PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bagian 15: 1095-1453 M.—Menggunakan Pedang
    Sedarlah!—1990 (No. 37) | Sedarlah!—1990 (No. 37)
    • Menjelang abad keenam, Kerajaan Roma Barat telah mati. Ia digantikan oleh imbangannya di bagian Timur, Kerajaan Byzantium dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya. Akan tetapi gereja-gereja mereka masing-masing, yang mengalami hubungan yang sangat goncang, segera melihat diri mereka terancam oleh suatu musuh bersama, kekuasaan Islam yang meluas dengan cepat.

      Gereja Timur menyadari hal ini, setidak-tidaknya, pada waktu kaum Muslim merebut Mesir dan bagian-bagian lain dari kerajaan Byzantium yang terletak di Afrika Utara pada abad ketujuh.

  • Bagian 15: 1095-1453 M.—Menggunakan Pedang
    Sedarlah!—1990 (No. 37) | Sedarlah!—1990 (No. 37)
    • Perang-Perang Salib juga menambah ketegangan Timur-Barat yang berkembang sejak tahun 1054, ketika Patriarkhat [Uskup Agung] Michael Cerularius dari Timur dan Kardinal Humbert dari Barat sama-sama saling mengucilkan. Ketika para pejuang Perang-Perang Salib menggantikan pendeta-pendeta Yunani dengan uskup-uskup Latin di kota-kota yang mereka taklukkan, perpecahan Timur-Barat mulai melibatkan rakyat biasa.

      Perpecahan antara kedua gereja itu menjadi lengkap pada waktu Perang Salib Keempat ketika, menurut mantan Pendeta Anglikan dari Canterbury Herbert Waddams, Paus Innocentius III ”bermuka dua”. Di satu pihak, paus marah akan perampasan kota Konstantinopel. (Lihat kotak pada halaman 28.) Ia menulis, ”Bagaimana Gereja orang-orang Yunani dapat diharapkan kembali mengabdi kepada Takhta Apostolik setelah melihat orang-orang Latin memberikan contoh kejahatan dan melakukan pekerjaan iblis sehingga, dengan alasan yang patut, orang-orang Yunani lebih membenci mereka daripada anjing-anjing.” Di lain pihak, ia dengan cepat mengambil keuntungan dari situasi ini dengan mendirikan suatu kerajaan Latin di sana di bawah patriarkhat bagian barat.

      Setelah dua abad pertempuran yang hampir tak ada henti-hentinya, Kerajaan Byzantium begitu lemah sehingga tidak mampu menahan serangan gencar orang Turki Ottoman, yang pada tanggal 29 Mei 1453 akhirnya menaklukkan Konstantinopel. Kerajaan itu telah dihancurkan bukan sekedar dengan pedang Islam tetapi juga dengan pedang yang digunakan oleh gereja-saudara kerajaan itu di Roma.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan