PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Hari Penghakiman Allah​—Hasil Akhirnya yang Menggembirakan!
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 41

      Hari Penghakiman Allah​—Hasil Akhirnya yang Menggembirakan!

      Penglihatan 15​—Wahyu 20:11–21:8

      Pokok: Kebangkitan umum, Hari Penghakiman, dan berkat-berkat dari langit baru dan bumi baru

      Masa penggenapan: Pemerintahan Seribu Tahun

      1. (a) Umat manusia kehilangan apa ketika Adam dan Hawa berdosa? (b) Maksud-tujuan Allah yang mana tidak berubah, dan bagaimana kita tahu?

      SEBAGAI manusia, kita diciptakan untuk hidup kekal. Andaikata Adam dan Hawa mentaati perintah-perintah Allah, mereka tidak pernah akan mati. (Kejadian 1:28; 2:8, 16, 17; Pengkhotbah 3:10, 11) Tetapi ketika mereka berdosa, mereka kehilangan kesempurnaan dan kehidupan bagi diri mereka sendiri maupun keturunan mereka, dan kematian mulai berkuasa atas umat manusia sebagai musuh yang tidak kenal belas kasihan. (Roma 5:12, 14; 1 Korintus 15:26) Meskipun demikian, maksud-tujuan Allah agar manusia yang sempurna hidup kekal di suatu bumi firdaus tidak berubah. Karena kasihNya yang besar bagi umat manusia, Ia mengutus ke bumi Putra tunggalNya, Yesus, yang menyerahkan kehidupan manusianya yang sempurna sebagai tebusan bagi ”banyak orang” dari keturunan Adam. (Matius 20:28; Yohanes 3:16) Yesus sekarang dapat menggunakan manfaat yang sah dari korbannya ini untuk memulihkan manusia yang percaya kepada kehidupan yang sempurna di suatu bumi firdaus. (1 Petrus 3:18; 1 Yohanes 2:2) Benar-benar alasan yang menakjubkan bagi umat manusia untuk ”bersorak-sorak dan bersuka-cita”!​—Yesaya 25:8, 9.

      2. Apa yang Yohanes laporkan dalam Wahyu 20:11, dan apa gerangan ”takhta putih yang besar” itu?

      2 Dengan dipenjarakannya Setan dalam jurang maut, Pemerintahan Seribu Tahun yang mulia dari Yesus mulai. Itulah ”hari” manakala Allah ”dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukanNya.” (Kisah 17:31; 2 Petrus 3:8) Yohanes menyatakan: ”Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.” (Wahyu 20:11) Apa gerangan ”takhta putih yang besar” itu? Hal itu tidak lain adalah kursi pengadilan ”Allah, yang menghakimi semua orang.” (Ibrani 12:23) Sekarang Ia akan menghakimi umat manusia sehubungan dengan siapa yang akan mendapat manfaat dari korban tebusan Yesus.​—Markus 10:45.

      3. (a) Apa yang ditunjukkan oleh kenyataan bahwa takhta Allah dikatakan ”besar” dan ”putih”? (b) Siapakah yang akan melaksanakan penghakiman pada Hari Penghakiman, dan berdasarkan apa?

      3 Takhta Allah ”besar,” menandaskan keagungan Yehuwa sebagai Tuhan Yang Berdaulat, dan takhta itu ”putih,” memusatkan perhatian kepada kebenaranNya yang tanpa cacat. Ia adalah Hakim tertinggi dari umat manusia. (Mazmur 19:8-12; Yesaya 33:22; 51:5, 8) Tetapi, Ia telah menyerahkan pekerjaan penghakiman kepada Yesus Kristus: ”Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” (Yohanes 5:22) Bersama Yesus ada ke-144.000 rekannya, yang ”diserahkan kuasa untuk menghakimi . . . untuk masa seribu tahun.” (Wahyu 20:4) Meskipun demikian, standar-standar Yehuwalah yang menentukan apa yang akan terjadi atas setiap pribadi selama Hari Penghakiman.

      4. Apa artinya ’bumi dan langit lenyap’?

      4 Bagaimana ’bumi dan langit lenyap’? Ini adalah langit yang sama yang menghilang bagaikan gulungan kitab pada waktu meterai keenam dibuka​—kuasa-kuasa pemerintahan manusia yang ”terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” (Wahyu 6:14; 2 Petrus 3:7) Bumi adalah sistem yang terorganisasi yang ada di bawah pemerintahan ini. (Wahyu 8:7) Kebinasaan dari binatang buas dan raja-raja di bumi serta bala tentara mereka, bersama orang-orang yang menerima tanda binatang buas dan orang-orang yang menyembah patungnya, menandai lenyapnya langit dan bumi ini. (Wahyu 19:19-21) Setelah penghukuman dilaksanakan atas bumi dan langit milik Setan, Hakim Agung menyatakan suatu Hari Penghakiman lain.

