memberitakan kabar baik. Semoga mereka juga maju ke arah membaktikan kehidupan mereka kepada Allah dengan tujuan untuk dibaptis. Ingat, ”waktu yang telah ditentukan sudah dekat”!—Wahyu 1:3, NW.

      19. Apa kata-kata penutup dari rasul Yohanes yang sudah lanjut usia, dan bagaimana saudara menyambutnya?

      19 Jadi, bersama Yohanes, kita berdoa dengan sungguh-sungguh: ”Amin, datanglah, Tuhan Yesus.” Dan Yohanes, rasul yang lanjut usia itu, menambahkan: ”Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian [”orang-orang kudus,” NW]!” (Wahyu 22:20b, 21) Semoga hal itu juga menyertai kalian semua yang membaca publikasi ini. Semoga saudara mempunyai iman bahwa klimaks yang menakjubkan dari buku Wahyu sudah di ambang pintu sehingga saudara juga dapat bergabung dengan kami dalam mengatakan dengan sungguh-sungguh, ”Amin.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan