-
Orang-Tua yang Suka Menganiaya—Penyebab Stres yang Paling UtamaSedarlah!—1993 | 8 Juli
-
-
Penganiayaan Seksual
Menurut suatu perkiraan, 1 dari antara 3 anak perempuan dan 1 dari antara 7 anak lelaki telah dipaksa mengalami kekerasan seksual menjelang usia 18 tahun. Kebanyakan dari anak-anak ini menderita secara diam-diam. ”Bagaikan prajurit yang hilang dalam pertempuran,” kata buku The Child in Crisis, ”mereka terus hilang selama bertahun-tahun dalam belantara pribadi dari rasa takut dan bersalah.”
”Saya sangat benci kepada Ayah karena telah menganiaya saya, namun saya merasa sangat bersalah karena membenci dia,” kata Louise. ”Saya merasa sangat malu karena seorang anak seharusnya mengasihi orang-tuanya dan saya tidak selalu dapat berbuat itu.” Perasaan bingung semacam itu dapat dimaklumi apabila pelindung utama sang anak berubah menjadi seorang pelaku kejahatan. Beverly Engel bertanya dalam buku The Right to Innocence, ”Bagaimana kita dapat mengakui bahwa orang-tua kita sendiri, seseorang yang seharusnya mengasihi dan menyayangi kita, tidak begitu mempedulikan kita?”
Penganiayaan seksual dapat menyimpangkan seluruh pandangan hidup sang anak. ”Setiap orang dewasa yang pernah dianiaya semasa kecil membawa perasaan yang telah tertanam dalam yaitu merasa diri sangat tidak mampu, tidak berharga dan sama sekali buruk, yang dibawanya dari masa kecilnya,” tulis Dr. Susan Forward.
Pengaruhnya Tidak Dapat Lenyap Begitu Saja
”Bukan hanya tubuh sang anak yang dianiaya atau ditelantarkan,” tulis peneliti bernama Linda T. Sanford. ”Keluarga-keluarga yang terganggu menganiaya pikiran sang anak.” Apabila seorang anak dianiaya, secara emosi, fisik, maupun seksual, ia akan tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya tidak dikasihi dan tidak berharga.
-
-
Orang-Tua yang Suka Menganiaya—Penyebab Stres yang Paling UtamaSedarlah!—1993 | 8 Juli
-
-
Bagi Connie, inses menciptakan citra diri yang kacau yang semakin parah di masa dewasanya, ”Saya masih sering merasa bahwa orang-orang dapat meneropong ke dalam diri saya dan melihat betapa menjijikkannya saya.”
-