PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kunci-Kunci Menuju Pendidikan yang Baik
    Sedarlah!—1995 | 8 Desember
    • Tekad Murid, Kunci yang Vital

      Seorang penasihat pembimbing, Arthur Kirson, mengidentifikasi kunci lain dari pendidikan yang baik ketika mengatakan berkenaan Latoya, yang disebutkan di awal, ”Saya bertemu dia untuk pertama kali setelah salah satu dari insiden utama di rumahnya. Di situ anak ini duduk dengan wajah tergores [sebagai bukti penganiayaan yang diduga disebabkan oleh ayahnya]. Dan satu-satunya kecemasan yang dapat saya lihat adalah untuk pekerjaan sekolahnya.”

      Ya, kunci vital untuk pendidikan yang baik adalah tekad yang kuat dari sang anak untuk belajar. Seorang anak muda di New York City mengamati, ”Di sekolah-sekolah zaman sekarang, seberapa banyak manfaat yang didapat murid-murid dari sekolah sepenuhnya bergantung dari motivasi pribadi dan disiplin dari murid-murid itu sendiri.”

      Misalnya, seorang ibu yang prihatin akan pendidikan anaknya diberi tahu oleh seorang guru, ”Jangan khawatir Ny. Smith. Justin sangat pandai, ia tidak perlu mengetahui cara mengeja. Ia akan mempunyai seorang sekretaris untuk melakukan itu baginya.” Betapapun pandainya seorang anak, menguasai keterampilan membaca dan menulis​—termasuk komposisi yang jelas, tulisan tangan yang enak dibaca, dan pengejaan yang akurat​—sangat penting.

      Mengejutkan sekali, beberapa pendidik tidak memprotes sewaktu seorang psikolog terkenal, Carl Rogers mengatakan, ”Tidak seorang pun perlu berupaya mempelajari sesuatu yang ia anggap tidak relevan.” Apa yang salah sehubungan dengan pernyataannya? Jelaslah, seorang anak sering kali tidak dapat melihat jauh di muka nilai dari hal-hal yang harus ia pelajari. Dalam banyak kasus, nilai dari hal itu tidak disadari hingga di kemudian hari. Jelaslah, seorang anak zaman sekarang perlu memiliki tekad pribadi untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

      Cindy, seorang siswa kelas tiga SMP yang berumur 14 tahun, adalah contoh yang baik dari seorang muda yang memperlihatkan tekad semacam itu. Ia menjelaskan, ”Saya tidak langsung pulang setelah sekolah usai dan berbincang-bincang kepada guru-guru dan berupaya mengenal mereka. Saya mencoba menentukan apa yang mereka inginkan dari murid-muridnya.” Ia juga memberikan perhatian di kelas dan mendahulukan pekerjaan rumahnya. Ketika sedang mendengarkan di kelas atau ketika sedang membaca, siswa-siswa yang sukses membiasakan diri membawa pensil dan kertas di dekatnya sehingga mereka dapat mencatatnya dengan baik.

  • Kunci-Kunci Menuju Pendidikan yang Baik
    Sedarlah!—1995 | 8 Desember
    • Apa yang Anak-Anak Dapat Lakukan

      ✔ Dengan bantuan orang-tua Anda, berupayalah meraih cita-cita pendidikan dan caranya untuk mencapai hal itu. Bahas cita-cita ini bersama guru-guru Anda.

      ✔ Pilihlah dengan cermat mata pelajaran Anda dengan bantuan guru-guru dan orang-tua Anda. Mata pelajaran pilihan yang mudah biasanya bukan yang terbaik.

      ✔ Cobalah untuk membina hubungan yang baik dengan guru-guru Anda. Cari tahu apa yang mereka harapkan dari Anda. Bahas kemajuan dan problem-problem Anda dengan mereka.

      ✔ Perhatikan baik-baik di kelas. Jangan ikut-ikutan ke dalam perilaku yang tidak tertib.

      ✔ Pilihlah dengan bijaksana teman-teman Anda. Mereka dapat membantu atau menghalangi kemajuan Anda di sekolah.

      ✔ Kerjakan pekerjaan rumah dan tugas-tugas Anda sedapat mungkin. Sediakan waktu yang bermutu untuk hal itu. Mintalah bantuan orang-tua Anda atau orang dewasa lain yang matang jika Anda membutuhkannya.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan