PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Memeteraikan Israel Milik Allah
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 19

      Memeteraikan Israel Milik Allah

      Penglihatan 4​—Wahyu 7:1-17

      Pokok: Ke-144.000 dimeteraikan dan suatu kumpulan besar terlihat berdiri di hadapan takhta Yehuwa dan di hadapan Anak Domba

      Masa penggenapan: Sejak Kristus Yesus dinobatkan pada tahun 1914 terus sampai Pemerintahan Mileniumnya

      1. ”Siapakah yang dapat bertahan” selama hari murka ilahi yang besar?

      ”SIAPAKAH yang dapat bertahan?” (Wahyu 6:17) Ya, siapa gerangan? Pada waktu hari murka ilahi yang besar menghancurkan sistem Setan, para penguasa dan orang-orang di dunia mungkin sekali akan mengajukan pertanyaan itu. Bagi mereka tampaknya bencana luar biasa yang mengancam akan memusnahkan seluruh kehidupan manusia. Tetapi apakah memang demikian? Untunglah, nabi Allah meyakinkan kita: ”Barangsiapa yang berseru kepada nama [Yehuwa] akan diselamatkan.” (Yoel 2:32) Rasul Petrus dan rasul Paulus meneguhkan fakta itu. (Kisah 2:19-21; Roma 10:13) Ya, akan ada orang-orang yang selamat. Siapakah mereka ini? Kita akan melihat seraya penglihatan berikut disingkapkan.

      2. Mengapa luar biasa bahwa akan ada orang-orang yang selamat dari hari penghukuman Yehuwa?

      2 Benar-benar luar biasa bahwa ada orang-orang yang akan melampaui hari penghukuman Yehuwa dalam keadaan hidup, karena seorang nabi Allah yang lain menggambarkannya dengan kata-kata berikut: ”Lihatlah, angin badai [Yehuwa], yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar,–angin puting beliung–dan turun menimpa kepala orang-orang fasik. Murka [Yehuwa] yang menyala-nyala itu tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancangNya dalam hatiNya.” (Yeremia 30:23, 24) Benar-benar mendesak bagi kita untuk mengambil langkah-langkah agar dapat melampaui badai itu!​—Amsal 2:22; Yesaya 55:6, 7; Zefanya 2:2, 3.

      Keempat Angin

      3. (a) Dinas istimewa apa yang dilaksanakan oleh malaikat-malaikat yang dilihat oleh Yohanes? (b) Apa yang dilambangkan oleh ”keempat angin”?

      3 Sebelum Yehuwa melepaskan amarah ini, malaikat-malaikat surgawi melakukan suatu dinas istimewa. Yohanes sekarang melihat ini dalam penglihatan: ”Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.” (Wahyu 7:1) Hal ini berarti apa bagi kita jaman sekarang? ”Keempat angin” ini merupakan lambang yang hidup dari penghukuman yang menghancurkan yang akan dilepaskan atas masyarakat yang fasik di bumi, atas ”laut” umat manusia yang jahat dan menggelora, dan atas para penguasa yang angkuh bagaikan pohon yang mendapat dukungan dan tunjangan dari penduduk bumi.—Yesaya 57:20; Mazmur 37:35, 36.

      4. (a) Apa yang dilambangkan oleh keempat malaikat itu? (b) Apa akibat atas organisasi Setan di bumi bila keempat angin dilepaskan?

      4 Tidak diragukan, keempat malaikat ini melambangkan empat kelompok malaikat yang Yehuwa gunakan untuk menahan pelaksanaan hukuman sampai tiba waktu yang ditentukan. Pada waktu malaikat-malaikat itu melepaskan angin murka ilahi tersebut untuk melanda pada saat yang bersamaan dari utara, selatan, timur, dan barat, kehancurannya akan luar biasa. Hal itu akan sama seperti, namun dalam skala yang jauh lebih besar, ketika Yehuwa menggunakan keempat angin untuk menceraiberaikan orang-orang Elam purba, menghancurkan dan memusnahkan mereka. (Yeremia 49:36-38) Ini merupakan angin badai raksasa yang jauh lebih menghancurkan daripada ”angin badai” yang Yehuwa gunakan untuk membinasakan bangsa Amon. (Amos 1:13-15) Tidak ada bagian apapun dari organisasi Setan di bumi yang akan dapat bertahan pada hari murka Yehuwa, saat Ia membenarkan kedaulatanNya untuk kekal selama-lamanya.—Mazmur 83:16, 19; Yesaya 29:5, 6.

      5. Bagaimana nubuat Yeremia membantu kita mengerti bahwa penghukuman Allah akan mencakup seluruh bumi?

      5 Dapatkah kita yakin bahwa penghukuman Allah akan memorakporandakan seluruh bumi? Dengarkan lagi kepada nabiNya Yeremia: ”Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar dari bangsa ke bangsa, suatu badai besar akan berkecamuk dari ujung-ujung bumi. Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh [Yehuwa] dari ujung bumi sampai ke ujung bumi.” (Yeremia 25:32, 33) Selama badai yang dahsyat inilah kegelapan akan meliputi dunia. Lembaga-lembaga pemerintahannya akan diguncang sampai musnah. (Wahyu 6:12-14) Namun masa depan tidak akan gelap bagi setiap orang. Maka, demi kepentingan siapakah keempat angin itu ditahan?

      Hamba-Hamba Allah Dimeteraikan

      6. Siapa yang memerintahkan para malaikat untuk menahan keempat angin, dan ini memberikan waktu untuk apa?

      6 Yohanes selanjutnya menggambarkan bagaimana ada orang-orang yang akan ditandai untuk selamat, dengan mengatakan: ”Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: ’Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!’”—Wahyu 7:2, 3.

      7. Siapa sebenarnya malaikat kelima, dan bukti apa membantu kita memastikan identitasnya?

      7 Walaupun nama malaikat kelima ini tidak disebutkan, semua bukti menunjukkan bahwa ia pastilah Tuhan Yesus yang telah dimuliakan. Selaras dengan kenyataan bahwa Yesus adalah Penghulu malaikat, di sini ia diperlihatkan mempunyai wewenang atas malaikat-malaikat lain. (1 Tesalonika 4:16; Yudas 9) Ia datang dari timur, seperti ”raja-raja yang datang dari sebelah timur”—Yehuwa dan KristusNya—yang datang untuk melaksanakan penghukuman, sama halnya dengan Raja Darius dan Raja Kores ketika mereka merendahkan Babel purba. (Wahyu 16:12; Yesaya 45:1; Yeremia 51:11; Daniel 5:31) Malaikat ini juga menyerupai Yesus dalam hal ia dipercayakan untuk memeteraikan orang-orang Kristen terurap. (Efesus 1:13, 14) Lagi pula, pada waktu angin-angin tersebut dilepaskan, Yesuslah yang memimpin bala tentara surgawi untuk melaksanakan hukuman atas bangsa-bangsa. (Wahyu 19:11-16) Maka, masuk akal bahwa Yesus adalah pribadi yang akan memerintahkan agar kehancuran atas organisasi Setan di bumi ditahan sampai hamba-hamba Allah dimeteraikan.

      8. Apa yang dimaksud dengan pemeteraian, dan bilamana ini mulai?

      8 Apa yang dimaksud dengan pemeteraian ini, dan siapakah hamba-hamba Allah ini? Pemeteraian itu mulai pada hari Pentakosta tahun 33 M. ketika orang-orang Kristen Yahudi yang pertama diurapi dengan roh kudus. Belakangan, Allah memanggil dan mengurapi ”bangsa-bangsa lain.” (Roma 3:29; Kisah 2:1-4, 14, 32, 33; 15:14) Rasul Paulus menulis tentang orang-orang Kristen terurap yang mempunyai jaminan bahwa mereka ”di dalam [”milik,” NW] Kristus” dan menambahkan bahwa Allah ”memeteraikan tanda milikNya atas kita dan . . . memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.” (2 Korintus 1:21, 22; bandingkan Wahyu 14:1.) Jadi, pada waktu hamba-hamba ini diangkat menjadi anak rohani Allah, mereka lebih dulu menerima tanda mengenai warisan surgawi mereka—suatu meterai, atau janji. (2 Korintus 5:1, 5; Efesus 1:10, 11) Pada waktu itu mereka dapat mengatakan, ”Maka Roh itu sendiri menyaksikan beserta dengan roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan.”—Roma 8:15-17, Bode.

      9. (a) Ketekunan apa dituntut di pihak kaum sisa dari putra-putra Allah yang dilahirkan dengan roh? (b) Berapa lama ujian atas kaum terurap akan berlangsung?

      9 ”Jikalau kita sama merasa sengsara”—apa artinya itu? Untuk dapat menerima mahkota kehidupan, orang-orang Kristen yang terurap harus bertekun, setia sampai mati. (Wahyu 2:10) Ini bukan soal ’sekali selamat, tetap selamat.’ (Matius 10:22; Lukas 13:24) Melainkan, mereka dinasihati: ”Berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.” Seperti rasul Paulus, mereka pada akhirnya harus dapat mengatakan: ”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Petrus 1:10, 11; 2 Timotius 4:7, 8) Jadi di bumi ini ujian dan penyaringan atas kaum sisa dari putra-putra Allah yang dilahirkan dengan roh harus terus berlangsung sampai Yesus dan malaikat-malaikat yang menyertainya dengan teguh membubuhkan meterai ”pada dahi” mereka semua, tanpa ragu-ragu, tanpa dapat ditarik kembali, menyatakan mereka sebagai ”hamba-hamba Allah kami” yang sudah diuji dan setia. Maka meterai itu akan menjadi tanda yang abadi. Jelas, ketika keempat angin dilepaskan pada sengsara besar, semua dari Israel rohani sudah akan dimeteraikan secara tuntas, meskipun beberapa masih akan hidup sebagai manusia. (Matius 24:13; Wahyu 19:7) Seluruh anggotanya sudah akan lengkap!—Roma 11:25, 26.

      Berapa Banyak yang Dimeteraikan?

      10. (a) Ayat-ayat apa menunjukkan bahwa jumlah mereka yang dimeteraikan terbatas? (b) Berapa jumlah total dari mereka yang dimeteraikan, dan bagaimana mereka didaftar?

      10 Yesus mengatakan kepada mereka yang siap untuk dimeteraikan: ”Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.” (Lukas 12:32) Ayat-ayat lain, seperti misalnya Wahyu 6:11 dan Roma 11:25, menunjukkan bahwa jumlah kawanan kecil ini benar-benar terbatas dan, sesungguhnya, sudah ditetapkan sebelumnya. Kata-kata Yohanes selanjutnya meneguhkan ini: ”Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.”—Wahyu 7:4-8.

      11. (a) Mengapa disebutkannya 12 suku itu tidak mungkin berlaku atas Israel jasmani yang aksara? (b) Mengapa Wahyu mendaftarkan ke-12 suku? (c) Mengapa tidak ada suku yang khusus menurunkan raja-raja atau imamat dalam Israel milik Allah?

      11 Apakah ini tidak memaksudkan Israel jasmani, yang aksara? Tidak, karena Wahyu 7:4-8 menyimpang dari daftar suku yang biasa. (Bilangan 1:17, 47) Jelas, daftar ini tidak dimaksudkan untuk menyatakan orang-orang Yahudi jasmani berdasarkan suku mereka melainkan untuk menunjukkan struktur organisasi yang serupa bagi Israel rohani. Ini seimbang. Akan ada tepat 144.000 anggota dari bangsa yang baru ini—12.000 dari tiap 12 suku. Tidak ada satu pun dari suku-suku Israel milik Allah ini yang secara khusus adalah suku yang menurunkan raja-raja atau imamat. Seluruh bangsa akan memerintah sebagai raja, dan seluruh bangsa akan melayani sebagai imam.—Galatia 6:16; Wahyu 20:4, 6.

      12. Mengapa cocok bahwa ke-24 tua-tua menyanyikan kata-kata Wahyu 5:9, 10 di hadapan Anak Domba?

      12 Meskipun orang Yahudi jasmani dan proselit Yahudi diberi kesempatan pertama untuk dipilih menjadi Israel rohani, hanya suatu minoritas dari bangsa itu yang menyambutnya. Karena itu Yehuwa meluaskan undangan itu kepada orang Kafir. (Yohanes 1:10-13; Kisah 2:4, 7-11; Roma 11:7) Seperti halnya orang-orang Efesus, yang sebelumnya ”tidak termasuk kewargaan Israel,” sekarang orang bukan Yahudi dapat dimeteraikan dengan roh Allah dan menjadi bagian dari jemaat orang Kristen yang terurap. (Efesus 2:11-13; 3:5, 6; Kisah 15:14) Maka cocok bagi ke-24 tua-tua untuk bernyanyi di hadapan Anak Domba: ”Dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di [atas, NW] bumi.”—Wahyu 5:9, 10.

      13. Mengapa saudara tiri Yesus, Yakobus, dengan tepat dapat menyampaikan suratnya ”kepada kedua belas suku bangsa yang bertaburan”?

      13 Sidang Kristen adalah ”bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus.” (1 Petrus 2:9) Dengan menggantikan Israel jasmani sebagai bangsa Allah, mereka menjadi Israel baru yang ”benar-benar ’Israel.’” (Roma 9:6-8, NW; Matius 21:43)a Karena alasan ini, benar-benar patut bagi saudara tiri Yesus, Yakobus, untuk menyampaikan surat penggembalaannya ”kepada kedua belas suku bangsa yang bertaburan,” artinya, kepada sidang orang Kristen terurap seluas dunia yang pada waktunya akan berjumlah 144.000.—Yakobus 1:1, Bode.

      Israel Milik Allah Dewasa Ini

      14. Apa yang menunjukkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa dengan konsisten berpaut bahwa 144.000 adalah jumlah aksara dari mereka yang membentuk Israel rohani?

      14 Menarik bahwa presiden pertama dari Lembaga Menara Pengawal, Charles T. Russell, menyadari angka 144.000 sebagai jumlah aksara dari orang-orang yang membentuk Israel rohani. Dalam The New Creation (Ciptaan Baru), Jilid VI dari bukunya Studies in the Scriptures (Pelajaran mengenai Alkitab), yang diterbitkan tahun 1904, ia menulis: ”Kami mempunyai alasan yang kuat untuk percaya bahwa jumlah yang tertentu, pasti, dari mereka yang dipilih [kaum terurap yang dipilih] ialah yang disebutkan beberapa kali dalam buku Wahyu (7:4; 14:1); yaitu, 144.000 yang telah ’ditebus dari antara manusia.’” Dalam buku Light (Terang), Buku Pertama, yang diterbitkan tahun 1930 oleh presiden kedua dari Lembaga Menara Pengawal, J. F. Rutherford, juga dikatakan: ”Ke-144.000 anggota dari tubuh Kristus dengan demikian dalam himpunan itu diperlihatkan sebagai mereka yang dipilih dan diurapi, atau dimeteraikan.” Saksi-Saksi Yehuwa dengan konsisten berpaut kepada pandangan bahwa secara aksara 144.000 orang Kristen terurap membentuk Israel rohani.

      15. Tepat sebelum hari Tuhan, menurut siswa-siswa Alkitab yang tulus, apa yang akan dinikmati orang Yahudi jasmani setelah akhir Zaman Orang Kafir?

      15 Tetapi, tidakkah Israel jasmani dewasa ini layak mendapat perkenan istimewa dalam taraf tertentu? Dalam jangka waktu tepat sebelum hari Tuhan, manakala siswa-siswa Alkitab yang tulus hati mendapat kembali banyak kebenaran dasar dari Firman Allah, diperkirakan bahwa dengan berakhirnya Zaman Orang Kafir, orang Yahudi sekali lagi akan menikmati kedudukan istimewa di hadapan Allah. Jadi, buku C. T. Russell The Time Is at Hand (Waktunya Hampir Tiba) (Jilid II dari Studies in the Scriptures), yang diterbitkan tahun 1889, menerapkan Yeremia 31:29-34 atas orang Yahudi jasmani, dan memberi komentar: ”Dunia menjadi saksi dari kenyataan bahwa hukuman Israel di bawah kekuasaan orang Kafir berlangsung terus sejak S.M. [607], bahwa hal itu masih berlangsung terus, dan bahwa tidak ada alasan untuk mengharapkan reorganisasi nasional mereka lebih awal daripada tahun 1914 M., batas dari ’tujuh masa’—2520 tahun mereka.” Orang Yahudi pada waktu itu rupanya akan mengalami pemulihan secara nasional, dan prospek ini tampaknya semakin cerah pada tahun 1917, ketika Deklarasi Balfour menjanjikan dukungan Inggris untuk menjadikan Palestina tanah air nasional bagi orang Yahudi.

      16. Usaha apa yang dibuat oleh Saksi-Saksi Yehuwa untuk mencapai orang Yahudi jasmani dengan berita Kristen, dan dengan hasil apa?

      16 Setelah perang dunia pertama, Palestina menjadi daerah mandat di bawah Inggris Raya, dan jalan terbuka bagi banyak orang Yahudi untuk kembali ke negeri itu. Pada tahun 1948 Negara Israel yang bersifat politik dilahirkan. Tidakkah ini menunjukkan bahwa orang Yahudi dipersiapkan untuk menerima berkat ilahi? Selama bertahun-tahun, Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa halnya memang demikian. Jadi, pada tahun 1925 mereka menerbitkan sebuah buku 128 halaman, Comfort for the Jews (Penghiburan bagi Orang Yahudi). Pada tahun 1929 mereka menerbitkan sebuah buku 360 halaman yang menarik, Life (Kehidupan), yang dirancang untuk mengimbau orang Yahudi dan yang juga membahas buku Ayub dari Alkitab. Usaha-usaha besar dikerahkan, terutama di kota New York, untuk mencapai orang Yahudi dengan berita berkenaan Mesias ini. Menggembirakan bahwa beberapa orang memberikan sambutan, tetapi orang Yahudi pada umumnya, seperti nenek moyang mereka pada abad pertama, menolak bukti mengenai kehadiran Mesias.

      17, 18. Apa yang akhirnya dimengerti oleh hamba-hamba Allah di bumi sehubungan dengan perjanjian baru dan nubuat-nubuat Alkitab mengenai pemulihan?

      17 Jelas bahwa golongan Yahudi, sebagai umat dan sebagai bangsa, bukanlah Israel yang digambarkan dalam Wahyu 7:4-8 atau nubuat-nubuat Alkitab lain yang ada hubungannya dengan hari Tuhan. Mengikuti tradisi, orang Yahudi tetap menolak untuk menggunakan nama ilahi. (Matius 15:1-3, 7-9) Dalam membahas Yeremia 31:31-34, buku Jehovah, yang diterbitkan oleh Lembaga Menara Pengawal pada tahun 1934, menyatakan dengan tegas: ”Perjanjian baru tidak ada hubungannya dengan keturunan jasmani dari Israel dan dengan umat manusia pada umumnya, melainkan . . . terbatas pada Israel rohani.” Nubuat-nubuat Alkitab mengenai pemulihan tidak ada hubungannya dengan orang Yahudi jasmani atau Israel yang adalah negara politik, yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa dan bagian dari dunia yang Yesus sebutkan di Yohanes 14:19, 30 dan 18:36.

      18 Pada tahun 1931 hamba-hamba Allah di bumi, dengan sukacita yang besar, menerima nama Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka dapat dengan sepenuh hati menerima kata-kata dari Mazmur 97:11: ”Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.” Mereka dapat mengerti dengan jelas bahwa Israel rohani saja yang telah dibawa ke dalam perjanjian baru. (Ibrani 9:15; 12:22, 24) Israel jasmani yang tidak memberikan sambutan tidak mendapat bagian di dalamnya, demikian pula umat manusia pada umumnya. Pengertian ini membuka jalan bagi sinar terang ilahi yang cemerlang, yang luar biasa dalam catatan sejarah teokratis. Ini menyingkapkan betapa Yehuwa dengan limpah memberikan belas kasihan, kasih kemurahan, dan kebenaranNya kepada semua orang yang mendekat kepadaNya. (Keluaran 34:6; Yakobus 4:8) Ya, orang-orang lain di samping Israel milik Allah akan mendapat manfaat dengan ditahannya keempat angin kebinasaan oleh para malaikat. Siapakah mereka? Dapatkah saudara menjadi salah seorang dari mereka? Mari kita lihat sekarang.

      [Catatan Kaki]

      a Dengan tepat, nama Israel berarti ”Allah Bergumul; Yang Bergumul (Bertekun, Gigih) Dengan Allah.”​—Kejadian 32:28, catatan kaki, New World Translation Reference Bible.

  • Memeteraikan Israel Milik Allah
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • [Gambar sehalaman penuh di hlm. 114]

      [Gambar di hlm. 116, 117]

      Pemilihan umum dari Israel sejati milik Allah berlangsung sejak hari Pentakosta tahun 33 M. sampai tahun 1935 manakala, pada suatu kebaktian yang bersejarah dari Saksi-Saksi Yehuwa di Washington, D.C., tekanan dialihkan kepada pengumpulan dari suatu kumpulan besar yang mempunyai harapan kehidupan di bumi (Wahyu 7:9)

  • Kumpulan Besar Orang Banyak yang Tak Terhitung
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 20

      Kumpulan Besar Orang Banyak yang Tak Terhitung

      1. Setelah menggambarkan pemeteraian ke-144.000, kelompok lain mana yang Yohanes lihat?

      SETELAH menggambarkan pemeteraian golongan 144.000, Yohanes selanjutnya melaporkan salah satu penyingkapan yang paling menggetarkan dalam seluruh Alkitab. Hatinya pasti melonjak kegirangan ketika ia melaporkan ini, dengan mengatakan: ”Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.” (Wahyu 7:9) Ya, karena keempat angin ditahan, suatu kelompok lain di samping ke-144.000 anggota Israel rohani dapat diselamatkan: kumpulan besar internasional dari banyak bahasa.a​—Wahyu 7:1.

      2. Bagaimana penjelasan para komentator duniawi tentang kumpulan besar, dan bagaimana bahkan Siswa-Siswa Alkitab pada masa lampau memandang kelompok ini?

      2 Para komentator duniawi menafsirkan kumpulan besar ini sebagai orang bukan Yahudi yang ditobatkan kepada Kekristenan atau orang Kristen yang mati sahid yang akan pergi ke surga. Bahkan Siswa-Siswa Alkitab di masa lampau menganggap mereka sebagai golongan surgawi yang kedua, seperti terlihat pada tahun 1886 dalam Studies in the Scriptures Jilid I, The Divine Plan of the Ages (Rencana Ilahi Sepanjang Jaman): ”Mereka kehilangan pahala berupa takhta dan keadaan ilahi, tetapi akhirnya akan mencapai kelahiran sebagai makhluk roh dari suatu kelompok yang lebih rendah daripada yang mempunyai keadaan ilahi. Meskipun mereka benar-benar disucikan, mereka dikalahkan oleh roh dunia sampai suatu tingkat tertentu sehingga mereka gagal menyerahkan kehidupan mereka sebagai korban.” Dan sampai tahun 1930, gagasan itu dinyatakan dalam Light, Buku Pertama: ”Mereka yang membentuk kumpulan besar ini gagal menyambut undangan untuk menjadi saksi-saksi yang bergairah bagi Tuhan.” Mereka digambarkan sebagai suatu kelompok yang menganggap diri benar, mempunyai pengetahuan tentang kebenaran tetapi hanya berbuat sedikit dalam memberitakannya. Mereka diperkirakan pergi ke surga sebagai golongan kedua yang tidak akan ikut memerintah bersama Kristus.

      3. (a) Harapan apa diulurkan kepada orang-orang tertentu yang berhati benar yang belakangan menjadi bergairah dalam pekerjaan pengabaran? (b) Bagaimana The Watch Tower pada tahun 1923 menjelaskan perumpamaan tentang domba dan kambing?

      3 Tetapi, ada rekan-rekan lain dari orang Kristen terurap yang belakangan menjadi sangat bergairah dalam pekerjaan pengabaran. Mereka tidak mempunyai cita-cita untuk pergi ke surga. Sesungguhnya, harapan mereka selaras dengan judul khotbah umum yang ditonjolkan oleh umat Yehuwa dari tahun 1918 sampai tahun 1922. Judul mula-mula adalah ”Dunia Sudah Berakhir—Jutaan yang Sekarang Hidup Tidak Pernah Akan Mati.”b Tidak lama setelah itu, majalah Watch Tower tanggal 15 Oktober 1923, menjelaskan perumpamaan Yesus mengenai domba dan kambing (Matius 25:31-46), dengan menyatakan: ”Domba-domba menggambarkan semua orang dari segala bangsa, yang tidak dilahirkan dengan roh tetapi mengasihi kebenaran, yang secara mental mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan yang mencari dan mengharapkan suatu masa yang lebih baik di bawah pemerintahannya.”

      4. Bagaimana terang berkenaan golongan di bumi menjadi lebih cemerlang pada tahun 1931? tahun 1932? tahun 1934?

      4 Beberapa tahun kemudian, tahun 1931, Vindication (Pembenaran), Buku Pertama, membahas Yehezkiel pasal 9, dan menyatakan bahwa orang yang mendapat tanda di dahi untuk diselamatkan pada akhir dunia adalah domba-domba dari perumpamaan di atas. Vindication, Buku Ketiga, yang diterbitkan tahun 1932, menggambarkan sikap hati yang benar dari seorang pria bukan Israel, Yonadab, yang ikut dengan Raja Yehu yang terurap dari Israel dalam keretanya dan pergi bersama untuk melihat gairah Yehu dalam menghukum pemeluk-pemeluk agama palsu. (2 Raja 10:15-17) Buku itu memberi komentar: ”Yonadab menggambarkan atau melambangkan golongan orang yang sekarang ada di bumi pada masa manakala pekerjaan dari Yehu [untuk mengumumkan penghukuman Yehuwa] sedang dilaksanakan. Mereka orang-orang berkemauan baik yang menentang organisasi Setan, mengambil sikap di pihak kebenaran, dan adalah orang yang akan diselamatkan Tuhan pada waktu Armagedon, diambil melampaui kesusahan itu, dan diberi hidup kekal di bumi. Mereka membentuk golongan ’domba.’” Pada tahun 1934 The Watchtower menjelaskan bahwa orang Kristen ini yang mempunyai harapan di bumi harus membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis. Terang berkenaan golongan di bumi ini bersinar semakin cemerlang.—Amsal 4:18.

      5. (a) Bagaimana identitas kumpulan besar dinyatakan pada tahun 1935? (b) Ketika J. F. Rutherford di kebaktian tahun 1935 meminta agar para hadirin yang mempunyai harapan untuk hidup kekal di bumi berdiri, apa yang terjadi?

      5 Pengertian tentang Wahyu 7:9-17 sekarang siap untuk dipancarkan dengan segala kecemerlangannya yang gilang-gemilang! (Mazmur 97:11) Majalah Watchtower berulang kali menyatakan harapan bahwa suatu kebaktian yang dijadwalkan pada tanggal 30 Mei sampai 3 Juni 1935, di Washington, D.C., A.S., akan menjadi ”hiburan yang sejati dan memberikan manfaat” kepada mereka yang digambarkan oleh Yonadab. Hal itu terbukti demikian! Dalam sebuah khotbah yang menggetarkan mengenai ”Kumpulan Besar,” yang disampaikan kepada kira-kira 20.000 orang yang hadir pada kebaktian, J. F. Rutherford, presiden Lembaga Menara Pengawal, memberikan bukti dari Alkitab bahwa domba-domba lain jaman modern sama dengan kumpulan besar dari Wahyu 7:9. Pada puncak khotbah ini, sang pembicara mengundang: ”Semua yang mempunyai harapan untuk hidup kekal di bumi, silakan berdiri!” Ketika sebagian besar dari hadirin berdiri, ia menyatakan: ”Lihat! Kumpulan Besar!” Keadaan hening, kemudian sorak-sorai gemuruh. Betapa leganya golongan Yohanes—dan juga kelompok Yonadab! Esok harinya, 840 Saksi-Saksi baru dibaptis, kebanyakan di antaranya mengaku dari kumpulan besar tersebut.

      Meneguhkan Identitas Kumpulan Besar

      6. (a) Mengapa kita dapat mengerti dengan jelas bahwa kumpulan besar adalah kelompok orang Kristen yang berbakti pada jaman modern yang berharap untuk hidup kekal di bumi? (b) Apa yang dilambangkan oleh jubah putih yang dikenakan oleh kumpulan besar?

      6 Bagaimana kita dapat mengatakan dengan begitu positif bahwa kumpulan besar adalah kelompok orang Kristen yang berbakti pada jaman modern ini yang berharap untuk hidup kekal di atas bumi milik Allah? Sebelumnya, Yohanes melihat dalam penglihatan suatu kelompok surgawi ’yang telah dibeli bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.’ (Wahyu 5:9, 10) Kumpulan besar mempunyai asal-usul yang sama tetapi tujuan yang berbeda. Tidak seperti Israel milik Allah, jumlah mereka tidak ditentukan sebelumnya. Tidak seorang pun dapat mengatakan sebelumnya berapa banyak jumlah mereka kelak. Jubah mereka dicuci menjadi putih dalam darah Anak Domba, yang melambangkan bahwa mereka mempunyai kedudukan yang benar di hadapan Yehuwa berdasarkan iman mereka dalam korban Yesus. (Wahyu 7:14) Dan mereka melambai-lambaikan daun palem, menyambut Mesias sebagai Raja mereka.

      7, 8. (a) Dilambai-lambaikannya daun palem pasti mengingatkan rasul Yohanes kepada peristiwa apa? (b) Apa arti dari kenyataan bahwa mereka dari kumpulan besar melambai-lambaikan daun palem?

      7 Pada waktu Yohanes terus memandang penglihatan ini, pikirannya pasti membawanya kembali kepada lebih dari 60 tahun yang lampau pada minggu terakhir kehidupan Yesus di bumi. Pada tanggal 9 Nisan tahun 33 M., ketika kumpulan orang banyak berkumpul untuk menyambut Yesus yang memasuki Yerusalem, mereka ”mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: ’Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama [Yehuwa], Raja Israel!’” (Yohanes 12:12, 13) Dengan cara yang sama, daun palem yang dilambai-lambaikan dan kumpulan besar yang berseru dengan suara nyaring menyatakan sukacita mereka yang tidak terbendung dalam menerima Yesus sebagai Raja yang dilantik Yehuwa.

      8 Pasti, daun palem dan seruan kegembiraan itu juga mengingatkan Yohanes kepada Hari Raya Pondok Daun dari Israel purba. Untuk perayaan ini Yehuwa memerintahkan: ”Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan [Yehuwa], Allahmu, tujuh hari lamanya.” Daun palem digunakan sebagai tanda bersukacita. Pondok-pondok daun yang bersifat sementara dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa Yehuwa telah menyelamatkan umatNya dari Mesir, untuk tinggal dalam kemah-kemah di padang gurun. ”Orang asing, anak yatim dan janda” ikut dalam perayaan ini. Seluruh Israel harus ”bersukaria dengan sungguh-sungguh.”—Imamat 23:40; Ulangan 16:13-15.

      9. Dalam seruan penuh sukacita apa kumpulan besar bergabung?

      9 Maka, cocok bahwa kumpulan besar, meskipun bukan bagian dari Israel rohani, melambai-lambaikan daun palem, karena mereka dengan penuh sukacita dan rasa terima kasih menyatakan bahwa kemenangan dan keselamatan berasal dari Allah dan Anak Domba, seperti dilihat oleh Yohanes di sini: ”Lalu dengan suara yang kuat mereka berseru, ’Keselamatan kita datangnya dari Allah kita, yang duduk di atas takhta, dan dari Anak Domba itu!’” (Wahyu 7:10, ”BIS”) Meskipun mereka telah dipisahkan dari semua kelompok suku bangsa, kumpulan besar itu berseru dengan hanya satu ”suara yang kuat.” Bagaimana mereka dapat melakukan ini, meskipun mereka berbeda bangsa dan bahasa?

      10. Bagaimana kumpulan besar bersatu-padu berseru dengan satu ”suara yang kuat” meskipun terdiri dari berbagai bangsa dan bahasa?

      10 Kumpulan besar ini adalah bagian dari satu-satunya organisasi multi nasional yang benar-benar bersatu-padu di bumi dewasa ini. Mereka tidak mempunyai standar-standar yang berbeda untuk negeri-negeri yang berbeda melainkan menerapkan prinsip-prinsip Alkitab yang benar secara konsisten di manapun mereka tinggal. Mereka tidak terlibat dalam gerakan-gerakan yang nasionalistis dan revolusioner tetapi benar-benar telah ”menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak.” (Yesaya 2:4) Mereka tidak terpecah-belah menjadi sekte-sekte atau banyak denominasi, sehingga menyerukan berita-berita yang membingungkan atau saling bertentangan satu sama lain seperti yang dilakukan agama-agama dari Susunan Kristen; ataupun menugaskan suatu golongan pendeta profesional menyerukan puji-pujian itu bagi mereka. Mereka tidak berseru bahwa mereka berhutang keselamatan kepada roh kudus, karena mereka bukan hamba dari suatu ilah tritunggal. Dalam kira-kira 200 daerah geografis di seluruh bumi, mereka bersatu memanggil nama Yehuwa seraya mereka berbicara dalam satu-satunya bahasa kebenaran yang murni. (Zefanya 3:9, NW) Dengan sepatutnya, mereka mengakui di depan umum bahwa keselamatan mereka berasal dari Yehuwa, Allah keselamatan, melalui Yesus Kristus, Wakil UtamaNya untuk keselamatan.—Mazmur 3:9; Ibrani 2:10.

      11. Bagaimana teknologi modern telah membantu mereka dari kumpulan besar untuk mengerahkan suara yang kuat dengan lebih keras lagi?

      11 Teknologi modern telah membantu membuat suara yang kuat dari kumpulan besar yang bersatu-padu itu terdengar lebih keras lagi. Tidak ada kelompok agama lain manapun di bumi yang perlu menerbitkan alat bantuan pelajaran Alkitab dalam 200 bahasa lebih, karena tidak ada kelompok lain yang berminat untuk mencapai semua orang di bumi dengan satu berita yang terpadu. Sebagai alat bantuan lebih lanjut dalam hal ini, di bawah pengawasan Badan Pimpinan yang terurap dari Saksi-Saksi Yehuwa, Sistem Phototypesetting Elektronik Banyak Bahasa (Multilanguage Electronic Phototypesetting System, atau MEPS) telah diperkembangkan. Pada saat buku ini dicetak, berbagai corak MEPS digunakan di lebih dari 125 lokasi di seluruh dunia, dan ini turut memungkinkan diterbitkannya jurnal tengah bulanan, Menara Pengawal, dalam lebih dari 130 bahasa secara serentak. Umat Yehuwa juga secara serentak menerbitkan buku-buku, seperti buku ini, dalam cukup banyak bahasa. Jadi, Saksi-Saksi Yehuwa, yang mayoritas terbesarnya terdiri dari kumpulan besar, setiap tahun dapat menyiarkan ratusan juta publikasi dalam semua bahasa yang dikenal baik, sehingga kelompok besar lain dari segala suku dan bahasa dapat mempelajari Firman Allah dan menggabungkan suara mereka dengan suara yang kuat dari kumpulan besar.—Yesaya 42:10, 12.

      Di Surga atau di Bumi?

      12, 13. Dalam hal apa kumpulan besar ”berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba”?

      12 Bagaimana kita tahu bahwa ”berdiri di hadapan takhta” tidak berarti kumpulan besar itu berada di surga? Ada banyak bukti yang jelas mengenai hal ini. Sebagai contoh, kata Yunani yang di sini diterjemahkan ”di hadapan” (e·noʹpi·on) secara aksara berarti ”dalam pandangan,” atau ”dilihat [oleh]” dan digunakan beberapa kali untuk orang-orang di bumi yang berada ”di hadapan” atau ”dilihat oleh” Yehuwa. (1 Timotius 5:21; 2 Timotius 2:14; Roma 14:22, NW; Galatia 1:20, NW) Pada suatu peristiwa ketika orang Israel berada di padang gurun, Musa mengatakan kepada Harun: ”Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan [Yehuwa], sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu.” (Keluaran 16:9) Orang Israel tidak perlu dipindahkan ke surga untuk berdiri di hadapan Yehuwa pada peristiwa itu. (Bandingkan Imamat 24:8.) Melainkan, di padang gurun itu juga mereka berdiri dilihat oleh Yehuwa, dan perhatianNya ditujukan kepada mereka.

      13 Selain itu, kita membaca: ”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya . . . semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya.”c Seluruh umat manusia tidak berada di surga pada waktu nubuat ini digenapi. Mereka yang ”dihukum dengan hukuman yang kekal” (BIS), pasti tidak berada di surga. (Matius 25:31-33, 41, 46) Tetapi, umat manusia berada di bumi dan dilihat oleh Yesus, dan ia mengalihkan perhatiannya untuk mengadili mereka. Demikian pula, kumpulan besar itu ”berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba” dalam arti mereka berdiri dilihat oleh Yehuwa dan RajaNya, Kristus Yesus, dari siapa mereka mendapat penilaian yang baik.

      14. (a) Siapa yang digambarkan berada di ”sekeliling takhta” dan ”di bukit Sion [surgawi]”? (b) Meskipun kumpulan besar melayani Allah ”di Bait SuciNya,” mengapa hal ini tidak menjadikan mereka golongan imam?

      14 Ke-24 tua-tua dan kelompok 144.000 yang terurap digambarkan berada di ”sekeliling takhta” Yehuwa dan ”berdiri di bukit Sion [surgawi].” (Wahyu 4:4; 14:1) Kumpulan besar bukan golongan imam dan tidak mencapai kedudukan yang ditinggikan tersebut. Memang, belakangan di Wahyu 7:15 mereka digambarkan melayani Allah ”di Bait SuciNya.” Tetapi bait ini tidak memaksudkan ruang dalam dari bait, ruang Maha Kudus; melainkan halaman dari bait rohani Allah di bumi. Kata Yunani na·osʹ, yang di sini diterjemahkan ’Bait Suci,’ sering mengandung arti yang luas berupa seluruh bangunan yang didirikan untuk ibadat Yehuwa. Dewasa ini, hal ini merupakan bangunan rohani yang mencakup surga maupun bumi.—Bandingkan Matius 26:61; 27:5, 39, 40; Markus 15:29, 30; Yohanes 2:19-21, catatan kaki, New World Translation Reference Bible.

      Seruan Puji-Pujian Universal

      15, 16. (a) Bagaimana reaksi di surga ketika kumpulan besar muncul? (b) Bagaimana reaksi makhluk-makhluk roh ciptaan Yehuwa terhadap tiap penyingkapan baru dari maksud-tujuanNya? (c) Bagaimana kita di bumi dapat bergabung dalam nyanyian puji-pujian?

      15 Kumpulan besar itu memuji Yehuwa, tetapi ada makhluk-makhluk lain yang juga menyanyikan puji-pujian kepadaNya. Yohanes melaporkan: ”Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: ’Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!’”—Wahyu 7:11, 12.

      16 Ketika Yehuwa menciptakan bumi, semua malaikat suciNya ”bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai.” (Ayub 38:7) Setiap penyingkapan baru dari maksud-tujuan Yehuwa pasti telah menggugah para malaikat untuk menyerukan puji-pujian yang serupa. Ketika ke-24 tua-tua—ke-144.000 dalam kemuliaan surgawi mereka—berseru dengan nyaring dalam pengakuan akan Anak Domba, semua makhluk surgawi Allah yang lain turut serta dalam puji-pujian untuk Yesus dan Allah Yehuwa. (Wahyu 5:9-14) Makhluk-makhluk ini sudah meluap dalam sukacita mengamati penggenapan dari maksud-tujuan Yehuwa ketika Ia membangkitkan orang-orang terurap yang setia ke tempat yang mulia di alam roh. Sekarang, semua makhluk surgawi Yehuwa yang setia dengan semangat meluap-luap memberi puji-pujian yang merdu pada waktu kumpulan besar itu muncul. Sesungguhnya, hari Tuhan adalah masa yang menggembirakan untuk hidup bagi semua hamba Yehuwa. (Wahyu 1:10) Di atas bumi ini, benar-benar suatu hak istimewa bagi kita untuk ambil bagian dalam nyanyian pujian dengan memberi kesaksian demi Kerajaan Yehuwa!

      Kumpulan Besar Menampilkan Diri

      17. (a) Pertanyaan apa diajukan oleh salah seorang dari 24 tua-tua, dan fakta bahwa tua-tua itu dapat mengetahui jawabannya memberi kesan apa? (b) Bilakah pertanyaan tua-tua itu dijawab?

      17 Dari jaman rasul Yohanes dan terus sampai pada hari Tuhan, identitas kumpulan besar membingungkan orang-orang Kristen yang terurap. Maka, cocok bahwa salah seorang dari ke-24 tua-tua, yang melambangkan kaum terurap yang sudah berada di surga, menggugah pikiran Yohanes dengan mengajukan pertanyaan yang ada hubungannya dengan hal itu. ”Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ’Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?’ Maka kataku kepadanya: ’Tuanku, tuan mengetahuinya.’” (Wahyu 7:13, 14a) Ya, tua-tua itu dapat mengetahui jawabannya dan menyampaikannya kepada Yohanes. Ini memberi kesan bahwa mereka yang dibangkitkan dari kelompok 24 tua-tua kemungkinan ikut serta menyampaikan kebenaran-kebenaran ilahi dewasa ini. Anggota-anggota dari golongan Yohanes di bumi harus mengetahui identitas kumpulan besar dengan secara saksama mengamati apa yang sedang Yehuwa laksanakan di tengah-tengah mereka. Mereka cepat menyadari pancaran sinar terang ilahi yang cemerlang yang menghiasi cakrawala teokratis pada tahun 1935, pada waktu yang ditentukan oleh Yehuwa.

      18, 19. (a) Harapan apa yang ditandaskan oleh golongan Yohanes selama tahun 1920-an dan 1930-an, tetapi siapa yang menyambut berita itu dalam jumlah yang terus bertambah? (b) Tanda pengenal dari kumpulan besar pada tahun 1935 menunjukkan apa sehubungan dengan ke-144.000? (c) Apa yang diungkapkan statistik dari Perjamuan Malam?

      18 Selama tahun 1920-an dan awal 1930-an, golongan Yohanes menandaskan harapan surgawi dalam publikasi-publikasi maupun dalam pekerjaan pengabaran. Rupanya, jumlah yang lengkap dari ke-144.000 masih harus dipenuhi. Tetapi jumlah yang terus bertambah dari orang-orang yang mentaati berita itu dan yang memperlihatkan gairah dalam pekerjaan kesaksian mulai menyatakan minat untuk hidup kekal di atas bumi Firdaus. Mereka tidak mempunyai keinginan untuk pergi ke surga. Itu bukan panggilan mereka. Mereka bukan bagian dari kawanan kecil melainkan dari domba-domba lain. (Lukas 12:32; Yohanes 10:16) Dinyatakannya mereka pada tahun 1935 sebagai kumpulan besar dari domba-domba lain merupakan petunjuk bahwa pemilihan dari ke-144.000 pada waktu itu sudah hampir selesai.

      19 Apakah statistik mendukung kesimpulan ini? Ya, memang. Pada tahun 1938, di seluruh dunia, 59.047 Saksi-Saksi dari Yehuwa ikut dalam pelayanan. Di antara mereka, 36.732 ambil bagian dari lambang-lambang pada perayaan Peringatan kematian Yesus setiap tahun, yang menunjukkan bahwa mereka mempunyai panggilan surgawi. Pada tahun-tahun sejak itu, jumlah mereka yang ambil bagian secara progresif berkurang, pada prinsipnya karena Saksi-Saksi yang setia dari Yehuwa mengakhiri haluan hidup mereka di bumi dalam kematian. Pada tahun 1987 hanya 8.808 ambil bagian dari lambang-lambang Perjamuan Malam—0,1 persen saja dari 8.965.221 yang menghadiri perayaan seluas dunia itu.

      20. (a) Selama Perang Dunia II, komentar pribadi apa yang dibuat oleh presiden Lembaga mengenai kumpulan besar? (b) Kenyataan apa sekarang menunjukkan bahwa kumpulan besar benar-benar besar?

      20 Ketika perang dunia kedua pecah, Setan mengerahkan usaha yang keji untuk menghentikan penuaian atas kumpulan besar. Pekerjaan Yehuwa dibatasi di banyak negeri. Selama masa yang gelap itu, dan tidak lama sebelum kematiannya pada bulan Januari 1942, J. F. Rutherford, presiden dari Lembaga Menara Pengawal, terdengar mengatakan: ”Ya . . . kelihatannya perhimpunan besar itu akhirnya tidak akan begitu besar.” Tetapi berkat ilahi menunjukkan kebalikannya! Menjelang 1946 jumlah Saksi-Saksi yang melayani di seluruh dunia melonjak menjadi 176.456—kebanyakan dari mereka adalah dari kumpulan besar. Pada tahun 1987, 3.395.612 Saksi melayani Yehuwa dengan setia dalam 210 negeri yang berbeda—benar-benar SUATU KUMPULAN BESAR! Dan angka-angka terus meningkat.

      21. (a) Bagaimana penuaian dari umat Allah selama hari Tuhan selaras sepenuhnya dengan penglihatan Yohanes? (b) Bagaimana nubuat-nubuat penting tertentu mulai digenapi?

      21 Penuaian dari umat Allah selama hari Tuhan dengan demikian selaras sepenuhnya dengan penglihatan Yohanes: mula-mula pekerjaan mengumpulkan kaum sisa dari 144.000; kemudian pengumpulan kumpulan besar. Seperti dinubuatkan oleh Yesaya, sekarang ”pada hari-hari yang terakhir” orang-orang dari segala bangsa berduyun-duyun ambil bagian dalam ibadat Yehuwa yang murni. Dan, sesungguhnya, kita sangat bersukacita menghargai ciptaan Yehuwa berupa langit baru dan bumi baru. (Yesaya 2:2-4; 65:17, 18) Allah sedang mengumpulkan ”kembali dalam Kristus segala sesuatu, perkara-perkara di surga maupun perkara-perkara di bumi.” (Efesus 1:10, NW) Para waris Kerajaan surgawi yang terurap—yang dipilih selama berabad-abad sejak jaman Yesus—adalah ”perkara-perkara di surga.” Dan sekarang, kumpulan besar dari domba-domba lain muncul sebagai orang-orang pertama dari ”perkara-perkara di bumi.” Melayani selaras dengan penyelenggaraan itu dapat berarti kebahagiaan kekal bagi saudara.

      Berkat-Berkat dari Kumpulan Besar

      22. Keterangan lebih lanjut apa diterima Yohanes mengenai kumpulan besar?

      22 Melalui saluran ilahi, Yohanes menerima keterangan lebih lanjut mengenai kumpulan besar ini: ”Lalu ia [tua-tua] berkata kepadaku: ’Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait SuciNya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemahNya di atas mereka.’”—Wahyu 7:14b, 15.

      23. Apa gerangan kesusahan besar yang darinya kumpulan besar ”keluar”?

      23 Pada suatu peristiwa sebelumnya, Yesus telah mengatakan bahwa kehadirannya dalam kemuliaan Kerajaan akan mencapai puncak dalam ”sengsara yang besar, seperti yang demikian belum pernah berlaku daripada awal kejadian alam sehingga sampai sekarang ini, dan kemudian daripada itu juga tiada akan jadi pula.” (Matius 24:21, 22, Bode) Sebagai penggenapan dari nubuat itu, para malaikat akan melepaskan keempat angin bumi untuk menghancurkan sistem dunia Setan. Yang pertama-tama akan lenyap ialah Babel Besar, imperium agama palsu sedunia. Kemudian, pada puncak sengsara besar itu, Yesus akan menyelamatkan kaum sisa dari ke-144.000 yang masih tinggal di bumi, bersama dengan kumpulan besar orang banyak yang tak terhitung jumlahnya.—Wahyu 7:1; 18:2.

      24. Bagaimana pribadi-pribadi dalam kumpulan besar memenuhi syarat untuk diselamatkan?

      24 Bagaimana orang-perseorangan dari kumpulan besar dapat memenuhi syarat untuk diselamatkan? Tua-tua itu memberitahu Yohanes bahwa mereka telah ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Dengan kata lain, mereka telah mempraktekkan iman dalam Yesus sebagai Penebus mereka, telah membaktikan diri kepada Yehuwa, melambangkan pembaktian mereka dengan baptisan air, dan memelihara ”hati nurani yang murni” melalui tingkah laku mereka yang benar. (1 Petrus 3:16, 21; Matius 20:28) Jadi, mereka bersih dan benar dalam mata Yehuwa. Dan mereka menjaga diri ”tidak dicemarkan oleh dunia.”—Yakobus 1:27.

      25. (a) Bagaimana kumpulan besar ’melayani Yehuwa siang malam di Bait SuciNya’? (b) Bagaimana Yehuwa ”membentangkan kemahNya” di atas kumpulan besar?

      25 Selanjutnya, mereka telah menjadi Saksi-Saksi yang bergairah dari Yehuwa—”melayani Dia siang malam di Bait SuciNya.” Apakah saudara salah seorang dari kumpulan besar yang berbakti ini? Jika demikian, saudara mendapat hak istimewa untuk melayani Yehuwa tanpa henti dalam halaman dari bait rohaniNya yang besar di bumi. Dewasa ini, di bawah bimbingan kaum terurap, kumpulan besar melaksanakan bagian yang paling besar dari pekerjaan kesaksian. Meskipun mempunyai tanggung jawab duniawi, ratusan ribu dari mereka telah meluangkan kesempatan untuk pelayanan sepenuh waktu sebagai perintis. Namun tidak soal saudara termasuk dalam kelompok ini atau tidak, sebagai anggota yang berbakti dari kumpulan besar saudara dapat bersukacita bahwa karena iman dan perbuatan saudara, saudara dinyatakan benar sebagai sahabat Allah dan disambut sebagai tamu dalam kemahNya. (Mazmur 15:1-5; Yakobus 2:21-26) Dengan demikian Yehuwa ”membentangkan kemahNya” atas mereka yang mengasihi Dia dan, sebagai tuan rumah yang baik, melindungi mereka.—Amsal 18:10.

      26. Berkat-berkat lain apa yang akan dinikmati kumpulan besar?

      26 Tua-tua itu melanjutkan: ”Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:16, 17) Ya, Yehuwa benar-benar suka memberi tumpangan! Tetapi kata-kata ini mengandung makna yang dalam apa?

      27. (a) Bagaimana Yesaya menubuatkan sesuatu yang serupa dengan kata-kata dari tua-tua itu? (b) Apa yang menunjukkan bahwa nubuat Yesaya mulai digenapi atas sidang Kristen pada jaman Paulus?

      27 Mari kita bahas nubuat yang kata-katanya serupa, ”Beginilah firman [Yehuwa]: ’Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; . . . Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.’” (Yesaya 49:8, 10; lihat juga Mazmur 121:5, 6.) Rasul Paulus mengutip sebagian dari nubuat ini dan menerapkannya pada ”hari penyelamatan” yang mulai pada hari Pentakosta tahun 33 M. Ia menulis: ”Sebab Allah [Yehuwa] berfirman: ’Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.’ Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”—2 Korintus 6:2.

      28, 29. (a) Bagaimana kata-kata Yesaya digenapi pada abad pertama? (b) Bagaimana kata-kata dari Wahyu 7:16 digenapi sehubungan dengan kumpulan besar? (c) Apa hasil dari dituntunnya kumpulan besar kepada ”mata air kehidupan”? (d) Mengapa kumpulan besar akan unik di antara umat manusia?

      28 Bagaimana penerapan dari janji tentang tidak akan menjadi lapar atau haus atau menderita panas terik berlaku pada jaman dulu? Tentu, orang Kristen pada abad pertama kadang-kadang menderita lapar dan haus secara aksara. (2 Korintus 11:23-27) Tetapi, secara rohani, apa yang mereka miliki berlimpah. Kebutuhan mereka dipenuhi secara limpah, sehingga mereka tidak lapar atau haus akan perkara-perkara rohani. Selain itu, Yehuwa tidak melimpahkan kehangatan murkaNya ke atas mereka ketika Ia membinasakan sistem Yahudi pada tahun 70 M. Kata-kata dari Wahyu 7:16 mengalami penggenapan rohani yang serupa bagi kumpulan besar dewasa ini. Bersama orang Kristen terurap, mereka menikmati persediaan rohani yang limpah.—Yesaya 65:13; Nahum 1:6, 7.

      29 Jika saudara salah seorang dari kumpulan besar itu, keadaan hati saudara yang baik akan membuat saudara ”bersorak-sorai,” tidak soal apa yang harus saudara alami dengan sabar dalam hal kekurangan dan tekanan selama tahun-tahun senja dari sistem Setan. (Yesaya 65:14) Dalam pengertian ini, bahkan sekarang, Anak Domba dapat ’menghapus segala air mata dari mata saudara.’ Penghukuman bagaikan ”matahari” yang panas dari Yehuwa tidak lagi mengancam saudara dan bilamana keempat angin kehancuran dilepaskan, saudara bisa saja dibebaskan dari ”panas terik” berupa perasaan tidak senang Yehuwa. Setelah kebinasaan itu berlalu, Anak Domba akan menuntun saudara untuk mendapat manfaat sepenuhnya dari ”mata air kehidupan” yang memulihkan kekuatan, ini melambangkan semua sarana yang Yehuwa sediakan agar saudara memperoleh hidup kekal. Iman saudara dalam darah Anak Domba akan dibuktikan benar dalam hal saudara sedikit demi sedikit dipulihkan kepada kesempurnaan manusia. Saudara-saudara dari kumpulan besar akan unik di antara umat manusia sebagai ”jutaan” yang bahkan tidak perlu mati! Dalam arti sepenuhnya setiap air mata sudah akan dihapus dari mata saudara.—Wahyu 21:4.

      Membuat Panggilan Itu Pasti

      30. Pandangan menakjubkan apa yang terbuka bagi kita dalam penglihatan Yohanes, dan siapa yang akan dapat ”bertahan”?

      30 Kata-kata tersebut benar-benar membuka bagi kita suatu pandangan yang menakjubkan! Yehuwa sendiri berada di takhtaNya, dan semua hambaNya, di surga dan di bumi, bersatu dalam memuji Dia. Hamba-hambaNya di bumi menghargai betapa menakjubkan hak istimewa yang mereka dapatkan untuk ambil bagian dalam paduan suara puji-pujian yang makin nyaring ini. Tidak lama lagi, Yehuwa dan Kristus Yesus akan melaksanakan penghukuman, dan seruan akan terdengar: ”Sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Wahyu 6:17) Jawabannya? Hanya suatu minoritas dari umat manusia, termasuk siapa saja dari golongan 144.000 yang dimeteraikan yang mungkin masih hidup sebagai manusia dan suatu kumpulan besar dari domba-domba lain yang akan ”bertahan,” artinya, selamat bersama mereka.—Yeremia 35:19; 1 Korintus 16:13.

      31. Bagaimana penggenapan dari penglihatan Yohanes hendaknya mempengaruhi orang Kristen, baik kaum terurap maupun kumpulan besar?

      31 Mengingat fakta ini, orang Kristen terurap dari golongan Yohanes berusaha sekuat tenaga dan dengan bergairah dalam ”berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14) Mereka sepenuhnya sadar bahwa peristiwa-peristiwa selama masa ini menuntut ketekunan istimewa di pihak mereka. (Wahyu 13:10) Setelah dengan loyal melayani Yehuwa selama bertahun-tahun, mereka berpegang teguh pada iman, bersukacita bahwa nama mereka ”terdaftar di sorga.” (Lukas 10:20; Wahyu 3:5) Mereka dari kumpulan besar juga tahu bahwa hanya ”orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 24:13) Walaupun kumpulan besar sebagai kelompok ditandai untuk keluar dari kesusahan yang besar, pribadi-pribadi yang ada di dalamnya harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap bersih dan aktif.

      32. Keadaan mendesak apa ditonjolkan oleh kenyataan bahwa hanya dua kelompok yang akan ”bertahan” pada hari murka Yehuwa?

      32 Tidak ada bukti bahwa siapapun yang tidak termasuk dalam kedua kelompok ini akan ”bertahan” pada hari murka Yehuwa. Apa artinya ini bagi jutaan orang yang tiap tahun memperlihatkan respek tertentu kepada korban Yesus dengan menghadiri perayaan Peringatan kematiannya namun yang belum mempraktekkan iman dalam korban Yesus sampai pada taraf membaktikan diri, menjadi hamba Yehuwa yang dibaptis, aktif dalam dinasNya? Selain itu, bagaimana dengan mereka yang pernah aktif tetapi yang telah membiarkan hati mereka ”sarat oleh . . . kepentingan-kepentingan duniawi”? Semoga semua orang tersebut sadar, dan tetap waspada, untuk dapat ”luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya . . . tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”​—Yesus Kristus. Waktunya tinggal sedikit!​—Lukas 21:34-36.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat catatan kaki, New World Translation Reference Bible.

      b The Watch Tower, 1 April 1918, halaman 98.

      c Secara aksara, ”di depan dia,” The Kingdom Interlinear Translation of the Greek Scriptures.

  • Kumpulan Besar Orang Banyak yang Tak Terhitung
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • [Gambar sehalaman penuh di hlm. 121]

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan