-
Merokok—Pandangan KristenSedarlah!—1989 (No. 31) | Sedarlah!—1989 (No. 31)
-
-
Seperti dinyatakan Patrick Reynolds, ahli waris kekayaan hasil tembakau dalam kesaksiannya kepada sub panitia Kongres A.S., ”Saya percaya bahwa iklan rokok merupakan promosi dari produk yang beracun, dan adalah bermoral, benar dan baik untuk meniadakan semua iklan rokok.”
-
-
Merokok—Pandangan KristenSedarlah!—1989 (No. 31) | Sedarlah!—1989 (No. 31)
-
-
[Kotak di hlm. 15]
Orang-Orang yang Meninggalkan Bisnis Rokok
Pada tahun 1875 R. J. Reynolds mendirikan sebuah perusahaan tembakau kunyah di Carolina Utara. Pada tahun 1913 mereka membuat rokok mereka yang pertama—merk Camel. Dari situ usaha tersebut maju sampai menjadi nomor dua setelah Philip Morris dalam liga penjualan dan penghasilan dari rokok di Amerika Serikat. Cicit dari pendirinya adalah Patrick Reynolds, yang sekarang berumur 40-an. Dahulu ia seorang perokok selama 15 tahun, dan ia memberikan kejutan besar kepada dunia tembakau.
Pada tahun 1986 ia muncul di hadapan sub panitia kongres untuk menentang hal merokok! Sejak itu ia secara tetap berkampanye menentang penggunaan tembakau. Apa yang membangkitkan antipatinya terhadap produk yang telah menghasilkan banyak keuntungan bagi keluarganya? Ia ingat, ketika masih anak-anak ia melihat ayahnya, seorang perokok berat, mati perlahan-lahan karena emfisema. Patrick menyatakan, ”Yang saya ingat mengenai ayah saya adalah bahwa ia seorang pria yang selalu susah bernafas, dan selalu menghitung waktu yang masih tersisa untuk hidup.”
Patrick memutuskan untuk berbuat sesuatu yang positif dengan kehidupannya. ”Saya melihat bahwa saya dapat melakukan sesuatu yang penting dan berbuat sesuatu dengan kehidupan saya.” Ia mengatakan bahwa terus mempromosikan ”pembunuh-pembunuh yang sudah terbukti bersalah” adalah ”amoral”.
”Jikalau tangan yang pernah memberi saya makan adalah industri tembakau, maka tangan yang sama telah membunuh jutaan orang dan akan terus membunuh jutaan lagi kecuali orang-orang sadar akan bahaya dari merokok.”—The New York Times, 25 October 1986.
-