-
Zaman Seperti ”Zaman Nuh”Menara Pengawal—1986 (Seri 20) | Menara Pengawal—1986 (Seri 20)
-
-
Dan pada waktu itu dalam bentuk apakah kegiatan hantu-hantu itu? Mereka turun ke bumi, menjelma ke dalam tubuh manusia, dan hidup bersama sebagai suami istri dengan putri-putri manusia yang cantik. Akibatnya mengerikan!
6 Keturunan campuran dilahirkan, manusia-manusia raksasa yang separuh hantu, separuh manusia. Mereka adalah Nefilim, ”orang-orang yang tumbang” dari antara umat manusia, yang suka membunuh, seperti diperlihatkan oleh catatan, ”Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.” Kekerasan dan kebejatan seks begitu merajalela sehingga hanya tentang Nuh dapat dikatakan, ”Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul [berjalan, NW] dengan Allah.” Istrinya, putra-putranya, dan istri-istri mereka—mereka saja dari antara seluruh umat manusia—memperlihatkan iman dan takut yang saleh. Rupanya hanya garis keturunan Nuh saja yang tidak dicemari oleh kebejatan seks dari jamannya.—Kejadian 6:4, 9-12, catatan kaki Ref. Bi.
7. Seperti diperlihatkan pada jaman Nuh, bagaimana Yehuwa menghakimi orang-orang yang jahat dan yang benar? (Bandingkan Matius 25:40, 45, 46.)
7 Yehuwa memusnahkan dunia yang keras, gila seks dan jahat itu. Dengan mendatangkan Banjir besar, Ia melenyapkan segala sesuatu yang jahat. Nefilim yang campuran itu dan umat manusia yang bejat disapu bersih, sedangkan bekas putra-putra Allah yang jahat meluputkan diri dengan kembali ke alam roh—untuk menantikan penghukuman Allah atas mereka.
-
-
Zaman Seperti ”Zaman Nuh”Menara Pengawal—1986 (Seri 20) | Menara Pengawal—1986 (Seri 20)
-
-
11 Siapapun di antara umat Yehuwa yang mungkin telah dicemari oleh praktek-praktek yang imoral, atau yang tergoda untuk memuaskan hawa nafsu di dalamnya, harus sadar dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata yang disediakan Allah! (Efesus 6:11-18) Jaman ini benar-benar ”sebagaimana halnya pada zaman Nuh.” ”Singa yang mengaum-aum” itu, si Iblis, dan hantu-hantunya yang bejat bekerja siang malam untuk mengasingkan dan menjerat hamba-hamba Allah. Kita harus mengambil sikap melawan musuh-musuh itu, kuat dalam iman.—1 Petrus 5:8, 9.
-
-
Zaman Seperti ”Zaman Nuh”Menara Pengawal—1986 (Seri 20) | Menara Pengawal—1986 (Seri 20)
-
-
Indahkan ’Contoh-Contoh Peringatan’ Selanjutnya
14. Mengapa pembersihan oleh Air Bah hanya bersifat sementara?
14 Setelah Banjir besar membersihkan bumi dari semua kenajisan manusia dan hantu-hantu, Yehuwa mengulangi perintah yang semula diberikan kepada Adam, dengan mengatakan kepada Nuh dan putra-putranya, ”Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.” (Kejadian 9:1) Bukti bahwa mereka melakukan hal ini, ada 70 ”kaum keluarga” (Klinkert)—suatu angka sempurna secara kiasan—yang terdaftar dalam kitab Kejadian pasal 10. Tetapi umat manusia masih menderita akibat dosa yang diwarisi dari Adam. Jelaslah pengaruh hantu-hantu sekali lagi mengakibatkan manusia tenggelam dalam kebejatan seks.
15. Apa yang kita pelajari dari penghukuman Allah atas Sodom?
15 Pada waktunya, ”sahabat” Yehuwa, Abraham, dan kemenakan Abraham, Lot, pindah ke daerah Kanaan. Lot memilih untuk pindah ke Distrik Yordan, yang ”seperti taman [Yehuwa].” Tetapi apakah demikian halnya secara moral? Sama sekali tidak! Kota Sodom, di mana Lot tinggal, dan Gomora yang ada di dekatnya penuh dengan homoseks. Sepuluh orang yang benar saja pun tidak dapat ditemukan di sana. Untuk alasan ini, Yehuwa mendatangkan ”hukuman api yang kekal” atas kota-kota itu. Kota-kota yang bejat itu tidak pernah akan dibangun kembali! Yesus mengutip penghukuman Allah terhadap Sodom, bersama dengan apa yang terjadi ”pada zaman, Nuh,” untuk menandaskan perlunya kita waspada—Kejadian 13:10; 18:32; Yudas 7, BIS; Lukas 17:26-30.
16. Kegiatan apa dari hantu-hantu menuntut agar kita berjuang keras untuk iman?
16 Jangan membuat kesalahan! Setan dan hantu-hantunya masih marah! Meskipun dilemparkan ke dalam ”gua-gua yang gelap” secara kiasan dan dibatasi sehingga tidak dapat mengenakan tubuh jasmani, roh-roh yang bejat itu cenderung untuk merusak manusia, terutama hamba-hamba Yehuwa. (2 Petrus 2:4-6) Pasti hantu-hantu itu mempengaruhi Kanaan untuk melakukan perbuatan imoral terhadap kakeknya Nuh. (Kejadian 9:22-25) Pasti mereka telah memperkembangkan kemesuman yang menjadi ”cara hidup orang-orang di negeri Kanaan,” (NW) sehingga akhirnya ia memuntahkan keluar penduduknya. (Imamat 18:3-25) Demikian pula, hantu-hantu memupuk praktek-praktek seks yang tidak wajar yang melanda begitu banyak masyarakat dewasa ini. Dalam berjuang keras untuk iman, kita harus menolak serangan apapun dari malaikat-malaikat yang berdosa yang mendorong manusia untuk ”melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar.”—Yudas 3, 6, 7.
-