PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Penyingkapan kepada Yohanes
    Pemahaman Alkitab, Jilid 2
    • Dalam bahasa yang sederhana, apa arti ”Penyingkapan”?

      Pasal pembukaan buku Alkitab yang terakhir ini memperkenalkan kepada kita Pribadi atas semua, Sumber berita Penyingkapan, Allah Yehuwa Yang Mahakuasa, ”Alfa dan Omega”. Pasal itu memberikan penglihatan tentang Saluran komunikasi, Yesus Kristus, memperlihatkan bahwa ia pernah mati tetapi kini hidup dan memiliki kuasa yang sangat besar di surga. Selanjutnya ditampilkan orang-orang yang ambil bagian bersamanya dalam penderitaannya dan dalam Kerajaan, dan minat Kristus atas mereka serta kebaikan hati yang penuh kasih kepada mereka dipertunjukkan dalam pesan-pesannya kepada ”malaikat-malaikat” ketujuh sidang.—Pny 1-3.

      Kemudian melalui roh penubuatan, Yohanes diantar ke dalam surga untuk mulai melihat ”hal-hal yang pasti akan terjadi”. Ia mendapat penglihatan tentang takhta Allah dan sekelilingnya, dan yang duduk di atasnya ia gambarkan sebagai Pribadi yang mulia dan hebat, bertakhta dengan ketenangan serta keanggunan yang sempurna.—Pny 4.

      ”Anak Domba” Allah, Yesus Kristus, digambarkan berada pada kedudukan yang mulia sebagai pribadi kedua setelah Allah Yehuwa, dan ia adalah pribadi satu-satunya di surga dan di bumi yang memenuhi syarat untuk menghampiri Allah serta membuka penyingkapan maksud-tujuan Allah. Perhatian diarahkan kepada seorang raja-pejuang (tampaknya juga Yesus) yang maju untuk ”menaklukkan dan menyelesaikan penaklukannya”. Akibatnya atas bumi, khususnya atas musuh-musuh Allah, sewaktu raja ini mulai maju, demikian pula maksud-tujuan Allah untuk membalaskan darah umat-Nya atas musuh-musuh-Nya, diperlihatkan juga dalam penglihatan ini.—Pny 5, 6.

      Sikap Allah terhadap hamba-hamba-Nya di bumi yang telah Ia pilih untuk ikut memerintah dalam Kerajaan surgawi diperlihatkan oleh fakta bahwa Ia menahan tindakan pembinasaan sampai hamba-hamba ini ’dimeteraikan pada dahi mereka’. Disingkapkan bahwa orang-orang yang dimeteraikan seluruhnya berjumlah 144.000. Kemudian terlihatlah orang-orang lain yang tidak dimeteraikan dan tidak ditentukan jumlahnya, yang menjadi hamba-hamba Allah dan luput dari akibat ”kesengsaraan besar” yang menghancurkan. Diceritakanlah tentang penghukuman dari Allah atas musuh-musuh-Nya di berbagai bagian bumi, dan juga peperangan yang dilancarkan musuh-musuh ini terhadap umat-Nya. Hal itu mengarah kepada upaya musuh utama, Setan si Iblis, si naga, untuk menghalangi maksud-tujuan Allah, yaitu melahirkan ”seorang putra, seorang laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan tongkat besi”. Selanjutnya terlihatlah binatang-binatang buas yang melambangkan berbagai sarana yang digunakan musuh utama ini untuk memerangi benih wanita yang masih tersisa dan untuk mencegah diselesaikannya pekerjaan pemeteraian.—Pny 7-13; lihat BINATANG SIMBOLIS.

      Semua upaya Setan ini gagal total. Dalam penglihatan, ke-144.000 terlihat berkemenangan, berdiri bersama Anak Domba di atas G. Zion, pada dahi mereka terdapat nama sang Bapak dan Anak Domba, dan mereka menyanyikan seolah-olah suatu nyanyian baru di hadapan pribadi-pribadi di surga. Setelah ke-144.000 itu dan ”kumpulan besar” rekan-rekan di bumi dikumpulkan semuanya dalam ”panenan bumi”, waktunya tiba bagi ”tanaman anggur di bumi” yang banyak jumlahnya untuk diinjak-injak dalam tempat pemerasan anggur.—Pny 14.