      Hari Penghakiman Seribu Tahun

      5. Setelah bumi tua dan langit tua lenyap, siapa yang harus dihakimi?

      5 Siapa yang masih harus dihakimi setelah bumi yang tua dan langit yang tua itu lenyap? Bukan kaum sisa terurap dari 144.000, karena mereka sudah dihakimi dan dimeteraikan. Jika ada kaum terurap yang masih hidup di bumi setelah Armagedon, tidak lama setelah itu mereka harus mati dan menerima pahala surgawi mereka melalui kebangkitan. (1 Petrus 4:17; Wahyu 7:2-4) Tetapi, jutaan dari kumpulan besar yang pada waktu itu telah keluar dari kesusahan besar berdiri dengan mencolok ”di depan takhta.” Mereka sudah dianggap benar untuk selamat karena iman mereka dalam darah yang dicurahkan oleh Yesus, namun penghakiman atas mereka harus terus berlangsung sepanjang seribu tahun seraya Yesus terus membimbing mereka kepada ”mata air kehidupan.” Kemudian, karena sudah dipulihkan kepada kesempurnaan manusia dan diuji setelah itu, mereka akan dinyatakan benar dalam arti sepenuhnya. (Wahyu 7:9, 10, 14, 17) Anak-anak yang selamat melampaui sengsara besar dan anak-anak yang dilahirkan bagi kumpulan besar selama Milenium juga perlu dihakimi selama seribu tahun itu.​—Bandingkan Kejadian 1:28; 9:7; 1 Korintus 7:14.

      6. (a) Kumpulan besar apa yang Yohanes lihat, dan apa yang dinyatakan oleh kata-kata ’orang-orang besar dan kecil’? (b) Bagaimana jutaan orang yang tak terhitung dalam ingatan Allah pasti akan dibangkitkan?

      6 Tetapi, Yohanes melihat sekumpulan orang yang jumlahnya jauh melebihi kumpulan besar yang selamat. Jumlahnya mencapai ribuan juta! ”Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab.” (Wahyu 20:12a) ’Orang-orang yang besar dan kecil’ mencakup mereka yang terkemuka maupun yang kurang terkemuka dari antara umat manusia yang telah hidup dan mati di bumi ini selama 6.000 tahun yang lampau. Dalam Injil yang ditulis oleh rasul Yohanes tidak lama setelah buku Wahyu, Yesus mengatakan tentang sang Bapa: ”Ia telah memberikan kuasa kepadaNya [Yesus] untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan [peringatan, NW] akan mendengar suaraNya, dan mereka . . . akan keluar.” (Yohanes 5:27-29) Benar-benar suatu proyek raksasa​—pekerjaan menyingkirkan kematian dan pemakaman dari sepanjang sejarah! Pasti jutaan orang yang tidak terhitung ini dalam ingatan Allah akan dibangkitkan secara bertahap agar kumpulan besar​—yang begitu sedikit dibandingkan dengan mereka—​akan dapat menangani problem-problem yang bisa jadi timbul karena mereka yang dibangkitkan mungkin mula-mula cenderung mengikuti gaya hidup mereka yang lama, dengan kelemahan dan sikap jasmani mereka.

      Siapa yang Dibangkitkan dan Dihakimi?

      7, 8. (a) Kitab apa yang dibuka, dan apa yang terjadi setelah itu? (b) Bagi siapa tidak akan ada kebangkitan?

      7 Yohanes menambahkan: ”Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut [”Hades,” NW] menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.” (Wahyu 20:12b, 13) Benar-benar suatu pemandangan yang menakjubkan! ’Laut, maut, dan Hades’ masing-masing memainkan peranan, namun perhatikan bahwa istilah-istilah ini tidak berdiri sendiri-sendiri.a Yunus, ketika berada dalam perut ikan dan dengan demikian di tengah-tengah laut, menyebut dirinya berada dalam Sheol, atau Hades. (Yunus 2:2, NW) Jika seseorang berada dalam cengkeraman kematian karena warisan Adam, maka kemungkinan ia juga berada dalam Hades. Kata-kata nubuat ini memberikan jaminan yang kuat bahwa tidak seorang pun akan terlupakan.

      8 Tentu, ada suatu jumlah yang tidak diketahui yang tidak akan dibangkitkan. Di antara mereka adalah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang tidak mau bertobat yang menolak Yesus dan rasul-rasul, ”manusia durhaka” dalam arti agama, dan orang Kristen terurap ”yang murtad.” (2 Tesalonika 2:3; Ibrani 6:4-6; Matius 23:29-33) Yesus juga berbicara tentang orang-orang yang seperti kambing pada akhir dunia yang menuju kepada ”api yang tidak bisa padam [”kekal,” TB], yang sudah disediakan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya,” yaitu, ”hukuman yang kekal.” (Matius 25:41, 46, BIS) Tidak ada kebangkitan bagi mereka!

      9. Bagaimana rasul Paulus menunjukkan bahwa ada yang akan mendapat perkenan istimewa dalam kebangkitan, dan ini termasuk siapa?

      9 Sebaliknya, ada yang akan mendapat perkenan khusus dalam kebangkitan. Rasul Paulus menunjukkan ini ketika ia mengatakan: ”Aku menaruh pengharapan kepada Allah . . . bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.” (Kisah 24:15) Sehubungan dengan kebangkitan di bumi, ”orang-orang yang benar” akan termasuk pria dan wanita yang setia pada jaman purba—Abraham, Rahab, dan banyak orang lain—yang dinyatakan benar sehubungan dengan persahabatan dengan Allah. (Yakobus 2:21, 23, 25) Dalam kelompok yang sama ini akan termasuk domba-domba lain yang benar yang mati setia demi Yehuwa pada jaman modern. Kemungkinan besar, semua pemelihara integritas tersebut akan dibangkitkan pada awal Pemerintahan Milenium Yesus. (Ayub 14:13-15; 27:5; Daniel 12:13; Ibrani 11:35, 39, 40) Pasti banyak dari orang-orang benar yang dibangkitkan ini akan mendapat hak istimewa khusus untuk mengawasi pekerjaan pemulihan yang luar biasa besar dalam Firdaus.​—Mazmur 45:17, Klinkert; bandingkan Yesaya 32:1, 16-18; 61:5; 65:21-23.

      10. Mengenai mereka yang akan dibangkitkan, siapakah ”orang-orang yang tidak benar”?

      10 Namun, siapakah ”orang-orang yang tidak benar” yang disebutkan di Kisah 24:15? Mereka akan termasuk kelompok besar dari umat manusia yang telah mati sepanjang sejarah, khususnya yang hidup pada ”zaman kebodohan.” (Kisah 17:30) Karena lingkungan tempat mereka dilahirkan atau jaman semasa mereka hidup, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk belajar taat kepada kehendak Yehuwa. Selain itu, bisa jadi ada orang-orang yang memang mendengar berita keselamatan tetapi tidak memberikan sambutan sepenuhnya pada waktu itu atau mati sebelum mereka maju kepada pembaktian dan baptisan. Dalam masa kebangkitan orang-orang demikian harus membuat penyesuaian lebih jauh dalam cara berpikir dan haluan hidup mereka jika mereka ingin mendapat manfaat dari kesempatan untuk memperoleh hidup kekal.

      Kitab Kehidupan

      11. (a) Apa gerangan ”kitab kehidupan” itu, dan nama-nama siapakah yang dicatat dalam kitab ini? (b) Mengapa kitab kehidupan akan dibuka selama Pemerintahan Seribu Tahun?

      11 Yohanes berbicara tentang ”kitab kehidupan.” Ini adalah catatan dari orang-orang yang siap menerima hidup kekal dari Yehuwa. Nama dari saudara-saudara Yesus yang terurap, dari kumpulan besar, dan dari pria-pria jaman purba yang setia, seperti misalnya Musa, telah dicatat dalam kitab ini. (Keluaran 32:32, 33; Daniel 12:1; Wahyu 3:5) Sampai sekarang, dari ”orang-orang yang tidak benar” yang dibangkitkan tidak seorang pun tertulis namanya dalam kitab kehidupan. Jadi kitab kehidupan akan dibuka selama Pemerintahan Seribu Tahun untuk memungkinkan ditulisnya nama dari orang-orang lain yang kemudian memenuhi syarat. Mereka yang namanya tidak ditulis dalam kitab kehidupan akan ”dilemparkan ke dalam lautan api.”​—Wahyu 20:15; bandingkan Ibrani 3:19.

      12. Apa yang akan menentukan apakah nama seseorang akan tertulis dalam kitab kehidupan yang dibuka, dan bagaimana Hakim yang dilantik Yehuwa memberikan teladan?

      12 Maka, apa yang akan menentukan apakah nama seseorang akan tertulis dalam kitab kehidupan yang dibuka pada waktu itu? Faktor kuncinya akan sama seperti pada jaman Adam dan Hawa: ketaatan kepada Yehuwa. Seperti yang ditulis oleh rasul Yohanes kepada sesama Kristennya yang kekasih: ”Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:4-7, 17) Dalam soal ketaatan, Hakim yang dilantik Yehuwa memberikan teladan: ”Sekalipun [Yesus] adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya.”​—Ibrani 5:8, 9.

      Membuka Kitab-Kitab Lain

      13. Bagaimana mereka yang dibangkitkan harus memperlihatkan ketaatan mereka, dan prinsip-prinsip apa yang harus mereka ikuti?

      13 Bagaimana mereka yang dibangkitkan harus menunjukkan ketaatan mereka? Yesus sendiri menunjuk kepada dua perintah besar, dengan mengatakan: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan [Yehuwa, NW] Allah kita, Tuhan [Yehuwa, NW] itu esa. Kasihilah Tuhan [Yehuwa, NW], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Markus 12:29-31) Ada pula prinsip-prinsip yang telah Yehuwa tetapkan dengan teguh yang harus mereka ikuti, seperti misalnya tidak lagi mencuri, berdusta, membunuh, dan melakukan imoralitas.​—1 Timotius 1:8-11; Wahyu 21:8.

      14. Kitab-kitab lain apa yang dibuka, dan apa yang terdapat di dalamnya?

      14 Tetapi, Yohanes baru saja menyebutkan kitab-kitab lain yang akan dibuka selama Pemerintahan Milenium. (Wahyu 20:12) Apa gerangan kitab-kitab itu? Kadang-kadang, Yehuwa memberikan petunjuk spesifik untuk keadaan khusus. Sebagai contoh, pada jaman Musa, Ia memberikan serentetan hukum yang terinci yang akan berarti kehidupan bagi orang Israel jika mereka mentaatinya. (Ulangan 4:40; 32:45-47) Pada abad pertama, petunjuk-petunjuk baru diberikan untuk membantu mereka yang setia agar dapat mengikuti prinsip-prinsip Yehuwa di bawah sistem Kristen. (Matius 28:19, 20; Yohanes 13:34; 15:9, 10) Kini Yohanes melaporkan bahwa orang mati akan ”dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” Maka, pasti dibukanya kitab-kitab itu akan mengumumkan tuntutan Yehuwa yang terinci bagi umat manusia selama seribu tahun itu. Dengan menerapkan peraturan dan perintah dari kitab-kitab itu dalam kehidupan mereka, umat manusia yang taat akan dapat memperpanjang umur mereka, dan akhirnya mendapat kehidupan kekal.

      15. Kampanye pendidikan macam apa yang akan diperlukan selama masa kebangkitan, dan bagaimana kebangkitan itu kemungkinan akan berlangsung?

      15 Betapa luasnya kampanye pendidikan teokratis yang diperlukan! Pada tahun 2005, Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia mengadakan, rata-rata, 6.061.534 pelajaran Alkitab di berbagai tempat. Namun selama kebangkitan, jutaan pelajaran yang tidak terhitung, yang didasarkan pada Alkitab dan kitab-kitab yang baru itu, pasti akan dipimpin! Umat Allah semua harus menjadi guru dan berusaha keras. Mereka yang dibangkitkan, seraya mereka maju, pasti akan ambil bagian dalam program pengajaran yang sangat luas ini. Kemungkinan besar, kebangkitan itu akan berlangsung sedemikian rupa sehingga mereka yang hidup akan menikmati sukacita untuk menyambut dan mengajar anggota-anggota keluarga dan kenalan-kenalan mereka dulu, yang, setelah itu, juga akan menyambut dan mengajar orang-orang lain. (Bandingkan 1 Korintus 15:19-28, 58.) Lebih dari tiga juta Saksi-Saksi Yehuwa yang aktif menyiarkan kebenaran dewasa ini membubuh dasar yang baik untuk hak istimewa yang mereka harap akan nikmati selama masa kebangkitan.​—Yesaya 50:4; 54:13.

      16. (a) Nama-nama siapakah yang tidak akan ditulis dalam kitab kehidupan? (b) Siapakah yang kebangkitannya ternyata adalah ”untuk hidup yang kekal”?

      16 Sehubungan dengan kebangkitan di bumi, Yesus mengatakan bahwa ”mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Di sini ’kehidupan’ dan ’penghukuman’ saling bertentangan, yang memperlihatkan bahwa mereka yang dibangkitkan yang ”berbuat jahat” setelah diajar dalam Alkitab yang terilham dan kitab-kitab itu, dinilai tidak layak untuk hidup. Nama mereka tidak akan ditulis dalam kitab kehidupan. (Yohanes 5:29) Hal ini juga berlaku bagi mereka yang sebelumnya mengikuti haluan yang benar namun yang, karena suatu alasan, menyimpang selama Pemerintahan Seribu Tahun. Nama-nama dapat dihapus. (Keluaran 32:32, 33) Sebaliknya, mereka yang dengan taat mengikuti semua hal yang tertulis dalam kitab-kitab itu akan mempertahankan nama mereka dalam catatan yang tertulis itu, kitab kehidupan, dan tetap hidup. Bagi mereka, kebangkitkan itu ternyata adalah ”untuk hidup yang kekal.”

      Akhir Dari Maut dan Hades

      17. (a) Tindakan menakjubkan apa yang digambarkan oleh Yohanes? (b) Bilamana Hades dikosongkan? (c) Bilamana kematian warisan Adam ”dilemparkan ke dalam lautan api”?

      17 Selanjutnya, Yohanes menggambarkan sesuatu yang benar-benar menakjubkan! ”Lalu maut dan kerajaan maut [”Hades,” NW] itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wahyu 20:14, 15) Menjelang akhir Hari Penghakiman milenium, ”maut dan Hades” akan dilenyapkan sama sekali. Mengapa hal ini berlangsung seribu tahun? Hades, kuburan umum dari seluruh umat manusia, dikosongkan pada waktu orang terakhir dalam ingatan Allah dibangkitkan. Namun selama manusia masih dinodai oleh dosa warisan, kematian warisan Adam masih berlaku atas mereka. Semua yang dibangkitkan di bumi, maupun kumpulan besar yang selamat melewati Armagedon, harus mentaati apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu sampai manfaat tebusan Yesus diterapkan dalam melenyapkan sama sekali penyakit, usia tua, dan cacat warisan lain. Kemudian kematian warisan Adam, bersama dengan Hades, ”dilemparkan ke dalam lautan api.” Hal-hal itu akan lenyap untuk selama-lamanya!

      18. (a) Bagaimana rasul Paulus menggambarkan sukses dari pemerintahan Yesus sebagai Raja? (b) Apa yang Yesus lakukan dengan keluarga manusia yang telah disempurnakan? (c) Hal-hal lain apa yang terjadi pada akhir seribu tahun?

      18 Jadi, program yang digambarkan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada orang Korintus akan selesai: ”Karena [Yesus] harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kakiNya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut [warisan Adam].” Apa yang terjadi setelah itu? ”Kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diriNya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya.” Dengan kata lain, Yesus ”menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa.” (1 Korintus 15:24-28) Ya, Yesus, setelah menaklukkan kematian warisan Adam melalui manfaat korban tebusannya, akan menyerahkan keluarga umat manusia yang telah disempurnakan kepada Bapanya, Yehuwa. Jelas bahwa Setan pada saat tersebut, pada akhir seribu tahun, akan dilepaskan dan ujian akhir berlangsung untuk menentukan nama-nama siapa yang akan tetap tertulis secara permanen dalam kitab kehidupan. ”Berjuanglah dengan sekuat tenaga” agar nama saudara termasuk di antaranya!​—Lukas 13:24, NW; Wahyu 20:5.

      [Catatan Kaki]

      a Mereka yang dibangkitkan dari laut tidak akan termasuk penduduk bumi yang bejat yang lenyap dalam Air Bah pada jaman Nuh; kebinasaan tersebut bersifat mutlak, seperti halnya pelaksanaan penghukuman Yehuwa dalam sengsara besar.​—Matius 25:41, 46, BIS; 2 Petrus 3:5-7.

  • Langit Baru dan Bumi Baru
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • Pasal 42

      Langit Baru dan Bumi Baru

      1. Apa yang Yohanes gambarkan ketika malaikat itu membawanya kembali kepada awal Pemerintahan Seribu Tahun?

      PENGLIHATAN yang menakjubkan ini terus terlihat seraya malaikat membawa Yohanes kembali kepada awal Pemerintahan Seribu Tahun. Apa yang ia lukiskan? ”Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.” (Wahyu 21:1) Suatu pemandangan yang sangat indah terlihat di sini!

      2. (a) Bagaimana nubuat Yesaya mengenai langit baru dan bumi baru digenapi atas orang Yahudi yang dipulihkan pada tahun 537 S.M.? (b) Bagaimana kita tahu bahwa akan ada penerapan lebih jauh dari nubuat Yesaya, dan bagaimana janji ini dipenuhi?

      2 Ratusan tahun sebelum jaman Yohanes, Yehuwa mengatakan kepada Yesaya: ”Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (Yesaya 65:17; 66:22) Nubuat ini mula-mula digenapi ketika orang Yahudi yang setia kembali ke Yerusalem pada tahun 537 S.M. setelah mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun. Dalam pemulihan itu, mereka membentuk masyarakat yang telah dibersihkan, ’bumi baru’ di bawah sistem pemerintahan yang baru, ’langit baru.’ Tetapi, rasul Petrus menunjuk kepada penerapan lebih jauh dari nubuat itu, dengan mengatakan: ”Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” (2 Petrus 3:13) Kini Yohanes menunjukkan bahwa janji ini dipenuhi pada hari Tuhan. ’Langit pertama dan bumi pertama,’ yaitu sistem Setan yang terorganisasi dengan sistem pemerintahannya yang dipengaruhi oleh Setan dan hantu-hantunya, akan lenyap. ”Laut” yang bergolak dari umat manusia yang jahat dan memberontak tidak akan ada lagi. Sebagai gantinya akan ada ’langit baru dan bumi baru’​—masyarakat yang baru di bumi di bawah pemerintahan yang baru, Kerajaan Allah.​—Bandingkan Wahyu 20:11.

      3. (a) Apa yang Yohanes lukiskan, dan apa gerangan Yerusalem Baru itu? (b) Bagaimana Yerusalem Baru ”turun dari sorga”?

      3 Yohanes melanjutkan: ”Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21:2) Yerusalem Baru adalah pengantin perempuan Kristus, yang terdiri dari orang Kristen terurap yang tetap setia sampai mati dan yang dibangkitkan untuk menjadi raja dan imam bersama Yesus yang telah dimuliakan. (Wahyu 3:12; 20:6) Sebagaimana Yerusalem di bumi menjadi pusat pemerintahan di Israel purba, Yerusalem Baru yang agung dan Pengantin Laki-Lakinya membentuk pemerintahan dari sistem yang baru. Inilah langit baru. ’Pengantin perempuan itu turun dari sorga,’ tidak secara aksara, tetapi dalam arti mengarahkan perhatian ke bumi. Pengantin perempuan Anak Domba itu akan menjadi pasangan pembantunya yang loyal dalam menjalankan pemerintahan yang adil benar atas seluruh umat manusia. Benar-benar suatu berkat bagi bumi baru!

      4. Janji apa yang Allah buat yang sama dengan yang Ia berikan kepada bangsa Israel yang baru dibentuk?

      4 Yohanes memberitahu kita lebih lanjut: ”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ’Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka.’” (Wahyu 21:3) Ketika Yehuwa membuat perjanjian Taurat dengan bangsa Israel yang pada waktu itu baru dibentuk, Ia berjanji: ”Aku akan menempatkan Kemah SuciKu di tengah-tengahmu dan hatiKu tidak akan muak melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu.” (Imamat 26:11, 12) Sekarang Yehuwa membuat janji yang sama kepada manusia yang setia. Selama Hari Penghakiman seribu tahun, mereka akan menjadi umat yang sangat istimewa bagiNya.

      5. (a) Bagaimana Allah akan berdiam dengan umat manusia selama Pemerintahan Milenium? (b) Bagaimana Allah akan berdiam di antara umat manusia setelah Pemerintahan Seribu Tahun?

      5 Selama Pemerintahan Milenium, Yehuwa akan ”diam” di antara umat manusia dalam suatu penyelenggaraan yang bersifat sementara, Ia diwakili oleh Putra dirajaNya, Yesus Kristus. Tetapi, pada akhir Pemerintahan Seribu Tahun, ketika Yesus menyerahkan Kerajaan kepada Bapanya, wakil atau perantara diraja tidak diperlukan. Yehuwa secara rohani akan berdiam dengan ”umatNya” secara permanen dan langsung. (Bandingkan Yohanes 4:23, 24.) Benar-benar suatu hak istimewa yang mulia bagi umat manusia yang telah dipulihkan!

      6, 7. (a) Janji-janji menakjubkan apa yang Yohanes singkapkan, dan siapa yang akan menikmati berkat-berkat itu? (b) Bagaimana Yesaya menggambarkan firdaus rohani maupun firdaus jasmani?

      6 Yohanes selanjutnya mengatakan: ”Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4) Sekali lagi, kita diingatkan kepada janji-janji terilham sebelumnya. Yesaya juga menantikan masa bila kematian dan perkabungan tidak akan ada lagi dan kesedihan akan diganti dengan kegembiraan. (Yesaya 25:8; 35:10; 51:11; 65:19) Yohanes sekarang menegaskan bahwa janji ini akan digenapi secara menakjubkan selama Hari Penghakiman seribu tahun. Pertama-tama kumpulan besar akan menikmati berkat-berkat. ”Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu,” yang akan terus menggembalakan mereka, ”akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:9, 17) Tetapi pada akhirnya semua yang dibangkitkan dan mempraktekkan iman dalam persediaan Yehuwa akan ada di sana bersama mereka, menikmati firdaus rohani maupun jasmani.

      7 ”Pada waktu itu,” kata Yesaya, ”mata orang-orang buta akan dicelikkan dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.” Ya, ”pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yesaya 35:5, 6) Pada waktu itu, juga, ”mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umatKu akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihanKu akan menikmati pekerjaan tangan mereka.” (Yesaya 65:21, 22) Jadi mereka tidak akan dicabut dari bumi.

      8. Apa yang Yehuwa sendiri katakan tentang dapat dipercayainya janji-janji yang menakjubkan ini?

      8 Pandangan pendahuluan yang benar-benar menakjubkan mengisi pikiran kita seraya kita merenungkan janji-janji tersebut! Persediaan yang menakjubkan sudah disiapkan bagi umat manusia yang setia di bawah pemerintahan surga yang pengasih. Apakah janji-janji tersebut terlalu bagus untuk dapat dipercaya? Apakah itu hanya khayalan dari seorang tua yang dibuang di Pulau Patmos? Yehuwa sendiri menjawab: ”Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ’Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!’ Dan firmanNya: ’Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.’ FirmanNya lagi kepadaku: ’Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.’”​—Wahyu 21:5, 6a.

      9. Mengapa berkat-berkat di masa depan ini dapat dianggap mutlak pasti terwujud?

      9 Halnya seolah-olah Yehuwa sendiri menandatangani suatu jaminan, atau surat bukti hak milik, untuk berkat-berkat di masa depan ini bagi umat manusia yang setia. Siapa yang berani meragukan Penjamin sedemikian? Ya, janji-janji Yehuwa tersebut begitu pasti sehingga Ia berbicara seolah-olah hal itu sudah digenapi: ”Semuanya telah terjadi.” Bukankah Yehuwa adalah ”Alfa dan Omega, . . . yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa”? (Wahyu 1:8) Memang demikian! Ia sendiri menyatakan: ”Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari padaKu.” (Yesaya 44:6) Karena demikian halnya, maka Ia dapat mengilhami nubuat-nubuat dan menggenapinya dalam tiap rinciannya. Betapa menguatkan iman! Jadi Ia berjanji: ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru”! Sebaliknya dari meragukan apakah hal-hal yang menakjubkan ini benar-benar akan terwujud, tentu kita seharusnya bertanya dalam hati: ’Apa yang harus saya lakukan secara pribadi untuk mewarisi berkat-berkat sedemikian?’

      ”Air” bagi Mereka yang Haus

      10. ”Air” apa yang Yehuwa tawarkan, dan apa artinya itu?

      10 Yehuwa sendirilah yang menyatakan: ”Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” (Wahyu 21:6b) Untuk memuaskan dahaga tersebut, seseorang harus sadar akan kebutuhan rohaninya dan mau menerima ”air” yang Yehuwa sediakan. (Yesaya 55:1; Matius 5:3, NW) ”Air” apa? Yesus sendiri menjawab pertanyaan itu ketika memberi kesaksian kepada seorang wanita di pinggir sebuah sumur di Samaria. Ia memberitahu wanita itu: ”Orang yang minum air yang akan kuberikan, tidak akan haus lagi selama-lamanya. Sebab air yang akan kuberikan itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar dan memberikan kepadanya hidup sejati dan kekal.” (BIS) ”Mata air kehidupan” itu mengalir dari Allah melalui Kristus sebagai persediaanNya untuk memulihkan umat manusia kepada kesempurnaan hidup. Seperti wanita Samaria itu, betapa besar seharusnya keinginan kita untuk minum sebanyak-banyaknya dari mata air itu! Dan seperti wanita itu, betapa siap seharusnya kita untuk meninggalkan kepentingan-kepentingan duniawi agar dapat menceritakan kabar baik itu kepada orang-orang lain!​—Yohanes 4:14, 15, 28, 29.

      Mereka yang Menang

      11. Janji apa yang Yehuwa buat, dan kepada siapa kata-kata itu pertama-tama berlaku?

      11 Mereka yang minum dari ”air” yang menyegarkan itu juga harus menang, seperti yang selanjutnya dikatakan oleh Yehuwa: ”Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu.” (Wahyu 21:7) Janji ini sama dengan janji-janji yang terdapat dalam pesan-pesan kepada ketujuh sidang; jadi, kata-kata ini pertama-tama harus berlaku atas murid-murid yang terurap. (Wahyu 2:7, 11, 17, 26-28; 3:5, 12, 21) Saudara-saudara rohani Kristus selama berabad-abad dengan penuh harap menantikan hak istimewa untuk menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Jika mereka menang, seperti Yesus telah menang, harapan mereka akan terwujud.​—Yohanes 16:33.

      12. Bagaimana janji Yehuwa di Wahyu 21:7 akan digenapi bagi kumpulan besar?

      12 Kumpulan besar dari segala bangsa juga mengharapkan perwujudan janji ini. Mereka juga harus menang, dengan loyal melayani Allah sampai mereka keluar dari kesusahan besar. Kemudian mereka akan memasuki warisan mereka di bumi, ’kerajaan yang telah disediakan bagi mereka sejak dunia dijadikan.’ (Matius 25:34) Mereka dan orang-orang lain dari domba-domba Tuhan di bumi yang lulus ujian pada akhir seribu tahun disebut ”orang-orang kudus.” (Wahyu 20:9) Mereka akan menikmati hubungan yang suci dan pengasih, seperti antara ayah dan anak, dengan Pencipta mereka, Allah Yehuwa, sebagai anggota dari organisasi universalNya.​—Yesaya 66:22; Yohanes 20:31; Roma 8:21.

      13, 14. Untuk mewarisi janji-janji Allah yang mulia, praktek-praktek apa yang dengan tegas harus kita hindari, dan mengapa?

      13 Dengan terbentangnya harapan yang mulia ini, betapa penting agar Saksi-Saksi Yehuwa sekarang tetap bersih dari hal-hal yang cemar dari dunia Setan! Kita perlu kuat, mempunyai tekad bulat, untuk tidak membiarkan si Iblis menyeret kita ke dalam kelompok yang Yehuwa sendiri lukiskan di sini: ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8) Ya, para calon pewaris harus menghindari praktek-praktek yang mencemari sistem tua ini. Ia harus menang dengan tetap setia menghadapi semua tekanan dan godaan.​—Roma 8:35-39.

      14 Susunan Kristen, walaupun mengaku sebagai pengantin perempuan Kristus, dicirikan oleh praktek-praktek yang menjijikkan yang Yohanes lukiskan di sini. Jadi ia akan menuju kebinasaan kekal bersama bagian-bagian lain dari Babel Besar. (Wahyu 18:8, 21) Demikian pula, siapapun juga dari antara kaum terurap atau kumpulan besar yang mempraktekkan hal-hal yang jahat tersebut, atau mulai menganjurkannya, menghadapi kebinasaan kekal. Jika mereka berkeras dalam tindakan tersebut, mereka tidak akan mewarisi janji-janji itu. Dan dalam bumi baru, siapapun yang mencoba memperkenalkan praktek-praktek sedemikian akan dibinasakan dengan segera, menuju kematian kedua tanpa harapan kebangkitan.​—Yesaya 65:20.

      15. Siapa yang menonjol sebagai pemenang, dan dengan penglihatan apa buku Wahyu dibawa kepada klimaksnya yang sangat menakjubkan?

      15 Yang paling menonjol sebagai pemenang adalah Anak Domba, Yesus Kristus, dan pengantin perempuannya yaitu 144.000, Yerusalem Baru. Maka, betapa cocok bahwa buku Wahyu harus dibawa kepada klimaksnya yang paling menakjubkan dengan pemandangan terakhir yang sangat menakjubkan dari Yerusalem Baru! Yohanes sekarang melukiskan penglihatan terakhir itu.

  • Langit Baru dan Bumi Baru
    Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!
    • [Gambar di hlm. 302]

      Dalam masyarakat bumi baru, akan ada pekerjaan yang menggembirakan dan persaudaraan bagi semua

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan