-
Jutaan Nyawa Melayang bersama Asap RokokSedarlah!—1995 | 8 Mei
-
-
Di Cina diperkirakan 61 persen pria dewasa merokok, sedangkan hanya 7 persen wanita yang merokok. Perusahaan-perusahaan tembakau Barat memusatkan perhatian mereka kepada apa yang disebut ”kebebasan” wanita-wanita Asia yang cantik ini, yang jutaan dari antaranya telah demikian lama tidak boleh menikmati ”kesenangan” saudari-saudari Barat mereka yang glamor. Meskipun demikian, masih ada satu kendala lagi: Perusahaan tembakau pemerintah memasok sebagian besar rokok.
Akan tetapi, perusahaan-perusahaan Barat secara bertahap berupaya masuk ke pasaran mereka. Dengan terbatasnya kesempatan periklanan, beberapa perusahaan rokok berupaya mempersiapkan calon pelanggan mereka secara diam-diam. Cina mengimpor film dari Hong Kong, dan di dalam banyak film tersebut, para aktor dibayar untuk merokok—menjual dengan cara halus!
-
-
Jutaan Nyawa Melayang bersama Asap RokokSedarlah!—1995 | 8 Mei
-
-
Namun Asia yang padat penduduknya merupakan tambang emas yang jauh lebih besar dibandingkan negeri-negeri tadi. Saat ini, jumlah perokok di Cina saja lebih besar daripada jumlah seluruh penduduk Amerika Serikat—300 juta. Jumlah rokok yang mereka isap sungguh mengagetkan yaitu 1,6 triliun batang setahun, sepertiga jumlah total yang dikonsumsi sedunia!
”Para dokter mengatakan bahwa dampak atas kesehatan yang disebabkan oleh larisnya rokok di Asia benar-benar mengerikan,” The New York Times melaporkan. Richard Peto memperkirakan bahwa dari sepuluh juta kematian yang diduga berkaitan dengan merokok setiap tahunnya dalam dua atau tiga dekade mendatang, dua juta akan terjadi di Cina saja. Lima puluh juta anak di Cina yang hidup sekarang kemungkinan akan meninggal disebabkan oleh penyakit yang ada kaitannya dengan merokok, kata Peto.
Dr. Nigel Gray meringkaskannya sebagai berikut, ”Sejarah merokok selama lima dekade terakhir di Cina dan Eropa Timur mendatangkan kutukan atas negeri-negeri itu berupa epidemi besar dari penyakit yang berkaitan dengan tembakau.”
-