-
Utang Tidur—Problem yang Kian Menumpuk?Sedarlah!—2004 | 8 Februari
-
-
Utang Tidur—Problem yang Kian Menumpuk?
JUTAAN orang dewasa ini terlilit ”utang” yang sangat besar. Utang ini dapat menjadi faktor utama yang meringsekkan mobil mereka, menghancurkan karier mereka, dan bahkan memorak-porandakan perkawinan mereka. Utang ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan dan jangka hidup mereka. Ini adalah utang yang turut menghambat kekebalan tubuh, menciptakan kerentanan terhadap berbagai infeksi. Beragam kondisi seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas ekstrem, serta problem-problem kesehatan lain, telah dikaitkan dengannya. Namun, kebanyakan korban tidak sadar bahwa mereka punya utang ini.
Biang keladi semua masalah itu adalah utang tidur, yang berkembang ketika seseorang tidak tidur dengan baik sebanyak yang dibutuhkan agar tetap sehat. Ini dapat disebabkan oleh kekurangan tidur secara sengaja akibat gaya hidup seseorang atau oleh kekurangan tidur yang tidak disengaja akibat penyakit.
Para peneliti medis memperkirakan bahwa penduduk bumi sekarang ini tidur, rata-rata, kurang satu jam dari waktu yang dibutuhkan per malam. Meski hal ini kelihatannya sedikit, utang enam miliar jam tiap malam telah menjadi fokus riset terhadap ragam penyakit yang berkaitan dengan tidur maupun dampaknya atas kualitas hidup.
Dunia medis pernah menganggap ketidaksanggupan tidur yang kronis sebagai satu penyakit saja, umumnya disebut insomnia. Tetapi, suatu komisi yang dibentuk oleh Kongres AS mengenali 17 gangguan tidur yang berbeda. Sesungguhnya, insomnia memiliki begitu banyak penyebab sehingga ia sering dianggap sebagai gejala dari problem-problem lain, sebagaimana demam mengindikasikan adanya infeksi.
Kekurangan tidur yang sesekali pun bisa membawa bencana. Perhatikan kasus Tom. Meskipun ia adalah pengemudi truk yang berpengalaman, ia menghunjamkan truk 18-rodanya ke luar jalan layang, menumpahkan 400 liter asam sulfat ke jalan raya utama. Tom mengakui, ”Saya ketiduran.” Pengkajian di dua jalan raya AS memperkirakan bahwa pengemudi yang mengantuk mengakibatkan sekitar 50 persen tabrakan fatal.
Pertimbangkan juga bahaya di tempat kerja karena berada di dekat rekan kerja yang mengantuk. Peneliti asal Australia, Ann Williamson, berkata, ”Setelah 17 hingga 19 jam tanpa tidur, kinerja [para partisipan] pada beberapa tes setara atau lebih buruk daripada kinerja sewaktu [konsentrasi alkohol dalam darah sebesar] 0,05%.” Dengan kata lain, para partisipan itu menjalankan aktivitas seolah-olah sedang berada pada atau melebihi batas resmi alkohol yang diizinkan dalam aliran darah pengemudi di beberapa negeri! Mengingat ratusan ribu kecelakaan setiap tahun di jalan dan di tempat kerja yang berkaitan dengan tidur, kerugian seluas dunia terhadap produktivitas dan keluarga sangatlah besar.a
Faktor apa saja yang boleh jadi turut menyebabkan utang tidur? Salah satunya adalah fenomena sosial yang sering disebut 24/7—beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. USA Today melukiskannya sebagai ”gempa bumi budaya yang mengubah cara hidup kita”, mengomentari bahwa ”suatu gelombang baru pedagang eceran dan jasa 24 jam sedang mengeruk keuntungan dengan mengabaikan waktu tidur”. Di banyak negeri, orang menonton acara televisi semalaman dan mengakses Internet pada waktu mereka seharusnya sedang tidur. Selain itu, ada kerugian yang diakibatkan gangguan emosi, sering kali melibatkan keresahan yang diperparah oleh stres dan gaya hidup yang terburu-buru. Terakhir, ada berbagai penyakit fisik yang dapat turut mengakibatkan utang tidur.
Banyak dokter mengatakan bahwa sulit sekali membuat pasien mereka menganggap utang tidur sebagai hal yang serius. Seorang dokter mengeluh bahwa keletihan kronis bahkan dianggap sebagai ”simbol status” oleh beberapa orang. Dan, karena kondisi mereka sering kali memburuk dengan sangat lambat, para korban dari kekurangan tidur mungkin tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan tidur yang serius. Banyak yang bernalar, ’Saya cuma tambah tua’ atau, ’Saya tidak sanggup hidup sukses, makanya saya cenderung kurang aktif’ atau, ’Saya selalu lelah karena saya tidak pernah bisa istirahat cukup lama.’
Membenahi utang tidur ini adalah tugas yang pelik. Tetapi, memahami cara kerja siklus tidur yang menyehatkan dan belajar mengidentifikasi tanda-tanda utang tidur dapat menyediakan motivasi untuk berubah. Mengenali gejala-gejala gangguan tidur yang serius dapat menyelamatkan nyawa.
[Catatan Kaki]
a Keletihan diyakini turut mengakibatkan banyak dari kecelakaan terburuk abad ke-20. Lihat Sedarlah! terbitan 8 Februari 2001, halaman 6.
[Gambar di hlm. 4]
Kekurangan tidur yang sesekali pun dapat menyebabkan kecelakaan serius
-
-
Mendapatkan Tidur yang Anda ButuhkanSedarlah!—2004 | 8 Februari
-
-
Mendapatkan Tidur yang Anda Butuhkan
SEBAGIAN besar kemajuan dalam memahami mekanisme tidur telah dicapai dalam 50 tahun terakhir ini. Apa yang kini telah diketahui menghancurkan banyak kesalahpahaman yang sudah lama ada. Salah satunya adalah asumsi bahwa karena banyak fungsi tubuh melambat selama istirahat, tidur tidak jauh berbeda dengan keadaan tidak aktif.
Dengan mempelajari pola gelombang otak, para peneliti medis telah tahu bahwa ada siklus dan tahapan tidur yang berulang-ulang. Bukannya tidak aktif, otak manusia justru bekerja pada kecepatan tinggi selama periode tidur tertentu. Tidur yang menyehatkan mencakup melewati siklus-siklus ini empat kali atau lebih setiap malam dan menghabiskan waktu yang cukup pada setiap siklus.
Kerumitan di balik Proses Tidur
Tidur malam yang normal pada dasarnya dibagi menjadi dua jenis: yang biasa disebut tidur REM (gerakan mata cepat, atau mimpi) dan tidur non-REM (nonmimpi). Anda bisa tahu bahwa seseorang sedang tidur REM apabila tonjolan bola matanya terlihat bergerak-gerak cepat di balik kelopak matanya.
Tidur non-REM dapat dibagi lagi menjadi empat tahap. Setelah merebahkan diri, Anda perlahan-lahan memasuki tahap pertama—mengantuk atau tidur dangkal. Selama tahap ini, otot-otot Anda mengendur dan gelombang otak Anda tidak beraturan dan cepat. Setiap malam, awal tahap ini berlangsung antara 30 detik dan 7 menit. Sewaktu Anda pindah ke tahap kedua—tidur yang sebenarnya—yang biasanya mencakup 20 persen waktu tidur Anda pada malam hari, gelombang otak membesar. Mungkin pecahan-pecahan pikiran dan gambar berseliweran di benak Anda, tetapi Anda tidak sadar dengan lingkungan sekeliling dan tidak dapat melihat sekalipun mata Anda terbuka.
Berikutnya adalah tahap ketiga dan keempat—tidur lebih pulas dan terpulas. Di tahap ini, yang juga disebut tidur delta, otak Anda memproduksi gelombang yang besar dan lambat. Pada tahap inilah tubuh Anda paling sulit dibangunkan, karena sebagian besar darah Anda dialirkan ke otot-otot. Pada periode ini (biasanya 50 persen dari malam hari), pemulihan dan perbaikan tubuh berlangsung, dan pada tidur delta inilah tubuh anak muda bertumbuh. Penting untuk dicamkan bahwa siapa pun, muda atau tua, yang tidak mengalami tahap-tahap delta yang lebih pulas kemungkinan besar akan merasa letih, apatis, atau bahkan depresi keesokan harinya.
Akhirnya, setiap siklus diakhiri dengan tahap REM yang berbeda secara drastis. Selama tahap bermimpi ini (biasanya berlangsung kira-kira setiap 90 menit), lebih banyak darah dialirkan ke otak dan gelombang otak Anda hampir sama seperti ketika Anda terbangun. Namun, Anda tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Imobilitas ini tampaknya mencegah Anda agar tidak bertindak sesuai dengan mimpi Anda sehingga mencelakai Anda sendiri atau orang lain.
Siklus REM, atau mimpi, ini berlangsung semakin lama setiap kali siklus tersebut terjadi pada malam hari dan tampaknya sangat penting bagi kesehatan mental. Kalau diumpamakan dengan komputer, otak kita memeriksa penyimpanan memori jangka pendek, menghapus data yang tidak penting, dan mempertahankan apa yang diinginkan untuk memori jangka panjang. Siklus mimpi yang sangat jarang terjadi diketahui menjadi penyebab berbagai kesulitan emosi. Para penderita insomnia, misalnya, menggunakan kurang dari waktu rata-rata tidur REM, yang turut menyebabkan kian meningkatnya kekhawatiran yang tak dapat dihentikan.
Jadi, apa yang terjadi sewaktu kita secara rutin tidak mengalami (secara sengaja atau tidak sengaja) siklus-siklus yang berulang ini, sehingga mengakibatkan utang tidur? Jika kita secara berturut-turut tidur lebih sedikit daripada yang kita butuhkan, kita tidak akan mendapatkan cukup banyak periode tidur REM yang terakhir dan terlama, yang vital bagi kesehatan mental. Jika pola tidur kita menjadi tidak beraturan, terdiri dari serangkaian tidur ringan yang pendek, kita tidak sering sampai pada tidur delta yang pulas, yang diperlukan untuk memperbaiki tubuh kita. Orang yang memiliki utang tidur yang serius menderita rentang waktu atensi yang pendek, kehilangan memori dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas.
Apa yang memicu tubuh untuk menuntut tidur? Sejumlah faktor tampaknya saling berpadu untuk menciptakan suatu ritme sirkadian (harian) atau pola terjaga-tidur. Susunan kimia otak tampaknya memainkan peranan. Dan juga, ada inti sel saraf yang berlokasi di otak yang tampaknya turut mengendalikan siklus tidur. ”Jam” ini terletak di dekat tempat bertemunya saraf-saraf optik. Itu sebabnya, cahaya mempengaruhi seberapa jauh rasa kantuk kita. Cahaya terang membuat Anda terbangun, sedangkan kegelapan merangsang Anda untuk tidur.
Suhu tubuh Anda juga terlibat. Sewaktu suhu Anda paling tinggi—biasanya sekitar pukul sembilan pagi dan sekitar pukul delapan malam—Anda berada dalam kondisi paling siaga. Seraya suhu tubuh Anda menurun, Anda menjadi semakin mengantuk. Para peneliti sepakat bahwa pola terjaga versus mengantuk itu berbeda-beda pada setiap orang.
Berapa Lama Anda Perlu Tidur?
Para ilmuwan memberi tahu kita bahwa, rata-rata, manusia membutuhkan sekitar delapan jam istirahat setiap malam. Tetapi, berbagai penelitian juga memperlihatkan bahwa kebutuhan setiap individu sangat bervariasi.
Suatu analisis diri yang jujur dapat menentukan apakah Anda sudah memiliki pola yang menyehatkan atau sedang mengalami utang tidur. Para pakar umumnya sepakat mengenai tanda-tanda tidur yang sehat berikut ini:
◼ Anda mudah tidur tanpa menggunakan obat atau tanpa berjuang mengatasi kegelisahan atau kekhawatiran.
◼ Anda jarang tahu bahwa Anda terbangun di tengah malam, tetapi kalau pun Anda terbangun, Anda dapat kembali tidur dengan cepat.
◼ Anda bangun secara wajar kurang lebih pada saat yang sama setiap pagi dan biasanya tanpa bantuan weker.
◼ Sekali Anda terbangun dan mulai menjalani kegiatan, Anda tidak mengantuk dan cukup siaga sepanjang hari.
Tips Praktis
Bagaimana dengan orang yang sesekali mengalami insomnia? Beberapa pakar menyarankan langkah-langkah praktis ini:
1. Hindari stimulans seperti kopi atau teh menjelang waktu tidur. Banyak orang keliru mengira bahwa minuman beralkohol akan membantu mereka tidur. Tetapi, penelitian klinis memperlihatkan bahwa alkohol dapat menyebabkan efek yang sebaliknya dan membuat Anda tetap terjaga.
2. Berhenti merokok. Seorang pakar berkomentar, ”Para perokok jauh lebih sulit tertidur, karena rokok meningkatkan tekanan darah, mempercepat detak jantung, dan merangsang aktivitas gelombang otak. Para perokok juga cenderung terbangun lebih sering pada tengah malam, mungkin karena tubuh mereka mengalami gejala akibat menghentikan ketagihan.”
3. Hindari kegiatan yang merangsang mental atau fisik tepat sebelum tidur. Gerak badan membantu istirahat yang sepatutnya tetapi tidak demikian jika itu dilakukan tepat sebelum berupaya tidur. Mengatasi masalah besar atau tantangan mental tepat sebelum tidur dapat mengganggu keadaan relaks yang sering kali dibutuhkan untuk mengantar kita tidur.
4. Pastikan bahwa kamar tidur Anda hening, gelap, dan, kalau bisa, relatif sejuk. Mengenai kebisingan, pertimbangkan sebuah penelitian terkenal tentang orang-orang yang tinggal di dekat bandara yang menyatakan tidak lagi mendengar suara pesawat. Sewaktu pola tidur mereka diuji, gelombang otak mereka merekam setiap pendaratan dan lepas landas ! Para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang diteliti itu, rata-rata, waktu tidur berkualitasnya tiap malam satu jam lebih sedikit daripada orang yang tinggal di zona yang lebih sunyi. Penyumbat telinga atau metode lain untuk mengurangi kebisingan akan sangat membantu mereka memperoleh tidur yang tenang. Beberapa orang mendapati bahwa white noise (didefinisikan sebagai bunyi apa pun yang tetap, monoton, dan berfrekuensi rendah), seperti bunyi yang dihasilkan oleh kipas listrik, sangat berguna jika ada kebutuhan untuk meredam suara dari jalanan.
5. Berhati-hatilah terhadap obat tidur. Ada semakin banyak bukti bahwa banyak obat yang diresepkan untuk merangsang tidur sebenarnya membentuk kebiasaan, berkurang keefektifannya jika digunakan untuk waktu yang lama, dan memiliki efek sampingan yang merusak. Obat-obatan seperti itu mungkin hanya cocok untuk terapi jangka pendek.
Karena insomnia dapat diakibatkan oleh stres, ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci untuk memperoleh tidur yang sehat adalah menjadikan waktu sebelum tidur sebagai periode yang tenang dan menyenangkan. Mungkin Anda sebaiknya mengesampingkan kekhawatiran pada hari itu dan melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti membaca. Ada manfaat yang jelas dan ampuh dari nasihat Alkitab, ”Jangan khawatir akan apa pun, tetapi dalam segala sesuatu nyatakanlah permintaanmu kepada Allah melalui doa dan permohonan yang disertai ucapan syukur; dan kedamaian dari Allah . . . akan menjaga hatimu dan kekuatan mentalmu.”—Filipi 4:6, 7.
[Kotak/Gambar di hlm. 8, 9]
Beberapa Kesalahpahaman yang Umum
1. Minum minuman berkafein adalah cara terbaik untuk tetap terjaga sewaktu mengemudi jarak jauh.
Penelitian memperlihatkan bahwa para pengemudi sering kali salah kaprah dengan berpikir bahwa mereka lebih terjaga daripada yang sebenarnya. Jika Anda terpaksa mengemudi jarak jauh pada malam hari, lebih baik Anda secara periodik berhenti di suatu tempat yang aman dan tidur sebentar (15 hingga 30 menit), disusul dengan berjalan kaki atau joging sambil meregangkan otot tangan dan kaki.
2. Jika saya punya masalah tidur, tidur sebentar adalah solusinya.
Bisa saja, tetapi banyak pakar percaya bahwa pola idealnya adalah satu periode tidur yang panjang setiap 24 jam. Tidur siang sebentar (biasanya 15 hingga 30 menit) dapat membantu memulihkan kesiagaan selama sore hari yang suntuk tanpa mengganggu ritme siklus tidur yang lebih lama pada malam hari. Tetapi, tidur sebentar dalam waktu empat jam sebelum waktu tidur bisa merusak istirahat malam yang sehat.
3. Mimpi yang kita ingat merampas istirahat yang memadai.
Mimpi (biasanya terjadi selama tidur REM) adalah tanda istirahat yang menyehatkan dan biasanya terjadi empat kali atau lebih selama setiap istirahat malam yang normal. Penelitian menunjukkan bahwa mimpi yang kita ingat hanyalah mimpi yang membuat kita terbangun, apakah sewaktu itu sedang berlangsung atau dalam beberapa menit setelah itu selesai. Di pihak lain, mimpi buruk dapat menciptakan keresahan dan menyulitkan seseorang untuk tidur kembali.
[Gambar di hlm. 6, 7]
Tidur malam yang baik memungkinkan Anda terjaga dan siaga sepanjang hari
[Gambar di hlm. 7]
Para ilmuwan kini tahu bahwa tidur mencakup berbagai siklus dan tahap
[Gambar di hlm. 8]
Para perokok jauh lebih sulit tidur
[Gambar di hlm. 9]
Berhati-hatilah terhadap obat tidur
-
-
Mengenali Gangguan Tidur yang SeriusSedarlah!—2004 | 8 Februari
-
-
Mengenali Gangguan Tidur yang Serius
KADANG-KADANG, gejala pada seseorang mungkin menunjukkan bahwa ia menderita gangguan tidur yang serius. Insomnia kronis, yang berlangsung selama lebih dari sebulan, sering berkaitan dengan berbagai problem yang lebih serius, termasuk depresi. Insomnia kronis bisa juga merupakan gejala suatu penyakit fisik yang serius.
Apnea Tidur
Mario menderita rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari. Sewaktu ia mengemudikan mobil keluarga, istrinya harus mengawasinya dengan cermat, karena ia cenderung kehilangan kesadaran untuk sementara, yang jarang diingatnya. Ia mendengkur dengan keras dan tidak beraturan setiap malam dan adakalanya melonjak terbangun dengan tiba-tiba sambil megap-megap.a
Mario mengalami gejala klasik apnea tidur. Apnea secara harfiah berarti ”tidak ada napas”. Suatu insiden apnea tidur bisa berlangsung dari sepuluh detik hingga dua atau tiga menit. Korbannya sering berguling bolak-balik sambil megap-megap dan kemudian tertidur lagi, hanya untuk mengulangi apnea itu ratusan kali per malam. Ada tiga jenis apnea.
Apnea sentral terjadi sewaktu pusat kendali pernapasan di otak tidak memberikan perintah untuk bernapas secara teratur. Pada apnea tidur obstruktif, jalan udara sebelah atas di belakang tenggorokan benar-benar menutup, menghalangi pergerakan udara. Apnea campuran adalah kombinasi kedua-duanya dan yang paling umum didiagnosis. Korban apnea jenis mana pun akhirnya dapat mengalami kondisi yang hampir sama dengan orang yang tidak tidur semalaman, setiap malam!
Penderita apnea tidur boleh jadi menjalani kehidupan yang berbahaya, karena mereka bisa mendadak kehilangan kesadaran sewaktu sedang bekerja atau mengemudikan mobil. Mereka bisa menderita tekanan darah tinggi, pembengkakan jantung, dan peningkatan risiko stroke atau gagal jantung. Dr. William Dement dari Stanford University memperkirakan bahwa 38.000 orang Amerika meninggal setiap tahun akibat konsekuensi apnea tidur terhadap kardiovaskular.
Meski paling umum terjadi pada pria yang kegemukan dan berusia di atas 40 tahun, apnea tidur dapat terjadi pada usia mana pun, bahkan anak-anak. Ada beberapa pengobatan—semua hendaknya diawasi oleh seorang dokter spesialis masalah tidur. Pengobatan nonbedah yang paling efektif bagi apnea tidur obstruktif adalah penggunaan sebuah alat untuk menciptakan tekanan jalan udara positif yang berkesinambungan. Sang pasien mengenakan sebuah topeng pada hidungnya di malam hari, dan sebuah pengatur tekanan (yang disetel oleh dokter) menyalurkan jumlah udara yang dibutuhkan secara persis untuk mencegah apnea. Jika hal ini tidak memperbaiki kondisinya, ada beberapa prosedur pembedahan, termasuk menggunakan laser atau gelombang frekuensi-radio untuk menyingkirkan jaringan yang berlebihan dari tenggorokan.
Narkolepsi
Gangguan tidur lain yang membutuhkan perhatian medis adalah narkolepsi—kondisi neurologis yang menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Buck, misalnya, selalu mengantuk. Ia sering tiba-tiba jatuh tertidur, bahkan sewaktu mengadakan rapat penting. Ia mulai menggenggam kunci-kunci sehingga sewaktu itu terjadi, suara ribut kunci-kunci yang terjatuh ke lantai itu akan membangunkannya. Kemudian, ia mengidap katapleksi—kondisi yang menyebabkan lututnya lemah dan ia roboh setiap kali merasa bersemangat. Lalu, datanglah gejala paralisis tidur serta sesekali halusinasi tepat sebelum ia tertidur.
Narkolepsi biasanya mulai antara usia 10 dan 30 tahun. Penderita kadang-kadang memperlihatkan apa yang disebut perilaku otomatis, yakni mereka tampak berperilaku normal tetapi tidak ingat bahwa suatu periode waktu yang panjang telah berlalu. Tragedi penyakit ini adalah bahwa itu sering kali tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun, sementara sang korban dianggap sebagai orang yang malas, lambat mental, atau aneh. Penyakit ini belum ada obatnya, tetapi gejalanya dapat diatasi dengan obat dan penyesuaian gaya hidup—dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi.b
Gangguan Tidur Lainnya
Dua gangguan lain, kadang-kadang muncul pada orang yang sama, langsung berdampak pada anggota tubuh, mengakibatkan insomnia kronis. Yang pertama adalah gangguan gerakan anggota tubuh berkala, yang membuat kaki, dan kadang-kadang tangan, mengejang sewaktu tidur. Perhatikan Michael. Tes memperlihatkan bahwa insiden gerakan kaki periodik membangunkannya sekitar 350 kali setiap malam!
Gangguan lainnya adalah sindrom kaki resah,c yang terjadi sewaktu jauh di dalam otot kaki dan lutut ada sensasi yang menyebabkan rangsangan yang kuat sekali untuk bergerak, sehingga membuat penderita tidak bisa tidur. Meski kondisi ini kadang-kadang dihubungkan dengan kurangnya gerak badan atau sirkulasi yang jelek, beberapa kasus tampaknya berhubungan dengan konsumsi kafein. Konsumsi alkohol juga diketahui memperparah kondisinya pada saat-saat tertentu.
Bruksisme adalah gangguan yang dicirikan oleh pengertakan atau penekanan gigi sewaktu tidur. Jika terjadi terus-menerus, itu dapat menyebabkan gigi aus secara abnormal dan rahang yang sangat tidak nyaman, mengakibatkan insomnia serius. Bergantung pada tingkat problemnya, pengobatan berkisar dari pembedahan mulut sampai mengenakan ganjal mulut pada malam hari.
Sekilas pembahasan tentang beberapa gangguan yang berkaitan dengan tidur ini mengilustrasikan bahwa mengabaikan gangguan-gangguan tersebut bisa berbahaya. Pengobatannya bisa sederhana atau kompleks, tetapi sering kali sangat penting. Jika Anda atau orang yang Anda kasihi menderita insomnia kronis atau memperlihatkan tanda-tanda gangguan tidur serius apa pun, sebaiknya segera dapatkan bantuan profesional. Bahkan jika pengobatan tidak secara total menghilangkan problemnya, hal itu dapat banyak mengurangi risiko yang terkait dan menjadikan situasinya lebih mudah bagi semua. Kemudian, di masa depan, seraya janji Alkitab digenapi, ”tidak ada penghuni yang mengatakan, ’Aku sakit’ ”. Semua penyakit akan disingkirkan sama sekali seraya Allah membuat ”segala sesuatu baru”.—Yesaya 33:24; Penyingkapan (Wahyu) 21:3-5.
[Catatan Kaki]
a Dengkuran apnea yang keras dan tidak beraturan berbeda dengan dengkuran ritmis dan ringan yang sesekali terjadi pada banyak orang—kerusakan utama yang ditimbulkannya paling-paling hanyalah bahwa orang lain di kamar yang sama tidak bisa tidur.
b Untuk informasi lebih jauh tentang narkolepsi, lihat Sedarlah!, 8 April 1991, halaman 19-21.
c Lihat Sedarlah! terbitan 22 November 2000 untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit ini.
[Gambar di hlm. 10]
Pengobatan gangguan tidur harus di bawah pengawasan dokter
[Gambar di hlm. 10]
Mendengkur mungkin adalah gejala apnea tidur
[Gambar di hlm. 11]
Narkolepsi sering kali disalahpahami sebagai kemalasan
[Gambar di hlm. 12]
Peralatan yang mengatur tekanan jalan udara dapat turut meredakan apnea tidur
-