      Penghukuman terakhir Allah digambarkan dengan lambang lain lagi. Kepada tujuh malaikat diberikan tujuh mangkuk kemarahan Allah. Mereka pergi melaksanakan pekerjaan terakhir ini. Salah satu musuh utama Allah dan ”pengantin perempuan” Kristus mendapat perhatian, yakni ”Babilon Besar, ibu para sundal”, ”kota besar yang mempunyai kerajaan atas raja-raja di bumi”. Aliansinya dengan binatang berkepala tujuh telah hancur; binatang itu menjadi marah kepadanya, memakan dagingnya, dan membakarnya dengan api. Sangatlah besar kesedihan orang-orang yang menjadi kaya karena berurusan dengan dia, tetapi surga bergembira.—Pny 15-18.

      Babilon Besar, sebagai ”ibu para sundal”, secara masuk akal akan berupaya sebisa-bisanya untuk memikat ”pengantin perempuan” Kristus agar berlaku tidak setia terhadap calon suaminya (2Kor 11:2, 3; Ef 5:25-27) dan dengan demikian menjadikan dia juga seorang sundal. Karena itu, kegembiraan surga bertambah besar sebab upaya Babilon Besar untuk merusak telah digagalkan. Sundal besar itu kini disingkirkan, dan pengantin perempuan telah meraih kemenangan. Ia telah mempersiapkan dirinya bagi sang Tunangan. Oleh karena itu, tiba waktunya bagi pernikahan Anak Domba. Semua yang diundang ke pernikahan itu bergembira. Sekarang Yehuwa memulai suatu babak baru dalam pemerintahan-Nya, karena si sundal besar sebagai saingan ibadat yang murni telah lenyap.—Pny 19:1-10.

      Tetapi penghukuman juga harus dilaksanakan atas musuh-musuh Allah lainnya. Pengantin Laki-Laki maju untuk menyelesaikan penaklukannya, untuk menyingkirkan dari bumi semua musuh politik dan musuh-musuh lainnya. Pembinasaannya bersifat total. Akhirnya, setelah menyaksikan kekalahan semua kaki tangan dan sarananya, si Iblis sendiri diikat selama seribu tahun pemerintahan Kristus. Penglihatan itu beralih sejenak dari Pemerintahan Milenium tersebut untuk menguraikan tentang penghukuman yang berlangsung pada akhir pemerintahan seribu tahun itu; si Iblis untuk sementara dilepaskan, kemudian, bersama semua yang turut melakukan serangan terhadap ”pasukan orang-orang kudus dan kota yang dikasihi”, ia dilenyapkan sama sekali.—Pny 19:11–20:10.

      Kembali kepada peristiwa-peristiwa selama pemerintahan seribu tahun, penglihatan itu menggambarkan kebangkitan yang terjadi dan penghakiman yang dilaksanakan di bawah pemerintahan Kristus serta pengantin perempuannya, Yerusalem Baru. Keindahan dan keagungan ”kota” surgawi ini digambarkan, manfaat-manfaat yang dihasilkannya berupa kesembuhan dan kehidupan bagi umat manusia juga ditunjukkan.—Pny 20:11–22:5.

      Sebagai kata penutup, Allah Yehuwa berfirman bahwa Ia ’akan segera datang dengan upah bagi setiap orang sesuai dengan pekerjaannya’. Sebagai ”saksi yang setia dan benar”, Yesus memberi kesaksian bahwa rahasia suci mengenai kerajaan itu akan diselesaikan, dengan mengatakan, ”Aku adalah akar dan keturunan Daud, dan bintang pagi yang cemerlang.” Ia adalah ahli waris Daud yang permanen, pribadi yang kekal dalam perjanjian Kerajaan dan pribadi yang dinubuatkan di Bilangan 24:17. Karena itu, semua upaya Setan, binatang buas, dan Babilon Besar (Pny 12:1-10; 17:3-14) tidak sanggup menghalangi ”bintang” ini untuk terbit dari rumah Daud dan duduk di atas takhta di surga untuk selama-lamanya.—Pny 22:6-16.

      Roh, tenaga aktif Allah, bersama ”pengantin perempuan”, mengulurkan undangan kepada semua orang yang mendengar untuk mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. Yesus menutup penyingkapan itu dengan peringatan terakhir untuk tidak menambahkan atau mengurangi kata-kata nubuat, dan dengan sebuah pernyataan bahwa kedatangannya sudah dekat; dan Yohanes menjawab, ”Amin! Datanglah, Tuan Yesus.”—Pny 22:17-21.

  • Penyingkapan kepada Yohanes
    Pemahaman Alkitab, Jilid 2
    • [Kotak di hlm. 436-437]

      POKOK-POKOK PENTING PENYINGKAPAN

      Pengungkapan pandangan Allah sehubungan dengan keadaan-keadaan dan juga gambaran pendahuluan mengenai hal-hal yang Ia izinkan untuk terjadi dan yang bakal Ia laksanakan melalui Kristus selama ”hari Tuan”

      Serangkaian penglihatan yang dicatat oleh rasul Yohanes sekitar tahun 96 M

      Kristus yang telah dimuliakan memberikan nasihat yang pengasih kepada sesama ahli waris Kerajaan (1:1–3:22)

      Sidang Efesus telah bertekun tetapi meninggalkan kasihnya yang semula

      Sidang Smirna yang kaya secara rohani dianjurkan untuk tetap setia menghadapi kesengsaraan

      Sidang Pergamus telah berpegang erat pada nama Kristus di bawah penindasan tetapi mentoleransi sektarianisme

      Sidang Tiatira telah meningkatkan kegiatannya, tetapi mentoleransi pengaruh Izebel

      Secara rohani, sidang Sardis mati, dan harus bangun

      Sidang Filadelfia, yang telah memperhatikan firman Kristus, didesak untuk terus berpegang erat pada apa yang dimilikinya

      Sidang Laodikia suam-suam kuku; hendaknya sidang ini mendapatkan dari Kristus penyembuhan rohani yang dibutuhkannya

      Penglihatan mengenai hadirat Yehuwa di surga (4:1–5:14)

      Yehuwa terlihat luar biasa semarak di atas takhta-Nya, dikelilingi 24 penatua dan empat makhluk hidup; Ia memegang sebuah gulungan yang dimeteraikan dengan tujuh meterai

      Anak Domba dinyatakan layak untuk mengambil gulungan itu dan membukanya

      Anak Domba membuka enam meterai pada gulungan itu (6:1-17)

      Seraya ia membuka meterai pertama, seorang penunggang kuda putih menerima sebuah mahkota dan pergi untuk menaklukkan dan menyelesaikan penaklukannya

      Ketika tiga meterai berikutnya dibuka, ada tiga penunggang kuda lain yang mendatangkan peperangan, bala kelaparan, dan kematian atas umat manusia

      Meterai kelima dibuka; mereka yang mati martir demi Kristus berseru meminta pembalasan atas darah mereka; masing-masing diberi sebuah jubah putih

      Ketika meterai keenam dibuka, suatu gempa bumi yang hebat menandai datangnya hari murka Allah dan Anak Domba

      Keempat angin bumi ditahan (7:1-17)

      Yohanes mendengar bahwa keempat angin akan ditahan sampai budak-budak Allah dimeteraikan; jumlah orang yang dimeteraikan ada 144.000

      Lalu, Yohanes melihat sekumpulan besar orang yang tak terhitung jumlahnya, dari semua bangsa; mereka ini keluar dari kesengsaraan besar

      Meterai ketujuh dibuka (8:1–11:14)

      Keadaan sunyi selama setengah jam; api dari mezbah dicampakkan ke bumi; ketujuh malaikat bersiap-siap meniup terompet

      Bunyi tiupan empat terompet yang pertama mengumumkan tulah-tulah atas bumi, laut, sumber-sumber air tawar, dan juga atas matahari, bulan, dan bintang-bintang

      Terompet kelima mengawali tulah belalang, dan terompet keenam melepaskan bala tentara kavaleri yang menakutkan

      Yohanes memakan sebuah gulungan kecil dan menyadari ia harus bernubuat lagi

      Ia mengukur tempat suci; dua saksi bernubuat dengan mengenakan kain goni, dibunuh, dan dibangkitkan kembali

      Terompet ketujuh: Kerajaan lahir (11:15–12:17)

      Terompet ketujuh berbunyi dan Kerajaan Yehuwa serta wewenang Kristus-Nya diumumkan

      Seorang wanita melahirkan anak laki-laki di surga

      Si naga berupaya melahap anak itu; ada perang di surga; Mikhael mencampakkan naga itu beserta malaikat-malaikatnya ke bumi

      Naga itu memerangi orang-orang yang masih tersisa dari benih wanita itu

      Binatang buas dari laut (13:1-18)

      Seekor binatang buas berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh keluar dari laut

      Sang naga memberikan wewenangnya kepada binatang buas itu, dan seekor binatang buas bertanduk dua seperti anak domba membuat patung binatang buas tersebut; banyak orang dipaksa untuk menyembah binatang buas itu dan menerima tandanya

      Hamba-hamba Yehuwa yang setia bertindak (14:1-20)

      Ke-144.000 di atas G. Zion menyanyikan suatu nyanyian baru

      Malaikat-malaikat yang terbang di tengah langit mengumumkan berita yang sangat penting

      Seseorang seperti anak manusia menuai panenan bumi

      Panenan anggur dari bumi diinjak-injak di tempat pemerasan anggur Allah, disertai banyak pertumpahan darah

      Yehuwa, dari tempat suci-Nya di surga, memerintahkan tujuh malaikat untuk mencurahkan tujuh mangkuk kemarahan-Nya (15:1–16:21)

      Enam mangkuk pertama dicurahkan ke bumi, laut, dan sumber-sumber air tawar, dan ke atas matahari, takhta binatang buas itu, dan S. Efrat

      Hamba-hamba Allah harus tetap sadar, seraya propaganda yang dipengaruhi hantu-hantu menggerakkan raja-raja manusia untuk berkumpul di Har–​Magedon

      Mangkuk ketujuh dicurahkan ke udara; hasilnya adalah kebinasaan

      Beberapa penglihatan mengenai kesudahan Babilon Besar (17:1–18:24)

      Babilon Besar, yang mabuk oleh darah orang-orang kudus, duduk di atas seekor binatang buas berwarna merah marak dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk; kesepuluh tanduk itu berbalik dan menghancurkan dia

      Kejatuhannya diumumkan; umat Allah harus keluar darinya

      Kehancurannya yang pasti, diratapi banyak orang di bumi

      Pernikahan Anak Domba (19:1-10)

      Suara-suara di surga memuji Yah atas kebinasaan Babilon

      Paduan suara pujian yang gemuruh mengumumkan pernikahan Anak Domba

      Raja atas segala raja berkemenangan atas bangsa-bangsa (19:11-21)

      Sang Firman Allah berperang melawan bangsa-bangsa; binatang buas dan nabi palsu dicampakkan ke dalam danau api; semua musuh Allah habis dibinasakan; binatang-binatang memakan bagian-bagian mereka yang berdaging

      Setan dimasukkan ke jurang yang tidak terduga dalamnya; Kristus memerintah selama 1.000 tahun (20:1–21:8)

      Setan dimasukkan ke jurang yang tidak terduga dalamnya selama 1.000 tahun

      Rekan-rekan penguasa Yesus menghakimi bersamanya selama 1.000 tahun, dan setelah itu, Setan dilepaskan; Setan mulai menyesatkan umat manusia lagi, tetapi akhirnya ia dan semua yang mengikutinya akan dibinasakan

      Semua yang berada dalam kematian, di Hades dan di laut, akan dibangkitkan dan dihakimi di hadapan Pribadi yang duduk di atas takhta putih yang agung; kematian dan Hades akan dicampakkan ke dalam danau api

      Yohanes melihat langit baru dan bumi baru

      Yerusalem Baru (21:9–22:21)

      Yerusalem Baru yang mulia turun dari surga, menerangi bangsa-bangsa; sebuah sungai air kehidupan mengalir melaluinya, di setiap tepinya ada pohon-pohon yang dapat menyembuhkan

      Buku Penyingkapan diakhiri dengan pesan penutup dari Yehuwa dan Yesus; roh dan pengantin perempuan itu mengundang siapa pun yang haus untuk mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan